Anda di halaman 1dari 1

POSTER ACARA PRAKTIKUM SEDIMENTOLOGI ACARA: FIELDTRIP

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK GEOLOGI LABORATORIUM SEDIMENTOGRAFI POSTER PRAKTIKUM SEDIMENTOLOGI ACARA : FIELDTRIP
SARI
Poster acara fieldtrip ini buat pada daerah piyungan, wonosari Yogyakarta. Pada daerah Piyungan ini kami mengukur ketebalan batuan yang relatif datar dengan tinggi kurang lebih 15 meter. Litologi penyusun daerah ini adalah batupasir, batulanau, batulempung dan breksi. Struktur sedimen yang ada pada daerah ini adalah struktur sedimen Gradasi dan laminasi yang saya intrepretasikan akibat adanya arus turbidit Dapat di interpretasi pula lingkungan pengendapan daerah ini adalah Marine Fan

DASAR TEORI
Gradded Interval (Ta) Merupakan perlapisan bersusun dan bagian terbawah dari urut-urutan ini, bertekstur pasir kadang-kadang sampai kerikilatau kerakal. Struktur perlapisan ini menjadi tidak jelas atau hilang sama sekali apabila batupasir penyusun ini terpilah baik. Tanda-tanda struktur lainnya tidak tampak. Lower Interval of Parallel Lamination (Tb) Merupakan perselingan antara batupasir dengan serpih atau batulempung, kontak dengan interval dibawahnya umumnya secara berangsur. Interval of Current Ripple Lamination (Tc) Merupakan struktur perlapisan bergelombang dan konvolut. Ketebalannya berkisar antara 520 cm, mempunyai besar butir yang lebih halus daripada kedua interval dibawahnya. (Interval Tb). Upper Interval of Parallel Lamination (Td) Merupakan lapisan sejajar, besar butir berkisar dari pasir sangat halus sampai lempung lanauan. Interval paralel laminasi bagian atas, tersusun perselingan antarabatupasir halus dan lempung, kadang-kadang lempung pasirannya berkurang ke arah atas. Bidang sentuh sangat jelas. Pelitic Interval (Te) Merupakan susunan batuan bersifat lempungan dan tidak menunjukan struktur yang jelas ke arah tegak, material pasiran berkurang, ukuran besar butir makin halus, cangkang foraminifera makin sering ditemukan. Bidang sentuh dengan interval di bawahnya berangsur. Diatas lapisan ini sering ditemukan lapisan yang bersifat lempung napalan atau yang disebut lempung pelagik.

INTERPRETASI
Dari hasil pengambaran log sedimen pada daerah Piyungan, litologi penyusun daerah ini adalah batupasir, batulanau, batulempung dan breksi. struktur sedimen yang terdapat pada daerah Piyungan ini adalah Perselingan antara batupasir dengan batulanau ataupun batulempung selain itu juga terdapat gradasi baik itu terbalik maupun normal namun yang dominan adalah struktur fining upward dan perselingan serta laminasi. Menurut data log yang telah dibuat serta pengamatan litologi dan struktur dapat ditarik interpretasi bahwa daerah inin merupakan daerah yang diakibatkan oleh arus turbidit yaitu arus yang bergerak karena adanya gaya gravitasi dan slope sehingga kejadian arus ini berada di daerah laut dalam. Aliran arus turbid diawali dengan adanya material yang kandungan airnya sangat jenuh, kemudian dengan adanya gaya gravitasi meluncur menuruni lereng dengan arus awal yang berjenis arus turbulen dan pada arus akhir berjenis arus suspensi. Sedangkan hubungan antara hasil pengamatan dengan sekuen Bouma adalah terdapat struktur sedimen berupa peselingan antara batupasir dengan batulanau atau batulempung yang merupakan ciri ciri dari sekuen Bouma Tb. Selain itu pada perlapisan daerah Piyungan juga terdapat laminasi anatara batulempug dan batulanau yang merupakan ciri - ciri dari sekuen bouma bagian Td. Lingkungan pengendapan daerah ini sudah pasti berada pada lingkungan laut dalam dikarenakan tidak adanya lapisan yang mengandung karbonat. selain itu adanya arus turbidit yang merupakan pembawa material sedimen sampai kedasar laut lebih tepatnya marine fan

MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud : Acara fieldtrip log batuan sedimen dilaksanakan dengan maksud agar mahasiswa dapat menyajikan data batuan sedimen secara berurutan lengkap dengan aspek - aspek yang ada pada suatu singkapan. Tujuan : Acara ini dilakukan dengan tujuan agar mahasiswa dapat membuat log batuan sedimen lengkap dengan aspek - aspek batuan sedimen pada suatu singkapan dan membuat korelasi diantara log batuan sedimen lain yang memungkinkan untuk dilakukan korelasi. model sekuen yang terbentuk Pergerakan arus turbidit dan karena arus turbit proses pengendapannya Arus turbid adalah arus gravitasi yang dalam alirannya tidak seperti debris flow, alirannya bukan berupa aliran massa yang kandungan materialnya berbeda jauh, jika arus turbit masih sangat jenuh air, sedangkan pada aliran debris adalah aliran yang bermassa jenis besar. Sehingga dengan kata lain arus turbid adalah aliran arus air keruh (suspensi). Arus turbid ini merupakan arus yang disebabkan oleh adanya gaya dari gravitasi yang menggerakkan aliran yang longsor pada daerah slope di laut, sehingga kejadian arus ini berada di daerah laut dalam. Aliran arus turbid diawali dengan adanya material yang kandungan airnya sangat jenuh, kemudian dengan adanya gaya gravitasi meluncur menuruni lereng dengan arus awal yang berjenis arus turbulen dan pada arus akhir berjenis arus suspensi. Karena adanya pengaruh tersebut sedimen akan terpilah - pilah sehingga sedimen yang berukuran lebih besar akan cendrung berada pada bagian bawah arus dan sedimen yang berukuran halus akan berada pada bagian diatas, sehingga berpengaruh pada lapisan batuannya yang cendrung bergraxdasi normal dan perselingan antara batupasir dan batulempung atau batulanau. Untuk mempelajari tentang endapan sedimen karena arus turbidit kita berpatokan pada sekuen Bouma.

DISUSUN OLEH : WAHYU FIRDAUS MAULIDDAN (11/313018/TK/37759) ASISTEN PENDAMPING: WINDA KURNIAWATI YOGYAKARTA DESEMBER 2012

Lingkungan Pengendapan

METODE PENELITIAN
1. Membaca data sekunder dari peneliti pendahulu untuk mengetahui gambaran kondisi geologi daerah penelitian. 2. Pengamatan langsung dengan mendatangi daerah penelitian 3. Melakukan measured section menggunakan tongkat Jacob dan mistar 4. Mencatat semua informasi yang diperoleh kemudian melakukan interprestasi data.

Arus turbidit terjadi karena adanya gravitasi dan adanya slope. Sehingga akibat dari pengaruh dari 2 faktor tersebut sedimen dapat bergerak menurunin slope dengan model longsoran. kemudian terendapakan pada daerah laut dalam atau marine fan

INTERPRETASI

Data MS kelompok 5 Skala 1 : 10

Satuan perlapisan berulang batupasir sangat halus ke batupasir sedang bergradasi normal dengan ketebalan satuan 350 cm, litologi tersusun atas : 1. Batupasir, dengan warna lapuk coklat muda, warna segar coklat tua, ukuran butir pasir sangat halus hingga sedang, sortasi baik, kemas matrix supported, struktur perlapisan berulang gradasi normal, komposisi material non karbonatan.

FASIES BREKSI-BATUPASIR KERIKILAN


. . . .. .. . . . . . .. .. .. . . . . . . . . . .. .. .. . . . .. .. . . .. .. . . . .. . . . . .. .. . . . . . .. .. . . . .. .. .. . . . . .. .. .. . . . . . . .. .. .. . . . . . . .. .. .. . . . . . . . . .. .. .. . . . . . . .. .. .. . . . . . . .. .. .. . . . . . . . .. ... . . . ... . . .. .. . . . . . . . ... . . .. .. . . . . . . . ..

