Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Sasaran : Keluarga Berencana : keluarga berencana pada ibu-ibu : ibu yang sudah berkeluarga

PELAKSANAAN KEGIATAN Hari /tanggal : 29 November 2012 Waktu : Kamis 08.00 - Selesai Tempat : Puskesmas Pemberi materi : Mahasiswa Kendedes A. Tujuan Tujuan Umum : Para ibu dapat mengetahui Berencana(KB) Tujuan Khusus

pentingnya

mengikuti

Keluarga

Dapat mengetahui pengertian Keluarga berencana Dapat mengetahui manfaat Keluarga berencana Dapat mengetajui tujuan Keluarga berencana Dapat mengetahui kapan dilakukannya Keluarga berencana

B. Materi (terlampir) : - Pengertian dan manfaat Keluarga berencana(KB) - Program pemerintah dalam Keluarga berencana - Macam macam cara Keluarga berencana(KB) C. Media LCD D. Metode Ceramah Diskusi

.Kegiatan Penyuluhan No. 1 Waktu 15 menit Kegiatan Penyuluh - Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam - Memperkenalkan diri - Pengertian Keluarga Berencana - Menjelaskan tujuan dan manfaat Keluarga berencana - Menanyakan kepada peserta tentang materi yang telah di berikan Respon Peserta Menjawab salam Mendengarkan Memperhatikan Memperhatikan Menjawab

2.

15 menit

3.

10 menit

- Menjelaskan kesimpulan tentang manfaat imunisasi - Mengakhiri kegiatan dengan mengucapkan salam

Mendengarkan

Menjawab salam

Evaluasi Lisan 1. 2. 3. 4. Sebutkan pengertian Keluarga Berencana! Sebutkan manfaat Keluarga berencana! Sebutkan tujuan Keluarga berencana! Sebutkan macam program Keluarga Berencana!

LAMPIRAN A. PENGERTIAN KELUARGA BERENCANA Keluarga berencana adalah usaha untuk mengontrol jumlah dan jarak antara kelahiran anak. KB Artinya mengatur jumlah anak sesuai kehendak dan menentukan sendiri kapan ingin hamil. KB adalah upaya peningkatkan kepedulian masyarakat dalam mewujudkan keluarga kecil yang bahagia sejahtera ( Undang-undang No. 10/1992). Keluarga berencana (disingkat KB) adalah gerakan untuk membentuk ke luarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Itu bermakna adalah perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan yang bisa

dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom,spiral, IUD, dan sebagainya. Jumlah anak dalam sebuah keluarga yang dianggap ideal adalah dua. Gerakan ini mulai dicanangkan pada tahun akhir 1970-an. Keluarga Berencana adalah suatu usaha untuk menjarangkan atau merencanakan jumlah anak dan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi (Mochtar, Rustam, 1998 : 155). Keluarga Berencana menurut WHO (Word Health Organization) Expert Committee 1970 adalah tindakan membantu individu atau pasangan suami istri untuk: Menghindari kelahiran yang tidak diinginkan. Mendapat kelahiran yang memang diinginkan. Mengatur interval diantara kehamilan. Mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungannya dengan umur suami istri. Menentukan jumlah anak dalam keluarga (Hartanto, Hanafi, 2004 : 26)

B. TUJUAN PROGRAM KB a. Tujuan umum Meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Normal Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk. adalah membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekutan sosial ekonomi suatukeluarga dengan cara pengaturan kelahiran anak, agar diperoleh suatukeluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. b. Tujuan Khusus Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi. Meningkatnya kesehatan keluarga berencana dengan cara penjarangan kelahiran Pengaturan kelahiran, pendewasaan usia perkawinan, peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga. c. Tujuan KB berdasar RENSTRA 2005-2009 meliputi: 1. Keluarga dengan anak ideal 2. Keluarga sehat 3. Keluarga berpendidikan 4. Keluarga sejahtera 5. Keluarga berketahanan 6. Keluarga yang terpenuhi hak-hak reproduksinya 7. Penduduk tumbuh seimbang (PTS) d. Tujuan keluarga berecana menurut BKKBN adalah : 1. Meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak serta keluarga dan bangsa pada umumnya. 2. Meningkatkan martabat kehidupan rakyat dengan cara menurunkan angka kelahiran sehingga pertambahan penduduk tidak melebihi kemampuan untuk meningkatkan reproduksi.

C. 1. 2. D.

a. 1.

