Anda di halaman 1dari 5

MINYAK ATSIRI KENANGA Pengertian Minyak Atsiri Minyak atsiri, atau dikenal juga sebagaiminyak eterik (aetheric oil),

, minyak esensial(essential oil), minyak terbang (volatile oil), sertaminyak aromatik (aromatic oil), adalah kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas. Minyak atsiri merupakan bahan dasar dari wangi-wangian atau minyak gosok (untuk pengobatan) alami. Di dalam perdagangan, hasil sulingan (destilasi) minyak atsiri dikenal sebagai bibit minyak wangi. Para ahli biologi menganggap minyak atsiri sebagai metabolit sekunder yang biasanya berperan sebagai alat pertahanan diri agar tidak dimakan olehhewan (hama) ataupun sebagai agensia untuk bersaing dengan tumbuhan lain (lihat alelopati) dalam mempertahankan ruang hidup. Walaupun hewankadang-kadang juga mengeluarkan baubauan (sepertikesturi dari beberapa musang atau cairan yang berbau menyengat dari beberapa kepik), zat-zat itu tidak digolongkan sebagai minyak atsiri. Ciri-ciri : Minyak atsiri bersifat mudah menguap karena titik uapnya rendah Susunan senyawa komponennya kuat memengaruhisaraf manusia (terutama di hidung) Setiap senyawa penyusun memiliki efek tersendiri, dan campurannya dapat menghasilkan rasa yang berbeda. Sebagian besar minyak atsiri tidak larut dalam air dan pelarut polar lainnya Secara kimiawi, minyak atsiri tersusun dari campuranyang rumit berbagai senyawa Pengertian Kenanga Kenanga (Canangium odoratum, (Lamk.), Hook dan Thorms. (Lat) Kenanga (Canangium odoratum) adalah tumbuhan berbatang besar sampai diameter 0,1-0,7 meter dengan usia puluhan tahun. Tumbuhan kenangan mempunyai batang yang getas (mudah patah) pada waktu mudanya. Tinggi pohon ini dapat mencapai 5-20 meter. Bunga kenanga akan muncul pada batang pohon atau ranting bagian atas pohon dengan susunan bunga yang spesifik. Sebuah bunga kenanga terdiri dari 6 lembar daun dengan mahkota berwarna kuning serta dilengkapi 3 lembar daun berwarna hijau. Susunan bunga tersebut majemuk dengan garpu-garpu. Bunga kenanga beraroma harum dan khas. Di pedesaan, kenanga sering dipelihara untuk dipetik bunganya. Tumbuhan liar yang kini mulai jarang ini mudah tumbuh di daerah dataran rendah mulai ketinggian 25-1000 meter di atas permukaan laut. Nama Lokal : Kenanga (Indonesia), Kenanga, Wangsa (Jawa); Kananga (Sunda), Sandat kananga, Sadat wangsa (Bali); Selanga (Aceh), Sandat (Sasak), Ngana-ngana (Nias); Lalangiran, amok, wungurer, pum-pum, luit (Minahasa); Alasan Memilih Kenanga Kenanga adalah tanaman yang mudah untuk ditemukan. Tanaman ini banyak di perdagangkan dalam masyarakat umum. Selain itu kenanga juga memiliki fungsi untuk mengusir nyamuk melalui kandungan-kandungan yang ada di dalamnya. Kenanga memiliki bau yang khas. Minyak atsiri yang terkandung dalam ekstrak bunga kenanga mudah meresap ke pori-pori lalu menguap ke udara. Kandungan Kenanga