Gambar sebelah kanan menjelaskan bagaimana terbentuknya endapan yang hasil oleh 2 arus yaitu debris flow dan turbidit. a.jika endapan sedimen bergerak dengan cara laminar maka endapanya laminar dan struktur sedimen yang dihasilkan adalah struktur gradasi menghalus keatas b. Jika sedimen bergerak dengan cara turbulen dan deposisinya laminar maka hasilnya akan gradasi terbalik atau mengkasar keatas c. Jika sedimen bergerak dengan laminar kemudian deposisinya memicu turbulen maka endapannya akan memiliki struktur yag berstruktur bergradasi normal d. jika sedimen bergerak dengan arus turbulen dan deposisinya turbulen maka struktur sedimen akan gradasi normal letak perbedaannya arus turbidit dengan debris terletak pada hasil deposisinya

UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK GEOLOGI LABORATORIUM SEDIMENTOGRAFI Korelasi Stratigrafi Kav. 1 - 13 Tanpa Skala Lokasi : Kec. Piyungan, Kab. Bantul, DIY Tanggal : 8 Desember 2012 Diukur oleh Mahasiswa JTGL angkatan 2011

. . . . . . . .

FASIES BATUPASIR SISIPAN BATULANAU

Satuan perlapisan berulang batulanau ke batupasir sedang bergradasi normal dengan ketebalan satuan 15 cm, satuan ini tersusun atas litologi: 1. Batulanau, dengan warna lapuk coklat, warna segar hitam, ukuran butir lanau, struktur perlapisan berulang gradasi normal. 2. Batupasir, dengan warna lapuk coklat muda, warna segar coklat tua, ukuran butir pasir sedang, sortasi baik, kemas matrix supported, struktur perlapisan berulang gradasi normal, komposisi material non karbonatan. Satuan perlapisan berulang batulanau dan batupasir halus hingga sedang dengan ketebalan satuan 150 cm, satuan ini tersusun atas litologi : 1. Batulanau, dengan warna lapuk coklat, warna segar hitam, ukuran butir lanau, struktur masif, komposisi material non karbonatan. 2. Batupasir, dengan warna lapuk coklat muda, warna segar coklat tua, ukuran butir pasir halus hingga sedang, sortasi baik, kemas matrix supported, struktur masif, komposisi material non karbonatan.

. . . . . . . .

. .

. . . .

KESIMPULAN

FASIES PERSELINGAN BATUPASIR DENGAN BATULANAU C

. . . . . . . . . . . . . . .. .. -. .-. --. . -. -. - -. .- . -- -. -. -. . . . . . . . . . .. . . - - -. -. ---... . ---. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . -. .. . --. -. . . . V. V . . -- -. .-. . . - . -.-. -. -. . . . - . - . . - . . . . . . . . . . . . I - II -I -. . . .. . . ---

Gambar pada sebelah kanan ini menjelaskan tentang model sedimen hasil dari proses arus turbidit serta hubungannya dengan sekuen. A. merupakan shelf B1. merupakan Upper slope B2. merupakan Lower Slop C1. merupakan MiddleFan C2. merupakan Outer Fan D. merupakan Basin Plain

KEY BED MARKER: BATUPASIR BERGRADASI NORMAL B KETEBALAN 2-5 M

FASIES BREKSI

V V V

V V V

V V V V V V V V V V V V

1. Daerah fieldrip memiliki litologi berupa batupasir tufan, batulanau, batulempung dan batupasir kerikil 2. Struktur sedimen yang berkembang pada daerah ini adalah Fiding Upward, laminasi, peselingan batupasir-batulanau, dan perselingan batupasir lempung serta gradasi normal dan gradasi terbalik 3. Arus yang membawa sedimen ini adalah arus turbidit 4. Lingkungan pengendapan daerah ini adalah submerine fan tepatnya Basin plain middle fan

LP 11
V

V V V

Satuan perlapisan batupasir sedang ke batupasir sangat kasar kerikilan bergradasi normal dengan ketebalan satuan 320 cm yang terdiri dari litologi : 1. Batupasir, dengan warna lapuk coklat muda, warna segar coklat tua, ukuran butir pasir sedang hingga sangat kasar, sortasi buruk, kemas grain supported, struktur perlapisan gradasi normal dan di bagian atas terdapat laminasi tips, komposisi kuarsa, litik, feldspar limonit dan material non karbonatan.

