Anda di halaman 1dari 8

Tugas I Sistem Pengaturan Ditebar

Pengaturan Suplai Oksigen Rotary Klin Pada Industri Pengolahan Baja


Dwiky Herlambang P 2212105022

1. Deskripsi sistem keseluruhan : Pengolahan baja dimulai dari proses reduksi bijih besi menjadi sponge iron sebagai bahan baku utama pada pengolahan selanjutnya. Direct Reduction Iron (DRI) merupakan proses dimana sponge iron tersebut terbentuk melalui reduksi bijih besi pada rotary kiln untuk memisahkan unsur besi (Fe) dari unsur oksigen yang terkandung , untuk selanjutnya diproses lebih lanjut di Billet Plant dan Slab Plant dengan campuran bahan scrap tertentu. Billet yang terbentuk kemudian dijadikan bentuk untaian (wire rods) di Wire Rod Mill sedangkan slab diproses di Hot Strip Mill untuk dijadikan bentuk lembaran. Rangkaian proses pengolahan baja dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Rangkaian Proses Pengolahan Baja

2. Pertimbangan Kelayakan Penggunaan Sistem DCS Rangkaian proses pengolahan baja yang kompleks yang tidak mungkin aliran prosesnya diamati secara langsung menjadi alasan utama sistem DCS diimplementasikan, dimana

Human Machine Interface (HMI) dibutuhkan untuk mengatur jalannya proses dan juga akuisisi data-data proses karena banyak parameter yang menentukan proses sub sistem yang berpengaruh pada kualitas dari produk yang dihasilkan. Selain itu, dampak secara langsung timbul jika keseluruhan sistem mengalami kegagalan,karena berkaitan dengan kuantitas dari produksi yang berimbas pada income perusahaan dan juga bisa menyebabkan kerusakan pada unit produksi yang lain.
1

Dwiky Herlambang| Pengaturan Suplai Oksigen Rotary Klin Pada Industri Pengolahan Baja

3. Sub Sistem yang Dipelajari TISCO Direct Reduction Iron (TDRI) merupakan salah satu model proses reduksi bijih besi yang menggunakan unsur karbon hasil pembakaran sebagai reduktor . Sub sistem TDRI ini menarik untuk dipelajari karena mempunyai beberapa keunggulan dibanding model DRI yang lain, salah satunya yaitu pemanfaatan gas buang untuk memutar turbin pembangkit listrik.Komponen inti dari proses ini adalah rotary kiln sebagai tempat dimana reduksi terjadi. Proses reduksi di dalam rotary kiln adalah pengikatan unsur oksigen dalam bijih besi oleh unsur karbon (C) dari proses pembakaran sehingga didapatkan unsur besi (Fe) murni yang disebut sponge iron, untuk selanjutnya digunakansebagai bahan baku dalam produksi baja. Pembakaran di dalam rotary kiln menggunakan non-coking coal dan oksigen bertekanan tinggi. Hasil dari rotary kiln merupakan sponge iron bercampur dengan arang (char) dalam keadaan panas, sehingga di dinginkan terlebih dahulu di Rotary Cooler untuk selanjutnya disortir berdasarkan tingkat metalisasi dan ukuran seperti ditunjukkan Gambar 2.

Gambar 2. Rangkaian Proses Pembuatan sponge iron

2
Gambar 3. Aliran Bahan dan Gas Buang di Rotary Kiln

Dwiky Herlambang| Pengaturan Suplai Oksigen Rotary Klin Pada Industri Pengolahan Baja

Rotary kiln terbuat dari baja berbentuk silinder horizontal dengan bagian dalamnya dilapisi oleh bata tahan api (refractory brick) dan diputar dengan kecepatan 0.1 0.7 rpm. Ukuran rotary kiln pada proses pengolahan baja, yaitu dengan panjang 72 m dan diameter dalam 3.75 m dengan kemiringan tungku tempat masuk bahan (feed end) diatur lebih tinggi 3 5o dari sisi keluaran produk (discharge). Bahan dialirkan pada sisi feed end oleh feeder dan burner dipasang pada sisi keluaran produk sebagai sumber pembakaran dengan mencampurkan non coking coal dan oksigen dengan komposisi tertentu, sedangkanbahan bakar minyak hanya digunakan sebagai pemicu pada awal pembakaran. Terdapat dua daerah pemanasan pada tabung kiln yaitu daerah pre-heating dan daerah reduksi. Daerah pre-heating terletak sepanjang 40-50 % dari panjang keseluruhan diukur dari titik feed end dengan suhu 900oC sedangkan daerah reduksi terletak di sepanjang 50 60 % dari panjang keseluruhan di ukur dari titik discharge dengan suhu 1000 - 1100oC, proses didalam rotary kiln ini berlangsung 10 jam. Aliran bahan dan gas buang di rotary kiln ditunjukkan oleh Gambar 3 sedangkan reaksi kimia di dalam kiln ditunjukkan oleh Gambar 4.

