Anda di halaman 1dari 39

Blok Emergency

REAKSI OBAT
Wrap Up

Kelompok : B-15
Ketua Sekretaris "ngg#ta : Nabil Hariz (1102010196) : Muvinda Yuningrum utri (110201019!) : Nad$a "dnita (1102010200) Nad$a Hasnanda (1102010201) Nid$a %ebrina (1102010206) Nisrina Karima (110201020&) 'i(k$ )embardians$a* (11020102+1) 'izk$ "is$a* (11020102!!) Sil,i Hamidi$a* (11020102-0) .landari (11020102&2)

FAKULTAS KEDOKTERA U I!ERSITAS "ARSI #AKARTA $%1$&$%1'

SKE ARIO ' REAKSI OBAT

Se#rang ,erem,uan/ berusia 2! ta*un/diru0uk ke .12 'S dengan kelu*an sesak na,as se0ak 1 *ari $ang lalu3 Kelu*an ini disertai gatal4gatal/ kulit mera* dan mele,u* di tubu*n$a setela* menda,at in0eksi #bat di uskesmas3 emeriksaan (isik dida,atkan: keadaan umum:tam,ak sakit sedang/ kesadaran: 5#m,#s mentis3 emeriksaan (isik:tanda4tanda vital: tekanan dara*: 1006-0mmHg 7den$ut nadi :10086mnt 7 (rekuensi na(as : 9086mnt 7 su*u: 963! : ;H; : sesak na,as )a5ks#n dera0at << = <<< 'egi# ;*#ra8 : <ns,eksi : simetris al,asi : S% kanan>kiri erkusi : s#n#r "uskultasi : vesikuler kanan4kiri sama erna(asan strid#r Status demat#l#gis : ?#kasi < : mata .0ud kelainan : mata mera*/sekret (@) ?#kasi << :kulit Aa0a*/ badan dan ekstremitas atas baAa* .0ud kelainan kulit : vesikel/ bula berbagai ukuran/ lesi target (@)/er#si3 ?#kasi <<< : bibir .0ud kelainan kulit : krusta *em#ragi Kulit tubu* *i,eremis (@)/Bullae (@)

Sa(aran Bela)ar
13 Mema*ami dan men0elaskan sindr#m steven 0#*ns#n 131 2e(inisi 132 C,idemi#l#gi 139 Cti#l#gi 13+ at#(isi#l#gi 13! Mani(estasi Klinis 136 2iagn#sis 13- 2iagn#sis Banding 13& ;ata laksana 139 K#m,likasi 1310 r#gn#sis 23 Mema*ami dan men0elaskan Dbstruksi Saluran Na(as "tas 231 2e(inisi 232 Cti#l#gi 239 Klasi(ikasi 23+ Mani(estasi klinis 23! 2iagn#sis 236 ;ata laksana 93 Mema*ami dan men0elaskan Dbstruksi ?aring 931 2e(inisi 932 Cti#l#gi 939 at#(isi#l#gi 93+ Mani(estasi Klinis 93! 2iagn#sis 936 ;ata laksana 93- K#m,likasi

*E+BA,ASA 1-+ema.am/ 0an men)ela(kan S1e2en-#o.n(on Syn0rome De3/n/(/ Sindr#m Steven )#*ns#n adala* sindr#m $ang mengenai kulit/ sela,ut lendir di #ri(isium dan mata dengan keadaan umum bervariasi dan ringan sam,ai berat/ kelainan ,ada kulit beru,a eritema/ vesikel atau bula da,at disertai ,ur,ura (20uanda/ 1999: 12-)3 Sindr#m Steven )#*ns#n adala* ,en$akit kulit akut dan berat $ang terdiri dari eru,si kulit/ kelainan dimuk#sa dan k#n0ungti(itis ()unadi/ 19&2: +&0)3 Sindr#m Steven )#*ns#n adala* sindr#m kelainan kulit beru,a eritema/ vesikel6bula/ da,at disertai ,ur,ura $ang mengenai kulit/ sela,ut lendir $ang #ri(isium dan mata dengan keadaan umum bervariasi dari baik sam,ai buruk (Mans0#er/ "3 2000: 196)3 SS) adala* *i,ersensiti(itas $ang disebabkan #le* ,embentukan sirkulasi k#m,leks imun $ang disebabkan #le* #bat4#batan/ in(eksi virus/ dan keganasan3 ada lebi* dari setenga* kasus/ tidak dida,atkan adan$a ,en$ebab $ang s,esi(ik3 Steven-Johnson Syndrome (S)S) meru,akan reaksi *i,ersensitivitas $ang di,erantarai k#m,leks imun $ang meru,akan bentuk $ang berat dari eritema multi(#rmis3 S)S dikenal ,ula sebagai eritema multi(#rmis ma$#r3 S)S umumn$a melibatkan kulit dan membran muk#sa3 Ketika bentuk min#r ter0adi/ keterlibatan $ang signi(ikan dari mulut/ *idung/ mata/ vagina/ uretra/ saluran ,en5ernaan/ dan membran muk#sa saluran ,erna(asan baAa* da,at berkembang men0adi suatu ,en$akit3 Keterlibatan saluran ,en5ernaan dan saluran ,erna(asan da,at berlan0ut men0adi nekr#sis3 S)S meru,akan ,en$akit sistemik serius $ang sangat ,#tensial men0adi ,en$akit $ang sangat berat dan ba*kan men0adi sebua* kematian3 Stevens-Johnson Syndrome (S)S) dan Toxic Epidermal Necrolysis (;CN) se0ak da*ulu diangga, sebagai bentuk eritema multi(#rmis $ang berat3 Baru4baru ini dia0ukan ba*Aa eritema multi(#rmis ma$#r berbeda dari S)S dan ;CN ,ada dasar ,enentuan kriteria klinis3 K#nse, $ang dia0ukan tersebut adala* untuk memisa*kan s,e5trum eritem multi(#rmis dari s,e5trum S)S6;CN3 Critem multi(#rmis/ ditandai #le* lesi target $ang umum/ ter0adi ,as5a in(eksi/ sering rekuren namun m#rbiditasn$a renda*3 Sedangkan S)S6;CN ditandai #le* blister $ang luas dan makul#,a,ular/ biasan$a ter0adi karena reaksi $ang diinduksi #le* #bat dengan angka m#rbiditas $ang tinggi dan ,r#gn#sisn$a buruk3 S)S dan ;CN kemungkinan sama4sama meru,akan ,r#ses $ang diinduksi #bat $ang berbeda dalam dera0at ke,ara*ann$a3 ;erda,at 9 dera0at klasi(ikasi $ang dia0ukan : 13 2era0at 1 : er#si muk#sa S)S dan ,ele,asan e,idermis kurang dari 10E 23 2era0at 2 : le,asn$a la,isan e,idermis antara 10490E 93 2era0at 9 : le,asn$a la,isan e,idermis lebi* dari 90E

Ep/0em/olog/ Insidens SSJ dan nekrolisis epidermal toksik (NET) diperkirakan 2-3% per juta populasi setiap tahun di Eropa dan Amerika Serikat. mumn!a terdapat pada de"asa. #i $a%ian kulit setiap tahun kira-kira terdapat &2 pasien' umumn!a ju%a pada de"asa.(al terse$ut $erhu$un%an den%an kausa SSJ !an% $iasan!a dise$a$kan oleh aler%i o$at.)ada de"asa imunitas tekah $erkem$an% dan menurun seperti pada lansia. (Adhi #juanda dan *o+htar (am,ah' 2-&&) E1/olog/ %akt#r ,en$ebab timbuln$a Sindr#m Stevens4)#*ns#n adala* sbb:

en$ebab $ang ,asti belum diketa*ui/dikatakan multi(akt#rial3 "da $ang berangga,an ba*Aa sindr#m ini meru,akan Critema Multi(#rme $ang berat dan disebut CritemaMulti(#rme Ma$#r/ se*ingga dikatakan mem,un$ai ,en$ebab $ang sama3Bebera,a (a5t#r $ang da,at men$ebabkan timbuln$a sindr#m ini antara lain: 1- In3ek(/ a- !/r4( Sindr#m Stevens4)#*ns#n da,atter0adi ,ada stadium ,ermulaan dari in(eksi saluran na(as atas #le* virus,neum#nia3Hal ini da,at ter0adi ,ada"sian (lu/?$m,*# 1ranul#ma Fenerium/Measles/ Mum,s dan vaksinasi Small,#8 virus3 Firus4virus :#8sa5kie/ C5*#virus dan #li#m$elitis 0uga da,at men$ebabkan Sindr#ma Stevens4)#*ns#n3 5- Bak1er/ Bebera,a bakteri $ang mungkinda,at men$ebabkan Sindr#ma Stevens4)#*ns#n iala* Bru5ell#sis/2$,t*eria/Cr$si,el#id/ 1landers/ neum#nia/ sitta5#sis/ ;uber5ul#sis/;ularemia/?e,r#mat#us ?e,r#s$ atau;$,*#id %ever3 c- #am4r :#55idi#d#m$5#sis danHist#,lasm#sis da,at men$ebabkanCritema Multi(#rme Bul#sa/ $ang ,adakeadaan berat 0uga dikatakan sebagai Sindr#ma Stevens4)#*ns#n3

0- *ara(/1 Malaria dan ;ri5*#m#niasis 0ugadikatakan sebagai agen ,en$ebab3 $- Alerg/ S/(1em/k/ ter*ada,: a- O5a1 Berbagai #bat $ang diduga da,atmen$ebabkan Sindr#m Stevens4)#*ns#nantara lain: enisilin dan derivatn$a/Stre,t#m$sin/ Sul(#namide/ ;etrasiklin/"nalgesik6anti,iretik (misaln$a 2erivatSalisilat / iraz#l#n/ Metamiz#l/Metam,ir#n dan ara5etam#l)/ 2igitalis/Hidralazin/ Barbiturat(%en#barbital)/ Kinin "nti,irin/:*l#r,r#mazin/Karbamaze,in dan 0amu40amuan3

5- 6a1 1am5a.an pa0a makanan7FoodAdditive8 0an 9a1 :arna c- Kon1ak1an Br#m#(lu#rene/ Fire sponge(;edania<gnis) dan r*us(94 entade5$l5ate5*#l)3 0- Fak1or F/(/k:Sinar G/ sinar mata*ari/ 5ua5a dan lain4lain3 '- *enyak/1 penyak/1 Kolagen !a(k4ler ;- *a(ca 2ak(/na(/ :B:1/ Small,#8 dan #li#m$elitis3 5- *enyak/1-penyak/1 kegana(an :Karsin#ma/ ,en$akit H#dgkins/ ?im(#ma/M$el#ma/ dan #lisitemia3 <- Ke.am/lan 0an +en(1r4a(/ =- eopla(ma >- Ra0/o1erap/ *a1o3/(/olog/ Sindr#m Stevens4)*#ns#n meru,akan kelainan *i,ersensitivitas $ang dimediasi k#m,leks imun $ang disebabkan #le* #bat4#batan/ in(eksi virus dan keganasan3 at#genesisn$a belum 0elas/ disangka disebabkan #le* reaksi *i,ersensiti( ti,e <<< dan <F3

a3

'eaksi *i,ersensiti( ti,e <<<

'eaksi ti,e <<< ter0adi akibat terbentukn$a k#m,lek antigen antib#d$ $ang mikr# ,resiti,asi se*ingga ter0adi akti(itas sistem k#m,lemen3"kibatn$a ter0adi akumulasi neutr#(il $ang kemudian mele,askan enzim dan men$ebab kerusakan 0aringan ,ada #rgan sasaran ( target4 #rgan )3 Hal ini ter0adi seAaktu k#m,lek antigen antib#d$ $ang bersikulasi dalam dara* mengenda, didalam ,embulu* dara* atau 0aringan3 "ntibi#tik tidak ditu0ukan ke,ada 0aringan tersebut/ teta,i ter,erangka, dalam 0aringan ka,ilern$a3 ada bebera,a kasus antigen asing da,at melekat ke 0aringan men$ebabkan terbentukn$a k#m,lek antigen antib#di ditem,at tersebut3'eaksi ti,e ini mengakti(kan k#m,lemen dan degranulasi sel mast se*ingga ter0adi kerusakan 0aringan atau ka,iler ditem,at ter0adin$a reaksi tersebut3Neutr#(il tertarik ke daera* tersebut dan mulai memtag#sit#sis sel4sel $ang rusak se*ingga ter0adi ,ele,asan enzim4enzim sel/ serta ,enimbunan sisa sel3 Hal ini men$ebabkan siklus ,eradangan berlan0ut3

b3 'eaksi *i,ersensiti( ti,e <F 'eaksi *i,ersensiti(itas ti,e <F ter0adi akibat lim(#sit ; $ang tersintesisasi berk#ntak kembali dengan antigen $ang sama kemudian lim(#kin dile,askan sebagai reaksi radang3 ada reaksi ini di,erantarai #le* sel ;/ ter0adi ,engakti(an sel ;3 eng*asil lim(#kin atau sit#t#ksik atau suatu antigen se*ingga ter0adi ,eng*an5uran sel4sel $ang bersangkutan3 'eaksi $ang di,erantarai #le* sel ini bersi(at lambat ( dela$ed ) memerlukan Aaktu 1+ 0am sam,ai 2- 0am untuk terbentukn$a3
Gambar bagan patofisiologi Sindrom Stevens-Jhonson

