Anda di halaman 1dari 15

BAB I PENDAHULUAN Bayi berat badan lahir rendah ( BBLR ) ialah bayi baru lahir yang berat badanlahirnya

pada saat kelahiran < 2500 gram ( sampai dengan 2.499 gram ). Bertahun tahun lamanya bayi baru lahir berat badannya kurang atau sama dengan 2.500 gram disebut bayi premature. e!ak tahun "9#" $%& telah mengganti istilah ' premature baby ' dengan 'l() birth )eight baby ' ( BBLR )* karena tidak semua bayi dengan berat < 2500 gram pada )aktu lahir bayi premature. +eadaan ini dapat disebabkan (leh , ("). -asa kehamilan kurang dari ./ minggu dengan berat yang sesuai* 2). Bayi yang beratnya kurang dari berat semestinya menurut masa kehamilannya ( +-+ )* (.). +edua duanya . 0ntuk mendapat keseragaman* pada k(nggres '1ur(pean 2erinatal -edi3ine' ke 44 di L(nd(n ( "9/0 )* diusulkan de5inisi berikut , Bayi kurang bulan ialah bayi dengan masa kehamilan < ./ minggu ( 259 hari ) Bayi cukup bulan ialah bayi dengan masa kehamilan mulai ./ minggu 42 minggu ( 259 29. hari ) Bayi lebih bulan ialah bayi dengan masa kehamilan mulai 42 minggu atau lebih ( 294 hari atau lebih ) Berdasarkan pengertian tersebut maka bayi BBLR dapat dibagi men!adi 2 g(l(ngan yaitu , ". 2rematuritas murni -asa gestasi kurang dari ./ minggu dan berat badannya sesuai dengan BB untuk masa gestasi itu atau biasa disebut nen(natus kurang bulan sesuai untuk masa kehamilan ( 6+B -+ ) 2. 7ismaturitas Bayi lahir dengan BB < BB seharusnya untuk masa gestasi itu. Bayi mengalami retardasi pertumbuhan intrauterine dan merupakan bayi ke3il untuk masa kehamilannya ( +-+ ) Bayi premature ( sesuai dengan masa kehamilan 8 -+ ) dan bayi +-+ akan meninggikan m(rbiditas dan m(rtalitas.

"

BAB II ISI PREMATURITAS MURNI Batasan -asa gestasi bayi premature ialah < ./ minggu ( 259 hari )* 0sher ( "9/5 ) mengg(l(ngkan bayi premature dalam . kel(mp(k , ". 2. .. Bayi yang sangat premature ( 19tremely premature ) , 24 .0 minggu Bayi pada dera!at premature sedang ( -(derately premature ) , ." .# minggu B(rderline premature , ./ .: minggu 7i 6egara ma!u angka ke!aduan kelahiran bayi premature ialah sekitar # / ;* di 4nd(nesia belum dapat dikemukakan namun angka di R <- =akarta berkisar antara 22 24 ; dari semua bayi yang dilahirkan pada " tahun. Etiologi ". >akt(r ibu a. 2enyakit ibu , ? ? ? ? ? ? ? ? b. 0sia Bngka ke!adian prematuritas tertinggi ialah pada usia ibu diba)ah 20 tahun. +e!adian terendah pada usia ibu 2# .5 tahun. 3. +eadaan s(3ial ek(n(mi +e!adian tertinggi terdapat pada g(l(ngan s(3ial ek(n(mi yang rendah yang disebabkan (leh keadaan giCi yang kurang baik dan penga)asan antenatal yang kurang. d. +ebiasaan @(ksemia grandarum 2erdarahan antepartum @rauma 5isis dan psik(l(gis 6etritis akut erAiks ink(mpeten 74n5eksi akut @indakan (perati5

2eker!aan yang melelahkan* mer(k(k 2. ? ? ? %idramni(n +ehamilan ganda +elainan tali pusat ? ? 5a3t(r !anin , <a3at ba)aan 1rit(blast(sis >etalis

