Anda di halaman 1dari 39

PERCOBAAN V SISTEM SARAF

1.

Tujuan Percobaan Mempelajari struktur sel-sel dan jaringan yang menyusun sistem saraf Mengamati anatomi otak dan selaputnya serta mengenal fungsi otak Mempelajari lokasi dan fungsi saraf-saraf cranial Mengamati anatomi tulang belakang dan sarafnya serta mengenal beberapa refleks pada manusia Mempelajari struktur dan fungsi sistem saraf otonom

2.

Landasan Teori Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi yang bertugas

menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh. Pada manusia terdapat sistem saraf yang jauh lebih berkembang dari pada sistem saraf mahluk lain (khususnya otak). Sistem saraf berfungsi menerima rangsang (stimulus) dari lingkungan atau rangsang yang terjadi di dalam tubuh, mengubah, menghantar dan mengolah rangsang serta mengkoordinasi dan mengatur fungsi tubuh melalui impuls-impuls yang di bebaskan dari pusat ke perifer. Sistem saraf memungkinkan makhluk hidup tanggap dengan cepat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun dalam. Untuk menanggapi rangsangan, ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf, yaitu : Reseptor, adalah alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera. Penghantar impuls, dilakukan oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari berkas serabut penghubung (akson). Pada serabut penghubung terdapat sel-sel khusus yang memanjang dan meluas. Sel saraf disebut neuron.

Efektor adalah bagian yang menanggapi rangsangan yang telah diantarkan oleh penghantar impuls. Efektor yang paling penting pada manusia adalah otot dan kelenjar.

Sistem saraf terdiri atas sel-sel saraf yang disebut neuron. Neuron bergabung membentuk suatu jaringan untuk mengantarkan impuls (rangsangan). Satu sel saraf tersusun dari badan sel, dendrit, dan akson. a. Badan sel Badan sel saraf merupakan bagian yang paling besar dari sel saraf. Badan sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Pada badan sel saraf terdapat inti sel, sitoplasma, mitokondria, sentrosom, badan golgi, lisosom, dan badan nisel. Badan nisel merupakan kumpulan retikulum endoplasma tempat transportasi sintesis protein.

b. Dendrit Dendrit adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang- cabang. Dendrit merupakan perluasan dari badan sel. Dendrit berfungsi untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.

c. Akson Akson disebut neurit. Neurit adalah serabut sel saraf panjang yang merupakan perjuluran sitoplasma badan sel. Di dalam neurit terdapat benang-benang halus yang disebut neurofibril. Neurofibril dibungkus oleh beberapa lapis selaput mielin yang banyak mengandung zat lemak dan berfungsi untuk mempercepat jalannya rangsangan. Selaput mielin tersebut dibungkus oleh sel- sel sachwann yang akan membentuk suatu jaringan yang dapat menyediakan makanan untuk neurit dan membantu pembentukan neurit. Lapisan mielin sebelah luar disebut neurilemma yang melindungi akson dari kerusakan. Bagian neurit ada yang tidak dibungkus oleh lapisan mielin. Bagian ini disebut dengan nodus ranvier dan berfungsi mempercepat jalannya rangsangan.

Ada tiga macam sel saraf yang dikelompokkan berdasarkan struktur dan fungsinya, yaitu : Sel saraf sensorik, adalah sel saraf yang berfungsi menerima rangsangan dari reseptor yaitu alat indera. Sel saraf motorik, adalah sel saraf yang berfungsi mengantarkan rangsangan ke efektor yaitu otot dan kelenjar. Rangsangan yang diantarkan berasal atau diterima dari otak dan sumsum tulang belakang. Sel saraf penghubung, adalah sel saraf yang berfungsi menghubungkan sel saraf satu dengan sel saraf lainnya. Sel saraf ini banyak ditemukan di otak dan sumsum tulang belakang. Sel saraf yang dihubungkan adalah sel saraf sensorik dan sel saraf motorik. Saraf yang satu dengan saraf lainnya saling berhubungan. Hubungan antara saraf tersebut disebut sinapsis. Sinapsis ini terletak antara dendrit dan neurit. Bentuk sinapsis seperti benjolan dengan kantung-kantung yang berisi zat kimia seperti asetilkolin (Ach) dan enzim kolinesterase. Zat-zat tersebut berperan dalam mentransfer impuls pada sinapsis.

Impuls adalah rangsangan atau pesan yang diterima oleh reseptor dari lingkungan luar, kemudian dibawa oleh neuron. Impuls dapat juga dikatakan sebagai serangkaian pulsa elektrik yang menjalari serabut saraf. Contoh rangsangan adalah sebagai berikut : Perubahan dari dingin menjadi panas Perubahan dari tidak ada tekanan pada kulit menjadi ada tekanan Berbagai macam aroma yang tercium oleh hidung Suatu benda yang menarik perhatian Suara bising Rasa asam, manis, asin dan pahit pada makanan

Impuls yang diterima oleh reseptor dan disampaikan ke efektor akan menyebabkan terjadinya gerakan atau perubahan pada efektor. Gerakan tersebut adalah sebagai berikut :

a. Gerak sadar Gerak sadar atau gerak biasa adalah gerak yang terjadi karena disengaja atau disadari. Impuls yang menyebabkan gerakan ini disampaikan melalui jalan yang panjang.

b. Gerak refleks Gerak refleks adalah gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. Impuls yang menyebabkan gerakan ini disampaikan melalui jalan yang sangat singkat dan tidak melewati otak. Bagannya sebagai berikut:

Susunan sistem saraf manusia tersusun dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom. 1) Sistem Saraf Pusat Otak Otak merupakan alat tubuh yang sangat penting dan sebagai pusat pengatur dari segala kegiatan manusia. Otak terletak di dalam rongga tengkorak, beratnya lebih kurang 1/50 dari berat badan. Bagian utama otak adalah otak besar (Cerebrum), otak kecil (Cerebellum), dan batang otak. Otak besar merupakan pusat pengendali kegiatan tubuh yang disadari. Otak besar dibagi menjadi dua belahan, yaitu belahan kanan dan belahan kiri. Masing-masing belahan pada otak tersebut disebut hemister. Otak besar belahan kanan mengatur dan mengendalikan kegiatan tubuh sebelah kiri, sedangkan otak belahan kiri mengatur dan mengendalikan bagian tubuh sebelah kanan.