+an/3e(1a(/ Kl/n/(
1e0ala aAal termasuk : # ruam # le,u* dalam mulut/ mata/ ku,ing/ *idung atau alat kelamin # bengkak ,ada kel#,ak mata/ atau mata mera* # k#n0ungitivitis (radang sela,ut $ang mela,isi ,ermukaan dalam kel#,ak mata dan b#la mata) # demam terus4menerus atau ge0ala se,erti (lu Sindr#m ini 0arang di0um,ai ,ada usia 9 ta*un kebaAa*3 Keadaan umumn$a bervariasi dari ringan sam,ai berat3 ada $ang berat kesadarann$a menurun/ ,enderita da,at s#,#r#us sam,ai k#ma3Mulain$a ,en$akit akut da,at disertai ge0ala ,r#dr#mal beru,a demam tinggi/ malaise/ n$eri ke,ala/ batuk/ ,ilek dan n$eri tengg#r#kan3 ada sindr#m ini terli*at adan$a trias kelainan beru,a : a) Kelainan kulit Kelainan kulit terdiri dari eritema/ vesikel dan bula3Fesikel dan bula kemudian meme5a* se*ingga ter0adi er#si $ang luas32isam,ing itu da,at 0uga ter0adi ,ur,ura3 ada bentuk $ang berat kelainann$a generalisata3

b) Kelainan sela,ut lendir di #ri(isium Kelainan sela,ut lendir $ang tersering iala* ,ada muk#sa mulut (100E) kemudian disusul #le* kelainan dilubang alat genetal (!0E) sedangkan dilubang *idung dan anus 0arang (masing4masing &E dan +E)3Kelainan beru,a vesikel dan bula $ang 5e,at meme5a* se*ingga men0adi er#si dan eksk#riasi dan krusta ke*itaman3)uga dalam terbentuk ,seud#membran32ibibir kelainan $ang sering tam,ak iala* krusta berAarna *itam $ang tebal3Kelainan dimuk#sas da,at 0uga terda,at di(aring/ traktus res,irat#rius bagian atas dan es#,(agus3St#matitis ini da,at men$ebabkan ,enderita sukar tidak da,at menelan3"dan$a ,seud#membran di (aring da,at men$ebabkan kelu*an sukar berna(as3

5) Kelainan mata Kelainan mata meru,akan &0E diantara semua kasus $ang tersering iala* k#n0ungti(itis kataralis3Selain itu 0uga da,at beru,a k#ng0ungti(itis ,urulen/ ,erdara*an/ ulkus k#rena/ iritis dan irid#siklitis3 2isam,ing trias kelainan tersebut da,at ,ula terda,at kelainan lain/ misaln$a: ne(ritis dan #nik#lisis3

D/agno(/( 2iagn#sis ditegakkan berdasarkan anamnesis/ ,emeriksaan (isis/ dan lab#rat#rium3 "namnesis dan ,emeriksaan (isis ditu0ukan ter*ada, kelainan $ang da,at sesuai dengan trias kelainan kulit/ muk#sa/ mata/ serta *ubungann$a dengan (akt#r ,en$ebab3 Se5ara klinis terda,at lesi berbentuk target/ iris/ atau mata sa,i/ kelainan ,ada muk#sa/ demam/ dan *asil bi#,si $ang sesuai dengan SS) 3 emeriksaan lab#rat#rium ditu0ukan untuk men5ari *ubungan dengan (akt#r ,en$ebab serta untuk ,enatalaksanaan se5ara umum3 emeriksaan $ang rutin dilakukan diantaran$a adala* ,emeriksaan dara* te,i (*em#gl#bin/ leuk#sit/ tr#mb#sit/ *itung 0enis/ *itung e#sin#(il t#tal/ ?C2)/ ,emeriksaan imun#l#gik (kadar imun#gl#bulin/ k#m,lemen :9 dan :+/ k#m,leks imun)/ biakan kuman serta u0i resistensi dari dara* dan tem,at lesi/ serta ,emeriksaan *ist#,at#l#gik bi#,si kulit3 Hasil bi#,si da,at menun0ukkan adan$a nekr#sis e,idermis dengan keterlibatan kelen0ar keringat/ (#likel rambut dan ,eruba*an dermis3 "nemia da,at di0um,ai ,ada kasus berat $ang menun0ukkan ge0ala ,erdara*an3 ?euk#sit biasan$a n#rmal atau sedikit meninggi/ dan ,ada *itung 0enis terda,at ,eninggian e#sin#(il3 Kadar <g1 dan <gM da,at meninggi/ :9 dan :+ n#rmal atau sedikit menurun/ dan da,at dideteksi adan$a k#m,leks imun $ang beredar3 emeriksaan *ist#,at#l#gik da,at ditemukan gambaran nekr#sis di e,idermis sebagian atau men$eluru*/ edema intrasel di daera* e,idermis/ ,embengkakan end#tel/ serta eritr#sit $ang keluar dari ,embulu* dara* dermis su,er(isial3 emeriksaan imun#(lu#resen da,at mem,erli*atkan enda,an <gM/ <g"/ :9/ dan (ibrin3 .ntuk menda,at *asil ,emeriksaan imun#(lu#resen $ang baik maka ba*an bi#,si kulit *arus diambil dari lesi baru $ang berumur kurang dari 2+ 0am3

*$si5al C8aminati#n ;*e ras* 5an begin as ma5ules t*at devel#, int# ,a,ules/ vesi5les/ bullae/ urti5arial ,laHues/ #r 5#n(luent er$t*ema3 ;*e 5enter #( t*ese lesi#ns ma$ be vesi5ular/ ,ur,uri5/ #r ne5r#ti53 ;*e t$,i5al lesi#n *as t*e a,,earan5e #( a target7 t*is is 5#nsidered ,at*#gn#m#ni53 H#Aever/ in 5#ntrast t# t*e t$,i5al lesi#ns #( er$t*ema multi(#rme/ t*ese lesi#ns *ave #nl$ tA# z#nes #(

5#l#r3 ;*e 5#re ma$ be vesi5ular/ ,ur,uri5/ #r ne5r#ti57 t*at z#ne is surr#unded b$ ma5ular er$t*ema3 S#me *ave 5alled t*ese target#id lesi#ns3 ?esi#ns ma$ be5#me bull#us and later ru,ture/ leaving denuded skin3 ;*e skin be5#mes sus5e,tible t# se5#ndar$ in(e5ti#n3 C8tensive sl#ug*ing is s*#An in t*e image bel#A3

Note extensive sloughing of epidermis from Stevens-Johnson syndrome. Courtesy of David F. utler! "D. .rti5arial lesi#ns t$,i5all$ are n#t ,ruriti53 <n(e5ti#n ma$ be res,#nsible (#r t*e s5arring ass#5iated Ait* m#rbidit$3 "lt*#ug* lesi#ns ma$ #55ur an$A*ere/ t*e ,alms/ s#les/ d#rsum #( t*e *ands/ and e8tens#r sur(a5es are m#st 5#mm#nl$ a((e5ted3 2esHuamati#n #n t*e (##t is s*#An in t*e image bel#A3

Sheetli#e des$uamation on the foot in a patient %ith toxic epidermal necrolysis. Courtesy of &o'ert Sch%art(! "D3 ;*e ras* ma$ be 5#n(ined t# an$ #ne area #( t*e b#d$/ m#st #(ten t*e trunk3 Mu5#sal inv#lvement ma$ in5lude er$t*ema/ edema/ sl#ug*ing/ blistering/ ul5erati#n/ and ne5r#sis3 "n e8am,le #( t*is t$,e #( inv#lvement is s*#An in t*e image bel#A3

)emorrhagic crusting of the mucous mem'ranes in toxic epidermal necrolysis. Similar lesions are seen in Stevens-Johnson syndrome. Courtesy of &o'ert Sch%art(! "D.

%#r m#re in(#rmati#n/ see t*e Meds5a,e 'e(eren5e arti5le 2ermat#l#gi5 Mani(estati#ns #( Stevens4)#*ns#n S$ndr#me and ;#8i5 C,idermal Ne5r#l$sis3 "lt*#ug* s#me *ave suggested t*e ,#ssibilit$ #( Stevens4)#*ns#n s$ndr#me Ait*#ut skin lesi#ns/ m#st believe t*at mu5#sal lesi#ns al#ne are n#t en#ug* t# establis* t*e diagn#sis3 :ases Ait*#ut skin lesi#ns *ave been termed Iat$,i5alI #r Iin5#m,lete3I J19K ;*ese aut*#rs suggested t*at t*e 5#mbinati#n #( uret*ritis/ 5#n0un5tivitis/ and st#matitis establis*ed t*e diagn#sis #( Stevens4)#*ns#n s$ndr#me in a ,atient Ait* "ycoplasma pneumonia* indu5ed signs and s$m,t#ms3 ;*e (#ll#Aing signs ma$ be n#ted #n e8aminati#n:

%ever Drt*#stasis ;a5*$5ardia H$,#tensi#n "ltered level #( 5#ns5i#usness C,ista8is :#n0un5tivitis :#rneal ul5erati#ns Cr#sive vulv#vaginitis #r balanitis Seizures :#ma ;*e (#ll#Aing signs ma$ be n#ted #n e8ternal e8aminati#n: :#n0un5tival *$,eremia (ie/ red e$e) Cntr#,i#n Skin lesi#ns Nasal lesi#ns M#ut* lesi#ns 2is5*arge (ie/ 5atarr*al/ mu5#us/ membran#us) ;*e (#ll#Aing #5ular signs ma$ be n#ted #n slit lam, e8aminati#n (see t*e images bel#A): C$elids: ;ri5*iasis/ disti5*iasis/ meib#mian gland d$s(un5ti#n/ ble,*aritis :#n0un5tiva: a,illae/ (#lli5les/ keratinizati#n/ sube,it*elial (ibr#sis/ 5#n0un5tival s*rinkage/ (#res*#rtening #( (#rni5es/ s$mble,*ar#n/ ank$l#ble,*ar#n :#rnea: Su,er(i5ial ,un5tate keratitis/ e,it*elial de(e5t/ str#mal ul5er/ ne#vas5ularizati#n/ keratinizati#n/ limbitis/ 5#n0un5tivalizati#n/ str#mal #,a5it$/ ,er(#rati#n " ,atient Ait* severe e$e inv#lvement ass#5iated Ait* Stevens4)#*ns#n s$ndr#me3 N#te 5#rneal ne#vas5ularizati#n and 5#n0un5tivalizati#n #( t*e #5ular sur(a5e3 C,it*elial de(e5t #( t*e 5#rnea Ait* ne#vas5ularizati#n and sur(a5e 5#n0un5tivalizati#n3

D/agno(a Ban0/ng

"da 2 ,en$akit $ang sangat miri, dengan sindr#ma Steven )#*ns#n : Toxic Epidermolysis Necroticans. Sindr#ma steven 0#*ns#n sangat dekat dengan ;CN3 S)S dengan bula lebi* dari 90E disebut ;CN3 Staphylococcal Scalded S#in Syndrome +&itter disease,. ada ,en$akit ini lesi kulitd i t a n d a i d e n g a n k r u s t a $ a n g mengelu,as ,ada kulit3 Biasan$a muk#sa terkena (Siregar/ '3S3 Sindr#m Stevens )#*ns#n3 <n : Sari,ati en$akit Kulit3 2 nd editi#n3C1:3)akarta3 200+3*al 1+141+2)3

Ta1a Lak(ana enatalaksanaan utama adala* meng*entikan #bat $ang diduga sebagai ,en$ebab S)S/ sementara itu kemungkinan in(eksi herpes simplex dan "ycoplasma pneumonia *arus disingkirkan3 Selan0utn$a ,eraAatan lebi* bersi(at simt#matik3 13 "nti*istamin dian0urkan untuk mengatasi ge0ala ,ruritus6 gatal biasa di,akai (eniramin *$dr#gen maleat ( "vil) da,at dibeikan dengan d#sis untuk usia 149 ta*un -/! mg6d#sis/ untuk usia 9412 ta*un 1! mg6d#sis/ diberikan 9 kali6*ari/ di,*en*idramin *idr#kl#ride ( Benadril ) 1mg6kg BB tia, kali sam,ai 9 kali ,er *ari3 Sedangkan untuk setirizin da,at diberikan d#sis untuk usia anak 24! ta*un: 2/! mg6d#sis/ 1 kali6*ari7 L 6 ta*un: !410 mg6d#sis/ 1 kali6*ari3 23 Blister kulit bias dik#m,res basa* dengan larutan bur#Ai 93 a,ula dan ma5ula ,ada kulit baik intak diberikan ster#id t#,i5al/ ke5uali kulit $ang terbuka +3 eng#batan in(eksi kulit dengan antibi#ti53 "ntibi#ti5 $ang ,aling beresik# tinggi adala* M4la5tam dan sul(a 0angan digunakan untuk tera,i aAal da,at diberikan antibi#ti5 s,e5trum luas/ selan0utn$a berdasarkan *asil biakan dan u0i resistensi kuman dari sediaan lesi kulit dan dara*3 ;era,i in(eksi sekunder menggunakan antibi#ti5 $ang 0arang menimbulkan alergi/ bers,ektrum luas/ bersi(at bakterisidal dan tidak bersi(at ne(r#t#ksik/ misaln$a klindamisin &416 mg6kg6*ari se5ara intravena/ diberikan 2 kali6*ari3 !3 K#rtik#ster#id : deksametas#n d#sis aAal 1mg6kg BB n#lus intarvena/ kemudian dilan0utkan 0/240/! mg6kg BB intravena tia, 6 0am3 enggunaan ster#id sistemik masi* k#ntr#versi3 Bebera,a ,eneliti men$etu0ui ,emberian k#rtik#ster#id sistemik beralasan ba*Aa k#rtik#ster#id akan menurunkan beratn$a ,en$akit/ mem,er5e,at k#valesensi/ men5ega* k#m,likasi berat/ meng*entikan ,r#gresi(itas ,en$akit dan men5ega* kekambu*an3 Bebera,a literature men$atakan ,emberian k#rtik#ster#id sistemik da,at mengurangi in(lamasi dengan 5ara mem,erbaiki integritas ka,iler/ mema5u sintesa li,#k#trin/ menekan eks,resi m#lekul adesi3 Selain itu k#rtik#ster#id da,at meregulasi

