Anda di halaman 1dari 157

Dosen Pengampu : Fima Ratna Sari, S.Pd.

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri


2











Dosen Pengampu : Fima Ratna Sari, S.Pd.


























Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
3



KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb.
Dengan memanjatkan Puji dan Syukur kehadirat Allah SWT atas
Rahmat dan Hidayah_Nya yang telah memberi kesehatan, baik kesehatan
jasmani maupun kesehatan rohani, sehingga penyusun telah berhasil
menyusun Tugas Kalkulus II yang berjudul Modul Kalkulus II.
Tugas ini tidak akan terselesaikan tanpa bantuan dari pihak lain,
maka dari itu penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu
Fima Ratna Sari, S.Pd. yang telah memberi kesempatan dan kepercayaan
kepada penyusun untuk menyelesaikan tugas ini. Serta bantuan teman-
teman Mahasiswa/i Program Studi Teknik Informatika semester II, akhirnya
pembuatan tugas ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Penyusun menyadari bahwa dalam modul ini masih banyak
kekurangan dan kelemahan dikarenakan kemampuan penyusun yang
terbatas. Untuk itu, kritik dan saran yang konstruktif sangat kami harapkan
dari semua pihak yang membaca. Semoga ini bermanfaat khususnya bagi
penyusun sendiri dan bagi para pembaca umumnya serta semoga dapat
menjadi bahan pertimbangan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan
maupun wawasan di masa yang akan datang. Akhir kata, penyusun ucapkan
terima kasih.

Wassalamualaikum Wr.Wb.
Palembang, 9 Mei 2013


Penyusun
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
4



DAFTAR ISI


COVER ........................................................................................ 1
KATA PENGANTAR ................................................................. 3
DAFTAR ISI ................................................................................ 4
BAB 1. Vektor .................................................................... 5 - 27
BAB 2. Fungsi Transenden ............................................... 28 - 40
BAB 3. Turunan Parsial .................................................... 41 - 76
BAB 4. Integral Lipat ........................................................ 77 - 106
BAB 5. Persamaan DIferensial Orde II ........................... 107 - 122
BAB 6. Fungsi Gamma & Fungsi Beta ............................ 123 - 137
BAB 7. Deret Tak Hingga ................................................ 138 156
REFERENSI ............................................................................... 157















Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
5

BAB I
VEKTOR
1. Pengertian Vektor
Kita telah mengenal arti perpindahan, misalnya titik A kita pindahkan
ke posisi yang lain menjadi titik B. Pada perpindahan itu terkandung
beberapa makna.
a. Berapa jauh perpindahannya (jarak)
b. Ke arah mana perpindahannya.
2. Kesamaan Dua Vektor
a. Dua buah vector dikatakan sama apabila panjang dan arahnya sama.
Jika AB # CD dibaca ruas garis AB sama (panjang) dan sejajar ruas
garis CD maka AB = CD.
b. Panjang dua buah vector yang arahnya sama, tetapi panjangnya
berlainan.
c. Jika dua buah vector yang arahnya berlawanan dan panjangnya tidak
sama maka vector yang satu dapat dinyatakan dengan yang lain.
3. Vector Nol
Suatu vector disebut vector nol apabila panjangnya nol. Arah vector nol
tak tentu, misalnya AA, BB,CC, dan semacamnya disebut vector nol.
4. Vector Posisi
Jika titik P adalah sebuah titik pada bidang datar, vector OP = P disebut
vector posisi dari titik P.
5. Vector Satuan
Vector satuan adalah vector yang panjangnya satu satuan.
6. Vector dalam Ruang
a. Vector di Ruang R
2

Vector dalam ruang berdimensi dua ditulis dengan R
2
atau R
2
.
b. Vector di R
3

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
6

Vector dalam ruang berdimensi tiga ditulis dengan R
3
atau R
3
. R
3

ditandai dengan tiga buah sumbu yang saling berpotongan.

7. Vector Basis
a. Vector Basis di R
2

Diberikan titik P (x
1
, y
1
). OP merupakan titik terminal/ ujung dari
vector posisi yang titik pangkalnya di pusat koordinat.
b. Vector Basis di R
3

Jika R (x
1
, y
1,
z
1
) adalah sembarang titik dan r adalah vector posisi
R, maka komponen komponen r dapat dinyatakan sebagai:
x
1
i (searah dengan OX )
y
1
j (searah dengan OY )
z
1
k ( searah dengan OZ )

8. Panjang Suatu Vektor
Besar vector P , apabila digambarkan akan membentukruas garis berarah
dengan panjnag ruas garis yang mewakili besar vector itu. Panjang vector
P ditulis dengan P .
Contoh Soal :
1. Nyatakan titik berikut dengan vector posisi dalam bentuk komponen
vector kolom!
a. A (2,3) dan B ( -1,4) b. P (2,1,4) dan Q (3,2,-5)
Jawab :
a.
a = 2 b = -1
3 4
b.
p = 2 q = 3
1 2
4 -5
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
7

2. Nyatakan vector-vektor a = 2 dan c = -1 sebagai kombinasi
linear dari i , j ,dan k 3 0
1 3

Jawab :
a = 2 i + 3 j + k
c = -i + 3 k
3. Diketahui p = i - 2 j + 2 k dan q = 3 i + j - 2 k carilah
a. P
b. Q
c. P + Q
d. vector satuan dari p

Jawab :
P = 1 q = 3
-2 1
2 -2

a. P = 1
2
+ (-2)
2
+ 2
2
= 1 +4 + 4 = 3
b. Q = 3
2
+ 1
2
+ (-2)
2
= 9 + 1 + 4 = 14
c. Untuk menghitung P + Q , tentukan dulu
p + q ; p + q = 1 3 4
-2 + 1 = -1
2 -2 0


P + Q = 4
2
+ (-1)
2
+ 0
2
= 16 + 1 = 17
d. Vector satuan dari p = p = i - 2 j + 2 k = 1 i - 2 j + 2 k
P 3 3 3 3

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
8


4. Jika v = (1,-3,2) dan w = (4,2,1), maka
V + w = (5, -1,3), 2v = (2,-6,4), -w = (-4,-2,-1),
V w = v + (-w) = (-3,-5,1)

OPERASI ALJABAR VEKTOR
1. Penjumlahan vector
Diberikan dua vector a dan vector b . vector ketiga yaitu vector c
diperoleh dengan menjumlahkan vector a dan vector b . Jadi,
c = a + b . vector c dapat ditentukan dengan cara segitiga dan
jajargenjang.
a. Cara Segitiga
b. Cara Jajar Genjang
Sifat-sifat Penjumlahan pada Vektor
1. Komutatif
2. Asosiatif
3. Mempunyai elemen identitas, yaitu vector O (vector nol) sebab untuk
semua vector a berlaku a + o = o + a = a
4. Lawan suatu vektor
2. Pengurangan vector
Diberikan 2 buah vektor, yaitu vektor a dan vektor b . misalkan selisih
vektor a dengan vektor b adalah vektor c yang diperoleh dengan cara
menjumlahkan vektor a dengan lawan vektor b.
3. Hasil kali bilangan dengan vektor
Hasil kali bilangan real k dengan vektor a adalah suatu vektor yang
panjangnya k kali panjang vektor a dan arahnya adalah
a. Sama dengan arah vektor a jika k> 0
b. Berlawanan dengan arah vektor a jika k < 0
c. Sama dengan nol jika k = 0

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
9

Sifat-sifat Hasil Kali Bilangan dengan Vektor
Bila k dan l bilangan real, a dan b suatu vektor maka:
1. K (-a ) = - (ka ) = - k a
2. K (l a ) = (kl) a
3. (k + l) a = k a + l a
4. K (a + b ) = k a + k b
Contoh soal :
1. ABCD adalah jajar genjang dengan AB = u , AD = v , titik E dan F
masing-masing titik tengah DC dan BC. Nyatakan vektor-vektor berikut
dalam u dan v
a. AE b. EF c. AF
Jawab :
a. AE = AD + DE
= v + 1 u = 1 u + v
2 2
b. EF = EC + CF
= 1 u - 1 v
2 2
c. AF = AB + BF
= u + 1 v
2
2. Diketahui A (1,1), B (4,2), dan C (10,4) tunjukkan titik A,B,dan C
segaris (kolinear) dan carilah AB : BC
Jawab :
AB = b a
= 4 - 1 = 3
2 1 1

AC = c a
= 10 - 1 = 9
4 1 3



Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
10

3. Diketahui titik-titik A (-2,5,4), B (2,-1,-1), dan C (p,q,l). jika A,B, dan C
segaris, carilah nilai p dan q.
Jawab :
AB = b a = 2 -2 4
-1 - 5 = -6
-2 4 -6
BC = c b = p 2 p-2
q - -1 = q + 1
l -2 3
karena A,B, dan C segaris maka:
AB = m . BC
4 p-2
-6 = m q + 1 , diperoleh m = -2
-6 3

4 = -2 ( p 2 ) -6 = -2 (q + 1)
4 = -2p + 4 3 = q + 1
2p = 0 q = 2
P = 0
4. Norma vektor v = ( -3,2,1) adalah
v = (-3)
2
+ (2)
2
+ ( 1 )
2
= 14

RUMUS JARAK
Diberikan titik A(x
1
+ y
1
+ z
1
) dengan vektor posisi a = x
1
dan titik B (x
2

+ y
2
+ z
2
) dengan vektor posisi b = x
2
y
1


y
2
z
1

z
2
jarak antara titik A dan B adalah panjang vektor AB, yaitu

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
11

AB
AB = b - a
x
2
x
1
x
2 -
x
1

=

y
2
- y
1
= y
2 -
y
1

z
2
z
1
z
2 -
z
1



Rumus Pembagian
a. Pembagian Ruas Garis dalam Perbandingan m : n
Misalkan suatu titik P membagi ruas garis AB dalam perbandingan m : n
sedemikian rupa sehingga AP : PB = M : n
b. Rumus Pembagian dalam bentuk Vektor
Jika p adalah vektor posisi titik P yang membagi AB dengan
perbandingan m : n, P antara A dan B, maka p = mb + na
m + n

contoh Soal :
1. Sebuah pesawat terbang tinggal landas dari bandara Adi Sucipto menuju
bandara Soekarno-Hatta. Berapakah jarak yang ditempuh pesawat
terbang tersebut bila pesawat tersebut bergerak dari titik x ( 100, 60, 8)
km menuju kota Jakarta sebelum mendarat yang berposisi di titik y
( 300,30,18) km ?
Jawab :
Jarak yang ditempuh pesawat terbang yang tinggal landas menuju Jakarta
di hitung dengan rumus jarak:
r = \ ( x
2
x
1
)
2
+ ( y
2
y
1
)
2
+ ( z
2
z
1
)
2

posisi awal pesawat terbang adalah x ( 100, 60, 8 ) km dengan titik
tujuannya adalah y ( 300, 20, 8 ) km. Jadi jarak yang ditempuh pesawat
tersebut adalah
r = \ (300-100)
2
+ (20-60)
2
+ (10-8)
2

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
12

= \ (200)
2
+ (40)
2
+ (2)
2

= \ 40000 + 1600 + 4
= \ 41604
= 203,97 km
2. Hitung jarak antara titik titik berikut!
a. O (0,0,0) dan P ( 4,4,2)


Jawab :
O = 0 P = 4
0 4
0 4
OP = 4 0
4 - 0
4 0

OP = ( 4 0 )
2
+ ( 4 0 )
2
+ ( 4 0 )
2

= 16 + 16 + 16
OP = 48

3. Tunjukkan bahwa P ( 3.4.-1), Q ( -9,-2,3), dan R ( 9,8,11) adalah titik-
titik sudut segitiga sama kaki!
Jawab :
r = (x
2
x
1
)
2
+ ( y
2
y
1
)
2
+ ( z
2
z
1
)
2


PQ = (-9 3 )
2
+ ( -2 4)
2
+ ( 3 1 )
2
= 144 + 36 + 16 = 196 = 14
PR = (-9 3 )
2
+ ( 8 4)
2
+ ( 11 1 )
2
= 36 + 14 + 144 = 196 = 14
QR = (-9 9 )
2
+ ( 8 2)
2
+ ( 11 3 )
2
= 324 + 100 + 81 = 506 =
22.49
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
13

Dari hasil yang diperoleh , dengan menerapkan teorema phytagoras
diperoleh
PQ
2
= 14 PR
2
= 14 QR
2
= 22,5
Jika dilihat panjang kedua sisi segitiga itu yaitu AB dan BC, maka
segitiga itu adalah sama kaki, dan jika kita amati dalam segitiga tersebut
berlaku teorema phtyagoras yang menyatakan PQ
2
+ PR
2
= QR
2
. Jadi,
segitiga ABC siku-siku di B dan sama kaki

4. Pergunakan rumus p = mb + n a untuk menyatakan vektor-vektor
posisi dari titik berikut dengan a dan b
a. C membagi AB dengan perbandingan 3 : 2
b. D membagi AB dengan perbandingan 3 : -2
Jawab :
a. Untuk C, m : n = 3 : 2 b. Untuk D, m : n = 3 : -2
Maka p = mb + na Maka q = mb + na
m + n m + n
= 3 b + 2 a = 3 b + 2 a
3 + 2 3 2
= 1 ( 3 b + 2 a ) = ( 3 b - 2 a )


Hasil Kali Skalar Dua Vektor
Hasil kali scalar dari vektor a dan b yang masing-masing bukan
vektor nol dinyatakan dengan a . b ( dibaca a dot b ). Perkalian scalar dari
vektor a dan b adalah suatu bilangan real yang didefinisikan oleh:
a . b = a b cos
adalah sudut antara a dan b, dengan 0 B
jika a = 0 atau b = 0 maka a . b = 0 dan sudut tidak tertentu.



Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
14

Bentuk Komponen Perkalian Skalar
Misalkan A(a
1
,a
2
,a
3
) dan B (b
1
,b
2
,b
3
), maka:
OA =


AB = ( ) ( ) ( )

Besar Sudut Antara Dua Vektor
Jika dua vektor a dan b bertemu pada satu titik, maka sudut antara
dua vektor tersebut adalah sudut yang dibentuk oleh kaki vektor a dan kaki
vektor b. sudut yang diambil adalah sudut terkecil.

Sifat-sifat Perkalian Skalar
a. Sifat sifat yang berlaku pada perkalian scalar
b. Hal-hal mengenai Perkalian scalar
Hal-hal mengenai perkalian scalar yang perlu diketahui adalah sebagai
berikut.
1. Tidak tertutup, sebab a . b bukan vektor
2. Tidak mempunyai elemen identitas, sebab a . c = a tidak mungkin
3. Tidak memiliki elemen invers, sebab a . c bukan vektor
4. Tidak asosiatif, sebab a . ( b + c ) dan ( a . b ) . c tidak berarti.

Proyeksi Ortogonal Suatu Vektor pada vektor lain
a. Proyeksi scalar ortogonal
Proyeksi scalar ortogonal biasanya disingkat dengan proyeksi scalar
saja atau sering dikatakan dengan panjang proyeksi vektor.
b. Proyeksi vektor orthogonal
Proyeksi vektor OA pada OB adalah OC = c
Vektor satuan dari c = c
c
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
15

atau c = c , karena vektor c searah dengan vektor maka vektor
satuan dri b maka vektor satuan dari c adalah juga vektor satuan dari
b sehingga
OC = c = c vektor satuan dari b
= a . b . b = ( a . b )
b b b
jadi, proyeksi vektor orthogonal a pada b adalah

c = ( a . b )
b

Perkalian silang dua vektor
Perkalian silang vektor a dan b ditulis dengan a x b ( dibaca a kros b ) yang
hasilnya adalah merupakan sebuah vektor.
Bila c = a x b, harus dipenuhi syarat:
1. c a
2. c b
3. arah putaran dari a ke b menuju c
4. c = a b sin , di mana sudut antara a dan b
contoh soal :
1. Jika P pada AB, carilah koordinat P, jika:
a. A(-2,-3), B(3,7), dan AP : PB = 3 : 2
b. A(-3,-2,-1), B(0,-5,2), dan AP : PB = 4 : -3
Jawab :
a. Titik P membagi di dalam
Xp =

= 1
Yp =

= 3
Jadi koordinat P( 1,3 )


Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
16

b. Titik P membagi di dalam
X
q
=
()()

= 9
Y
q
=
()()()

= -14
Z
q
=
()()

= 12
Jadi koordinat Q (9,-14,12)
2. Carilah a.b jika :
a. a = 2i + j + k dan b = 3i + 2j k
b. a = 5i + 4 j dan b = 2i 2j + 4 k
jawab :
a. a = (

) b = (

)
a . b = (

) . (

) = (2)(3)+(1)(2)+(10(-1) = 7
b. a = (

) b = (

)
a . b = (

) . (

) = (5)(2) + (4)(-2) + (0) (4) = 2


3. carilah besar sudut AOB jika titik pangkal untuk masing-masing soal
berikut ini !
a. A(1,0,0) dan B (1,1,0)
Jawab :
a = (

) ; b = (

)
a . b = (

) . (

) = 1
cos u =


=

()()
=


Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
17

u = arc cos (

)
= 120
4. Jika a = (

) , b = (

) , dan c = (

) carilah x bila
a . ( b + c ) = a . a
jawab :
a = (

) b = (

) , dan c = (

) carilah x bila a . (b + c ) = a . a

(

) . ((

) (

) ) = (

) . (

)
()() (1)(6) + (1)(x)
5 + x
x = -5
x = 5











Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
18

Geometri Dalam Ruang, Vektor
1. Kooordinat Cartesius Dalam Ruang Dimensi Tiga
Rumus jarak pandanglah dua titik P
1
(X
1,
Y
1,
Z
1
) dan (X
2
,Y
2
,Z
2
) dalam
ruang dimensi tiga (X
1
X
2
, Y
1
Y
2,
Z
1
Z
2
). Mereka menentukan
suatu balok genjang (paralelepipedum), dengan dan sebagai titik
sudut yang berlawanan dan dengan sisi-sisi sejajar terhadap sumbu-
sumbu koordinat .Menurut teorema Pythagoras.

| P
1
P
2
|
2
= | P
1
Q|
2
+ |QP
2
|
2


Dan | P
1
Q|
2
= |P
1
R|
2
+ |RQ|
2

Jadi | P
1
P
2
|
2
= |P
1
R|
2
+ |QP
2
|
2

= (X
2
X
1
)
2
+ (Y
2
Y
1
)
2
+ (Z
1
Z
2
)
2

BOLA DAN PERSAMAANNYA dari rumus jarak ke persamaan
sebuah pola merupakan suatu langkah kecil. Dengan sebuah bola, kita
maksudkan himpunan titik berjarak konstan dari suatu titik tetap.
Kenyataannya, jika(X,Y,Z) pada bola dengan radius r berpusat
pada(H,K,L)
(x h)
2
+ (y k)
2
+ (z l)
2
= r
2


Ini kita sebut persamaan baku sebuah bola.
Dalam bentuk terurai, persamaan dalam kotak tersebut dapat dituliskan
sebagai

X
2
+ y
2
+ z
2
+ Gx +Hy + Lz + J = 0


Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
19

GRAFIK DALAM RUANG DIMENSI TIGA adalah wajar untuk
pertama-taman memandang persamaan kuadrat karena hubungannya
dengan rumus jarak. Tetapi agaknya suatu persamaan linier yakni,
persamaan berbentuk

Ax + By + Cz = D, A
2
+ B
2
+ C
2


Jika suatu bidang memotong ketiga sumbu, yaitu kasus yang akan
sering kali terjadi, kita mulai dengan mencari titik-titik potong ini, yakni
kita cari perpotongan x,y, dan z. ketiga titik ini menentukan bidang dan
memungkinkan kita menggambar jejak, yang berupa garis-garis
perpotongan dengan bidang-bidang koordinat. Kemudian dengan sedikit
berseni, kita dapat mengasir bidang tersebut.