Karakteristik Klinis Berat badan < 2500 gram* 2B D45 3m* lingkaran dada < .0 3m* lingkar kepala < .. 3m* masa gestasi < ./ minggu. +epala relatiAe lebih besar dari badannya. +ulit tipis* transparan.* lanug( banyak* lemak subkutan kurang. &si5ikasi tengk(rak sedikit* ubun?ubun dan sutura lebar* genitalia imatur. 7esensus testikul(rum biasanya belu sempurna dan labia min(ra belum tertutup (leh labia ma!(ra. 2embuluh darah kulit banyak terlihat dan peristaltik usus pun dapat terlihat. Rambut biasanya tipis* halus dan teranyam sehingga sulit terlihat satu persatu. @ulang ra)an dan daun telinga belum 3ukup* sehingga elastisitas daun telinga masih kurang. =aringan mama belu sempurna* demikian pula putting susu belum terbenyuk dengan baik. Bayi ke3il* p(sisinya masih p(sisi 5etal* yaitu p(sisi dekubitus lateral* pergerakannya kurang dan masih lemah. Bayi lebih banyak tidur daripada bangun. @angisannya lemah* perna5asan belu teratur dan sering terdapat serangan apnu. &t(t masih hip(t(nik* sehingga sikap selalu dalam keadaan kedua tungkai dalam abduksi* sendi lutut dan sendi kaki dalam 5leksi dan kepala menghadap ke satu !urusan. E@(ni3 ne3k re3le9E biasanya lemah* re5leks -(r( dapat p(siti5. Re5leks menghisap dan menelan belum sempurna* demikian pula re5leks batuk. +alau bayi lapar biasanya menangis* gelisah* akti5itas bertambah. Bila dalam )aktu . hari tanda kelaparan ini tidak terdapat* kemungkinan besar bayi menderita in5eksi atau perdarahan intra3ranial. eringkali terdapat edema pada angg(ta gerak* yang men!adi lebih nyata sesudah 24 ?4: !am. +ulitnya tampak mengkilat dan li3in serta terdapat Epitting edemaE. 1dema ini dapat berubah sesuai dengan perubahan p(sisi. 1dema ini seringkali berhubungan dengan perdarahan antepartum* diabetes mellitus dan t(ksemia graAidarum. >rekuensi perna5asan berAariasi sangat luas terutama pada hai?hari pertama. $alaupun demikian bila 5rekuensi perna5asan

terus meningkat atau selalu di atas #0Fmenit* harus )aspada akan kemungkinan ter!adinya penyakit membrane hialin ( sindr(m gangguan perna5asan idi(patik ) atau gangguan perna5asan karena sebab lain. 7alam hal ini penting sekali melakukan pemeriksan radi(l(gist t(raks. Penatalaksanaan a. 2engaturan suhu +ehilangan panas disebabkan (leh permukaan tubuh bayi yang relatiAe lebih luas bila dibandingkan BB* kurangnya !aringan lemak diba)ah kulit dan kekurangan lemak 3(klat ( br()n 5at ). Bila bayi dira)at di dalam in3ubat(r* maka suhunya untuk bayi dengan BB < 2 kg adalah .5G< dan untuk bayi dengan BB 2 2*5 kg .4G<. +elembaban in3ubat(r berkisar antara 50 #0 ;. uhu in3ubat(r diturunkan "G< setiap minggu dan bila berat bayi sudah men3apai ":00 gram* bayi b(leh dira)at di luar in3ubat(r. Bayi dalam in3ubat(r hanya dipakaikan p(p(k. %al ini penting untuk memudahkan penga)asan mengenai keadaan umum* perubahan tingkah laku* )arna kulit* perna5asan* ke!ang* dsb. b. -akanan bayi +ebutuhan pr(tein . 5 gF hari dan tinggi kal(ri ( ""0 kal.kg.hari ) agar BB bertambah sebaik? baiknya. 2emberian minum dimulai pada )aktu bayi berumur . !am agar tidak menderita hip(glikemia dan hiperbilirubinemia namun sebelumnya harus dilakukan pengisapan 3airan kambung. Bayi dengan berat < "500 gram kurang mampu mengisap B 4 atau susu b(t(l terutama pada hari hari pertama. 7alam hal ini bayi diberi minum melalui s(nde lambung. <ara pemberian melalui susu b(t(l adalah dengan 5rekuensi pemberian yang lebih sering dalam !umlah yang sedikit. =umlah 3airan yang diberikan pertama kali adalah " 5 mlF!am dan dapat ditambah sedikit demi sedikit tiap "2 !am. Banyaknya 3airan yang diberikan adalah #0 mlF kgF hari dan tiap hari dinaikkan sampai 200 mlFkgFhari pada akhir minggu kedua. Bila B 4 tidak ada* susu dapat diganti dengan susu buatan yang mengandung

