Anda di halaman 1dari 0

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang

Kelapa Sawit, 2009.


USU Repository 2009


KARAKTERISTIK BRIKET ARANG DARI SERBUK GERGAJI
DENGAN PENAMBAHAN ARANG CANGKANG KELAPA SAWIT




SKRIPSI






Oleh :
DIAH SUNDARI WIJAYANTI
041203023 / Teknologi Hasil Hutan















DEPARTEMEN KEHUTANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2009

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


HALAMAN PENGESAHAN :


Judul Skripsi : Karakteristik Briket Arang dari Serbuk Gergaji dengan
Penambahan Arang Cangkang Kelapa Sawit
Nama : Diah Sundari Wijayanti
NIM : 041203023
Program Studi : Teknologi Hasil Hutan





Menyetujui,
Komisi Pembimbing :



Ketua, Anggota,



Luthfi Hakim, S. Hut, M. Si Iwan Risnasari. S. Hut, M. Si
NIP : 132 303 841 NIP : 132 259 571






Mengetahui,
Ketua Departemen Kehutanan





Dr. Ir. Edy Batara Mulya Siregar, MS
NIP : 132 287 853


Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


ABSTRAK

DIAH SUNDARI WIJAYANTI. Karakteristik Briket Arang dari Serbuk Gergaji
dengan Penambahan Arang Cangkang Kelapa Sawit. Dibawah bimbingan Luthfi
Hakim, S. Hut, M. Si dan Iwan Risnasari, S. Hut, M.Si.


Limbah serbuk gergajian memiliki potensi yang cukup besar yang dapat
digunakan sebagai bahan baku briket arang. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk meningkatkan kualitas briket serbuk gergaji dengan penambahan arang
cangkang kelapa sawit. Untuk meningkatkan kualitas briket arang, dilakukan
penambahan arang cangkang kelapa sawit dengan variasi 10%, 20%, 30%, 40%,
50% dari berat briket arang serbuk gergaji. Proses pengarangan dilakukan dengan
menggunakan tungku drum dan metode sangrai untuk serbuk gergaji. Perekat
yang digunakan sebanyak 5 % dan briket dikempa dingin dengan beban 20 ton
selama 15 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan arang
cangkang kelapa sawit berpengaruh tidak nyata pada nilai kadar air, kadar zat
menguap dan kadar karbon terikat, tetapi berpengaruh nyata pada nilai kadar abu,
nilai kalor, kerapatan, dan keteguhan tekan. Secara keseluruhan, kualitas briket
serbuk gergaji dengan arang cangkang kelapa sawit ini cukup baik, sehingga dapat
dijadikan sebagai bahan bakar alternatif.

Kata kunci : Briket arang, serbuk gergaji, cangkang kelapa sawit.

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


ABSTACT

DIAH SUNDARI WIJAYANTI. Characteristic of Briquetted Charcoal made
from Sawdust and Palm Shell Charcoal. Under Academic Supervision of Luthfi
Hakim, S. Hut, M. Si and Iwan Risnasari, S. Hut, M.Si.


Sawdust potentially could be used as a raw material of briquetted charcoal.
The aim of this study is increase the quality of sawdust briquetted with additive of
palm shell charcoal. The additive of palm shell charcoal was used to increase the
quality of briquetted charcoal, which is variated from 10%, 20%, 30%, 40%, until
50% based on the weight of the briquetted charcoal. The carbonization of palm
shell into charcoal took place in a kiln drum and frying methode for the wood
sawdust. Tapioca powder as much as 5 % based on the weight of the briquetted
charcoal was applied as an adhesive. Briquetted charcoal was cold pressed at 20
ton loads until twenty five minutes. The result of this study shows that the
additive of the palm shell charcoal non significant on moisture content, volatile
matter, and fixed carbon content, but it shows a significant on ash content,
calorific value, density, and crushing strength. Generally, the sawdust briquetted
charcoal with additive of palm shell charcoal has a good quality so that it can be
used as an alternative material.

Keywords : briquetted charcoal, sawdust, palm shell.






Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Medan pada tanggal 26 Oktober 1986 dari ayahanda
H. M. Marzuki, S. Pd dan ibunda Parjilah. Penulis merupakan anak ke empat dari
empat bersaudara. Penulis menyelesaikan Sekolah Dasar di Sekolah Dasar Swasta
Tamansiswa Medan pada tahun 1998, tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di
SMP Swasta Tamansiswa Medan tahun 2001, dan tamat Sekolah Menengah
Umum (SMU) di SMU Swasta Tamansiswa Medan tahun 2004. Pada tahun 2004
penulis lulus seleksi masuk Universitas Sumatera Utara (USU) melalui jalur
Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), Program Studi Teknologi Hasil
Hutan, Departemen Kehutanan, Fakultas Pertanian.
Selama mengikuti perkuliahan, penulis pernah menjadi anggota Divisi
Dana dan Usaha Organisasi HIMAS (Himpunan Mahasiswa Sylva) Departemen
Kehutanan USU tahun 2006/2007, menjabat Bendahara Umum BKM Baytul
Asyjaar Departemen Kehutanan USU tahun 2007/2008 dan anggota Fortech
Community tahun 2008/2009. Penulis pernah menjadi asisten dosen untuk
Praktikum Anatomi Kayu tahun ajaran 2006/2007 dan Praktikum Sifat dan
Struktur Kayu tahun ajaran 2006/2007.
Penulis mengikuti kegiatan Praktik Pengenalan dan Pengelolaan Hutan
(P3H) di Taman Nasional Batang Gadis (TNBG), tepatnya di Mandailing Natal
dan Sopotinjak, Kabupaten Tapanuli Selatan pada tahun 2006. Penulis
melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT. Suka Jaya Makmur,
Ketapang, Kalimantan Barat pada tahun 2008 selama 2 bulan. Penulis melakukan
penelitian di Balai Penelitian Aek Nauli dan Laboratorium Penelitian Polimer,

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


FMIPA Universitas Sumatera Utara pada bulan Oktober 2008 dengan judul
Karakteristik Briket Arang dari Serbuk Gergaji dengan Penambahan Arang
Cangkang Kelapa Sawit di bawah bimbingan Bapak Luthfi Hakim, S. Hut, M. Si
dan Ibu Iwan Risnasari, S.Hut, M. Si.

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah
memberikan segala rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga skripsi yang
berjudul Karakteristik Briket Arang dari Serbuk Gergaji dengan Penambahan
Arang Cangkang Kelapa Sawit ini berhasil selesai dengan baik.
Dalam pelaksanaan penelitian hingga penyelesaian skripsi penulis banyak
mendapat bantuan, dukungan dan motivasi dari berbagai pihak. Untuk itu penulis
menyampaikan terima kasih yang sebesarnya kepada :
1. Ayahanda H. M. Marzuki S.Pd dan Ibunda Parjilah, serta kepada abangda
Sudarmanto, Amd, kakanda Nunung Suindarti, S.Pd dan abangda Budi Susanto
atas dukungan, doa, kasih sayang dan perhatian yang sangat besar untuk
keberhasilan penulis.
2. Bapak Dr. Ir. Edy Batara Mulya Siregar, MS selaku Ketua Departemen.
3. Bapak Luthfi Hakim, S.Hut, M.Si dan Ibu Iwan Risnasari, S.Hut, M.Si selaku
Komisi Pembimbing, yang telah banyak meluangkan waktu untuk
membimbing, mengoreksi, memberikan saran dan kritik kepada penulis dalam
pelaksanaan penelitian hingga penyelesaian skripsi.
4. Bapak Dr Ir. Edy Batara Mulya Siregar, MS dari Program Studi Budidaya
Hutan dan Ir. Marifatin Zahra, M.Si dari Program Studi Manajemen Hutan
selaku dosen penguji.
4. Bapak Ir. Muh Abidin, M.Si selaku Kepala Balai Penelitian dan
Pengembangan Aek Nauli yang telah memberikan kesempatan kepada penulis

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


untuk melakukan penelitian, dan kepada Bapak Hendra Sanjaya, S.Hut yang
telah banyak membantu penulis selama penelitian.
5. Juliana, Harisyah, Uli, Mila, Astri, Parlin, Odi, Indra, dan teman-teman THH,
MNH, dan BDH 2004 yang tidak dapat dituliskan satu persatu.
6. Pihak-pihak telah membantu penulis menyelesaikan karya ilmiah ini yang tidak
dapat dituliskan satu persatu.
Semoga skripsi ini dapat bermanfaat di masa mendatang.


