Anda di halaman 1dari 3

Mekanisme Kerja Stimuno dalam Tubuh Pada prinsipnya, hewan dengan kondisi sistem imun dalam keadaan prima,

tidak mudah terkena infeksi, akan tetapi jika pada saat tertentu sistem imun terganggu atau tidak bekerja dengan baik, maka infeksi oleh bakteri, virus atau jamur mudah masuk ke dalam tubuh. Banyak faktor yang dapat mengakibatkan sistem imun terganggu, di antaranya: stress, kurang gizi, terlalu lelah, dsb. Untuk mengatsinya diperlukan pola hidup sehat, antara lain : cukup istirahat, makan bergizi seimbang, tidak stress, menghindari lingkungan yang dapat mengakibatkan sakit dan bila perlu mengkonsusmsi obat atau suplementasi yang dapat menguatkan sistem imun (daya tahan) tubuh. Imunomodulator berperan membuat sistem imun lebih aktif dalam menjalankan fungsinya menguatkan sistem imuntubuh (imuno stimulator) atau menekan reaksi sistem imun yang berlebihan (imuno supresan) sehingga kekebalan atau daya tahan tubuh kita selalu optimal menjaga kita tetap sehat ketika diserang oleh virus, bakteri atau mikroba lainnya. Salah satu imunomodulator yang telah teruji klinis dengan baik adalah Stimuno. Stimuno telah memperoleh sertifikat FITOFARMAKA dari BPOM karena telah terstandarisasi dan telah lolos uji pre klinis (uji keamanan) dan uji klinis (pembuktian khasiatnya). STIMUNO terbuat dari ekstrak Phyllanthus niruri (meniran, herbal asli Indonesia). Dengan mengkonsusmsi imunomodulator stimuno orang akan meningkat kerja sistem imunnya sehingga dapat : Mempercepat proses penyembuhan jika terkena infeksi. Pencegajhan/ proteksi jika berada di tempat yang sedang mewabah penyakit menular missal Pencegahan terhadap penyakit yang mudah diturunkan Tidak seperti vitamin yang hanya membantu meningkatkan daya tahan tubuh (imune booster). stimuno bekerja langsung memperkuat sistem imun dengan memperbanyak produksi antibodi seperti tentara yang menjaga benteng pertahanan tubuh (imuno modulator). Pada hewan sehat, sistem imun yang kuat akan mencegah

penyakit dan pada hewan yang susah terserang penyakit, sistem imun yang diperkuat akan membantu mempercepat penyembuhan Mengaktifkan semua lapisan sistem imun. stimuno bekerja mengaktifkan sistem imun non-spesifik dan sistem imun spesifik Satu-satunya imunomodulator dengan standar FITOFARMAKA (telah uji klinik) Meniran (Phylanthus niruri) sebagai bahan dasar stimuno dibudidayakan dengan teknologi modern mengikuti standar GAP (Good Agriculture Practices) dan diproses mengikuti standar c-GMP (current-Good

Manufacturing Practices) dan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) sesuai standar industri farmasi Aman. stimuno aman digunakan untuk pemakaian jangka panjang dan dapat dikonsumsi bersama dengan obat atau vitamin. Karakteristik kandungan sebagian besar produk imunostimulan adalah lipopolisakarida dan zat-zat lain yang sama-sama merupakan zat berukuran bermolekul besar. Kebanyakan zat bermolekul besar akan dianggap sebagai benda asing/alergen bila dimasukan ke dalam tubuh. Akibatnya system kekebalan tubuh akan bereaksi terhadap benda asing tersebut. Sistem kekebalan menjadi aktif dan memproduksi berbagai zat & antibodi untuk menyingkirkan benda asing. Pemberian terus menerus dapat melatih & memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi. Efek pemberian jangka panjang belum banyak diketahui. Beberapa zat seperti ekstrak meniran dapat menyebabkan ganguan ginjal dan tidak boleh digunakan pada hewan bunting. Phyllantus nuriri bersifat : astringent, peluruh air seni (menghambat pembentukan kristal kalsium oksalat), penurun panas, antihepatotoksik, antibakteri terhadap Escherichia coli, staphylococcus aureus, bacillus subtilis, hipoglikemik. Ekstrak meniran dapat menghambat aldose reductase (AR) karena senyawa ellagic acidnya mempunyai daya hambat enam kali lebih kuat daripada quercitrin yang

dikenal sebagai penghambat AR (proses reduksi aldose menjadi diabetes). P. niruri dapat memodulasi sistem imun melalui proliferasi dan aktivasi limfosit T dan B, sekresi beberapa sitokin spesifik seperti interferon gamma, tumor nekrosis faktoralpha dan beberapa interleukin, aktivasi sistem komplemen, aktivasi sel fagositik seperti makrofag, dan monosit. Selain itu juga terjadi peningkatan sel sitotoksik seperti sel pemusnah alami natural killer cell. Sedangkan terhadap respon imun spesifik, pemberian ekstrak Phyllanthus niruri meningkatkan proliferasi sel limfosit T, meningkatkan sekresi TNF dan IL-4 serta menurunkan aktifitas sekresi IL-2 dan IL10. Dari uji klinis ekstrak P. niruri dinyatakan bahwa ekstrak Phyllanthus meningkatkan kadar IFNg, kadar CD4 dan rasio CD4/CD8. P. niruri juga bekerja sebagai imunomodulator yang da-pat digunakan sebagai terapi adjuvan (penunjang) untuk beberapa penyakit infeksi.