Contoh 1. gambarkan grafik dari 3x + 4y + 2z =12
Penyelesaian :
untuk menemukan perpotongan x, tetapkan y dan z sama dengan nol
dan selesaikan untuk x, diperoleh x = 4. Titik yang berpadanan adalah
(4,0,0). Secara serupa, perpotongan y dan z adalah (0,3,0) dan (0,0,6).
Lalu tarik ruas-ruas garis yang menghubungkan titik-titik ini untuk
memperoleh jejak.
Contoh 2 gambarlah grafik persamaan liniear 2x + 3y = 6 Dalam
ruang dimensi tiga.
Penyelesaian :
perpotongan x dan y masing-masing adalah (3,0,0) dan (0,2,0) dan titik-
titik ini menentukan jejak di bidang xy. Bidang ini tidak pernah
memotong sumbuh z (x dan y keduanya tidak dapat sama dengan nol),
sehingga bidang ini adalah sejajar sumbu z.
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
20

2. Vektor dalam ruang dimensi tiga
Vector- vector dapat ditambahkan, dikalikan dengan scalar, dan
dikurangkan sama seperti pada bidang, dan hukum-hukum aljabar yang
dipenuhi sesuai dengan yang telah dipelajari terdahulu. Hasil kali titik
dari u = <u
1,
u
2,
u
3
> dan v = <v
1,
v
2
,v
3
> didefinisikan sebagai

U.V = U
1
V
1
+ U
2
V
2
+ U
3
V
3


dan mempunyai tafsiran geometri yang telah dinyatakan terdahulu,
yakni

U.V = |U||V|cos

di mana adalah sudut antara u dan v. akibatnya, masih tetap benar
bahwa dua vector saling tegak lurus jika dan hanya jika hasil kali
titiknya nol.

Contoh 1
cari sudut ABC jika A = (1, -2, 3), B = (2,4,-6), dan C = (5, -3, 2)

Penyelesaian pertama kita tentukan vector-vektor u dan v (berasal dari
titik asal), setara terhadap BA dan BC. Ini dilakukan dengan cara
mengurangkan koordinat-koordinat titik-titik awal dari titik-titik
ujungnya, yakni
U = <1 2, -2 -4, 3 + 6> = < -1, -6, 9>
V = <5 2, - 3 -4, 2 + 6> = <3, - 7, 8>
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
21

Contoh 2 nyatakan u = <2, 4, 5> sebagai jumlah suatu vector m yang
sejajar v = <2, -1, -2> dan suatu vector n yang tegakan v.
Contoh 3 cari vektor yang panjangnya 5 satuan yang mempunyai =
32 dan = 100 sebagai dua dari ketiga sudut arahnya.
Penyelesaian pertama kita perhatikan bahwa sudut arah ketiga, y harus
memenuhi
Cos
2
y = 1 - Cos
2
32 - 100 = 0,25066
Cos y = 0,50066
Dua vektor memenuhi persyaratan soal. Keduanya adalah
5<cos , cos , cos y> = 5<0,84805, - 0,17365,0,50066>
= <4,2403, - 0,8683,2,5033>
Dan <4,2403, - 0,8683, - 2,5033>
Bidang satu cara yang mengutungkan untuk melukiskan suatu bidang
adalah dengan menggunakan bahasa vektor. Andaikan n=<A,B,C>
sebuah vektor tak nol tetap dan P
1
(X
1,
Y
1,
Z
1
) adalah titik tetap.
Himpunan semua titik P(X,Y,Z) yang memenuhi P
1
P.n = 0 adalah
bidang yang melalui P
1
dan tegak lurus n. karena tiap bidang
mengandung sebuah titik dan tegak lurus terhadap suatu vektor, maka
tiap bidang dapat dicirikan dengan cara ini.
Untuk memperoleh persamaan cartesius dari bidang itu, tulis vektor P
1
P
dalam bentuk komponen yakni,
P
1
P = <x x
1
, y y
1
, z z
1
>
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
22

Maka, P
1
P. n = 0 setara terhadap
A(x x
1
) + B(y y
1
) +C(z z
1
) = 0
Persamaan ini (di mana paling sedikit salah sat A, B, C, tidak nol)
disebut bentuk baku persamaan bidang.
Jika tanda kurung kita hilangkan dan disederhanakan, persamaan dalam
kotak akan berbentuk persamaan linier umum
Ax + By + Cz = D, A
2
+ B
2
+ C
2
0

3. Hasil kali silang
Hasil kali titik dari dua vektor adalah sebuah scalar. Kita telah
menggali beberapa penggunaannya pada pasal sebelumnnya. Sekarang
kita perkenalkan hasil kali silang(hasil kali vektor atau cross product);
ini juga akan banyak penggunaannya. Hasil kali silang u x v untuk u =
(U
1
,U
2
,U
3
) dan v = (V
1
,V
2
,V
3
) didefinisikan sebagai

U x V = (U
2
V
3
U
3
V
2
, U
3
V
1
U
1
V
3
, U
1
V
2
U
2
V
1
)

Teorema A
Andaikan u dan v vektor-vektor dalam ruang dimensi tiga dan sudut
antara mereka maka:

1. u .(u x v) = 0 = v .(u x v) yakni u x v tegak lurus terhadap u dan v;
2. u, v, dan u x v membentuk suatu system tangan kanan rangkap tiga.
3. |u x v | = |u||v| sin .


Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
23

Bukti andaikan u = <u
1
,u
2
,u
3
> dan v = <v
1
,v
2
,v
3
>.

1. u . (u x v) = u
1
(u
2
v
3
u
3
v
2
) +u
2
(u
3
v
1
u
1
v
3
) + u
3
(u
1
v
2

u
2
v
1
). pada waktu kita menghilangkan tanda kurang, ke enam suku
saling menghapuskan dalam pasangan. Hal yang serupa terjadi pada
waktu menguraikan v.(u x v).
2. arti system tangan kana untuk rangkap tiga u, v, u x v diilustrasikan
pada gambar. Di sana adalah sudut antara u dan v, dan tangan
dikepalkan pada arah rotasi melalui yang membuat u berimpit
dengan v. kelihatannya sukar dikembangkan secara analistis bahwa,
rangkap tiga yang ditunjukkan adalah system tangan kanan, tetapi anda
boleh memeriksanya dengan sedikit contoh. Perhatikan secara khusus
bahwa karena i x j = k, ganda tiga i, j, i xj adalah tangan kanan.
3. Kita memerlukan kesamaan langrange
Contoh soal:
|u x v|
2
= |u|
2
|v|
2
(u.v)
2
|u x v|
2
= |u|
2
|v|
2
(|u||v| cos )
2

= |u|
2
|v|
2
(1 cos
2
)
= |u|
2
|v|
2
sin
2


Karena 0 , sin 0. Jadi, dengan mengambil akar kuadrat
yang utama menghasilkan

|u x v| = |u||v| sin



Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
24

4. Garis dan kurva dalam ruang dimensi tiga
Garis dari semua kurva, yang paling sederhana adalah sebuah garis.
Garis ditentukan oleh suatu titik tetap P
0
dan suatu vektor v = ai + bj +
ck. Garis adalah himpunan semua titik P sedemikian sehingga P
0
P
adalah sejajar terhadap v yakni, yang memenuhi

P
0
P = tv

Contoh 1 cari persamaan parameter untuk garis yang melalui (3, -2, 4)
dan (5, 6, -2)

Penyelesaian sebuah vektor yang sejajar terhadap garis yang diberikan
adalah
V = (5 3, 6 + 2, -2 -4) = (2, 8, -6)

Jika kita pilih (X
0
, Y
0
, Z
0
) sebagai (3, -2, 4), kita peroleh ppersamaan
parameter
X = 3 + 2t, y = -2 + 8t, z = 4 6t

Perhatikan bahwa t = 0 menentukan titik (3, -2, 4), sedangkan t =1
memberikan (5, 6, -2). Sebenarnya, 0 t 1 berpadanan dengan ruas
garis yang menghubungkan kedua titik ini.





Contoh 2 cari persamaan simetri dari garis yang sejajar vektor
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
25

(4, -3, 2) dan melalui (2, 5, -1)
Penyelesaian

X 2 = Y 5 = Z + 1
4 -3 2

Contoh 3 cari persamaan simetri dari garis potong bidang-bidang

2x y 5z = -14 dan 4x + 5y + 4z = 28

Penyelesaian kita mulai dengan pencarian dua titik pada garis.
Sebarang dua titik akan memenuhi, tetapi kita pilih untuk mencari titik
di mana garis menembus bidang yz dan xz. Yang terlebih dahulu di
peroleh dengan menentapkan x = 0 dan menyelesaikan persamaan-
persamaan yang dihasilkan y 5z = -14 dan 5y + 4z = 28 secara
serentak. Ini menghasilkan titik (0,4,2). Prosedur serupa dengan y = 0,
memberikan titik (3, 0, 4). Akibatnya, sebuah vektor yang sejajar
terhadap garis yang disyaratkan adalah

(3 0, 0 4, 4 2) = (3, -4, 2)









Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
26




Contoh 4 cari persamaan simterik untuk garis singgung pada kurva
ditentukan oleh
R(t) = ti +

t
2
j +

t
3
k
Di P(2) = (2,2,

)
Penyelesaian

r(t) = i + tj + t
2
k
dan
r(2) = i + 2j + 4k
sehingga garis singgung mempunyai arah (1, 2, 4). Persamaan
simetriknya adalah

x -2 = y 2 = z -


1 2 4

garis singgung pada kurva
r = r(t) = f(t)i + g(t)j + h(t)k

5. Kecepatan, percepatan, dan kekurangan
Semua yang kita lakukan pada gerak kurvilinear pada bidang
dirapatkan secara alamiah ke ruang dimensi tiga. Andaikan.

R(t) = f(t)I + g(t)j + h(t)k, a t b

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
27

Adalah vektor posisi untuk titik p = p(t) yang menjelajahi kurva selama
t bertambah besar. Kita misalkan r(t) ada dan kotinu dan r(t) 0, pada
kasus yang demikian kurva itu disebut mulus.

Contoh 1 untuk gerak yang di uraikan, hitung percepatan a pada t = 2.
Penyelesaian

V(t) = r(t) = - a sin ti + a cos tj + ck
A(t) = r(t) = -a cos ti a sin tj
A(2) = = -ai

Contoh 2
Penyelesaian lintasan terbang lebah terdiri dari satu bagian spiral dan
satu bagian garis lurus yang panjangnya masing-masing adalah L
1
dan
L
2
. Pada bagian spiral,

r(t) = (cos t t sin t)i + (sin t + t cos t)j + k
dan
|r(t)| = [(cos t t sin t)
2
+ (sin t + t cos t)
2
+ 1]
1/2

=
2










Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
28

BAB II
FUNGSI TRANSENDEN


Fungsi invers
Fungsi logaritma dan eksponen
Turunan dan integral fungsi eksponen dan logaritma
Fungsi invers trigonometri
Turunan dan integral fungsi invers trigonometri

Fungsi Invers
Definisi
Jika fungsi f dan g memenuhi dua kondisi
untuk setiap x dalam domain g
untuk setiap x dalam domain f
Maka dikatakan bahwa f adalah invers dari g dan g adalah invers dari f,
atau f dan g adalah fungsi-fungsi invers.

x x g f = )) ( (
x x f g = )) ( (
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
29


Definisi
Jika fungsi f mempunyai invers, maka dikatakan bahwa dapat
diselesaikan untuk x sebagai fungsi dari y dan dikatakan
merupakan penyelesaian dari
untuk x sebagai fungsi y.

Teorema
Jika f fungsi satu-satu, maka grafik dari dan adalah
pencerminan dari fungsi satu dengan fungsi yang lain terhadap garis

Contoh suatu fungsi dan inversnya:





) (x f y =
) (
1
y f x

=
) (x f y =
) (x f y =
) (
1
x f y

=
x y =
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
30


Contoh:
Carilah invers dari
, kemudian x dan y ditukar



Maka

Turunan fungsi invers
Andaikan dapat diturunkan, monoton murni pada interval I, dan bila
f(x) 0 pada suatu titik x dalam interval I, maka invers f dapat
diturunkan di titik y = f(x) dan berlaku





) ( '
1
) ( )' (
1
x f
y f =

2 3 ) ( = x x f
2 3 = x y
2 3 = y x
2 3
2
= y x
( ) 2
3
1
2
+ = x y
( ) 0 > , 2
3
1
) (
2 1
x x x f + =

( )
( ) )! 6 ( ' tentukan maka
2 ) ( Misal . 2
)! 4 ( ' tentukan maka
1 2 ) ( Jika 1.
1
3
1
5

=
+ + =
f
x x f
f
x x x f
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
31














Logaritma
Sifat satu kesatu yang mengakibatkan fungsi
x
a x f = ) ( untuk
0 > a dan 1 = a mempunyai invers, yang dinamakan fungsi logaritma
dengan bilangan dasar a, dan ditulis
x x f y
a
log ) (
1
= =



berdasarkan sifat invers ) ( ) (
1
y f x x f y = =

diperoleh definisi
logaritma berikut.

1 , 0 , log = > = = a a a x x y
y a

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
32

Sesuai dengan daerah asal dan daerah eksponen, untuk x y
a
log =
berlaku kondisi 0 > a dan R y = . Karena grafik fungsi dan inversnya
simetri terhadap garis y = x, maka grafik fungsi logaritma diperoleh
dengan mencerminkan kurva f (x) = ax terhadap garis y = x.

a. Logaritma Natural
Logaritma natural adalah logaritma yang berbasis e, dimana e
adalah 2.718281828459... (dan seterusnya). Logaritma natural
terdefinisikan untuk semua bilangan real positif x dan dapat juga
didefinisikan untuk bilangan kompleks yang bukan 0. Aturan pangkat,
tidak dapat memberikan fungsi yang antiturunannya adalah 1/x. Tetapi,
dengan menggunakan Teorema Dasar Kalkulus kitadapat
mendefinisikan fungsi melalui integral yang turunannya adalah
1/x.Fungsi ini kita sebut logaritma natural dari x, ditulis ln x. Dapat
dibuktikan, tapi tidak diberikan pada kuliah ini, bahwa fungsi ini sama
dengan fungsi logaritma berbasis e yang telah kita kenal di SMA. Fungsi
logaritma natural didefinisikan sebagai :
0 ,
1
ln
1
> =
}
x dt
t
x
x

x x
e
log ln =



Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
33

Notasi
Ahli matematika biasanya menggunakan "ln(x)" atau "log(x)" untuk
menotasikan log
e
(x), atau logaritma natural dari x, dan menggunakan
"log
10
(x)" untuk menotasikan logaritma berbasis 10 dari x.
Insinyur, ahli biologi, dan orang dalam bidang-bidang lain, hanya
menggunakan "ln(x)" atau kadang-kadang (untuk supaya lebih jelas)
"log
e
(x)" untuk menotasikan logaritma natural dari x, dan "log(x)"
digunakan untuk logaritma berbasis 10, log
10
(x) atau, dalam konteks
teknik komputer, log
2
(x).
Kebanyakan bahasa komputer, termasuk C, C++, Fortran, dan BASIC,
"log" atau "LOG" berarti logaritma natural.
Pada kalkulator, tombol ln berarti logaritma natural, sedangkan tombol
log adalah untuk logaritma berbasis 10.
Sifat-sifat logaritma natural
Pada contoh sebelumnya telah kita lihat bahwa turunan dari
ln5x sama dengan turunan dari lnx yaitu 1/x. Fakta ini berguna untuk
membuktikan teorema berikut.
Teorema
Jika a dan 0 > b dan r bilangan rasional, maka
0 1 ln =
b a ab ln ln ln + =
b a
b
a
ln ln ln =
a r a
r
ln ln =

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
34

b. Ln sebagai invers fungsi eksponensial
natural
Fungsi ln adalah invers dari fungsi eksponensial:
x e
x
=
) ln(
untuk semua x yang positif dan
( ) x e
x
= ln untuk semua x yang real.
Logaritma dapat didefinisikan untuk basis lainnya, asal positif, tidak
hanya e, dan biasanya berguna untuk memecahkan persamaan yang variabel
tidak diketahuinya merupakan pangkat dari variabel lain.
c. Mengapa disebut "natural"
Sekilas, tampaknya yang lebih "natural" tentunya adalah logaritma
yang berbasis 10, karena basis angka yang digunakan umumnya juga 10.
Namun, ada dua alasan mengapa ln(x) disebut logaritma natural: pertama,
persamaan-persamaan yang variable tak diketahuinya merupakan pangkat
dari e jauh lebih sering dijumpai dibanding yang merupakan pangkat dari 10
(karena sifat-sifat "natural" dari fungsi eksponensial yang dapat
menggambarkan growth/pertumbuhan dan decay/penurunan), dan kedua,
karena logaritma natural dapat didefinisikan dengan mudah menggunakan
integral yang dasar atau Deret Taylor (lihat penjelasan di bawah), dan
logaritma berbasis lainnya tidak dapat didefinisikan seperti ini.
Sebagai contoh, lihat turunan dibawah ini:
( )
b x
x
dx
d
b
ln
1
log

=
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
35

Jika basis b adalah e maka turunan yang didapat adalah 1/x dan jika x=1,
kemiringan kurva adalah 1.
d. Logaritma Umum

Sifat-sifat logaritma :
1. 0 1 log =
b

2. 1 log = b
b

3. c a ac
b b b
log log log + =
4. c a
c
a
b b b
log log log =
5. a r a
b r b
log log =
6.
b
a
a
c
c
b
log
log
log =

e. Turunan logaritma natural
Dengan menggunakan Teorema Dasar Kalkulus kita peroleh bahwa
0 ,
1
ln
1
1
> = =
}
x
x
x
dx
d
dt
t dx
d
x

Secara umum, dengan menggunakan Dalil Rantai kita peroleh bahwa:
( )
( )
( ) x u
dx
d
x u
x u
dx
d 1
ln =

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
36

Eksponen
a. Fungsi Eksponensial Natural
Fungsi eksponensial natural, y=exp(x), adalah inverse dari logaritma
natural.x=exp(y) y=ln x. Bilangan basis fungsi ini, ditulis e=exp(1)
sehingga ln e=1. Ekspansi desimal bilangan iniadalah e2,71828182845













Dengan demikian,
1
1
1
=
}
dt
t
e

Dari definisi langsung diperoleh bahwa
1. exp(ln x)=x, bila x>0.
2. ln(exp(x)) =x.




Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
37



Perlu dicatat, bahwa e adalah bilangan transenden (dibuktikan oleh
Euler), yaitu tidak ada polinom p(x) sehingga p(e)=0. Kita dapat
mengkonfirmasikan (saat ini untuk bilangan rasional r), bahwa y=exp(x)
adalah sebuah fungsi eksponesial. er=exp(ln er)= exp(rln e)= exp(r) Sejauh
ini kita telah mendefinisikan bilangan pangkat dengan pangkat rasional.
Untuk x irrasional, kita kembali pada definisi fungsi eksponesial, yaitu
( ) x e
x
exp =
Jadi, untuk selanjutnya.
1. x e
x
=
ln
, untuk x>0.
2. ( ) x e
x
= ln , untuk tiap x.
b. Turunan dari exp(x)
Misalkan y=ex. Karena ln x dan exp(x) saling inverse, maka x=ln y.
Apabila kedua sisi didiferensialkan, dengan menggunakan Aturan Rantai,
diperoleh bahwa 1=(1/y)Dxy atau Dxy =y .
Teorema
| |
x x
e e
dx
d
=
Sebagai akibat kita peroleh
Teorema
C e dx e
x x
+ =
}

c. Fungsi Logaritma dan Eksponesial Umum
Kita telah berhasil mendefinisikan
x
e untuk tiap bilangan real x,
termasuk
t
e . Namun bagaimana dengan
e
t ? Kita akan memanfaatkan
hubungan x=exp(ln x).
Definisi
Jika 0 > a dan adalah sebarang bilangan real, maka
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
38

a x x
e a
ln
=
Dengan demikian, kita peroleh bahwa
( ) ( ) a x e a
a x x
ln ln ln
ln
= =
Catatan: definisi di atas memungkin kita untuk memperluas aturan
( ) ( ) a r e a
a r r
ln ln ln
ln
= = yang sebelumnya hanya berlakuuntuk r rasional.

d. Sifat-sifat
x
a
Sifat-sifat Fungsi Eksponen Diberikan , 0 , 0 > > b a dan y x, sebarang
bilangan real.
1.
y x y x
a a a
+
=
2. ( )
xy
y
x
a a =
3.
x
x
x
b
a
b
a
=
|
.
|

\
|

4.
y x
y
x
a
a
a

=
5. ( )
x x x
b a ab =

Teorema fungsi eksponensial
a a a D
x x
x
ln =
0 ,
ln
1
= + =
}
a C
a
dx a
x
x

e. Fungsi x
a
log
Pada bagian ini kita akan membangun fungsi logaritma berbasis
bilangan positif a1, logax. Fungsi ini didefinisikan sebagai inverse dari
fungsi eksponensial
x
a .
Definisi
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
39

Misalkan 1 , 0 = > a a , maka
y
a
a x x y = = log
Catatan: x
a
log ln = Hubungannya dengan logaritma biasa dapat diperoleh
secara berikut. Misalkan x y
a
log = sehingga
y
a x = .

a y a x
y
ln ln ln = = sehingga
x
a
x
a
ln
ln
log =


Fungsi Invers Trigonometri
Definisi
Fungsi invers sinus, dinotasikan , didefinisikan sebagai invers dari
fungsi

Fungsi invers cosinus, dinotasikan , didefinisikan sebagai invers dari
fungsi

Fungsi invers tangen, dinotasikan , didefinisikan sebagai invers dari
fungsi

Fungsi invers secan, dinotasikan , didefinisikan sebagai invers dari
fungsi
1
sin

2 / 2 / , sin t t s s x x
1
cos

t s s x x 0 , cos
1
tan

2 / 2 / , tan t t < < x x


1
sec

2 / 3 2 / 0 , sec t t t < s < s x atau x x


Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
40

Teorema




































< s
s

s s
>
= =

< <
+ < <
= =

s s
s s
= =

s s
s s
= =

2 / 3
1
atau
2 / 0
1
jika sec sec
2 / 2 /
jika tan tan
0
1 1
jika cos cos
2 / 2 /
1 1
jika sin sin
1
1
1
1
t t t
t t
t
t t
y
x
y
x
x y x y
y
x
x y x y
y
x
x y x y
y
x
x y x y
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
41

BAB III
TURUNAN PARSIAL

Turunan Parsial adalah sebuah perubahan nilai dari suatu fungsi yang
mempunyai dua variabel atau lebih secara sebagian atau tidak seluruhnya
akan diturunkan satu persatu. Jika pada fungsi z = f(y,x) kita turukan
terhadap variabel x maka y akan dianggap sebagai konstanta dan bisa
disebut kita mencari turunan turunan parsial z terhadap x.

1. Fungsi dua Peubah atau Lebih
Fungsi dua peubah atau lebih dapat ditulis dalam bentuk eksplisit
atau implisit. Jika fungsi dua peubah dinyatakan dalam bentuk eksplisit,
maka penulisannya secara umum dinyatakan dengan ) , ( y x F z = .
Sebaliknya jika fungsi dua peubah dinyatakan dalam bentuk implisit, maka
penulisannya dinyatakan dengan 0 ) , , ( = z y x F
Contoh:
1. y x y x F y x z + = + = 2 ) , ( 2
2.
2 2 4 2
ln ) , ( 2 ln y x y x F y x z + = =

3.
y x
z
sin sin 2
1
2 1

=

4. 0 = + yz xz xy
5. 0 sin = y e xy
x

6. 0 arctan ln
2 2
=
x
y
y x
7. 0 2 arctan = z
x
y

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
42


Berdasarkan contoh di atas, fungsi yang ditulis dalam bentuk
eksplisit adalah 1,2, dan 3. Sedangkan contoh 4, 5, 6, dan 7 adalah fungsi
yang ditulis dalam bentuk implisit. Semua fungsi dalam bentuk eksplisit
dengan mudah dapat dinyatakan dalam bentuk implisit. Akan tetapi tidak
semua fungsi dalam bentuk implisit dapat dinyatakan dalam bentuk
eksplisit.
Untuk menggambar kurva fungsi dua peubah dapat dengan membuat
sumbu-sumbu koordinat, yaitu sumbu x, sumbu y, dan sumbu z, sehingga
pada sumbu tersebut membentuk ruang dan masing-masing ruang disebut
oktan .
Oktan I adalah ruang dengan x>0, y>, dan z>0
Oktan II adalah ruang dengan x>0, y<0, dan z>0
Oktan III adalah ruang denganx<0, y<0, dan z>0
Oktan IV adalah ruang dengan x<0, y>0, dan z>0
Oktan V adalah ruang dengan x>0, y>, dan z<0
Oktan VI adalah ruang dengan x>0, y<0, dan z<0
Oktan VII adalah ruang denganx<0, y<0, dan z<0
Oktan VIII adalah ruang dengan x<0, y>0, dan z<0
Berdasarkan oktan-oktan tersebut, dapat digambarkan sebarang titik P(x
1
,y
1
,z
1
) atau kurva ruang dengan persamaan ) , ( y x F z =
Perhatikan gambar berikut.







Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
43














Pada gambar di atas ) , , (
1 1 1
z y x P adalah sebarang titik pada oktan I, dengan
menggunakan kaidah dan teorema Pythagoras dapat ditentukan panjang OP
sebagai
2
1
2
1
2
1
z y x OP + + =
Dengan cara yang sama, jika ) , , (
1 1 1
z y x P dan ) , , (
2 2 2
z y x Q maka panjang
PQ dinyatakan dengan
2
1 2
2
1 2
2
1 2
) ( ) ( ) ( z z y y x x PQ + + =
Selanjutnya, misal ) , ( y x F z = maka dapat ditentukan gambar kurva ruang.

2. Turunan Parsial Fungsi Dua atau lebih
Misal ) , ( y x F z = adalah fungsi dengan variabel bebas x dan y.
Karena x dan y variable bebas maka terdapat beberapa kemungkinan yaitu:
1. y dianggap tetap, sedangkan x berubah-ubah.
2. x dianggap tetap, sedangkan y berubah-ubah
3. x dan y berubah bersama-sama sekaligus.
X
Z
Y
) , , (
1 1 1
z y x P
1
x
1
z
1
y
Gambar 1.1 : Kubus
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
44

Pada kasus 1 dan 2 diatas mengakibatkan fungsinya menjadi fungsi
satu peubah, sehingga fungsi tersebut dapat diturunkan dengan
menggunakan definisi turunan pertama yang telah dipelajari pada kalkulus
diferensial.
Definisi
Misal ) , ( y x F z = adalah fungsi dua peubah yang terdefinisi pada interval
tertentu, turunan parsial pertama z terhadap x dan y dinotasikan dengan
x
z
c
c

dan
y
z
c
c
dan didefinisikan oleh
x
y x F y x x F
x
z
x
A
A +
=
c
c
A
) , ( ) , (
lim
0
, asalkan limitnya ada

dan

y
y x F y y x F
y
z
y
A
A +
=
c
c
A
) , ( ) , (
lim
0
, asalkan limitnya ada


Contoh :
1 Tentukan
x
z
c
c
dan
y
z
c
c
dari
2 2
y x z + =

Jawab

x
y x F y x x F
x
z
x
A
A +
=
c
c
A
) , ( ) , (
lim
0



x
y x y x x
x
A
+ + A +
=
A
2 2 2 2
0
) (
lim

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
45

2 2 2 2
2 2 2 2 2 2 2 2
0
) (
) (
.
) (
lim
y x y x x
y x y x x
x
y x y x x
x
+ + + A +
+ + + A +
A
+ + A +
=
A
.

( )
2 2 2 2
2 2 2 2
0
) (
) ( ) (
lim
y x y x x x
y x y x x
x
+ + + A + A
+ + A +
=
A



( )
2 2 2 2
2 2 2 2 2
0
) (
) ( 2
lim
y x y x x x
y x y x x x x
x
+ + + A + A
+ + A + A +
=
A

2 2 2 2
2
0
) (
2
lim
y x y x x x
x x x
x
+ + + A + A
A + A
=
A


2 2 2 2 0
) (
2
lim
y x y x x
x x
x
+ + + A +
A +
=
A


2 2
2
2
y x
x
+
=

2 2
y x
x
+
=

y
y x F y y x F
y
z
y
A
A +
=
c
c
A
) , ( ) , (
lim
0


x
y x y y x
y
A
+ A + +
=
A
2 2 2 2
0
) (
lim

2 2 2 2
2 2 2 2 2 2 2 2
0
) (
) (
.
) (
lim
y x y y x
y x y y x
x
y x y y x
x
+ + A + +
+ + A + +
A
+ A + +
=
A
.

2 2 2 2
2 2 2 2
0
) (
) ( ) (
lim
y x x y y x x
y x y y x
x
+ A + A + + A
+ A + +
=
A


2 2 2 2
2 2 2 2 2
0
) (
) ( 2
lim
y x x y y x x
y x y y y y x
x
+ A + A + + A
+ A + A + +
=
A

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
46

2 2 2 2
2
0
) (
2
lim
y x y y x x
y y y
x
+ + A + + A
A + A
=
A


2 2 2 2 0
) (
2
lim
y x y y x
y y
x
+ + A + +
A +
=
A


2 2
2
2
y x
y
+
=

2 2
y x
y
+
=

2 Tentukan
x
z
c
c
dan
y
z
c
c
dari ) sin( y x z + =
Jawab
x
y x F y x x F
x
z
x
A
A +
=
c
c
A
) , ( ) , (
lim
0

x
y x y x x
x
A
+ + A +
=
A
) ( sin ) sin(
lim
0

x
y x y x x y x y x x
x
A
+ A + + + + A +
=
A
) (
2
1
sin ) (
2
1
cos 2
lim
0

x
x x
y x
x
A
A A
+ +
=
A
2
sin )
2
cos(
lim 2
0

|
|
|
|
.
|

\
|
A
A
|
.
|

\
| A
+ + =
A A
x
x
x
y x
x x
2
sin
lim
2
cos lim 2
0 0

2
1
2
2
sin
lim
2
cos lim 2
0 0
|
|
|
|
.
|

\
|
A
A
|
.
|

\
| A
+ + =
A A
x
x
x
y x
x x

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
47

|
.
|

\
|
+ =
2
1
) 1 )( cos( 2 y x

) cos( y x + =


y
y x F y y x F
y
z
y
A
A +
=
c
c
A
) , ( ) , (
lim
0


y
y x y y x
y
A
+ A + +
=
A
) ( sin ) sin(
lim
0

y
y x y y x y x y y x
y
A
A + + + + A + +
=
A
) (
2
1
sin ) (
2
1
cos 2
lim
0

y
y y
y x
y
A
A A
+ +
=
A
2
sin )
2
cos(
lim 2
0

|
|
|
|
.
|

\
|
A
A
|
.
|

\
| A
+ + =
A A
y
y
y
y x
y y
2
sin
lim
2
cos lim 2
0 0

2
1
2
2
sin
lim
2
cos lim 2
0 0
|
|
|
|
.
|

\
|
A
A
|
.
|

\
| A
+ + =
A A
y
y
y
y x
y y

|
.
|

\
|
+ =
2
1
) 1 )( cos( 2 y x

) cos( y x + =

Untuk memudahkan dalam menentukan turunan parcial dapat dilakukan
dengan menggunakan metode sederhana sebagai berikut. Andaikan
) , ( y x F z = maka untuk menentukan
x
z
c
c
sama artinya dengan menurunkan
variabel x dan variabel y dianggap konstan dan selanjutnya y diturunkan.
Demikian pula untuk menentukan
y
z
c
c
sama artinya dengan menurukan
variable y dan variable x dianggap konstant lalu diturunkan.

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
48

Dengan cara yang sama, andaikan ) , , ( z y x F W = adalah fungsi tiga
peubah yang terdefinisi dalam selang tertentu maka turunan parsial pertama
dinyatakan dengan
y
W
x
W
c
c
c
c
, , dan
z
W
c
c
yang secara berturut didefinisikan
oleh:
x
z y x F z y x x F
x
W
x
A
A +
=
c
c
A
) , , ( ) , , (
lim
0

y
z y x F z y y x F
y
W
x
A
A +
=
c
c
A
) , , ( ) , , (
lim
0

z
z y x F z z y x F
z
W
z
A
A +
=
c
c
A
) , , ( ) , , (
lim
0

Asalkan limitnya ada.
Selain menggunakan definisi di atas, maka turunan parsial fungsi dua
peubah juga dapat dilakukan dengan metode sederhana.
Misal ) , ( y x F z = ,
x
z
c
c
berarti x adalah variable dan y konstanta sedangkan
y
z
c
c
berarti y variabel dan x konstanta. Demikian pula, misal ) , , ( z y x F W =
x
W
c
c
berarti x adalah variabel y dan z adalah konstanta.
y
W
c
c
berarti y
variabel x dan z adalah konstanta.
z
W
c
c
berarti z variabel x dan y adalah
kosntanta.

Contoh:
1. Ditentukan
|
.
|

\
|
+ =
x
y
xyz z y x F tan 2 ) , , (
Carilah turunan parsial pertamanya.
Dengan metode sederhana didapat
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
49

a. |
.
|

\
|

|
.
|

\
|
+
+ =
c
c
2 2
1
2 ) , , (
x
y
x
y
yz
x
z y x F


) 1 (
2
2 2
2
y x
yx
yz
+
=

) 1 (
2 ) 1 (
2 2
2 2 2
y x
yx y yz x
+
+
=

b. |
.
|

\
|
|
.
|

\
|
+
+ =
c
c
x
x
y
xz
y
z y x F 1
1
2 ) , , (
2


) 1 (
2
2
2
y x
x
xy
+
=

) 1 (
2 ( ) 1 (
2 2
2 2 2
y x
yx y yz x
+
+
=
c. xy
z
z y x F
=
c
c ) , , (

Berdasarkan turunan parsial pertama fungsi dua peubah atau lebih
dapat ditentukan turunan parsial ke n untuk n >2. Turunan parsial tersebut
dinamakan turunan parsial tingkat tinggi.
Dengan menggunakan analogi fungsi satu peubah dapat ditentukan turunan
parsial tingkat 2, 3 dan seterusnya.
Jadi andaikan ) , ( y x F z = maka:
Turunan parsial tingkat dua adalah
x y
z
dan
y x
z
y
z
x
z
c c
c
c c
c
c
c
c
c
2 2
2
2
2
2
, , ,
Demikian pula, jika ) , , ( z y x F W = Turunan parsial tingkat dua adalah
y z
W
x z
W
x y
W
z y
W
z x
W
y x
W
z
W
y
W
x
W
c c
c
c c
c
c c
c
c c
c
c c
c
c c
c
c
c
c
c
c
c
2 2 2 2 2 2
2
2
2
2
2
2
, , , , , , , ,
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
50

Demikian seterusnya. Banyaknya turunan tingkat ditentukan oleh rumus m
n
, dimana m banyaknya variabel dan n menunjukkan turunan ke-n
Contoh
1 Tentukan
2
2
x
z
c
c
dan
2
2
y
z
c
c
dari fungsi
y x
xy
z

=
Jawab
y x
xy
z

= ,diperoleh
2
) (
) 1 ( ) (
y x
xy y x y
x
z


=
c
c


2
2
) ( y x
y

=

2
) (
) 1 ( ) (
y x
xy y x x
y
z


=
c
c


2
2
) ( y x
x

=
Sehingga |
.
|

\
|
c
c
c
c
=
c
c
x
z
x x
z
2
2


|
|
.
|

\
|

c
c
=
2
2
) ( y x
y
x


4
2 2
) (
) 1 )( )( 2 )( ( ) ( 0
y x
y x y y x


=

4
3 2
) (
2 2
y x
y xy

=
Dan
|
|
.
|

\
|
c
c
=
c
c
2
2
2
2
) ( y x
x
y y
z


4
2 2
) (
) 1 )( )( 2 ( ) ( 0
y x
y x x y x


=
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
51


4
2 3
) (
2
y x
yx x


=
2 Tentukan
2
2
x
z
c
c
dan
2
2
y
z
c
c
dari fungsi
2 2
x
y
y
x
z =
Jawab
Dari,diperoleh
3 2
2 1
x
y
y x
z
+ =
c
c


2 3
1 2
x y
x
y
z
=
c
c

Sehingga
|
.
|

\
|
c
c
c
c
=
c
c
x
z
x x
z
2
2


|
|
.
|

\
|
+
c
c
=
3 2
2 1
x
y
y x


4
6
x
y
=

dan
|
|
.
|

\
|

c
c
=
c
c
2 3 2
2
1 2
x y
x
y y
z


4
6
y
x
=

Dengan cara yang sama dapat dicari
x y
z
dan
y x
z
c c
c
c c
c
2 2


3. Differensial Total
Misal ) , ( y x F z = adalah suatu fungsi yang dapat diturunkan
terhadap variable x dan y. Secara berturut-turut dapat diperoleh turunan
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
52

parisal terhadap x dan turunan parsial terhadap y. Keduanya dinyatakan
oleh:
x
y x F
x
z
c
c
=
c
c ) , (
------------- (1) dan
y
y x F
y
z
c
c
=
c
c ) , (
------------- (2)
Dari (1) dan (2) diperoleh:
dx
x
y x F
dz
c
c
=
) , (
dan dy
y
y x F
dz
c
c
=
) , (

Jumlah diferensialnya diperoleh:
dy
y
y x F
dx
x
y x F
c
c
+
c
c ) , ( ) , (

Bentuk di atas disebut diferensial total.
Dengan demikian jika ) , ( y x F z = ,maka diferensial totalnya adalah:
dy
y
y x F
dx
x
y x F
dz
c
c
+
c
c
=
) , ( ) , (

Analog, jika ) , , ( z y x F W = maka diferensial totalnya adalah:
dz
z
z y x F
dy
y
z y x F
dx
x
z y x F
dw
c
c
+
c
c
+
c
c
=
) , , ( ) , , ( ) , , (


Contoh.
1 Tentukan diferensial total fungsi
2 3
2xy y x z =
Jawab
xy x
y
z
xy y x
x
z
4 , 3
3 2 2
=
c
c
=
c
c

sehingga diferensial total fungsi
2 3
2xy y x z = adalah
( ) ( ) xy x dx xy y x dz 4 3
3 2 2
+ =
2 Tentukan turunan parsial fungsi
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
53

2 2
y x
x
z
+
=
Jawab
( )( ) ( )
2 2
2 2
2 2
1
y x
y x
x
x y x
x
z
+
|
|
.
|

\
|
+
+
=
c
c

( ) ( )
2 2 2 2
2 2 2
y x y x
x y x
+ +
+
=

2 2 2 2
2
y x y x
y
+ +
=

( )( ) ( )
2 2
2 2
2 2
0
y x
y x
y
x y x
y
z
+
|
|
.
|

\
|
+
+
=
c
c

2 2 2 2
y x y x
xy
+ +

=

sehingga diferensial total fungsi
2 2
y x
x
z
+
= adalah
dy
y x y x
xy
dx
y x y x
y
dz
|
|
.
|

\
|
+ +

+
|
|
.
|

\
|
+ +
=
2 2 2 2 2 2 2 2
2


dy
y x y x
xy
dx
y x y x
y
|
|
.
|

\
|
+ +

|
|
.
|

\
|
+ +

2 2 2 2 2 2 2 2
2

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
54

3 Dengan menggunakan diferensial total, hitunglah
2 2 2
) 97 , 0 ( ) 99 , 1 ( ) 01 , 2 ( + +
Jawab
Langkah pertama yang harus ditetapkan fungsinya, dalam hal
2 2 2
) 97 , 0 ( ) 99 , 1 ( ) 01 , 2 ( + +