Medan, Maret 2009

Penulis
















Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009




DAFTAR ISI

Halaman
ABSTRAK ................................................................................................... i
ABSTRACT ................................................................................................ ii
RIWAYAT HIDUP ..................................................................................... iii
KATA PENGANTAR ................................................................................. v
DAFTAR ISI ............................................................................................... vii
DAFTAR TABEL ....................................................................................... ix
DAFTAR GAMBAR ................................................................................... x
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... xi

PENDAHULUAN
Latar Belakang..................................................................................... 1
Tujuan Penelitian ................................................................................ 2
Manfaat Penelitian ............................................................................... 2
Hipotesis Penelitian ............................................................................. 2
TINJAUAN PUSTAKA
Arang................................................................................................... 3
Briket Arang ........................................................................................ 3
Limbah Serbuk Gergaji ........................................................................ 5
Cangkang Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) ................................. 6
Perekat Tapioka ................................................................................... 8
METODE PENELITIAN
Waktu dan Tempat Penelitian .............................................................. 10
Bahan dan Alat Penelitian .................................................................... 10
Prosedur Penelitian .............................................................................. 11
Pembuatan Briket Arang ............................................................... 11
Pengarangan ........................................................................... 11
Pembuatan Serbuk dan Penyaringan ....................................... 12
Persiapan Perekat ................................................................... 12
Pencampuran Perekat dengan Bahan Baku ............................. 13
Pencetakan dan Pengempaan .................................................. 13
Pengeringan ........................................................................... 14
Pengujian Briket Arang ................................................................. 15
Kerapatan ............................................................................... 15
Keteguhan Tekan ................................................................... 15
Kadar Air ............................................................................... 15

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


Kadar Zat Menguap Briket ..................................................... 16
Kadar Abu Briket ................................................................... 16
Kadar Karbon Terikat ............................................................. 17
Nilai Kalor Briket................................................................... 17
Rancangan Percobaan .......................................................................... 18
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kadar Air ............................................................................................. 20
Kerapatan ............................................................................................ 21
Keteguhan Tekan ................................................................................. 22
Kadar Zat Menguap ............................................................................. 23
Kadar Abu ........................................................................................... 25
Nilai Kalor ........................................................................................... 27
Kadar Karbon Terikat .......................................................................... 28
Karakteristik Briket Arang Serbuk Gergaji dengan Penambahan
Arang Cangkang Sawit dibandingkan dengan
Briket Arang Buatan J epang, Inggris, Amerika dan SNI ....................... 30
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan .......................................................................................... 32
Saran ................................................................................................... 32
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 33
LAMPIRAN
















Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009





DAFTAR TABEL

Halaman
1. Produksi kayu gergajian dan perkiraan jumlah limbah ................................ 6

2. Nilai energi panas (calorific value) dari beberapa produk
samping sawit (berdasarkan berat kering) ................................................... 7
3. Karakteristik briket arang dari tandan kosong kelapa sawit
(TKKS) dan cangkang sawit ....................................................................... 8

4. Komposisi kimia pati .................................................................................. 9
5. Perbandingan nilai briket arang serbuk gergaji dengan
penambahan arang cangkang kelapa sawit dibandingkan
dengan briket arang buatan Jepang, Inggris, Amerika, dan SNI .................. 31


















Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009






DAFTAR GAMBAR

Halaman
1. Arang cangkang kelapa sawit ...................................................................... 11
2. Serbuk gergajian kayu ................................................................................. 12
3. Serbuk arang cangkang kelapa sawit ........................................................... 12
4. Tepung Tapioka sebagai perekat ................................................................. 12
5. Alat kempa dingin bertekanan 20 ton .......................................................... 13
6. Diagram Alir Penelitian .............................................................................. 14
7. Grafik Nilai Rata-rata Kadar Air .................................................................
8. Grafik Nilai Rata-rata Kerapatan ................................................................. 21
9. Grafik Nilai Rata-rata Keteguhan Tekan .................................................... 23
10. Grafik Nilai Rata-rata Kadar Zat Menguap ................................................. 24
11. Grafik Nilai Rata-rata Kadar Abu ................................................................ 26
12. Grafik Nilai Rata-rata Nilai Kalor .............................................................. 27
13. Grafik Nilai Rata-rata Kadar Karbon Terikat ............................................... 29













Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009







DAFTAR LAMPIRAN

Halaman
1. Hasil Perhitungan Kadar Air ...................................................................... 34
2. Hasil Perhitungan Sidik Ragam
One-way ANOVA: kadar air versus perlakuan .......................................... 34
3. Hasil Perhitungan Kerapatan ..................................................................... 35
4. Hasil Perhitungan Sidik Ragam
One-way ANOVA: kerapatan versus perlakuan ......................................... 35
5. Hasil Perhitungan Uji Duncan ................................................................... 35
6. Hasil Perhitungan Keteguhan Tekan .......................................................... 36
7. Hasil Perhitungan Sidik Ragam
One-way ANOVA: keteguhan tekan versus perlakuan ............................... 36
8. Hasil Perhitungan Uji Duncan ................................................................... 37
9. Hasil Perhitungan Kadar Zat Menguap ...................................................... 37
10. Hasil Perhitungan Sidik Ragam
One-way ANOVA: kadar zat menguap versus perlakuan ........................... 37
11. Hasil Perhitungan Kadar Abu .................................................................... 38
12. Hasil Perhitungan Sidik Ragam
One-way ANOVA: kadar abu versus perlakuan ......................................... 38
13. Hasil Perhitungan Uji Duncan ................................................................... 39
14. Hasil Perhitungan Nilai Kalor .................................................................... 39
15. Hasil Perhitungan Sidik Ragam
One-way ANOVA: nilai kalor versus perlakuan ........................................ 39
16. Hasil Perhitungan Uji Duncan ................................................................... 41
17. Hasil Perhitungan Kadar Karbon Terikat ................................................... 41
18. Hasil Perhitungan Sidik Ragam
One-way ANOVA: kadar karbon terikat versus perlakuan ......................... 41


Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


PENDAHULUAN

Latar Belakang
Saat ini sebagian besar energi yang digunakan rakyat Indonesia berasal
dari bahan bakar fosil, yaitu bahan bakar minyak, batubara, dan gas. Kerugian
penggunaan bahan bakar fosil ini selain merusak lingkungan, juga tidak
terbarukan (nonrenewable) dan tidak berkelanjutan (unsustainable) (Erwandi,
2005). Menurut Suryo dan Armando (2005) dalam Sekianti (2008) distribusi
BBM untuk memasok kebutuhan masyarakat di daerah terpencil, khususnya
minyak tanah, masih belum jelas. Selain itu fluktuasi harga minyak tanah akibat
tidak adanya patokan harga yang jelas antara satu daerah dengan daerah lainnya
semakin menyulitkan konsumen. Peningkatan harga BBM menyebabkan sumber
energi ini menjadi tidak lagi murah. Selain BBM, sumber energi yang juga
mengalami peningkatan harga adalah gas elpiji. Oleh karena itu perlu diciptakan
sumber energi lain yang dapat digunakan untuk mengganti peran BBM dan gas.
Beberapa jenis limbah seperti limbah industri penggergajian dan limbah
pertanian dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif pengganti BBM
dan gas. Menurut Pari (2002) untuk mengolah limbah tersebut menjadi lebih
bermanfaat maka diperlukan teknologi alternatif. Teknologi tersebut di antaranya
adalah teknologi pembuatan arang dari serbuk gergajian kayu. Arang serbuk yang
dihasilkan dapat diolah lebih lanjut menjadi produk yang lebih mempunyai nilai
ekonomi seperti arang aktif, briket arang, serat karbon, dan arang kompos.
Briket arang dari serbuk gergajian masih mempunyai sifat-sifat atau

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


kualitas yang masih rendah, sehingga perlu penambahan bahan baku yang
mempunyai kualitas tinggi. Cangkang kelapa sawit disamping sebagai limbah
dengan potensi yang cukup banyak juga memiliki nilai kalor yang cukup tinggi (>
5000 kalori/gram), sehingga berpotensi untuk dijadikan campuran arang serbuk
kayu, selanjutnya diolah menjadi briket arang sehingga dapat dimanfaatkan
sebagai bahan bakar alternatif. Berdasarkan pemikiran diatas, peneliti melakukan
studi penambahan arang cangkang kelapa sawit untuk meningkatkan sifat-sifat
atau kualitas briket arang serbuk gergajian.

Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui karakteristik briket arang campuran serbuk gergaji dengan
arang cangkang kelapa sawit.
2. Meningkatkan kualitas briket arang serbuk gergaji dengan penambahan
arang cangkang kelapa sawit.

Hipotesis Penelitian
Penambahan arang cangkang kelapa sawit akan meningkatkan kualitas
briket yang dihasilkan.




Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


TINJAUAN PUSTAKA

Arang
Masturin (2002), menyatakan arang adalah residu yang berbentuk padatan
yang merupakan sisa dari proses pengkarbonan bahan berkarbon dengan kondisi
terkendali di dalam ruangan tertutup seperti dapur arang. Menurut Sudrajat dan
Soleh (1994) dalamTriono (2006) arang adalah hasil pembakaran bahan yang
mengandung karbon yang berbentuk padat dan berpori. Sebagian besar porinya
masih tertutup oleh hidrogen, ter, dan senyawa organik lain yang komponennya
terdiri dari abu, air, nitrogen, dan sulfur.
Peristiwa terbentuknya arang dapat terjadi dengan cara memanasi secara
langsung atau tidak langsung terhadap bahan berkarbon di dalam timbunan, kiln,
oven, atau di udara terbuka. Untuk menghasilkan arang umumnya bahan baku
dipanaskan dengan suhu diatas 500C. Faktor yang berpengaruh terhadap proses
karbonisasi adalah kecepatan pemanasan dan tekanan. Pemanasan yang cepat
sukar untuk mengamati tahapan karbonisasi yang terjadi dan rendemen arang
yang dihasilkan dan rendemen arang yang dihasilkan lebih rendah. Sedangkan
pemakaian tekanan yang tinggi akan mampu meningkatkan rendemen arang
(Hendra, 1999 dalamMasturin, 2002).

Briket Arang
Briket arang adalah arang yang diolah lebih lanjut menjadi bentuk briket
(penampilan dan kemasan yang lebih menarik) yang dapat digunakan untuk

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


keperluan energi sehari-hari. Pembuatan briket arang dari limbah industri
pengolahan kayu dilakukan dengan cara penambahan perekat tapioka, dimana
bahan baku diarangkan terlebih dahulu kemudian ditumbuk, dicampur perekat,
dicetak (kempa dingin) dengan sistem hidroulik manual selanjutnya dikeringkan
(Pari, 2002).
Menurut Hartoyo dan Rohadi (1978) dalam Capah (2007), briket arang
adalah arang kayu yang diubah bentuk, ukuran, dan kerapatannya dengan cara
mengempa campuran serbuk dengan bahan perekat. Bahan baku yang digunakan
untuk pembuatan briket adalah arang kayu atau kayu yang berukuran kecil yang
diperoleh dari limbah industri penggergajian atau industri perkayuan. Tsoumis
(1991), mengemukakan bahwa briket juga terbuat dari residu berkarbon, dan
digunakan untuk pembakaran dan kegunaan lain yang berhubungan. Pada
beberapa produk, bahan tambahan diperlukan, seperti lilin untuk menambah
pembakaran, dan substansi lainnya untuk memberikan bau yang menyenangkan
dan warna yang seragam.
Arang dalam bentuk briket memiliki kelebihan dibandingkan dalam
bentuk arang, menurut Hendra (1999) dalam Capah (2007) keuntungan dari briket
arang adalah sebagai berikut :
1. Memperbesar rendemen pada pembuatan arang karena arang yang diperoleh
dapat dipergunakan dalam pembuatan briket arang.
2. Bentuknya seragam dan lebih padat atau memperkecil tempat penyimpanan
dan transportasi.
3. Kualitas pembakaran lebih baik apabila digunakan tambahan yang sesuai.

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


4. Lebih menguntungkan karena pada umumnya 40% terdiri dari bahan baku
arang yang nilainya lebih rendah dari arang.
5. Bahan baku tidak terikat pada satu jenis kayu, hampir segala jenis kayu dapat
digunakan sebagai bahan pembuatan briket arang.

Limbah Serbuk Gergaji
Serbuk gergajian adalah serbuk kayu dari jenis kayu yang sembarang yang
diperoleh dari limbah ataupun sisa yang terbuang dari jenis kayu dan dapat
diperoleh di tempat pengolahan kayu ataupun industri kayu. Serbuk ini biasanya
terbuang percuma ataupun dimanfaatkan dalam proses pengeringan kayu yang
menggunakan metode kiln ataupun dimanfaatkan untuk bahan pembuatan obat
nyamuk bakar. Maka dicari alternatif untuk membuat limbah gergaji kayu lebih
bermanfaat dalam penggunaannya (Effendi, 2005).
Limbah pengolahan kayu dapat digunakan untuk beberapa keperluan dan
dapat dibedakan menjadi : kulit kayu, potongan kayu, serpihan dan serbuk hasil
gergajian. Sebagai contoh penggunaan limbah kulit kayu adalah untuk bahan
bakar, potongan kayu dan serpihan dapat dibuat menjadi arang, briket arang atau
karbon aktif sedang serbuk hasil gergajian kayu dapat dimanfaatkan menjadi
briket arang atau karbon aktif (Amin, 2000).
Limbah kayu dapat terjadi di industri penggergajian, yang terdiri atas
kayu-kayu dari berbagai bentuk dan ukuran yang pemanfaatannya belum secara
optimal, pada umumnya banyak dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Berdasarkan
Direktorat Jenderal Bina Produksi Kehutanan (2006) produksi kayu gergajian di

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


Sumatera Utara pada tahun 2006 mencapai 66.616 m
3
. Dengan asumsi bahwa
produksi limbah kayu gergajian sebesar 50% dan serbuk gergajian sebesar 15%
(Departemen Kehutanan 1998/1999, dalam Pari, 2002) maka besarnya limbah
kayu gergajian yang dihasilkan adalah sebesar 33.308 m
3
dan produksi serbuk
gergajian yang dihasilkan sebesar 9.992,4 m
3
. Besarnya produksi kayu gergajian
yang terjadi pada industri penggergajian, dapat disajikan pada tabel 1.
Tabel 1. Perkembangan Produksi Gergajian di Sumatera Utara
No. Tahun Kayu Gergajian
(Sawtimber)
M
3
/CuM
Limbah Kayu
Gergajian, 50%
M
3
/CuM
Serbuk
Gergajian, 15%
M
3
/CuM
1.
2.
3.
4.
5.
2002
2003
2004
2005
2006
37.432
7.557
19.915
51.368
66.616
18.716
3.778,5
9.957,5
25.684

33.308
5.614,8
1.133,55
2.987,25

7.705,2
9.992,4
Sumber : Direktorat J enderal Bina Produksi Kehutanan (2006)

Untuk industri besar dan terpadu, limbah serbuk kayu gergajian sudah
dimanfaatkan menjadi bentuk briket arang dan arang aktif yang dijual secara
komersial. Namun untuk industri penggergajian kayu skala industri kecil yang
jumlahnya mencapai ribuan unit dan tersebar di pedesaan, limbah ini belum
dimanfaatkan secara optimal (Pari, 2002).