lemak yang mudah di3erna bayi dan mengandung 20 kal(ri per .0 ml air atau sekurang?kurangnya bayi mendapat ""0 kalFkg BBFhari.

3.

2en3egahan in5eksi 2r(sedur pen3egahan in5eksi adalah sebagai berikut , ") 2) .) 4) 5) #) /) :) -en3u3i tangan sampai ke siku dengan sabun selama 2 menit sebelum masuk ke tempat ra)at bayi -en3u3i tangan dengan antisepti3 F sabun setiap sebelum dan sesudah memegang se(rang bayi -engurangi k(ntaminasi pada makanan bayi dan semua benda yang berhubungan langsung dengan bayi -en3egah k(ntaminasi udara di sekitar bayi -en3egah !umlah bayi yang terlalu banyak dalam " ruangan -embatasi k(ntak langsung dan tidak langsung dengan petugas ruangan dan bayi lainnya 2etugas yang menderita penyakit menular ( in5eksi saluran na5as* diare* k(n!ungtiAitis* dll ) dilarang mera)at bayi +ulit dan tali pusat bayi harus dibersihkan sebaik?baiknnya.

Pemeriksaan Penunjang ". 2. .. 4. 2emeriksaan kadar gula darah dengan de9tr(sti9 7arah peri5er lengkap erum bilirubin bayi bila ikterik >(t( th(ra9 bila bayi sesak* sian(sis

Komplikasi Bda beberapa penyakit tertentu yang terutama terdapat pada bayi premature yaitu , 1. ) 2. batuk belum sempurna Pneumonia aspirasi* karena re5leks menelan dan Sindrom gangguan pernafasan idiopatik ( HMD

.. 4.

Perdarahan disebabkan (leh karena an(ksia (tak

intra entikular*

biasanya

!ibroplasia retrolental* yang disebabkan (leh gangguan (ksigen yang berlebihan. 7engan menggunakan (ksigen dalam k(nsentrasi tinggi* ter!adi Aas(k(nstriksi pembuluh darah retina kemudian setelah berna5as dengan udara biasa lagi* pembuluh darah mengalami Aas(dilatasi disusul pr(li5erasi 27 baru yang tidak teratur pada u!ung Aena. ebagian kapiler baru tumbuh ke k(rpus Aitreum dan lensa sehingga ter!adi edema retina dan retina dapat terlepas dari dasarnya. tadium akhir terdapat masa retr(lental yang terdiri dari !aringan ikat* ter!adi bilateral dengan mikr(5talmus* <&B menyempit* pupil menge3il dan tidak teratur* Aisus menghilang* dapat pula disertai retardasi mental dan 3elebral palsy. 2eng(batan stadium dini dengan memberikan B<@% atau k(rtik(ster(id. 2en3egahannya adalah , ") penggunaan &2 2) .) 2ada bayi BBLR tidak melebihi 40;* dapat di3apai dengan @idak untuk men3egah timbulnya apnu atau sian(sis 2emberian &2 pada bayi < 2 kg harus hai?hati dan 2a &2 selalu dim(nit(r. menggunakan &2

memberikan &2 melalui 3(r(ng dengan ke3epatan 2 lFmenit

".

Hiperbilirubinemia 7isebabkan 5a3t(r kematangan hepar sehingga k(n!ugasi bilirubin indirek men!adi bilirubin direk belum sempurna.

