Anda di halaman 1dari 14

Tugas LKMM Lokal Generasi 4 CAPTURE

Putri Prima Ramadhan 1102012218

Fakultas Kedokteran UNIVERSITAS YARSI 2012-2013 Jl. Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta 10510 Telp. 62 21 4244574 Fax. 62 21 4244574

Materi I Quo Vadis Mutia Rizky

Quo vadis adalah sebuah kalimat dalam bahasa Latin yang terjemahannya secara harafiah: "Ke mana engkau pergi?" Kalimat ini adalah terjemahan Latin dari petikan dari Alkitab agama Kristen tentang seseorang yang meninggalkan umatnya yang tengah tersiksa dan disuruh kembali ke umatnya lagi oleh Tuhannya. Berdasarkan cerita di alkitab kristen diatas, quo vadis bisa diartikan kemana engkau pergi yang sebenarnya adalah janganlah meninggalkan tanggung jawab sebagai leader atau pemimpin dan harus merangkul dan menjaga komunikasi dengan dan bersama bawahan atau anggotanya. LKMM mengajarkan berbagai cara untuk menjadi pemimpin yang tidak meninggalkan tanggung jawab dan membentuk karakter diri yang kuat seperti menjaga Profesionalisme, Inisiatif dan Leadership yang baik. Yang diharapkan: Mengaplikasikan nilai-nilai yang sudah didapat di LKMM generasi (CAPTURE) Apa itu LKMM? Membentuk karakter diri. Profesionalisme : komunikasi (orang tersebut mampu mengerti dengan kata-kata orang lain yang sesuai dengan yang diharapkan). *Ikhlas melaksanakan amanah yang diberi Komitmen : apa yang dijanjikan maka dibuktikan. Comfort : tidak terpengaruh dengan masalah yang ada diluar. Critical thingking Klasifikasikan masalah yang ada (apa yang harus saya tahu, apa yang mereka tahu, apa yang saya tahu). Fokus pada masalah yang sudah diklasifikasikan. Menerima pandangan orang lain. Bila sudah mendapatkan info, di tes / uji / survey kembali dengan tujuan untuk mendapatkan data yang komplit. Mengumpulkan semua data yang sudah ada, dan di kaji kembali. Inisiatif : ikhlas dalam diri agar bisa bermanfaat untuk orang lain. Leadership : harus bisa memimpin diri sendiri agar tidak menjadi patogen untuk orang lain. A good listener, Energetic, Helpful, Realiable, Respect. Bisa menjadi : negosiator yang adil dalam bernegosiasi, pemecahan masalah dalam suatu ketidaksepakatan, dan pelopor team work yang bagus untuk anggota anggotanya

STAND UP! SPEAK UP!

Materi II Taat Kepada Allah, Rasul dan Ulil Amri, Leadership Dalam Islam Adithya M G

Taat kepada Allah, Rasul dan Ulil Amri penting dalam mempelajari leadership dalam Islam karena Rasul adalah wakil Allah dalam memimpin Umatnya dan Allah tidak memilih sembarang orang untuk dijadikan Rasul. Taat kepada Rasul bisa dengan mengikuti prilakunya dalam memimpin umatnya dan atau mengikuti tuntunannya yaitu Sunnah Rasul, serta mempunyai sifat yang sama dengan Rasul, oleh karena itu sangatlah penting bagi seseorang untuk belajar dari kepemimpinan Rasulullas SAW.

Manager

: bisa memimpin di suasana formal saja, memiliki kekuasaan, bawahan pemimpin.

Leader Sifat Rasul

: memiliki sifat kepemimpinan, wibawa (disegani pengikutnya, mempunyai sifat yang patut untuk dicontoh), dapat memimpin dalam suasana formal maupun non formal, partisipatif ide, pemimpin untuk bawahan

Fathanah (cerdas; yang dimaksudkan adalah dapat membagi waktu, mengetahui apa saja kebutuhan yang mendadak) Amanah (tidak suka bohong) Tabligh (menyampaikan) Shiddiq (jujur atau benar)

Belajar dari kepempinan Rasulullah SAW 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Visi dan misi yang sama Musyawarah Perencanaan yang matang Strong leadership Komunikasi Team work Sang motivator

Contoh orang yang berhasil mengaplikasikan Leadership dengan cara Islam : M. Al-Fatih dengan umur yang baru 21 tahun dia telah menjadi pemimpin, menarik kapal, menuruni dan menaiki bukit yang berada di konstantinopel.