Bunga kenanga mengandung senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai antiseptik,antidiabetik,dan antioksidan. Selain itu kenanga juga mengandung minyak biang, cananga oil yang wangi. Cara Pembuatan Minyak Atsiri Sebenarnya proses pembuatan minyak kenanga dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, diantaranya yaitu destilasi air, destilasi uap dan air dan destilasi uap. Indonesia adalah salah satu penghasil minyak kenanga di dunia, namun kualitas dari minyak kenanganya masih dibawah negara-negara lain pengekspor minyak kenanga lainnya, hal itu disebabkan karena faktor-faktor yang kurang mendukung dalam budidaya kenanga baik pra panen maupun pasca panen. Tujuan dari penelitian ini adalah Mempelajari proses pembuatan minyak kenanga dengan menggunakan metode penyulingan destilasi uap. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode destilasi uap . Pertama-tama air dimasukkan ke ketel uap untuk menghasilkan steam, dengan menggunakan bahan bakar LPG, sedangkan bahan baku dimasukkan ke ketel suling. Apabila steam yang terbentuk sudah mencapai suhu 1000C dan tekanannya 1 bar maka steam tersebut dialirkan ke ketel suling. Uap dan minyak kenanga yang keluar dari ketel suling dialirkan ke kondensor. Waktu penyulingan dihitung mulai tetes pertama dari kondensat. Minyak yang ada di kondensat dipisahkan dari air suling kemudian dianalisa. Variabel peubahnya adalah arah aliran steam(atas dan bawah), bentuk bahan baku dan juga lama waktu destilasi (0.5; 1; 1.5 jam). Sedangkan kondisi operasinya adalah temperatur steam 1000C dan tekanannya 1 bar. Analisa Hasil Penyulingan Untuk destilasi dengan aliran uap dari bawah diperoleh persen rendemen untuk 500 gr bunga utuh pada 30 menit sebesar 0.1661, 60 menit sebesar 0.04944, dan 90 menit sebesar 0.00602, sedangkan persen rendemen untuk 500 gr bunga cacah pada 30 menit sebesar 0.27, 60 menit sebesar Khasiat Bunga Kenanga Bunga kenanga mengandung minyak atsiri, yang dikenal dengan nama minyak kenanga, yang mempunyai khasiat dan bau yang khas. Hasil penelitian mereka menunjukkan, ekstrak bunga kenanga memiliki kemampuan menolak nyamuk karena adanya kandungan linalool, geraniol, dan eugenol. Hasil penelitian menunjukkan, ketika mengoleskan ekstrak bunga kenanga pada marmut, maka minyak atsiri yang terkandung dalam ekstrak bunga kenanga meresap ke poripori lalu menguap ke udara. Bau ini akan terdeteksi oleh reseptor kimia (chemoreceptor) yang terdapat pada tubuh nyamuk dan menuju ke impuls saraf. Itulah yang kemudian diterjemahkan ke dalam otak sehingga nyamuk akan mengekspresikan untuk menghindar tanpa mengisap darah marmut lagi. Semakin banyak kandungan bahan aktif yang terdapat dalam ekstrak bunga kenanga, maka semakin besar kemampuan ekstrak tersebut menolak nyamuk http://vhyerdha.blogspot.com/2013/01/pengertianalasankandungankhasiatdan.html

KANDUNGAN MINYAK ATSIRI

Selama pertumbuhan tanaman, sejumlah molekul-molekul dasar disintesis termasuk diantaranya protein, lemak, asam nukleat, karbohidrat (terutama selulosa) dan lignin. Bahan-bahan tersebut sangat dibutuhkan dalam metabolism tumbuhan (protein, karbohidrat, lemak dan asam nukleat) atau sebagai bahan struktur ( selulosa dan lignin). Selain itu tumbuhan juga mensintesis molekul-molekul lain yang dikenal dengan bahan-bahan metabolit sekunder yaitu senyawa terpen, acetogenin dan alkaloid (molekul-molekul yang mengandung nitrogen) dimana manfaatnya terhadap tumbuhan masih belum jelas. Bahanbahan dari grup terakhir ini memiliki struktur yang sangat menarik bagi para ahli kimia dan memiliki sifat yang special (ordo, rasa, aktivitas fisiologi). Beberapa dari produk alami ini dapat dipisahkan dari tanaman dan memiliki nilai medis yang sangat bernilai (contoh quinine, morphine) atau sebagai bumbu dan penyedap rasa (minyak dari lavender, minyak dari geranium). Dari seluruh produk alami tersebut, bahan netral (terpen dan beberapa asetogenin) dapat diperoleh dengan menggunakan proses destilasi uap air terhadap bagian tertentu tanaman (misalnya daun atau akar) untuk memisahkan minyak yang tidak larut dalam air serta volatile (mudah menguap) yang disebut dengan minyak atsiri (essential oil). Kebanyakan minyak atsiri dijual sebagai bahan pewangi dan minyak wangi.