Otak kecil terletak di bagian belakang otak besar, tepatnya di bawah otak besar. Otak kecil terdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan luar berwarna kelabu dan lapisan dalam berwarna putih. Otak kecil dibagi menjadi dua bagian, yaitu belahan kiri dan belahan kanan yang dihubungkan oleh jembatan varol. Otak kecil berfungsi sebagai pengatur keseimbangan tubuh dan

mengkoordinasikan kerja otot ketika seseorang akan melakukan kegiatan. Batang otak tersusun dari medula oblangata, pons, dan otak tengah. Batang otak terletak di depan otak kecil, di bawah otak besar, dan menjadi penghubung antara otak besar dan otak kecil. Batang otak disebut dengan sumsum lanjutan atau sumsum penghubung. Batang otak terbagi menjadi dua lapis, yaitu lapisan dalam dan luar berwarna kelabu karena banyak mengandung neuron. Lapisan luar berwarna putih, berisi neurit dan dendrit. Fungsi dari batang otak adalah mengatur refleks fisiologis, seperti kecepatan napas, denyut jantung, suhu tubuh, tekanan, darah, dan kegiatan lain yang tidak disadari. Sumsum tulang belakang Sumsum tulang belakang terletak memanjang di dalam rongga tulang belakang, mulai dari ruas-ruas tulang leher sampai ruas-ruas tulang pinggang yang kedua. Sumsum tulang belakang terbagi menjadi dua lapis, yaitu lapisan luar berwana putih dan lapisan dalam berwarna kelabu. Lapisan luar mengandung serabut saraf dan lapisan dalam mengandung badan saraf. Di dalam sumsum tulang belakang terdapat saraf sensorik, saraf motorik, dan saraf penghubung. Fungsinya adalah sebagai penghantar impuls dari otak dan ke otak serta sebagai pusat pengatur gerak refleks.

2) Sistem Saraf Tepi Sistem saraf tepi tersusun dari semua saraf yang membawa pesan dari dan ke sistem saraf pusat. Kerjasama antara sistem pusat dan sistem saraf tepi membentuk perubahan cepat dalam tubuh untuk merespon rangsangan dari

lingkunganmu. Sistem saraf ini dibedakan menjadi sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom. Sistem Saraf Somatis Sistem saraf somatis terdiri dari 12 pasang saraf kranial dan 31 pasang saraf sumsum tulang belakang. Kedua belas pasang saraf otak akan menuju ke organ tertentu, misalnya mata, hidung, telinga, dan kulit. Saraf sumsum tulang belakang keluar melalui sela-sela ruas tulang belakang dan berhubungan dengan bagian-bagian tubuh, antara lain kaki, tangan, dan otot lurik. Saraf-saraf dari sistem somatis menghantarkan informasi antara kulit, sistem saraf pusat, dan otot-otot rangka. Proses ini dipengaruhi saraf sadar, berarti kamu dapat memutuskan untuk menggerakkan atau tidak menggerakkan bagian-bagian tubuh di bawah pengaruh sistem ini. Contoh dari sistem saraf somatis adalah sebagai berikut : Ketika kita mendengar bel rumah berbunyi, isyarat dari telinga akan sampai ke otak.Otak menterjemahkan pesan tersebut dan mengirimkan isyarat ke kaki untuk berjalan mendekati pintu dan mengisyaratkan ke tangan untuk membukakan pintu. Ketika kita merasakan udara di sekitar kita panas, kulit akan menyampaikan informasi tersebut ke otak. Kemudian otak

mengisyaratkan pada tangan untuk menghidupkan kipas angin. Ketika kita melihat kamar berantakan, mata akan menyampaikan informasi tersebut ke otak, otak akan menterjemahkan informasi tersebut dan mengisyaratkan tangan dan kaki untuk bergerak membersihkan kamar. Sistem Saraf Otonom Otonom Sistem saraf mengatur kerja jaringan dan organ tubuh yang tidak disadari atau yang tidak dipengaruhi oleh kehendak kita. Jaringan dan organ tubuh diatur oleh sistem saraf otonom adalah pembuluh darah dan jantung. Sistem saraf otonom terdiri atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik.

Sistem saraf simpatik disebut juga sistem saraf torakolumbar, karena saraf preganglion keluar dari tulang belakang toraks ke-1 sampai dengan ke-12. Sistem saraf ini berupa 25 pasang ganglion atau simpul saraf yang terdapat di sumsum tulang belakang. Fungsi dari sistem saraf simpatik adalah sebagai berikut : Mempercepat denyut jantung Memperlebar pembuluh darah Memperlebar bronkus Mempertinggi tekanan darah Memperlambat gerak peristaltis Memperlebar pupil Menghambat sekresi empedu Menurunkan sekresi ludah Meningkatkan sekresi adrenalin

Sistem saraf parasimpatik disebut juga dengan sistem saraf kraniosakral, karena saraf preganglion keluar dari daerah otak dan daerah sakral. Susunan saraf parasimpatik berupa jaring - jaring yang berhubungan dengan ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Urat sarafnya menuju ke organ tubuh yang dikuasai oleh susunan saraf simpatik. Sistem saraf parasimpatik memiliki fungsi yang berkebalikan dengan fungsi sistem saraf simpatik, contohnya : Memperlambat denyut jantung Memperkecil pembuluh darah Memperkecil bronkus Memperendah tekanan darah Mempercepat gerak peristaltis Memperkecil pupil Menstimulasi sekresi empedu Menaikkan sekresi ludah Menurunkankan sekresi adrenalin

3.

Alat dan Bahan 1) Anatomi a. Alat dan Bahan o o Model anatomi otak manusia Pustaka / literatur pendukung

2) Fisiologi Otak a. Alat o o o o o o o o o o Jarum bedah Pinset Papan bedah Gunting bedah Pisau bedah Lampu senter Benang pengikat Aplikator Statif dan klem Aquarium atau bejana transparan

b. Bahan o o 2 ekor katak hidup Asam asetat 2%

Refleks Pada Manusia a. Alat dan Bahan Perkusor, batang pengaduk, alat pengukur, pupil, kapas,

4.