DISMATURITAS Batasan 7ismaturitas adalah bayi baru lahir yang berat badan lahirnya kurang dibandingkan dengan berat badan seharusnya untuk masa gestasi bayi itu (+-+). Banyak istilah yang dipergunakan untuk menun!ukkan bah)a bayi +-+ ini menderita gangguan pertumbuhan di dalam uterus ( 4ntra uterine gr()th retardati(n 8 40HR )* seperti pseud(premature* 5etal malnutriti(n

syndr(me* 3hr(ni3 5etal distress. Batasan yang dia!ukan (leh Lub3hen3( ( "9#. ) adalah bah)a setiap bayi yang berat lahirnya sama dengan atau lebih rendah dari persentil ke ?"0 untuk masa kehamilan pada 7enAer intra uterine gr()th 3urAes adalah bayi ke3il masa kehamilan (+-+). 7ismaturitas dapat ter!adi E pre?termE* E term E atau E p(st?term E.

Etiologi 2enyebab dismaturitas ialah setiap keadaan yang menganggu pertukaran Cat antara ibu dan !anin ( insu5isiensi plasenta ) ". >akt(r !anin , ? ? ? ? 2. ? ? ? ? ? ? ? .. ? @(9emia ? %ipertensi* penyakit gin!al kr(nik* 7? %ip(ksemia ( penyakit !antung sian(tik* penyakit paru ) ? -alnutrisi F penyakit kr(nik ? Bnemia sel sabit ? &bat ( nark(tik* r(k(k* al3(h(l ) 4. >akt(r lain +eadaan s(3ial ek(n(mi yang rendah +elainan kr(m(s(m <a3at ba)aan Radiasi Berat plasenta berkurang F ber(ngga F keduanya Luas permukaan berkurang 2lasentitis Ailus ( bakteri* Airus * parasit ) 4n5ark plasenta @um(r ( m(la hidatid(sa ) 2lasenta yang lepas 0terus bik(rnis >akt(r ibu ? ? kehamilan ganda aplasia pankreas

4n5eksi dalam kandungan ( @&R<% )

>akt(r plasenta dan uterus

Karakteristik Klinis BB < 2500 gram*karakteristik 5isis sama dengan bayi premature dan mungkin ditambah dengan retardasi pertumbuhan dan ' )asting '. 2ada bayi 3ukup bulan dengan dismaturitas* ge!ala yang men(n!(l ialah ')astingI* demikian pula pada p(st?term dengan dismaturitas. Hruen)ald ( "9#/ ) menyatakan bah)a tidak semua kekurangan makanan pada !anin diakibatkan (leh insu5isiensi plasenta. He!ala insu5isiensi plasenta timbulnya tergantung pada berat dan lamanya bayi menderita de5i3it. 7e5isit yang menyebabkan retardasi pertumbuhan biasanya berlangsung kr(nis sehingga mengakibatkan '5etal distressI yang dibagi men!adi . g(l(ngan yaitu, ". #cute fetal distress* yaitu de5i3it ( 5etal depriAati(n ) yang hanya mengakibatkan Eperinatal distressE tetapi tidak mengakibatkan retardasi pertumbuhan dan E )asting E 2. Subacute fetal distress* yaitu bila 5etal depriAati(n menun!ukkan tanda E)astingE tetapi tidak retardasi pertumbuhan .. $hronic fetal distress* yaitu bila bayi !elas menun!ukkan retardasi pertumbuhan. Bayi dismatur dengan tanda E)astingE atau insu5isiensi plasenta dibagi . stadium ( <li55(rd )* yaitu , ". tadium 2ertama Bayi tampak kurus dan relatiAe lebih pan!ang* kulitnya l(nggar* kering seperti perkamen tetapi belum terdapat n(da mek(nium 2. tadium +edua @anda stadium pertama ditambah dengan )arna kehi!auan pada kulit* plasenta dan umbili3us yang disebabkan (leh mek(nium yang ter3ampur dalam amni(n yang mengendap ke dalam kulit* umbili3us dan plasenta sebagai akibat an(ksia intrauterine .. tadium +etiga @anda stadium kedua ditambah dengan kulit yang ber)arna kuning* !uga kuku dan tali pusat. 7itemukan !uga tanda an(ksia uterin yang lama.

