Anda di halaman 1dari 30

HUKUM HUKUM GAS Hukum Boyle Hukum Boyle (atau sering direferensikan sebagai Hukum Boyle-Mariotte) adalah salah

satu dari banyak hukum kimia dan merupakan kasus khusus dari hukum kimia ideal Hukum Boyle mendeskripsikan kebalikan hubungan proporsi antara tekanan absolut dan !olume udara" #ika suhu tetap konstan dalam sistem tertutup $%&$'& Hukum ini dinamakan setelah kimia(an dan fisika(an )obert Boyle" yang menerbitkan hukum aslinya pada tahun %**' $+& Hukumnya sendiri berbunyi, Untuk #umlah tetap gas ideal tetap di suhu yang sama" - $tekanan& dan . $!olume& merupakan proporsional terbalik (dimana yang satu ganda" yang satunya setengahnya) /$'& )obert Boyle menyatakan tentang sifat gas bah(a massa gas (#umlah mol)dan temperatur suatu gas di#aga konstan" sementara !olume gas diubah ternyata tekanan yang dikeluarkan gas #uga berubah sedemikian hingga perkalian antara tekanan (-) dan !olume (.) " selalu mendekati konstan 0engan demikian suatu kondisi bah(a gas tersebut adalah gas sempurna (ideal) Kemudian hukum ini dikenal dengan Hukum Boyle dengan persamaan , )UMUS, -%.% 1 selalu konstan Atau " #ika -% dan .% adalah tekanan a(al dan !olume a(al"sedangkan -' dan .' adalah tekanan dan !olume akhir" maka , )UMUS, -% .% 1 -' .'1 konstan Syarat berlakunya hukum Boyle adalah bila gas berada dalam keadaan ideal (gas sempurna)" yaitu gas yang terdiri dari satu atau lebih atom-atom dan dianggap identik satu sama lain Setiap molekul tersebut tersebut bergerak s(2ara a2ak" bebas dan merata serta memenuhi persamaan gerak 3e(ton 4ang dimaksud gas sempurna (ideal) dapat didefinisikan bah(a gas yang perbangdingannya -.5n6 nya dapat idefinisikan sama dengan ) pada setiap besar tekanan 0engan kata lain" gas sempurna pada tiap besar tekanan bertabiat sama seperti gas se#ati pada tekanan rendah -ersaman gas sempurna , -.1n)6 Keterangan , - , tekanan gas . , !olume gas n , #umlah mol gas 6 , temperatur mutlak ( Kel!in) ) , konstanta gas uni!ersal (7"78'liter atm mol-% K-%)

0efinisi Hubungan dengan teori kinetis dan udara ideal Hukum Boyle menyatakan bah(a 9dalam suhu tetap9 untuk massa yang sama" tekanan absolut dan !olume udara terbalik se2ara proporsional Hukum ini #uga bisa dinyatakan sebagai, se2ara agak berbeda" produk dari tekanan absolut dan !olume selalu konstan Kebanyakan udara ber#alan seperti udara ideal saat tekanan dan suhu 2ukup 6eknologi pada abad ke-%: tidak dapat memproduksi tekanan tinggi atau suhu rendah 6etapi" hukum tidak mungkin memiliki penyimpangan pada saat publikasi Sebagai kema#uan dalam teknologi membolehkan tekanan lebih tinggi dan suhu lebih rendah" penyimpangan dari sifat udara ideal bisa ter2atat" dan hubungan antara tekanan dan !olume hanya bisa akurat" di#elaskan sebagai teori udara sesungguhnya $:& -enyimpangan ini disebut sebagai faktor kompresibilitas )obert Boyle (dan ;dme Mariotte) menyatakan bah(a hukum tersebut berasal dari eksperimen yang mereka lakukan Hukum ini #uga bisa berasal se2ara teori" berdasarkan anggapan bah(a atom dan molekul dan asumsi tentang gerakan dan elastis sempurna (lihat teori kinetis udara) Asumsi tersebut ditemukan dengan resisten hebat dalam komunitas ilmiah positif saat itu" tetapi" saat mereka terlihat" merupakan konstruksi teoretis murni yang tidak ada sedikit pun bukti pengamatan -ada tahun %:+8" 0aniel Bernoulli" mengembangkan teori Boyle menggunakan Hukum 3e(ton dengan aplikasi tingkat molekul <ni tetap tidak digubris sampai kira-kira tahun %8=>" dimana ?ohn @aterston menerbitkan bangunan kertas dengan persepsi utama adalah teori kinetisA tetap tidak digubris oleh )oyal So2iety of ;ngland Kemudian" ?ames -res2ott ?oule" )udolf Blausius" dan Cud(ig BoltDmann menerbitkan teori kinetis udara" dan menarik perhatian teori Bernoulli dan @aterston $8& 0ebat antara proponen energetika dan atomisme mengantar BoltDmann untuk menulis buku pada tahun %8E8" dimana membuahkan kritik dan mengakibatkan ia bunuh diri pada tahun %E7* $8& Albert ;instein" pada tahun %E7>" memperlihatkan bagaimana teori kinetis berlaku kepada Gerakan Bro(n dengan partikel yang berisi fluida" dikonfirmasi tahun %E78 oleh ?ean -errin $8& -ersamaan -ersamaan matematis untuk Hukum Boyle adalah, dimana, p berarti sistem tekanan . berarti !olume udara k adalah #umlah konstan tekanan dan !olume dari sistem tersebut Selama suhu tetap konstan" #umlah energi yang sama memberikan sistem persis selama operasi dan" se2ara teoritis" #umlah k akan tetap konstan Akan tetapi" karena penyimpangan tegak lurus diterapkanm" kemungkinan kekuatan probabilistik dari tabrakan dengan partikel lain" seperti teori tabrakan" aplikasi kekuatan permukaan tidak mungkin konstan se2ara tak terbatas" seperti #umlah k" tetapi akan mempunyai batas dimana perbedaan #umlah tersebut terhadap a Kekuatan !olume ! dari kuantitas tetap udara naik" menetapkan udara dari suhu yang telah diukur" tekanan p harus turun se2ara proporsional ?ika dikon!ersikan" menurunkan !olume udara sama dengan meninggikan tekanan

Hukum Boyle biasa digunakan untuk memprediksi hasil pengenalan perubahan" dalam !olume dan tekanan sa#a" kepada keadaan yang sama dengan keadaan tetap udara Sebelum dan setelah !olume dan tekanan tetap merupakan #umlah dari udara" dimana sebelum dan sesudah suhu tetap (memanas dan mendingin bisa dibutuhkan untuk kondisi ini)" memiliki hubungan dengan persamaan, Hukum Boyle" Hukum Bharles" dan Hukum Gay-Cusaa2 menghasilkan hukum kombinasi udara 6iga hukum udara tersebut berkombinasi dengan Hukum A!ogadro dan disamaratakan dengan hukum udara ideal Bontoh penggunaan -ergantian tekanan dalam penyuntik Meniup balon -eningkatan ukuran gelembung saat mereka naik ke permukaan Kematian makhluk laut dalam karena perubahan tekanan Masalah pada telinga di ketinggian tinggi Hukum A!ogadro Hukum A!ogadro (Hipotes A!ogadro" atau -rinsip A!ogadro) adalah hukum gas yang diberi nama sesuai dengan ilmu(an <talia Amedeo A!ogadro" yang pada %8%% menga#ukan hipotesis bah(a, Gas-gas yang memiliki !olum yang sama" pada temperatur dan tekanan yang sama" memiliki #umlah partikel yang sama pula Artinya" #umlah molekul atau atom dalam suatu !olum gas tidak tergantung kepada ukuran atau massa dari molekul gas Sebagai 2ontoh" % liter gas hidrogen dan nitrogen akan mengandung #umlah molekul yang sama" selama suhu dan tekanannya sama Aspek ini dapat dinyatakan se2ara matematis"

dimana, . adalah !olum gas n adalah #umlah mol dalam gas tersebut k adalah tetapan kesebandingan Akibat paling penting dari hukum A!ogadro adalah bah(a Konstanta gas ideal memiliki nilai yang sama bagi semua gas Artinya" konstanta

dimana, p adalah tekanan gas 6 adalah temperatur memiliki nilai yang sama untuk semua gas" tidak tergantung pada ukuran atau massa molekul gas Hipotesis A!ogadro dibuktikan melalui teori kinetika gas Satu mol gas ideal memiliki !olum '' = liter pada kondisi standar (S6-)" dan angka ini sering disebut !olum molar gas ideal Gas-gas nyata (non-ideal) memiliki nilai yang berbeda Sedikit penambahan oleh 9Skillink9