res,#ns imun melalui d#An regulati#n eks,resi gen sit#kin3 Mereka $ang tidak setu0u ,emberian k#rtik#ster#id beragumentasi ba*Aa k#rtik#ster#id akan meng*ambat ,en$embu*an luka/ meningkatkan resik# in(eksi/ menutu,i tanda aAal se,sis/ ,erdara*an gastr#intestinal dan meningkatkan m#rtalitas3 %akt#r lain $ang *arus di,ertimbangkan $aitu *arus ta,ering #(( 149 minggu3 Bila tidak ada ,erbaikan dalam 94! *ari/ maka sebaikn$a ,emberian k#rtik#ster#id di*entikan3 ?esi mulut diberi kenal#g in #rabase3 63 <ntravena <mun#gl#bulin (<F<1)3 2#sis aAal dengan 03! mg6kg BB ,ada *ari 1/ 2/ 9/ +/ dan 6 masuk ruma* sakit3 emberian <F<1 akan meng*ambat rese,t#r %"S dalam ,r#ses kematian keratin#sit $ang dimediasi %"S3 eraAatan k#nservati( ditu0ukan untuk : eraAatan lesi kulit $ang terbuka/ se,erti ,eraAatan luka bakar3 K##rdinasi dengan unit luka bakar sangat di,erlukan 23 ;era,i 5airan dan elektr#lit3 ?esi kulit $ang terbuka seringkali disertai ,engeluaran 5airan disertai elektr#lit 93 "limentasi kal#ri dan ,r#tein se5ara ,arenteral3 ?esi ,ada saluran 5erna men$ebabkan kesulitan asu,an makanan dan minuman3 +3 engendalian n$eri 3 ,enggunaan NS"<2 beresik# ,aling tinggi sebaikn$a tidak digunakan untuk mengatasi n$eri3 13 ;era,i su,#rti( meru,akan tata laksana standar ,ada ,asien SS)3 asien $ang umumn$a datang dengan keadaan umum berat membutu*kan 5airan dan elektr#lit/ serta kebutu*an kal#ri dan ,r#tein $ang sesuai se5ara ,arenteral3 emberian 5airan tergantung dari luasn$a kelainan kulit dan muk#sa $ang terlibat3 emberian nutrisi melalui ,i,a nas#gastrik dilakukan sam,ai muk#sa #ral kembali n#rmal3 ?esi di muk#sa mulut diberikan #bat ,en5u5i mulut dan sale, gliserin3 .ntuk in(eksi/ diberikan antibi#tika s,ektrum luas/ biasan$a di,ergunakan gentamisin !mg6kgBB6*ari intramuskular dalam dua d#sis3 emberian antibi#tik selan0utn$a berdasarkan *asil biakan dan u0i resistensi kuman dari sediaan lesi kulit dan dara*3 K#rtik#ster#id diberikan ,arenteral/ biasan$a deksametas#n dengan d#sis aAal 1 mg6kgBB b#lus/ kemudian selama 9 *ari 0/240/! mg6kgBB tia, 6 0am/ setela* itu diturunkan berangsur4angsur dan bila mungkin diganti dengan ,rednis#n ,er #ral3 emberian k#rtik#ster#id sistemik sebagai tera,i SS) masi* k#ntr#versial3 Bebera,a menggangga, ba*Aa ,enggunaan ster#id sistemik ,ada anak bisa men$ebabkan ,en$embu*an $ang lambat dan e(ek sam,ing $ang signi(ikan/ namun ada 0uga $ang mengangga, ster#id menguntungkan dan men$elamatkan n$aAa3 enggunaan Human <ntraven#us <mmun#gl#bulin (<F<1) da,at meng*entikan ,r#gresivitas ,en$akit SS) dengan d#sis t#tal 9 gr6kgBB selama 9 *ari berturut4turut (1 gr6kgBB6*ari selama 9 *ari)3

2ilakukan ,eraAatan kulit dan mata serta ,emberian antibitik t#,ikal3 Kulit da,at dibersi*kan dengan larutan salin (isi#l#gis atau dik#m,res dengan larutan Burr#A3 ada kulit atau e,idermis $ang mengalami nekr#sis da,at dilakukan debridement3 .ntuk men5ega* sekuele #kular da,at diberikan tetes mata dengan antise,tik3 %akt#r ,en$ebab (#bat atau (akt#r lain $ang diduga sebagai ,en$ebab) *arus segera di*entikan atau diatasi3 2eteksi dari ,en$ebab $ang ,aling umum se,erti riAa$at ,enggunaan #bat4#batan terak*ir/ serta *ubungann$a dengan ,erkembangan ,en$akit terutama ter*ada, e,is#de SS)/ terbukti berman(aat dalam mana0emen SS)3 "ntibi#tik s,ektrum luas/ selan0utn$a berdasarkan *asil biakan dan u0i resistensi kuman dari sediaan lesi kulit dan dara*3 "nti*istamin bila ,erlu3 ;erutama bila ada rasa gatal3 %eniramin *idr#gen maleat ("vil) da,at diberikan dengan d#sis untuk usia 149 ta*un -/! mg6d#sis/ untuk usia 9412 ta*un 1! mg6d#sis/ diberikan 9 kali6*ari3 Sedangkan untuk setirizin da,at diberikan d#sis untuk usia anak 24! ta*un : 23! mg6d#sis/1 kali6*ari7 N 6 ta*un : !410 mg6d#sis/ 1 kali6*ari3 eraAatan kulit dan mata serta ,emberian antibi#tik t#,ikal3 Bula di kulit diraAat dengan k#m,res basa* larutan Bur#Ai3 ;idak di,erb#le*kan menggunakan ster#id t#,ikal ,ada lesi kulit3 ?esi mulut diberi kenal#g in #rabase3 ;era,i in(eksi sekunder dengan antibi#tika $ang 0arang menimbulkan alergi/ bers,ektrum luas/ bersi(at bakterisidal dan tidak bersi(at ne(r#t#ksik/ misaln$a klindamisin intravena &4 16 mg6kg6*ari intravena/ diberikan 2 kali6*ari3

Kompl/ka(/ Sindr#m Steven )#*ns#n sering menimbulkan k#m,likasi/ antara lain sebagai berikut: D(talm#l#gi = ulserasi k#rnea/ uveitis anteri#r/ ,an#,*t*almitis/ kebutaan 1astr#enter#l#gi 4 Esophageal strictures 1enit#urinaria = nekr#sis tubular gin0al/ gagal gin0al/ penile scarring/ sten#sis vagina ulm#nari = ,neum#nia Kutaneus = timbuln$a 0aringan ,arut dan kerusakan kulit ,ermanen/ in(eksi kulit sekunder <n(eksi sitemik/ se,sis Ke*ilangan 5airan tubu*/ s*#5k3

K#m,likasi aAal $ang mengenai mata da,at timbul dalam *itungan 0am sam,ai *ari/ dengan ditandai timbuln$a k#n0ungtivitis $ang bersamaan ,ada kedua mata3 "kibat adan$a ,erlukaan di k#n0ungtiva da,at men$ebabkan ,seud#membran atau k#n0ungtivitis membran#sa/ $ang da,at mengakibatkan sikatrik k#n0ungtivitis3 ada k#m,lilasi $ang lebi* lan0ut da,at menimbulkan ,erlukaan ,ada ,al,ebra $ang mend#r#ng ter0adin$a ektr#,i#n/ entr#,i#n/ trikriasis dan lag#(talmus3 en$embu*an k#n0ungtiva meninggalkan ,erlukaan $ang da,at berakibat simble(ar#n dan ank$l#ble(ar#n3 2e(isiensi air mata sering men$ebabkan masala* dan *al tersebut sebagai tanda menu0u ke (ase k#m,likasi $ang terak*ir3 Yang mana k#m,likasi tersebut berali* dari k#m,likasi ,ada k#n0ungtiva ke k#m,likasi ,ada k#rnea dengan kelainan ,ada ,ermukaan b#la mata3 %ase terak*ir ,ada k#m,likasi k#rnea meningkat dari *an$a beru,a ,ema,aran k#rnea sam,ai ter0adin$a keratitis e,itelial ,ungtata/ de(ek e,itelial $ang rekuren/ *ingga timbuln$a ,embulu* dara* baru (ne#vaskularisasi ,ada k#rnea) $ang da,at beru0ung ,ada kebutaan3 "k*irn$a bila da$a ta*an tubu* ,enderita menurun ditamba* dengan adan$a kelainan akibat k#m,likasi4 k#m,likasi di atas akan menimbulkan k#m,likasi $ang lebi* serius se,erti ,eradangan ,ada k#rnea dan sklera3 eradangan atau in(eksi $ang tak terk#ntr#l akan mengakibatkan ter0adin$a ,er(#rasi k#rnea/ end#(talmitis dan ,an#(talmitis $ang ,ada ak*irn$a *arus dilakukan e,iserasi dan enukleasi b#la mata3 *rogno(/( ada kasus $ang tidak berat/ ,r#gn#sisn$a baik/ dan ,en$embu*an ter0adi dalam Aaktu 249 minggu3 Kematian berkisar antara !41!E ,ada kasus berat dengan berbagai k#m,likasi atau ,eng#batan terlambat dan tidak memadai3 r#gn#sis lebi* berat bila ter0adi ,ur,ura $ang lebi* luas3 Kematian biasan$a disebabkan #le* gangguan keseimbangan 5airan dan elektr#lit/ br#nk#,neum#nia/ serta se,sis3 Steven-Johnsons Syndrome (dengan O 10E ,ermukaan tubu* terlibat) memiliki angka kematian sekitar !E3 'esik# kematian bisa di,erkirakan dengan menggunakan skala S:D';CN/ dengan menggunakan se0umla* (akt#r ,r#gn#sti5 $ang di0umla*kan3 Dut5#me lainn$a termasuk kerusakan #rgan dan kematian3 Se2er/1y-o3-Illne(( Score 3or To?/c Ep/0ermal ecroly(/( 7S@ORTE 8 R/(k Fac1orA Score % "ge +0 $r "ss#5iated 5an5er # Heart rate (beats6min) 120 Serum B.N (mg6d?) P O 120 N N es L O +0 $r Y 1 L

2& 2eta5*ed sur(a5e Serum bi5arb#nate (mCH6?) 20 Serum glu5#se (mg6d?) 2!0 P #r 5#m,r#mised b#d$ 10E N O

2& L 10E P 20 N 2!0

M#re risk (a5t#rs indi5ate a *ig*er s5#re and a *ig*er m#rtalit$ rate (E) as (#ll#As: 0=1 > 932E (:<: 031 t# 163-) 2 > 1231E (:<: !3+ t# 223!) 9 > 9!39E (:<: 193& t# !93!) + > !&39E (:<: 9636 t# --39) L ! > N 90E (:<: !!3! t# 993&)

:< > 5#n(iden5e interval3 2ata (r#m Bastu0i41arin S/ %#u5*ard N/ Bert#55*i M/ et al: S:D';CN: " severit$4#(4 illness s5#re (#r t#8i5 e,idermal ne5r#l$sis3 Journal of -nvestigative Dermatology 11!:1+9=1!9/ 20003

$-+ema.am/ 0an men)ela(kan O5(1r4k(/ Sal4ran na3a( a1a( De3/n/(/ Dbstruksi saluran na,as atas adala* gangguan $ang menimbulkan ,en$umbatan ,ada saluran ,erna,asan bagian atas3 (-rman Sumantri! Salem'a "edi#a) Dbstruksi saluran na,as atas adala* kegagalan sistem ,erna,asan dalam memenu*i kebutu*an metab#lik tubu* akibat sumbatan saluran na,as bagian atas (dari *idung sam,ai ,er5abangan trakea)3 Dbstruksi saluran na,as atas adala* adan$a sumbatan ,ada struktur saluran na,as atas/ se*ingga ruang untuk mengalirn$a udara ins,irasi menge5il $ang men$ebabkan ,enderita mengalami gangguan ,erna,asan3

Dbstruksi 0alan na,as atas adala* gangguan $ang menimbulkan ,en$umbatan ,ada saluran ,erna,asan bagian atas3

E1/olog/ "3 Dbstruksi Nasal 1) ;um#r *idung <di#,atik (belum diketa*ui) 2) Karsin#ma Nas#(aring Firus C,stein Barr %akt#r ras ?etak ge#gra(is )enis kelamin : laki4laki N Aanita %akt#r lingkungan (iritasi ba*an kimia/ kebiasaan memasak dengan

ba*an6bumbu masakan tertentu/ asa, se0enis ka$u tertentu)3 %akt#r genetik 9) #li, *idung "kibat reaksi *i,ersensiti( 6 reaksi alergi ,ada muk#sa *idung B3 Dbstruksi ?aring 'adang akut dan kr#nis Benda asing