Gambar 4. Reaksi Kimia di Rotary Kiln

Bahan baku pembuatan sponge ironyaitu : 1. Coal Reduktor yang digunakan pada Rotary Kiln adalah batu bara, mulai dari jenis antrasit sampai lignite. Tiap jenis batu bara memerlukan memerlukan perhitungan rasio antara bijih besi dan jumlah reduktor yang dibutuhkan. 2. Bijih Besi (Iron Ore) Bahan baku prosesrotary kiln cukup fleksibel bisa berupa iron ore pellet, lump ore, atau pasir besi.
3

Dwiky Herlambang| Pengaturan Suplai Oksigen Rotary Klin Pada Industri Pengolahan Baja

3. Dolomite Batu kapur (dolomite) digunakan sebagai bahan aditif pada proses reduksi bijih besi di rotary kiln yang berfungsi sebagai penyerap belerang dari campuran bahan baku selama proses reduksi (desulfurisasi). 4. Non coking coal Bahan bakar dalam proses rotary kiln menggunakan batubara dengan kalori tinggi dengan unsur karbon rendah yang disebut non coking coal.

4. Diagram Fungsional Sistem TDRI Berikut merupakan diagram fungsional yang ditunjukkan oleh Gambar 5.

Sistem TDRI

Reduksi

Pendinginan Produk

Pemisahan Produk

Pengolahan Gas Buang

Pembakaran

Pemisahan Sponge Iron

Pemisahan Char

Konversi gas buang ke steam

Filterisasi gas buang

Reduksi bijih besi

Konversi steam ke Energi Listrik

Gambar 5. Diagram Fungsional Sistem TDRI

5.

Alur Proses TDRI Berikut merupakan diagram alur proses yang ditunjukkan oleh Gambar 6.

Dwiky Herlambang| Pengaturan Suplai Oksigen Rotary Klin Pada Industri Pengolahan Baja

Start

Bahan (Coal,Bijih Besi, Dolomite)

Pencampuran Bahan Rotary kiln

Pre Heating (900 C)

Proses Reduksi Bijih Besi (1000-1100 C)

Pendinginan Produk

Rotary Cooler

Pemisahan Sponge Iron dengan Char

End

Gambar 6. Diagram Alur Proses Sistem TDRI

6.

Diagram P & ID Proses TDRI Berikut merupakan diagram P & ID yang ditunjukkan oleh Gambar 7.
TIC

SP
FIC

DIC

PIC

PY

FY

TT

DT

FT

udara INJ

Rotary Kiln
BE

coal

Rotary Cooler

Conveyor 1

Conveyor 2

Screening 1 Conveyor 3

Screening 2

Gambar 7. Diagram P & ID Sistem TDRI

Dwiky Herlambang| Pengaturan Suplai Oksigen Rotary Klin Pada Industri Pengolahan Baja

Keterangan :
Motor
M
TT

Injector Burner Flow Rate Flow Controler

DIC

Density Controler Pressure Rate Pressure Controler

Sensor Temperature Sensor CO Sensor Flow Air to open Valve


FY

PY

DT

PIC

FT

FIC

TIC

Temperature Controler

7.

Desain Kontroler untuk Pengaturan Suplai Oksigen pada Rotary Kiln Pengaturan suplai oksigen menjadi penting karena ada dua faktor kerugian ketika

pembakaran melibatkan unsur batu bara sebagai bahan bakar yaitu apabila jumlah udara (oksigen) kurang dari kebutuhan pembakaran, maka akan banyak jumlah bahan bakar yang tidak terbakar dan terbuang sia-sia melalui cerobong (stack), sebaliknya apabila jumlah udara (oksigen) lebih banyak, maka akan banyak energi panas yang ikut terbuang sehingga komposisi antara bahan bakar dan oksigen harus dijaga proporsional untuk menghasilkan panas yang diinginkan dengan efisiensi tinggi (costefficiency).

Debit coal SP + PV

Kontroler

Aktuator (Valve Oksigen)

Proses Pembakaran

output

Sensor CO

Gambar 8. Blok Diagram Pengaturan oksigen pada Rotary Kiln

Sensor karbon monoksida (CO) dipasang pada sisi exhaust untuk mengetahui kandungan dari CO, semakin banyak kandungan CO pada gas buang menandakan banyak bahan bakar yang tidak terbakar sehingga kontroler akan memberikan perintah ke aktuator untuk memperbanyak suplai oksigen. Tujuan pengaturan ini adalah menyesuiakan kebutuhan oksigen dengan debit bahan bakar yang masuk di rotary kiln. Tampilan HMI ditunjukkan pada Gambar 9.

Dwiky Herlambang| Pengaturan Suplai Oksigen Rotary Klin Pada Industri Pengolahan Baja

Gambar 9. Tampilan HMI Rotary Kiln Pada Graphic Builder

Dwiky Herlambang| Pengaturan Suplai Oksigen Rotary Klin Pada Industri Pengolahan Baja