MAKACAH F<S<KA HUKUM BG4C; BAB < -;30AHUCUA3 A Catar Belakang Gas merupakan suatu Dat yang molekul atau partikelnya bergerak bebas pada bab ini akan dipela#ari mengenai sifat mikroskopik dari suatu gas dengan menin#au dari tekanan" !olum dan suhu yang sering disebut dengan teori kinetik gas selain itu akan dipela#ari #uga ilmu tentang energi yang sering disebut termodinamika" yang se2ara spesifik membahas tentang hubungan antara energi panas dengan ker#a energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain" baik se2ara alami maupun hasil rekayasa teknologi selain itu energi di alam semesta bersifat kekal" tidak dapat dibangkitkan atau dihilangkan" yang ter#adi adalah perubahan energi dari satu bentuk men#adi bentuk lain tanpa ada pengurangan atau penambahan hal ini erat hubungannya dengan hukum H hukum dasar pada termodinamika B )umusan Masalah Maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut , Apa persamaan teori kinetik gas idealI Apa pengertian dan hukum-hukum termodinamikaI B 6u#uan penulisan makalah ini diharapkan mampu memberikan manfaat sebagai berikut , Memberikan tambahan pengetahuan kepada pemba2a tentang persamaan teori kinetik gas ideal Memberikan pen#elasan tentang hal H hal dasar yang sering dilupakan dalam thermodinamika Memberikan pengetahuan kepada pemba2a tentang pengertian dan hukum-hukum termodinamika BAB << -;MBAHASA3 A 6eori Kinetik Gas <deal 0alam hal ini yang disebut gas ideal adalah gas yang memenuhi asumsi-asumsi sebagai berikut , 6erdiri atas partikel dalam #umlah yang banyak dan tidak ada gaya tarik-menarik antarpatikel Setiap partikel gas selalu bergerak dengan arah a2ak(sembarang) Ukuran partikel diabaikan terhadap ukuran (adah Setiap tumbukan yang ter#adi se2ara lenting sempurna -artikel-partikel gas terdistribusi merata pada seluruh ruang dalam (adah Gerak partikel gas memenuhi hukum ne(ton tentang gerak Berdasarkan eksperimen persamaan keadaan gas yang telah dilakukan dengan mengubah besaran tekanan" !olum" dan suhu ternyata ada kesebandingan antara hasil kali tekanan dan !olum terhadap suhu yaitu sebagai berikut , -. I 6 demikian #uga dengan massa system gas setelah di!ariasi dengan tekanan" !olum" dan suhu terdapat kesebandingan yaitu sebagai berikut ,

PV ? MT untuk membuat persamaan diatas men#adi sempurna maka diperlukan suatu konstanta pembanding yang nilainya sama untuk semua gas dari hasil eksperimen nilai konstanta pembanding adalah berbeda untuk setiap gas #ika kita menggunakan satuan massa tetapi menggunakan mol % mol didefinisikan sebagai #umlah Dat yang ada pada %' gram atom karbon-%' yaitu sebanyak *"7' J %7'+ partikel bilangan *"7' J %7'+ disebut bilangan a!ogrado(na) dengan demikian mol zat dapat dinyatakan dalam jumlah partikel n seperti berikut : n= atau n = n na dengan n = jumlah zat (mol) n = banyaknya partikel (molekul) na = bilangan avogrado ( !"# $ %"#&) konstanta perbandingan universal! yang berlaku untuk semua gas adalah r (konstanta gas universal) sehingga persamaan keadaan gas ideal dapat ditulis manjadi seperti berikut' pv=nrt dengan p=tekanan gas (atm atau n(m#) v = volum gas (m& atau liter) n = jumlah mol gas (mol) r = tetapam gas universal ()!&% j(mol k) t = suhu gas (k) oleh karena n = maka persamaan keadaan gas ideal dapat dinyatakan dalam jumlah molekul' pv = rt pv = nkt dengan k = = tetapan boltzman (%!&)*%"+#& j(k) p = tekanan gas (n(m#) v = volum gas (m&) n = jumlah molekul t = suhu gas (k) jika ditinjau dari sudut pandang mikroskopik! partikel+partikel zat saling memberikan gaya tarik berasal dari si,at elektris maupun gravitasinya (hukum ne-ton tentang gravitasi)' selain gaya tarik antarpartikel juga terdapat gaya tolak antarpartikel yang berasal dari si,at elektris inti atom yang bermuatan positi,' massa atom terpusat pada inti atom sehingga juka jarak atom terlalu dekat maka akan terjadi gaya tolak yang .ukup besar dari atom+atom tersebut' dengan demikian! terdapat jarak minimum yang harus dipertahankan oleh atom+atom tersebut agar tidak terjadi gaya tolak' persamaan keadaan gas ideal persamaan gas ideal adalah suatu persamaan yang menyetakan hubungan antara tekanan! volume! dan suhu suatu gas' berikut persamaan yang ditemukan dalam bentuk hukum ,isika' hukum boyle

hukum boyle yang berbunyi bila massa dan suhu suatu gas dijaga konstan maka volum gas akan berbanding terbalik dengan tekanan mutlak! yang dikemukakan oleh robert boyle (% #/+% 0%)' keterangan = pernyataan lain dari hukum boyle adalah bah-a hasil kali antara tekanan dan volum akan bernilai konstan selama massa dan suhu gas dijaga konstan' se.ara matematis dapat di tulis pv=. keterangan = p = tekanan gas (n( m# atau pa) v = volum gas (m&) . = tetapan berdimensi usaha .ontoh soal dalam suatu -adah terdapat 1 liter gas dengan tekanan 1 atm dan suhu 1/".' kemudian tekanan gas menjadi %(1 dari tekanan semula dan suhu gas dijaga konstan' berapakah volum gas sekarang? pembahasan : p% = 1 atm dari hukum boyle! pada suhu tetap hubungan yang p# = 2 p% = % atm berlaku adalah : p%'v% = p#'v# t = 1/". v# = = v% = 1l = % liter v# =3'? jadi! volum gas sekarang adalah % liter' hukum .harles hukum .harles berbunyi volum gas berbanding lurus dengan suhu mutlak! selama massa dan tekanan gas dijaga konstan! dikemukakan oleh ja.4ues .harles tahun %/)/' dengan demikian volum dan suhu suatu gas pada tekanan konstan adalah berbanding lurus dan se.ara matematis kesebandingan tersebut dapat dituliskan sebagai berikut' v = kt! dengan k adalah konstanta kemudian untuk gas dalam suatu -adah yang mengalami perubahan volum dan suhu dari keadaan % ke keadaan # saat tekanan dan massa dijaga konstan! dapat dirumuskan berikut : = dengan v% = volum gas mula+mula (m&) v# = volum gas akhir (m&) t% = suhu gas mula+mula (k) t# = suhu gas akhir (k) .ontoh soal gas dalam ruang tertutup memiliki volum % liter pada tekanan %" atm dan suhu 1/".' gas dipanaskan pada tekanan tetap sehingga suhunya menjadi //".' berapakah volum gas sekarang? pembahasan p = %" atm pada tekanan tetap berlaku hubungan seperti berikut' v% = %l = t% = 1/". = &#" k = 5 v# = = %!"01 liter

t# = //". = &6" k jadi! volum gas sekarang adalah %!"01 liter hukum gay lussa. pada volume konstan! tekanan gas berbanding lurus dengan suhu mutlak gas' hubungan ini dikenal dengan julukan hukum gay+lussa.! dinyatakan oleh joseph gey lussa. (%//)+ %)6")' se.ara matematis ditulis sebagai berikut : atau p = .'t = . ===7 v = tetap untuk gas dalam suatu -adah yang mengalami pemanasan dengan volum dijaga tetap! pada proses % dan # hukum gey lussa. dapat ditulis seperti berikut : = ===7 v = tetap dengan p% = tekanan mula+mula (atm) p# = tekanan akhir (atm) t% = suhu mutlak mula+mula (k) t# = suhu akhir (k) .ontoh soal gas dalam ruang tertutup memiliki volum #!6 liter! tekanan # atm! dan suhu #/".' berapakah tekanan gas tersebut jika suhu dinaikan menjadi /". pada volum tetap? pembahasan : v = #!6 l pada volum tetap berlaku hukum gey lussa.! p% = # atm = ==7 p# = p% ==7 p# = $ # t% = #/". = &""k p# = #'#/ atm t# = /". = &1"k jadi! tekanan gas pada suhu /". adalah #!#/ atm hukum boyle+gay lussa. suatu rumus turunan dari perkembangan dari hukum boyle dan gay lussa. yaitu persamaan keadaan gas yang lebih umum yang menghubungkan besaran tekanan! volum! dan suhu dalam berbagai keadaaa! sehingga memperoleh persamaan berikut : = . apabila dalam dua keadaan maka dapat ditulis dengan = keterangan p% = tekanan gas mula+mula (n(m#) v% = volum gas mula+mula (m&) t% = suhu mutlak gas mula+mula (k) p# = tekanan gas akhir (n(m#) v# = volum gas akhir (m&) t# = suhu mutlak gas akhir (k) .ontoh soal massa jenis suatu gas pada suhu t dan tekanan p adalah p' jika tekanan gas tersebut dijadikan #p dan suhunya diturunkan menjadi "!6 t' tentukanlah massa jenis akhir? pembahasan : p% = p p# = #p t% = t t# = "!6t v% = v# = teori termodinamika