;rauma akibat ke5elakaan/ ,erkela*ian/ bunu* diri/ sen0ata ta0am dan tindakan medik dengan gerakan tangan $ang kasar3 ;um#r ganas atau 0inak Kelum,u*an Nervus laringeus rekuren bilateral "bses erit#nsil (Quins$) 2isebabkan #le* kuman streptococcus 'eta hemolyticus/ streptococcus viridans dan treptsococcus pyogenes. Kuman aer#b dan anaer#b("ri( Mans0#er/ dkk3 Ka,ita Selekta Ked#kteran/ 1999)

Kla(/3/ka(/

Klasi(ikasi Dbstruksi Saluran Na,as atas/;erdiri dari: "3 Dbstruksi Nasal er0alanan udara melalui n#stril sering kali tersumbat #le* deviasi se,tum nasi/ *i,ertr#(i tulang turbinat/ atau tekanan ,#li,/ $aitu ,embengkakan se,erti bua* 0eruk $ang timbul dari membran muk#sa sinus/ terutama etm#id3 Dbstruksi ini 0uga da,at mengara* ,ada k#ndisi in(eksi kr#nis *idung dan mengakibatkan e,is#de nas#(aringitis $ang sering3 Seringkali/ in(eksi meluas sam,ai sinus4sinus *idung (r#ngga $ang dila,isi lendir $ang di,enu*i #le* udara $ang n#rmaln$a mengalir ke dalam *idung)3 Bila ter0adi sinusitis dan drainase dari r#ngga ini ter*ambat #le* de(#rmitas atau ,embengkakan di dalam *idun/ maka n$eri akan dialami ,ada regi#n sinus $ang sakit3 (Brunner R Suddart*/ Ke,eraAatan Medikal Beda*/ 2001:!!+) Dbstruksi nasal meru,akan tersumbatn$a ,er0alanan udara melalui n#stril #le* deviasi se,tum nasi/ *i,ertr#(i tulang t#rbinat 6 tekanan ,#li, $ang da,at mengakibatkan e,is#de nas#(aringitis in(eksi3 ("ri( Mans0#er/ dkk3 Ka,ita Selekta Ked#kteran/ 1999) Dbstruksi ,ada nasal meli,uti: 13 ;um#r *idung Yaitu ,ertumbu*an sel $ang abn#rmal sebagai akibat radang ,ada *idung3 ('amis "*mad/ 2000)3 "da 2 0enis tum#r/ $aitu: S ;um#r 0inak/ biasan$a ter0adi di kavum nasi dan sinus ,aranasal3 S ;um#r ganas/ sering ditemukan di ,a,il#ma3 23 Karsin#ma Nas#(aring Meru,akan tum#r ganas $ang tumbu* di daera* nas#(aring dengan ,redileksi di(#sa r#senmuller dan ata, nas#(aring dan meru,akan tum#r di daera* le*er3 ("ri( Mans0#er/ dkk3 Ka,ita Selekta Ked#kteran/ 1999) 93 #li, Hidung Meru,akan masa lunak/ berAarna ,ut*/ keabu4abuan $ang terda,at di dalam ringga *idung/ ,aling sering berasal dari sinus etm#id/ multi,el dan bilateral3 ("ri( Mans0#er/ dkk3 Ka,ita Selekta Ked#kteran/ 1999) B3 Dbstruksi ?aring "dala* adan$a ,en$umbatan ,ada ruang sem,it ,ita suara $ang beru,a ,embengkakan membran muk#sa laring/ da,at menutu, 0alan dengan ra,at mengara* ,ada astiksia3 ("ri( Mans0#er/ dkk3 Ka,ita Selekta Ked#kteran/ 1999) en$akit #bstruksi laring/ $aitu : S Sumbatan ;#tal ?aring
)a%e 22

Sumbatan t#tal laring da,at ter0adi karena benda asing $ang teras,irasi tersangkut dilaring dan menutu, seluru* rimagl#tis3 (<rman S#mantri/200&:19&) S "bses ,erit#nsil (Quins$) Yaitu kum,ulan nana* $ang terbentuk di dalam ruang ,erit#nsial3 ("ri( Mans0#er/ dkk3 Ka,ita Selekta Ked#kteran/ 1999)

+an/3e(1a(/ Kl/n/(

.ejala dan tanda sum$atan !an% tampak adalah / Serak (dis0oni) sampai a0oni Sesak napas (dispnea) Stridor (na0as $er$un!i) !an% terden%ar pada "aktu inspirasi. 1ekun%an !an% terdapat pada "aktu inspirasi di suprasternal' epi%astrium' suprakla2ikula dan interkostal. 1ekun%an itu terjadi se$a%ai upa!a dari otototot pernapasan untuk mendapatkan oksi%en !an% adekuat. .elisah karena pasien haus udara (air hun%er) 3arna muka pu+at dan terakhir menjadi sianosis karena hipoksia.

D/agno(a

2iagn#sis ditegakkan berdasarkan ge0ala klinis dan *asil ,emeriksaan (isik/ serta ,emeriksaan ,enun0ang3 Bebera,a ,emeriksaan ,enun0ang $ang da,at dilakukan untuk mengeta*ui letak sumbatan/ diantaran$a adala* : ?aring#sk#,3 2ilakukan bila terda,at sumbatan ,ada laring3 ?aring#sk#, da,at dilakukan se5ara direk dan indirek3 Nas#end#sk#,i G4ra$3 2ilakukan ,ada (#t# t#rak $ang men5aku, saluran na(as bagian atas3 ",abila sumbatan beru,a benda l#gam maka akan tam,ak gambaran radi#lusen3 ada e,igl#titis dida,atkan gambaran t*umb like3 %#t# ,#l#s sinus ,aranasal :;4S5an ke,ala dan le*er Bi#,si S1a0/4m O5(1r4k(/ Sal4ran apa( A1a( )a5ks#n membagi sumbatan laring $ang ,r#gresi( dalam + stadium: Stadium <: "dan$a retraksi di su,rasternal dan strid#r3 asien tam,ak tenang Stadium <<: 'etraksi ,ada Aaktu ins,irasi di daera* su,rasternal makin dalam/ ditamba* lagi dengan timbuln$a retraksi di daera* e,igastrium3 asien suda* mulai gelisa*3 Stadium <<<: 'etraksi selain di daera* su,rastrenal/ e,igastrium 0uga terda,at di in(raklavikula dan di sela4sela iga/ ,asien sangat gelisa* dan dis,nea3
)a%e 23

4 4 4

Stadium <F: 'etraksi bertamba* 0elas/ ,asien sangat gelisa*/ tam,ak sangat ketakutan dan sian#sis/ 0ika keadaan ini berlangsung terus maka ,enderita akan ke*abisan tenaga/ ,usat ,erna,asan ,aralitik karena *i,erka,nea3 ada keadaan ini ,enderita tam,akn$a tenang dan tertidur/ ak*irn$a ,enderita meninggal karena as(iksia3

Ta1a Lak(ana

ada ,rinsi,n$a ,enanggulangan ,ada #bstruksi atau #bstruksi saluran na,as atas diusa*akan su,a$a 0alan na,as lan5ar kembali3 13 ;indakan k#nservati( : emberian antiin(lamasi/ antialergi/ antibi#tika serta ,emberian #ksigen intermiten/ $ang dilakukan ,ada #bstruksi laring stadium < $ang disebabkan #le* ,eradangan3 23 ;indakan #,erati(6resusitasi: Memasukkan ,i,a end#trakeal melalui mulut (intubasi #r#trakea) atau melalui *idung (intubasi nas#trakea)/ membuat trake#st#ma $ang dilakukan ,ada #bstruksi laring stadium << dan <<</ atau melakukan krik#tir#t#mi $ang dilakukan ,ada #bstruksi laring stadium <F3 .ntuk mengatasi gangguan ,erna,asan bagian atas ada tiga 5ara/ $aitu : 1- In145a(/ <ntubasi dilakukan dengan memasukkan ,i,a end#trakeal leAat mulutatau *idung3<ntubasi end#trakea meru,akan tindakan ,en$elamat (lifesaving procedure) dan da,at dilakukan tan,a atau dengan analgesia t#,ikal dengan8$l#5ain 10E3 K#m,likasi $ang da,at timbul $aitu sten#sis laring atau trakea3 <ndikasi intubasi end#trakea adala* : 4 .ntuk mengatasi #bstruksi saluran na,as bagian atas3 4 Membantu ventilasi3 4 Memuda*kan mengisa, sekret dari traktus trake#br#nkial3 4 Men5ega* as,irasi sekret $ang ada di r#ngga mulut atau berasal darilambung3 Keuntungan intubasi/ $aitu: 4 ;idak 5a5at karena tidak ada 0aringan ,arut3 4 Muda* diker0akan3 Kerugian intubasi/ $aitu: 4 2a,at ter0adi kerusakan la,isan muk#sa saluran na,as atas3 4 ;idak da,at digunakan dalam Aaktu lama3Drang deAasa 1 minggu/ anak -410 *ari3 4 ;idak enak dirasakan ,enderita3 4 ;idak bisa makan melalui mulut3 4 ;idak bisa bi5ara3 ;eknik intubasi end#trakea: 4 #sisi ,asien tidur telentang/ le*er (leksi sedikit dan ke,ala ekstensi 4 ?aring#sk#, dengan s,atel bengk#k di,egang dengan tangan kiri/ dimasukkanmelalui mulut sebela* kanan/ se*ingga lida* terd#r#ng ke kiri3 S,ateldiara*kan menelusuri ,angkal lida* ke valekula/ lalu laring#sk#, diangkatkeatas/ se*ingga ,ita suara da,at terli*at3 4 2engan tangan kanan/ ,i,a end#trakea dimasukkan melalui mulut terusmelalui 5ela* antara kedua ,ita suara kedalam trakea3 4 Kemudian bal#n diisi udara dan ,i,a end#trakea di(iksasi dengan baik3 4 )ika menggunakan s,atel laring#sk#, $ang lurus maka ,asien $ang tidur telentang itu ,undakn$a *arus digan0al dengan bantal ,asir/ se*ingga ke,alamuda* diekstensikan maksimal3 4 ?aring#sk#, dengan s,atel $ang lurus di,egang dengan tangan kiri dandimasukkan mengikuti dinding (aring ,#steri#r dan e,igl#tis diangkat*#riz#ntal ketas bersama4sama se*ingga laring 0elas terli*at3 4 i,a end#trakea di,egang dengan tangan kanan dan dimasukkan melalui 5ela*,ita suara sam,ai di trakea3 Kemudian bal#n diisi udara dan ,i,a end#trakeadi(iksasi dengan ,lester3
)a%e 24

$- Lar/ngo1om/ 7Kr/ko1/ro1om/8 ?aring#t#mi dilakukan dengan membuat lubang ,ada membrane tir#krik#id (krik#tir#t#mi)3 Krik#tir#mi meru,akan tindakan ,en$elamat ,ada ,asien dalam keadaan gaAat na,as3 Ba*a$an$a besar teta,i muda* diker0akan/ dan *arus diker0akan 5e,at Aalau,un ,ersia,ann$a darurat3 Krik#tir#t#mi meru,akan k#ntraindikasi ,ada anak di baAa* usia 12 ta*un/ demikian 0uga ,ada tum#r laring $ang suda* meluas ke subgl#tik dan terda,at laringitis3 Bila kanul dibiarkan terlalu lama maka akan timbul sten#sis subgl#tik karena kanul $ang letakn$a tinggi akan mengiritasi 0aringan40aringan di sekitar subgl#tis/ se*ingga terbentuk 0aringan granulasi dan sebaikn$a diganti dengan trake#st#mi dalam Aaktu +& 0am3 ;eknik krik#tir#t#mi: 4 asien tidur telentang dengan ke,ala ekstensi ,ada artikulasi atlant##ksi,italis3 4 un5ak tulang raAan tir#id muda* diidenti(ikasi di(iksasi dengan 0ari tangan kiri3 4 2engan telun0uk 0ari tangan kanan tulang raAan tir#id diraba ke baAa* sam,ai ditemukan kartilag# krik#id3 Membran krik#tir#id terletak di antara kedua tulang raAan ini3 2aera* ini diin(iltrasi dengan anestetikum kemudian dibuat sa$atan *#riz#ntal ,ada kulit3 4 )aringan di baAa* sa$atan di,isa*kan te,at ,ada garis tenga*3 4 Setela* te,i baAa* kartilag# terli*at/ tusukkan ,isau dengan ara* ke baAa*3 4 Kemudian masukkan kanul bila tersedia3 )ika tidak/ da,at di,akai ,i,a ,lastik untuk sementara3 Kr/ko1/ro1om/ yang 0/lak4kan pa0a o5(1r4k(/ lar/ng (1a0/4m I!