Penatalaksanaan ". 2era)atan bayi dalam in3ubat(r uhu in3ubat(r yang (ptimum diperlukan agar panas yang hilang dan k(nsumsi (ksigen ter!adi minimal* sehingga bayi dapat mempertahankan suhu tubuhnya sekitar .#*5 ? ./G<. @emperatur harus dikel(la karena bayi dismatur lebih mudah hip(termik akibat luas permukaan tubuhnya yang relatiAe lebih besar dan !aringan lemak subkutan kurang. >rekuensi perna5asan dalam 24 !am pertama harus selalu dia)asi untuk mengetahui adanya sindr(m gangguan perna5asan idi(patik dan bila 5rekuensi J #09Fmenit dibuat 5(t( t(raks 2. -akanan dini ( 1arly 5eeding ) -akanan pertama Bayi dismatur biasanya tampak haus dan harus diberikan makanan dini ( early 5eeding ) untuk menghindari ter!adinya hip(glikemia. -akanan diberikan sedikit demi sedikit dan perlahan* berupa gluk(sa* B 4 atau 2B 4 yang akan mengurangi resik( hip(glikemia* dehidrasi dan hiperbilirubinemia. 7ian!urkan untuk memberikan minum pertama sebanyak , a. " ml larutan gluk(sa 5; yang steril untuk BB < "000 gram b. 2 4 ml larutan gluk(sa 5; yang steril untuk BB "000 "500 gram 3. 5 "0 ml larutan gluk(sa 5; yang steril untuk BB J "500 gram Bila pemberian pertama " ml maka berikutnya setiap !am dalam : !am pertama. +emudian dinaikkan 29 pada setiap minum* dan dilan!utkan diberikan tiap 2 !am dengan kenaikan 2 ml setiap 2 kali pemberian sampai men3apai "2 ml per kali minum. Bpabila dengan makanan pertama bayi tidak mangalami kesukaran* pemberian B 4F2B 4 dapat dilan!utkan dalam "2?4: !am* dengan !umlah kal(ri yang dibakukan dalam susu 5(rmula sebanyak /00 kkalFL. +adar gula darah harus diperiksa tiap :?"2 !am. ebaiknya sebelum dilakukan pemeriksaan Etrue glu3(seE dilakukan lebih dahulu pemeriksaan penyaring dengan Ede9tr(sti9E. Bpabila kadar gluk(sa < 45 mg; dilakukan Etrue glu3(seE.

+ebutuhan 3airan =umlah 3airan yang dian!urkan untuk ne(natus yang memerlukan susu b(t(l atau 3airan melalui pembuluh darah adalah , a. %ari 4 8 #0 /0 mlFkg BB b. %ari 44 444 8 "00 "20 mlFkg BB 3. %ari 4K K 8 "50 mlFkgBB d. elan!utnya dapat men3apai "#0 ":0 mlFkgBBFhari 6utrisi 2arenteral @(tal @u!uan alimentasi parenteral adalah untuk memberikan 3ukup kal(ri yang bukan pr(tein ( n(n pr(tein 3al(ries ) agar bayi berkesempatan menggunakan sebagian besar pr(tein untuk pertumbuhan. 0ntuk memenuhi kebutuhan n(n pr(tein sebanyak "00 "20 kkalFkg BBF24 !am diperlukan pemberian gluk(sa sa!a pada hari pertama sebanyak "0 "5 gFkg BBF24 !am dan dinaikkan sedikit demi sedikit sampai men3apai 25 .0 gFkg BBF24 !am. 2emberian nutrisi parenteral t(tal 4K J "00 kkalFkgF24 !am akan menaikkan berat bayi "5 gFkgF24 !am dengan balans nitr(gen p(siti5 sebesar "50 200 mgFkgF24 !am. +enaikkan BB dapat pula di3apai dengan pemberian 3airan yang mengandung 3ampuran asam amin( 2*5 gFkgF24 !am* gluk(sa "0 gFdL dan intralipid 2?. gFkgF24 !am.