pada termodinamika terdapat empat proses yaitu isobarik! isothermal! iskhorik! adiabatik' proses+proses tersebut digunakan di dalam hukum i termodinamika' proses isobarik (tekanan selalu konstan) dalam proses isobarik! tekanan sistem dijaga agar selalu konstan' karena yang konstan adalah tekanan! maka perubahan energi dalam (delta u)! kalor (4) dan kerja (-) pada proses isobarik tidak ada yang bernilai nol' dengan demikian! persamaan hukum pertama termodinamika tetap utuh seperti semula : perubahan tekanan dan volume gas pada proses isobarik digambarkan melalui gra,ik di ba-ah : mula+mula volume sistem = v% (volume ke.il)' karena tekanan dijaga agar selalu konstan maka setelah kalor ditambahkan pada sistem! sistem memuai dan melakukan kerja terhadap lingkungan' setelah melakukan kerja terhadap lingkungan! volume sistem berubah menjadi v# (volume sistem bertambah)' besarnya kerja (-) yang dilakukan sistem = luasan yang diarsir' proses isotermal (suhu selalu konstan) dalam proses isotermal! suhu sistem dijaga agar selalu konstan! suhu gas ideal berbanding lurus dengan energi dalam gas ideal (u = &(# nrt)' karena t tidak berubah maka u juga tidak berubah' dengan demikian! jika diterapkan pada proses isotermal! persamaan hukum pertama termodinamika akan berubah bentuk seperti ini : dari hasil ini! kita bisa menyimpulkan bah-a pada proses isotermal (suhu konstan)! kalor (4) yang ditambahkan pada sistem digunakan sistem untuk melakukan kerja (-)' perubahan tekanan dan volume sistem pada proses isotermal digambarkan melalui gra,ik di ba-ah : mula+mula volume sistem = v% (volume ke.il) dan tekanan sistem = p% (tekanan besar)' agar suhu sistem selalu konstan maka setelah kalor ditambahkan pada sistem! sistem memuai dan melakukan kerja terhadap lingkungan' setelah sistem melakukan kerja terhadap lingkungan! volume sistem berubah menjadi v# (volume sistem bertambah) dan tekanan sistem berubah menjadi p# (tekanan sistem berkurang)' bentuk gra,ik melengkung karena tekanan sistem tidak berubah se.ara teratur selama proses' besarnya kerja yang dilakukan sistem = luasan yang diarsir' proses isokorik (volume selalu konstan) dalam proses isokorik! volume sistem dijaga agar selalu konstan' maka sistem tidak bisa melakukan kerja pada lingkungan' demikian juga sebaliknya! lingkungan tidak bisa melakukan kerja pada sistem' jika diterapkan pada proses isokorik! persamaan hukum pertama termodinamika akan berubah bentuk seperti ini : dari hasil ini! kita bisa menyimpulkan bah-a pada proses isokorik (volume konstan)! kalor (4) yang ditambahkan pada sistem digunakan untuk menaikkan energi dalam sistem' perubahan tekanan dan volume sistem pada proses isokorik digambarkan melalui gra,ik di ba-ah : mula+mula tekanan sistem = p% (tekanan ke.il)' adanya tambahan kalor pada sistem menyebabkan energi dalam sistem bertambah' karena energi dalam sistem bertambah maka suhu sistem (gas ideal) meningkat (u = &(# nrt)' suhu berbanding lurus dengan tekanan' karenanya! jika suhu sistem meningkat! maka tekanan sistem bertambah (p#)'

karena volume sistem selalu konstan maka tidak ada kerja yang dilakukan (tidak ada luasan yang diarsir)' proses adiabatik dalam proses adiabatik! tidak ada kalor yang ditambahkan pada sistem atau meninggalkan sistem (4 = ")' proses adiabatik bisa terjadi pada sistem tertutup yang terisolasi dengan baik' untuk sistem tertutup yang terisolasi dengan baik! biasanya tidak ada kalor yang dengan seenaknya mengalir ke dalam sistem atau meninggalkan sistem' proses adiabatik juga bisa terjadi pada sistem tertutup yang tidak terisolasi' untuk kasus ini! proses harus dilakukan dengan sangat .epat sehingga kalor tidak sempat mengalir menuju sistem atau meninggalkan sistem' jika diterapkan pada proses adiabatik! persamaan hukum pertama termodinamika akan berubah bentuk seperti ini : apabila sistem ditekan dengan .epat (kerja dilakukan terhadap sistem)! maka kerja bernilai negati,' karena - negati,! maka u bernilai positi, (energi dalam sistem bertambah)' sebaliknya jika sistem berekspansi atau memuai dengan .epat (sistem melakukan kerja)! maka - bernilai positi,' karena - positi,! maka u bernilai negati, (energi dalam sistem berkurang)' energi dalam sistem (gas ideal) berbanding lurus dengan suhu (u = &(# nrt)! karenanya jika energi dalam sistem bertambah maka sistem juga bertambah' sebaliknya! jika energi dalam sistem berkurang maka suhu sistem berkurang' perubahan tekanan dan volume sistem pada proses adiabatik digambarkan melalui gra,ik di ba-ah : kurva adiabatik pada gra,ik ini (kurva %+#) lebih .uram daripada kurva isotermal (kurva %+&)' perbedaan ke.uraman ini menunjukkan bah-a untuk kenaikan volume yang sama! tekanan sistem berkurang lebih banyak pada proses adiabatik dibandingkan dengan proses isotermal' tekanan sistem berkurang lebih banyak pada proses adiabatik karena ketika terjadi pemuaian adiabatik! suhu sistem juga berkurang' suhu berbanding lurus dengan tekanan! karenanya apabila suhu sistem berkurang! maka tekanan sistem juga berkurang' sebaliknya pada proses isotermal! suhu sistem selalu konstan' dengan demikian pada proses isotermal suhu tidak ikut mempengaruhi penurunan tekanan' da,tar pustaka hilman! setia-an' #""/',isika untuk sma dan ma kelas $i' piranti darma kalokatama'jakarta'

Hukum Keadaan Standar 0an Hukum Gas <deal Kata Kun2i, 2airan" Gas <deal" Hukum Keadaan Standar" padatan 0itulis oleh )atna dkk pada %'-7=-'77E Hukum Keadaan Standar Untuk melakukan pengukuran terhadap !olume gas" diperlukan suatu keadaan standar untuk digunakan sebagai titik a2uan Keadaan ini yang #uga dikenal sebagai S6(Standart 6emperature and -ressure) yaitu keadaan dimana gas mempunyai tekanan sebesar % atm (:*7 mmHg) dan suhu KB (':+"%> K) Satu mol gas ideal" yaitu gas yang memenuhi ketentuan semua hukum-hukum gas akan mempunyai !olume sebanyak ''"=%= liter pada keadaan standar ini

Hukum Gas <deal 0efinisi mikroskopik gas ideal" antara lain, Suatu gas yang terdiri dari partikel-partikel yang dinamakan molekul Molekul-molekul bergerak se2ara serampangan dan memenuhi hukum-hukum gerak 3e(ton ?umlah seluruh molekul adalah besar .olume molekul adalah pe2ahan ke2il yang diabaikan dari !olume yang ditempati oleh gas tersebut 6idak ada gaya yang 2ukup besar yang beraksi pada molekul tersebut ke2uali selama tumbukan 6umbukannya elastik (sempurna) dan ter#adi dalam (aktu yang sangat singkat Gambaran Gas <deal Apabila #umlah gas dinyatakan dalam mol (n)" maka suatu bentuk persamaan umum mengenai sifat-sifat gas dapat diformasikan Sebenarnya hukum A!ogadro menyatakan bah(a % mol gas ideal mempunyai !olume yang sama apabila suhu dan tekanannya sama 0engan menggabungkan persamaan Boyle" Bharles dan persamaan A!ogadro akan didapat sebuah persamaan umum yang dikenal sebagai persamaan gas ideal

atau -. 1 n)6 ) adalah konstanta kesebandingan dan mempunyai suatu nilai tunggal yang berlaku untuk semua gas yang bersifat ideal -ersamaan di atas akan sangat berguna dalam perhitungan-perhitungan !olume gas 3ilai numerik dari konstanta gas dapat diperoleh dengan mengasumsikan gas berada pada keadaan S6-" maka,

0alam satuan S<" satuan tekanan harus dinyatakan dalam 3m-' dan karena % atm eki!alen dengan %7%"+'> 3m-'" maka dengan menggunakan persamaan diatas dapat diperoleh harga ) dalam satuan S<" sebagai berikut,

Bontoh , Balon 2ua2a yang diisi dengan helium mempunyai !olume %"7 J %7= C pada %"77 atm dan +7 KB Balon ini sampai ketinggian yang tekanannya turun men#adi 7"* atm dan suhunya -'7KB Berapa !olume balon sekarangI Andaikan balon melentur sedemikian sehingga tekanan di dalam tetap mendekati tekanan di luar -enyelesaian,

Karena #umlah helium tidak berubah" kita dapat menentukan n% sama dengan n' dan menghapusnya dari persamaan gas ideal men#adi,

6ekanan dan Suhu 6ekanan

6ekanan gas adalah gaya yang diberikan oleh gas pada satu satuan luas dinding (adah 6orri2elli (Gambar % %:)" ilmuan dari <talia yang men#adi asisten Galileo adalah orang pertama yang melakukan penelitian tentang tekanan gas ia menutup tabung ka2a pan#ang di satu u#ungnya dan mengisi dengan merkuri Kemudian ia menutup u#ung yang terbuka dengan ibu #arinya" membalikkan tabung itu dan men2elupkannya dalam mangkuk berisi merkuri" dengan hati-hati agar tidak ada udara yang masuk Merkuri dalam tabung turun" meninggalkan ruang yang nyaris hampa pada u#ung yang tertutup" tetapi tidak semuanya turun dari tabung Merkuri ini berhenti #ika men2apai :* 2m di atas aras merkuri dalam mangkuk (seperti pada gambar diba(ah) 6ori2elli menun#ukkan bah(a tinggi aras yang tepat sedikit beragam dari hari ke hari dan dari satu tempat ke tempat yang lain" hal ini ter#adi karena dipengaruhi oleh atmosfer bergantung pada 2ua2a ditempat tersebut -eralatan sederhana ini yang disebut Barometer Barometer Hubungan antara temuan 6ori2elli dan tekanan atmosfer dapat dimengerti berdasarkan hokum kedua 3e(ton mengenai gerakan" yang menyatakan bah(a, Gaya 1 massa J per2epatan F1mJa 0engan per2epatan benda (a) adalah la#u yang mengubah ke2epatan Semua benda saling tarik-menarik karena gra!itasi" dan gaya tarik mempengaruhi per2epatan setiap benda -er2epatan baku akibat medan gra!itasi bumi (biasanya dilambangkan dengan g" bukannya a) ialah g 1 E"87**> m s-' 6elah disebutkan di atas bah(a tekanan adalah gaya persatuan luas" sehingga ,