)a%e 25

'- Trakeo(1om/ ;rake#st#mi adala* suatu tindakan beda* dengan mengiris atau membuat lubang se*ingga ter0adi *ubungan langsung lumen trakea dengan dunia luar untuk mengatasi gangguan ,erna,asan bagian atas3 <ndikasi trake#st#mi adala*: 13 Mengatasi #bstruksi laring3 23 Mengurangi ruang rugi (dead air space) di saluran ,erna,asan atas3 93 Mem,ermuda* ,engisa,an sekret dari br#nkus3 +3 .ntuk memasang alat bantu ,erna,asan (res,irat#r)3 !3 .ntuk mengambil benda asing di subgl#tik/ a,abila tidak mem,un$ai (asilitas br#nk#sk#,i3 Keuntungan trake#st#mi $aitu: 4 2a,at di,akai dalam Aaktu lama3 4 ;rauma saluran na,as tidak ada3 4 enderita masi* da,at berbi5ara se*ingga kelum,u*an #t#t laring da,at di*indari3 4 enderita merasa enak dan ,eraAatan lebi* muda* 4 enderita da,at makan se,erti biasa3 4 Meng*indari as,irasi/ meng*isa, sekret br#nkus3 4 )alan na,as lan5ar/ meringankan ker0a ,aru3 Kerugian trake#st#mi/ $aitu: 4 ;indakan lama3 4 :a5at dengan adan$a 0aringan sikatrik3 )enis irisan trake#st#mi ada dua ma5am: 4 <risan vertikal di garis median le*er3 4 <risan *#riz#ntal3 Berdasarkan 0enis trake#st#mi: 4 ;rake#st#mi letak tinggi/ $aitu di 5in5in trakea 2493 4 ;rake#st#mi letak tenga*/ $aitu setinggi trakea 94+3 4 ;rake#st#mi letak renda*/ $aitu setinggi 5in5in trakea +4!3 .ntuk ,eraAatan trake#st#mi/ $ang *arus di,er*atikan adala*: 13 Kelembaban udara masuk3 4 2a,at dilakukan dengan ua, air basa* *angat3 4 Nebulizer3 4 Kassa steril $ang dibasa*i diletakkan di ,ermukaan st#ma3 23 Kebersi*an dalam kanul3 4 )angan tersumbat #le* sekret/ dian0urkan disuksi#n T41 0am ,ada 2+ 0am ,ertama dan tidak b#le* terlalu lama setia, suksi#n/ biasan$a 1041! detik3 Bila lama ,enderita bisa sesak atau *i,#ksia atau cardiac arrest 4?akukanla* berkali4kali sam,ai bersi*3 93 "nak: kanul dibersi*kan setia, *ari kemudian ,asang kembali3 engangkatan kanul dilakukan se5e,atn$a/ atau dengan indikasi berikut: 4 ;utu, lubang trake#st#mi selama 9 menit/ ,enderita tidak sesak3 4 2alam 2! 0am tidak ada kelu*an sesak bila lubang trake#st#mi ditutu, Aaktu tidur/ makan dan beker0a3 4 enderita suda* da,at bersuara3 K#m,likasi trake#st#mi: 4 Uaktu #,erasi: erdara*an/ lesi #rgan sekitarn$a/ a,nea dan s*#5k3 4 as5a #,erasi: <n(eksi/ sumbatan/ kanul le,as/ er#si u0ung kanul atau desakan cuff ,ada ,embulu* dara*/ (istel trake#kutan/ sumbatan subgl#tis dan trakea/ dis(agia/ granulasi3 ;eknik trake#st#mi:
)a%e 26

4 enderita tidur telentang dengan kaki lebi* renda* 90V untuk menurunkan tekanan vena di daera* le*er3 unggung diberi gan0alan se*ingga ter0adi ekstensi3 ?e*er *arus lurus/ tidak b#le* later#(leksi atau r#tasi3 4 2ilakukan desin(ektan daera* #,erasi dengan betadin atau alk#*#l3 4 "nestesi l#kal subkutan/ ,r#kain 2E atau sil#kain di5am,ur dengan e,ine(rin atau adrenalin 1610030003 "nestesi l#kal atau in(iltrasi ini teta, diberikan meski,un trake#st#mi dilakukan se5ara anestesi umum3 4 2ilakukan insisi3 4 <nsisi vertikal: dimulai dari batas baAa* krik#id sam,ai (#ssa su,rasternum/ insisi ini lebi* muda* dan alir sekret lebi* muda* 4 <nsisi *#riz#ntal: dilakukan setinggi ,ertenga*an krik#id dan (#ssa sternum/ membentang antara kedua te,i de,an dan medial m3stern#kleid#mast#id/ ,an0ang irisan +4! 5m3 <risan mulai dari kulit/ subkutis/ ,latisma sam,ai (asia 5#lli su,er(isial se5ara tum,ul3 Bila tam,ak ismus/ maka ismus disisikan ke atas atau ke baAa*3 Bila mengalami kesukaran dan tidak memungkinkan/ ,#t#ng sa0a3 4 Bila suda* tam,ak trakea maka di(iksasi dengan kain ta0am3 Kemudian suntikkan anestesi l#kal kedalam trakea se*ingga tidak timbul batuk ,ada Aaktu memasang kanul3 4 St#ma dibuat ,ada 5in5in trakea 249 bagian de,an/ setela* di,astikan trakea $aitu dengan menusukkan 0arum suntik dan letakkan benang ka,as tersebut3 Kemudian kanul dimasukkan dengan bantuan dilat#r3 4 Kanul di(iksasi dengan ,ita melingkar le*er/ 0a*itan kulit sebaikn$a 0a*itan l#nggar agar udara eks,irasi tidak masuk ke 0aringan dibaAa* kulit3 Trakeo(1om/ yang 0/lak4kan pa0a o5(1r4k(/ lar/ng (1a0/4m II 0an III

)a%e 27

;- *era(a1 ,e/ml/c. 7Heimlich Maneuver 8 erasat *eimli5* adala* suatu 5ara mengeluarkan benda asing $ang men$umbat laring se5ara t#tal atau benda asing ukuran besar $ang terletak di *i,#(aring3 rinsi, mekanisme ,erasat *eimli5* adala* dengan memberi tekanan ,ada ,aru3 2iibaratkan ,aru sebagai sebua* b#t#l ,lastik berisi udara $ang tertutu, #le* sumbatan3 2engan memen5et b#t#l ,lastik itu sumbatan akan terlem,ar keluar3 erasat *eimli5* ini da,at dilakukan ,ada #rang deAasa dan 0uga ,ada anak3 K#m,likasi $ang da,at ter0adi adala* ru,tur lambung/ ru,tur *ati dan (raktur iga3 ;eknik ,erasat *eimli5*: 4 en#l#ng berdiri di belakang ,asien sambil memeluk badann$a3 4;angan kanan dike,alkan dan dengHan bantuan tangan kiri/ kedua tangan diletakkan ,ada ,erut bagian atas3 4Kemudian dilakukan ,enekanan ,ada r#ngga ,erut keara* dalam dan keara* atas dengan *entakan bebera,a kali3 2i*ara,kan dengan *entakan +4! kali benda asing akan terlem,ar keluar3 ada anak/ ,enekanan 5uku, dengan memakai 0ari telun0uk dan 0ari tenga* kedua tangan3 4 ada ,asien $ang tidak sadar atau terbaring/ da,at dilakukan dengan 5ara ,en#l#ng berlutut dengan kedua kaki ,ada kedua sisi ,asien3 Ke,alan tangan diletakkan di baAa* tangan kiri di daera* e,igastrium3

)a%e 28

42engan *entakan tangan kiri ke baAa* dan ke atas bebera,a kali udara dalam ,aru akan mend#r#ng benda asing keluar3

'-

+ema.am/ 0an men)ela(kan O5(1r4k(/ Lar/ng De3/n/(/

Dbstruksi laring adala* keadaan tersumbatn$a laring $ang da,at disebakan #le* radang akut dan radang kr#nis/ benda asing/ trauma/ iatr#genik/ tum#r laring/ dan kelum,u*an nervus rekuren bilateral3 E1/olog/ Dbstruksi laring disebabkan #le* : &. Kelainan 5#ngenital a3 ?aring#malasia ;idak ditemukan gangguan ,at#l#gi dasar atau,un gangguan $ang bersi(at ,r#gresi( ,ada laring#malasia3 K#ndisi ini lebi* meru,akan keadaan laringne#natus $ang terlalu lunak dan kendur 0ika dibandingakan n#rmaln$a3 Saat ba$imenarik na(as/ laring $ang lunak akan saling menem,el/ mem,ersem,it aditus dantimbul strid#r3 r#ses menelan tidak terganggu3 r#ses menangis mestin$a n#rmal3 ertamba*an berat dan ,erkembangan ba$i biasan$a n#rmal3 Strid#r meru,akange0ala utama dan da,at berlangsung k#nstan atau *an$a saat ba$i tereksitasi3Bersama strid#r da,at timbul retraksi sternum dan dada3 Biasan$a ba$i berusia bebera,a minggu saat mulain$a laring#malasia3 r#gn#sisn$a 5uku, baik karena kartilag# akan men0adi kaku3 Bila sumbatan laring makin *ebat sebaikn$a dilakukan intubasi trakea dan0angan dilakukan trakeast#mi karena biasan$a 0uga diikuti trake#malsia3 Drangtua ,asien dinase*atkan su,a$a lekas datang ke d#kter 0ika ada ,eradangan saluran na(as atas misaln$a ,ilek3 b3 Sten#sis subgl#tik
)a%e 29

ada daera* subgl#tik 249 5m dari ,ita suara/ sering terda,at ,en$em,itan (sten#sis)3 Kelainan $ang da,at men$ebabkan sten#sis subgl#tis iala* : enebalan 0aringan submuk#sa dengan *i,er,lasia kelen0ar mukus dan (ibr#sis23 Kelainan bentuk tulang raAan krik#id dengan lumen $ang lebi* ke5il93 Bentuk tulang raAan krik#id n#rmal dengan ukuran lebi* ke5il+3 ergeseran 5in5in trakea ,ertama keara* atas belakang ke dalam lumenkrik#id3 1e0ala sten#sis subgl#tik iala* strid#r/ dis,n#e/ retraksi di su,rasernal/ e,igastrium/interk#stal serta subklavikula3 ada stadium $ang lebi* berat akan ditemukan sian#sisdan a,n#e se*ingga mungkin ter0adi gagal na(as3

2. ;rauma laring

a3 K#ntusi# laring Bermani(estasi sebagai *emat#ma internal dan terkadang sebagai disl#kasikartilag# ariten#idea3 ;rauma biasan$a disebabkan benda tum,ul3 Kun5i ,ada tera,i adala* dengan diagn#sis segera3 K#ntusi# da,at di#bservasi sementara,ersia,an trake#t#mi teta, dilakukan3 Biasan$a ,asien dengan k#ntusi# 5uku, k##,erati( untuk dilakukan visualisasi laring3 Hemat#ma biasan$a terli*at3 b3 Sten#sis laring dan subgl#tis )aringan ,arut $ang mem,ersem,it 0alan na(as meru,akan sekuele dari suatu ,en$akit atau 5edera/ dan ,enatalaksanaann$a sering kali sangat sulit3 ;rauma tum,ul atau tembus/ trake#t#mi tinggi/ ,enelanan zat kaustik/ luka tembak/ iritasibal#n tuba end#trakea meru,akan ,en$ebab sten#sis laring $ang ,aling sering di0um,ai3 Biasan$a ,asien memerlukan intubasi trakea 0angka ,an0ang bagi mereka$ang sangat sakit Aalau,un ini 0uga da,at mne$ebabkan sten#sis laring lagi3 53 ;rauma <ntubasi ;rauma akibat intubasi bisa disebabkan karena trauma langsung saat ,emasangan atau ,un karena bal#n $ang menekan muk#sa terlalu lama se*ingga men0adi nekr#sis3 ;rauma sekunder akibat intubasi umumn$a karena in(lasi bal#n $ang berlebi*an Aalau,un menggunakan 5u(( v#lume besar bertekanan renda*3 ;rauma $ang disebabkan #le* 5u(( ini ter0adi ,ada kira4kira setenga* dari ,asien $ang mengalami trauma saat trake#st#mi3 ;rauma intubasi ,aling sering men$ebabkan sikatrik kr#nik dengan sten#sis/ 0uga da,at menimbulkan (istulatrake#es#(ageal/ er#si trakea #le* ,i,a trake#st#mi/ (istula trakea4arteri in#minata/dan ru,tur br#nkial3 enggunaan ,i,a end#trakea dengan 5u(( $ang bertekanan tinggi meru,akan eti#l#gi $ang ,aling sering ter0adi ,ada intubasi end#trakea3 enggunaan 5u(( dengan v#lume tinggi tekanan renda* tela* menurunkan insiden sten#sis trakea,ada ti,e trauma ini/ namun trauma intubasi ini masi* teta, ter0adi dan men0adiindikasi untuk reseksi trakea dan rek#nstruksi3 Selain (akt#r diatas ada bebera,a (akt#r resik# $ang mem,ermuda* ter0adin$a laserasi atau trauma intubasi3 Saat ini tersedia 5u(( ,lasti5 bertekanan renda* untuk tuba trake#st#mi3 :u(( ini diran5ang untuk memeli*ara tekanan ,ada trakea agar teta, di baAa* 2!5mHD se*ingga mengurangi insiden sten#sis akibat 5u(( trakea3 ;ekanan 5u(( *arus di,antau sedikitn$a & 0am dengan menem,elkan diameter tekanan genggam ,ada ,il#t bal#n sedang atau melakukan teknik ,enggunaan v#lume keb#5#ran minimal atau v#lume #klusi minimal3 Se5ara umum da,at dikatakan ba*Aa intubasi end#trakea 0angan melebi*i 6 *ari dan untuk selan0utn$a sebaikn$a dilakukan trake#st#mi3
3. en$akit in(eksi ,ada laring

a3 ?ar$ngitis akut 'adang akut laring ,ada umumn$a meru,akan kelan0utan dari rin#(aringitis (5#mm#n 5#ld)3 ada anak da,at men$ebabkan sumbatan 0alan na(as dan ,ada#rang deAasa tidak se5e,at ,ada anak3
)a%e 3-

