Anda di halaman 1dari 18

TRY OKTAVIA DJABAR PO717139009065

POLTEKKES KEMENKES MANADO JURUSAN FARMASI 2011

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis haturkan ke hadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyusun dan meyelesaikan sebuah Makalah yang berjudul Pembuatan Lulur Perawatan Kulit dari Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcumae domestica).

Makalah ini memuat seluruh rangkaian pembuatan Lulur Perawatan Kulit dari Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcumae domestica), dimulai dari proses penyiapan sampel dan Proses Ekstraksi menggunakan metode eksraksi Soxhletasi, hingga menjadi lulur siap pakai.

Harapan penulis semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi Mahasiswa khususnya dan Masyarakat pada Umumnya. Namun, penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam Makalah ini, sehingga saran dan kritik sangat diharapkan untuk menyempurnakan Makalah ini.

Manado,Oktober 2011

Penulis

BAB I PENDAHULUAN
Kunyit (Curcuma longa) adalah tanaman herba berimpang dari keluarga jahe-jahean (Zingiberaceae), yang berasal dari daerah tropis Asia Selatan. Tanaman ini memerlukan temperatur 20 C hingga 30 C serta curah hujan yang rutin untuk tumbuh normal. Bagian tanaman yang banyak digunakan adalah rimpangnya.[9] Kunyit memiliki begitu banyak manfaat, selain untuk bumbu dapur kunyit juga sangat banyak digunakan khasiatnya untuk obat tradisional. Khasiat kunyit memang sangat bermanfaat untuk kehidupan kita sehari-hari.[5] Senyawa kimia yang terkandung dalam kunyit adalah kurkumin (sejenis senyawa polifenol) dan minyak atsiri. Kurkumin adalah senyawa aktif pada kunyit, yang terdapat dalam dua bentuk tautomer, yakni bentuk keto pada fase padat dan bentuk enol pada fase larutan. Selain bermanfaat untuk pengobatan, kunyit juga berguna untuk perawatan kulit dan kecantikan. Beberapa formulasi tabir surya (sunscreen) mengandung kunyit. Pasta kunyit digunakan oleh wanita di India untuk menghilangkan rambut yang berlebih di kulit. Senyawa THCs (tetrahydrocurcuminoids) pada kunyit bermanfaat sebagai antioksidan dan mencerahkan kulit, sehingga memiliki prospek dalam pembuatan formula kosmetik.[8] Dari uaraian di atas, saya tertarik untuk membuat sediaan kosmetik berupa lulur perawatan kulit tubuh dari ekstrak rimpang kunyit.

Metode yang digunakan untuk mengekstraksi rimpang kunyit adalah metode ekstraksi Soxhletasi, metode Soxhletasi dipilih karena metode ini lebih cocok dibandingkan metode metode ekstraksi yang lainnya. Selain itu, ada beberapa keunggulan dari metode ekstraksi soxhletasi dibandingkan metode yang lain, yaitu : a. Pelarut organik dapat menarik senyawa organik dalam bahan alam secara berulang kali. b. Waktu yang digunakan lebih efisien. c. Pelarut lebih sedikit dibandingkan dengan metoda maserasi atau perkolasi.[1]

BAB II ISI
I. Metode Sokhletasi Sokhletasi adalah suatu metode / proses pemisahan suatu komponen yang terdapat dalam zat padat dengan cara penyaringan berulang ulang dengan menggunakan pelarut tertentu, sehingga semua komponen yang diinginkan akan terisolasi.[1] Prinsip sokletasi adalah : Penyaringan yang berulang ulang sehingga hasil yang didapat sempurna dan pelarut yang digunakan relatif sedikit. Apabila penyaringan telah selesai, maka pelarutnya diuapkan kembali dan sisanya adalah zat yang tersari.[3] Prinsip kerja Soxhletasi adalah serbuk simplisia ditempatkan dalam selongsong dan larutan penyari dipanaskan dalam labu alas bulat sehingga menguap dan dikondensasikan oleh pendingin balik menjadi molekul molekul larutan penyari yang jatuh ke dalam selongsong menyari zat aktif di dalam simplisia dan selanjutnya melalui pipa kapiler masuk ke dalam labualas bulat kembali dan berulang seperti semula sampai ekstraksi sempurna.[9] Metode sokletasi menggunakan suatu pelarut yang mudah menguap dan dapat melarutkan senyawa organik yang terdapat pada bahan tersebut, tapi tidak melarutkan zat padat yang tidak diinginkan.[3] Syarat syarat pelarut yang digunakan dalam proses sokletasi : a. Pelarut yang mudah menguap Misalnya : heksan, eter, petroleum eter, metil klorida dan alkohol b. Titik didih pelarut rendah. c. Pelarut tidak melarutkan senyawa yang diinginkan. d. Pelarut terbaik untuk bahan yang akan diekstraksi.