Karena !olume merkuri dalam tabung adalah

Suhu 0alam kehidupan sehari-hari kita dapat merasakan panas atau dingin Kita bisa mendeskripsikan bah(a kutub utara mempunyai suhu yang sangat dingin atau mendeskripsikan bah(a Surabaya atau ?akarta mempunyai suhu yang panas pada siang hari <lustrasi diatas merupakan dua ekspresi dari suhu" akan tetapi apakah kita tau definisi dari suhu itu sendiriI 0efinisi suhu merupakan hal yang sepele tapi sulit untuk disampaikan tetapi lebih mudah untuk dideskripsikan -enelitian pertama mengenai suhu dilakukan oleh ilmuan -eran2is yang bernama ?a2Lues Bharles Bampuran Gas -engamatan pertama mengenai perilaku 2ampuran gas dalam sebuah (adah dilakukan oleh 0alton (Gambar % %E)" ia menyatakan bah(a tekanan total" -tol" adalah #umlah tekanan parsial setiap gas -ernyataan ini selan#utnya disebut sebagai Hukum 0alton" hukum ini berlaku untuk gas dalam keadaan ideal 6ekanan parsial setiap komponen dalam 2ampuran gas ideal ialah tekanan total dikalikan dengan fraksi mol komponen tersebut

6ekanan total dan parsial Bontoh , Berapa tekanan total dalam (adah (2ontainer) yang mengandung, Metana dengan tekanan parsial 7 :> atm" Hidrogen dengan tekanan parsial 7 =7 atm -ropana dengan tekanan parsial 7 >7 atmI

-tot 1 -metana M -hidrogen M -propana -tot 1 7 :> atm M 7 =7 atm M 7 >7 atm -tot 1 % *> atm -adatan" Bairan Gas" 2airan" dan padatan dibedakan" yang pertama atas dasar struktur fisik dan sifat kimianya(Gambar % '% H % '+) Struktur fisik mempengaruhi interaksi antara partikelpartikel dan partikellingkungan Gambaran mengenai fase gas telah diilustrasikan pada sub-bab sebelumnya -ada sub-bab ini" pembahasan akan dititikberatkan pada fase 2airan dan padatan Bairan Se2ara umum 2iri-2iri fase 2airan berada diantara fase gas dan fase padat" antara lain , Mempunyai kerapatan yang lebih tinggi bila dibanding dengan gas" namun lebih rendah bila dibandingkan dengan padatan ?arak antar partikel lebih dekat dekat Merupakan fase yang terkondensasi Merupakan fase yang bisa dikatakan tidak terkompresi Bentuk 2airan akan menyesuaikan dengan (adahnya -engamatan fisik dari fase 2air dapat dilihat pada gambar struktur molekul dalam subbab sebelumnya -adatan Sedangkan 2iri-2iri fase padat" antara lain , Kerapatannya sangat tinggi" #auh lebih tinggi daripada gas dan 2airan ?arak antar partikel sangat dekat Merupakan fase yang terkondensasi Merupakan fase yang bisa dikatakan tidak terkompresi Mampu mempertahankan bentuknya Berikut ini adalah gambar beberapa 2ontoh padatan, Hukum gas ideal 0itulis oleh 4oshito 6akeu2hi pada %%-78-'778 Gas merupakan satu dari tiga (u#ud Dat dan (alaupun (u#ud ini merupakan bagian tak terpisahkan dari studi kimia" bab ini terutama hanya akan membahasa hubungan antara !olume" temperatur dan tekanan baik dalam gas ideal maupun dalam gas nyata" dan teori kinetik molekular gas" dan tidak se2ara langsung kimia Bahasan utamanya terutama tentang perubahan fisika" dan reaksi kimianya tidak didisuksikan 3amun" sifat fisik gas bergantung pada struktur molekul gasnya dan sifat kimia gas #uga bergantung pada strukturnya -erilaku gas yang ada sebagai molekul tunggal adalah 2ontoh yang baik kebergantungan sifat makroskopik pada struktur mikroskopik a Sifat gas Sifat-sifat gas dapat dirangkumkan sebagai berikut Gas bersifat transparan Gas terdistribusi merata dalam ruang apapun bentuk ruangnya

Gas dalam ruang akan memberikan tekanan ke dinding .olume se#umlah gas sama dengan !olume (adahnya Bila gas tidak di(adahi" !olume gas akan men#adi tak hingga besarnya" dan tekanannya akan men#adi tak hingga ke2ilnya Gas berdifusi ke segala arah tidak peduli ada atau tidak tekanan luar Bila dua atau lebih gas ber2ampur" gas-gas itu akan terdistribusi merata Gas dapat ditekan dengan tekanan luar Bila tekanan luar dikurangi" gas akan mengembang Bila dipanaskan gas akan mengembang" bila didinginkan akan mengkerut 0ari berbagai sifat di atas" yang paling penting adalah tekanan gas Misalkan suatu 2airan memenuhi (adah Bila 2airan didinginkan dan !olumenya berkurang" 2airan itu tidak akan memenuhi (adah lagi 3amun" gas selalu akan memenuhi ruang tidak peduli berapapun suhunya 4ang akan berubah adalah tekanannya Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan gas adalah manometer -rototipe alat pengukur tekanan atmosfer" barometer" di2iptakan oleh 6orri2elli 6ekanan didefinisikan gaya per satuan luas" #adi tekanan 1 gaya5luas 0alam S<" satuan gaya adalah 3e(ton (3)" satuan luas m'" dan satuan tekanan adalah -as2al (-a) % atm kira-kira sama dengan tekanan %7%+ h-a % atm 1 %"7%+'> J %7> -a 1 %7%+"'> h-a 3amun" dalam satuan non-S< unit" 6orr" kira-kira %5:*7 dari % atm" sering digunakan untuk mengukur perubahan tekanan dalam reaksi kimia b .olume dan tekanan Fakta bah(a !olume gas berubah bila tekanannya berubah telah diamati se#ak abad %: oleh 6orri2elli dan filsuf 5saintis -eran2is Blase -as2al (%*'+-%**') Boyle mengamati bah(a dengan mengenakan tekanan dengan se#umlah !olume tertentu merkuri" !olume gas" yang ter#ebak dalam tabung delas yang tertutup di salah satu u#ungnya" akan berkurang 0alam per2obaan ini" !olume gas diukur pada tekanan lebih besar dari % atm Boyle membuat pompa !akum menggunakan teknik ter2angih yang ada (aktu itu" dan ia mengamati bah(a gas pada tekanan di ba(ah % atm akan mengembang Setelah ia melakukan banyak per2obaan" Boyle mengusulkan persamaan (* %) untuk menggambarkan hubungan antara !olume . dan tekanan - gas Hubungan ini disebut dengan hukum Boyle -. 1 k (suatu tetapan) (* %) -enampilan grafis dari per2obaan Boyle dapat dilakukan dengan dua 2ara Bila - diplot sebagai ordinat dan . sebagai absis" didapatkan hiperbola (Gambar * %(a)) Kedua bila . diplot terhadap %5-" akan didapatkan garis lurus (Gambar * %(b))

(a) -lot hasil per2obaanA tekanan !s !olume (b) -lot hasil per2obaanA !olume !s %5tekanan Batat bah(a kemiringan k tetap .olume dan temperatur Setelah lebih dari satu abad penemuan Boyle ilmu(an mulai tertarik pada hubungan antara !olume dan temperatur gas Mungkin karena balon termal men#adi topik pembi2araan di kotakota (aktu itu Kimia(an -eran2is ?a2Lues AleJandre BNsar Bharles (%:=*-%8'+)" seorang na!igator balon yang terkenal pada (aktu itu" mengenali bah(a" pada tekanan tetap" !olume gas akan meningkat bila temperaturnya dinaikkan Hubungan ini disebut dengan hukum Bharles" (alaupun datanya sebenarnya tidak kuantitatif Gay-Cussa2 lah yang kemudian memplotkan !olume gas terhadap temperatur dan mendapatkan garis lurus (Gambar * ') Karena alasan ini hukum Bharles sering dinamakan hukum Gay-Cussa2 Baik hukum Bharles dan hukum Gay-Cussa2 kira-kira diikuti oleh semua gas selama tidak ter#adi pengembunan

-embahasan menarik dapat dilakukan dengan hukum Bharles 0engan mengekstrapolasikan plot !olume gas terhadap temperatur" !olumes men#adi nol pada temperatur tertentu Menarik bah(a temperatur saat !olumenya men#adi nol sekiatar -':+KB (nilai tepatnya adalah -':+ ' KB) untuk semua gas <ni mengindikasikan bah(a pada tekanan tetap" dua garis lurus yang didapatkan dari pengeplotan !olume .% dan .' dua gas % dan ' terhadap temperatur akan berpotongan di . 1 7