en$ebabn$a adala* bakteri $angmen$ebabkan radang l#kal dan virus $ang men$ebabkan radang sistemik3 1e0aladan tanda4tandan$a beru,a demam/ malaise/ suara ,arau sam,ai a(#ni/ n$erimenelan atau berbi5ara/ batuk kering $ang lama kelamaan disertai da*ak kentaldan ge0ala sumbatan laring3 b3 ?aringitis kr#nik 2a,at disebabkan #le* sinusitis kr#nis/ deviasi se,tum $ang berat/ ,#li, *idung atau br#nkitis kr#nis/ dan ,en$ala*gunaan suara (#5al abuse )/ sinusitis/ re(lu8/ dan ,#lusi lingkungan3 1e0alan$a adala* suara ,arau $ang meneta,/ rasa tersangkut di tengg#r#k se*ingga ,asien sering mende*em tan,a mengeluarkan sekret karena muk#sa $ang menebal3 53 :r#u, <n(eksi menular melalui in*alasi/ masuk melalui *idung dan nas#(aring3<n(eksi men$ebar dan ak*irn$a melibatkan laring dan trakea3 Meski,un saluran ,erna(asan lebi* renda*/ mungkin akan ter,engaru*3 eradangan dan edema ,ada laring dan trakea subgl#tik/ k*ususn$a $ang dekat dengan tulang raAan krik#id/ $ang ,aling klinis signi(ikan3 Firus ara in(luenzae mengakti(kan sekresi kl#rida danmeng*ambat ,en$era,an natrium melintasi e,itel trakea/ berk#ntribusiter*ada, edema 0alan na,as3 <ni adala* bagian ,aling sem,it dari saluran na,as anak3 2engan demikian/ ,embengkakan da,at se5ara signi(ikan mengurangi diameter/ membatasi aliran udara3 <ni men$ebabkan aliran udara turbulen danstrid#r/ retraksi dada/ dan batuk3 kerusakan end#tel dan *ilangn$a (ungsi siliater0adi3 Cksudat (ibrin memenu*i sebagian lumen trakea3 Selain itu terda,at ,enurunan m#bilitas dari ,ita suara karena edema3 ada ,en$akit $ang berat/eksudat (ibrin#us dan ,seud#membran da,at men$ebabkan #bstruksi 0alan na,as$ang lebi* besar3 Hi,#ksemia da,at ter0adi karena ,en$em,itan lumen $ang ,r#gresi(/ ventilasi alve#lar $ang terganggu dan ketidak seimbangan ventilasi4,er(usi3 1e0alan$a $aitu strid#r ins,irasi atau bi(ase/ demam sub(ebril/ batuk (terutama,ada malam *ari)/ suara serak3
4. Cdema ?aring

Cdema laring adala* ,embengkakan $ang da,at diamati dari akumulasi 5airan $ang terda,at di daera* laring3 embengkakan adala* akibat dari akumulasi 5airan $ang berlebi*an dibaAa* kulit dalam ruang4ruang didalam 0aringan40aringan3 Cdema meru,akan mani(estasi umum kelebi*an v#lume 5airan $ang membutu*kan ,er*atian k*usus3 embentukan edema/ sebagai akibat dari ,erluasan 5airan dalam k#m,artemen 5airan intertisial/ da,at terl#kalisir/ 5#nt#*n$a ,ada ,ergelangan kaki7da,at ber*ubungan dengan remat#id art*ritis7 atau da,at men$eluru*/ se,erti ,ada gagal 0antung atau gin0al/ edema men$eluru* $ang berat disebut anasarka(Brunner and Sudart*/ 2001)3 en$ebab lain $ang mungkin edema laring meli,uti ,eningkatan tekanan ka,iler akibat sindr#m vena kava su,eri#r/ ligasi vena 0ugularis internal/ kegagalan #sm#tik menurunkan ,lasma disebabkan #le* gagal gin0al/ gangguan aliran lim(atik/ dan ,eningkatan ,ermeabilitas ka,iler ter*ada, ,r#tein3 (%r#m a,arella et al3/ Dt#lar$ng#l#g$/ 9d ed/ ,22!9) (2ari a,arella dkk3/ ;H;/ 9d ed/ ,22!9)3 Mani(estasi klinis dari edema laring antara lain: - Kesulitan untuk berna(as/ ba*kan bisa men$ebabkan tidak bisa berna(as3 - ;akikardia eningkatan tekanan dara*/ tekanan nadi/ dan tekanan vena sentral eningkatan berat badan - Na(as ,endek dan Mengi - 'etensi :airan emeriksaan 2iagn#stik : - ?ab#rat#rium: urinalisa/ urem/ 5reatinin/ dara* lengka,/ elektr#lit/ ,r#tein (albumin)/ analisa gas dara*/ gula dara*
)a%e 3&

'adi#l#g$: (#t# laring Bi#,s$ 0aringan di sekitar laring enatalaksanaan k#nservati( Meli,uti ,engaturan diet/ 5airan dan garam/ mem,erbaiki ketidakseimbangan elektr#lit dan asam basa/ mengendalikan *i,erensi/ ,enanggulangan asid#sis/ ,eng#batan neur#,ati/ deteksi dan mengatasi k#m,likasi3
5. ;um#r laring

;um#r 0inak laring da,at beru,a ,a,il#ma laring/ aden#ma/ k#ndr#ma/ mi#blast#ma sel granuler/ *emangi#ma/ li,#ma/ dan neur#(ibr#ma3 ;um#r ganas laring diantaran$a tum#r su,ragl#tik/ tum#r gl#tik/ tum#r subgl#tik/ dan tum#r ganas transgl#tik3 Cti#l#gi karsin#ma laring belum diketa*ui dengan ,asti3 2ikatakan #le* ,ara a*li ba*Aa ,er#k#k/ ,eminum alk#*#l meru,akan kel#m,#k #rang4#rang dengan risik# tinggi ter*ada, karsin#ma laring3 enelitian e,idemi#l#gik menggambarkan bebera,a *al $ang diduga men$ebabkan ter0adin$a karsin#ma laring $ang kuat iala*r#k#k/ alk#*#l/ dan ter,a0an #le* sinar radi#akti(3
6. Benda asing laring

Benda $ang berasal dari luar tubu* atau dari dalam tubu* $ang dalam keadaan n#rmal tidak ada ,ada saluran na,as tersebut3 Setia, benda asing dalam laring meru,akan keadaan darurat $ang ,erlusegera ditangani3 Ke0adiann$a sering kali beru,a sese#rang $ang men0e,it #b0ek didalam mulut di antara gigin$a dan kemudian tidak senga0a terin*alasi3 )ika ,asien tidak dalam keadaan distress ,erna(asan/ tidak ,erlu dilakukan usa*a untuk mengangkat #b0ek di unit gaAat darurat3 engangkatan *arus dilakukan di kamar #,erasi dengan di dam,ing ,etugas anestesia3 tindakan mengeluarkan benda asing ituda,at mengakibatkan #bstruksi 0alan na(as3 ada anak ke5il benda asing dalam es#(agus bagian atas da,at menekan 0alan na(as dengan 0alan mendilatasi es#(agus3 :#nt#* kasus benda asing misaln$a se,#t#ng daging tersangkut ,ada rima gl#tis3 K#rban tiba4tiba k#la,s setela* memasukkan makanan dalam sua,an besar3 Benda asing tersebut *arus diusa*akan untuk dikeluarkan dengan 5ara menekan dada dari belakang $aitu manu(er Heimli5*3 )ika tidak ber*asil/ sebaikn$a dilakukan krik#tir#t#mi/ bukann$a trake#st#mi3
7. aralisis laring

;ia, lesi se,an0ang ,er0alanan nervus rekuren lar$ngeal da,at menimbulkan ,aralisis laring3 ada ,aralisis k#rda v#kalis bilateral/ suara tidak terlalu ter,engaru*3 "kan teta,i rima gl#tis tidak 5uku, lebar untuk kegiatan $ang mengera*kan tenaga3 asien ba*kan mengalami sesak na(as saat istira*at3 Se*ingga ,asien memerlukantrake#st#mi guna mengurangi #bstruksi 0alan na(as3 aralisis k#rda v#kalis unilateral ,ada anak memiliki 5iri tamba*an3 Karena ukuran gl#tis $ang ke5il/ maka ,aralisisunilateral ,ada anak da,at memba*a$akan 0alan na(as/ se*ingga se5ara klinis mengakibatkan strid#r3 Sementara itu ,ada ,aralisis lengka,/ lesi sara( vagus di atas sara( laringeus su,eri#r bilateral/ dimana e(ek lesi seru,a dengan ,aralisis sara( rekurens/ namun lebi* 5endrung untuk mengalami as,irasi3 *a1o3/(/olog/ %isi#l#gi laring ?aring atau ,angkal tengg#r#k meru,akan saluran udara dan bertindak sebagai ,embentukan suara/ terletak di de,an bagian (aring sam,ai ketinggian vertebra servikalis dan masuk ke dalam trakea di baAa*n$a3 angkal tengg#r#k itu da,at di tutu, #le* sebua* em,ang tengg#r#k $ang di sebut e,igl#tis/ $ang terdiri dari tulang4tulang raAan $ang ber(ungsi ,ada Aaktu kita menelan makanan menutu,i laring3 ?aring terdiri dari lima tulang raAan antara lain :
)a%e 32

13 23 93 +3

Kartilag# tir#id (satu bua*) de,an 0akun (adamWs a,,le)/ sangat 0elas terli*at ,ada ,ria3 Kartilag# aritean#id (dua bua*) $ang berbentuk beker3 Kartilag# krik#id (satu bua*) $ang berbentuk 5in5in3 Kartilag# e,igl#tis (satu bua*)3 ?aring di la,isi #le* sela,ut lendir/ ke5uali ,ita suara dan bagian e,igl#tis $ang di la,isi #le* sel e,itelium berla,is3 ita suara ini ber0umla* dua bua* : di bagian atas adala* ,ita suara ,alsu dan tidak mengeluarkan suara $ang di sebut dengan ventrikularis di bagian baAa* adala* ,ita suara $ang se0ati $ang membentuk suara $ang di sebut v#kalis/ terda,at dua #t#t3 Dle* gerakan dua bua* #t#t ini maka ,ita suara da,t bergetar dengan demikian ,ita suara (rima gl#tidis) da,at melebar dan menge5il/ se*ingga di sini terbentukn$a suara3 %ungsi laring sebagai ,r#teksi iala* untuk men5ega* makanan dan benda asing masuk kedalam trakea/ dengan 0alan menutu, auditus laring dan rima gl#tis se5ara bersamaan3 ;er0adin$a ,enutu,an aditus laring iala* karena ,engangkatan laring ke atas akibat k#ntraksi #t#t4#t#t ekstrinsik laring3 2alam *al ini kartilag# ariten#id bergerak kede,an akibat k#ntraksi m3tir#ariten#id dan m3ariten#id3 Selan0utn$a marie,igl#itika ber(ungsi sebagai s(ingter3 enutu,an rima gl#tis karena adduksi ,lika v#kalis3 Kartilag# ariteni#d kiri dan kanan mendekat karena adduksi #t#t4#t#t intrinsik3 *ro(e( pem5en14kan (4ara ;erbentukn$a suara meru,akan *asil dari *asil ker0a sama antara r#ngga mulut/ r#ngga *idung/ laring/ lida* dan bibir3 ada ,ita suara ,alsu tidak terda,at #t#t/ #le* karena itu ,ita suara ini tidak da,at bergetar/ *an$a antara kedua ,ita suara tadi di masuki #le* aliran udara maka tulang raAan g#nd#k dan tulang bentuk beker tadi di ,utar3 "kibatn$a ,ita suara da,at mengen5ang dan mengend#r dengan demikian sela udara men0adi sem,it atau luas3 ergerakan ini di bantu ,ula #le* #t#t4#t#t laring/ udara $ang dari ,aru4,aru di *embuskan dan menggetarkan ,ita suara3 1etaran itu di teruskan melalui udara $ang keluar masuk3 erbedaan suara sese#rang bergantung ,ada tebal dan ,an0angn$a ,ita suara3 ita suara ,ria 0au* lebi* tebal dari ,ada ,ita suara Aanita3 *a1o3/(/olog/ O5(1r4k(/ Lar/ng ?aring meru,akan k#tak kaku dan mengandung ruangan sem,it antara ,ita suara (gl#tis)/ dimana udara *arus meleAati ruang ini3 "dan$a ,embengkakan membran muk#sa laring da,at menutu,i 0alan ini $ang men0adi ,en$ebab kematian3

+an/3e(1a(/ Kl/n/( a. $. +. d. e. 0. a3 b3 1e0ala dan tanda sumbatan laring se5ara umum iala* : Suara serak (dis(#nia) sam,ai a(#ni Sesak na(as (dis,nea) Strid#r (na(as berbun$i) $ang terdengar ,ada Aaktu ins,irasi :ekungan $ang terda,at ,ada Aaktu ins,irasi di su,rasternal/ e,igastrium/su,raklavikula dan interk#stal1elisa* karena ,asien *aus udara (air *unger )3 Uarna muka ,u5at dan terak*ir men0adi sian#sis karena *i,#ksia )a5ks#n membagi sumbatan laring $ang ,r#gresi( dalam + stadium dengan tandadan ge0ala: Stadium < : :ekungan tam,ak ,ada Aaktu ins,irasi di su,rasternal/ strid#r ,adaAaktu ins,irasi dan ,asien masi* tenang3 Stadium << : :ekungan ,ada Aaktu ins,irasi di daera* su,rasternal makin dalam/ditamba* lagi dengan timbuln$a 5ekungan di daera* e,igastrium3 asien suda* mulai gelisa*3 Strid#r terdengar ,ada Aaktu ins,irasi3