Cara Kerja 1) Anatomi Gambarkan anatomi dari sel saraf. Lengkapi dan tunjukkan bagianbagian ini : neurilema, nodus ranvier, badan nissell, akson, dendrite, selubung myielin, inti sel schwann, neurofibril, dll Gambarkan jenis-jenis sel saraf, lengkapi dan tunjukkan bagianbagiannya. Gambarkan organisasi saraf dan tunjukkan bagian-bagiannya. Gambarkan akson dan neurilemma dan tunjukkan bagian-bagiannya. Otak a. Gambarkan otak besar dan batang otak serta tunjukkan pada gambar tersebut bagian-bagian berikut : Saraf vagus, flassura median anterior, olive, saraf facial, doiencephalon, pons, thalamus, saraf trochelear, saraf oculomotor, saraf glossopharyngeal, saraf opticus, cerebral penduele, piramida, tangkai hipofise, saraf abducens, saraf vestibulocochlear, saraf accessories, saraf hypoglossal, saraf trigeminalis, middle cereberal penducle, decussation of pyramid. b. Amati penampang misdagital otak. Tunjukkan bagian-bagian otak pada gambar tersebut : Badan pineal, comisura posterior, hypothalamus, comisura anterior, otak kecil, lbus temporal, lobus frontalis, forniks, medulla oblongata, optic khiasma, corpus callosum, lobus osipetal, interthalamic adhesion, pons, hipofise (pituitary), spinalis chordate, thalamus, lobus parietal. c. Gambarkan meninges dan tunjukkan bagian-bagian berikut : Durameter, sinus longitudinal, piameter, ruang subarachnoid, satura longitudinal. d. Gambarkan penampang frontal otak besar dan letak ganglia basal. Tunjukkan bagian-bagian berikut :

Nuleus basal, nucleus caudatus, corpus callosum, putamen, capsula interna, hypothalamus, thalamus, globus pallidus, ventrikel ketiga, ventrikel lateral, kortek serebri, insula, fisura longitudinal, pituitary. Tulang belakang dan saraf-sarafnya a. Amati gambar spinalis chordata dan saraf spinal. Gambarkan dan tunjukkan pada gambar tersebut bagian-bagian berikut : Sacral, cauda equina, tulang osipetal, conus medullaris, saraf toraks, pleksus brachial, pleksus sacral, saraf koksigeal, saraf sacral, saraf lumbar (5 pasang), saraf intercostals, pleksus lumbar, pleksus servikal, saraf servikal, saraf femoral. b. Bagian-bagian saraf spinal. Gambarkan dan tunjukkan bagianbagian saraf spinal berikut : Bahan putih, bahan abu-abu, saraf spinal, meninges, ganglion akar dorsal, cabang akar dorsal, akar venral snterior, durameter, piamater, akar vental, sulkus median posterior, arakhnoid, akar dorsal posterior, akar dorsal, fisura medial anterior. Saraf cranial : pelajari distribusi saraf cranial, sebutkan lokasikan macam-macam saraf cranial tersebut. Lengkapi tabel Saraf otonom Gambarkan refleks somatic dan refleks otonom. Pelajari langsung refleks yang berlangsung pada kedua gambar tersebut. Nyatakan bagian-bagiannya yang terlihat dan beri arah lengkung refleks tersebut.

10

2) Fisiologi a. Otak 1) Ambil katak sehat dan letakkan di dalam bejana/aquarium. 2) Amati aktivitas spontannya, seperti : Pernafasan Gerak melompat Posisi kepala Gerak buka tutup mata 3) Catat kesetimbangan katak pada berbagai kemiringan bejana. 4) Letakkan katak terlentang dan amati bagaimana ia membelikan tubuhnya (refleks membalik ini disebut righting refleks). 5) Gantung katak tersebut pada statif dengan mengikat kedua kaki depannya. Jepit sebuah jarinya dengan pinset dan amati adanya refleks penarikan kaki. 6) Isi aquarium/bejana dengan air hingga setangah penuh, letakkan katak didalamnya, dan amati gerakan pada waktu berenang. 7) Kini basahi dada dan paha katak ini dengan asam asetat 2% . perhatikan apakah katak berusaha untuk menghilangkan asam tersebut dengan anggota badannya. 8) Setelah selesai seluruh pengamatan diatas, rusak otak katak ini dengan cara melewatkan jarum melalui foramen magnum ke dalam otak dan gerakan jarum ke kiri dan ke kanan. Dengan cara ini diperoleh hewan refleks (spinal animal). 9) Lakukan sekali lagi pengamatan dari pernafasan sampai gerakan buka tutup mata terhadap hewan refleks ini. 10) Selanjutnya masukkan jarum ke saluran vetebrata, mulai dari tengkuk. Dengan cara ini seluruh sistem saraf hewan dirusak. 11) Lakukan lagi pengamatan dari pernafasan sampai gerakan buka tutup mata. 12) Ambil katak sehat lagi. Bungkus tubuh katak dengan sehelai kain hinggan bagian kepalanya tetap bebas. Gunting rahang atas dan

11

kraniumnya tepat dibelakang mata (rahang bawah tidak ikut digunting). 13) Lakukan pengamatan dari pernafasan sampai gerakan buka tutup mata. 14) Catat respon katak dalam tabel dan bahas hasil yang diperoleh. Keterangan : beri tanda +++ untuk reaksi sedang, tanda + untuk reaksi sedang, dan tanda untuk tidak adanya reaksi.

b. Refleks Pada Manusia 1) Deep Refleks Refleks Knne-Jerk (Refleks Sentakan Lutut) Saudara duduk diatas sebuah meja dengan kedua kaki tergantung bebas. Tutup mata saudara, seorang teman memukul ligament tempurung lutut saudara dengan perkusor beberapa kali. Catat respon yang diamati dan tentukan kekuatan respon refleks. Bagian mana dari sistem saraf pusat yang berperan dalam respon tersebut? Kegagalan dalam munculnya respon tersebut menunjukkan adanya luka atau penyakit pada struktur apa?

Refleks Patelar Ulangi prosedur yang sama seperti diatas, sementara saudara menggenggam kuat kepalan tangan saudara ke belakang tubuh saudara. Catat respon yang diamati dan tentukan kekuatan respon refleks tersebut. Bandingkan kekuatan dari prosedur diatas. ketiga

Refleks Babinski Gerakan benda tumpul sepanjang bagian tengah telapak kaki saudara. Catat respon yang diamati. Refleks babinski positif apabila terjadi fleksi keatas dari ibu jari kaki saudara.

12

Refleks Archilles Saudara berdiri di sisi kursi. Tempatkan salah satu lutut ke atas kursi dengan paha terletak ventrikel dari kaki bagian bawah horizontal. Seorang teman saudara memukul urat archilles kaki tersebut dengan perkusor. Catat respon yang diamati

Refleks Biceps Letakkan lengan bagian bawah keatas sebuah meja sehinggan membentuk sudut 90o terhadap lengan atas. Pukul urat biceps tangan tersebut dengan perkusor. Catat respon yang terjadi.

Refleks Triceps Tempatkan lengan saudara horizontal terhadap dada saudara. Pukul urat triceps dengan perkusor. Catat respon yang diamati.

2) Superficial Refleks Refleks Plantar Gerakan benda tajam sepanjang telapak kaki saudara. Cata respon yang diamati.