Fisika(an <nggris Cord Kel!in (@illiam 6homson (%8'=-%E7:)) megusulkan pada temperatur ini temperatur molekul gas men#adi setara dengan molekul tanpa gerakan dan dengan demikian !olumenya men#adi dapat diabaikan dibandingkan dengan !olumenya pada temperatur kamar" dan ia mengusulkan skala temperatur baru" skala temperatur Kel!in" yang didefinisikan dengan persamaan berikut ':+"' M KB 1 K (* ') Kini temperatur Kel!in K disebut dengan temperatur absolut" dan 7 K disebut dengan titik nol absolut 0engan menggunakan skala temperatur absolut" hukum Bharles dapat diungkapkan dengan persamaan sederhana . 1 b6 (K) (* +) dengan b adalah konstanta yang tidak bergantung #enis gas Menurut Kel!in" temperatur adalah ukuran gerakan molekular 0ari sudut pandang ini" nol absolut khususnya menarik karena pada temperatur ini" gerakan molekular gas akan berhenti 3ol absolut tidak pernah di2apai dengan per2obaan 6emperatur terendah yang pernah di2apai adalah sekitar 7"77777% K A!ogadro menyatakan bah(a gas-gas ber!olume sama" pada temperatur dan tekanan yang sama" akan mengandung #umlah molekul yang sama (hukum A!ogadroA Bab % '(b)) Hal ini sama dengan menyatakan bah(a !olume real gas apapun sangat ke2il dibandingkan dengan !olume yang ditempatinya Bila anggapan ini benar" !olume gas sebanding dengan #umlah molekul gas dalam ruang tersebut ?adi" massa relatif" yakni massa molekul atau massa atom gas" dengan mudah didapat d -ersamaan gas ideal ;sensi ketiga hukum gas di atas dirangkumkan di ba(ah ini Menurut tiga hukum ini" hubungan antara temperatur 6" tekanan - dan !olume . se#umlah n mol gas dengan terlihat 6iga hukum Gas Hukum Boyle, . 1 a5- (pada 6" n tetap) Hukum Bharles, . 1 b 6 (pada -" n tetap) Hukum A!ogadro, . 1 2 n (pada 6" - tetap) ?adi" . sebanding dengan 6 dan n" dan berbanding terbalik pada - Hubungan ini dapat digabungkan men#adi satu persamaan, . 1 )6n5- (* =) atau -. 1 n)6 (* >) ) adalah tetapan baru -ersamaan di atas disebut dengan persamaan keadaan gas ideal atau lebih sederhana persamaan gas ideal 3ilai ) bila n 1 % disebut dengan konstanta gas" yang merupakan satu dari konstanta fundamental fisika 3ilai ) beragam bergantung pada satuan yang digunakan 0alam sistem metrik" ) 1 8"'7>* J%7H' dm+ atm mol-% K-% Kini" nilai ) 1 8"+%=> ? mol-% K-% lebih sering digunakan Catihan * % -ersamaan gas ideal Sampel metana bermassa 7"7* g memiliki !olume E>7 2m+ pada temperatur '>KB 6entukan tekanan gas dalam -a atau atm) ?a(ab, Karena massa molekul BH= adalah %*"7=" #umlah Dat n diberikan sebagai n 1 7"*7 g5%*"7= g mol-% 1 +":= J %7-' mol Maka" - 1 n)65. 1 (+":= J%7-' mol)(8"+%= ?

mol-% K-%) ('E8 K)5 E>7 J %7-* m+)1 E":> J %7= ? m-+ 1 E":> J %7= 3 m-'1 E":> J %7= -a 1 7"E*' atm 0engan bantuan tetapan gas" massa molekul relatif gas dapat dengan mudah ditentukan bila massa (" !olume . dan tekanan - diketahui nilainya Bila massa molar gas adalah M (g mol-%)" akan diperoleh persamaan (* *) karena n 1 (5M -. 1 ()65M (* *) maka M 1 ()65-. (* :) Catihan * ' Massa molekular gas Massa (adah tertutup dengan !olume 7">77 dm+ adalah +8":+=7 g" dan massanya meningkat men#adi +E"+%+> g setelah (adah diisi dengan udara pada temperatur '= KB dan tekanan % atm 0engan menganggap gas ideal (berlaku persamaan (* >))" hitung 9seolah9 massa molekul udara ?a(ab, '8"' Karena ini sangat mudah detail penyelesaiannya tidak diberikan Anda dapat mendapatkan nilai yang sama dari komposisi udara (kira-kira 3',G' 1 =,%) e Hukum tekanan parsial 0alam banyak kasus Anda tidak akan berhadapan dengan gas murni tetapi dengan 2ampuran gas yang mengandung dua atau lebih gas 0alton tertarik dengan masalah kelembaban dan dengan demikian tertarik pada udara basah" yakni 2ampuran udara dengan uap air <a menurunkan hubungan berikut dengan menganggap masing-masing gas dalam 2ampuran berperilaku independen satu sama lain Anggap satu 2ampuran dua #enis gas A (nA mol) dan B (nB mol) memiliki !olume . pada temperatur 6 -ersamaan berikut dapat diberikan untuk masing-masing gas pA 1 nA)65. (* 8) pB 1 nB)65. (* E) pA dan pB disebut dengan tekanan parsial gas A dan gas B 6ekanan parsial adalah tekanan yang akan diberikan oleh gas tertentu dalam 2ampuran seandainya gas tersebut sepenuhnya mengisi (adah 0alton meyatakan hukum tekanan parsial yang menyatakan tekanan total - gas sama dengan #umlah tekanan parsial kedua gas ?adi" - 1 pA M pB 1 (nA M nB))65. (* %7) Hukum ini mengindikasikan bah(a dalam 2ampuran gas masing-masing komponen memberikan tekanan yang independen satu sama lain @alaupun ada beberapa gas dalam (adah yang sama" tekanan yang diberikan masing-masing tidak dipengaruhi oleh kehadiran gas lain Bila fraksi molar gas A" JA" dalam 2ampuran JA 1 nA5(nA M nB)" maka pA dapat #uga dinyatakan dengan JA pA 1 $nA5(nA M nB)&- (* %%) 0engan kata lain" tekanan parsial setiap komponen gas adalah hasil kali fraksi mol" JA" dan tekanan total 6ekanan uap #enuh (atau dengan singkat disebut tekanan #enuh) air disefinisikan sebagai tekanan parsial maksimum yang dapat diberikan oleh uap air pada temperatur tertentu dalam 2ampuran air dan uap air Bila terdapat lebih banyak uap air" semua air tidak dapat bertahan di uap dan sebagian akan mengembun Catihan * + Hukum tekanan parsial

Sebuah (adah ber!olume +"7 dm+ mengandung karbon dioksida BG' pada tekanan '77 k-a" dansatu lagi (adah ber!olume %"7 dm+ mengandung 3' pada tekanan +77 k-a Bila kedua gas dipindahkan ke (adah %"> dm+ Hitung tekanan total 2ampuran gas 6emperatur dipertahankan tetap selama per2obaan ?a(ab, 6ekanan parsial BG' akan men#adi =77 k-a karena !olume (adah baru %5' !olume (adah sementara tekanan 3' adalah +77 J ('5+) 1 '77 k-a karena !olumenya kini hanya '5+ !olume a(alnya Maka tekanan totalnya =77 M '77 1 *77 k-a Hukum gas ideal (persamaan keadaan gas ideal)

-engantar -ada pembahasan sebelumnya (hukum-hukum gas H persamaan keadaan) Mr GDan sudah men#elaskan se2ara pan#ang pendek mengenai hukum om Boyle" hukum om Bharles dan hukum om Gay-Cussa2 Ketiga hukum gas ini baru men#elaskan hubungan antara suhu" !olume dan tekanan gas se2ara terpisah Hukum om obet Boyle hanya men#elaskan hubungan antara 6ekanan dan !olume gas Hukum om Bharles hanya men#elaskan hubungan antara !olume dan suhu gas Hukum om Gay-Cussa2 hanya men#elaskan hubungan antara suhu dan tekanan gas -erlu diketahui bah(a ketiga hukum ini hanya berlaku untuk gas yang memiliki tekanan dan massa #enis yang tidak terlalu besar Ketiga hukum ini #uga hanya berlaku untuk gas yang suhunya tidak mendekati titik didih Gya" yang dimaksudkan dengan gas di sini adalah gas yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari <stilah kerennya gas riil alias gas nyataO misalnya oksigen" nitrogen dkkO Karena hukum om obet Boyle" hukum om Bharles dan hukum om Gay-Cussa2 tidak berlaku untuk semua kondisi gas maka analisis kita akan men#adi lebih sulit Untuk mengatasi hal ini (maksudnya untuk mempermudah analisis)" kita bisa membuat suatu model gas ideal alias gas sempurna Gas ideal tidak ada dalam kehidupan sehari-hariA yang ada dalam kehidupan sehari-hari 2uma gas riil alias gas nyata Gas ideal 2uma bentuk sempurna yang senga#a kita buat untuk mempermudah analisis" mirip seperti konsep benda tegar atau fluida ideal <lmu fisika tuh aneh-anehO dari pada bikin ribet dan pusink sendiri lebih baik 2ari sa#a pendekatan yang lebih mudah Kita bisa menganggap hukum Boyle" hukum Bharles dan hukum Gay-Cusa2 berlaku pada semua kondisi gas ideal" baik ketika tekanan dan massa #enis gas sangat tinggi atau suhu gas mendekati titik didih Adanya konsep gas ideal ini #uga sangat membantu kita dalam menin#au hubungan antara ketiga hukum gas tersebut Biar dirimu lebih nyambung" Mr GDan tulis kembali penyataan hukum Boyle" hukum Bharles dan hukum Gay-Cussa2 Hukum Boyle

Berdasarkan per2obaan yang dilakukannya" om )obert Boyle menemukan bah(a apabila suhu gas di#aga agar selalu konstan" maka ketika tekanan gas bertambah" !olume gas semakin berkurang 0emikian #uga sebaliknya ketika tekanan gas berkurang" !olume gas semakin bertambah <stilah kerennya tekanan gas berbanding terbalik dengan !olume gas Hubungan ini dikenal dengan #ulukan Hukum Boyle Se2ara matematis ditulis sebagai berikut ,