2 2 2
z y x W + + =
Pilih x = 2, y = 2 dan z = 1 sehingga W =
2 2 2
1 2 2 + + = 3
Karena akan dihitung
2 2 2
) 97 , 0 ( ) 99 , 1 ( ) 01 , 2 ( + + maka:
x + x A = 2,01 sehingga 1 , 0 = Ax
x + y A = 1,99 sehingga 1 , 0 = Ax
x + z A = 0,97 sehingga 3 , 0 = Ax
dengan menggunakan definisi diferensial total W = F(x,y,z) maka
dz
z
z y x F
dy
y
z y x F
dx
x
z y x F
dW
c
c
+
c
c
+
c
c
=
) , , ( ) , , ( ) , , (

) 03 , 0 (
3
1
) 01 , 0 (
3
2
) 1 , 0 (
3
2
+ + =
= -0,01
Akhirnya diperoleh
2 2 2
) 97 , 0 ( ) 99 , 1 ( ) 01 , 2 ( + + = 3 + (-0,01) = 2,99
4 Suatu segitiga siku-siku panjang sisi-sisi penyikunya 15 cm dan 20 cm.
Bila sisi panjang dipendekkan cm
16
5
dan kaki pendek dipanjangkan
cm
8
5
. Dengan menggunakan differensial tentukan perubahan panjang
sisi miringnya.
Jawab
Misal x : sisi pendek, y : sisi panjang, dan r : sisi miring maka berlaku
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
55

2 2
y x r + = .
Berdasarkan definisi diferensial total diperoleh
dy
y
r
dx
x
r
dr
c
c
+
c
c
=
dimana dr r A ~ , dx x A ~ , dx y A ~
didapat
y
y
r
x
x
r
r A
c
c
+ A
c
c
= A
y
y x
y
x
y x
x
A
+
+ A
+
=
2 2 2 2
2
2
2
2

|
.
|

\
|

+
+
|
.
|

\
|
+
=
16
5
20 15
20
8
5
20 15
15
2 2 2 2

16
5
25
20
8
5
25
15
=
cm
8
1
=
Hal ini berarti sisi miring dipanjangkan .
8
1
cm

4. Turunan Total
Misal ) , ( y x F z = dan F dapat diturunkan (differentiable).
Selanjutnya dimisalkan ) ( ) ( t y y dan t x x = = , x dan y adalah fungsi satu
peubah yaitu peubah t yang dapat diturunkan. Maka ) , ( y x F z = adalah
fungsi satu peubah, sehingga:
dy
y
y x F
dx
x
y x F
dz
c
c
+
c
c
=
) , ( ) , (

karena x =x(t) dan y=y(t) dapat diturunkan maka dapat ditentukan
dt
dx
dan
dx
dy
sehingga
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
56

dt
dy
y
y x F
dt
dx
x
y x F
dt
dz
c
c
+
c
c
=
) , ( ) , (

Bentuk di atas dinamakan turunan total ) , ( y x F z = dengan
) ( ) ( t y y dan t x x = =
Catatan
Pengertian ganda z, x, dan y pada
dt
dy
y
y x F
dt
dx
x
y x F
dt
dz
c
c
+
c
c
=
) , ( ) , (

Pada
dt
dz
, z berarti ( ) ) ( ), ( t y t x F , Sedangkan
y
z
dan
x
z
c
c
c
c
, z berarti f(x,y).
Pada
dt
dy
y
y x F
c
c ) , (
.
Andaikan ) , ( y x F z = adalah fungsi yang dapat diturunkan, dan misalkan
) , ( ) , ( s r y y dan s r x x = = adalah fungsi dua peubah dan dapat diturunkan,
maka diferensial totalnya adalah dy
y
y x F
dx
x
y x F
dz
c
c
+
c
c
=
) , ( ) , (

Karena ) , ( ) , ( s r y y dan s r x x = = dan dapat diturunkan, maka dapat
ditentukan
s
x
r
x
c
c
c
c
, dan
s
y
r
y
c
c
c
c
,
Sehingga turunan total ) , ( ) , ( ), , ( s r y y dan s r x y x f z = = = adalah
r
y
y
y x F
r
x
x
y x F
r
z
c
c
c
c
+
c
c
c
c
=
c
c ) , ( ) , (

s
y
y
y x F
s
x
x
y x F
s
z
c
c
c
c
+
c
c
c
c
=
c
c ) , ( ) , (


Dengan cara yang sama diperoleh
1. Jika ) ( ), ( ), ( ), , , ( t z z dan t y y t x x z y x F W = = = = maka turunan
totalnya adalah:
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
57

dt
dz
z
z y x F
dt
dy
y
z y x F
dt
dx
x
z y x F
dt
dW
c
c
+
c
c
+
c
c
=
) , , ( ) , , ( ) , , (

2. Jika ) , ( ), , ( ), , ( ), , , ( s r z z dan s r y y s r x x z y x F W = = = = maka turunan
parsialnya adalah:

t
z
z
z y x F
r
y
y
z y x F
r
x
x
z y x F
r
W
c
c
c
c
+
c
c
c
c
+
c
c
c
c
=
c
c ) , , ( ) , , ( ) , , (

dan
s
z
z
z y x F
s
y
y
z y x F
s
x
x
z y x F
s
W
c
c
c
c
+
c
c
c
c
+
c
c
c
c
=
c
c ) , , ( ) , , ( ) , , (


Contoh
Tentukan turunan total fungsi-fungs berkut.
1)
2
2 , 1 ,
1
, ) , , ( t z dan t y
t
x xz yz xy z y x F = = = + + =

Jawab
Turunan total fungsi di atas adalah:
dt
dz
z
z y x F
dt
dy
y
z y x F
dt
dx
x
z y x F
dt
dW
c
c
+
c
c
+
c
c
=
) , , ( ) , , ( ) , , (

( ) ( ) ( )( ) t x y
t
z x
t
z y 4
1 2
1 1
2
+ +
|
|
.
|

\
|

+ +
|
.
|

\
|
+ =
2)
2
2 2
3 , 2 ,
1
) , ( s r y dan s r x
y x
y x F + = + =
+
=
Jawab
Turunan total fungsi di atas adalah

r
y
y
y x F
r
x
x
y x F
r
z
c
c
c
c
+
c
c
c
c
=
c
c ) , ( ) , (

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
58

3
) (
2
) (
2 2 2 2 2 2 2 2 |
|
.
|

\
|
+ +
+
|
|
.
|

\
|
+ +
=
y x y x
y
y x y x
x


|
|
.
|

\
|
+ +

|
|
|
.
|

\
|
+
=
2 2 2 2
2
3
2 2 ) (
3
) (
2
y x y x
y
y x
x


s
y
y
y x F
s
x
x
y x F
s
z
c
c
c
c
+
c
c
c
c
=
c
c ) , ( ) , (

s
y x y x
y
y x y x
x
2
) (
1
) (
2 2 2 2 2 2 2 2 |
|
.
|

\
|
+ +
+
|
|
.
|

\
|
+ +
=

|
|
.
|

\
|
+ +

|
|
|
.
|

\
|
+
=
2 2 2 2
2
3
2 2 ) (
2
) (
y x y x
ys
y x
x


3) Suatu tempat berbentuk silinder (tabung) dengan jari-jari alasnya 15 cm
dan tingginya 20 cm. Karena pemuaian, tinggi slinder bertambah 0,5
cm/det dan jari-jarinya berkurang 1 cm/det. Hitunglah perubahan yang
terjadi terhadap volume dan luas permukaan silinder.

Jawab.






Misal jari-jari tabung r, tinggi h dan volume I, maka
h r I
2
t =
h
r
Gambar 1.2:Kerucut
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
59

) , ( h r I I =

Diketahui r = 15 cm, h = 20 cm,
det
5 , 0 cm
t
r
=
A
A
,
det
1cm
t
h
=
A
A

Dengan definisi turunan total
) , ( h r I I =
dengan r dan h bergantung pada waktu t, maka diperoleh
dt
dh
h
I
dt
dr
r
I
dt
dI
c
c
+
c
c
=

dt
dh
r
dt
dr
rh
2
2 t t + =
( )( ) ( ) |
.
|

\
|
+ |
.
|

\
|
=
det
1
15
det
5 , 0
20 15 2
2
cm
cm
cm
cm cm t t

det
225
det
300
3 3
cm cm
=

det
75
3
cm
=

Turunan Parsial Fungsi Implisit
Turunan parsial fungsi juga dapat dilakukan untuk fungsi-fungsi
yang ditulis dalam bentuk implisit. Misal 0 ) , ( = y x f adalah fungsi implisit
maka untuk menentukan turunan parsialnya dapat dilakukan dengan
menggunakan kaidah diferensial totalf
Karena 0 ) , ( = y x f maka ) 0 ( ) , ( d y x df =
Sehingga
dy
y
y x f
dx
x
y x f
c
c
+
c
c ) , ( ) , (
= 0
Dengan membagi masing-masing bagian dengan dx, diperoleh:
0
) , ( ) , (
=
c
c
+
c
c

dx
dy
y
y x f
x
y x f

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
60

x
y x f
dx
dy
y
y x f
c
c
=
c
c

) , ( ) , (

y
y x f
x
y x f
dx
dy
c
c
c
c
=
) , (
) , (

Contoh
1) Tentukan
dy
dx
dan
dx
dy
bila diketahui 0 sin ) , ( = = y e xy y x f
x

akan dicari
dx
dy
, menurut definisi turunan total

y
y x f
x
y x f
dx
dy
c
c
c
c
=
) , (
) , (


y e x
y e y
x
x
cos
sin

=


x
y x f
y
y x f
dy
dx
c
c
c
c
=
) , (
) , (


y e y
y e x
x
x
sin
cos

=

2) Tentukan dari
dy
dx
dan
dx
dy
0 arctan ln ) , (
2 2
=
|
.
|

\
|
+ =
x
y
y x y x f

y
y x f
x
y x f
dx
dy
c
c
c
c
=
) , (
) , (

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
61


2 2
2 2
2
2
y x
x y
y x
y x
+

+
+
=

y x
y x
2
2

+
=
x
y x f
y
y x f
dy
dx
c
c
c
c
=
) , (
) , (


y x
y x
+

=
2
2


Sebagaimana telah dibahas sebelumnya bahwa fungsi dua peubah secara
implisit dinyatakan dengan 0 ) , , ( = z y x f .
Contoh
1. 0 = + + xz yz xy
2. 0 sin =
|
|
.
|

\
|

y
x
e
xy

3. 0 25
2 2 2
= + + z y x

a. Turunan Fungsi Implisit 2 Peubah
Fungsi Implisit 2 peubah secara umum dinyatakan dalam bentuk
0 ) , , ( = z y x f
Dengan menggunakan diferensial total
Andaikan 0 ) , , ( = = z y x f W maka ) 0 ( ) , , ( d z y x df =
0
) , , ( ) , , ( ) , , (
=
c
c
+
c
c
+
c
c
dz
z
z y x F
dy
y
z y x F
dx
x
z y x F

Jika masing masing bagian dibagi dx akan diperoleh
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
62

0
) , , ( ) , , ( ) , , (
=
c
c
+
c
c
+
c
c
dx
dz
z
z y x F
dx
dy
y
z y x F
x
z y x F

Karena akan dicari turunan fungsi terhadap x, maka 0 =
dx
dy
. Dan karena
fungsi lebih dari satu variabel maka turunan terhadap x dinyatakan dengan
x
z
c
c
, sehingga:

0
) , , ( ) , , (
=
c
c
c
c
+
c
c
x
z
z
z y x F
x
z y x F

x
z y x F
x
z
z
z y x F
c
c
=
c
c
c
c

) , , ( ) , , (

z
z y x F
x
z y x F
x
z
c
c
c
c
=
c
c

) , , (
) , , (

Dengan menurunkan terhadap z dan menentukan
z
y
c
c
diperoleh
0
) , , ( ) , , (
0 =
c
c
+
c
c
c
c
+
z
z y x F
z
y
y
z y x F

z
z y x F
z
y
z
z y x F
c
c
=
c
c
c
c

) , , ( ) , , (

y
z y x F
x
z y x F
x
y
c
c
c
c
=
c
c

) , , (
) , , (

Dengan menurunkan terhadap y dan menentukan
y
x
c
c
diperoleh
0 0
) , , ( ) , , (
= +
c
c
+
c
c
c
c
y
z y x F
y
x
x
z y x F

y
z y x F
y
x
x
z y x F
c
c
=
c
c
c
c

) , , ( ) , , (

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
63

x
z y x F
y
z y x F
y
x
c
c
c
c
=
c
c

) , , (
) , , (

Sehingga turunan pertama fungsi implisit 0 ) , , ( = z y x f adalah
y
x
c
c
z
x
c
c
x
z
c
c
y
z
c
c
dan
x
y
c
c
z
y
c
c


Contoh
1. Tentukan
y
x
c
c
dari 0 = + + xz yz xy
Jawab
Karena 0 ) , , ( = + + = xz yz xy z y x f
Maka z y
x
y y x f
+ =
c
c ) , , (
dan z x
y
y y x f
+ =
c
c ) , , (
, sehingga menurut
definisi turunan fungsi implisit 2 peubah
x
z y x F
y
z y x F
y
x
c
c
c
c
=
c
c
) , , (
) , , (


z y
z x
+
+
=

2. Tentukan
z
x
c
c
dari 0 sin =
|
.
|

\
|

x
y
z e
xyz

Jawab
Karena 0 sin ) , , ( =
|
.
|

\
|
=
x
y
z e z y x f
xyz

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
64

Maka
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
=
c
c
y y
x
z e yz
x
y y x f
xyz
1
cos ) (
) , , (
dan
|
|
.
|

\
|
=
c
c
y
x
e xy
z
y y x f
xyz
sin ) (
) , , (
, sehingga menurut definisi turunan
fungsi implisit 3 peubah
x
z y x F
z
z y x F
z
x
c
c
c
c
=
c
c
) , , (
) , , (


|
|
.
|

\
|

|
|
.
|

\
|

=
y
x
e xy
y
x
y
z
e yz
xyz
xyz
sin ) (
cos ) (


3. Tentukan
y
z
c
c
dari 0 25
2 2 2
= + + z y x
Jawab
Karena 0 25 ) , , (
2 2 2
= + + = z y x z y x f
Maka z
z
y y x f
2
) , , (
=
c
c
dan y
y
y y x f
2
) , , (
=
c
c
, sehingga menurut definisi
turunan fungsi implisit 3 peubah
z
z y x F
y
z y x F
y
z
c
c
c
c
=
c
c
) , , (
) , , (


z
y
2
2
=

z
y
=


Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
65

b. Turunan parsial fungsi implisit 4 peubah
Bentuk umum fungsi impilisit 4 peubah dinyatakan dengan

=
=
0 ) , , , (
0 ) , , , (
v u y x G
v u y x F

Atau
0 ) , , , ( 0 ) , , , ( = = v u y x G dan v u y x F
Dimana variable x sejenis dengan y (berpasangan) dan variable u sejenis
dengan v dan 0 ) , , , ( 0 ) , , , ( = = v u y x G serta v u y x F tidak dapat berdiri
sendiri. Karena u dan v sejenis maka tidak dapat ditentukan
v
u
c
c
atau
u
v
c
c
dan
tidak dapat pula ditentukan
x
y
c
c
atau
x
y
c
c

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini.

Contoh
1.

= + + +
= + +
0
0 2
2 2 2 2
2
v u y xy x
uv y x

atau
0 0 2
2 2 2 2 2
= + + + = + + v u y xy x dan uv y x

2.

= + +
= + +
0 2
0 2
2
2
y xy v u
xy x v u

atau
0 2 0 2
2 2
= + + = + + y xy v u dan xy x v u

3.

= +
= + +
0
0 3 2
2 2
y x uv
y x v u

atau
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
66

0 0 3 2
2 2
= + = + + y x uv dan y x v u

Turunan Parsial fungsi implisit 4 variabel dilakukan dengan menggunakan
metode eliminasi.
Bentuk umum 0 ) , , , ( 0 ) , , , ( = = v u y x G dan v u y x F , u,v variabel sejenis, x,y
variabel sejenis sehingga tidak dapat ditentukan
u
v
dan
v
u
x
y
y
x
c
c
c
c
c
c
c
c
, , , .
Sehingga turunan parsial fungsi implisit yang dapat ditentukan adalah
x
v
dan
y
v
y
u
x
u
u
y
v
y
v
x
u
x
c
c
c
c
c
c
c
c
c
c
c
c
c
c
c
c
, , , , , , ,
Untuk menentukan turunan parsial 4 peubah, langkah ditempuh adalah
menurunkan fungsi terhadap peubah yang dimaksud, lalu dari persamaan
yang diperoleh gunakan metode eliminasi..

Contoh:
1. Tentukan
u
x
dan
x
u
c
c
c
c
dari
Jawab
Karena akan ditentukan
x
u
c
c
maka
y
x
x
y
u
v
v
u
c
c
c
c
c
c
c
c
, , , tidak boleh
dilakukan
0 0 2
2 2 2 2 2
= + + + = + + v u y xy x dan uv y x
dengan menurunkan fungsi terhadap variabel x didapat
0 2 2 1 =
|
.
|

\
|
c
c
+
c
c
+
|
.
|

\
|
c
c
+
|
.
|

\
|
c
c
x
u
v
x
v
u
x
y
y
x
x
(1)
0 2 2 0 1 =
c
c
+
c
c
+ +
x
u
v
x
v
u atau 1 2 2 =
c
c
+
c
c
x
u
v
x
v
u
dan
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
67

- 0 2 2 2 2 =
c
c
+
c
c
+
c
c
+
|
.
|

\
|
c
c
+
c
c

|
.
|

\
|
c
c
x
v
v
x
u
u
x
y
y
x
x
y
x
y
x
x
x
x (2)
atau x y
x
v
v
x
u
u 2 2 2 =
c
c
+
c
c

Selanjutnya dari (1) dan (2) dengan mengeliminasi
x
v
c
c
didapat
1 2 2 =
c
c
+
c
c
x
u
v
x
v
u (v)
x y
x
v
v
x
u
u 2 2 2 =
c
c
+
c
c
(u)

didapat
v
x
u
v
x
v
uv =
c
c
+
c
c
2
2 2

ux uy
x
v
uv
x
u
u 2 2 2
2
=
c
c
+
c
c

atau
) ( 2
) 2 (
2 2
u v
x y u v
x
u


=
c
c

=
) ( 2
) 2 (
2 2
v u
x y u v

+


Karena akan ditentukan
u
x
c
c
maka
x
y
v
u
u
v
y
x
c
c
c
c
c
c
c
c
, , , tidak boleh
dilakukan
0 0 2
2 2 2 2 2
= + + + = + + v u y xy x dan uv y x
dengan menurunkan fungsi terhadap variabel u didapat
0 2 2 1 =
|
.
|

\
|
c
c
+
c
c
+
|
.
|

\
|
c
c
+
|
.
|

\
|
c
c
u
u
v
u
v
u
u
y
y
u
x
(1)
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
68

0 2 2 = +
|
.
|

\
|
c
c
+
|
.
|

\
|
c
c
v
u
y
y
u
x
atau v
u
y
y
u
x
2 2 =
c
c
+
c
c

dan
0 0 2 2 2 = +
c
c
+
c
c
+
|
.
|

\
|
c
c
+
c
c

c
c
u
u
u
u
y
y
u
x
y
u
y
x
u
x
x atau
u
u
y
x y
u
x
y x 2 ) 2 ( ) 2 ( =
c
c
+
c
c
(2)
Berdasarkan persamaan (1) dan (2), dengan metode eliminasi diperoleh
1 v
u
y
y
u
x
2 2 =
c
c
+
c
c
................................... . (2y-x)
u
u
y
x y
u
x
y x 2 ) 2 ( ) 2 ( =
c
c
+
c
c
. (2y)