Refleks Abdominal Dengan kuku ibu jari atau kunci, pukul abdomen saudara tepat di bawah tulang dada dengan cepat. Catat respon yang diamati.

Refleks Kornea Sentuhlah kornea mata saudara dengan kapas atau benda tumpul. Catat respon yang diamati

Refleks Faringeal Sentuhlah uvula dan fauces dengan batang pengaduk yang bersih. Catat respon yang diamati.

13

Refleks Kulit Gerakan sebuah benda tumpul diatas permukaan kulit. Amati perubahan warna kulit. Apa yang menyebabkan perubahan warna kulit ini.

Refleks Pilomotor Belailah kulit dengan lembut. Catat apa yang diamati.

14

5.

Hasil dan Pembahasan 1) Anatomi Gambarkan anatomi dari sel saraf.

Dendrite merupakan penjuluran pnedek yang keluar dari badan sel. Berfungsi untuk menghantarkan impuls dari luar sel neuron ke dalam badan sel. Badan sel merupakan bagian neuron yang banyak mengandung cairan sel (sitoplasma) dan terdapatnya nucleus (inti sel). dan nukleolus dikelilingi oleh sitoplasma granuler. Sitoplasmanya mengandung badan nissl dan neurofibril. Badan nissl mengandung protein. Neurofibril berperan dalam pengangkutan nutrien dan penyokong sel. Lokasi badan sel di sistem saraf pusat, dan saraf tepi. Pada saraf tepi umumnya disebut ganglion Berfungsi sebagai penerima impuls dari dendrit dan menghantarkannya menuju axon dengan perantaraan sitoplasma. Sitoplasma merupakan cairan pengisi badan sel. Berfungsi untuk mempercepat penyampaian/penghantaran impuls dalam sel. Nucleus merupakan bagian terpenting dari sel. Bentuknya akan menyesuaikan bentuk sel. Berfungsi untuk mengatur seluruh kegiatan sel dan pembelahan sel.

15

Axon/neurit merupakan penjuluran yang panjang yang keluar dari badan sel. Berfungsi untuk menerima impuls dari badan sel dan menghantarkannya ke percabangan axon. Percabangan axon merupakan bagian dari axon yang bercabangcabang. Berfungsi menerima impuls dari axon. Selubung neurolema/neurilema merupakan selaput tipis yang berada paling luar dari axon. Berfungsi untuk melindungi axon serta memberikan nutrisi pada axon serta regenerasi pada selubung mielin. Selubung myelin merupakan selaput tipis yang berhubungan langsung dengan axon dan terletak setelah selubung neurilema. Berfungsi untuk melindungi axon dan memberikan nutrisi pada axon. Sel Schwann merupakan sel-sel yang terdapat di dalam selubung myelin. Berfungsi untuk memperbaiki sel axon yang rusak/regenerasi. Nodus Ranvier merupakan celah diantara axon yang tidak tertutup oleh selubung neurilema. Berfungsi untuk mempercepat penyampaian impuls ke neuron. Gambarkan jenis-jenis sel saraf

(a) neuron sensorik, (b) neuron motorik, dan (c) neuron asosiasi

Menurut fungsinya, neuron dibedakan menjadi tiga macam yaitu neuron sensorik, neuron motorik, dan neuron asosiasi. Neuron sensorik juga disebut sel saraf indra, karena berfungsi meneruskan 16

rangsang dari peneri-ma (indra) ke saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Badan sel saraf ini bergerombol membentuk ganglia, akson pendek, dan dendritnya panjang. Neuron motorik (sel saraf penggerak) berfungsi membawa impuls dari pusat saraf (otak) dan sumsum tulang belakang ke otot. Sel saraf ini mempunyai dendrit yang pendek dan akson yang panjang. Neuron asosiasi atau sel saraf penghubung banyak terdapat di dalam otak dan sumsum tulang belakang. Neuron tersebut berfungsi menghubungkan atau

meneruskan impuls dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik. Gambarkan organisasi saraf

17

Gambarkan akson dan neurilemma dan tunjukkan bagian-bagiannya.

Akson ditemukan di ujung sel saraf dalam tubuh, yang dikenal sebagai neuron, dan fungsi utamanya adalah untuk melakukan sinyal listrik dari neuron yang ke situs reseptor yang dikenal sebagai dendrit pada permukaan neuron lainnya. Sementara akson dan dendrit tidak bersentuhan fisik yang nyata dengan satu sama lain, ketika sinyal listrik melewati ke akhir akson, hal itu menyebabkan reaksi elektrokimia dalam struktur seperti gelembung antara dua bahan yang dikenal sebagai vesikel. Vesikel ini melepaskan muatan bahan kimia yang disebut neurotransmitter ke celah sinaptik antara akhir akson dan situs reseptor dendrit. Penembakan muatan ini dikenal sebagai respon sinaptik, dan fungsi suatu akson adalah untuk mengirimkan sinyalsinyal dalam jumlah besar sebagai bentuk pengolahan data dalam otak manusia atau hewan.

18

Akson tampak seperti ekor melekat pada sel neuron, dan merupakan salah satu struktur terbesar dan paling penting dari sel-sel saraf dalam tubuh. Neuron dapat memiliki berbagai struktur akson yang berbeda, dari hanya satu ekor akson ke beberapa cabang yang pergi ke neuron terdekat yang berbeda dan secara eksponensial meningkatkan kompleksitas cara bahwa sistem saraf dan fungsi otak. Ukuran akson bervariasi dari panjang 0,1 milimeter hingga hingga 2 milimeter panjangnya, dan ribuan dari mereka dapat dibundel bersama untuk menciptakan serat saraf juga. Terlepas dari bagaimana kompleks neuron adalah, fungsi suatu akson biasanya diperlukan untuk neuron untuk melayani tujuannya.

Fungsi penting lain dari suatu akson adalah untuk meningkatkan transmisi sinyal melalui penggunaan myelin, yang membentuk selubung pelindung yang mengelilinginya. Myelin adalah jenis zat lemak yang bertindak sebagai insulator listrik untuk sinyal akson dan dapat mempercepat transmisi mereka sepanjang serat, meskipun substansi tidak hadir pada semua akson. Dimana myelin hadir, secara berkala rusak sepanjang akson terlihat seperti serangkaian sosis sekitar akson. Dimana ada kesenjangan, ini dikenal sebagai simpul Ranvier, dinamai ahli patologi Perancis Louis-Antoine Ranvier yang

menemukan mereka pada akhir abad 19. Simpul memungkinkan untuk memecah dalam isolasi atau meredam efek impuls listrik karena perjalanan menuruni akson, sehingga dapat diperkuat pada titik-titik periodik.