Kesimpulan dari tujuan program KB adalah: Memperbaikikesehatan dan kesejahteraan ibu, anak, keluarga dan bangsa; Mengurangi angka kelahiran untuk menaikkan taraf hidup rakyat dan bangsa; Memenuhi permintaan masyarakat akan pelayanan KB dan KR yang berkualitas, termasuk upaya-upaya menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan anak serta penanggulangan masalah kesehatan reproduksi. MANFAAT KB Agar ibu mempunyai waktu untuk menyusui, merawat bayi, menjaga kesehatan ibu serta mengurus keluarga. Mengatur agar jarak kehamilan tidak terlalu dekat. MACAM-MACAM METODE KONTRASEPSI Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan, upaya ini dapat bersifat sementara dapat pula bersifat permanen (Prawirohardjo, Sarwono, 2002 : 905). Kontrasepsi adalah menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sperma tersebut (BKKN, 1996 : 21). Dalam memilih kontrasepsi apa yang akan cocok, sebaiknya mengetahui keuntungan dan kelemahan dari masing-masing metode yang ada, dan berdiskusilah dengan pasangan karena yang terpenting adalah merasa aman dan nyaman dengan pilihan kontrasepsi. Bila masih ragu jangan pernah malu untuk bertanya dan berkonsultasi dengan dokter untuk memilih jenis metode kontrasepsi apa yang terbaik untuk digunakan. Adapun metode kontrasepsi antara lain: Metode Kontrasepsi Sederhana Kondom Kondom merupakan selubung atau sarung karet tipis yang dipasang pada penis sebagai tempat penampungan air mani yang dikeluarkan pada saat senggama, bekerja dengan mencegah sperma bertemu dengan sel telur sehingga tidak terjadi pembuahan. Penggunaan kondom akan lebih efektif bila digunakan bersama dengan spermatisida (senyawa kimia terdapat dalam bentuk jeli, tablet vagina, kream, busa vaginal yang berfungsi membunuh sperma). Penggunaan kondom cukup efektif selama digunakan secara tepat dan benar. Cara pemakaian kondom : Gunakan kondom seiap kali berhubungan seksual Buka kondom secara perlahan untuk mencegah kerusakan (jangan menggunakan gigi atau benda tajam). Pasang kondom dalam keadaan penis ereksi dan sebelum kontak dengan pasangan. Pastikan tidak ada udara yang terjebak di ujung kondom. Pastikan penggunaan pelumas yang cukup (dapat menggunakan pelumas tambahan). Gunakan hanya pelumas dengan bahan dasar air ketika menggunakan kondom (pelumas dengan bahan dasar minyak dapat melemahkan lateks). Pegang kondom dengan hati-hati setelah ejakulasi, dan untuk mencegah terlepasnya kondom, keluarkan kondom dari vagina dalam keadaan penis ereksi.

Indikasinya yaitu semua pasangan usia subur yang ingin berhubungan seksual dan belum menginginkan kehamilan. Kegagalan kondom dapat diperkecil dengan menggunakan kondom dengan cara benar, gunakanlah saat ereksi dan lepaskan pada saat ejakulasi. Kegagalan biasanya terjadi bila kondom robek karena kurang hati-hati atau karena tekanan pada saat ejakulasi sehingga terjadi perembesan. Efek samping dari kondom adalah bila terdapat alergi terhadap karet kondom. Keuntungan dari kondom dapat dibeli secara bebas di apotek-apotek, mudah digunakan dan kondom juga memperkecil penularan penyakit kelamin. 2. Coitus Interuptus atau sanggama terputus. metode ini, pria mengeluarkan/menarik penisnya dari vagina sebelum terjadinya ejakulasi (pelepasan sperma ketika mengalami orgasme). Metode ini kurang dapat diandalkan karena sperma bisa keluar sebelum orgasme juga memerlukan pengendalian diri yang tinggi serta penentuan waktu yang tepat. 3. KB Alami (metode kelender) Metode dimana pasangan suami istri menghindari berhubungan seksual pada siklus subur seorang wanita. Ovulasi (pelepasan sel telur dari indung telur) terjadi 14 hari sebelum menstruasi. Sel telur yang telah dilepaskan hanya bertahan hidup selama 24 jam, tetapi sperma bisa bertahan selama 3-4 hari setelah melakukan hubungan seksual. Karena itu pembuahan bisa terjadi akibat hubungan seksual yang dilakukan 4 hari sebelum ovulasi. Periode subur seorang wanita dihitung dari : (siklus menstruasi terpendek -18) dan (siklus menstruasi terpanjang - 11). 4. Diafragma Kontrasepsi penghalang yang dimasukkan ke dalam vagina dan mencegah sperma masuk ke dalam saluran reproduksi. Diafragma terbuat dari lateks atau karet dengan cincin yang fleksibel. Diafragma diletakkan posterior dari simfisis pubis sehingga serviks (leher rahim) tertutupi semuanya. Diafragma harus diletakkan minimal 6 jam setelah senggama. Cervical cap (penutup serviks) adalah kop bulat yang diletakkan menutupi leher rahim dengan perlekatan di bagian forniks. Terbuat dari karet dan harus tetap di tempatnya lebih dari 48 jam. a.Efektivitas : kehamilan terjadi pada 6-40 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama b. Keuntungan : dapat digunakan selama menyusui, tidak ada risiko gangguan kesehatan, melindungi dari PMS c. Kerugian : angka kegagalan tinggi, peningkatan risiko infeksi, membutuhkan evaluasi dari tenaga kesehatan, ketidaknyamanan 5. Kontrasepsi Kimiawi/Spermiade yaitu agen yang menghancurkan membran sel sperma dan menurunkan motilitas (pergerakan sperma). Tipe spermisida mencakup foam aerosol, krim, vagina suposituria, jeli, sponge (busa) vaginal cream, vaginal foam, vaginal jelly, vaginal tablet 1 busa, vaginal soluble. yang dimasukkan sebelum melakukan hubungan seksual. Terutama mengandung nonoxynol 9.Efektivitas : kehamilan terjadi pada 6-26 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertam, Keuntungan : tidak mengganggu kesehatan, berfungsi sebagai pelumas, dapat mencegah PMS bakterial. Kerugian : angka kegagalan tinggi, dapat meningkatkan transmisi virus HIV, hanya efektif 1-2 jam