)a%e 33

53 Stadium <<< : :ekungan selain di daera* su,rasternal/ e,igastrium 0uga terda,at diin(raklavikula dan sela4sela iga/ ,asien sangat gelisa* dan dis,nea3Strid#r terdengar ,ada Aaktu ,ada Aaktu ins,irasi dan eks,irasi3 d3 Stadium <F : :ekungan X 5ekungan di atas bertamba* 0elas/ ,asien sangat gelisa*dan tam,ak sangat ketakutan serta sian#sis3 )ika keadaan ini berlangsung terus/ ter0adila* *i,erka,nea $ang akan men$ebabkan ,aralitik ,usat ,erna(asan3 Selain itu ,asien akan ke*abisan tenaga dan letargi3 asien lema* dan tertidur dan ak*irn$a meninggal karena as(iksia3 D/agno(/( 2iagn#sis ,asien dengan sumbatan 0alan na(as memerlukan integrasi anamnesis dan,emeriksaan (isik untuk mengidenti(ikasi l#kasi dan besarn$a #bstruksi3Selama ,enilaian/ *arus selalu di,er*atikan keadaan umum ,asien/ Ken$amanan berna(as/ usa*a berna(as/ dan #ksigenasi ,eri(er3 asien dengan #bstruksi saluran na(as da,at agitasi akibat ketakutan 6*i,#ksia/ teta,i ,asien tan,a agitasi terutama letargi da,at mengalami#bstruksi dan *i,erka,nea3 emeriksaan aAal men5aku, tanda vital/ ,ulse 8imetr$ dan identi(ikasi tanda trauma ke,ala dan le*er3 ;ulang servikal *arus dievaluasi dan distabilisasi3 asien dengan kesulitan berna(as akan meng*indari berbi5ara dan men5ari ,#sisi $ang da,at membantu mem,erbesar 0alan na(as3 Uaktu mun5uln$a strid#r ,enting untuk diketa*ui3 1e0ala saluran na(as mula4mula mun5ul ,ada saat relaksasi neur#muskular/ $aitu ,ada saattidur3 'iAa$at in(eksi/ trauma le*er dan ke,ala/ masukn$a benda asing *arus ditan$akan3 Seluru* ,asien/ *arus ditan$akan seluru* ge0ala kelainan ke,ala dan le*er/ se,erti turunn$aberat badan/ batuk/ *em#,tisis/ dis,*agia/ #din#,*agia/ ,eruba*an suara/ #talgia/ n$eritengg#r#k/ emesis dan *ematemesis3 Selama ,emeriksaan/ ,emeriksa *arus mendengarkan dengan seksama na(as ,asien3 ada ,asien n#rmal/ tidak ada usa*a berna(as3 Strid#r/ bun$i s,#ntan $ang di*asilkan #le* ,asien dengan #bstruksi saluran na(as $ang signi(ikan/ disebabkan turbulensi aliran udara$ang meleAati daera* $ang sten#sis3 Strid#r da,at digunakan untuk mengidenti(ikasi l#kasidan berat #bstruksi saluran na(as3 Strid#r ins,irasi ter0adi ,ada #bstruksi di su,ragl#tis dangl#ttis3 Strid#r eks,irasi ter0adi ,ada #bstruksi gl#ttis/ subgl#ttis/ dan tra5*eal3 Sn#ring/ getaran ,alatal ,ada #r#(aring $ang men$em,it sering ditemukan ,ada ,asien dengan,en$em,itan diameter #r#(aring/ ,asien #bese atau #bstruksi nasal3 diagn#sis ditegakkan berdasarkan anamnesis/ ,emeriksaan klinis dan laring#sk#,i3 ada #rang deAasa dilakukan laring#sk#,i tidak langsung dan ,ada anak dilakukan laring#sk#,i langsung3 emeriksaan lab#rat#rium dan radi#gra(ik da,at dilakukan ,ada,asien dengan an5aman #bstruksi saluran na(as3 Ta1a Lak(ana enanggulangan Dbstruksi ?aring rinsi, ,enangulangan sumbatan laring iala* meng*ilangkan ,en$ebab sumbatan dengan 5e,at atau membuat 0alan na(as baru $ang da,at men0amin ventilasi3 ;indakan k#nservati( dengan ,emberian anti in(lamasi/ anti alergi/ antibi#tika/ serta ,emberian #ksigen intermiten dilakukan ,ada sumbatan laring stadium < $ang disebabkan ,eradangan3 ;indakan #,erati( atau resusitasi untuk membebaskan saluran na,as ini da,at dengan 5ara memasukkan ,i,a end#trakea melalui mulut (intubasi #r#trakea) atau melalui *idung (intubasi nas#trakea)/ membuat trake#st#ma atau melakukan krik#tir#t#mi3 <ntubasi end#trakea atau resusitasi da,at dilakukan ,ada ,asien dengan sumbatanlaring stadium << dan <<</ sedangkan krik#tir#t#mi dilakukan ,ada sumbatan laring stadium <F3 ;indakan #,erati( atau resusitasi da,at dilakukan berdasar analisis gas dara* (,emeriksaan "stru,)3 Bila (asilitas tersedia maka intubasi end#trakea meru,akan ,ili*an ,ertama sedangkan 0ika ruangan ,eraAatan intensi( tidak tersedia sebaikn$a dilakukan trake#st#mi3
)a%e 34

ada sumbatan t#tal laring akibat benda asing/ da,at dilakukan ,erasat dari Heimli5* (Heimli5* manuever) ,ada anak dan deAasa/ atau dengan memegang anak ,ada #sisiterbalik/ ke,ala di baAa*/ kemudian daera* ,unggung6 tengkuk di,ukul/ se*ingga di*ara,kanbenda asing da,at dibatukkan keluar3
A. <ntubasi Cnd#trakea

<ndikasi intubasi end#trakea : 13 .ntuk mengatasi sumbatan saluran na(as bagian atas3 23 Membantu ventilasi3 93 Memuda*kan mengisa, sekret dari traktus trake#4br#nkial3 +3 Men5ega* as,irasi sekret $ang ada di r#ngga mulut atau $ang berasal dari lambung i,a end#trakea *arus dengan ukuran $ang sesuai dengan ukuran trakea ,asien dan umumn$a untuk #rang deAasa di,akai $ang diameter dalamn$a -4&/! mm3 i,a end#trakea $ang dimasukkan leAat *idung da,at di,erta*ankan untuk bebera,a *ari/ dan 0angan melebi*i 6 *ari dan untuk selan0utn$a sebaikn$a dilakukan trake#st#mi3 K#m,likasi $ang da,at timbul adala* sten#sis laring atau trakea3 ;eknik <ntubasi ;rakea <ntubasi end#trakea meru,akan tindakan ,en$elamat dan da,at dilakukandengan atau tan,a analgesia t#,ikal dengan 8$l#5ain 10E3 #sisi ,asien tidur telentang/ le*er (leksi sedikit/ dan ke,ala ekstensi3 ?aring#sk#, dengan s,atel bengk#k di,egang dengan tangan kiri/ dimasukkan melalui mulut sebela* kanan/ se*ingga lida* terd#r#ng ke kiri3 S,atel diara*kan menelusuri ,angkal lida* kevalekula/ lalu laring#sk#, diangkat ke atas/ se*ingga ,ita suara da,at terli*at3 2engan tangan kanan ,i,a end#trakea dimasukkan melalui mulut terus melalui 5ela* antara kedua ,ita suara ke dalam trakea3 i,a end#trakea 0uga da,at dimasukkan melalui sala* satu lubang *idung sam,ai r#ngga mulut dan dengan 5unam Magill u0ung ,i,a end#trakea dimasukkan ke dalam 5ela* antara kedua ,ita suara sam,ai ke trakea3 Kemudian bal#n diisi udara dan ,i,a end#trakea di(iksasi dengan baik3 ",abila menggunakan s,atel laring#sk#, $ang lurus maka ,asien $ang tidur telentangitu ,undakn$a *arus digan0al dengan bantal ,asir/ se*ingga ke,ala muda* diekstensikan maksimal3 ?aring#sk#, dengan s,atel $ang lurus di,egang dengan tangan kiri dan dimasukkan mengikuti dinding (aring ,#steri#r dan e,igl#tis diangkat *#riz#ntal keatas bersama4sama se*ingga laring 0elas terli*at3 i,a end#trakea di,egang dengantangan kanan dan dimasukkan melalui 5ela* ,ita suara sam,ai di trakea3 Kemudianbal#n diisi udara dan ,i,a end#trakea di(iksasi dengan ,lester3 Memasukkan ,i,aend#trakea ini *arus *ati4*ati karena da,at men$ebabkan trauma ,ita suara/ laserasi,ita suara timbul granul#ma dan sten#sis laring atau trakea3
:. ;rake#st#mi

;rake#st#mi meru,akan tindakan membuat st#ma agar udara da,at masuk ke,aru4,aru dengan memintas 0alan na(as bagian atas3 <ndikasi trake#st#mi termasuk sumbatan mekanis ,ada 0alan na(as dan gangguan n#n #bstruksi $ang menguba*ventilasi3 1angguan $ang memerlukan trake#st#mi : &. Mengatasi #bstruksi laring3 2. Mengurangi ruang rugi (dead air s,a5e) di saluran na(as bagian atas se,erti daera* r#ngga mulut/ sekitar lida* dan (aring3 2engan adan$a st#ma makaseluru* #ksigen $ang masuk kedalam ,aru/ tidak ada $ang tertinggal diruangrugi itu3 Hal ini berguna ,ada ,asien dengan kerusakan ,aru/ $ang ka,asitasvitaln$a berkurang3 3. Mem,ermuda* ,engisa,an sekret dari br#nkus ,ada ,asien $ang tidak da,at mengeluarkan sekret se5ara (isi#l#gik/ misaln$a ,ada ,asien dalam keadaan k#ma33 4. .ntuk memasang res,irat#ar (alat bantu ,erna,asan)3 5. .ntuk mengambil benda asing dari subgl#tik/ a,abila tidak mem,un$ai (asilitas untuk br#nk#sk#,i3 "lat4alat $ang ,erlu di,ersia,kan untuk melakukan trake#st#mi iala* sem,rit dengan #bat analgesia/ ,isau skal,el/ ,inset anat#mi/ gunting ,an0ang $ang
)a%e 35

tum,ul/ se,asang ,engait tum,ul/ klem arteri/ gunting ke5il $ang ta0am serta kanul trakea $ang ukurann$a 5#5#k untuk ,asien3 ;eknik ;rake#st#mi asien tidur telentang/ ba*u digan0al dengan bantalan ke5il se*ingga memuda*kan ke,ala untuk diekstensikan ,ada ,ersendian atlant# #ksi,ital3 2engan ,#sisi se,erti ini le*er akan lurus dan trakea akan terletak di garis median dekat ,ermukaan le*er3 Kulit daera* le*er dibersi*kan se5ara dan antise,sis dan ditutu, dengan kain steril3 Dbat anastetikum disuntikkan di tenga* krik#id dengan (#sa su,rasternalse5ara in(iltrasi3 Sa$atan kulit da,at vertikal di garis tenga* le*er mulai di baAa* krik#id sam,ai (#sa su,rasternal atau 0ika membuat sa$atan *#riz#ntal dilakukan ,ada ,ertenga*an 0arak antara kartilag# krik#id dengan (#sa su,rasternal atau kira4kira 20ari di baAa* krik#id #rang deAasa3 Sa$atan 0angan terlalu sem,it/ dibuat kira4kira !5m3 2engan gunting ,an0ang $ang tum,ul kulit serta 0aringan di baAa*n$a di,isa*kan la,is demi la,is dan ditarik ke lateral dengan ,engait tum,ul/ sam,ai tam,ak trakea $ang beru,a ,i,a dengan susunan 5in5in4 5in5in tulang raAan $ang berAarna ,uti*3 Bila la,isan kulit dan 0aringan di baAa*n$a dibuka te,at di tenga* maka trakea ini muda* ditemukan3 embulu* dara* vena 0ugularis anteri#r $angtam,ak ditarik ke lateral3 <smus tir#id $ang ditemukan ditarik ke atas su,a$a 5in5intrakea 0elas terli*at3 )ika tidak mungkin/ ismus tir#id diklem ,ada dua tem,at dan di,#t#ng di tenga*n$a3 Sebelum klem ini dile,askan ismus tir#id diikat kedua te,in$a dan disisi*kan ke lateral3 erdara*an di*entikan dan 0ika ,erlu diikat3 ?akukanas,irasi dengan 5ara menusukkan 0arum ,ada membran antara 5in5in trakea dan akanterasa ringan Aaktu ditarik3 Buat st#ma dengan mem#t#ng 5in5in trakea ke49 dengan gunting $ang ta0am3 Kemudian di,asang kanul trakea dengan ukuran $ang sesuai3 Kanul di(iksasi dengan tali ,ada le*er ,asien dan luka #,erasi ditutu, dengan kasa3 eraAatan as5a ;rake#st#mi ada ,eraAatan aAal dari st#ma ,erlu dilakukan auskultasi dada dan ,ada anak memerlukan radi#gram dada segera untuk men5ek ,#sisi tuba agar tidak melam,aui karina se*ingga masuk ke br#nkus kanan dan men$umbat br#nkus kiri/serta untuk memastikan tidak ter0adi ,neum#t*#raks3 eraAatan ,as5a trake#st#mi sangat ,enting karena sekret da,at men$umbat dan menimbulkan as(iksia3 Dle* karena itu/ sekret di trakea dan kanul *arus sering diisa, ke luar dan kanul dalam di5u5i sekurang4kurangn$a dua kali se*ari lalu segera dimasukkan lagi ke dalam kanul luar3 Bila kanul *arus di,asang dalam 0angka Aaktu lama/ maka kanul *arus dibersi*kan dua minggu sekali3 Kain basa* di baAa* kanul *arus diganti untuk meng*indari timbuln$a dermatitis3
1. Krik#tir#t#mi