Meskipun beberapa sel saraf tidak mengandung akson dan dendrit penggunaan sendiri untuk mengirimkan informasi, sebagian besar berisi struktur dasar yang terdiri dari unsur-unsur umum seperti soma atau badan sel utama, dan setidaknya satu akson terpasang. Dari mana struktur bervariasi, perbedaan tersebut didasarkan pada apa yang

19

menggunakan sel-sel berfungsi, seperti berbagai neuron sensorik yang disetel untuk merasakan sentuhan di mana mereka ada di kulit, getaran suara di telinga bagian dalam, dan indera lainnya, seperti suhu, rasa , dan bau. Motor neuron menggunakan fungsi dari sinyal akson untuk kontrak sel otot di sepanjang struktur rangka tubuh, serta di saluran jantung dan usus. Semua dari berbagai neuron bergantung pada interneuron juga, yang ada di seluruh tubuh dan berfungsi sebagai pemancar perantara antara neuron sensorik dan motorik, serta neuron otak berbasis sebagai bentuk sistem sinaptik non-lokal atau struktur otak sekunder yang menghubungkan sistem saraf seluruh tubuh manusia.

Otak e. Gambarkan otak besar dan batang otak

20

Cerebrum adalah bagian terbesar dari otak manusia yang juga disebut dengan nama Cerebral Cortex, Forebrain atau Otak Depan. Cerebrum merupakan bagian otak yang membedakan manusia dengan binatang. Cerebrum analisa, dan membuat logika, manusia bahasa, visual. memiliki kesadaran, Kecerdasan

kemampuan perencanaan,

berpikir, memori

kemampuan

intelektual atau IQ Anda juga ditentukan oleh kualitas bagian ini. Cerebrum secara terbagi menjadi 4 (empat) bagian yang disebut Lobus. Bagian lobus yang menonjol disebut gyrus dan bagian lekukan yang menyerupai parit disebut sulcus. Keempat Lobus tersebut masing-masing adalah: Lobus Frontal, Lobus Parietal, Lobus Occipital dan Lobus Temporal.

Lobus Frontal merupakan bagian lobus yang ada dipaling depan dari Otak Besar. Lobus ini berhubungan dengan kemampuan membuat alasan, kemampuan gerak, kognisi, perencanaan, penyelesaian masalah, memberi penilaian, kreativitas, kontrol perasaan, kontrol perilaku seksual dan kemampuan bahasa secara umum.

Lobus Parietal berada di tengah, berhubungan dengan proses sensor perasaan seperti tekanan, sentuhan dan rasa sakit.

Lobus Temporal berada di bagian bawah berhubungan dengan kemampuan pendengaran, pemaknaan informasi dan bahasa dalam bentuk suara.

Lobus Occipital ada di bagian paling belakang, berhubungan dengan rangsangan visual yang memungkinkan manusia mampu melakukan interpretasi terhadap objek yang ditangkap oleh retina mata.

Apabila diuraikan lebih detail, setiap lobus masih bisa dibagi menjadi beberapa area yang punya fungsi masing-masing.

21

Selain dibagi menjadi 4 lobus, cerebrum (otak besar) juga bisa dibagi menjadi dua belahan, yaitu belahan otak kanan dan belahan otak kiri. Kedua belahan itu terhubung oleh kabel-kabel saraf di bagian bawahnya. Secara umum, belahan otak kanan mengontrol sisi kiri tubuh, dan belahan otak kiri mengontrol sisi kanan tubuh. Otak kanan terlibat dalam kreativitas dan kemampuan artistik. Sedangkan otak kiri untuk logika dan berpikir rasional.

Batang otak (brainstem) berada di dalam tulang tengkorak atau rongga kepala bagian dasar dan memanjang sampai ke tulang punggung atau sumsum tulang belakang. Bagian otak ini mengatur fungsi dasar manusia termasuk pernapasan, denyut jantung, mengatur suhu tubuh, mengatur proses pencernaan, dan merupakan sumber insting dasar manusia yaitu fight or flight (lawan atau lari) saat datangnya bahaya. Batang otak dijumpai juga pada hewan seperti kadal dan buaya. Oleh karena itu, batang otak sering juga disebut dengan otak reptil. Otak reptil mengatur perasaan teritorial sebagai insting primitif. Contohnya anda akan merasa tidak nyaman atau terancam ketika orang yang tidak Anda kenal terlalu dekat dengan anda.

22

Batang Otak terdiri dari tiga bagian, yaitu:

Mesencephalon atau Otak Tengah (disebut juga Mid Brain) adalah bagian teratas dari batang otak yang menghubungkan Otak Besar dan Otak Kecil. Otak tengah berfungsi dalam hal mengontrol respon penglihatan, gerakan mata, pembesaran pupil mata, mengatur gerakan tubuh dan pendengaran.

Medulla oblongata adalah titik awal saraf tulang belakang dari sebelah kiri badan menuju bagian kanan badan, begitu juga sebaliknya. Medulla mengontrol funsi otomatis otak, seperti detak jantung, sirkulasi darah, pernafasan, dan pencernaan.

Pons merupakan stasiun pemancar yang mengirimkan data ke pusat otak bersama dengan formasi reticular. Pons yang menentukan apakah kita terjaga atau tertidur.

f. Amati penampang misdagital otak.

23

g. Gambarkan meninges

Meninges adalah sistem membran yang melapisi sistem saraf pusat. Meningen tersusun atas unsur kolagen dan fibril yang elastis serta cairan serebrospinal Meninges terbagi menjadi tiga lapisan, yaitu durameter, arachnoid dan piameter. Fungsi utama meninges dan kelenjar serebrospinal adalah untuk melindungi sistem saraf pusat.

Anatomi Dura mater kadangkala disebut pachimeningen atau meningen fibrosa karena tebal, kuat, dan mengandung serabut kolagen. Pada dura mater dapat diamati adanya serabut elastis, fibrosit, saraf, pembuluh darah, dan limfe. Lapisan dalam dura mater terdiri dari beberapa lapis fibrosit pipih dan sel-sel luar dari lapisan arachnoid.

