Anda di halaman 1dari 7

TERAPI HIPERTENSI

Tujuan terapi: Mengurangi morbiditas dan mortalitas renal dan kardiovaskular. Menurunkan tekanan darah dengan target <140/90 mmHg. Untuk pasien dgn gagal ginjal kronik dan diabetes targetnya <130/80 mmHg. Terapinya terdiri dari farmakologis dan nonfarmakologis (modifikasi gaya hidup) setiap derajat hipertensi harus diterapkan terapi modifikasi gaya hidup, sekalipun dengan tekanan darah yang normal.

MODIFIKASI GAYA HIDUP Modifikasi gaya hidup dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan efek obat antihipertensi, dan menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler. Rekomendasi JNC 7: 1. Menurunkan berat badan (jika BB berlebih) Sampai BMI normal (18,5-24,9 kg/m2). Setiap penurunan BB 10 kg, dapat menurunkan SBP 5-20 mmHg. 2. Olahraga Aktivitas aerobic (jalan cepat, jogging, bersepeda) secara teratur dengan durasi 30 menit sehari, 5 hari per minggu. Dapat menurunkan SBP 4-9 mmHg.

3. Diet Memperbanyak makan makanan kaya nutrisi (kalium, kalsium, magnesium) seperti buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan ikan. Diet rendah lemak dan kolesterol. Konsumsi susu rendah lemak. dapat menurunkan SBP 8-14 mmHg. Rekomendasi diet natrium <2400 mg/hari atau <6 gr NaCl per hari. Usia > 50 tahun, diabetes, penyakit ginjal kronik disarankan diet natrium <1500 mg/hari. Diet rendah natrium dapat menurunkan SBP 2-8 mmHg. 4. Batasi konsumsi alcohol Pria < 30 ml/hari. Wanita < 15 ml/hari. Dapat mengurangi SBP 2-4 mmHg. 5. Berhenti merokok Karena dalam rokok terdapat nikotin yang dapat meningkatkan tekanan darah. increased platelet adhesiveness and catecholamine release, reduced oxygen-carrying capacity by accumulation of carboxyhemoglobin. 6. Hindari stress Karena stress dapat meningkatkan pengeluaran kortisol dan katekolamin yang dapat meningkatkan tekanan darah.

OBAT ANTIHIPERTENSI
Jenis obat yang dianjurkan JNC 7: Diuretic ACE Inhibitor Angiotensin II Receptor Blocker Beta Blocker Calcium Chanel Blocker DIURETIC Cara kerja: Diuresis, natriuresis meningkatkan ekskresi Na+ menurunkan volume darah aliran darah balik menurun curah jantung menurun tekanan darah menurun. Efek jangka panjang: Na+ dlm serum & otot polos pembuluh darah selanjutnya dapat menurunkan Ca2+ intrasel sel menjadi lebih resisten terhadap stimulus kontraktil resistensi vaskuler TD

Terdiri dari 3 golongan: 1. Golongan Tiazid Hidroklorotiazid 12,5-50 mg/hari. Dengan dosis awal adalah dosis rendah. merupakan obat pilihan pertama yang direkomendasikan untuk terapi hipertensi essensial. Bekerja pada tubulus kontortus distal. Menghambat reabsorpsi Na+-Cl- dari lumen ke dalam sel tubulus meningkatkan ekskresi Na+, Cl Meningkatkan ekskresi K+ dan retensi asam urat. 2. Diuretic Kuat Furosemide 20-80 mg 2x sehari. Menghambat symport Na+, K+, 2Cl- di thick ascending limb ansa Henle meningkatkan ekskresi Na+, K+, Cl- secara signifikan. Pilihan pertama untuk hipertensi dengan gagal jantung. 3. Diuretic Hemat Kalium Triamterene 50-100 mg 1-2x sehari. Amiloride 5-10 mg 1-2x sehari. Menghambat kanal Natrium di tubulus distal dan duktus kolektivus. Merupakan diuretic lemah. Sering dikombinasikan dengan diuretic lain, untuk mengimbangi efek diuretic lain yang meningkatkan ekskresi K+. ACE INHIBITOR Captopril 25-100 mg 2-3x sehari. Cara kerja : Menurunkan tekanan darah dengan menghambat konversi angiotensin I menjadi angiotensin II, sehingga mengurangi efek vasopressor angiotensin II dan menurunkan sekresi aldosterone. Merupakan kandidat yang digunakan untuk terapi hipertensi dengan hipertrofi ventrikel kiri dan hipertensi dengan ischemic heart disease. Efek samping : batuk kering dan angioudem karena meningkatnya bradikinin plasma. ANGIOTENSIN II RECEPTOR BLOCKER Losartan 25-100mg 1-2x sehari. Cara kerja :

Terdapat 2 subtipe reseptor angiotensin II, AT1 dan AT2. ARB merupakan AT1 blocker. Efeknya sama dengan ACEI, tetapi tidak menyebabkan peningkatan kadar bradikinin sehingga tidak menyebabkan batuk kering dan angioudem.

EFEK ANGIOTENSIN II PADA RESEPTOR AT1 Arterial smooth muscle Vasoconstriction Adrenal gland aldosterone ( reabsorption) renal Na+

Sympathetic nervous system

facilities release norepinephrine

of

Kidney

renal tubular Na+ reabsorption Stimulates thirt and vasopressin secretion Enhances contractility ventricular hypertrophy and

Brain

Heart

BETA BLOCKER Propranolol 40-160mg 2x/hari. Beta 1 reseptor terdapat di: Jantung. Meningkatkan frekuensi denyut dan kontraksi jantung, meningkatkan konduksi AV node. Sel renal juxtaglomerular. Meningkatkan sekresi renin. Cara kerja : Mengurangi frekuensi dan kontraksi jantung menurunkan curah jantung TD turun. Mengurangi sekresi renin pembentukan angiotensin II efek vasopressor. Mengurangi sekresi renin sekresi aldosterone retensi Na+ volume darah curah jantung menurun TD turun. Efek samping : bronkospasme CALCIUM CANAL BLOCKER Cara kerja : Menghambat influx Ca2+ ke dalam sel. pembuluh darah relaksasi otot polos arteriol. Tetapi efeknya kecil terhadap sebagian besar pembuluh vena, sehingga tidak mempengaruhi preload jantung secara signifikan. miokard inotropik (-) konduksi AV dromotropik (-) Terdapat 2 golongan: Dihidropiridin (vaskuloselektif) - Verapamil 80-320 mg 2x/hari. - Diltiazem 180-420 mg/hari. Non-Dihidropiridin (kardioselektif) - Amlodipine 2,5-10 mg/hari. - Nifedipin 30-60 mg/hari.