Didapat
) 2 ( 2 ) 2 ( 2 ) 2 ( x y v
u
y
x y y
u
x
x y =
c
c
+
c
c

) 2 ( 2 2 ) 2 ( 2 ) 2 ( y u
u
y
y x y
u
x
y y x =
c
c
+
c
c

( ) ) 2 ( 2 ) 2 ( 2 ) 2 )( 2 ( ) 2 ( y u x y v
u
x
y y x x y + =
c
c


Diperoleh
) 2 4 ( ) 2 (
4 2 4
2
y xy x y
uy vx vy
u
x

+ +
=
c
c


) 2 4 2 (
4 2 4
2
y xy x y
uy vx vy
+

=

Berdasarkan jawaban di atas, jelaslah bahwa untuk fungsi implisit 4
peubah tidak berlaku hubungan
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
69

u
x
x
u
c
c
=
c
c 1
atau
x
u
u
x
c
c
=
c
c 1


2. Tentukan
y
v
dan
y
u
c
c
c
c
dari fungsi
0 2 0 2
2 2
= + + = + + y xy v u dan xy x v u
Karena akan ditentukan
y
u
c
c
maka
y
x
x
y
u
v
v
u
c
c
c
c
c
c
c
c
, , , tidak boleh
dilakukan
Selanjutnya dengan menurunkan fungsi
0 2 0 2
2 2
= + + = + + y xy v u dan xy x v u terhadap variabel y
didapat
0 2 2 =
|
|
.
|

\
|
c
c
+ +
c
c
+
c
c

c
c
y
x
y x
y
x
x
y
v
y
u
(1)
= + + +
c
c

c
c
0 0 2 x
y
v
y
u
atau x
y
v
y
u
=
c
c

c
c
2
dan
0 2 2 =
c
c

|
.
|

\
|
c
c
+
c
c
+
c
c
y
y
y
x
y
y x
y
v
y
u
(2)
0 2 ) 0 ( 2 = +
c
c
+
c
c
y x
y
v
y
u
atau y x
y
v
y
u
2 2 + =
c
c
+
c
c

Selanjutnya dari (1) dan (2) dengan mengeliminasi
y
v
c
c
didapat
x
y
v
y
u
=
c
c

c
c
2 (2)
y x
y
v
y
u
2 2 + =
c
c
+
c
c
(1)

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
70

didapat

x
y
v
y
u
2 2 4 =
c
c

c
c

y x
y
v
y
u
2 2 + =
c
c
+
c
c


5 x y
y
u
=
c
c
2 atau ( ) x y
y
u
=
c
c
2
5
1

Karena akan ditentukan
y
v
c
c
maka
y
x
x
y
u
v
v
u
c
c
c
c
c
c
c
c
, , , tidak boleh dilakukan
Selanjutnya dengan menurunkan fungsi
0 2 0 2
2 2
= + + = + + y xy v u dan xy x v u terhadap variabel y
didapat
0 2 2 =
|
|
.
|

\
|
c
c
+ +
c
c
+
c
c

c
c
y
x
y x
y
x
x
y
v
y
u
(1)
= + + +
c
c

c
c
0 0 2 x
y
v
y
u
atau x
y
v
y
u
=
c
c

c
c
2
dan
0 2 2 =
c
c

|
.
|

\
|
c
c
+
c
c
+
c
c
y
y
y
x
y
y x
y
v
y
u
(2)
0 2 ) 0 ( 2 = +
c
c
+
c
c
y x
y
v
y
u
atau y x
y
v
y
u
2 2 + =
c
c
+
c
c

Selanjutnya dari (1) dan (2) dengan mengeliminasi
y
u
c
c
didapat
x
y
v
y
u
=
c
c

c
c
2 (1)
y x
y
v
y
u
2 2 + =
c
c
+
c
c
(2)
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
71


didapat

x
y
v
y
u
=
c
c

c
c
2

y x
y
v
y
u
4 2 4 2 + =
c
c
+
c
c


y x
y
v
4 3 5 =
c
c
atau ( ) y x
y
v
4 3
5
1
+ =
c
c


Soal-soal
1. Ditentukan fungsi 0 0 3 2
2 2
= + = + + y x uv dan y x v u
Tentukan:
a.
x
v
dan
y
u
x
v
x
u
c
c
c
c
c
c
c
c
, , ,
b.
u
x
dan
v
y
v
x
u
x
c
c
c
c
c
c
c
c
, , ,

2. Ditentukan 0 2 0 2
2 2
= + + = + + y xy v u dan xy x v u
Tentukan:
a.
x
v
dan
x
u
c
c
c
c

b.
v
x
dan
u
x
c
c
c
c

3. Jika 0 0 2
2 2 2 2 2
= + + + = + + v u y xy x dan uv y x
Tentukan
a.
y
v
dan
y
u
c
c
c
c

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
72

b.
v
x
dan
u
x
c
c
c
c

c. Turunan Parsial Fungsi Implisit 6 peubah.
Fungsi implisit 6 peubah, secara umum dinyatakan dalam bentuk:

=
=
=
0 ) , , , , , (
0 ) , , , , , (
0 ) , , , , , (
z y x w v u H
z y x w v u G
z y x w v u F

u,v,dan w variable sejenis, sehingga tidak dapat ditentukan hasilnya
v
w
u
w
w
v
u
v
w
u
v
u
c
c
c
c
c
c
c
c
c
c
c
c
, , , , ,
x,y, dan z variable sejenis, sehingga tidak dapat ditentukan hasilnya
y
z
x
z
z
x
y
x
z
y
x
y
c
c
c
c
c
c
c
c
c
c
c
c
, , , , ,
Contoh fungsi 6 peubah:

+ + =
+ + =
+ + =
3 3 3
2 2 2
z y x w
z y x v
z y x u

Atau

=
=
=
0
0
0
3 3 3
2 2 2
z y x w
z y x v
z y x u


Perhatikan beberapa contoh di bawah ini.

1. Tentukan
u
x
c
c
dari

=
=
=
0
0
0
3 3 3
2 2 2
z y x w
z y x v
z y x u

Jawab
Persamaan diturunkan terhadap u dan diperoleh
0 1 =
c
c

c
c

c
c

u
z
u
y
u
x
............................(1)
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
73

0 2 2 2 0 =
c
c

c
c

c
c

u
z
z
u
y
y
u
x
x .......................(2)
0 3 3 3 0
2 2 2
=
c
c

c
c

c
c

u
z
z
u
y
y
u
x
x ...........................(3)
Karena akan ditentukan
u
x
c
c
maka eliminasikan
u
z
dan
u
y
c
c
c
c

dari persamaan (1), (2) dan (3)
Dari (1) dan (2) dengan mengeliminasi
u
y
c
c
diperoleh:
0 1 =
c
c

c
c

c
c

u
z
u
y
u
x
(2y) 0 2 2 2 2 =
c
c

c
c

c
c

u
z
y
u
y
y
u
x
y y
0 2 2 2 =
c
c

c
c

c
c

u
z
z
u
y
y
u
x
x (1) 0 2 2 2 =
c
c

c
c

c
c

u
z
z
u
y
y
u
x
x
y
u
z
y z
u
x
y x 2 ) 2 2 ( ) 2 2 ( =
c
c
+
c
c

........(4)
Dari (1) dan (3) dengan mengeliminasi
u
y
c
c
diperoleh:
0 1 =
c
c

c
c

c
c

u
z
u
y
u
x
(3y
2
)
0 3 3 3 3
2 2 2 2
=
c
c

c
c
y
u
y
y
u
x
y y
0 3 3 3 0
2 2 2
=
c
c

c
c

c
c

u
z
z
u
y
y
u
x
x (1)
0 3 3 3 0
2 2 2
=
c
c

c
c

c
c

u
z
z
u
y
y
u
x
x

2 2 2 2 2
3 ) 3 3 ( ) 3 3 ( y
u
z
y z
u
x
y x =
c
c
+
c
c
.(5)
Selanjutnya eliminasi
u
z
c
c
dari persamaan (4) dan (5) diperoleh:
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
74

y
u
z
y z
u
x
y x 2 ) 2 2 ( ) 2 2 ( =
c
c
+
c
c
( ) ) ( 3 z y +
2 2 2 2 2
3 ) 3 3 ( ) 3 3 ( y
u
z
y z
u
x
y x =
c
c
+
c
c
(2)
atau
) ( 6 ) 3 3 )( 2 2 ( ) )( ( 6 y z y
u
z
y z y z
u
x
y z y x + =
c
c
+ +
c
c
+
2 2 2 2 2
6 ) 3 3 ( 2 ) 3 3 ( 2 y
u
z
y z
u
x
y x =
c
c
+
c
c



( )
2 2 2
6 ) ( 6 ) 3 3 ( 2 ) )( ( 6 y y z y
u
x
y x y z y x + + =
c
c
+
Sehingga:
( ) ( ) ) 3 3 ( 2 ) )( ( 6
) 6 ( ) ( 6
2 2
2
y x y z y x
y y z y
u
x
+
+ +
=
c
c


) )( ( z x y x
yz

=


2. Tentukan
w
z
c
c
dari

=
=
=
0
0
0
3 3 3
2 2 2
z y x w
z y x v
z y x u

Jawab
Persamaan di atas diturunkan terhadap variable w dan diperoleh
0 0 =
c
c

c
c

c
c

w
z
w
y
w
x
............................(1)
0 2 2 2 0 =
c
c

c
c

c
c

w
z
z
x
y
y
w
x
x ...................(2)
0 3 3 3 1
2 2 2
=
c
c

c
c

c
c

w
z
z
w
y
y
w
x
x ................(3)
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
75

Karena akan ditentukan
w
z
c
c
maka eliminasikan
w
y
dan
w
x
c
c
c
c

dari persamaan (1), (2) dan (3)
Dari (1) dan (2) dengan mengeliminasi
w
x
c
c
diperoleh:
0 0 =
c
c

c
c

c
c

w
z
w
y
w
x
(2x) 0 2 2 2 =
c
c

c
c

c
c

w
z
x
w
y
y
w
x
x
0 2 2 2 0 =
c
c

c
c

c
c

w
z
z
x
y
y
w
x
x ....... (1) 0 2 2 2 =
c
c

c
c

c
c

w
z
z
x
y
y
w
x
x
0 ) 2 2 ( ) 2 2 ( =
c
c
+
c
c

w
z
x z
w
y
x y
......(4)
Selanjutnya dari (1) dan (3) dengan mengeliminasi
w
x
c
c
diperoleh:
0 0 =
c
c

c
c

c
c

w
z
w
y
w
x
....................... (3x
2
)
0 3 3 3
2 2 2
=
c
c

c
c

c
c

w
z
x
w
y
x
w
x
x
0 3 3 3 1
2 2 2
=
c
c

c
c

c
c

w
z
z
w
y
y
w
x
x ......... (1)
1 3 3 3
2 2 2
=
c
c

c
c

c
c

w
z
z
w
y
y
w
x
x

1 ) 3 3 ( ) 3 3 (
2 2 2 2
=
c
c
+
c
c

w
z
x z
w
y
x y ...(5)
Selanjutnya eliminasi
w
y
c
c
dari persamaan (4) dan (5) diperoleh:
0 ) 2 2 ( ) 2 2 ( =
c
c
+
c
c

w
z
x z
w
y
x y ........... ( ) ) ( 3 x y +
1 ) 3 3 ( ) 3 3 (
2 2 2 2
=
c
c
+
c
c

w
z
x z
w
y
x y ......(1)
atau
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
76

0 ) 2 2 ( ( 3 ) ) 2 2 )( ( 3 =
c
c
+ +
c
c
+
w
z
x z x y
w
y
x y x y
1 ) 3 3 ( ) 3 3 (
2 2 2 2
=
c
c
+
c
c

w
z
x z
w
y
x y
( ) 1 ) 3 3 ( ) 2 2 )( ( 3
2 2
=
c
c
+
w
z
x z x z x y
Sehingga:

} 3 3 ( ) 2 2 )( ( 3 {
1
2 2
x z x z x y w
z
+

=
c
c


) )( ( 3
1
z y z x
=


















Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
77

BAB VI
INTEGRAL LIPAT

A. INTEGRAL RANGKAP 2
1. Integral Lipat Dua Atas Daerah Persegi Panjang
Konsep integral tentu untuk fungsi satu peubah dapat kita perluas
untuk fungsi banyak peubah. Integral untuk fungsi banyak peubah
dinamakan integral lipat atau integral rangkap. Pada integral lipat satu,
fungsi yang dipakai dibatasi, yaitu fungsi tersebut dibatasi pada selang
tertutup di R1. Untuk integral lipat dua dari fungsi dua peubah ,
pembatasannya adalah fungsi tersebut terdefinisi pada suatu daerah tertutup
di R2. Berikut akan kita bahas tentang integral lipat dua juga integral lipat
tiga.












Gambar 1.1 :Daerah R pada Persegi Panjang

x
b
a
d c


z
y
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
78

Tetapkan R berupa suatu persegi panjang dengan sisi-sisi sejajar
sumbu-sumbu koordinat, yakni misal : R : {(x,y) : , b x a s s d x c s s }.
Bentuk suatu partisi dengan cara membuat garis-garis sejajar sumbu x dan
y. Ini membagi R menjadi beberapa persegi panjang kecil yang jumlahnya n
buah, yang ditunjukkan dengan k = 1,2,...n. Tetapkan
k
x A dan
k
y A adalah
panjang sisi-sisi
k
R dan
k
A A =
k
x A .
k
y A adalah luas. Pada
k
R ambil
sebuah titik misal ) , (
k
k y x dan bentuk penjumlahan Riemann
k
n
k
k
k
A y x f A

=
) , (
1
.
Definisi :
Integral lipat dua
Andai suatu fungsi dua peubah yang terdefinisi pada suatu persegi
panjang tertutup R, jika :
0
lim
IpI
k
n
k
k
k A y x f A

=
) , (
1
ada . maka f dapat diintegralkan pada R, lebih lanjut
}}
R
dA y x f ) , ( , yang disebut integral lipat dua dan pada R diberikan
oleh
}}
R
dA y x f ) , ( =
0
lim
IpI
k
n
k
k
k A y x f A

=
) , (
1

Sifat-sifat Integral Lipat Dua :
1. Jika f(x,y) dan g(x,y) masing-masing kontinu dalam daerah R maka:
}} }}
=
R R
dA y x f k dA y x kf ) , ( ) , (
}} }} }}
+ = +
R R R
dA y x g dA y x f dA y x g y x f ) , ( ) , ( )] , ( ) , ( [
2.
}} }} }}
+ =
R R R
dA y x f dA y x f dA y x f
1 2
) , ( ) , ( ) , (
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
79

3. Sifat pembanding berlaku jika f(x,y) s g(x,y) untuk semua (x,y) di R,
maka :
}} }}
s
R R
dA y x g dA y x f ) , ( ) , (

Perhitungan Integral Lipat dua
Jika f(x,y) =1 pada R, maka integral lipat dua merupakan luas R,
maka integral lipat dua merupakan luas R.
}} }}
=
R R
dA y x f k dA y x kf ) , ( ) , (
=
}}
R
dA k 1
= k.A(R)
Contoh Soal
1. Andai f sebuah fungsi tangga yakni :
f(x,y) =

s s s s
s s s s
s s s s
3 2 , 3 0 , 3
2 1 , 3 0 , 2
1 0 , 3 0 , 1
y x
y x
y x

hitung
}}
R
dA y x f ) , ( dengan R = { } 3 0 , 3 0 : ) , ( s s s s y x y x
jawab :
misal persegi panjang R
1
, R
2
, R
3

R
1
= { } 1 0 , 3 0 : ) , ( s s s s y x y x
R
2
= { } 2 1 , 3 0 : ) , ( s s s s y x y x
R
3
= { } 3 2 , 3 0 : ) , ( s s s s y x y x ,
lalu gunakan sifat penjumlahan di integral lipat dua, sehingga :
}}
=
R
dA y x f ) , (
}}
1
) , (
R
dA y x f +
}}
2
) , (
R
dA y x f +
}}
3
) , (
R
dA y x f
= 1.A(R
1
) + 2. A(R
2
) + 3.A(R
3
)
= 1.3 + 2.3 + 3.3
= 18
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
80

2. Hampiri
}}
R
dA y x f ) , ( dengan
16
8 64
) , (
2
y x
y x f
+
= ,

R = { } 8 0 , 4 0 : ) , ( s s s s y x y x . Kerjakan dengan menghitung
penjumlahan Riemann!

Jawab :

Penjumlahan Riemann yang diperoleh dengan membagi atas 8 bujur
sangkar yang sama dengan tiap-tiap pusat bujur sangkar sebagi titik. Titik-
titik contoh yang diperlukan dan nilai-nilai yang berpadanan dari fungsi itu
adalah :

) , (
1 1
y x = (1,1), f ) , (
1 1
y x =
16
17

) , (
2 2
y x = (1,3), f ) , (
2 2
y x =
16
65

) , (
3 3
y x = (1,5), f ) , (
3 3
y x =
16
81

) , (
4 4
y x = (1,7), f ) , (
4 4
y x =
16
105


) , (
5 5
y x = (3,1), f ) , (
5 5
y x =
16
41

) , (
6 6
y x = (3,3), f ) , (
6 6
y x =
16
49

) , (
7 7
y x = (3,5), f ) , (
7 7
y x =
16
65

) , (
8 8
y x = (3,7), f ) , (
8 8
y x =
16
89










Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
81















Gambar 1.2 : Permukaan benda pejal berbentuk Bujur Sangkar
Jadi karena
k
A A = 4,
k
A A =
k
x A
k
y A = 2.2 = 4
}}
R
dA y x f ) , (
k
k
k
k A y x f A

=
) , (
8
1

= ) , ( 4
8
1

= k
k
k y x f
=
16
89 65 49 41 105 81 65 57 ( 4 + + + + + + +

= 138
3
2


Integral Lipat dua sebagai volume

Jika 0 ) , ( > y x f pada R sehingga dapat kita tafsirkan integral lipat
dua sebagai volume dari benda pejal dibawah permukaan gambar 1
4
8
(4,8)
(0,8,8)
(4,8,6)
(4,0,2)
(0,0,4)
x
y
z
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
82

V =
}}
R
dA y x f ) , ( , R = { } , : ) , ( d y c b x a y x s s s s .











Gambar 1.2 : Benda pejal
Iris :
Iris benda pejal itu menjadi kepingan-kepingan sejajar terhadap bidang xz
(gb. 2a)












b
a
a b
R
LA(y)
y A

x
y
z
y
Gambar. 1.3 : irisan benda pejal
Gambar. 1.4: Kepingan Sejajar
bidang xy
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
83


Irisan bidang y = k, kepingan volume yang berpadanan A(y) y A

Volume v A dari kepingan secara aproksimasi diberikan oleh v A A(y) y A ,
diintegralkan ,
V =
}
d
c
dy y A ) ( , untuk y tetap kita hitung A(y) dengan integral tunggal biasa :
A(y) =
}
b
a
dx y x f ) , ( , sehingga : V =
} }
d
c
b
a
dy dx y x f ] ) , ( [ .. (2)
Dari (1) dan (2) :
}}
R
dA y x f ) , ( =
} }
d
c
b
a
dy dx y x f ] ) , ( [
begitu juga
}}
R
dA y x f ) , ( =
} }
b
a
d
c
dx dy y x f ] ) , ( [













Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
84

Perhitungan Integral Lipat

Permasalahan :
Hitung :
a.
} }
+
3
0
2
1
] ) 3 2 ( [ dy dx y x
b.
} }
+
2
1
3
0
] ) 3 2 ( [ dx dy y x
c.
} }
+
8
0
2
4
0
) 8 64 (
16
1
dxdy y x

Perhitungan Volume
Contoh soal :
Hitung volume V dari benda pejal diatas yang dibatasi oleh z = 4 x
2
y
dan dibawah persegi panjang R = { } 2 0 , 1 0 : ) , ( s s s s y x y x
Jawab :















1
2
(1,2)
(0,0,4)
(1,0,3)
(1,2,1)
(0,2,2)
y
z
x
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
85

Jawab :
V =
}}
R
dA y x f ) , (
=
}}

R
dA y x ) 4 (
2
= dxdy y x ) 4 (
2
0
1
0
2

} }

= dy yx x x ] ]
3
1
4 [[
1
0
3
2
0

}
= dy y)
3
1
4 (
2
0

}

=
3
16
satuan volum

Kerjakan permasalahan berikut, diskusikan dengan anggota
kelompokmu!
1. Andai R = { } 2 0 , 4 1 : ) , ( s s s s y x y x .