Cangkang Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq)
Menurut Rizza (1994) tanaman kelapa sawit dibedakan atas dua bagian,
yakni vegetatif dan generatif. Bagian vegetatif tanaman kelapa sawit meliputi

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


akar, batang, dan daun. Sedangkan bagian generatif tanaman meliputi bunga dan
buah. Buah kelapa sawit termasuk buah batu yang terdiri dari 3 bagian, yakni :
Lapisan luar (Epicarpium) disebut kulit luar.
Lapisan tengah (Meso Carpium) disebut daging buah, mengandung minyak
sawit.
Lapisan dalam (Endo Carpium) disebut inti, mengandung minyak inti.
Di antara inti dan daging buah terdapat lapisan tempurung (cangkang) yang keras.
Menurut Goenadi et al (2005) potensi energi yang dapat dihasilkan dari
produk samping sawit dapat dilihat dari nilai energi panas (calorific value).
Produk samping yang memiliki nilai energi panas tinggi adalah cangkang dan
serat. Cangkang dan serat (fibre) dimanfaatkan sebagian besar atau seluruhnya
sebagai bahan bakar boiler Perkebunan Kelapa Sawit (PKS).
Tabel 2. Nilai energi panas (calorific value) dari beberapa produk samping sawit
(berdasarkan berat kering).
Bagian Rata-rata calorific value (kJ/kg) Kisaran (kJ/kg)
Tandan Kosong Kelapa
Sawit
Serat
Cangkang
Batang
Pelepah
18 795

19 055
20 093
17 471
15 719
18 000 19 920

18 800 19 580
19 500 20 750
17 000 17 800
15 400 15 680
Sumber : Ma et al (2004) dalam Goenadi et al (2005)
Alternatif lain pemanfaatan limbah padat kelapa sawit yang paling
sederhana untuk Indonesia adalah menjadikannya briket arang. Hal ini dapat

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


dilakukan dengan memperbaiki sifat tersebut dengan cara pemadatan melalui
pembriketan, pengeringan dan pengarangan. Pusat Penelitian Kelapa Sawit
(PPKS) telah merancang bangun paket teknologi untuk produksi briket arang dari
limbah sawit, baik tandan kosong maupun cangkang sawit (Goenadi et al, 2005).
Karakteristik briket arang yang terbuat dari Tandan Kosong Kelapa Sawit
(TKKS) dan cangkang sawit sangat berbeda. Briket arang TKKS memiliki kadar
abu yang lebih tinggi, sedangkan kadar kalor dan karbon terikatnya lebih rendah.
Ditinjau dari segi kalor, kedua briket arang tersebut telah memenuhi Standar
Nasional Indonesia (SNI) untuk briket arang kayu yaitu minimal 5000 kalori/gram
(Goenadi et al, 2005).
Tabel 3. Karakteristik Briket Arang dari TKKS dan Cangkang Sawit
No Karakteristik Briket arang
tandan kosong
sawit
Briket arang
cangkang sawit
1
2
3

4
5
6
Kadar air, %
Kadar abu, %
Kadar zat terbang, %
(volatile matter)
Kadar karbon terikat, % (fixed carbon)
Keteguhan tekan, kg/cm2
Nilai kalor, kal/g
9,77
17,15
29,03

53,82
2,10
5578
8,47
9,65
21,10

69.25
7,82
6.600
Sumber : Goenadi et al (2005)

Perekat Tapioka
Perekat tapioka umum digunakan sebagai bahan perekat pada briket arang
karena banyak terdapat di pasaran dan harganya relatif murah. Perekat ini dalam
penggunaannya menimbulkan asap yang relatif sedikit dibandingkan bahan
lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket arang dengan tepung kanji

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


sebagai bahan perekat akan sedikit menurunkan nilai kalornya bila dibandingkan
dengan nilai kalor kayu dalam bentuk aslinya (Sudrajat dan Soleh, 1994 dalam
Capah, 2007).
Perekat pati dalam bentuk cair sebagai bahan perekat menghasilkan briket
arang bernilai rendah dalam hal kerapatan, keteguhan tekan, kadar abu dan zat
mudah menguap, tetapi akan lebih tinggi dalam hal kadar air, karbon terikat dan
nilai kalornya apabila dibandingkan dengan briket arang yang menggunakan
perekat molase atau tetes tebu (Sudarajat et al, 2006 dalam Capah, 2007).
Menurut Tano (1997), tepung bila diproses secara hidrolisa, dinding sel
tepung berangsur-angsur akan membentuk gelatin karena molase dari tepung
mengubah sifat dirinya menjadi kolodial dan kemudian terbentuk pasta, sifat ini
disebut gelatinasi. Terbentuknya gelatinasi untuk tepung kanji memerlukan panas
sekitar 60-64C.
Menurut Triono (2006) kadar perekat dalam briket arang tidak boleh
terlalu tinggi karena dapat mengakibatkan penurunan mutu briket arang yang
sering menimbulkan banyak asap. Kadar perekat yang digunakan umumnya tidak
lebih dari 5 %.
Tabel 4. Komposisi Kimia Pati
Komposisi Jumlah (%)
Air
Proton
Lemak
Abu
Serat Kasar
8-9
0,3-1,0
0,1-0,4
0,1-0,8
81-89
Sumber : Kirk dan Othmer (1967) dalam Triono (2006)

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009




METODE PENELITIAN

Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Mei 2008 sampai November
2008. Pembuatan briket arang dilakukan di Laboratorium Balai Penelitian dan
Pengembangan Aek Nauli, Parapat, Sumatera Utara dan pengujian dilakukan di
Laboratorium Penelitian Polimer, Fakultas MIPA, Universitas Sumatera Utara.

Bahan dan Alat Penelitian
Bahan-bahan yang diperlukan adalah limbah serbuk gergaji yang diambil
dari industri penggergajian kayu di Medan, cangkang kelapa sawit yang diambil
dari PTPN III PKS Kebun Rambutan Tebing Tinggi, dan tepung tapioka sebagai
perekat serta air sebagai pengencer.
Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah gelas ukur untuk
mengukur volume air, drum kiln untuk cangkang sawit, kompor dan wajan untuk
penyangraian serbuk gergaji, saringan ukuran 50 mesh untuk arang serbuk gergaji
dan saringan ukuran 70 mesh untuk arang cangkang sawit, pengaduk untuk
mengaduk perekat, cawan crucible sebagai wadah contoh uji, alat pencetak briket,
thermometer, desikator untuk mendinginkan contoh uji, calorimeter combustion
comb untuk mengukur nilai kalor, thermolyne furnace untuk memanaskan contoh

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


uji, dan alat Instron untuk menghitung keteguhan tekan briket.


Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian secara umum dilaksanakan dalam dua tahap
pembuatan, yaitu pembuatan briket arang dan pengujian briket arang.

Pembuatan Briket Arang
Pengarangan
Cangkang kelapa sawit terlebih dulu diarangkan, sedangkan serbuk gergaji
disangrai hingga serbuk halus menjadi kehitam-hitaman. Menurut Hendra dan
Darmawan, (2000) pengarangan dilakukan dengan kiln drum modifikasi selama 5-
7 jam. Untuk memudahkan proses pembakaran digunakan bahan bakar umpan
yang diletakkan di bagian tengah kiln. Setelah bahan bakar umpan dinyalakan dan
api menyala dengan stabil, kiln ditutup lalu cerobong asap dipasang pada bagian
tengah kiln tersebut. Selanjutnya dilakukan pengaturan buka tutup lubang udara
pada dinding kiln dan pembakaran terus dilakukan sampai asap yang keluar
menipis dan berwarna kebiruan. Serbuk gergaji yang digunakan tidak diarangkan
melainkan disangrai karena ukuran partikel serbuk yang sangat kecil sehingga jika
serbuk tetap diarangkan maka akan cepat menjadi abu dan tidak bisa digunakan
lagi.


Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009





Gambar 1. Arang cangkang kelapa sawit
Pembuatan Serbuk dan Penyaringan
Setelah proses pengarangan, arang digiling. Serbuk gergaji disaring
dengan 50 mesh dan arang cangkang kelapa sawit digiling dan disaring dengan
ukuran 70 mesh.








Gambar 2. Serbuk gergajian kayu Gambar 3. Serbuk arang cangkang
kelapa sawit

Persiapan Perekat
Perekat tapioka ditimbang sebanyak 5 % dari berat bahan baku per satuan
briket, lalu dicampur dengan air, dengan perbandingan konsentrasi perekat dan air
1:20. Air yang ditambahkan dengan tepung tapioka dipanaskan di atas kompor
hingga perekatnya merata sempurna.



Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009





Gambar 4. Tepung Tapioka sebagai perekat

Pencampuran Perekat dan Bahan Baku
Serbuk gergaji dan arang cangkang sawit yang telah disaring kemudian
dibuat briket pada beberapa komposisi bahan baku setelah terlebih dahulu
dicampur dengan perekat tapioka sebanyak 5% dari berat bahan baku per satuan
briket. Pembuatan briket ini dibedakan menjadi 6 kombinasi bahan baku, yaitu :
1. 100% serbuk gergaji
2. 90% serbuk gergaji, 10% arang cangkang kelapa sawit
3. 80% serbuk gergaji, 20% arang cangkang kelapa sawit
4. 70% serbuk gergaji, 30% arang cangkang kelapa sawit
5. 60% serbuk gergaji, 40% arang cangkang kelapa sawit
6. 50% serbuk gergaji, 50% arang cangkang kelapa sawit
Pencetakan dan Pengempaan
Masing-masing komposisi bahan baku yang telah dibuat selanjutnya
dimasukkan dalam cetakan berukuran diameter 4,5 cm dan tinggi 10 cm. Tekanan
kempa yang digunakan sebesar 20 ton
selama 15 menit.