b. Metode Kontrasepsi Efektif Metode yang dalam penggunaannya mempunyai efektifitas atau tingkat kelangsungan pemakaian tinggi serta angka kegagalan rendah bila dibandingkan dengan metode kontrasepsi sederdana. 1. Pil Pil merupakan satu cara kontrasepsi untuk wanita yang berbentuk tablet di dalam tablet atau strip yang berisi gabungan hormon estrogen dan progesteron. Pil termasuk metode yang efektif saat ini, bekerja dengan mencegah pelepasan sel telur. Indikasinya siklus haid tidak teratur, usia subur, dan telah mempunyai anak. Efek samping dari pil ini yaitu kenaikan atau penurunan berat badan, payudara terasa kencang, mual, muntah, depresi selain itu juga dapat mengakibatkan

perdarahan. 2. Suntik Suntikan mempunyai cara kerja seperti pil. Untuk suntikan yang diberikan 3 bulan sekali (depo Provera) keuntungannya mengurangi resiko lupa minum pil dan keamanan selama 3 bulan. Efek samping yang diberikan , menstruasi yang tidak teratur dan peningkatan berat badan serta pemulihan kesuburan agak terlambat. 3. AKBK (Alat Kontrasepsi Bawah Kulit/Implant) Implant/susuk dengan cara memasukkan tabung kecil di bawah kulit di bagian tangan yang dilakukan oleh dokter anda, dan hormon yang terdapat dalam tabung akan terlepas sedikit sedikit untuk mencegah kehamilan. Keuntungannya tidak harus minum pil atau suntikan, dan proses memasukkan tabung ini 1 X dan untuk 2-5 tahun. Dan bila anda ingin berencana hamil kembali hanya melepas implant ini kembali.Efek samping yang ditimbulkan seperti menstruasi yang tidak teratur dan peningkatan berat badan. 4. AKDR (Alat Kontrasepsi dalam Rahim ) /IUD (Intra uterin Device) Fleksibel, alat yang terbuat dari plastik yang dimasukkan ke dalam rahim dan mencegah kehamilan dengan cara menganggu lingkungan rahim, yang menghalangi terjadinya pembuahan maupun implantasi. Kondisi dimana seorang wanita tidak seharusnya menggunakan IUD adalah : Kehamilan Sepsis Aborsi postseptik dalam waktu dekat Abnormalitas anatomi yang mengganggu rongga rahim Perdarahan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya Penyakit tropoblastik ganas Kanker leher rahim, kanker payudara, kanker endometrium Penyakit radang panggul PMS (premenstrual syndrome) 3 bulan terakhir danimunokompromise (penurunan kekebalan tubuh)