Keterangan ,

Hukum Bharles Seratus tahun setelah om Gbet Boyle menemukan hubungan antara !olume dan tekanan" seorang ilmu(an berkebangsaan -eran2is yang bernama om ?a2Lues Bharles (%:=*%8'+) menyelidiki hubungan antara suhu dan !olume gas Berdasarkan hasil per2obaannya" om Bale menemukan bah(a apabila tekanan gas di#aga agar selalu konstan" maka ketika suhu mutlak gas bertambah" !olume gas pun ikt'an bertambah" sebaliknya ketika suhu mutlak gas berkurang" !olume gas #uga ikut'an berkurang Hubungan ini dikenal dengan #ulukan hukum Bharles Se2ara matematis ditulis sebagai berikut ,

Hukum Gay-Cussa2 Setelah om obet Boyle dan om Bharles mengabadikan namanya dalam ilmu fisika" om ?oseph Gay-Cussa2 pun tak mau ketinggalan Berdasarkan per2obaan yang dilakukannya" om ?ose menemukan bah(a apabila !olume gas di#aga agar selalu konstan" maka ketika tekanan gas bertambah" suhu mutlak gas pun ikut'an bertambah 0emikian #uga sebaliknya ketika tekanan gas berkurang" suhu mutlak gas pun ikut'an berkurang <stilah kerennya" pada !olume konstan" tekanan gas berbanding lurus dengan suhu mutlak gas Hubungan ini dikenal dengan #ulukan Hukum Gay-Cussa2 Se2ara matematis ditulis sebagai berikut ,

Hubungan antara suhu" !olume dan tekanan gas Hukum Boyle" hukum Bharles dan hukum Gay-Cussa2 baru menurunkan hubungan antara suhu" !olume dan tekanan gas se2ara terpisah Bagaimanapun ketiga besaran ini

memiliki keterkaitan erat dan saling mempengaruhi Karenanya" dengan berpedoman pada ketiga hukum gas di atas" kita bisa menurunkan hubungan yang lebih umum antara suhu" !olume dan tekanan gas Mr GDan tulis lagi ketiga perbandingan di atas biar dirimu lebih nyambung ,

?ika perbandingan %" perbandingan ' dan perbandingan + digabung men#adi satu" maka akan tampak seperti ini ,

-ersamaan ini menyatakan bah(a tekanan (-) dan !olume (.) sebanding dengan suhu mutlak (6) Sebaliknya" !olume (.) berbanding terbalik dengan tekanan (-) -erbandingan = bisa dioprek men#adi persamaan ,

Keterangan , -% 1 tekanan a(al (-a atau 35m') -' 1 tekanan akhir (-a atau 35m') .% 1 !olume a(al (m+) .' 1 !olume akhir (m+) 6% 1 suhu a(al (K) 6' 1 suhu akhir (K) (-a 1 pas2al" 3 1 3e(ton" m' 1 meter kuadrat" m+ 1 meter kubik" K 1 Kel!in) Bontoh soal ada di bagian akhir tulisan iniO 6uh di ba(ah Hubungan antara massa gas (m) dengan !olume (.) Se#auh ini kita baru menin#au hubungan antara suhu" !olume dan tekanan gas Massa gas masih diabaikanO Kok gas punya massa ya I yupDO Setiap Dat alias materi" termasuk Dat gas terdiri dari atom-atom atau molekul-molekul Karena atom atau molekul mempunyai massa maka tentu sa#a gas #uga mempunyai massa Kalau dirimu bingung" silahkan pela#ari lagi materi 6eori atom dan 6eori kinetik -ernah meniup balon I ketika dirimu meniup balon" semakin banyak udara yang dimasukkan" semakin kembung balon tersebut 0engan kata lain" semakin besar massa gas" semakin besar !olume balon Kita bisa mengatakan bah(a massa gas (m) sebanding alias berbanding lurus dengan !olume gas (.) Se2ara matematis ditulis seperti ini ,

?ika perbandingan = digabung dengan perbandingan > maka akan tampak seperti ini ,

?umlah mol (n) Sebelum melangkah lebih #auh" terlebih dahulu kita bahas konsep mol 0ari pada kelamaan" kita langsung ke sasaran sa#aO % mol 1 besarnya massa suatu Dat yang setara dengan massa molekul Dat tersebut Massa dan massa molekul tuh beda Biar paham" amati 2ontoh di ba(ahO Bontoh %" massa molekul gas Gksigen (G') 1 %* u M %* u 1 +' u (setiap molekul oksigen berisi ' atom Gksigen" di mana masing-masing atom Gksigen mempunyai massa %* u) 0engan demikian" % mol G' mempunyai massa +' gram Atau massa molekul G' 1 +' gram5mol 1 +' kg5kmol Bontoh '" massa molekul gas karbon monooksida (BG) 1 %' u M %* u 1 '8 u (setiap molekul karbon monooksida berisi % atom karbon (B) dan % atom oksigen (G) Massa % atom karbon 1 %' u dan massa % atom Gksigen 1 %* u %' u M %* u 1 '8 u) 0engan demikian" % mol BG mempunyai massa '8 gram Atau massa molekul BG 1 '8 gram5mol 1 '8 kg5kmol Bontoh +" massa molekul gas karbon dioksida (BG') 1 $%' u M (' J %* u)& 1 $%' u M +' u& 1 == u (setiap molekul karbon dioksida berisi % atom karbon (B) dan ' atom oksigen (G) Massa % atom Barbon 1 %' u dan massa % atom oksigen 1 %* u) 0engan demikian" % mol BG' mempunyai massa == gram Atau massa molekul BG' 1 == gram5mol 1 == kg5kmol Sebelumnya kita baru membahas definisi satu mol Sekarang giliran #umlah mol (n) -ada umumnya" #umlah mol (n) suatu Dat 1 perbandingan massa Dat tersebut dengan massa molekulnya Se2ara matematis ditulis seperti ini ,

Bontoh % , hitung #umlah mol pada *= gram G' Massa G' 1 *= gram Massa molekul G' 1 +' gram5mol

Bontoh ' , hitung #umlah mol pada '87 gram BG Massa BG 1 '87 gram Massa molekul BG 1 '8 gram5mol

Bontoh + , hitung #umlah mol pada %:* gram BG' Massa BG' 1 %:* gram Massa molekul BG' 1 == gram5mol

Konstanta gas uni!ersal ()) -erbandingan yang sudah diturunkan di atas (perbandingan *) bisa diubah men#adi persamaan dengan menambahkan konstanta perbandingan Bt(" berdasarkan penelitian yang dilakukan om-om ilmu(an" ditemukan bah(a apabila kita menggunakan #umlah mol (n) untuk menyatakan ukuran suatu Dat maka konstanta perbandingan untuk setiap gas memiliki besar yang sama Konstanta perbandingan yang dimaksud adalah konstanta gas uni!ersal ()) Uni!ersal 1 umum" #angan pake bingungO ) 1 8"+%> ?5mol K 1 8+%> k?5kmol K 1 7"78'% (C atm) 5 (mol K) 1 %"EE kal 5 mol K (? 1 ?oule" K 1 Kel!in" C 1 liter" atm 1 atmosfir" kal 1 kalori) HUKUM GAS <0;AC (dalam #umlah mol) Setelah terseok-seok" akhirnya kita tiba di penghu#ung a2ara pengoprekan rumus -erbandingan * (tuh di atas) bisa kita tulis men#adi persamaan" dengan memasukan #umlah mol (n) dan konstanta gas uni!ersal ())O -. 1 n)6 -ersamaan ini dikenal dengan #ulukan hukum gas ideal alias persamaan keadaan gas ideal Keterangan , - 1 tekanan gas (35m') . 1 !olume gas (m+) n 1 #umlah mol (mol) ) 1 konstanta gas uni!ersal () 1 8"+%> ?5mol K) 6 1 suhu mutlak gas (K) BA6A6A3 , -ertama" dalam penyelesaian soal" dirimu akan menemukan istilah S6- S6- tuh singkatan dari Standard 6emperature and -ressure Bahasanya orang buleO Kalau diter#emahkan ke dalam bahasa orang <ndonesia" S6- artinya 6emperatur dan 6ekanan Standar 6emperatur 1 suhu 6emperatur standar (6) 1 7 oB 1 ':+ K 6ekanan standar (-) 1 % atm 1 %"7%+ J %7> 35m' 1 %"7%+ J %7' k-a 1 %7% k-a Kedua" dalam menyelesaikan soal-soal hukum gas" suhu alias temperatur harus dinyatakan dalam skala Kel!in (K)

Ketiga" apabila tekanan gas masih berupa tekanan ukur" ubah terlebih dahulu men#adi tekanan absolut 6ekanan absolut 1 tekanan atmosfir M tekanan ukur (tekanan atmosfir 1 tekanan udara luar) Keempat" #ika yang diketahui adalah tekanan atmosfir (tidak ada tekanan ukur)" langsung oprek sa#a tuh soal Bontoh soal % , -ada tekanan atmosfir (%7% k-a)" suhu gas karbon dioksida 1 '7 oB dan !olumenya 1 ' liter Apabila tekanan diubah men#adi '7% k-a dan suhu dinaikkan men#adi =7 oB" hitung !olume akhir gas karbon dioksida tersebutO -anduan #a(aban , -% 1 %7% k-a -' 1 '7% k-a 6% 1 '7 oB M ':+ K 1 'E+ K 6' 1 =7 oB M ':+ K 1 +%+ K .% 1 ' liter .' 1 I 6umbangkan soal ,