, 3 1 s s x , 2 0 s s y , 4 3 s s x , 2 0 s s y
Hitung
}}
R
dA y x f ) , ( !

2. Andai R = 2 0 : ) , {( s s x y x , 2 0 s s y }
: ) , {(
1
y x R = 2 0 s s x , 1 0 s s y }
: ) , {(
2
y x R = 2 0 s s x , 2 1 s s y }
Jika
}}
R
dA y x f ) , ( = 3,
}}
R
dA y x g ) , ( =5,
}}
1
) , (
R
dA y x g = 2, tentukan :
a.
}}

R
dA y x g y x f )] , ( ) , ( 3 [

b.
}} }}
+
1 1
3 ) , ( 2
R R
dA dA y x g

=
3
2
) , ( y x f
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
86

c.
}}
2
) , (
R
dA y x g

3. Hitung :
a. dydx y x ) (
4
1
2
1
2
} }

+

b. dxdy y x ) sin (
0
1
0
} }
t


4. Hitung volume benda pejal yang diberikan benda pejal dibawah bidang
z = x+y+1 diatas R = { } 3 1 , 1 0 : ) , ( s s s s y x y x !


Kerjakan soal berikut dengan benar!
1. Hitung
}}
+
R
dA y x ) (
2 2
jika R = { } 2 0 , 1 1 : ) , ( s s s s y x y x !
2. Hitung volume benda pejal yang diberikan benda pejal dibawah bidang z
= 2x + 3y atas R = { } 4 0 , 2 1 : ) , ( s s s s y x y x !










Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
87

2. Integral Lipat Dua Atas Daearah Bukan Persegi Panjang









Gambar 2.1 : (a) Himpunan S , (b) Himpunan S dikelilingi Persegi panjang ,
(c) Himpunan S dikelilingi Persegi panjang dan membentuk ruang

Himpunan S tertutup dan terbatas di bidang (a) keliling S oleh suatu
persegi panjang R dan sisinya sejajar sumbu-sumbu koordinat (b). andai
f(x,y) terdefinisi pada S dan didefinisikan f(x,y)=0 pada bagian R diluar S
(c), f dapat diintegralkan pada S jika dapat diintegralkan pada R.
}}
S
dA y x f ) , (
=
}}
R
dA y x f ) , (


Perhitungan Integral Lipat Dua Atas Himpunan-himpunan Umum

Suatu himpunan S adalah y sederhana (gb.4) jika terdapat fungsi-
fungsi kontinu
1
| dan
2
| pada [a,b] sedemikian sehingga :

} ), ( ) ( : ) , {( :
2 1
b x a x y x y x S s s s s | |



(a)
(b)
(C)
S
S
f(x,y)=0
z = f(x,y)
S
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
88










Gambar.2.2 Gambar. 2.3
Sebuah himpunan y sederhana sebuah himpunan x sederhana


Gambar.2.4 :
Bukan himpunan x sederhana
Atau y sederhana















Suatu himpunan S adalah y sederhana (gb 2.2) jika terdapat fungsi-
fungsi kontinu
1
u dan
2
u pada [a,b] sedemikian sehingga :
b
a
S
c
d
x= ) (
1
y
x= ) (
2
y


x
y
y=
2
| (x)
y=
1
| (x)
x
y
0
0
S
S
y=
2
| (x)
y=
1
| (x)
x
y
0
S
R
x a b
Gambar.2.5 : daerah S a<x>b
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
89

} ), ( ) ( : ) , {( :
2 1
b x a x y x y x S s s s s | | . Sedangkan suatu himpunan S
adalah x sederhana (gb.2.3) jika terdapat fungsi-fungsi kontinu
1
+ dan
2
+
pada [c,d] sedemikian sehingga : } ), ( ) ( : ) , {( :
2 1
d y c y x y y x S s s s s .
Jika kita ingin menghintung integral lipat dua dari suatu fungsi f(x,y) atau
suatu himpunan S yang y sederhana. Kita lingkungi S di dalam suatu persegi
panjang R (gb.2.5) dan membuat f(x,y)=0 di luar S, maka :

}}
S
dA y x f ) , ( =
}}
R
dA y x f ) , ( =
} }
b
a
d
c
dx dy y x f ] ) , ( [
=
} }
u
u
b
a
dx dy y x f ] ) , ( [
2
1
,
secara ringkas


}}
S
dA y x f ) , ( =
} }
u
u
b
a
x
x
dydx y x f
) (
) (
2
1
) , (

Dalam integral sebelah dalam, x dipertahankan tetap. Pengintegralan
itu adalah sepanjang garis tebal dari gambar 6. pengintegralan menghasilkan
luas A(x) dari gambar tersebut, akhirnya A(x) diintegralkan mulai dari a
sampai b. Jika himpunan S adalah x sederhana, maka

}}
S
dA y x f ) , ( =
} }
d
c
y
y
dxdy y x f
) (
) (
2
1
) , (






Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
90






























a
b
A(x)
z=f(x,y)
Gambar .2.6 : Daerah A(x) pada benda pejal berbentuk bujur sangkar
y=
1
| (x) y=
2
| (x)
x
z
y
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
91


Kerjakan soal berikut!

1. Hitung :
a.
} }

+
5
3
2
) 10 4 (
x
x
dydx y x
b.
} }
1
0 0
2
) 2 (
y
x
dxdy ye
Jawab :
a.
} }

+
5
3
2
) 10 4 (
x
x
dydx y x

b.
} }
1
0 0
2
) 2 (
y
x
dxdy ye



3. Cari volume benda di oktan I, oleh silinder 25
2 2
= + y x ,
2
25 x y = !

4. Dengan menggunakan double integral, buktikan rumus luas lingkaran
dengan persamaan
2 2 2
A y x = + ! Buktikan dengan bentuk integral
berikut:
}}
dydx dan
}}
dxdy !
5. Hitung isi benda yang dibatasi oleh tabung (silinder)
2 2 2
a y x = + , z =
0, dan bidang z - y = 0!


Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
92


Kerjakan soal-soal berikut ini!
1. Hitung isi benda yang dibatasi oleh bidang z =0, permukaan
2
2 2
+ + = y x z dan tabung 4
2 2
= + y x !
2. Hitung isi benda yang terjadi oleh pemotongan kedua silinder
2 2 2
a z x = + dan
2 2 2
a z y = + !
3.
a.
} }
+
2
1
3
) (
y
y
dxdy y x
b.
} }
1
0
2
2
x
x
dydx xy
c.
} }
1
0 0
2
x
y
dydx xe
d. Luas daerah yang dibatasi kurva
2
6 x x y = dan y = x
e. Luas daerah yang dibatasi kurva
2
x y = dan
y = 2x +3















Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
93


3. Integral Lipat Dua Dalam Koordinat Kutub

Jika z = f(x,y) menentukan suatu permukaan atas R dan andaikan f
adalah kontinu dan tak negatif, maka volume V dari benda pejal dibawah
permukaan ini dan diatas R adalah

V =
}}
R
dA y x f ) , ( ...... (1)
Dalam koordinat kutub, suatu persegi panjang kutub R berbentuk :

R = { } , : ) , ( | u o u s s s s b r a r

















R
z=f(x,y)=F(r,u )
x
y
z
r=a
r=b
R
| u =
o u =
Gambar.2.6 : Persegi panjang Kutub
Gambar.2.7: Benda pejal berbentuk
persegi Panjang kutub
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
94


Dengan 0 > o dan t o | 2 s . Persamaan permukaan diatas dapat ditulis
sebagai
z = f(x,y) = ) , ( ) sin , cos ( u u u r f r r f =













Sehingga :

V =
}} }}
=
R R
rdrd r r f rdrd r f u u u u u ) sin , cos ( ) , ( ........ (2)
Dari (1) dan (2) :

}}
R
dA y x f ) , ( =
}}
R
rdrd r r f u u u ) sin , cos (
Jika pada integral lipat dua diatas daerah bidang yang telah kita
pelajari yang lalu kita mengenal istilah himpunan x sederhana dan
himpunan y sederhana, pada pengintegralan kutub ini, kita mengenal istilah
istilah himpunan r sederhana dan himpunanu sederhana. Himpunan r
R
k

R
k

R
k

Partisi R dalam persegi panjang kutub
yang lebih kecil R
1,
R
2
, . R
n.
dengan
menggunakan suatu kisi kutub pada
gambar diatas luas A(R
k
) dapat ditulis :
k k
k
k
r r R A u A A = ) ( dengan k r adalah
radius rata-rata R
k
. Jadi V
k k
k k
n
k
k r r r f u u A A ~

=
) , (
1

Gambar.2.8: persegi Panjang Kutub
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
95

sederhana berbentuk } ), ( ) ( : ) , {( :
2 1
| u o u | u | u s s s s r r S dan disebut u
sederhana jika berbentuk :

























S
r= ) (
1
u |
r= ) (
2
u |
o u =
| u =
Gambar.2.9
Himpunan r sederhana
S
u = ) (
2
r
u = ) (
1
r
r=a r=b
Gambar.2.10
Himpunan u sederhana
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
96

Kerjakan soal-soal berikut ini diskusikan dengan temanmu!

1. Hitung
}}
s
ydAdengan s adalah daerah di kuadran 1 yang berada di luar
lingkaran r =2 dan di dalam kardioid ) cos 1 ( 2 u + = r
2. Tentukan volume benda pejal di bawah permukaan
2 2
y x z + = ,diatas
bidang x,y dan di dalam tabung y y x 2
2 2
= +
3. Hitung luas daerah di luar lingkaran r = 2 dan di dalam kardioid
) cos 1 ( 2 u + = r




















Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
97

4. Penerapan Integral 2
Penerapan integral dua selain untuk mencari volume benda pejal,
penerapan lain yaitu mencari massa, pusat massa dan momen inersia.
a. Massa
Andai suatu lamina mencakup daerah s di bidang xy dan jika
kerapatan (massa/ satuan luas) di (x,y) dinyatakan oleh ) , ( y x o .
Partisikan s dalam persegi panjang kecil
. 2 1
,... ,
k
R R R Ambil titik (
) ,
k k
y x pada
k
R . Massa
k
R secara hampiran
k
AR y x ) , ( o dan massa
total lamina secara hampiran ) ( ) , (
1
k
n
k
k k
R A y x m

=
= o
Massa (m) diperoleh dengan mengambil limit rumus diatas untuk
norma partisi mendekati nol, sehingga :
) ( ) , ( lim
1 0
k k
k
k
n
P
R A y x o
=
E
Limit jumlah tersebut membentuk integral rangkap 2:
}}
=
s
dA y x m ) , ( o
b. Pusat Massa
Jika
n
m m m ,... ,
2 1
adalah kumpulan titik massa yang masing-masing
ditempatkan di ( ) ,
1 1
y x ,( ) ,
2 2
y x ,.......,( ) ,
n n
y x pada bidang maka
momen total terhadap sumbu y dan sumbu x.

=
=
n
k
k k y
m x M
1
,

=
=
n
k
k k x
m y M
1
. Koordinat ( ) , y x dari pusat massa:
Koordinat ( ) , y x dari pusat massa.
}}
}}
= =
s
s
y
dA y x
dA y x x
m
M
x
) , (
) , (
o
o
dan
}}
}}
= =
s
s x
dA y x
dA y x y
m
M
y
) , (
) , (
o
o

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
98

Pusat massa diatas jika lamina tersebut tak homogen (kerapatan tak
sama), tapi jika kerapatannya sama (homogen), maka pusat massa
menjadi:
}}
}}
=
s
s
dA
xdA
x
o
o
dan
}}
}}
=
s
s
dA
ydA
y
o
o

c. Momen Inersia
Definisi:
Momen inersia dari suatu partikel adalah hasil kali massa dan
kuadrat jarak terpendek dari partikel terhadap sumbu. Jika m adalah
massa dan r adalah jarak, sehingga :

=
= + + =
n
k
k k n n
r m r m r m r m I
1
2 2 2
2 2
2
1 1
....
Suatu lamina tak homogen dengan kerapatan ) , ( y x o yang mencakup
suatu daerah s dari bidang xy, lalu dipartisi seperti pada gambar 1,
hampiri momen inersia tiap keping
k
R , ambil limit dan dbawa ke
rumus diatas, sehingga momen inersia terhadap sumbu x, y dan z
adalah
x
I ,
y
I , dan
z
I

}}
=

= =
n
k
s
k k
P
x
dA y x y y m I
1
2 2
0
) , ( lim o

}}
=

= =
n
k
s
k k
P
y
dA y x x y m I
1
2 2
0
) , ( lim o
}}
+ = + =
s
y x z
dA y x y x I I I ) , ( ) (
2 2
o




Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
99


Cotoh soal:
Sebuah lamina dengan kerpatan xy y x = ) , ( o dibatas sumbu x, garis x =8 ,
kurva
3 / 2
x y = . Tentukan :
a. Massa
b. Pusat massa
c. Momen inersia terhadap sumbu x, y dan z
Jawab :
a.
}}
=
s
dA y x m ) , ( o
=
} }
8
0 0
3 / 2
x
xydydx
= | | dx xy
3 / 2
0
2
8
0
2
1
}

= dx x
}
8
0
3 / 7
2
1

= | |
8
0
3 / 10
8
0
10
3
2
1
x
}











Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
100


Kerjakan soal-soal berikut ini diskusikan dengan temanmu!
1. Tentukan letak titik berat ) , ( y x dari bidang datar yang dibatasi oleh
parabola x y =
2
dan garis x = 1, jika kerapatan k di titik ) , ( y x adalah
2 2
y x k + =

2. Hitung momen inersia terhadap sumbu koordinat dan titik O, dari
bidang datar yang dibatasi oleh parabola 0
2
= + y y x dan garis x + y
= 0, dengan kerapatan k di titik (x,y) adalah k = x + y
3. Hitung momen inersia Ix, Iy, Iz dari bidang datar yang terletak pada
kuadran I dalam lingkaran u cos 2a r = dan diluar lingkaran r = a

















Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
101

B. INTEGRAL RANGKAP 3
1. Integral Rangkap Tiga Pada Koordinat Kartesius





) , , ( k
k
k z y x





Perhatikan suatu fungsi f tiga peubah yang didefinisikan atas suatu
daerah berbentuk balok B dengan sisi-sisi sejajar sumbu-sumbu koordinat.
Bentuk suatu partisi P dari B dengan meletakkn bidang-bidang melalui B
sejajar bidang koordinat, jadi memotong B ke dalam balok-balok bagian,
yaitu:
n k
B B B B ,...., ...., ,
, 2 1
. Pada
k
B , ambil satu titik contoh ) , , ( k
k
k z y x dan
dengan penjumlahan Riemann diperoleh:

=
n
k
k
k
k
z y x f
1
) , , (
k
V A

Dengan
k
V A =
k k k
z y x A A A , , adalah volum
k
B . Jika P adalah
panjang diagonal terpanjang dari setiap balok bagian, maka kita definisikan
integral lipat tiga sebagai berikut:

} } }
=

A =
n
k
k k k k
B
P
V z y x f dV z y x f
1
0
) , , ( lim ) , , (

y
x
z
y
z
x
B
Bk Gambar. 3.1: Balok Persegi Panjang
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
102

Jika limitnya ada, seperti halnya pada integral lipat dua. Pengertian
integral lipat tiga mempunyai urutan pengintegralan serupa seperti pada
integral lipat dua. Sehingga integral lipat di fungsi f(x,y,z) atas daerah B
ditulis sebagai berikut:
} } }
B
dV z y x f ) , , ( ,
misalnya kita tuliskan
} } }
B
dxdydz z y x f ) , , ( ,
yang mempunyai arti:

a. Pengintegralan pertama dilakukan terhadap x dengan menganggap y
dan z sebagai konstanta
b. Pengintegralan pertama dilakukan terhadap y dengan menganggap z
sebagai konstanta
c. Terakhir, hasil dari b, diintegrasikan terhadap z.

Begitu juga jika pengintegralannya ditulis dalam bentuk yang lain ururtan
pengintegralannya menyesuaikan.

Sebagaimana pada integral lipat dua, jika f adalah fungsi pada
daerah tertutup maka untuk menghitung integral tentu digunakan integral
berulang dua kali, demikian pula untuk menghitung integral lipat tiga,
digunakan tiga kali, asalkan f kontinu. Sehingga bila B balok persegi
panjang yang dibatasi.
f z e d y c b x a z y x B s s s s s s = , , : ) , , {( }



Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
103















Bila f z e d y c b x a z y x B s s s s s s = , , : ) , , {( }, maka untuk menghitung
integral lipat tiga atas benda B adalah:

}}} } } }
=
B
b
a
d
c
f
e
dx dy dz z y x f dV z y x f } ) ) , , ( ( { ) , , ( }
Merupakan bentuk perhitungan integral lipat tiga.

2. Perhitungan dan Penerapan Integral Rangkap 3

Andai f(x,y,z) terdefinisi pada S dan f(x,y,z) bernilai nol, bila diluar S.
Andai S himpunan z sederhana dan
xy
S adalah proyeksi permukaan benda S
pada bidang xy, untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:



x
z
y
b
d
c
a
e
f
Gambar 3.2 : Balok Persegi Panjang
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
104



















Bila f kontinu dan terintegral pada benda pejal S, maka diperoleh:
}}} }} }
=
S S
y x z
y x z
xy
dA dz z y x f dV z y x f
) , (
) , (
2
1
] ) , , ( [ ) , , (


Dimana adalah proyeksi permukaan benda S pada bidang xy.
Selanjutnya jika Sxy daerah pada bidang xy yang berbentuk y sederhana,
seperti pada gambar 3.4 . yang dibatai oleh:
Sxy
x
y
z
Sxy
y
x
Gambar. 3.3 : Benda Pejal
Gambar. 3.4 : Permukaan benda pejal
Sxy
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
105

} ), ( ) ( : ) , {(
2 1
b x a x y y x y y x S
xy
s s s s = , sehingga dengan integral
berulang diperoleh:
}}} }} }
=
S S
y x z
y x z
xy
dA dz z y x f dV z y x f
) , (
) , (
2
1
] ) , , ( [ ) , , (
=
} } }
b
a
x y
x y
y x z
y x z
dx dy dz z y x f
) (
) (
) , (
) , (
2
1
2
1
] ) ) , , ( ( [
Dari rumus di atas perlu diperhatikan bahwa batasan integrasi harus sesuai
dengan urutan-urutan pengintegralannya.


1. Hitung
} } }
+ 2
0 0
x y x
y
yzdzdydx

2. Hitung
} } }
1
0 0 0
2 3
x xy
zdzdydx y x

Kerjakan soal berikut diskusikan dengan teman kelompokmu!
1. Hitung
}}}
B
dV yz x
3 2
, bila } 2 0 , 3 2 , 2 1 : ) , , {( s s s s s s = z y x z y x B ,
bila diambil pendekatan dV=dx dy dz !

2. Hitung
}}}
S
dV z y x f ) , , ( , jika f(x,y,z) = xz . S adalah benda pejal yang
dibatasi silinder paraboloid 4
2
= + z x , bidang x + y =4, y = x, x = 0, y =
0. !

3. Hitung volume benda pejal dibawah bidang y + z = 4 dan dibatasi
silinder paraboloid
2
x y = ,
2
2 x y = , bidang-bidang x = 0 dan z = 0 !