e. Pelarut tersebut akan terpisah dengan cepat setelah pengocokan. f. Sifat sesuai dengan senyawa yang akan diisolasi, polar atau nonpolar.[3]

Keunggulan sokletasi : a. Sampel diekstraksi dengan sempurna karena dilakukan berulang ulang. b. Jumlah pelarut yang digunakan sedikit. c. Proses sokletasi berlangsung cepat. d. Jumlah sampel yang diperlukan sedikit. e. Pelarut organik dapat mengambil senyawa organik berulang kali.[1] Alat Sokhletasi

Cairan penyari diisikan pada labu sedangkan serbuk simplisia diisikan pada tabung dari kertas saring atau tabung yang berlubang-lubang dari gelas, baja tahan karat atau bahan lain yang cocok. Cairan penyari dipanaskan hingga mendidih, uap cairan penyari naik ke atas melalui pipa samping kemudian diembunkan kembali oleh pendingin tegak sehingga cairan turun kembali ke labu melalui tabung yang berisi serbuk simplisia. Cairan yang melaui simplisia turun sambil melarutkan zat aktif dari serbuk simplisia tersebut.[4]

Rangkaian Alat Sokletasi :

Prosedur kerja : Labu alas bulat, kondensor dan selongsong dicuci, dikeringkan dan dibilas dengan alcohol 70%. Kemudian dipasang pada statif dan selongsong dilapisi dengan kertas saring lalu sampel dimasukkan kedalamnya sambil ditekan tekan dengan batang pengaduk hingga rata permukaannya kemudian dibasahi dengan larutan penyari hingga basah dan ke dalam labu alas bulat dimasukkan larutan penyari kemudian selongsong dan labu alas bulat serta kondensor dipasang pada statif dengan kuat, kemudian pemanas dan aliran air dijalankan sehingga proses ekstraksi berlangsung hingga penyarian selesai, biasanya 20 25 sirkulasi atau pada filtrate terakhir tidak memberikan noda jika diidentifikasi komponen kimianya secara kromatografi lapis tipis. Ekstrak yang diperoleh diuapkan hingga kental atau kering.[9]

II.

Kunyit (Curcuma domestica Vahl.) a. Sejarah singkat Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh daerah tropis. Tanaman kunyit tumbuh subur dan liar disekitar hutan/bekas kebun. Diperkirakan berasal dari Binar pada ketinggian 1300-1600 m di atas permukaan laut, ada juga yang mengatakan bahwa kunyit berasal dari India. Kata Curcuma berasal dari bahasa Arab Kurkum dan Yunani Karkom. Pada tahun 77-78 SM, Dioscorides menyebut tanaman ini sebagai Cyperus menyerupai jahe, tetapi pahit, kelat, dan sedikit pedas, tetapi tidak beracun. Tanaman ini banyak dibudidayakan di Asia Selatan khususnya di India, Cina Selatan, Taiwan, Indonesia (Jawa), dan Filipina.

b. Klasifikasi Divisio : Spermatophyta

Sub-diviso : Angiospermae Kelas Ordo Famili Genus Species c. Nama daerah Sumatera : Kakunye (Enggano), Kunyet (Adoh), Kuning (Gayo), : Monocotyledoneae : Zingiberales : Zungiberaceae : Curcuma : Curcuma domestica Val.[6]

Kunyet (Alas), Hunik (Batak), Odil (Simalur), Undre, (Nias), Kunyit (Lampung), Kunyit (Melayu) Jawa (Madura) : Kunyir (Sunda), Kunir (Jawa Tengah), Temo koneng

Kalimantan : Kunit (Banjar), Henda (Ngayu), Kunyit (Olon Manyan), Cahang (Dayak Panyambung), Dio (Panihing), Kalesiau (Kenya), Kunyit (Tidung) Nusa Tenggara: Kunyit (Sasak), Huni (Bima), Kaungi (Sumba Timur), Kunyi (Sumba Barat), Kewunyi (Sawu), Koneh, (Flores), Kuma (Solor), Kumeh (Alor), Kunik (Roti), Hunik kunir (Timor) Sulawesi Kolalagu : Uinida (Talaud), Kuni (Sangir), Alawaha (Gorontalo), (Buol), Pagidon (Toli-toli), Kuni (Toraja), Kunyi

(Ujungpandang), Kunyi (Selayar), Unyi (Bugis), Kuni (Mandar). Maluku : Kurlai (Leti), Lulu malai (Babar), Ulin (Tanimbar),

Tun (Kayi), Unin (Ceram), Kunin (Seram Timur), Unin, (Ambon), Gurai (Halmanera), Garaci (Ternate) Irian : Rame (Kapaur), Kandeifa (Nufor), Nikwai (Windesi), Mingguai (Wandamen), Yaw (Arso).[2] d. Nama Simplisia Curcumae domesticae Rhizoma e. Morfologi tanaman Akar Rizomnya mampat, berisi dan bercabang dalam sudut tepat bagi membentuk himpunan yang padat. Rizom ini beraroma, kulitnya berwarna jingga-coklat dan bagian isi berwarna jinggacerah. Bagian tuber juga berisi, berwarna putih dan tumbuh lurus ke bawah. Bagian rizom ini sering digunakan sebagai bahan obat. Perbanyakannya cukup mudah, cukup dengan potongan umbi ada mata tunasnya. Relatif tahan naungan dan kekeringan. Umbi digunakan sebagai bumbu masak atau jamu.