.olume akhir gas karbon dioksida 1 %"7* liter Bontoh soal ' , 6entukan !olume ' mol gas pada S6- (anggap sa#a gas ini adalah gas ideal) -anduan #a(aban ,

.olume ' mol gas pada S6- (temperatur dan tekanan stadard) adalah =="8 liter Berapa !olume % mol gas pada S6- I itung sendiriO Bontoh soal + , .olume gas oksigen pada S6- 1 '7 m+ Berapa massa gas oksigen I -anduan #a(aban , .olume % mol gas pada S6- 1 ''"= liter 1 ''"= dm+ 1 ''"= J %7-+ m+ (''"= J %7-+ m+5mol) .olume gas oksigen pada S6- 1 '7 m+

Massa molekul oksigen 1 +' gram5mol (massa % mol oksigen 1 +' gram) 0engan demikian" massa gas oksigen adalah ,

Batatan , Kadang massa molekul disebut sebagai massa molar ?angan pake bingung" maksudnya sama sa#aO Massa molar 1 massa molekul Bontoh soal = ,

Sebuah tangki berisi = liter gas oksigen (G') Suhu gas oksigen tersebut 1 '7 oB dan tekanan terukurnya 1 '7 J %7> 35m' 6entukan massa gas oksigen tersebut (massa molekul oksigen 1 +' kg5kmol 1 +' gram5mol) -anduan #a(aban , - 1 -atm M -ukur 1 (% J %7> 35m') M ('7 J %7> 35m') 1 '% J %7> 35m' 6 1 '7 oB M ':+ 1 'E+ K . 1 = liter 1 = dm+ 1 = J %7-+ m+ ) 1 8"+%> ?5mol K 1 8"+%> 3m5mol K Massa molekul G' 1 +' gram5mol 1 +' kg5kmol Massa G' 1 I

Massa gas oksigen 1 %%7 gram 1 7"%% kg Guampang sekali khan I hiks'O Sering' latihan" biar mahir HUKUM GAS <0;AC (0alam #umlah molekul) Kalau sebelumnya Hukum gas ideal dinyatakan dalam #umlah mol (n)" maka kali ini hukum gas ideal dinyatakan dalam #umlah molekul (3) Sebelum menurunkan persamaannya" terlebih dahulu ba2a pesan-pesan berikut iniO Seperti yang telah Mr GDan #elaskan sebelumnya" apabila kita menyatakan ukuran Dat tidak dalam bentuk massa (m)" tapi dalam #umlah mol (n)" maka konstanta gas uni!ersal ()) berlaku untuk semua gas Hal ini pertama kali ditemukan oleh alhamrum Amedeo A!ogadro (%::*-%8>*)" mantan ilmu(an <talia Sekarang beliau sudah beristirahat di alam bakaO Almahrum A!ogadro mengatakan bah(a ketika !olume" tekanan dan suhu setiap gas sama" maka setiap gas tersebut memiliki #umlah molekul yang sama Kalimat yang di2etak tebal ini dikenal dengan #ulukan hipotesa A!ogadro (hipotesa 1 ramalan atau dugaan) Hipotesa almahrum A!ogadro ini sesuai dengan kenyataan bah(a konstanta ) sama untuk semua gas Berikut ini beberapa pembuktiannya , -ertama" #ika kita menyelesaikan soal menggunakan persamaan hukum gas ideal (-. 1 n)6)" kita akan menemukan bah(a ketika #umlah mol (n) sama" tekanan dan suhu #uga sama" maka !olume semua gas akan bernilai sama" apabila kita menggunakan konstanta

gas uni!ersal () 1 8"+%> ?5mol K) Karenanya dirimu #angan pake heran kalau pada S6-" setiap gas yang memiliki #umlah mol (n) yang sama akan memiliki !olume yang sama .olume % mol gas pada S6- 1 ''"= liter .olume ' mol gas 1 =="8 liter .olume + mol gas 1 *:"' liter 0an seterusnyaO ini berlaku untuk semua gas Kedua" #umlah molekul dalam % mol sama untuk semua gas ?umlah molekul dalam % mol 1 #umlah molekul per mol 1 bilangan a!ogadro (3A) ?adi bilangan A!ogadro bernilai sama untuk semua gas Besarnya bilangan A!ogadro diperoleh melalui pengukuran , 3A 1 *"7' J %7'+ molekul5mol 1 *"7' J %7'+ 5mol 1 *"7' J %7'* molekul5kmol 1 *"7' J %7'* 5kmol Untuk memperoleh #umlah total molekul (3)" maka kita bisa mengalikan #umlah molekul per mol (3A) dengan #umlah mol (n)

Kita oprek lagi persamaan Hukum Gas <deal ,

<ni adalah persamaan Hukum Gas <deal dalam bentuk #umlah molekul

Keterangan , - 1 6ekanan . 1 .olume 3 1 ?umlah total molekul k 1 Konstanta BoltDmann (k 1 %"+8 J %7-%+ ?5K) 6 1 Suhu -unya soal I Masukan sa#a melalui komentar" nanti Mr GDan oprekO Soalnya #angan banyak'O Berikut ini seperangkat peralatan perang dan amunisi yang mungkin dibutuhkan , .olume

% liter (C) 1 %777 mililiter (mC) 1 %777 2entimeter kubik (2m+) % liter (C) 1 % desimeter kubik (dm+) 1 % J %7-+ m+ 6ekanan % 35m' 1 % -a % atm 1 %"7%+ J %7> 35m' 1 %"7%+ J %7> -a 1 %"7%+ J %7' k-a 1 %7%"+ k-a (biasanya dipakai %7% k-a) -a 1 pas2al atm 1 atmosfir )eferensi Gian2oli" 0ouglas B " '77%" Fisika ?ilid < (ter#emahan)" ?akarta , -enerbit ;rlangga Halliday dan )esni2k" %EE%" Fisika ?ilid <" 6er#emahan" ?akarta , -enerbit ;rlangga 6ipler" - A "%EE8" Fisika untuk Sains dan 6eknik-?ilid < (ter#emahan)" ?akarta , -enebit ;rlangga 4oung" Hugh 0 P Freedman" )oger A " '77'" Fisika Uni!ersitas (ter#emahan)" ?akarta , -enerbit ;rlangga ((( gurumuda 2om Gas merupakan satu dari tiga (u#ud Dat dan (alaupun (u#ud ini merupakan bagian tak terpisahkan dari studi kimia" bab ini terutama hanya akan membahasa hubungan antara !olume" temperatur dan tekanan baik dalam gas ideal maupun dalam gas nyata" dan teori kinetik molekular gas" dan tidak se2ara langsung kimia Bahasan utamanya terutama tentang perubahan fisika" dan reaksi kimianya tidak didisuksikan 3amun" sifat fisik gas bergantung pada struktur molekul gasnya dan sifat kimia gas #uga bergantung pada strukturnya -erilaku gas yang ada sebagai molekul tunggal adalah 2ontoh yang baik kebergantungan sifat makroskopik pada struktur mikroskopik a Sifat gas Sifat-sifat gas dapat dirangkumkan sebagai berikut % Gas bersifat transparan ' Gas terdistribusi merata dalam ruang apapun bentuk ruangnya + Gas dalam ruang akan memberikan tekanan ke dinding = .olume se#umlah gas sama dengan !olume (adahnya Bila gas tidak di(adahi" !olume gas akan men#adi tak hingga besarnya" dan tekanannya akan men#adi tak hingga ke2ilnya > Gas berdifusi ke segala arah tidak peduli ada atau tidak tekanan luar * Bila dua atau lebih gas ber2ampur" gas-gas itu akan terdistribusi merata : Gas dapat ditekan dengan tekanan luar Bila tekanan luar dikurangi" gas akan mengembang 8 Bila dipanaskan gas akan mengembang" bila didinginkan akan mengkerut 0ari berbagai sifat di atas" yang paling penting adalah tekanan gas Misalkan suatu 2airan memenuhi (adah Bila 2airan didinginkan dan !olumenya berkurang" 2airan itu tidak akan memenuhi (adah lagi 3amun" gas selalu akan memenuhi ruang tidak peduli berapapun suhunya 4ang akan berubah adalah tekanannya Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan gas adalahm anometer -rototipe alat pengukur tekanan atmosfer"barom eter" di2iptakan oleh 6orri2elli 6ekanan didefinisikan gaya per satuan luas" #adi tekanan 1 gaya5luas 0alam S<" satuan gaya adalah 3e(ton (3)" satuan luas m'" dan satuan tekanan adalah