Materi III Manajemen Organisasi Mutiara Kesuma

Organisasi adalah kesatuan atau wadah tempat berukumpulnya aspirasi dimana kesatuan tersebut bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu atau keputusan bersama. Komponen organisasi: 1. 2. 3. 4. Orang / SDM Visi Misi Ikrar / status formal

Manajemen: Dimana sumber daya Manusia atau anggota dari suatu organisasi bekerja sama secara efektif untuk mencapai sasaran organisasi atau bisa juga dikatakan efektivitas adalah kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau melakukan pekerjaan yang benar. Tujuan manajemen organisasi adalah meminimalkan kesalahan atau ketidaksempurnaan dalam mencapai tujuan. Manajemen diperlukan organisasi agar usaha pencapaian tujuan menjadi lebih mudah.

Visi SMART Spesifik Measurable Attainable Realistic Time-bound : sesuai, : jangka panjang atau pendek (sekiranya bertahan bulan / tahun). : mengukur kemampuan (mampu / tidak), : memastikan (berjalan / tidak kedepannya),

SWOT (Strong, Weakness, Opportunity, Threat) Strong & weakness dari dalam diri / interna.

Organizing 1. 2. 3. 4. 5. Siapa / bagian apa yang mengerjakan struktur Kapan dikerjakan Pelaksanaan Peralatan Relasi

Actuating: mulai melakukan

Pendelagasian: memilih orang-orang yang akan berdelegasi dengan kita. Posisikan diri sebagai yang mendelegasikan dan yang terdelegasikan. M + N = Delegasi M sebagai kemampuan N sebagai kemauan Komitmen: melakukan pendekatan individual.

Controlling 1. Feed forward control 2. Concurrent control : ketika menjalani / proses, 3. Feedback control : ketika sudah selesai. Control penting untuk menghadapi masalah.

Evaluating: obyektif, ter follow-up, dipastikan memberi pelajaran. Tujuan yang sama dalam organisasi tercapai.

Materi IV Finance Danus

Cara danus didapatkan Terdapat berbagai cara untuk mendapatkan tambahan dana untuk mengadakan kegiatan yang diharuskan mempunyai budget yang tinggi, yaitu dengan cara : Jual barang Jual jasa Sponsor (ada feedback) Startegi 4P Terdapat satu strategi yang biasa digunakan oleh bagian penggalang dana atau yang biasa kita sebut dengan dana usaha atau danus, yaitu : Product Price Place Promosi Fungsi danus Tidak hanya mencari uang tapi dapat membuat kita prosesnya maju, memperbanyak link atau hubungan dengan sponsor sebagai jalan untuk kegiatan berikutnya, serta membuat cara berfikir yang kreatif. : menjanjikan untuk dijual, : untung sedikit tapi barang banyak, atau untuk banyak tapi barang sedikit, : disesuaikan.

Sponsorship Alfianca

Langkah-langkah: 1. 2. 3. 4. Efisiensi anggaran pengeluaran, Tentukan pemasukan dan target dana sponsor, Buat list target sponsor, Buat proposal sponsor (feedback 1 & 2).

Financial sponsor; Pemberi dana Terdapat berbagai jenis Sponsorship yang memberikan dana untuk kegiatan yang diadakan dengan feedback yang berbagai macam pula, dari membuka booth sampai mencantumkan logo perusahaan atau sponsorship tersebut In-Kind sponsor Location sponsor Labor sponsor Media sponsor

Materi V Komunikasi dan Urgensi Jejaring dr. Entis Sutisna

Komunikasi: penyampaian pesan antara satu orang dengan orang lain, baik secara langsung atau tidak langsung. Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa? mengatakan apa? dengan saluran apa? kepada siapa? dengan akibat atau hasil apa? (who? says what? in which channel? to whom? with what effect?). (Lasswell 1960) Macam-macam komunikasi: 1. Intra pribadi 2. Antar pribadi 3. Dalam kelompok Cara berkomunikasi Cara dalam berkomunikasi sangat penting untuk kelancaran dalam berlangsungnya komunikasi dengan lawan bicara sehingga tidak menimbulkan kesalah pahaman dalam komunikasi atau yang biasa kita sebut sebagai miss communication yang berakibat buruk seperti putusnya komunnikaasi. Terdapat berbagai cara dalam berkomunikasi diantaranya : Senyum, kenalan, Berinteraksi, Antusias berbicara, Memanggil nama dengan cara yang menyenangkan, Bicara, singkat, jelas, dipahami, Ajukan pertanyaan, Beradabtasi dengan bahasa tubuh dan perasaan communication, Dengarkan omongannya, Kesan yang sama / satu pikiran dengan lawan bicara, Tawarkan jalani hubungan selangkah llebih maju.