Arachnoid Lapisan arachnoid terdiri atas fibrosit berbentuk pipih dan serabut kolagen. Lapisan arachnoid mempunyai dua komponen, yaitu suatu lapisan yang berhubungan dengan dura mater dan suatu sistem trabekula yang menghubungkan lapisan tersebut dengan pia mater. 24

Ruangan di antara trabekula membentuk ruang subarachnoid yang berisi cairan serebrospinal dan sama sekali dipisahkan dari ruang subdural. Pada beberapa daerah, arachnoid melubangi dura mater, dengan membentuk penonjolan yang membentuk trabekula di dalam sinus venous dura mater. Bagian ini dikenal dengan vilus arachnoidalis yang berfungsi memindahkan cairan serebrospinal ke darah sinus venous. Arachnoid merupakan selaput yang tipis dan transparan. Arachnoid berbentuk seperti jaring laba-laba. Antara Arachnoid dan piameter terdapat ruangan berisi cairan yang berfungsi untuk melindungi otak bila terjadi benturan. Baik arachnoid dan piameter kadang-kadang disebut sebagai

leptomeninges.

Piamater Piameter adalah membran yang sangat lembut dan tipis. Lapisan ini melekat pada otak. Pia mater mengandung sedikit serabut kolagen dan membungkus seluruh permukaan sistem saraf pusat dan vaskula besar yang menembus otak

Peradangan Dalam kondisi normal, meningen dalam keadaan. Apabila meningen terinfeksi suatu agen maka infeksi mengakibatkan peradangan pada meningen yang disebut meningitis. Meningitis terutama terjadi pada bagian subarachinoid yang melibatkan arachnoid dan pia mater. Namun tidak menutup kemungkinan bila meningitis juga terjadi di dura mater. Meningitis dapat disebabkan oleh beragam agen, misalnya bakteri, virus, fungi dan protozoa.

h. Gambarkan penampang frontal otak besar dan letak ganglia basal.

25

Dikenal juga dengan sebutan: nukleus kaudatus, putamen dan globus pallidus.

Fungsi:

kontrol Kognisi Koordinasi gerakan Gerakan tak sadar Lokasi:

Ganglia basal terletak jauh di dalam belahan otak di wilayah telencephalon otak. Sebuah komponen dari korpus striatum, terdiri dari inti subthalamic dan substantia nigra. 26

Secara fungsional Basal ganglia sangat penting, minimal untuk mengontrol gerakan tak sadar dan membentuk postur. kerusakan pada bagian ini menimbulkan penyakit Huntington atau penyakit Wilson - orang dengan kelainan bagian ini melakukan gerakan yang tidak diinginkan, seperti gerakan yang menghentak paksa dari tangan atau kaki atau gerakan spasmodik dari otot wajah.

Nukleus kaudatus dan putamen bersama dengan anggota tubuh anterior sela dari kapsul internal yang secara kolektif dikenal sebagai korpus striatum (yaitu tubuh lurik) Demikian pula, bentuk pallidus putamen dan globus menyerupai lensa, dan mereka secara kolektif disebut inti lenticular. Tulang belakang dan saraf-sarafnya a. Amati gambar spinalis chordata dan saraf spinal.

Sistem saraf spinal (tulang belakang) berasal dari arah dorsal, sehingga sifatnya sensorik. Berdasarkan asalnya, saraf sumsum tulang belakang yang berjumlah 31 dibedakan menjadi: a) 8 pasang saraf leher (saraf cervical) 27

Meliputi : C menunjukkan sekmen T,L,S,Co (1) C4 (2) Leksus brakial C5 T1 / T2 mempersarafi anggota bagian atas, saraf yang mempersarafi anggota bawah L2 S3. b) c) d) e) 12 pasang saraf punggung (saraf thorax) 5 pasang saraf pinggang (saraf lumbar) 5 pasang saraf pinggul (saraf sacral) 1 pasang saraf ekor (saraf coccyigeal). Otot otot representative dan segmen segmen spinal yang bersangkutan serta persarafannya: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Otot bisep lengan C5 C6 Otot trisep C6 C8 Ototbrakial C6 C7 Otot intrinsic tangan C8 T1 Susunan otot dada T1 T8 Otot abdomen T6 T12 Otot quadrisep paha L2 L4 Otot gastrok nemius reflek untuk ektensi kaki L5 S2 Pleksus servikal berasal dari ramus anterior saraf spinal C1

Kemudian diantara beberapa saraf, ada yang menjadi satu ikatan atau gabungan(pleksus)membentuk jaringan urat

saraf.Pleksusterbagi menjadi 3 macam,yaitu: 1) 2) 3) Plexus cervicalis (gabungan urat saraf leher ) Plexus branchialis (gabungan urat saraf lengan) Plexus lumbo sakralis (gabungan urat saraf punggung dan

pinggang) Setiap saraf spinal keluar dari sumsum tulang belakang dengan dua buah akar, yaitu akar depan (anterior) dan akar belakang (posterior). Setiap akar anterior dibentuk oleh beberapa benang akar yang meninggalkan sumsum tulang belakang pada satu alur

28

membujur dan teratur dalam satu baris. Tempat alaur tersebut sesuai dengan tempat tanduk depan terletak paling dekat di bawah permukaan sumsum tulang belakang. Benang-benang akar dari satu segmen berhimpun untuk membentuk satu akar depan. Akar posterior pun terdiri atas benang-benang akar serupa, yang mencapai sumsum tulang belakang pada satu alur di permukaan belakang sumsum tulang belakang. Setiap akar belakang

mempunyai sebuah kumpulan sel saraf yang dinamakan simpul saraf spinal. Akar anterior dan posterior bertaut satu sama lain membentuk saraf spinal yang meninggalkan terusan tulang belakang melalui sebuah lubang antar ruas tulang belakang dan kemudian segera bercabang menjadi sebuah cabang belakang, cabang depan, dan cabang penghubung.

Cabang-cabang belakang sraf spinal mempersarafi otot-otot punggung sejati dan sebagian kecil kulit punggung. Cabang-cabang depan mempersarafi semua otot kerangka batang badan dan anggota-anggota gerak serta kulit tubuh kecuali kulit punggung. Cabang-cabang depan untuk persarafan lengan membentuk suatu anyaman (plexus), yaitu anyaman lengan (plexus brachialis). Dari anyaman inilah dilepaskan beberapa cabang pendek ke arah bahu dan ketiak, dan beberapa cabang panjang untuk lengan dan tangan. Demikian pula dibentuk oleh cabang-cabang depan untuk anggotaanggota gerak bawah dan untuk panggul sebuah anyaman yang disebut plexus lumbosakralis, yang juga mengirimkan beberapa cabang pendek ke arah pangkal paha dan bokong, serta beberapa cabang panjang untuk tungkai atas dan tungkai bawah. Yang terbesar adalah saraf tulang duduk. Saraf ini terletak di bidang posterior tulang paha.

29

b. Bagian-bagian saraf spinal.