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
106

Kerjakan soal-soal berikut ini!
1. Hitung volume benda pejal di bawah permukaan paraboloid
2
4 y z =
dibatasi
2
y x = , x + y = 2, z = 0, x = 0 !
2. Hitung isi benda yang dibatasi bidang z = 0, permukaan 2
2 2
+ + = y x z
dan tabung 4
2 2
= + y x !























Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
107


BAB V
PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE II

Bentuk :

Persamaan karakteristik diperoleh :

dimana ; dan y= 1
Pemecahan persamaan diferensial orde kedua tergantung pada akar-akar
persamaan karakteristiknya. Apabila :
Kedua akarnya riil dan berbeda, dimana m = m
1
dan m = m
2

Maka solusinya :
Contoh : Pecahkan persamaan differensial orde kedua berikut

Pada persamaan differensial di atas, persamaan karakteristiknya menjadi
. Sehingga akar-akarnya berbentuk
dimana dan . Dengan demikian solusi
untuk persamaan adalah
Pembuktian :

Jika f(x) = 0, maka persamaannya :

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
108

Misalkan y =u dan y =v (u dan v fungsi dari x), sehingga berdasarkan
persamaan di atas diperoleh
dan
Dengan menggabungkan keduanya, maka

Dari persamaan di atas, diketahui bahwa dan

Sehingga persamaan di atas juga dapat ditulis

Pada persamaan , jika a =0, maka diperoleh
persamaan orde pertama , yaitu dengan
Dengan pemisahan variabel :

Jadi :
(karena e
c
konstan)
Jika -k dinyatakan dengan m, maka persamaan di atas dapat ditulis
. Dengan melakukan substitusi ke bentuk persamaan
differensial orde kedua dimana dan , diperoleh
. Jika kedua ruas dibagi dengan ,
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
109

maka . Bentuk persamaan kuadrat ini memberikan dua
akar m =m
1
dan m =m
2
, sehingga diperoleh dua pemecahan bagi
persamaan semmula yaitu dan . Dengan demikian,
pemecahan untuk persamaan differensial orde kedua yang berbentuk
adalah
m =m
1
atau m =m
2

Maka solusinya :
Contoh : Pecahkan persamaan differensial orde kedua berikut

Pada persamaan differensial di atas, persamaan karakteristiknya
menjadi . Sehingga akar-akarnya berbentuk
dimana (dua kali). Dengan demikian solusi
untuk persamaan adalah
Pembuktian :
Jika akar - akarnya m =m
1
=m
2
, maka pemecahan persamaan
adalah dan . Akan tetapi,
karena setiap persamaan differensial orde kedua selalu memberikan
memuat konstanta kedua tersebut, yaitu . Sehingga
pemecahan untuk persamaan akan menjadi


Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
110

m = j
Maka solusinya :
Contoh : Pecahkan persamaan differensial orde kedua berikut

Pada persamaan differensial di atas, persamaan karakteristiknya
menjadi . Sehingga nilai akar-akarnya :

Dari akar-akar di atas diketahui bahwa dan . Dengan
demikian solusi untuk persamaan adalah
Pembuktian :
Jika akar - akarnya kompleks , yaitu dan
, maka pemecahan persamaan
adalah :

Ingat bahwa:

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
111

Maka :
dengan:
A =(C+D)
B =j(C-D)
Untuk persamaan yang memiliki bentuk , perhatikan
persamaan . Jika b =0, maka :

Bentuk persamaan di atas dapat ditulis sebagai , yang
mencakup kedua kemungkinan koefisien y (positif atau negatif). Solusi
untuk persamaan ini adalah :
1. Jika , maka
Berdasarkan persamaan di atas, maka . Bentuk ini
serupa dengan dimana = 0 dan = n. Dengan
demikian solusi untuk persamaan yang memiliki bentuk
adalah
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
112

Contoh : Pecahkan persamaan differensial orde kedua berikut

Pada persamaan di atas diketahui bahwa n =16, sehingga

2. Jika , maka
Berdasarkan persamaan di atas, maka , sehingga
. Ingat bahwa :

Jika kedua persamaan tersebut dijumlahkan, maka diperoleh

Jika kedua persamaan tersebut dikurangkan, maka diperoleh

Dengan demikian, dapat ditulis sebagai

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
113

Contoh : Pecahkan persamaan differensial orde kedua berikut

Pada persamaan di atas diketahui bahwa n =3, sehingga

Pemecahan Lengkap Persamaan Differensial Orde Kedua

Gambar 1.1 Pemecahan Lengkap Persamaan Differensial Orde Kedua




Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
114

Di bawah ini tabel bentuk umum integral khusus.

Contoh :
Pecahkan persamaan differensial
1. Fungsi Komplementer (FK)
Fungsi Komplementer (FK) diperoleh jika . Sehingga
persamaan karakteristiknya adalah :

Dari persamaan di atas diketahui bahwa m
1
=-2 dan m
2
=-3.
Dengan demikian fungsi komplementernya adalah

Integral Khusus (IK)
Perhatikan persamaan pada ruas kanan dan sesuaikan dengan tabel
di atas. Karena ruas kanan berbentuk , maka berdasarkan
tabel di atas untuk integral khusus digunakan bentuk umum
berderajat dua. Jadi, bentuk umum ruas kanan menjadi
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
115



Dengan melakukan substitusi persamaan-persamaan di atas ke dalam
persamaan sebenarnya, diperoleh

Selanjutnya, samakan koefisien-koefisien x yang memiliki pangkat
sama antara ruas kiri dan ruas kanan

Jadi integral khusus-nya adalah
Jawaban sebenarnya untuk persamaan adalah
penjumlahan dari Fungsi Komplementer (FK) dan Integral Khusus

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
116

(IK). Jadi penyelesaian untuk adalah


Persamaan Homogen Orde kedua
Suatu persamaan diferensial orde kedua mempunyai bentuk
Y + a(x)y + a(x)y = k(x)
Dalam pasal ini, kita membuat dua anggapan sederhana : (1) a(x) dan a(x)
adalah konstanta, dan (2) k(x) secara identik adalah nol(kasus homogen).
Jadi tugas awal kita adalah menyelesaikan
Y + ay + ay = 0
Nyatanya, suatu persamaan diferensial linier homogen orde kedua selalu
mempunyai dua penyelesaian fundamental u(x) dan u(x), yang saling
bebas satu sama lain (yakni, fungsi yang satu bukan kelipatan fungsi yang
lainnya). Dari kelinieran operator D + aD + a,
Cu(x) + Cu(x)
Adalah suatu penyelesaian juga. Tambahan pula, dapat ditunjukkan bahwa
setiap penyelesaian mempunyai bentuk ini.
Persamaan pembantu karena D(e) = re, kelihatannya sangat mungkin
bahwa e akan merupakan suatu penyelesaian terhadap persamaan
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
117

diferensial kita untuk suatu pilihan r yang sesuai. Untuk menguji
kemungkinan ini, pertama kali tuliskan persamaan itu dalam bentuk
operator
(1) (D + aD + a) y = 0
Sekarang
(D + aD + a)e = D(e) + aD(e) + ae
= r e + are + ae
= e(r + ar + a)
Ungkapan yang belakangan adalah nol, asal saja
(2) r + ar + a = 0
persamaan (2) disebut persamaan bantu untuk (1) (perhatikan keserupaan
dalam bentuk). Ia berupa suatu persamaan kuadrat biasa dan dapat
diselesaikan dengan pemfaktoran atau jika perlu dengan rumus kuadrat.
Tedapat tiga kasus yang di tinjau, berpadanan terhadap apakah persamaan
pembantu mempunyai dua akar riil berlainan, akar tunggal berulang, atau
akr-akar kompleks saling konjugat.
Teorema A
(Akar-akar riil berlainan). Jika r dan r berlainan, akar-akar riil
persamaan pembantu, maka penyelesaian umum y + ay + ay = 0
Y = Ce + Ce

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
118

Teorema B
( Akar berulang). Jika persamaan bantu mempunyai akar tunggal
berulang r, maka penyelesaian umum terhadap y + ay + ay = 0
Y = Ce + Cxe
Teorema C
(Akar-akar kompleks saling konjugat). Jika persamaan pembantu
mempunyai akar-akar kompleks saling konjugat i, maka
penyelesaian umum terhadap y + ay + ay = 0 adalah
Y = Ce cos x + C e sin x
Persamaan orde lebih tinggi semua yang telah kita lakukan
meluas ke persamaan linier homogen orde lebih-tinggi dengan koefesien
konstanta. Untuk menyelesaikan
y + ay + ...... + ay + ay = 0
tentukan akar-akar persamaan pembantu
r + ar + ...... + ar + a = 0
dan buat generalisasi dari kasus orde kedua dengan jelas. Misalnya, jika
persamaan bantu adalah
(r - r) (r- r)[r ( + i)][r ( - i)] = 0
Maka penyelesaian umum terhadap persamaan diferensial ini adalah
Y = Ce + (C + Cx + Cx)e + e[C cos x + C sin x]
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
119

Persamaan Tak Homogen
Perhatikan persamaan linier tak homogen umum dengan koefesien konstan
Y + ay + ...... ay + ay = k(x)
Penyelesaian persamaaan ini dapat direduksi atas tiga langkah.
1. Tentukan penyelesaian umum
y = Cu(x) + Cu(x) + ....... Cu(x)
terhadap persamaan homogen seperti di jelaskan dalam pasal sebelum
ini
2. Tentukan suatu jawab khusus y terhadap persamaan tak homogen
tersebut.
3. Tambahkan penyelesaian-penyelesaian dari langkah 1 dan 2. Kita
nyatakan hasilnya sebagai suatu teorema formal.
Teorema A
Jika y suatu penyelesaian khusus sebarang terhadap persamaan tak
homogen
(*) L(y) = (D + aD + ....... + aD + a)y = k(x)



Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
120

Dan Jika y adalah penyelesaian umum terhadap persamaan homogen
yang berpadanan, maka
Y = y + y
Adalah penyelesaian umum dari(*).
Metode koefesien tak tentu perhatikan persamaaan
Y + ay + ay = k(x)
Ternyata bahwa fungsi k(x) yang paling mungkin muncul dalam penerapan
berupa polinom, eksponen, sinus, dan kosinus. Untuk fungsi-fungsi ini, kita
ditawarkan suatu prosedur penentuan y berdasarkan penyelesaian coba-
coba.
Jika k(x) = Coba y =
bx + ...... bx + bbe b cos x + c
sin x
BX + ....... Bx + B Be B cos x
+ C sin x
Perubahan. Jika salah satu bentuk dari k(x) adalah suatu pnyelesaian
terhadap persamaan homogen, kalikan penyelesaian coba-coba dengan x
(atau mungkin dengan suatu pangkat dari x yang lebih tinggi).
Untuk mengilustrasikan tabel ini, kami sarankan penyelesaian coba-coba y
yang cocok dalam enam kasus. Tiga kasus pertama adalah langsung; tiga
ksus terakhir diubah karena suatu suku pada ruas kanan persamaan
diferensial ada pada penyelesaian terhadap persamaan homogen.
1. Y 3y - 4y = 3x + 2 y = Bx + Bx + B
2. Y 3y 4y = e Y = Be
3. Y + 4y = 2 sin x y = B cos x + C sin x
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
121

4. Y + 2y = 3x + 2 y = Bx + Bx + Bx
(2 adalah suatu penyelesaian terhadap persamaan homogen)
5. Y 3y 4y = e y = Bxe
(e adalah suatu penyelesaian terhadap persamaan homogen)
6. Y + 4y = sin 2x y = Bx cos 2x + Cx sin 2x
(sin 2x adalah suatu penyelesaian terhadap persamaan
homogen)
Metode variasi parameter metode yang lebih umum
daripada metode koefesien tak tentu adalah metode variasi parameter. Jika
u(x) dan u(x) adalah penyelesaian bebas tergadap persamaan homogen,
maka dapat diperlihatkan bahwa terdapat suatu penyelesaian khusus
terhadap persamaan tak homogen yang berbentuk
y = v(x)u(x) + v(x)u(x)
dimana
vu + vu = 0
vu + vu = k(x).



Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
122

Penerapan Persamaan Orde Kedua
Banyak masalah dalam fisika menuju ke persamaan diferensial orde
kedua. Menggeneralisasi suatu penerapan terdahulu terhadap rangkaian
listrik. Rangkaian listrik perhatikan suatu rangkaian (gambar 4) dengan
sebuah tahanan (R ohm) sebuah kumparan (L henry), dan sebuah kapasitor
(C farad) dalam rangkaian deret dengan sebuah sumber gaya elektromotif
uang menyediakan E(t) volt. Ciri baru dibandingkan terhadap rangkaian dari
pasal 18.1 adalah adanya sebuah kapasitas (juga disebut kondensor). Hukum
kirchoff dalam situasi ini menyatakan bahwa muatan Q pada kapasitor, yang
diukur dalam coulomb, memenuhi

Gambar 1.2 : RAngkaian RLC
(1) L dQ + R dQ + 1 Q = E(t)
dt dt C
Arus I = dQ/dt, diukur dalam ampere, memenuhi persamaan yang diperoleh
dengan pendiferensiallan persamaan (1) terhadap t; yakni
(2) L dI + R dI + 1 I = E(t)
dt dt C
tiap-tiap persamaan ini dapat diselesaikan dengan memakai metode pada
pasal 18.2 dan 18.3
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
123

BAB VI
FUNGSI GAMMA DAN BETA
1.1. Definisi Fungsi Gamma
Secara umum fungsi gamma didefinisikan sebagai integral tak
wajar dengan bentuk umum sebagai berikut.
()


()


1.2. Sifat-sifat Fungsi Gamma
Berikut adalah sifat-sifat yang dimiliki fungsi gamma:

a. () ( ) ( )
Bukti
()


Dengan menggunakan integral parsial, maka :
()

( )

) ( )


( )[( )]
() ( ) ( )
Jadi () ( ) , untuk x bilangan bulat positif
b. ( ) ()
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
124

Sifat ini dapat dibuktikan dengan cara yang sama pada sifat (a),
yaitu:
( )


()
( ) ()
c. ()
Bukti
()

[(

)


()

d. ()
()


Untuk 1 x 2, bisa menggunakan tabel fungsi gamma
berikut:
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
125

X ()
1,0 1,0000
1,1 0,9514
1,2 0,9182
1,3 0,9875
1,4 0,8873
1,5 0,8862
1,6 0,8935
1,7 0,9086
1,8 0,9314
1,9 0,9618
2,0 1,0000

Gambar 1. Tabel Fungsi Gamma Untuk 1 x 2

e. ( ) () ( ) ( )( )
Bukti
Berdasarkan sifat (b) => ( ) ()
Karena () ( )( ), ( ) ( )( ),
( ) ( )( ) dan seterusnya sampai ( (
)) ( )( ) yang diperoleh melalui reduksi sifat (b), maka
:
( ) () ( ) ( )( )

f. ( )
Sifat tersebut merupakan ciri utama dari fungsi gamma. Jelas
bahwa sifat tersebut merupakan hasil reduksi dari sifat (e).
Jika dipilih
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
126

maka,
( ) ( )( )( ) ( ( )( ( ))
( )( )( ) ()()

( )
Dengan memeriksa sifat/definisi dari notasi faktorial (!), maka x
haruslah bilangan bulat positif. Jadi, sifat ini hanya berlaku untuk

.
Kemudian, untuk x yang nilai faktorialnya akan sulit dihitung.
Dengan menggunakan rumus trirling, yaitu :


Kita dapat mengetahui bahwa
( )



Dengan menggunakan pendekatan Gauss fungsi gamma yaitu
x!, dapat dihitung.

( ) ( )
( ) ( )


Untuk nilai k yang membesar sampai apapun, hasilnya akan
tetap sama yaitu n!. Sehingga, persamaan di atas dapat ditulis

( ) ( )
( ) ( )


()
()()


Sebab (n+k)! = (k+n)!, maka
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
127

()
()()()

()()()
()()()

()()()
].

()()()



Pertama, Kita akan mencari nilai dari

()()()

( )( ) ( )

)

Karena

( )( ) ( )

)
=()()()() ()
=
Karena

()()()

,
maka

( )( ) ( )
]

()()()

( )
Jadi, ( )

( )


g. ()
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
128

Untuk x = 0, maka
()
( )

()



() diskontinu di x = 0, sehingga juga diskontinu di x = -1,-2,-3... -n
(n bulat negatif).
()

()

()


+
()

()

()


-

Gambar 2. Grafik Fungsi Gamma.

1.3. Contoh Soal
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
129

1. Tentukan nilai dari
a.
()
()

b.


c.


Jawab
a.
()
()

()
()


b.



Jadi,

()

c.


Misal,

()


Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
130

2. dx x
3
x -
0
e
}


misalkan

= y
x = y
3

dx = 3 y
2
dy


= 3 (

)
= 3x


3. Hitunglah
a.


b.


Penyelesaian
a.

= ()
() ( )
= ( )
=
= 4X3X2X1
= 24
b.


Misalkan z = 3x
dz = 3 dx
dx =


Jadi

= (


Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
131

= (

()
=



4. Hitunglah
a. (

)
b. (

)
Penyelesaian
a. (

) = (

) (

)
= (

) (

) (

)
= (

) (

) (

) (

) (

) (

) (

)
=

)
=


b. (

) =

)
= (

)
5. Hitunglah ()


Penyelesaian
()

= (


Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
132

= (


= ()
() = ( )
= 4!
= 4X3X2X1
= 20



FUNGSI BETA
2.1. Definisi Fungsi Beta
Fungsi Beta sering disimbolkan dengan (x,y). Bentuk umum
fungsi beta adalah
( )

( )


dimana ( ) konvergen untuk
2.2. Sifat Fungsi Beta
Sifat fungsi beta adalah simetris, yaitu:
( ) ( )
Bukti
( )

( )


Dengan menggunakan transformasi , maka diperoleh :
( ) ( )

()

( )


( ) ( )
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
133

2.3. Hubungan Fungsi Gamma dan Fungsi Beta
Hubungan fungsi gamma dan fungsi beta adalah bahwa fungsi
beta dapat dinyatakan dalam fungsi gamma. Persamaanya adalah
sebagai berikut:
( )
()()
()


Untuk , yang merupakan syarat agar () ()
konvergen. Persamaan di atas dapat ditunjukkan transformasi kordat
polar

2.4. Bentuk Integral yang dapat dinyatakan dalam Gamma dan Beta
Berikut adalah integral spesial yang dinyatakan dalam fungsi
gamma dan fungsi beta :
(

)(

( )

(
()()
()
)


Bukti :
( )

( )


((

)(

( ) (

)(



a.


()( ) ( )

2.5. Contoh Soal
1. Tentukan nilai dari :
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
134

a.
()
()

b.

( )


Jawab:
a.
()
()

()()
()
()()
()



b.

