Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN KASUS KELELAAN POST PARTUM PENGKAJIAN A. Biodata klien Nama klien Umur : Ny.

Windi : 27 tahun

Status pernikahan : menikah Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat : Islam : SD : Ibu Rumah Tangga : Cilimus Rt 02 Rw 01, Saguling Cikonde Kab. Bandung Barat Dx. Medis :Post Salpingektomi dengan indikasi abortio tuba kiri dengan Kehamilan Ektopik Terganggu Ruangan Medrec : Kemuning lantai 3 obgyn kamar 60.07 : 0001304824

B. Biodata Penanggungjawab Nama Umur : Tn. Udin : 31 tahun

Status pernikahan : menikah Agama Pekerjaan Alamat : islam : Penjahit : Cilimus Rt 02 Rw 01, Saguling Cikonde Kab. Bandung Barat Hubungan dengan klien : suami C. Keluhan utama : nyeri pada perut bagian bawah D. Riwayat penyakit sekarang : G1P0A0 merasa telat haid 8 minggu. Mengeluh nyeri perut bagian bawah sebelah kanan semakin hari semakin kuat sejak kurang lebih 2 hari SMRS. Riwayat perdarahan dari jalan lahir kurang lebih 2 hari SMRS, berupa bercak membasahi pakaian dalam. Riwayat keluar gumpalan seperti daging disangkal, keluar gelumbung seperti telur ikan disangkal. Nyeri BAK hilang timbul, riwayat keputihan berulang, gatal dan tidak berbau.

E. Riwayat kesehatan dahulu : pada awal kehamilan klien mengatakan sesekali suka ada bercak coklat pada celana dalamnya. F. Riwayat Kesehatan keluarga : tidak ada keluarga yang mempunyai riwayat kehamilan ektopik terganggu dan tidak ada keluarga yang mempunyai riwayat kanker. G. Pola Kebutuhan Dasar : Nutrisi : klien makan 2-3 kali sehari dengan kebiasan makan sayuran setiap hari, akan tetapi untuk makan daging klien mengaku paling sering 3 kali sehari. Eliminasi : klien mengatakan buang air besar kadang sehari sekali kadang 2 hari sekali, dan kadang-kadang klien merasa nyeri saat buang air besar. Istirahat dan tidur : klien mengatakan jika tidak ada perbedaan waktu tidur sebelum dan ketika hamil, akan tetapi setelah dilakukan operasi klien mengeluh suka terbangun pada malam hari karena nyeri pada perutnya. Ambulasi : klien sudah dapat miring kanan dan miring kiri, serta klien juga dapat buang air ke kamar mandi. Kebersihan diri : klien tampak rapi dan tidak tercium bau asem karena menurut keterangannya klien setiap pagi selalu di seka oleh keluarganya. H. Riwayat Haid : HPHT 28-06-2013 I. Riwayat KB : tidak memakai KB J. Riwayat persalinan saat ini : G1P0A1 K. Pemeriksaan fisik Keadaan umum : klien tampak rapi akan tetapi sesekali suka meringis kesakitan. Tingkat kesadaran : Compos mentis Tanda-tanda vital : TD: 110/70 mmHg R: 20 x/menit H: 80 x/menit T: 36,50 C

Kepala : rambut panjang berwarna hitam kecoklatan agak kusam, tidak ada benjolan dan saat di palpasi klien tidak mengeluh nyeri. Mata : konjungtiva tampak pucat, simetris. Mulut : lidah klien bersih dan kemerahan, gigi ada yang karies, bibir tampak pucat dan pecah-pecah.

Leher : tidak ada pembesran kelenjar tiroid, refleks menelan bagus.

Dada Jantung : bunyi jantung murni Paru-paru : sonor pembengkakan Payudara : simetris, tidak ada pembengkakan, tidak ada nyeri tekan, bentuk putting exverted, pengeluaran kolostrum (-). Abdomen : datar lembut Hati : sulit diraba Limpa : sulit diraba TFU : tidak teridentifikasi karena terdapat luka post op, Kondisi luka post op : luka tertutup verban

Genetalia Perdarahan lochea : (-) Dower Cateter : sudah dilepas

Ektremitas Tangan kanan klien terpasang infuse dan sudah tidak dilakukan transfusi darah, kondisinya tidak terlihat ada edema dan cairan infuse lancar. L. Pengkajian Psikosasial Peran diri : klien merasa bersalah karena tidak dapat mempertahankan

kehamilannya dan klien merasa sedih karena belum dapat memberikan anak pada suaminya M. Pemeriksaan Penunjang USG : uterus berukuran 7 x 5,3 x 4 cm dan tampak cairan bebas dibelakang uterus. N. Pemeriksaan laboratorium Hb : 12,4 gr/dl Ht : 37 % Leukosit : 16.600 Trombosit : 415.000 mm3