.. 2en3egahan 4n5eksi 2en3egahan terhadap in5eksi sangat penting karena bayi sangat rentan terhadap in5eksi yaitu karena pemindahan 49H dari ibu ke !anin terganggu. 4. ? selama 2 hari ? ? ada perdarahan intraAentrikuler atau hip(glikemia ? ter!adi serangan apnea Bmin(5ilin bila Bntibi(tika +(rtik(ster(id bila -edikament(sa Kitamin + " mg 4-

"0

Penunjang ". meriksan kadar gula darah dengan de9t(sti9 2. arah peri5er lengkap .. rum bilirubin bila bayi ikterik 4. t( t(raks Komplikasi 1. Sindrom aspirasi mekonium

Pemeriksan 2e 7 e >(

+eadaan hip(ksia intra uterin akan mengakibatkan !anin mengadakan EgaspingE dalam uterus* mek(nium akan dilepaskan ke dalam liku(r amni(n akibatnya 3airan yang mengandung mek(nium yang lengket itu masuk ke dalam paru !anin karena inhalasi %. Hipoglikemia simtomatik 7isebabkan (leh persediaan glik(gen yang sangat kurang pada bayi dismaturitas. He!ala klinis tidak khas* mula?mula tidak menun!ukkan ge!ala kemudian dapat ter!adi E !itterinessE* t)it3hing* serangan apnu* sian(sis* pu3at* tidak mau minum* lemas* apatis dan ke!ang. 7iagn(sis dapat dibuat dengan melakukan pemeriksaan gula darah. Bayi BBLR dinyatakan menderita hip(glikemia bila kadar gula daranya < 20 mg;. &. #sfiksia neonatorum '. Penyakit membrane hialin +arena sur5aktan paru belum 3ukup sehingga alAe(li selalu k(laps. @ampak dispnu yang berat* retraksi epigastrium* sian(sis atelektasis pada paru dan akhirnya ter!adi eksudasi 5ibrin *dll. ". Hiperbilirubinemia 7isebabakan gangguan pertumbuhan hati

""

Prognosis 2r(gn(sis bayi berat lahir rendah tergantung dari berat ringannya masalah perinatal* misalnya masa gestasi* as5iksiFiskemia (tak* sindr(ma gangguan perna5asan* perdarahan intra Aentrikuler* 5ibr(plasias retr(lental* in5eksi* gangguan metab(lik. 2r(gn(sis !uga tergantung dari keadaan s(3ial ek(n(mi* pendidikan (rang tua dan pera)atan saat kehamilan. 2ada saat ini harapan hidup bayi dengan berat "50" 2500 gram adalah 95 ;* tetapi bayi berat kurang dari "500 gram masih mempunyai angka kematian lebih tinggi. +ebanyakan sebab kematiannya diduga karena in5eksi. -asalah tingkah laku dan kepribadian lebih sering ditemukan pada anak yang lahir premature daripada yang lahir 3ukup bulan dan kelainan anat(mi3 ba)aan yang didapat pada bayi BBLR kira kira . / ;.

BAB III TAKSIRAN MATURITAS NE NATUS -engetahui lamanya masa gestasi untuk tiap ne(ratus sangat penting karena (") penting untuk panatalaksanaan tiap ne(natus terutama bayi BBLR* (2) 5a3t(r maturasi bayi sangat berpengaruh pada m(rbiditas dan m(rtalitas perinatal* (.) menilai tingkat perkembangan bayi premature* (4) penelitian 5isi(l(gis ne(natus. Bda bebebrapa 3ara untuk menaksir umur atau lamanya masa gestasi bayi pada saat bayi dilahirkan yaitu , (") 2erhitungan %2%@ 7alam menggunakan %2%@ untuk menghitung masa gestasi harus )aspada terhadap tanggal %2%@ yang salah* selalu ada Aariasi )aktu antara %2%@ dan (Aulasi* kemungkinan ter!adinya Ltime lagM antara 3(itus yang menyebabkan kehamilan dan (Aulasi atau antara (Aulasi dan 3(itus. (2) 2enilaian Bntr(p(metik a. Berat badan lahir ( BBL ) -erupakan indeks terburuk untuk menentukan masa gestasi ne(natus

"2

b.

0kuran antr(p(metik lain eperti 3r()n heel length* lingkaran kepala* diameter (ksipit( 5r(ntal* diameter biparietal dan pan!ang badan.