( )

( )

( )

()

()()
()



2.
(


Misalkan


( )

( )



3. Hitunglah

( )


Penyelesaian

( )

= ()
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
135

=
()()
()

=



4. Hitunglah


Penyelesaian
Misalkan


dx = 5



( )


dy =

( )

dy

50 (

)(

)
()

= 25
5. Hitunglah

( )


Penyelesaian

( )


misalkan = y
x =


dx = 2y dy

( )

( )


() =
()()
()

=


Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
136

=





























Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
137

KESIMPULAN

1. Sifat-sifat Fungsi Gamma
Berikut adalah sifat-sifat yang dimiliki fungsi gamma:
a. () ( ) ( )
b. ( ) ()
c. ()
d. ()
()


e. ( ) () ( ) ( )( )
f. ( )
2. Sifat Fungsi Beta
Sifat fungsi beta adalah simetris, yaitu:
( ) ( )
3. Hubungan Fungsi Gamma dan Fungsi Beta
( )
()()
()

Untuk , yang merupakan syarat agar () ()
konvergen.
4. Bentuk Integral yang dapat dinyatakan dalam Gamma dan Beta
Berikut adalah integral spesial yang dinyatakan dalam fungsi
gamma dan fungsi beta :
(

)(

( )

(
()()
()
)






Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
138

BAB VII
DERET TAK TERHINGGA
11.1 Barisan Takterhingga
Istilah barisan adalah susunan bilangan yang terurut sesuai dengan
urutan bilangan asli. Tepatnya suatu barisan takterhingga adalah sebuah
fungsi yang daerah asalnya adalah himpunan bilangan asli.
Misal : a
1
,a
2
,a
3
,a
4
,...
Suatu barisan dapat didefinisikan dengan memberikan suku awal
yang cukup untuk membentuk suatu pola, seperti pada barisan berikut :
1,4,7,10,13,...
Dengan rumus eksplisit untuk suku ke-n, seperti pada rumus berikut :
a
n
=3
n
2 n 1
atau oleh rumus rekursi :
a
n
=a
n-1
+3 n 2, a
1
=1
Perhatikan bahwa ketiga rumusan di atas melukiskan barisan yang sama.
Di bawah ini ada empat rumus eksplisit berbagai barisan dan beberapa
suku pertamanya.
(1) a
n
=1 -


(2) b
n
=1 +(-1)
n

, n 1 : 0,


(3) c
n
=(-1)
n
+

, n 1 : 0,


(4) d
n
=0,999, n 1 : 0,999, 0,999, 0,999, 0,999

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
139

KEKONVERGENAN Perhatikan keempat barisan di atas. Nilai suku-suku
dalam tiap barisan tersebut semakin mendekati 1(lihat diagram dalam
Gambar 1). Tetapi apakah mereka semua kenvergen menuju 1? Jawaban
yang benar adalah bahwa {an} dan {bn} konvergen menuju 1, sedangkan
{cn} dan {dn} tidak demikian.
Agar suatu barisan konvergen menuju 1, syaratnya yang pertama
ialah nahwa nilai-nilai barisan itu harus mendekati 1. Tetapi tidak hanya
harus mendekati 1, nilai-nilai tersebut harus berdekatan, yang tidak
dipenuhi oleh {cn}.





CONTOH 1 : Buktikan, bahwa untuk P positif bulat (asli), maka

=0
Pembuktian ini hampir jelas dari penyelesaian sebelumnya, tetapi disini
akan kami berikan pembuktian formalnya.
Diketahui > 0. Pililah N >

maka untuk n N berlakulah


|a
n
L| =|

- 0| =

=


Definisi :
Barisan {a
n
} dinamakan konvergen menuju L atau berlimit L dan ditulis
sebagai berikut :

= L
Apabila untuk tiap bilangan positif , ada bilangan positif N sehingga
untuk
n N

|a
n
L|
Suatu barisan yang tidak konvergen ke suatu bilangan L yang terhingga
dinamakan divergen
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
140

Teorama-teorama mengenai limit yang anda kenal, berlaku pula untuk
barisan. Di bawah ini kita sajikan sifat limit-limit itu (tanpa pembuktian).








CONTOH 2 Tentukan limit dari :




Penyelesaian
Untuk melihat apa yang terjadi dengan suatu hasil bagi dua suku
banyak dalam n apabila n membesar , kita bagi pembilang dan penyebut
dengan pangkat n yang terbesar yang ada dalam penyebut.

)

=

[ (

)]

=


Teorama A
Andaikan {

} dan {

} barisan-barisan yang konvergen dan k sebuah


konstanta . maka :
1.

k =k ;
2.

=k



;
3.



) =

;
4.



) =

asalkan



0.
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
141

Oleh karena limit dalam contoh diatas adalah sederhana, biasanya kita
dapat melampaui berbagai langkah dan langsung menuju ke langkah akhir.
11.2 Deret Takterhingga
Zeno dari Elea mengatakan dalam suatu paradoks terkenal kira-kira
2400 tahun yang lalu bahwa seorang pelari tak mungkin dapat mengakhiri
suatu pertandingan sebab ia harus berlari setengan jarak, kemudian
setengah sisa jarak, kemudian setengah jarak yang masih tersisa dan
seterusnya.
Perhatikan jarak pertandingan yang panjangnya 1 mil. Ruas jarak
pikiran Zeno dengan ini oanjangnya

dan seterusya.
Dalam bahasa matematika,


Yang tampaknya tak mungkin. Walaupun demikian kita harus ingat bahwa
jumlah telah didefinisikan. Perhatikan jumlah parsial sebagai berikut :
S
1
=


S
2
=


S
3
=


S
n
=


Jelas jumlah-jumlah parsial ini makin mendekati 1. Tepatnya

) =1
Ini Kita definisikan sebagai nilai jumlah takterhingga itu.

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
142

Perhatikan hal yang lebih umum
a
1
+a
2
+

a
3
+

a
4
+...
Kita singkat sebagai

atau

dan bentuk tersebut kita namakan


deret tak terhingga (atau deret saja ). maka S
n
, yaitu jumlah parsial ke-n
adalah :
S
n
=a
1
+a
2
+

a
3
+... +a
n
=







- Suatu deret yanarg berbentuk

= a +ar +ar
2
+ar
3
+. . . .
Dengan a 0 dinamakan deret geometri.
CONTOH 3 Buktikan bahwa suatu deret geometri konvergen dengan
jumlah S = a / (1 r ) apabila | r | < 1. Deret itu divergen apabila | r | 1.
Penyelesaian Andaikan S
n
=a +ar +ar
2
+. . . .+ar
n-1
Apabila r =1 , S
n
=
na , yang melampaui tiap bilangan yang diketahui jika n bertambah tanpa
terbatas , jadi {S
n
} divergen apabila r 1 , kita dapat menulis
S
n
rS
n
=(a +ar +. . . +ar
n-1
) (ar +ar
2
+. . . +ar
n
) =a ar
n

Sehinga
Definisi
Deret takterhingga

konvergen dan mempunyai jumlah S, apabila


barisan jumlah-jumlah parsial {s
n
} konvergen menuju s. Apabila {s
n
}
divergen , maka deret divergen . Sesuatu deret yang divergen tidak
memiliki jumlah.



Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
143

Apabila | r | < 1, maka



= 0 (pasal 11.1, Contoh 5) sehingga
S =

S
n
=



Apabila | r | > 1 atau r = 1, barisan {r
n
} divergen ,sehingga {S
n
} juga
divergen .
CONTOH 4 Gunakan hasil Contoh 1, untuk menentukan jumlah deret
geometri berikut .
a)


b)



Penyelesaian
a) S =

2
b) S







Bukti Andaikan S
n
jumlah parsial ke-n dan S =

. Oleh karena

,maka
Teorema A
( Uji Kedivergenan dengan suku ke-n ). Apabila

konvergen ,
maka

= 0. Setara dengan pernyataan ini ialah bahwa apabila

= 0 (atau apabila

tidak ada) maka deret divergen.


Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
144

=S S =0
CONTOH 5 Buktikan bahwa

divergen.


Menurut Teorema A, deret divergen.
11.3 Deret Positif : Uji I ntegral
Diperkenalkan beberapa hal yang sangat penting yang umumnya di
gambarkan untuk dua jenis deret yang sangat khusus, yakni deret geonetrik
dan deret kolapa. Kedua deret ini dapat digunukan untuk memberikan
rumus-rumus eksak untuk jumlah parsial S
n
, suatu yang jarang dapat
dilakukan untuk hampir semua jenis deret yang lain.









PENTING UNTUK DIINGAT
adalah sebuah barisan.

, . . . .
adalah sebuah deret.


adalah jumlah parsial ke-n dari deret .


adalah barisan jumlah parsial dari deret. Deret konvergen jika dan hanya
jika S=


berlaku dan terhingga, dalam hal mana S disebut jumlah deret
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
145

J UMLAH PARSIAL YANG TERBATAS Salah satu hasil dapat
dijabarkan langsung dari Teorema Barisan Monoton



Bukti Andaikan

+. . .

. Oleh karena

0, maka

; jadi {

} adalah barisan yang tidak turun menurut Teorema 11.1D,


barisan {

} , akan konvergen , apabila ada bilangan sehingga


untuk semua n. Apabila tidak,

akan melampaui tiap bilangan dan hal ini,


{

} divergen .

DERET DAN I NTEGRALs TAK WAJ AR Kelakuan deret ()

dan
integral tak wajar ()

dx mengenai kekonvergenan ,serupa sehingga


kita dapat menjadikannya sebagai pengujicoba yang ampuh.








Teorema A
(Uji Jumlah Terbatas ). Suatu deret

yang sukunya tak negatif


,adalah konvergen, jika dan hanya jika jumlah parsialnya terbatas di atas.
Teorema B
(Uji Integral). Andaikan f suatu fungsi yang kontinu ,positif dan tidak
naik pada selang [1,]. Andaikan

= f(k) untuk semua k positif bulat.


Maka tak terhingga


Konvergen, jika dan hanya jika integral tak wajar ()


konvergen
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
146

CONTOH 6 Periksa apakah deret

konvergen atau divergen .


Penyelesaian Hipotesis dalam Uji Integral dipenuhin untuk f(x) =1/(x ln
x) pada [2,). Intervalnya bukan [1,) menurut
catatan yang diberikan pada Teorema B. Sekarang,

dx =

d (ln x) =

[ ]


=
Jadi, () divergen.
11.4 Deret Positif : Uji-uji Lainnya
Kita telah menganalisis secara tuntas kekonverganan dan kedivergenan dua
deret yaitu deret geometri dan deret-p. Hasilnya kita ulangi disni.

konvergen apabila divergen untuk | r |


konvergen untuk p > 1; divergen untuk p 1


Deret-deret tersebut dapat digunakan sebagai standar , atau model untuk
menentukan kekonvergenan atau kedivergen deret lain.
Membandingkan Suatu Deretan Dengan Deretan Lain
Sebuah deret yang suku-sukunya kurang dari suku yang seletak dari suatu
deret konvergen seharusnya konvergen ; sebuah deret yang suku-sukunya
lebih besar dari pada suku-suku yang seletak deret divergen seharusnya
divergen. Deret kita ini, dituangkan teorema berikut.



Teorema A
(Uji Banding). Andaikan untuk nN berlaku 0


(i) Jika

konvergen, maka

konvergen .
(ii) Jika

divergen ,maka

divergen
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
147






CONTOH 7 Tentukan apakah deret-deret berikut konvergen atau divergen.
(a)

(b)


Penyelesaian Kita gunakan Uji Banding Limit. Untuk ini kita terlebih
dahulu harus menentukan pembandingan suku ke-n deret ini. Kita harus
memeriksa bentuk suku ke-n untuk n yang besar ; yang dapat kita tentukan
dengan melihat suku-suku derajat tertinggi dalam pembandingan dan
penyebut suku umum. Untuk deret (a), suku umumnya mirip dengan 3/n
2
;
untuk deret (b) ,suku umumnya mirip dengan 1/n.
(a)

=


( )(



)

=1

(b)


=1

Jadi deret pada (a) konvergen dan pada (b) divergen .
MEMBANDI NGKAN SUATU DERETan DENGAN DI RI NYA Untuk
dapat menggunakan Uji coba banding di perlukan wawasan luas tentang
macam-macam deret yang telah diketahui kekonvergenan atau
kedivergenannya.
Teorema B
(Uji Banding Limit). Andaikan

=L
Apabila 0 < L < , maka

dan

bersama-sama akan
konvergen atau divergen . Apabila L = 0 dan

konvergen , maka

konvergen .
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
148








CONTOH 8 Apakah deret

konvergen atau divergen ?


Penyelesaian =

()

=0
Meenurut Uji Hasilbagi deret itu konvergen
11.5 Deret Ganti Tanda , Kekonvergen Multak
Kita teleh membahas deret-deret yang suku-sukunya tidak negatif dalam
dua pasal terakhir. Persyaratan tak negatif ini kita hapus, sehingga dalam
suatu deret suku-sukunya dapat negetif . Khususnya kita memperhatikan
deret-deret yang suku-sukunya berganti-ganti tandanya (alternating series)
yakini , deret yang bentuknya


Suatu deret ganti-tanda dengan a
n
> a
n+1
> 0. Apabila

a
n
= 0, maka
deret konvergen. kesalahan yang dibuat apabila jumlah S diaproksimasi
dengan jumlah n suku pertama S
n
, tidak akan melebihi a
n+1
Teorema C
(Uji Hasilbagi). Andaikan

sebuah deret yang sukunya positif dan


andaikan


=
(i) Jika < 1 deret konvergen.
(ii) Jika > 1 deret divergen
(iii) Jika , pengujian tidak membirikan kepastian.
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
149

Dengan a
n
> 0 untuk semua n . contoh penting adalah deret harmonik
ganti tanda

1



Kita tahu bahwa deret harmonik itu divergen ; kita akan melihat dalam
waktu singkat bahwa deret harmonik ganti tanda itu konvergen.












CONTOH 9 Buktikan bahwa ()

konvergen mutlak.
=

()


Teorema B
(Uji Kekonvergenan Mutlak). Apabila

konvergen maka


konvergen.
Teorema A
(Uji Pembandingan Mutlak) . Andaikan

sebuah deret yang suku-


sukunya tak nol.
Andaikan

=
(i) Jika < 1 ,deret konvergen mutlak (jadi konvergen ).
(ii) Jika > 1 , deret divergen .
(iii) Jika = 1, pengujian ini tidak dapat memberikan kepastian.
Teorema C
(Teorema Penukaran Tempat). Suku-suku suatu deret yang konvergen
mutlak dapat diubah-ubah kedudukannya tanpa mempengaruhi
kekonvergennya atau jumlahnya.
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
150

=

=0
Menurut Uji Hasilbagi Mutlak , deret ini konvergen mutlak (jadi konvergen
juga).
11.6 Deret Pangkat
Hingga saat ini kita telah mempelajari deret-deret yang terdiri atas
konstanta-konstanta yang berbentuk

. dengan

sebuah bilangan.
Sekarang kita akan mempelajari deret fungsi deret yang berbentuk

(x).
Suatu contoh adalah deret


Deret pangkat x

kita anggap sebagai

, juga apabila x = 0). Untuk deret pangkat ini,


kita dapat menjawab dua pertanyaan di atas.
CONTOH 10 Untuk nilai-nilai x manakah deret pangkat

=a +ax +

+
Konvergen dan berapakah jumlahnya.
Penyelesaian Deret tersebut telah kita pelajari dalam pasal 11.2 (pada
saat tersebut kita pakai huruf r untuk c ). Deret itu dinamakan deret
geometri. Deret tersebut konvergen untuk -1 < x < 1 dengan jumlah S(x)
yang memenuhi hubung? Anggap a 0an
S(x) =

, -1 <x <1

Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
151

CONTOH 11 Tentukan himpunan kekonvergen deret

.
Penyelesaian =

|
()

| =

( ) =



Jadi deret konvergen hanya untuk x = 0
11.7 Operasi-operasi pada Deret Pangkat
Dari pasal sebelumnya, kita mengetahui bahwa himpunan
kekonvergen daret pangkat

adalah sebuah selang l . selang ini


adalah asal sebuah fungsi baru S(x),yaitu jumlah deret pangkat itu .
Pertanyaan yang wajar ialah, apakah kita dapat menyusun rumus
sederhana untuk S(x) tersebut. Hal ini telah kita lakukan untuk deret
geometri, yaitu


1 <x <1










Teorema A
Andaikan S(x) adalah jumlah sebuah deret pangkat pada sebuah selang l ;
jadi,
S(x) =


Maka, apabila x ada di dalam l , berlakulah,
(i) S(x) =



(ii) ()


Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
152

CONTOH 12 Gunakan Teorema A untuk deret geometri


Untuk memperoleh rumus-rumus jumlah dua deret baru.
Penyelesaian Apabila diferensialkan suku dmi suku, kita peroleh

()


Sedangkan pengintegralan suku demi suku menghasilkan


Jadi,
( )


Apabila x kita ganti dengan x dan mengalikan ruas kiri dan kanan dengan
-1 , kita peroleh


CONTOH 13 Tentukan deret pangkat yang menggambarkan

.
Penyelesaian Ingat kembali bahwa

dt
Apabila dalam deret geometri untuk 1/(1 x ) , x kiita ganti dengan

,
kita peroleh


Ln( )


Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
153

Sehingga,


Yaitu,



( Dengan menetapkannya dalam batas tertentu , ini juga memenuhi di x =
1 ).

CONTOH 14 Tentukan rumus untuk jumlah deret
S(x) =1


Jadi, s(x) = S(x) untuk semua x. Selanjutnya S(0) = 1. Persamaan
diferensial ini mempunyai jawaban tunggal , yaitu S(x) =

(lihat Pasal
7.5) jadi,







Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
154

11.8 Deret Taylor dan Maclaurin
Pertanyaan yang belum terjawab adalah sebagai berikut; Diketahui
sebuah fungsi f (misalnya atau ln (

). Dapatkah fungsi itu


digambarkan sebagai suatu deret pangkat dari x atau, lebih umu ,dari x a
? jadi adakah bilangan-bilangan

sehingga
F(x) =

( )

( )

( )


Untuk semua x dalam suatu selang sekitar a . Maka,

()
()


J adi, suatu fungsi tidak dapat digambarkan oleh dau deret pangkat dAri
(x a ).











Teorema B
(Teorema Tay;or). Andaikan f sebuah fungsi yang memiliki turunan
dari semua tingkatan dalam suatu selang ( a r , a + r ). Syarat yang prlu
dan cukup agar deret Taylor
F (a) + f(a)(x - a) +

()

(x a )

()

(x a )


Menggembarkan fungsi f pada selang itu, ialah


R
n
(x) = 0
Dengan, R
n
(x) suku-suku dalam Rumus Taylor, yaitu
R
n
(x) =

()
()
()
( )


Dengan c suatu bilangan dalam selang (a r , a + r ) .
Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
155

Bukti kita hanya perlu mengingat kembali Rumus Taylor ( Teorema
10.2A),yaitu
f(x) = f(a) + f(a) (x a) +.........+

()
()

(x a )

(x)
maka jelaslah Teorema Taylor.
Perhatikan bahwa apabila a = 0 ,kita peroleh deret Maclaurin
F(0) + f(0)x +

()

x
2

()


Teorema C
(Deret Binomial) , Untuk tiap bilangan riil p dan |x| < 1 berlaku
(1 + x)

= 1 + (

) x + (


Dengan (

) seperti telah didefenisikan di atas.


Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
156

CONTOH 15 Tuliskan ( 1 x )
-2
sebagai suatu deret maclaurin pada selang
1 < x < 1.

Penyelesaian Dengan menggunakan treorema C , kita peroleh
( 1 +x )
-2
=1 +( - 2 ) x +
( )( )


( )( )( )


=1 2x +3


Sehingga ,
( 1 x )
- 2
=1 +2x +3




Untungnya , urayan tersebut cocok dengan hasil yang diperoleh dalam
contoh 1 , pasal
11. 7 tetapi dengan cara yang berlainan.
CONTOH 16 Hitunglah

hingga 5 angka desimal.


Penyelesaian Menurut Contoh 6, kita peroleh






Kumpulan Materi Kalkulus II | Fakultas Ilkom Universitas Indo Global Mandiri
157

REFERENSI

Purcell,Edwin J dan D. Varberg.1987. Kalkulus dan Geometri Analitis .
Edisi 5.Jilid 1.Jakarta : Bumi Aksara.
Varberg ,Dale dan Edwin J.Purcell, I Nyoman Susila. 2001.Kalkulus jilid 1.
Batam: Interaksara.
Mundit, Armawi K.1984.Anvanced Calculus.Bandung:Armico.

Anonim. Fungsi Invers. http://bebas.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor
Pendamping/Praweda/Matematika/0375%20Mat%201-4e.htm

Anonim. Matriks. http://id.wikipedia.org/wiki/Matriks_(matematika)

Anonim. Invers dan Matriks. http://grid.ui.ac.id/files/manual-
portal/node10.html

Anonim. Mencari Fungsi Invers dan Matriks dengan Maple.
http://ns1.cic.ac.id/~ebook/ebook/adm/myebook/0011.pdf

http://Mysuhadi.blogspot.com
http://itb.ac.id/diktat kalkulus1