Analisa Data DATA DO : TD: 110/70 mmHg R: 20 x/menit H: 80 x/menit DS : klien mengeluh nyeri pada abdomen bagian bawah DO : klien tampak murung dan Klien mengalami KET dan belum mempunyai anak selama 4 tahun menikah DS : klien mengeluh merasa bersalah karena tidak dapat mempertahankan kehamilannya dan klien merasa sedih karena belum dapat memberikan anak pada suaminya ETIOLOGI MASALAH Luka post operasi salpingektomi terputusnya kontinuitas jaringan Nyeri jaringan melepaskan zat-zat bradikinin dan histamin merangsang syaraf perifer dihantarkan melalui spinal cord menuju hipothalamus korteks cerebri nyeri di perspsikan nyeri Kegagalan zigot berimplantasi menikah 4 tahun Berduka Kehamilan Ektopik Terganggu zigot berimplantasi pada tuba kiri abortus tuba kiri janin tidak dapat dipertahankan berduka belum punya anak merasa sedih

DO : adanya luka operasi Luka post operasi Salpingektomi tertutup verban media Resiko tinggi Luka terbalut verban sudah 3 hari berkembangbiaknya kuman pathogen resiko infeksi infeksi DS : klien mengeluh nyeri Diagnosa keperawatan 1. Nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan pada luka post operasi salpingektomi ditandai dengan klien mengeluh nyeri pada abdomen bagian bawah 2. Berduka berhubungan dengan kehilangan calon janin di tamdai dengan klien merasa bersalah dan bersedih serta klien tampak murung 3. Risiko tinggi infeksi berhubungan dengan luka post operasi salpingektomi ditandai dengan klien mengeluh nyeri pada luka operasi dan luka terbalut verban sudah 3 hari

Asuhan Keperawatan

Diagnosa keperawatan 1. Nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan pada luka post operasi salpingekto mi ditandai dengan klien mengeluh nyeri pada abdomen bagian bawah

Tujuan

Intervensi

Rasional

Implementasi

Evaluasi

Tupan : Nyeri 1. Kaji tingkat lokasi 1. Agar dapat 1. Menanyakan pada 1. Klien menyatakan berkurang atau dan sifat nyeri mengidentifikasi klien mengenai lokasi nyeri berada hilang kebutuhan lokasi dan sifat pada luka jahitan Tupen : perawatan dan nyeri? seputar perut, dengan 1. Klien tidak 2. Observasi pemberian askep 2. Mengobservasi skala nyeri 1-10 mengeluh keadaan luka yang tepat bservasi keadaan berada pada angka 5. nyeri 2. Dapat menunjukan luka ketika 2. Keadaan luka klien 2. Ekspresi adanya trauma dilakukan perawatan kering, bersih dan wajah cerah berlebihan/ lihat warna, tidak bernanah. 3. TTV dalam komplikasi yang keluaran dan bau. 3. Tanda-tanda vital batas normal memerlukan 3. Mengukur tandaklien dalam batas intervensi lebih tanda vital normal lanjut 4. Mengajarkan klien 4. Klien mengikuti 3. Observasi TTV 3. Perubahan tanda untuk melakukan insrtuksi untuk vital merupakan teknik napas dalam melakukan nafas indikator terjadinya seperti menarik dalam dan klien nyeri napas hidung tampak lebih tenang, 4. Anjurkan klien 4. Napas dalam dapat keluarkan dari akan tetapi klien teknik relaksasi melancarkan suplai mulut secara terlihat lebih tertarik napas dalam O2 ke jaringan perlahan ketika diajak untuk sehingga terjadi 5. Menanyakan pada ngobrol relaksasi di jaringan klien posisi yang dibandingkan yang dapat nyaman dan berikan menarik nafas dalam.

2. Berduka berhubungan dengan kehilangan calon janin d.d klien merasa bersalah dan bersedih serta klien tampak murung.

5. Berikan posisi yang nyaman sesuai keinginan klien 6. Jelaskan penyabab terjadi nyeri dengan bahasa yang sederhana 7. Kolaborasi berikan analgesik (ibuprofen) sesuai indikasi Tupan : Klien 1. Jalin trust dengan tidak merasakan klien berduka (kehilangan) Tupen : klien tidak terlihat kesepian dan sendirian serta 2. Berikan motivasi klien dapat klien untuk mengekspresikan mendiskusikan perasaannya. pikiran dan perasaannya 3. Dengarkan klien dan berikan

5.