Komunikasi dengan orang itu yang penting adalah apa tujuannya dan keselarasan dalam eye contact untuk menghormati lawan bicara saat berbicara. Miss communication: ada kata-kata ambigu, comunican, dan pemberi info tidak satu pikiran dengan lawan bicara sehingga lawan bicara tidak menerima atau salah pengertian dalam menanggapi pembicaraan dari pembicara. Pentingnya jejaring: Jejaring sangat penting dalam membantu dan mendukung kelancaran jhalannya komunikasi diantara dua atau lebih orang serta dalam organisasi. Membangun: komunikasi relasi networking koalisi aksi, Silaturahmi dalam Islam.

Materi VI SDM Abdullah Ichsan

How to be great, and Manage great people Konsep diri kepribadian dan karakter: 1. Koleris : frontal, berani Melankolis : detail Sanguinis : konsep besar, penuh detail Plegmatis : ikut apa yang bisa diikutinya. 2. Extra-intravert Sensing-infuitive Thinking-feeling Judging-percieving 3. Konsep Enneagram (cara menghadapi hidup) 4. Driver, Conceptor, Executor, Controller, Evaluator Memilih pemimpin, menentukan koor, menempatkan staff berdasarkan kapabilitas / karakter / harapan, Orang mahasiswa adalah organisasi kader. Kita tidak fokus pada siapa yang sudah bisa, tapi siapa yang belum pernah mencoba. Pengembangan karakter 1. Kita pasti bisa melakukan, 2. Percaya pada staff, penugasan dab pemberian amanah adalah cara terbaik untuk mengembangkan 3. Pemimpin harus menjadi teladan tidak hanya membentuk citra apalagi membangun figuritas (teladan ), 4. Kita mengembangkan karakter bukan membentuk karakter. Kerjasama yang baik antar pengurus 1. Fase, Forming Storming Norming Performing 2. Principles, 3. Kompeten disana & selesaikan itu, 4. List kita itu lebih baik dari yang lain (terkadang), Jiwa organisasi & inisiatif Intangible focus on people not self Inisiatif itu dibangun bukan dimiliki secara instan. 1. Jangan menutup diri karena nantinya akan ada orang yang bisa memberi solusi, 2. Diskusi, buat orang merasa dibutuhkan, 3. Budayakan kritis, 4. Bersiap dengan perubahan, 5. Mencoba cara baru, 6. Lihatlah bahwa nanti aka nada kejutan. Tidak ada pertanyaan yang bodoh, yang bodoh yang tidak bertanya

Materi VII Manajemen Konflik

Konflik merupakan langkah awal untuk menuju akhir yang lebih baik Pandangan umum (pemikiran tradisional) Awal kehancuran organisasi

Konflik

Konflik

Gagal

Pemimpin tidak mampu

Pandangan umum (pemikiran modern) Konflik

Mutlak ada Bentuk konflik

Warna

konflik antar individu sumber konflik: komunikasi (konflik yang abadi), pribadi, struktur menejemen konflik: membuat skala prioritas solusi: menghilangkan perbedaan Setiap orang memiliki konflik yang berbeda. Nilai pribadi merupakan suatu sumber konflik. Jika kita merupakan seorang pemimpin, diharuskan melakukan pemdekatan kepada setiap anggota Fungsi konflik sebagai kohesi (pemersatu) sebagai alat kreativitas keseimbangan Kebanyakan konflik berasal dari perbedaan persepsi. Konflik tidak perlu diseslkan keberadaannya karna fungsi konflik itu sendiri adalah sebagai kohesi (pemersatu) misalnya ada 2 belah pihak yang berkonflik. Ada banyak solusi konflik dan berbagai cara untuk menyatukannya tetapi tidak bisa seiring berjalannya waktu

Materi VIII Pesiar

Rancangan Pengembangan Organisasi Kejujuran terhadap orang itu: baik atau buruknya pasti ada perubahan pada RPO. tidak mungkin ada rancangan pengembangan organisasi kalo tidak ada perubahan. Management of change bagaimana kita mengatur perubahan itu.