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009








Gambar 5. Alat kempa dingin bertekanan 20 ton
Pengeringan
Briket arang kemudian dikeringkan dengan oven pada suhu 60C selama
2x24 jam. Kemudian briket diuji karakteristiknya, meliputi kerapatan, kekuatan
tekan, kadar air, kadar zat mudah menguap, kadar abu, kadar karbon, terikat dan
nilai kalor.Pengujian dilakukan sesuai standar ASTM D 5142-02.

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009



Gambar 6. Diagram Alir Penelitian
Pengujian Briket Arang
Kerapatan
Kerapatan pada umumnya dinyatakan dalam perbandingan berat dan
volume, yaitu dengan cara menimbang dan mengukur volume dalam keadaan
Serbuk gergaji
kayu campuran
Cangkang
kelapa sawit
Pengeringan Pengeringan
Pengsangraian Pengarangan
Penggilingan

Penyaringan
50 mesh
Penyaringan
70 mesh

Serbuk
gergaji
Arang cangkang
kelapa sawit
Perekat
tapioka
Pencampuran serbuk gergaji
dan arang dan perekat
Pengadukan
Pencetakan
Pengeringan
Pengujian sifat fisis dan kimia briket
Kadar air <15%

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


kering udara. Kerapatan briket dapat dihitung dengan menggunakan persamaan :
Kerapatan =
V
G

Keterangan :
K =Kerapatan (g/cm
3
)
G =Bobot briket (g)
V =Volume (cm
3
)

Keteguhan Tekan
Prinsip pengujian keteguhan tekan adalah mengukur kekuatan tekan briket
dengan memberikan penekanan sampai briket pecah. Penentuan keteguhan tekan
dapat dihitung dengan menggunakan persamaan :
Kt =
L
P

Keterangan :
Kt =beban keteguhan tekan (kg/cm
2
)
P =Beban penekanan (kg)
L =Luas permukaan (cm
2
)

Kadar Air (ASTM D 5142-02)
Contoh uji ditimbang sebanyak 1 gram, lalu dimasukkan ke dalam oven
pada suhu 104-110C selama 1 jam sampai beratnya konstan dan ditimbang.
Kadar air dihitung dengan menggunakan persamaan :
KA = % 100
1
2 1

X
X X

Keterangan :
KA =Kadar air (%)

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


X1 =Berat contoh mula-mula (gram)
X2 =Berat contoh setelah dikeringkan pada suhu 1032C (gram)

Kadar Zat Menguap Briket (ASTM D 5142-02)
Timbang cawan crucible dengan tutupnya, dengan diisi spesimen yang
berasal dari penghitungan kadar air dan ditempatkan dalam furnace. Panaskan
dalam furnace dengan suhu 950 20
0
C selama 7 menit, kemudian didinginkan
dalam deksikator dan selanjutnya ditimbang. Kadar zat menguap dihitung
berdasarkan persamaan:
V = % 100 x
W
C B

Keterangan:
V =Kadar zat mudah menguap (%)
B =Berat contoh setelah dikeringkan pada suhu 104-110
0
C (g)
C =Berat spesimen setelah dipanaskan pada tes zat menguap (g)
W =Berat contoh mula-mula pada kadar air (g)

Kadar Abu Briket (ASTM D 5142-02)
Timbang cawan crucible tanpa tutup dengan spesimen yang diambil 1
gram dari sampel, tempatkan dalam furnace dan dipanaskan dalam suhu 450 -
500
0
C selama 1 jam kemudian suhu 700 750
0
C selama 2 jam, kemudian
dilanjutkan pengabuan dengan suhu 900 950
0
C selama 2 jam. Pindahkan
crucible dari furnace, didinginkan dalam desikator dan timbang segera. Kadar abu
dihitung berdasarkan persamaan:
A = % 100 x
W
G F

Keterangan:
A =Kadar abu (%)
F =Berat crucible dan abu (g)

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


G =Berat kosong crucible (g)
W =Berat awal specimen (g)

Kadar Karbon Terikat Briket (ASTM D 5142-02)
Karbon terikat adalah fraksi karbon (C) dalam briket, selain fraksi air, zat
mudah menguap dan abu. Kadar karbon terikat dihitung dengan menggunakan
persamaan:
Fixed Carbon =100 (M +V +A) %
Keterangan:
Fixed Carbon =Kadar karbon terikat (%)
M =Kadar air (%)
V =Kadar zat mudah menguap (%)
A =Kadar Abu (%)

Nilai Kalor Briket
Penentuan nilai kalor dengan cara ditimbang 0,3 gram spesimen, lalu
ditempatkan pada cawan besi, kemudian dimasukkan ke dalam oxsigen bomb
calorimeter. Cara kerja oxsigen bomb calorimeter adalah dengan memasukkan
spesimen ke dalam cawan dan disiapkan kawat untuk penyala dengan
menggulungnya dan memasangnya pada tangkai penyala yang terpasang pada
penutup bom. Lalu cawan berisi spesimen ditempatkan pada ujung tangkai
penyala. Alat bomb ditutup dengan kuat setelah dipasang ring-O dengan memutar
penutup tersebut kemudian oksigen diisikan ke dalam bom dengan tekanan 30 bar.
Alat bom yang telah terpasang ditempatkan ke dalam kalorimeter lalu dimasukkan
air pendingin sebanyak 1250 ml. Ditutup kalorimeter dengan alat penutupnya dan
dihidupkan pengaduk air pendingin selama 5 menit lalu dicatat temperatur air
pendingin. Setelah 5 menit kemudian dihidupkan penyalaan dengan menggunakan

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


tombol yang paling kanan dan diaduk terus air pendingin selama 5 menit setelah
penyalaan berlangsung. Dibaca dan dicatat kembali temperatur air pendingin lalu
dimatikan pengaduk. Penentuan nilai kalor dapat dihitung dengan menggunakan
persamaan:
Nilai Kalor = 24 . 0 05 , 0 1 2 xCvx T T
Keterangan :
T
1
=Suhu air mula-mula (
0
C)
T
2
=Suhu setelah Pembakaran (
0
C)
0.05 =Suhu akibat kenaikan panas pada kawat
Cv =Berat jenis calorimeter =73529.6 (kJ/kg)
0,24 =Konstanta 1 J =0.24 kal

Rancangan Percobaan
Perlakuan dalam penelitian ini adalah perbedaan komposisi arang serbuk
cangkang kelapa sawit yang diberikan. Pengujian dibuat dalam 6 kombinasi bahan
baku (100 : 0, 90 : 10, 80 : 20, 70 : 30, 60 : 40, 50 : 50), yaitu :
1. 100% serbuk gergaji
2. 90% serbuk gergaji, 10% arang cangkang kelapa sawit
3. 80% serbuk gergaji, 20% arang cangkang kelapa sawit
4. 70% serbuk gergaji, 30% arang cangkang kelapa sawit
5. 60% serbuk gergaji, 40% arang cangkang kelapa sawit
6. 50% serbuk gergaji, 50% arang cangkang kelapa sawit
Model rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan
tiga kali ulangan. Model matematikanya adalah :
Yij = +i +ij

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


Keterangan :
Yij =Angka pengamatan percobaan
=Nilai rataan
i =Efek perlakuan ke-i
ij =Efek kesalahan percobaan pada perlakuan ke-I dan ulangan ke-j (1,2,3)
Data diolah dengan menggunakan program MiniTab 14 yang bertujuan
untuk melihat pengaruh perlakuan yang diberikan. Pengaruh yang menunjukkan
berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan dengan selang kepercayaan 95%.