Pada penampang melintang sumsum tulang belakang tampak bagian luar berwarna putih, sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu dan berwarna kelabu. Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral. Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor. Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan menerima impuls dari sel saraf sensori dan akan menghantarkannya ke saraf motor. Sumsum tulang belakang terletak didalam rongga ruas-ruas tulang belakang, memanjang dimulai dari ruas tulang leher sampai dengan antara tulang pinggang pertama dan kedua. Susunan sumsum tulang belakang sama seperti susunan sumsum lanjutan (medula oblongata), yaitu tersusun atas dua lapisan : Lapisan luar berwarna putih derisi dendrit dan neurit, sedangkan lapisan dalam berwarna abu-abu yang banyak mengandung sel saraf.

30

Penampang melintang susmsum tulang belakang bagian dalam yang berwarna abu-abu berbentuk seperti kupu-kupu (ada yang mengatakan seperti huruf H) dan terdiri atas : a. b. c. Akar dorsal yang mengandung saraf sensori Akar ventral yang mengandung saraf motor everen Saluran Pusat ( kanal sentral ), yaitu saluran yang mengandung

cairan cerebrospinal yang berhubungan dengan rongga ventrikel dalam otak. Substansi yang terdapat ditepi dan mengelilingi substansi abu-abu yang berisi : a. Serabut-serabut saraf spinal yang datang dari substansi abu-abu

b. Serabut saraf sepanjang sumsum tulang belakang yang menghubungkan saraf spinal dengan otak Saraf cranial : pelajari distribusi saraf cranial, sebutkan lokasikan macam-macam saraf cranial tersebut. Lengkapi tabel

31

Saraf otonom Gambarkan refleks somatic dan refleks otonom.

Gerakan salah satu anggota tubuh kita dapat dijadikan bukti bahwa di dalam tubuh kita telah terjadi penghantaran impuls oleh saraf dan menimbulkan tanggapan yang disampaikan oleh saraf motorik dalam bentuk gerak. Sepanjang proses kehidupan tentu kita pernah mengalami adanya gerakan yang disadari dan gerakan yang tidak kita sadari. Gerakan yang disadari disebut sebagai gerak biasa atau gerak sadar, misalnya olahraga, berjalan, berlari, makan, dan sebagainya. Sedangkan gerakan yang tidak disadari disebut gerak refleks. Gerak refleks terjadi lebih cepat dibandingkan gerak biasa. Misalnya, gerak karena terkejut. Gerak sadar dapat terjadi melalui serangkaian perjalanan impuls. Perjalanan impuls dimulai dari reseptor sebagai penerima rangsangan, lalu berjalan ke neuron sensorik sebagai penghantar, kemudian dibawa ke pusat saraf yaitu otak, untuk diolah. Akhirnya impuls disampaikan ke neuron motorik lalu menuju ke efektor sehingga muncul tanggapan dalam bentuk gerak yang disadari. Gerak refleks merupakan gerak yang melalui perjalan impuls pendek. Perjalan impuls diawali dari reseptor sebagai penerima rangsangan, kemudian dibawa oleh neuron sensorik ke pusat saraf, tanpa diolah oleh pusat saraf. Impuls kemudian diterima oleh neuron konektor dan tanggapan dikirim oleh neuron motorik menuju ke efektor. Perjalan impuls pada gerak refleks disebut

denganlengkung refleks. Neuron konektor ada yang terletak di otak dan ada yang terletak di sumsum tulang belakang. Gerak refleks yang melibatkan neuron konektor yang terletak di otak disebut dengan refleks otak, misalnya refleks pupil mata karena rangsangan cahaya. Gerak refleks yang melibatkan neuron konektor yang terletak di sumsum tulang belakang

32

disebut refleks sumsum tulang belakang, misalnya refleks pada lutut.

SKEMA DAN PERBEDAAN JALANNYA GERAK BIASA DAN GERAK REFLEKS: Gerak biasa: reseptor neuron sensorik pusat saraf neuron motorik efektor

Gerak refleks: reseptor neuron sensorik neuron konektor neuron motorik efektor

2) Anatomi a. katak dengan kondisi saraf normal ( katak normal ) Pada katak normal yang telah di berikan beberapa perlakuan. Katak dapat merespon dengan baik. Hal ini dikarenakan katak memiliki sistem saraf yang mana saraf-saraf tersebut dapat menghantarkan stimulus ke otak hingga menimbulkan respon. Respon akan ditanggapi oleh neuron dengan mengubah potensial yang ada antara permukaan luar dan dalam dari membran. Sel-sel dengan sifat ini disebut dapat dirangsang (excitable) dan dapat diganggu (Irritable). Neuron ini segera bereaksi tehadap stimulus dan dimodifikasi potensial listrik dapat terbatas pada tempat yang menerima stimulus atau dapat disebarkan ke seluruh bagian neuron oleh membran. Penyebaran ini disebut potensial aksi atau impuls saraf yang mampu melintasi jarak yang jauh impuls saraf menerima informasi ke neuron lain, baik otot maupun kelenjar. Refleks merupakan suatu respon organ efektor (otot ataupun kelenjar) yang bersifat otomatis atau tanpa sadar terhadap suatu stimulus tertentu. Refleks pada amphibia merupakan konsep dari suatu ritme yang melekat dalam sistem syaraf

33

pusat yang telah ditentukan selama perkembangan. Katak yang telah pulih dari shock spinal (akibat dari operasi pemutusan), akan menarik sebuah kakinya apabila diberi stimulasi. Apabila kaki yang terstimulasi itu dicegah agar tidak melengkung, kaki satunya akan bereaksi melengkung (Frandson, 1993). Menurut Hildebrand (1995), sumsum tulang belakang sebagai syaraf perifer mengandung tali spinal sehingga menimbulkan sinap yang dibawa neuron yang selanjutnya menyebabkan gerak refleks. Asam asetat termasuk larutan elektrolit kuat yang dapat menghantarkan listrik, sifat hantaran listrik ini disebabkan karena adanya partikel bermuatan positif dan negatif. Larutan asam asetat bersifat asam yang digunakan pada saat praktikum berfungsi untuk memberikan rangsangan kimiawi sehingga menimbulkan gerak reflek. Mekanisme gerak reflek dapat disederhanakan dengan skema sebagai berikut : Stimulus - neuron sensori - tali spinal interneuron - neuron motorik efektor

Berdasarkan fungsinya, sel neuron dapat dibedakan menjadi 4 Bagian: 1) Neuron sensorik (nouron aferen) yauitu sel saraf yang bertugas menyampaikan rangsangan dari reseptor ke pusat susunan saraf. Neuron memiliki dendrit yang berhubungan dengan reseptor (penerima rangsangan) dan neurit yang berhubungan dengan sel saraf lainnya. 2) Neuron Motorik (nouronaferen), yaitu sel saraf yang berfungsi untuk menyampaikan impuls motorik dari susunan saraf pusat ke saraf efektor. Dendrit menerima impuls dari akson neuron lain, sedangkan aksonnya berhubungan dengan efektor. 3) Neuron konektor adalah sel saraf yang bertugas menghubungkan antara neuron yang satu dengan yang lainnya. 4) Neuron ajustor, yaitu sel saraf yang bertugas menghubungkan neuron sensorik dan neuron motorik yang terdapat di dalam sumsum tulang belakang atau di otak.