Apa yang dilakukan? Entering. Masuk ke organisasinya. Kontrak. Diagnosis Apply. Evaluasi dari 2 sudut pandang yang berbeda karena ada yang tidak diketahui dari luar, begitu juga sebaliknya. Intervensi Coaching Pendelegasian Plotting. Misal: Meniggal Penyakit Usia Pelayanan Pendidikan Lama Lingkungan : 20-30th : infeksi kronik : anak-anak usia 8-16th : pakai kartu sehat + kartu sehat : SLTA : 3th terakhir : gotong royong, abate

S W O T

: timbul kepedulian akan lingkungan, orang yang mau berubah : pendidikan, rendahnya kesadaran masyarakat akan lingkungan : dapat dukungan pemda, tenaga medis : penyebaran banyak

Materi IX Self Motivation Immanuel

Sukses Tau tujuan hidup Bertumbuh Menambahkan benih yang akan memberi keuntungan Motivasi: dorongan yang timbul secara sadar (lebih dalam) Inspirasi Seseorang dapat menginspirasi tapi belum tentu termotivasi. Para motivator: kerjanya menemukan sesuatu yang ada dalam diri kita.

Motivasi eksternal Muncul dari luar diri Sifatnya berubah-ubah Motivasi internal Muncul dari dalam diri Motivasi bersifat menggerakkan, tanpa pergerakkan (tujuan salah, kurang termotivasi). Motivasi bisa lupa kalau tidak ditulis. Perubahan: mencapai potensi diri Pelajari keahlian anda, Bicarakan / tanyakan keahlian anda, Latihlah keahlian anda, Pertumbuhan adalah pilihan, Fokus pada pengembangan diri, Jangan pernah puas, Teruslah belajar, Buat rencana pengembangan diri, Bayarlah harganya, Terapkan apa yang ada dipelajari.

Perkembangan pemimpin: 1. 2. 3. 4. 5. Jabatan Perkenaan Produktivitas Mengembangkan orang lain Puncak (orang lain yang berada di puncak)

Kepempinan bersifat personal, bimodal (bisa naik, bisa turun). Mengembangkan kepempinan: Pengalaman (pengalaman yang dievaluasi) Belajar dari orang lain Belajar dari media Punya mentor / panutan Berlaku sebagai seorang pemimpin

Organisasi adalah OSCE dari teori pengembangan diri. 2 point penting adalah manfaat saya ada dalam orang tersebut dan apa manfaat organisasi untuk saya.

Belajar tapi tidak mempraktekkan sama saja tidak!

Materi X Nasionalisme Dias

Malaysia adalah negara yang dibentuk karena tuan tanah dikumpulkan. Angka kemiskinan di Indonesia sekitar 80Juta jiwa.

Banyak bencana di Indonesia HIV 4000 jiwa Kematian ibu meningkat Perokok 65Juta

Puskesmas sebagai lini pertama.

Tata Cara Sidang Arib

Formal 1. Sidang paripurna atau mengevaluasi, 2. Sidang pleno 3. Sidang komisi 4. Sidang istimewa Syarat persidangan 1. 2. 3. 4. Tempat Waktu sidang Acara Peserta 5. 6. 7. 8. Perlengkapan Tata tertib Pemimpin dan sekretaris Mengikat : menyatukan LPJ kepada generasi selanjutnya bisa meresuffle : setiap divisi terlibat, : dilakukan oleh para pemimpin bersifat sementara, : sidang yang dilakukan mendadak untuk hal yang penting.

Yang terlibat yaitu pemimpin dan peserta. Aturan main sidang: 1. Interupsi: memberi pendapat 2. Pengetokan palu Macam-macam interupsi: Klarifikasi Sudut pandang Point permission Solusi PO overage (berhak memperbaiki nama baik)

Ketuk palu 1. 2x ketuk: menerima pimpinan sidang skors 1x15 menit menetapkan sepakat sementara 3x ketuk: dibuka dan ditutup sidangnya.

Sidang RPO Melakukan penyuluhan dan sanitasi lingkungan sumber daya.

Indikator keberhasilan dari acara ini: Perkembangan dari data puskesmas, Yang meninggal 18-20th, 2-3bulan, tidak menargetkan 1 orang yang meninggal, berapa orang yang meninggal dan berapa presentase orang yang pergi ke dokter.

Puskesmas tidak pernah mengeluarkan data kalau tidak ada surat izin dari instansi yang bersangkutan, Perizinan diajukan ke walikota, dll dan melakukan pendekatan kepada ormas lain.

Yang memberatkan: Perizinan (dinas kesehatan harus disetujui), Indicator keberhasilan yang simple dan terlihat. Misalnya, keadaan lingkungan masyarakat yang buruk menjadi lebih baik, Publication, Finance, & Indikatornyna diperhatikan lagi.