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


HASIL DAN PEMBAHASAN

Kadar Air
Kadar air briket berpengaruh terhadap nilai kalor. Semakin kecil kecil nilai
kadar air maka semakin bagus nilai kalornya. Briket arang mempunyai sifat
higroskopis yang tinggi. Sehingga penghitungan kadar air bertujuan untuk
mengetahui sifat higroskopis briket arang hasil penelitian. Nilai rata-rata kadar air
pada setiap perlakuan masih di bawah nilai standar SNI yaitu 8% (Gambar 7). Hal
ini berarti bahwa nilai kadar air memenuhi standar SNI.
4,23
3,04 3
2,71
4,03
3,01
0
1
2
3
4
5
100%:0% 90%:10% 80%:20% 70%:30% 60%:40% 50%:50%
Komposisi Bahan Baku
K
a
d
a
r

A
i
r

(
%
)

Gambar 7. Grafik Nilai Rata-rata Kadar Air
Nilai kadar air terendah sebesar 2,71% terdapat pada perlakuan komposisi
serbuk gergaji : arang cangkang kelapa sawit (70% : 30%). Nilai kadar air terbesar
berkisar 4,23% terdapat pada perlakuan komposisi serbuk gergaji : arang
cangkang kelapa sawit (100% : 0%). Rata-rata kadar air yang dihasilkan adalah
3,34%. Kadar air yang tinggi pada perlakuan (100% : 0%) disebabkan karena
jumlah pori-pori masih cukup banyak dan mampu menyerap air, hal ini sesuai
dengan pernyataan Triono (2006) tingginya kadar air pada serbuk gergajian kayu
disebabkan karena pada serbuk gergajian kayu memiliki jumlah pori-pori yang

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


lebih banyak, selain itu serbuk gergajian kayu masih mengandung komponen-
komponen kimia seperti selulosa, lignin, dan hemiselulosa. Secara statistik,
pencampuran serbuk gergajian kayu dengan arang cangkang kelapa sawit tidak
berpengaruh nyata terhadap nilai kadar air yang dihasilkan.

Kerapatan
Kerapatan menunjukkan perbandingan antara berat dan volume briket
arang. Besar kecilnya kerapatan dipengaruhi oleh ukuran dan kehomogenan arang
penyusun briket arang tersebut. Nilai rata-rata kerapatan pada masing-masing
komposisi perlakuan ditunjukkan pada Gambar 8.
0,32
0,44
0,45
0,46
0,49
0,504
0
0,1
0,2
0,3
0,4
0,5
0,6
100%:0% 90%:10% 80%:20% 70%:30% 60%:40% 50%:50%
Komposisi Bahan Baku
K
e
r
a
p
a
t
n

(
g
r
/
c
m
3
)
* Notasi Uji Duncan
A*
B* B* B* C* C*

Gambar 8. Grafik Nilai Rata-rata Kerapatan (gr/cm
3
)
Nilai kerapatan terendah sebesar 0.32 gr/cm
3
terdapat pada perlakuan
komposisi serbuk gergaji : arang cangkang kelapa sawit (100% : 0%), sedangkan
nilai kerapatan tertinggi 0,504gr/cm
3
terdapat pada perlakuan komposisi serbuk
gergaji : arang cangkang kelapa sawit (50% : 50%). Perlakuan 100% serbuk
gergajian dengan ukuran serbuk 50 mesh tidak mempunyai ikatan antar serat yang
kompak dan kuat karena serbuk yang besar mempunyai luasan permukaan yang
sempit. Hal ini yang menyebabkan nilai kerapatan briket rendah. Penambahan

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


arang cangkang kelapa sawit dengan ukuran partikel lebih kecil (70 mesh) berarti
memperluas bidang permukaan ikatan antar serbuk. Hal ini menyebabkan ikatan
antar serbuk menjadi lebih kompak dan kuat, sehingga dapat meningkatkan
kerapatan briket arang. Hal ini sesuai dengan Masturin (2002) yang menyatakan
bahwa ukuran arang serbuk gergajian kayu yang cenderung lebih halus dan
seragam dibandingkan dengan arang limbah sabetan kayu mengakibatkan ikatan
antar partikel arangnya lebih maksimal. Kecenderungan terdapatnya ruang-ruang
kosong antar partikel sangat kecil. Partikel arang limbah gergajian kayu yang
ukurannya lebih kasar dan tidak seragam memungkinkan turunnya nilai kerapatan
briket arang, karena ikatan antar partikelnya tidak maksimal.
Secara statistik, penambahan cangkang sawit 10% - 40% tidak
mempengaruhi nilai kerapatan, sedangkan penambahan cangkang sawit 50%
menunjukkan pengaruh yang nyata (Gambar 8).

Keteguhan Tekan
Keteguhan tekan briket merupakan kemampuan briket untuk memberikan
daya tahan atau kekompakan briket terhadap pecah atau hancurnya briket jika
diberikan beban pada benda tersebut. Semakin tinggi nilai keteguhan tekan briket
arang berarti daya tahan briket terhadap pecah semakin baik (Triono, 2006).
Penentuan keteguhan tekan ini bertujuan untuk mengetahui daya tahan briket
untuk pengemasan dan memudahkan pengangkutan briket arang. Nilai rata-rata
keteguhan tekan untuk masing-masing perlakuan ditunjukkan pada Gambar 9.



Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


1,157
2,532
2,79
3,027
3,375
3,683
0
0,5
1
1,5
2
2,5
3
3,5
4
100%:0% 90%:10% 80%:20% 70%:30% 60%:40% 50%:50%
Komposisi Bahan Baku
K
e
t
e
g
u
h
a
n

T
e
k
a
n

(
k
g
f
/
c
m
2
)
* Notasi Uji Duncan
A
B* B* B* B* B*

Gambar 9. Grafik Nilai Rata-rata Keteguhan Tekan
Nilai keteguhan tekan terendah sebesar 1,157 kgf/cm
2
pada perlakuan
komposisi serbuk gergaji : arang cangkang kelapa sawit (100% : 0%), sedangkan
nilai tertinggi sebesar 3,683 kgf/cm
2
pada perlakuan komposisi serbuk gergaji :
arang cangkang kelapa sawit (50% : 50%). Pada gambar tampak dijelaskan bahwa
penambahan arang cangkang kelapa sawit mempengaruhi kualitas briket yang
dihasilkan. Hal ini dapat dihubungkan dengan peningkatan nilai kerapatan briket,
dimana semakin bertambah arang cangkang kelapa sawit maka kerapatan juga
bertambah. Semakin bertambah arang cangkang kelapa sawit maka kekompakan
briket juga bertambah sehingga keteguhan tekan juga bertambah. Menurut
Nurhayati (1983) dalam Triono (2006) semakin seragam serbuk arang gergajian
kayu akan menghasilkan briket arang dengan kerapatan dan keteguhan tekan yang
semakin tinggi. Secara statistik penambahan arang cangkang kelapa sawit
berpengaruh nyata terhadap nilai keteguhan tekan (Gambar 9).

Kadar Zat Menguap
Kadar zat menguap adalah zat (volatile matter) yang dapat menguap
sebagai hasil dekomposisi senyawa-senyawa yang masih terdapat di dalam arang

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


selain air. Kandungan kadar zat menguap yang tinggi di dalam briket arang akan
menyebabkan asap yang lebih banyak pada saat briket dinyalakan. Kandungan
asap yang tinggi disebabkan oleh adanya reaksi antar karbon monoksida (CO)
dengan turunan alkohol (Hendra dan Pari, 2000 dalam Triono, 2006). Menurut
Hendra (2007) tinggi rendahnya kadar zat menguap briket arang yang dihasilkan
dipengaruhi oleh jenis bahan baku, sehingga perbedaan jenis bahan baku
berpengaruh nyata terhadap kadar zat menguap briket arang. Nilai rata-rata kadar
zat menguap pada setiap perlakuan dapat dilihat pada gambar 10.
40,87
39,937
37,487
36,407
34,27 34,19
30
32
34
36
38
40
42
100%:0% 90%:10% 80%:20% 70%:30% 60%:40% 50%:50%
Komposisi Bahan Baku
K
a
d
a
r

Z
a
t

M
e
n
g
u
a
p

(
%
)

Gambar 10. Grafik Nilai Rata-rata Kadar Zat Menguap
Nilai kadar zat menguap terendah sebesar 34.19% terdapat pada perlakuan
komposisi serbuk gergaji : arang cangkang kelapa sawit (50% : 50%), sedangkan
nilai tertinggi sebesar 40,87% terdapat pada perlakuan komposisi serbuk gergaji :
arang cangkang kelapa sawit 100% : 0%). Nilai kadar zat menguap yang tinggi
pada perlakuan 100% serbuk gergajian disebabkan serbuk gergajian yang
dijadikan bahan baku sebelum dijadikan briket tidak mengalami proses
pengarangan seperti arang cangkang kelapa sawit, sehingga tidak terjadi proses
karbonisasi sehingga kandungan zat yang terdapat pada serbuk gergajian tidak