6.

7.

1.

2.

menyebabkan nyeri berkurang Posisi nyaman sesuai keinginan klien dapat memperingan nyeri Dengan mengetahui penyebab nyeri klien dapat beradaptasi Untuk mengurangi rasa nyeri dengan memblok impuls nyeri Rasa percaya merupakan dasar dari hubungan terapeutik yang mendukung dalam mengatasi perasaannya. Motivasi dapat meningkatkan keterbukaan klien.

posisi tersebut jika tidak ada kontaindikasi 6. Menjelaskan pada klien bahwa proses nyeri yang dialami oleh klien ini adalah akibat luka sayatan post operasi. 7. Berkolaborasi dengan dokter dalam memberikan obat nyeri tepat waktu 1. Klien dan perawat saling mengenalkan diri dan perawat memberitahukan maksud dan tujuan segala tindakan. 2. Menggali perasaan klien tentang perasaannya.

5. Klien merasa nyaman dengan posisi semi fowler 8. Klien memahami penyebab nyeri yang terjadi dan memahi cara untuk meringankannya 9. Ibuprofen diberikan secara oral 3x400 mg

1. Klien dapat menyebut/memangg il perawat dengan sebutan nama.

3.

Mendengarkan klien tanpa

3. Mendengarkan memberikan

2. Klien merasakan nyaman dan percaya menceritakan tentang kesedihannya kepada perawat. dan 3. Klien mengekspresikan

dorongan untuk berbagai perasaan emosi, seperti sedih, rasa bersalah atau depresi, dalam cara yang paling nyaman bagi klien (mis. Verbal atau nonverbal, dalam tulisan, atau melalui karya seni) 4. 4. Berikan waktu bagi keluarga untuk berada bersama klien dan membantu perawatan sejauh yang mereka inginkan.

memberi penilaian meningkatkan perkembangan hubungan terapeutik yang akan meningkatkan rasa percaya dan keterbukaan

sentuhan kepada klien saat bercerita

apa yang rasakan

dia

Dengan memberikan waktu 4. Mengajak suami dari 4. Suami ikut serta bagi keluarga untuk klien untuk terlibat dalam pelaksanaan berada bersama dalam melakukan intervensi. klien dan intervensi atau berpartisipasi tindakan dalam perawatan dapat meningkatkan kesempatan untuk berbagi perasaan dan pentingnya arti bagi harga diri klien untuk terus membuat keputusan

3. Risiko tinggi infeksi berhubungan dengan luka post operasi salpingektomi ditandai dengan klien mengeluh nyeri pada luka operasi dan luka terbalut verban sudah 3 hari

Tupan : Infeksi 1. Observasi tandatidak terjadi tanda infeksi Tupen : 1. Luka tampak kering 2. Ukur dan 2. Tanda vital observasi TTV dalam batas 3. Lakukan normal perawatan luka 3. Tidak ada dengan teknik tanda-tanda steril pada POD 3 infeksi (rubor, dan lakukan dolor, color, penggantian fungsilesia) balutan minimal 1 hari sekali 4. Bekerja dengan teknik septik dan antiseptik 5. Beritahu klien cara untuk menjaga personal hygiene seperti mandi, cebok, dan mengganti pakaian 6. Pemberian antibiotik (cefotazin 2x1)

1. Untuk mengetahui 1. Mengobservasi luka 1. Luka klien kering tanda gejala awal klien seperti warna dan tidak terjadinya infeksi kemerahan, menunjukan tandakeluaran pus/darah. tanda infeksi 2. Perubahan tanda 2. Mengukur TTV vital dijadikan 2. TTV klien indikator adanya dalambatas normal proses peradangan 3. Kondisi kotor dan 3. Membersihkan luka lembab dapat klien dengan teknik 3. Klien tampak dijadikan tempat steril kesakitan ketika berkembangbiaknya dilakukan perawatan kuman luka, akan tetapi klien mengerti tujuan 4. Bethadine 4. Memberikan olesan dari perawatan luka. membunuh kuman betahdine setelah 4. Perawatan luka klien dan mempercepat luka selesai dilakukan secara proses dibersihkan steril dengan penyembuhan menggunakan kasa 5. Untuk mempercepat 5. Memberikan penkes betadin. proses penyembuhan agar dapat menjaga 5. Klien mengerti luka atau mencegah personal hygiene tujuan untuk personal infeksi hygiene 6. Dapat menghambat 6. Berkolaborasi pembentukan memberikan obat 6. Antibiotic diberikan dinding sel bakteri antibiotic tepat intrabolus dan membunuh waktu. kuman patogen

Anda mungkin juga menyukai