Komponen Utama Minyak Atsiri Pengamatan komponen-komponen minyak atsiri adalah hal yang penting, akan tetapi perlu diperhatikan bahwa efek-efek yang ditimbulkan oleh minyak atsiri biasanya adalah hasil kerja sinegis komponen-komponen yang terdapat pada minyak atsiri. Misalnya efek teraphi yang ditimbulkannya adalah interaksi dari komponen-komponen penyusun yang ada pada minyak atsiri. Di bawah ini disebutkan beberapa komponen utama yang umum terdapat dalam minyak atsiri dari berbagai sumber.

Terpen Terpene adalah grup kimia besar yang memiliki masing-masing sifat yang bervariasi, sehingga sulit untuk menentukan sifat terapeutiknya. Akan tetapi secara umum terpen

seperti limonene (bahan anti bakteri yang terdapat 90% pada minyak citrus), dan pinene (bahan antiseptic yang terdapat minyak terpentin dan pine dalam jumlah tinggi).

Chamazulene dan famesol (ditemukan di esen chamomile) memiliki sifat antibakterisida dan anti inflammatory.

Ester Grup yang paing banyak ditemukan di esen tanaman, termasuk diantaranya adalah linalyl asetat (ditemukan dalam clary sage dan lavender), dan geranyl acetate ( ditemukan dalam sweet marjoram). Ester bersifat fungicidal dan sedatif, biasanya berbau buah-buahan (fruity odor).

Aldehida Bahan-bahan ini secara khusus ditemukan pada esen dari lemon, misalnya dari lemongrass dan citronella. Aldehid umumnya memiliki efek sedative, efek menguap dan kualitas.

Keton Beberapa jenis keton bersifat racun, sehingga jumlah komponennya biasanya perlu dicermati. Beberapa esen mengandung keton adalah mugwort, tansy, wormwood dan sage mengandung keton bersifat racun thujone, sedangkan pennyroyal mengandung pulegone. Keton yang tidak bersifat racun misalnya jasmone pada jasmine dan fenchone paa sweet fennel. Keton dapat membantu memperlancar tersumbatnya saluran pernafasan dan aliran dari lender sehingga esen dari tanaman yang mengandung keton biasanya digunakan untuk mengatasi gangguan saluran pernafasan bagian atas.

Alkohol Beberapa yang umum ditemukan misalnya linalool (banyak sekali ditemukan di lavender), citronellol (pada bunga ros, lemon, eucalyptus dan geranium) dan geraniol (geranium dan palmarosa). Bahan ini memiliki sifat antiseptic dan antiviral serta

menentukan kualitas penguapan.

Fenol Bahan ini bersifat bakterisidal dan memberikan efek pad sistem saraf. Minyak atsiri yang mengandung fenol dalam jumlah banyak berpotensi mengiritasi kulit atau membrane mukosa. Beberapa yang umum ditemukan dalam minyak atsiri adalah eugenol (pada Akan tetapi anthole (dari

kembang cengkeh), thymol (thyme) dan carvacrol (oregano). fennel) dan estragole (dari tarragon) Senyawa oksida

Banyak ditemukan luas pada esen dari tanaman misalnya rosemary, eucalyptus, daun the dan cajuput. Senyawa oksida memberikan efek expectorant (melencerkan lendir) misalnya eucalyptol (dari eucalyptus).

Anda mungkin juga menyukai