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


banyak yang terbuang. Sedangkan cangkang kelapa sawit mengalami proses
pengarangan sehingga terjadi proses karbonisasi sehingga kandungan zat yang
terdapat di dalam cangkang sawit banyak yang terbuang. Semakin tinggi
penambahan arang cangkang kelapa sawit maka kadar zat menguap briket yang
dihasilkan semakin rendah. Hal ini sesuai dengan pernyataan Triono (2006) yang
menyatakan bahwa tinggi rendahnya kadar zat menguap pada briket arang diduga
disebabkan oleh kesempurnaan proses karbonisasi dan juga dipengaruhi oleh
waktu dan suhu pada proses pengarangan. Semakin besar suhu dan waktu
pengarangan maka semakin banyak zat menguap yang terbuang, sehingga pada
saat pengujian kadar zat menguap akan diperoleh kadar zat menguap yang rendah.
Secara statistik penambahan arang cangkang kelapa sawit berpengaruh
tidak nyata, namun penambahan arang cangkang kelapa sawit mampu
menurunkan nilai kadar zat menguap (Gambar 10).

Kadar Abu
Abu merupakan bagian yang tersisa dari hasil pembakaran dalam hal ini
adalah sisa pembakaran briket arang. Salah satu unsur penyusun abu adalah silika.
Pengaruhnya kurang baik terhadap nilai kalor briket arang yang dihasilkan.
Kandungan abu yang tinggi dapat menurunkan nilai kalor briket arang sehingga
kualitas briket arang tersebut menurun (Masturin, 2002). Nilai rata-rata kadar abu
pada setiap perlakuan ditunjukkan pada Gambar 11.

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


0,62
2,36
3,03
3,37
3,48
4,42
0
0,5
1
1,5
2
2,5
3
3,5
4
4,5
5
100%:0% 90%:10% 80%:20% 70%:30% 60%:40% 50%:50%
Komposisi Bahan Baku
K
a
d
a
r

A
b
u

(
%
)
* Notasi Uji Duncan
A*
B* B* B* B* B*

Gambar 11. Grafik Nilai Rata-rata Kadar Abu
Nilai kadar abu terendah sebesar 0,62% terdapat pada perlakuan komposisi
serbuk gergaji : arang cangkang kelapa sawit (100% : 0%), sedangkan nilai
tertinggi sebesar 4,42% terdapat pada perlakuan komposisi serbuk gergaji : arang
cangkang kelapa sawit (50% : 50%). Penambahan arang cangkang kelapa sawit
ternyata meningkatkan kadar abu, hal ini disebabkan karena kandungan silika
pada arang cangkang kelapa sawit lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan
silika pada serbuk gergajian. Hal ini dapat terlihat dari grafik yang menunjukkan
adanya penambahan nilai kadar abu sesuai dengan penambahan komposisi arang
cangkang sawit. Hasil nilai rata-rata kadar abu briket ini sesuai dengan hasil
penelitian Hendra dan Darmawan (2000) yang menunjukkan dengan penambahan
arang tempurung kelapa pada briket serbuk gergajian maka kadar abu yang
dihasilkan juga semakin bertambah. Dari sini maka dapat dikatakan bahwa
cangkang kelapa sawit seperti halnya tempurung kelapa memiliki kandungan
silika yang lebih tinggi dibandingkan dengan serbuk gergajian. Secara statistik
penambahan arang cangkang kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap nilai kadar
abu (Gambar 11).


Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


Nilai Kalor
Nilai kalor sangat menentukan kualitas briket arang. Semakin tinggi nilai
kalor bakar briket arang, semakin baik pula kualitas briket arang yang dihasilkan.
Menurut Nurhayati (1974) dalam Masturin (2002) nilai kalor dipengaruhi oleh
kadar air dan kadar abu briket arang. Semakin tinggi kadar air dan kadar abu
briket arang, maka akan menurunkan nilai kalor bakar briket arang yang
dihasilkan. Nilai rata-rata nilai kalor dari setiap perlakuan ditunjukkan pada
Gambar 12.
3647,0683
4352,9523
5411,7783 5411,7787
5941,1917
6117,6627
0
1000
2000
3000
4000
5000
6000
7000
100%:0% 90%:10% 80%:20% 70%:30% 60%:40% 50%:50%
Komposisi Bahan Baku
N
i
l
a
i

K
a
l
o
r

(
k
a
l
/
g
r
)
* Nilai Uji Duncan
A* AB* AB*
AB* AB*
B*

Gambar 12. Grafik Nilai Rata-rata Nilai Kalor
Nilai kalor terendah sebesar 3647,0683 kal/gr terdapat pada perlakuan
komposisi serbuk gergaji : arang cangkang kelapa sawit (100% : 0%), sedangkan
nilai tertinggi sebesar 6117,6627 kal/gr terdapat pada perlakuan komposisi serbuk
gergaji : arang cangkang kelapa sawit (50% : 50%). Peningkatan nilai kalor pada
briket yang dihasilkan menunjukkan bahwa arang cangkang sawit memang
memiliki nilai kalor yang tinggi. Hal ini sesuai dengan Goenadi et al (2005) yang
menyatakan bahwa nilai kalor dari briket arang cangkang kelapa sawit sebesar
6600 kal/gr. Ditinjau dari segi kalor, briket arang cangkang kelapa sawit tersebut

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk briket arang kayu yaitu
minimal 5000 kalori/gram. Maka semakin bertambah arang cangkang kelapa
sawit yang diberikan maka semakin bertambah pula nilai kalor briket sesuai
pertambahan komposisinya.
Secara statistik penambahan arang cangkang kelapa sawit berpengaruh
nyata terhadap peningkatan nilai kalor briket yang dihasilkan karena penambahan
arang cangkang kelapa sawit mampu meningkatkan nilai kalor briket yang
dihasilkan (Gambar 12).

Kadar Karbon Terikat
Karbon terikat (fixed carbon) yaitu fraksi karbon (C) yang terikat di dalam
arang selain fraksi air, zat menguap, dan abu. Keberadaan karbon terikat di dalam
brkiet arang dipengaruhi oleh nilai kadar abu dan kadar zat menguap. Kadarnya
akan bernilai tinggi apabila kadar abu dan kadar zat menguap briket arang tersebut
rendah. Karbon terikat berpengaruh terhadap nilai kalor bakar briket arang. Nilai
kalor briket akan tinggi apabila nilai karbon terikatnya tinggi. Semakin tinggi
kadar karbon terikat pada arang kayu maka menandakan arang tersebut adalah
arang yang baik (Abidin, 1973 dalam Masturin, 2002). Nilai rata-rata kadar
karbon terikat pada setiap perlakuan ditunjukkan pada Gambar 13.


Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


54,283
54,667
56,48
57,85
58,213
58,383
52
53
54
55
56
57
58
59
100%:0% 90%:10% 80%:20% 70%:30% 60%:40% 50%:50%
Komposisi Bahan Baku
K
a
d
a
r

K
a
r
b
o
n

T
e
r
i
k
a
t

(
%
)


Gambar 13. Grafik Nilai Rata-rata Kadar Karbon Terikat
Nilai terendah sebesar 54,283% terdapat pada perlakuan komposisi serbuk
gergaji : arang cangkang kelapa sawit (100% : 0%), sedangkan nilai tertinggi
sebesar 58,383% terdapat perlakuan komposisi serbuk gergaji : arang cangkang
kelapa sawit (50% : 50%). Penambahan arang cangkang kelapa sawit ternyata
mampu meningkatkan kadar karbon terikat briket. Walaupun nilai kadar abunya
semakin meningkat dengan pertambahan arang cangkang sawit namun nilai kada
abu yang dihasilkan cukup rendah (0,62% 4,42%) sedangkan kadar zat menguap
yang menurun mampu menaikkan nilai kadar karbon terikat briket. Selain itu,
nilai kadar air yang rendah mempengaruhi kadar karbon terikat sehingga
mengalami peningkatan juga. Hal ini sesuai Abidin (1973) dalam Masturin (2002)
keberadaan kadar karbon terikat di dalam briket arang dipengaruhi oleh nilai
kadar abu dan kadar zat menguap. Secara statistik penambahan arang cangkang
kelapa sawit berpengaruh tidak nyata terhadap kadar karbon terikat dari briket
yang dihasilkan (Gambar 13).


Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


Karakteristik Briket Arang Serbuk Gergaji dengan Penambahan Arang
cangkang Sawit dibandingkan dengan Briket Arang Buatan Jepang, Inggris,
Amerika dan SNI

Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, penambahan arang cangkang
kelapa sawit ternyata cukup mampu meningkatkan kualitas briket arang yang
dihasilkan terutama pada nilai kalor. Perbandingan nilai rata-rata karakteristik dari
briket arang tersebut dengan Briket Arang Buatan J epang, Inggris, Amerika dan
SNI ditunjukkan pada Tabel 5.

Tabel 5 Perbandingan nilai briket arang serbuk gergaji dengan penambahan arang
cangkang kelapa sawit dibandingkan dengan briket arang buatan Jepang, Inggris,
Amerika, dan SNI
Sifat Arang Briket Jepang Inggris Amerika SNI
no.1/
6235/
2000
Briket Arang Serbuk
Gergaji dengan Arang
Cangkang Kelapa Sawit
Kadar air (moisture
content) %
Kadar zat menguap
(volatile matter content)
%
Kadar abu (ash content)
%
Kadar karbon terikat
(fixed carbon content) %
Kerapatan (density)
g/cm
3

Keteguhan tekan g/cm
3

Nilai kalor (calorific
value) cal/g
6-8

15-30


3-6

60-80

1,0-1,2
60-65
6000-
7000
3,6

16,4


5,9

75,3

0,46
12,7
7289
6,2

19-28


8,3

60

1
62
6230
8

15


8

77

-
-
5000
2,71 4,23

34,190 40,870


0,62 4,42

54,283 58,383

0,32 0,504
1,157 3,683
3647,0683 6117,6627
Sumber : Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan (1994) dalam Triono (2006)

J ika dibandingkan dengan briket arang buatan Jepang, Inggris, Amerika
dan SNI maka beberapa sifat fisik dan kimia briket arang ini masih termasuk
dalam standar tersebut. Beberapa sifat seperti kadar abu walaupun mengalami

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


peningkatan namun nilainya cukup rendah sehingga masih termasuk dalam
standar briket arang buatan Jepang, Inggris, Amerika dan SNI. Nilai kadar karbon
terikat yang dihasilkan juga cukup rendah dan masih di bawah semua standar
briket arang tersebut, hal ini disebabkan nilai kadar zat menguap yang lebih tinggi
dibandingkan briket arang buatan J epang, Inggris, Amerika dan SNI. Demikian
pula pada nilai kerapatan dan keteguhan tekan yang sangat rendah dibandingkan
standar briket arang tersebut, namun nilai kerapatan briket arang ini masih sama
dengan briket arang Inggris. Tetapi nilai kalor pada briket arang ini termasuk
cukup tinggi bahkan pada perlakuan komposisi 50% : 50%, nilai kalor briket
arang ini lebih tinggi dibandingkan briket arang SNI.















Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Penambahan cangkang kelapa sawit mampu meningkatkan kualitas briket
arang serbuk gergajian yang dihasilkan. Penambahan cangkang kelapa sawit dapat
meningkatkan nilai kerapatan, keteguhan tekan, nilai kalor, dan kadar karbon
terikat, serta mampu menurunkan nilai kadar zat menguap. Namun penambahan
arang cangkang kelapa sawit juga meningkatkan nilai kadar abu.

Saran
Hasil menunjukkan bahwa briket arang limbah serbuk gergajian dengan
penambahan arang cangkang kelapa sawit ini dapat dijadikan pengganti bahan
bakar alternatif karena hasil nilai kalor yang diperoleh sudah sesuai standar yang
diharapkan. Penambahan komposisi arang cangkang kelapa sawit yang lebih
banyak atau dengan penggunaan bahan baku lain yang memiliki kualitas yang
lebih baik dapat dijadikan penelitian lanjutan. Penelitian mengenai uji emisi dan
variasi penambahan waktu tekan juga dapat dijadikan penelitian lanjutan dimana
dari hasil penelitian lanjutan tersebut nantinya akan dapat melengkapi informasi
tentang kualitas briket arang ini secara lebih lanjut.

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009


DAFTAR PUSTAKA

American Society for Testing and Materianls. 2002. ASTM Standar Coal and
Coke D 5. Philadelphia.

Amin, S. 2000. Penelitian Berbagai Jenis Kayu Limbah Pengolahan Untuk
Pemilihan Bahan Baku Briket Arang. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia
2000, Vol. 2, No. 1 hal. 41-46. /HUMAS-BPPT/ANY.
www.klipingut.wordpress.com. [20 Maret 2008]

Capah, A. G. 2007. Pengaruh Kosentrasi Perekat dan Ukuran Serbuk Terhadap
Kualitas Briket Arang Dari Limbah Pembalakan Kayu Mangium (Acacia
mangium Willd.) [Skripsi]. Medan. Departemen Kehutanan. Fakultas
Pertanian. Universitas Sumatera Utara.

Direktorat Jenderal Bina Produksi Kehutanan, 2006. Data Statistik Perkembangan
Produksi Kayu Gergajian Per Provinsi Lima Tahun Terakhir (Sawntimber
Productions by Provinces for the Last Five Years). www.dephut.go.id.[28
Mei 2008]

Effendi, K. 2005. Pengaruh Perendaman dan Kadar Air Perekat terhadap Sifat
Fisis Mekanis Papan Partikel dari Ampas Tebu. [Skripsi]. Medan.
Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara.

Erwandi. 2005. Sumber Energi Arus : Alternatif Pengganti BBM, Ramah
Lingkungan, dan Terbarukan. www.energi.lipi.go.id. [14 Mei 2008].

Goenadi, D. H, Wayan, R. S, dan Isroi. 2005. Pemanfaatan Produk Samping
Kelapa Sawit Sebagai Sumber Energi Alternatif Terbarukan. www.
Isroi.WordPress.com [20 Maret 2008].
Goenadi, D. H. 2006. Berburu Energi di Kebun Sawit. www.litbang.deptan.go.id
[20 Maret 2008].

Hendra, D dan S. Darmawan. 2000. Pembuatan Briket Arang dari Serbuk
Gergajian dengan Penambahan Tempurung Kelapa. Bul. Penelitian Hasil
Hutan 18 : 1 9.

Hendra, D. 2007. Pembuatan Briket Arang dari Campuran kayu, Bambu, Sabut
Kelapa, dan Tempurung Kelapa sebagai Sumber Energi Alternatif. Bul.
Penelitian Hasil Hutan 25 : 242 255.

Masturin, A. 2002. Sifat Fisik dan Kimia Briket Arang dari Campuran Arang
Limbah Gergajian Kayu [skripsi]. Bogor. Fakultas Kehutanan. Institut
Pertanian Bogor.

Diah Sundari Wijayanti : Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang
Kelapa Sawit, 2009.
USU Repository 2009



Pari, G. 2002. Industri Pengolahan Kayu Teknologi Alternatif Pemanfaatan
Limbah [makalah filsafah sains]. Bogor. Institut Pertanian Bogor.

Rizza S. 1994. Kelapa Sawit, Upaya Peningkatan Produktivitas. Yogyakarta.
Kanisius.

Sekianti, R. 2008. Analisis Teknik dan Finansial pada Produk Bahan Bakar Briket
dari Cangkang Kelapa Sawit..www.indoskripsi.com. [14 Mei 2008].

Sulistyanto, A. 2006. Karakteristik Pembakaran Biobrilet Campuran Batubara dan
Sabut Kelapa. J Media Mesin 7:77-84

Tano, E. 1997. Pedoman Membuat Perekat Sintesis. Jakarta: Rineka Cipta

Triono, A. 2006. Karakteristik Briket Arang dari Campuran Serbuk Gergajian
Kayu Afrika (Maesopsis eminii Engl.) dan Sengon (Paraserianthes
falcataria L. Nielsen) dengan Penambahan Tempurung Kelapa (Cocos
nucifera L.) [skripsi]. Bogor. Departemen Hasil Hutan. Fakultas Pertanian.
Institut Pertanian Bogor.

Tsoumis, G. 1991. Science and Technology of Wood : Structure, Properties,
Utilization, New York, Van Nostrand Reinhard