Krik#tir#t#mi meru,akan tindakan ,en$elamat ,ada ,asien dalam keadaan gaAat na,as3 2engan 5ara membela* membran krik#tir#id3 ;indakan ini *arus diker0akan 5e,at Aalau,un ,ersia,ann$a darurat3 ;eknik krik#tir#t#mi asien tidur telentang dengan ke,ala ekstensi ,ada artikulasi atlant##ksi,italis3 un5ak tulang raAan tir#id ("dams a,,le) muda* diidenti(ikasi di(iksasi dengan 0ari tangan kiri3 2engan telun0uk 0ari tangan kanan tulang raAan tir#id dirabake baAa* sam,ai ditemukan kartilag# krik#id Membran krik#tir#id terletak di antara kedua tulang raAan ini3 2aera* ini diin(iltrasi dengan anastetikum kemudian dibuatsa$atan *#riz#ntal ,ada kulit )aringan di baAa* sa$atan di,isa*kan te,at te,at ,adagaris tenga*3 Setela* te,i baAa* kartilag# tir#id terli*at/ tusukkan ,isau dengan ara* ke baAa*3 Kemudian/ masukkan kanul bila tersedia3 )ikatidak/ da,at di,akai ,i,a ,lastik untuk sementara Krik#tir#t#mi meru,akan k#ntra indikasi ,ada anak di baAa* 12 ta*un/ demikian 0uga ,ada tum#r laring $ang suda* meluas ke subgl#tik dan terda,at laringitis3 Sten#sis subgl#tik
)a%e 36

akan timbul bila kanul dibiarkan terlalu lama karena kanul $ang letakn$a tinggi akan mengiritasi 0aringan40aringan di sekitar subgl#tis/ se*ingga terbentuk 0aringan granulasi dan sebaikn$a segera diganti dengantrake#st#mi dalam Aaktu +& 0am3
#. Heimli5* Manuver

:ara lain untuk mengeluarkan benda asing $ang men$umbat laring se5ara t#taliala* dengan 5ara ,erasat dari Heimli5* (Heimli5* maneuver)/ da,at dilakukan ,adaanak mau,un deAasa3 Menurut te#ri Heimli5*/ benda asing $ang masuk ke dalam laring iala* ,ada saat ins,irasi3 2engan demikian ,aru ,enu* dengan udara/ diibaratkan sebagai b#t#l ,lastik $ang tertutu,/ dengan menekan b#t#l itu/ maka sumbatn$a akan terlem,ar keluar3 ada maneuver Heimli5*/ dilakukan ,enekanan ,ada ,aru3 :aran$a iala* bila,asien masi* da,at berdiri maka ,en#l#ng berdiri de belakang ,asien/ ke,alan tangan kanan ,en#l#ng diletakkan diatas ,r#sessus 8i(#id sedangkan tangan kirin$a diletakkan diatas tangan kirin$a3 Kemudian dilakukan ,enekanan ke belakang dan keatas ke ara* ,aru bebera,a kali/ se*ingga di*ara,kan benda asing terlem,ar keluar dari mulut ,asien3 Bila ,asien suda* terbaring karena ,ingsan maka ,en#l#ng bersetum,u ,adalututn$a dikedua sisi ,asien/ ke,alan tangan diletakkan dibaAa* ,r#sessus 8i(#id/ kemudian dilakukan ,enekanan ke baAa*/ dan ke ara* ,aru ,asien bebera,a kali/ se*ingga benda asing terlem,ar keluar mulut3 #sisi muka ,asien *arus lurus/ le*er 0angan ditekuk kesam,ing/ su,a$a 0alan na(as meru,akan garis lurus3 K#m,likasi ,erasat Heimli5* iala* kemungkinan ter0adi ru,ture lambung atau*ati dan (raktur iga3 Dle* karena itu/ ,ada anak sebaikn$a 5ara men#l#ngn$a tidak dengan menggunakan ke,alan tangan/ teta,i 5uku, dengan dua bua* 0ari kiri dan kanan3 Kompl/ka(/ K#m,likasi beda* sering timbul selama ,embeda*an/ namun k#m,likasi da,at dikenali/ di5ega* dan diatasi3 erdara*an da,at di5ega* dengan diseksi garis tenga* elekti( dengan mengikat ,embulu* dara* dan ,emeriksaan dengan 5ermat ,ada tia, ,ermukaan dimana dara* merembes3 neum#t*#raks da,at ditemukan se5ara dini melalui auskultasi dan radi#gram dada3 aralisis sara( rekuren 0arang ter0adi dan *arus di5ega* dengan mem,er*atikan teknik beda*3 K#m,likasi lan0ut : erdara*an lan0ut adala* akibat er#si trakea ,ada ,embulu* utama/ biasan$a arteri in#minata3 - <n(eksi - % istula trake#es#(agus - Sten#sis trakea Daftar Pustaka
1320uanda/ "d*i dan Hamza*/ M#5*tar320103 Ilm4 *enyak/1 K4l/1 0an Kelam/n E0/(/ Keenam 3 Badan enerbit %K.<3 )akarta:

23S#e,ardi C"/ <skandar N3 Cdit#r3 Buku a0ar ilmu kese*atan telinga4*idung4tengg#r#k3Cdisi !3 enerbit %akultas Ked#kteran .niversitas <nd#nesia3 )akarta3 200!3 93S0amsu*ida0at '/ Uim de )#ng3 Cdit#r3 Ke,ala dan ?e*er dalam: Buku a0ar ilmu beda*3 Cdisi revisi3 Buku Ked#kteran C1:3 )akarta3 199-3 enerbit

+3"dams 1?/ B#ies ?'/ )r3 Hig*ler "3 B#ies Buku "0ar ;H;3 Cdisi 63C((endi H3 Sant#s# '"K3Cdit#r3 enerbit Buku Ked#kteran C1:3 19993 !3Ballenger ))3 en$akit telinga/ *idung/ tengg#r#k/ ke,ala dan le*er3Cdisi 193 enerbit Binaru,a "ksara3 )akarta3 199+3 )a%e 37

63Hermani B/ "bdurra5*man3 enanggulangan sumbatan laring3 2alam: S3"3C(iat$/ <3Nurbaiti/ B3)enn$/ '323'atna (edit#r)3 Buku "0ar <lmu Kese*atan ;elinga Hidung ;engg#r#k Ke,ala R ?e*er3 Cdisi F<3 %akultas Ked#kteran .niversitas <nd#nesia3 )akarta: 2009 : 2+9 4 2!93 -3'i$ant#/ Bambang Sigit/ BarmaAi His$am/dkk3 Dbstruksi Saluran erna,asan "kut3 2alam Buku <lmu en$akit 2alam )ilid 23 Cdisi +3 )akarta: %akultas Ked#kteran .niversitas <nd#nesia3 20063 Hal 9-&4&-3 &3S#e,ardi/ C3"/ <skandar/ H3M3 ;elingan Hidung ;engg#r#k Ke,ala ?e*er3 Cdisi 63 )akarta: %akultas Ked#kteran .niversitas <nd#nesia3 20103 93Ballenger/ )#*n )a5#b3 <nsu(isiensi erna,asan dan ;rake#st#mi3 2alam Buku en$akit ;elinga/ Hidung/ ;engg#r#k/ Ke,ala dan ?e*er3 Cdisi ke4193 )akarta: Binaru,a "ksara3 199+3 Hal ++14693 103Ban#vetz/ )#*n 23 en$akit <n(eksi ada ?aring3 2alam BD<CS Buku "0ar <lmu en$akit ;H;3Cdisi ke463 )akarta: C1:3 199-3 Hal 9&94&!3 113S0amsu*ida0at/ '/ )#ng/ Uim de3 ?aring32alam Buku "0ar <lmu Beda*3 )akarta: C1:3 199-3 Hal +&&49-3 123:#d$/ ;*ane '/ dkk3Cdema "ngi#neur#tik3 2alam en$akit/ ;elinga/ Hidung dan ;engg#r#k3 )akarta:C1:3 19913 Hal 96!3

Sumber Ba5aan <nternet

13 23 93 +3 !3

2armstadt 1?/ Sidbur$ ?3 Fesi5#bull#us dis#rders3 <n: Be*rman 'C/ Kliegman 'M/ )ens#n HB (eds) : ;e8tb##k #( ediatri5s3 1-t* Cd *iladel,*ia/ UB Saunders 200+3 ,,3 21&14+3 :arr#ll M:/ Yueng4Yue K"/ Csterl$ NB3 2rug4indu5ed *$,ersensitivit$ s$ndr#me in ,ediatri5 ,atients3 ediatri5s 20017 10& : +&!4923 1ru5*alla '3 : .nderstanding drug allergies3 ) "llerg$ :lin <mmun#l 20007 10! : S69-4++3 'eill$ ; / ?as* ?H/ 2#ll M"3 " r#le (#r bi#a5tivati#n and 5#valent binding Ait*in e,idermal keratin#5$tes in sul(#namide4indu5ed 5utane#us drug rea5ti#ns3 ) <nvest 2ermat#l 20007 11+ : 116+=-93 YaAalkar N/ Cgli %/ Hari Y3 <n(iltrati#n #( 5$t#t#8i5 ; 5ells in drug4indu5ed 5utane#us eru,ti#ns3 :lin C8, "llerg$ 20007 90 : &+-4!!3 )a%e 38

63

YaAalkar N/ S*rik*ande M/ Hari Y3 Cviden5e (#r a r#le (#r <?4! and e#ta8in in a5tivating and re5ruiting e#sin#,*ils in drug4indu5ed 5utane#us eru,ti#ns3 ) "llerg$ :lin <mmun#l 20007 106 : 11-14-63

-3 +cKenna #KB Le/3erman K+- 2ermat#l#gi5 drug rea5ti#ns3 <mmun#l# and "llerg$ :lin N#rt* "m 200+72+:9994+293 &3 :arr#ll M:/ Yueng4Yue K"/ Csterl$ NB3 2rug4indu5ed *$,ersensitivit$ s$ndr#me in ,ediatri5 ,atients3 ediatri5s 20017 10& : +&!4923 93 1ru5*alla '3 : .nderstanding drug allergies3 ) "llerg$ :lin <mmun#l 20007 10! : S69-4++3 103 'eill$ ; / ?as* ?H/ 2#ll M"3 " r#le (#r bi#a5tivati#n and 5#valent binding Ait*in e,idermal keratin#5$tes in sul(#namide4indu5ed 5utane#us drug rea5ti#ns3 ) <nvest 2ermat#l 20007 11+ : 116+=-93 113 S1rom BLB @ar(on #LB ,alpern A@B et al3 " ,#,ulati#n4based stud$ #( Stevens4)#*ns#n s$ndr#me3 <n5iden5e and ante5edent drug e8,#sures3 "r5* 2ermat#l 19917 12-:&9l4&3 1$- @o4r(/n DB- Stevens4)#*ns#n s$ndr#me: n#ns,e5i(i5 ,arasensitivit$ rea5ti#nY )"M" 19667 19&:199463 1'- Fr/1(c. *OB +al0ona0o RR- Cr$t*ema multi(#rme/ Steven4)#*ns#n s$ndr#me/ and t#8i5 e,idermal ne5r#l$sis3 2alam: %reedberg <M/ Cisen "Z/ U#l(( K/ "usten K%/ 1#ldsmit* ?"/ Katz "</ ,en$unting3 %itz,atri5kWs 2ermat#l#g$ in general medi5ine/ F#lume 13 Cdisi ke463 NeA Y#rk: M51raA4Hill/ 20097 !+94!63 1;- La5re9e @LB Lam/rea4 TB @.a:k/ DB +ale2/lle #B Ta/e5 A- 2iagn#sis/ 5lassi(i5ati#n and management #( er$t*ema multi(#rme and Steven4)#*ns#n s$ndr#me3 "r5* 2is :*ild 20007&9:9+-4!23 15- !olc.eck CW- :lini5al evaluati#n and management #( drug *$,ersensitivit$3 <mmun#l# and "llerg$ :lin N#rt* "m 200+72+:9!-4-13 163 2 1erard/M23 C,igl#titis3 2alam: 2aniel ) Kelle$ M2/ %ran5is5# ;alavera/ *arm2/ *2/ 1reg#r$ : "llen/M2/ :*rist#,*er ? Sla5k/ M2/ "rlen 2 Me$ers/M2/MB" (edit#r)3 *tt,:66AAA3emedi5ine35#m3 1-32 1erard/M23 :r#u, 2alam: 2aniel ) Kelle$ M2/ %ran5is5# ;alavera/ *arm2/ *2/ 1reg#r$ : "llen/M2/ :*rist#,*er ? Sla5k/ M2/ "rlen 2 Me$ers/M2/MB" (edit#r)3 *tt,:66AAA3emedi5ine35#m3

)a%e 39