34

Jadi, katak pada kondisi normal masih dapat memberikan respon yang kuat karena sistem saraf pusat yang dimiliki masih bekerja dengan baik (tidak ada kerusakan pada otak dan sumsum tulang belakang katak).

b. katak dengan kondisi otak sudah dirusak( katak refleks/katak spinal ) Pada katak spinal respon positif atau reaksi kuat terjadi pada refleks pembalikan tubuh, penarikan kaki, respon terhadap asam dan gerakan berenang. Percobaan ini sesuai dengan pernyataan Ville et al. (1988) bahwa, refleks masih terjadi karena pusat dari refleks spinal tidak berada dalam otak melainkan pada sumsum tulang belakang yang terpisah dari otak. Berdasarkan pernyataan tersebut terjadi refleks ketika perlakuan penarikan kaki dan pembalikan tubuh serta respon terhadap asam. Sedangkan pada pernafasan, gerakan melompat dan gerak buka tutup mata memberikan respon yang lemah karena pada peristiwa ini otak yang berperan dalam refleks fisiologis tersebut. Katak spinal merupakan katak dengan kondisi otak yang rusak tetapi respon yang dihasilkan tetap ada namun katak merespon stimulus sangat lama. Hal ini dikarenakan sistem saraf pada otaknya telah mengalami kerusakan pada saat penusukan dengan kawat atau jarum pada saat praktikum. Pada katak spinal sudah tidak memiliki keseimbangan tubuhnya karena keseimbangan tubuh diatur oleh otak.

c. katak dengan kondisi otak dan sumsum tulang belakang sudah dirusak ( katak tanpa sistem saraf ) Adanya perusakan pada sumsum tulang belakang katak memberikan hasil positif pada refleks penarikan kaki, respon terhadap asam dan gerakan berenang. Hal ini terjadi karena perusakan pada sumsum tulang belakangnya tidak 100% rusak sehingga masih menimbulkan respon yang kuat terhadap refleks penarikan kaki, respon terhadap asam dan gerakan berenang. Menurut Pearc (1989) menyatakan bahwa sumsum tulang belakang merupakan pusat gerak refleks, sehingga semakin tinggi

35

tingkat perusakan sumsum tulang belakang maka semakin lemah respon yang diberikan. Perusakan tulang belakang juga merusak tali spinal sebagai jalur syaraf, namun dengan adanya respon refleks yang sederhana dapat terjadi melalui aksi tunggal dari tali spinal meskipun adanya perusakkan sumsum tulang belakang. Tetapi katak tidak memberikan respon positif pada righting refleks karena righting refleks diatur oleh sumsum tulang belakang. Kerusakan pada sumsum tulang belakang ini sudah tidak dapat merespon pembalikan tubuhnya sendiri. Pernafasan, gerak melompat dan gerak buka tutup mata memberikan respon yang lemah. Ini terjadi karena otaknya yang rusak yang menyebabkan keseimbangan pada tubuhnya pun tidak ada.

d. katak dengan kondisi otak hilang pada kondisi ini, katak memberikan respon sangat lemah terhadap asam dan gerakan berenang, hal ini disebabkan respon yang diberikan oleh sumsum tulang belakang. Sedangkan katak memberikan respon negatif pada aktifitas yang lain, karena otak pada katak ini dihilangkan sehingga tidak bisa merespon stimulus yang diberikan.

36

6.

Kesimpulan Ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf, yaitu: Reseptor, Penghantar impuls, Efektor. Otonom Sistem saraf mengatur kerja jaringan dan organ tubuh yang tidak disadari atau yang tidak dipengaruhi oleh kehendak kita. Mekanisme gerak reflek dapat disederhanakan dengan skema sebagai berikut : Stimulus - neuron sensori - tali spinal interneuron - neuron motorik efektor Pada kondisi katak normal, katak memberikan respon sangat kuat karena katak masih memiliki sistem saraf pusat yang normal sehingga penyampaian impuls tidak terganggu. Sumsum tulang belakang sebagai syaraf perifer mengandung tali spinal sehingga menimbulkan sinap yang dibawa neuron yang selanjutnya menyebabkan gerak refleks. Larutan asam asetat bersifat asam yang digunakan pada saat praktikum berfungsi untuk memberikan rangsangan kimiawi sehingga menimbulkan gerak reflek. Katak spinal merupakan katak dengan kondisi otak yang rusak tetapi respon yang dihasilkan tetap ada namun katak merespon stimulus sangat lama. Hal ini dikarenakan sistem saraf pada otaknya telah mengalami kerusakan pada saat penusukan dengan kawat atau jarum pada saat praktikum. Pada kondisi katak tanpa sistem saraf, katak tidak memberikan respon positif pada righting refleks karena righting refleks diatur oleh sumsum tulang belakang. Kerusakan pada sumsum tulang belakang ini sudah tidak dapat merespon pembalikan tubuhnya sendiri. Pernafasan, gerak melompat dan gerak buka tutup mata memberikan respon yang lemah. Pada katak dengan kondisi otak dihilangkan memberikan respon sangat lemah terhadap asam dan gerakan berenang karena sumsum tulang belakang yang rusak dan memberikan respon negatif pada gerakan lain

37

karena otak sudah tidak ada sehingga tidak da yang mengolah, menerima dan mengatur stimulus yang ada.

38

DAFTAR PUSTAKA o o o o o o o Frandson, R. D. 1993. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Ville, C.A., W.F. Walker, Jr. dan R.D. Barnes. 1988. Zoologi Umum. Erlangga, Jakarta. Pearce, E. 1989. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Gramedia. Jakarta Hildebrand, M. 1995. Analysis of Vertebrate Structure, 4th Edition. John Willey&Sons INC, New York. http://www.scribd.com/doc/6578595/Sistem-Saraf/20/03/2011 http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/SponsorPendamping/Praweda/Biologi/00-9d.htm/19/03/2011 http://naniegreenholic.blogspot.com/p/reflek-spinal-katak.html/20/03/2011

39