a. Efektivitas : kehamilan terjadi pada 0,3-0,8 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama b. Keuntungan : sangat efektif, bekerja cepat setelah dimasukkan ke dalam rahim. Bekerja dalam jangka waktu lama c. Kerugian : risiko infeksi panggul, dismenorea (nyeri saat haid), menoragia pada bulanbulan pertama, peningkatan risiko perforasi (robek) rahim, risiko kehamilan ektopik, IUD dapat lepas dengan sendirinya d. Efek samping : nyeri, perdarahan, peningkatan jumlah darah menstruasi Pengembalian kesuburan cepat setelah dilepaskan. c. Metode Kontrasepsi Mantap 1. Tubektom / MOW (Medis Operatif Wanita) adalah pemotongan dan pengikatan atau penyumbatan tuba falopii (saluran telur dari ovarium ke rahim). 2. Vasektomi / MOP (Medis Operatif Pria) adalah pemotongan vas deferens (saluran yang membawa sperma dari testis). Vasektomi dilakukan oleh ahli bedah urolog dan memerlukan waktu sekitar 20 menit. Pria yang menjalani vasektomi sebaiknya tidak segera menghentikan pemakaian kontrasepsi, karena biasanya kesuburan masih tetap ada sampai sekitar 15-20 kali ejakulasi. a. Keuntungan Vasektomi 1. Efektif. 2. Aman, morbiditas rendah dan hampir tidak ada mortalitas. 3. Sederhana. 4. Cepat hanya memerlukan waktu 5 -10 menit. 5. Menyenangkan bagi akseptor karena memerlukan anestesi lokal saja. 6. Biaya rendah. 7. Secara kultural, sangat dianjurkan di negara-negara dimana wanita merasa malu untuk ditangani oleh dokter pria atau kurang tersedia dokter wanita dan paramedis wanita. (Hartanto, 2004) b. Kerugian Vasektomi 1. Diperlukan suatu tindakan operatif. 2. Kadang-kadang menyebabkan komplikasi seperti perdarahan atau infeksi 3. Kontraspesi pria belum memberikan perlindungan total sampai semua spermatozoa, yang sudah ada di dalam sistem reproduksi distal dari tempat oklusi vas deferens dikeluarkan. 4. Problem psikologis yang berhubungan dengan prilaku seksual mungkin bertambah parah setelah tindakan operatif yang menyangkut sistem reproduksi pria. (Hartanto, 2004). c. Efektifitas Vasektomi 1. Angka kegagalan 0 2,2%, umumnya < 1% 2. Kegagalan kontap-pria, umunnya disebabkan oleh: 3. Sanggama yang tidak terlindung sebelum semen/ejakulat bebas sama sekali dari spermatozoa. 4. Rekanalisasi spontan dari vas deferens, umumnya terjadi setelah pembentukan granuloma spermatozoa.

5. Pemotongan dan oklusi struktur jaringan lain selama operasi 6. Jarang : duplikasi congenital dari vas deferens (terdapat lebih dari 1 vas deferens pada satu sisi). d. Efek Samping Efek samping yang umum diketemukan adalah kulit membiru atau lecet pembengkakan dan rasa sakit keadaan ini merupakan hal yang ringan dan akan hilang sendiri tanpa atau dengan pengobatan sederhana, efek samping lainnya tetapi jarang diketemukan antara lain adalah hematoma granuloma, radang setempat, radang epididimis, timbulnya antibodi dan masalahmasalah psikologis.Gejala-gejala sampingan tersebut di atas, pada umumnya disebabkan oleh persiapan, teknik dan perawatan yang kurang sempurna, disamping faktor penderita sendiri. Syarat syarat yang harus dipenuhi oleh suatu metode kontrasepsi yang baik adalah : - Aman / tidak berbahaya - Dapat diandalkan - Sederhana, sedapat-dapatnya tidak usah dikerjakan oleh seorang Dokter. - Murah - Dapat diterima oleh orang banyakPemakaian jangka lama (Continuation Rate Tinggi) (Hartanto, Hanafi, 2004 : 36 E. TEMPAT-TEMPAT PELAYANAN KB 1. Rumah sakit pemerintah atau swasta 2. PUSKESMAS 3. Apotik 4. Tempat praktk dokter swasta/ Bidan 5. Toko Obat F. DAMPAK PROGRAM KB Program keluarga berencana memberikan dampak, yaitu 1. Penurunan angka kematian ibu dan anak; 2. Penanggulangan masalah kesehatan reproduksi; 3. Peningkatan kesejahteraan keluarga; 4. Peningkatan derajat kesehatan; 5. Peningkatan mutu dan layanan KB-KR; 6. Peningkatan sistem pengelolaan dan kapasitas SDM; 7. Pelaksanaan tugas pimpinan dan fungsi manajemen dalam penyelenggaraan kenegaraan dan pemerintahan berjalan lancar.