(.) (4) (5) (#)

2emeriksaan radi(l(gist 7engan meneliti pusat epi5isis -(t(r 3(ndu3ti(n Ael(3ity 7engan mengukur Lm(t(r 3(ndu3ti(n Ael(3ityM dari nerAus ulnaris 2emeriksaan 11H 2enilaian karakteristik >isis 2enilaian karakteristik 5isis luar dari beberapa alat tubuh mempunyai hubungan dengan maturitas bayi.

%0B06HB6 B6@BRB -B B H1 @B 4 7B6 +R4@1R4B 1+ @1R6B 2B7B BBN4 BBR0 LB%4R +R4@1R4B ampai .# minggu 2lantar 3reases ada trans Aerse 3rease 7iameter n(dul 2 mm mama Rambut kepala 7aun telinga halus lentur* ra)an ". halus tidakbertulang sedikit tulang ra)an 4 mm / mm kasar kaku*tulangra)an tebal -B B H1 @B 4 ./ .: minggu .9 minggu eluruh kaki telapak Bagian anteri(ri hanya -eliputi 2F. anteri(r

@estis skr(tum

dan testis sedikit

dikanal ke3il

ba)ah intermedia rugae

testis

pendulum penuh

skr(tum

skr(tum

rugae ekstensi5

2enilaian karakteristik 5isis !uga dapat berdasarkan sistem sk(r dari karakteristik beberapa alat tubuh yang mempunyai hubungan dengan maturitas bayi dan 3riteria ne(r(l(gis* dimana ada k(relasi antara sk(r 3riteria eksternal dan neur(l(gist yaitu k(mbinasi natara penilaian kematang 5isi menurut Ballard ( "9// ) dengan 3riteria neur(l(gist 7ub()itC ( "9/0 ) 2164LB4B6 @46H+B@ +1-B@B6HB6 64LB4 5 "0 "5 20 25 .0 .5 40 45 50 BAB I! KESIMPULAN ". bayi baru lahir yang BB lahirnya pada saat kelahiran 2. .. Bayi Bayi men!adi 2 g(l(ngan yaitu prematuritas murni dan dismaturitas 2ada prematuritas murni masa gestasi < ./ minggu dan BB sesuai dengan BB untuk masa gestasi itu ( 6+B -+ ). 1ti(l(ginya adalah dari 5a3t(r ibu seperti penyakit ibu ( t(ksemik graAidarum* perdarahan antepartum * dll )* usia* keadaan s(sial ek(n(mi* kebiasaan dan 5akt(r !anin ( hidrami(n* 3a3at ba)aan* dll ) BBLR adalah BBLR dibagi -46HH0 2# 2: .0 .2 .4 .# .: 40 42 44

< 2500 gram

"4

4.

7ismaturitas

adalah

bayi yang BB lahir kurang dari BB seharusnya untuk masa gestasi itu ( +-+ )* disebabkan karena keadaan yang mengganggu pertukaran Cat antara ibu dan !anin ( insu5isiensi plasenta ) 5. Aentri3ular* 5ibr(plasia retr(lental dan 2rematuritas hiperbilirubinemia* murni memiliki k(mplikasi seperti %-7* pneum(nia aspirasi* perdarahan intra sedangkan diamaturitas merupakan k(mplikasi sindr(m aspirasi mik(nium* hip(glikemia* as5iksia ne(nat(rum* %-7 dan hiperbilirubinemia #. suhu* early 5eeding dan pen3egahan terhadap in5eksi /. mengetahui lamanya msa gestasi penting untuk penatalaksanaan terhadap bayi BBLR dan ada beberapa 3ara untuk menaksir umurFmasa gestasi bayi* yaitu dengan perhitungan %2%@* penilaian antr(p(metrik* pemeriksaan radi(l(gist* pemeriksaan 11H dan penilaian karakteristik 5isis :. pr(gn(sis bayi BBLR tergantung dari masa gestasi* sindr(ma gangguan perna5asan* in5eksi* gangguan metab(li3* keadaan s(3ial ek(n(mi* pendidikan (rang tua dan pera)atan saat kehamilan penatalaksanaan untuk bayi premature dan dismatur pada prinsipnya adalah sama yaitu pengaturan

"5