-as2al (-a) % atm kira-kira sama dengan tekanan %7%+ h-a % atm 1 %"7%+'> J %7> -a 1 %7%+"'> h-a 3amun" dalam satuan non-S< unit" 6orr" kira-kira %5:*7 dari % atm" sering digunakan untuk mengukur perubahan tekanan dalam reaksi kimia b .olume dan tekanan Fakta bah(a !olume gas berubah bila tekanannya berubah telah diamati se#ak abad %: oleh 6orri2elli dan filsuf 5saintis -eran2is Blase -as2al (%*'+-%**') Boyle mengamati bah(a dengan mengenakan tekanan dengan se#umlah !olume tertentu merkuri" !olume gas" yang ter#ebak dalam tabung delas yang tertutup di salah satu u#ungnya" akan berkurang 0alam per2obaan ini" !olume gas diukur pada tekanan lebih besar dari % atm Boyle membuat pompa !akum menggunakan teknik ter2angih yang ada (aktu itu" dan ia mengamati bah(a gas pada tekanan di ba(ah % atm akan mengembang Setelah ia melakukan banyak per2obaan" Boyle mengusulkan persamaan (* %) untuk menggambarkan hubungan antara !olume . dan tekanan - gas Hubungan ini disebut dengan hukum Boyle -. 1 k (suatu tetapan) (* %) -enampilan grafis dari per2obaan Boyle dapat dilakukan dengan dua 2ara Bila - diplot sebagai ordinat dan . sebagai absis" didapatkan hiperbola (Gambar * %(a)) Kedua bila . diplot terhadap %5-" akan didapatkan garis lurus (Gambar * %(b)) (a) -lot hasil per2obaanA tekanan !s !olume (b) -lot hasil per2obaanA !olume !s %5tekanan Batat bah(a kemiringan k tetap .olume dan temperatur Setelah lebih dari satu abad penemuan Boyle ilmu(an mulai tertarik pada hubungan antara !olume dan temperatur gas Mungkin karena balon termal men#adi topik pembi2araan di kotakota (aktu itu Kimia(an -eran2is ?a2Lues AleJandre BNsar Bharles (%:=*-%8'+)" seorang na!igator balon yang terkenal pada (aktu itu" mengenali bah(a" pada tekanan tetap" !olume gas akan meningkat bila temperaturnya dinaikkan Hubungan ini disebut dengan hukum Bharles" (alaupun datanya sebenarnya tidak kuantitatif Gay-Cussa2 lah yang kemudian memplotkan !olume gas terhadap temperatur dan mendapatkan garis lurus (Gambar * ') Karena alasan ini hukum Bharles sering dinamakan hukum Gay-Cussa2 Baik hukum Bharles dan hukum Gay-Cussa2 kira-kira diikuti oleh semua gas selama tidak ter#adi pengembunan -embahasan menarik dapat dilakukan dengan hukum Bharles 0engan mengekstrapolasikan plot !olume gas terhadap temperatur" !olumes men#adi nol pada temperatur tertentu Menarik bah(a temperatur saat !olumenya men#adi nol sekiatar -':+KB (nilai tepatnya adalah -':+ ' KB) untuk semua gas <ni mengindikasikan bah(a pada tekanan tetap" dua garis lurus yang didapatkan dari pengeplotan !olume .% dan .' dua gas % dan ' terhadap temperatur akan berpotongan di . 1 7 Fisika(an <nggris Cord Kel!in (@illiam 6homson (%8'=-%E7:)) megusulkan pada temperatur ini temperatur molekul gas men#adi setara dengan molekul tanpa gerakan dan dengan demikian !olumenya men#adi dapat diabaikan dibandingkan dengan !olumenya pada temperatur kamar" dan ia mengusulkan skala temperatur baru" skala temperatur Kel!in" yang didefinisikan dengan persamaan berikut ':+"' M KB 1 K (* ') Kini temperatur Kel!in K disebut dengan temperatur absolut" dan 7 K disebut dengan titik nol absolut 0engan menggunakan skala temperatur absolut" hukum Bharles dapat diungkapkan dengan persamaan sederhana

. 1 b6 (K) (* +) dengan b adalah konstanta yang tidak bergantung #enis gas Menurut Kel!in" temperatur adalah ukuran gerakan molekular 0ari sudut pandang ini" nol absolut khususnya menarik karena pada temperatur ini" gerakan molekular gas akan berhenti 3ol absolut tidak pernah di2apai dengan per2obaan 6emperatur terendah yang pernah di2apai adalah sekitar 7"77777% K A!ogadro menyatakan bah(a gas-gas ber!olume sama" pada temperatur dan tekanan yang sama" akan mengandung #umlah molekul yang sama (hukum A!ogadroA Bab % '(b)) Hal ini sama dengan menyatakan bah(a !olume real gas apapun sangat ke2il dibandingkan dengan !olume yang ditempatinya Bila anggapan ini benar" !olume gas sebanding dengan #umlah molekul gas dalam ruang tersebut ?adi" massa relatif" yakni massa molekul atau massa atom gas" dengan mudah didapat d -ersamaan gas ideal ;sensi ketiga hukum gas di atas dirangkumkan di ba(ah ini Menurut tiga hukum ini" hubungan antara temperatur 6" tekanan - dan !olume . se#umlah n mol gas dengan terlihat 6iga hukum Gas Hukum Boyle, . 1 a5- (pada 6" n tetap) Hukum Bharles, . 1 b 6 (pada -" n tetap) Hukum A!ogadro, . 1 2 n (pada 6" - tetap) ?adi" . sebanding dengan 6 dan n" dan berbanding terbalik pada - Hubungan ini dapat digabungkan men#adi satu persamaan, . 1 )6n5- (* =) atau -. 1 n)6 (* >) ) adalah tetapan baru -ersamaan di atas disebut dengan persamaan keadaan gas ideal atau lebih sederhana persamaan gas ideal 3ilai ) bila n 1 % disebut dengan konstanta gas" yang merupakan satu dari konstanta fundamental fisika 3ilai ) beragam bergantung pada satuan yang digunakan 0alam sistem metrik" ) 1 8"'7>* J%7H' dm+ atm mol-% K% Kini" nilai ) 1 8"+%=> ? mol-% K-% lebih sering digunakan Catihan * % -ersamaan gas ideal Sampel metana bermassa 7"7* g memiliki !olume E>7 2m+ pada temperatur '>KB 6entukan tekanan gas dalam -a atau atm) ?a(ab, Karena massa molekul BH= adalah %*"7=" #umlah Dat n diberikan sebagai n 1 7"*7 g5%*"7= g mol-% 1 +":= J %7-' mol Maka" - 1 n)65. 1 (+":= J%7-' mol)(8"+%= ? mol-% K-%) ('E8 K)5 E>7 J %7-* m+)1 E":> J %7= ? m-+ 1 E":> J %7= 3 m-'1 E":> J %7= -a 1 7"E*' atm 0engan bantuan tetapan gas" massa molekul relatif gas dapat dengan mudah ditentukan bila massa (" !olume . dan tekanan - diketahui nilainya Bila massa molar gas adalah M (g mol-%)" akan diperoleh persamaan (* *) karena n 1 (5M -. 1 ()65M (* *) maka M 1 ()65-. (* :) Catihan * ' Massa molekular gas Massa (adah tertutup dengan !olume 7">77 dm+ adalah +8":+=7 g" dan massanya meningkat men#adi +E"+%+> g setelah (adah diisi dengan udara pada temperatur '= KB dan tekanan % atm 0engan menganggap gas ideal (berlaku persamaan (* >))" hitung QseolahR massa molekul udara ?a(ab, '8"' Karena ini sangat mudah detail penyelesaiannya tidak diberikan Anda dapat mendapatkan nilai yang sama dari komposisi udara (kira-kira 3',G' 1 =,%) e Hukum tekanan parsial 0alam banyak kasus Anda tidak akan berhadapan dengan gas murni tetapi dengan 2ampuran gas yang mengandung dua atau lebih gas 0alton tertarik dengan masalah kelembaban dan dengan demikian tertarik pada udara basah" yakni 2ampuran udara dengan uap air <a menurunkan hubungan berikut dengan menganggap masing-masing gas dalam 2ampuran berperilaku independen satu sama lain

Anggap satu 2ampuran dua #enis gas A (nA mol) dan B (nB mol) memiliki !olume . pada temperatur 6 -ersamaan berikut dapat diberikan untuk masing-masing gas pA 1 nA)65. (* 8) pB 1 nB)65. (* E) pA dan pB disebut dengan tekanan parsial gas A dan gas B 6ekanan parsial adalah tekanan yang akan diberikan oleh gas tertentu dalam 2ampuran seandainya gas tersebut sepenuhnya mengisi (adah 0alton meyatakan hukum tekanan parsial yang menyatakan tekanan total - gas sama dengan #umlah tekanan parsial kedua gas ?adi" - 1 pA M pB 1 (nA M nB))65. (* %7) Hukum ini mengindikasikan bah(a dalam 2ampuran gas masing-masing komponen memberikan tekanan yang independen satu sama lain @alaupun ada beberapa gas dalam (adah yang sama" tekanan yang diberikan masing-masing tidak dipengaruhi oleh kehadiran gas lain Bila fraksi molar gas A" JA" dalam 2ampuran JA 1 nA5(nA M nB)" maka pA dapat #uga dinyatakan dengan JA pA 1 $nA5(nA M nB)&- (* %%) 0engan kata lain" tekanan parsial setiap komponen gas adalah hasil kali fraksi mol" JA" dan tekanan total - 6ekanan uap #enuh (atau dengan singkat disebut tekanan #enuh) air disefinisikan sebagai tekanan parsial maksimum yang dapat diberikan oleh uap air pada temperatur tertentu dalam 2ampuran air dan uap air Bila terdapat lebih banyak uap air" semua air tidak dapat bertahan di uap dan sebagian akan mengembun Catihan * + Hukum tekanan parsial Sebuah (adah ber!olume +"7 dm+ mengandung karbon dioksida BG' pada tekanan '77 k-a" dansatu lagi (adah ber!olume %"7 dm+ mengandung 3' pada tekanan +77 k-a Bila kedua gas dipindahkan ke (adah %"> dm+ Hitung tekanan total 2ampuran gas 6emperatur dipertahankan tetap selama per2obaan ?a(ab, 6ekanan parsial BG' akan men#adi =77 k-a karena !olume (adah baru %5' !olume (adah sementara tekanan 3' adalah +77 J ('5+) 1 '77 k-a karena !olumenya kini hanya '5+ !olume a(alnya Maka tekanan totalnya =77 M '77 1 *77 k-a