V V V V V V V V V V V V V

FASIES PERSELINGAN BATUPASIRBATULANAU A

FASIES PERSELINGAN BATUPASIR-BATULANAU B

LP 7 LP 4 LP 9 LP 1 LP 5 LP 2
FASIES BATUPASIR GRADASI NORMAL A

LP 10 LP 8 LP 12

DAFTAR PUSTAKA
Boggs,Sam Jr.,2006,Principles of Sedimentology and Stratigraphy,4th Edition,Pearson Prentice Hall,New Jersey. Van Bemmelen, R.W., 1949, The Geology of Indonesia, Vol. 1 A, Government Printing Office, The Hauge, Amsterdam. Tucker, Maurice E, 2003, Sedimentary Roks in Field, United Kingdom : John Wiley & Sons Ltd Rahardjo, Wartono, 1997, Turbidit Karakteristik Serta Analisa Fasies, Jurusan Teknik Geologi FTUGM, Yogyakarta Setianto, A., Bambang, W.H., 2003, Buku Panduan Ekskursi Geologi Regional DIY-Jawa Tengah, Jurusan Teknik Geologi FT UGM, Yogyakarta.

LP 3

LP 6

LP 13

Satuan perlapisan berulang batupasir kasar ke batulempung bergradasi terbalik, ketebalannya 75 cm (tidak termasuk blank zone)dengan litologi : 1. Batulempung, dengan warna abu- abu kehitaman, ukuran butir lempung, struktur perlapisan Blank zone perlapisan berulang gradasi terbalik. 2. Batulanau, dengan warna lapuk coklat, warna Blank zone segar hitam, ukuran butir lanau, struktur perlapisan berulang gradasi terbalik. 3. Batupasir, dengan warna lapuk coklat muda, warna segar coklat tua, ukuran butir pasir halus, sortasi baik, kemas grain supported, struktur perlapisan berulang gradasi terbalik. Satuan perlapisan berulang batulempung ke batupasir kasar bergradasi normal dengan sisipan batupasir berlapis, ketebalan satuan 145 cm dengan arah strike 140 dan 180 terdiri dari litologi : 1. Batulempung, dengan warna abu- abu kehitaman, ukuran butir lempung, struktur perlapisan berulang gradasi normal. 2. Batulanau, dengan warna lapuk coklat, warna segar hitam, ukuran butir lanau, struktur perlapisan berulang gradasi normal, terdapat struktur kekar (80 / 140 )yang terisi urat kalsit. 3. Batupasir, dengan warna lapuk coklat muda, warna segar coklat tua, ukuran butir pasir sedang hingga kasar, sortasi baik, kemas grain supported, struktur perlapisan berulang gradasi normal, komposisi non karbonatan. 4. Batupasir, yang teroksidasi dengan warna merah, ukuran butir pasir sedang, sortasi baik, kemas grain supported, struktur masif, komposisi material non karbonatan.

Fasies Berdasrkan MS 1- 13
Sekuen Bouma Perselingan batupasir dengan batulanau dan lempung Batupasir dengan struktur mengkasar

KOLOM PENGESAHAN
Perselingan batupasir dengan batulanau dan lempung, Gradasi normal dan laminasi Batupasir tufan

Gambar yang berada pada bagian atas adalah gambar sekuen - sekuen yang menjelaskan tentang bentuk atau model sekuen yang akan muncul pada zona atau tempat pada slope dan Marine Fan Hubungannya dengan daerah MS Piyungan adalah Lapisan daerah Ms Piyungan Cendrung memiliki Sekuen Seperti daerah Outer fan dan Basin Plain karena lapisan yang berda pada bagian bawah (bottom) mengikuti model sekuen Basin Plain sedangkan Bagian atas mengikuti daerah Outer Plain. Sehingga jelas daerah Piyungan Merupakan Daerah yang merupakan daerah yang dulunya berada pada bagian laut dalam tepatnya Outer Fan dan Basin Plain diperkuat lagi dengan tidaknyanya struktur sedimen terristial ataupun struktur sedimen daerah diatas zona CCD yang terkenal dengan adanya kandungan Karbonatnya.

Mengetahui, Asisten Pendamping

Yogyakarta, 20 Desember 2012

Tinggi 11,7 m

Mauliddan, 2012

Winda Kurniawati

Wahyu Firdaus M

Anda mungkin juga menyukai