Batang Kunyit adalah herba saka yang tingginya boleh mencapai sehingga 1 m. Tanaman ini tidak memiliki batang sejati tetapi hanya berupa pelepah daun yang berperanan sebagai batang palsu.Batang merupakan batang semu, tegak, bulat, membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun ( agak lunak ). Daun Daun tumbuh berumpun, tersusun secara berselang seling, berwarna hijau muda dan agak lembut. Daun licin, berbentuk bujur-tirus dan tepi daun tidak putus. Tanaman kunyit berupa semak dengan tinggi 1-1,5 m. Daun tunggal, bentuk bulat telur (lanset) memanjang hingga 10-40 cm, lebar 8-12,5 cm dan pertulangan menyirip dengan warna hijau pucat. Berbunga majemuk yang berambut dan bersisik dari pucuk batang semu, panjang 10-15 cm dengan mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1,5 cm, berwarna putih/kekuningan. Ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun yang rata. Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan, daging buah merah jingga kekuning-kuningan.

f. Anatomi tanaman Anatomi pada penampang melintang rimpang kunyit : Rambut Penutup Rambut penutup berada pada lapisan teratas dan berbentuk kerucut, lurus dan agak bengkok. Panjang rambut penutup 250 mm sampai 890 mm dan berdinding tebal. Epidermis

Epidermis terdiri dari satu lapis sel dan berbentuk pipih poligonal. Dinding sel pada epidermis menggabus. Hipodermis Hipodermis terdiri dari beberapa lapis sel terentang tangensial. Dinding selnya menggabus dan agak keras. Periderm Periderm terdiri dari 6 sampai 9 lapis sel. Sel periderm berbentuk segi panjang dengan dinding yang menggabus. Parenkim korteks Korteks tersusun atas sel sel parenkim dan berbentuk sel sel besar. Di dalam korteks berisi pati penuh. Sel sekresi Sel sekresi banyak dan tersebar. Bentuk selnya bulat atau lonjong yang berisi minyak yang berwarna kunig jingga, yang sebagian mendamar dan berwarna coklat kekuningan. Berkas Pengangkut Berkas pengangkut bertipe kolateral, tersebar dan tidak beraturan pada korteks dan silinder pusat. Berkas pengankut terletak di bawah endodermis dan tersusun membentuk seperti lingkaran yang teratur. Kadang kadang berkas pengangkut ini dikelilingi oleh sel sel parenkim yang tersusun menjari. Pembuluh kayu umunya terdiri dari pembuluh tangga dan pembuluh jala dengan lebar 20 mm sampai 80 mm dan tidak mempunyai lignin. Butir pati Butir padi merupakan sel tunggal yang berbentuk lonjong atau bulat telur dengan satu ujung mempunyai suatu tonjolan atau berbentuk bulat sampai hampir segitiga dengan satu sisi membulat. Endodermis

Endodermis terdiri dari 1 lapis sel terentang tangensial, dengan dinding radial menebal dan tidak mengandung pati. Parenkim Silinder Pusat Berupa sel sel parenkim yang tersusun tersusun melingkar di sekitar silinder pusat.[7] g. Kandungan tumbuhan Kandungan zat-zat kimia yang terdapat dalam rimpang kunyit adalah sebagai berikut : zat warna kurkuminoid yang merupakan suatu senyawa

diarilheptanoid 3-4% yang terdiri dari Curcumin, dihidrokurkumin, desmetoksikurkumin dan bisdesmetoksikurkumin. Minyak atsiri 2-5% yang terdiri dari seskuiterpen dan turunan fenilpropana turmeron (aril-turmeron, alpha turmeron dan beta turmeron), kurlon kurkumol, atlanton, bisabolen, seskuifellandren, zingiberin, aril kurkumen, humulen. Arabinosa, fruktosa, glukosa, pati, tanin dan dammar Mineral yaitu magnesium besi, mangan, kalsium, natrium, kalium, timbal, seng, kobalt, aluminium dan bismuth Senyawa THCs (tetrahydrocurcuminoids) (Sudarsono et.al, 1996).[2]

h. Manfaat dan Khasiat Rimpang kunyit sering digunakan untuk pengobatan yaitu untuk antikoagulan, antiedemik, menurunkan tekanan darah, obat malaria, obat cacing, obat sakit perut, memperbanyak ASI, stimulan, mengobati keseleo, memar dan rematik. Kurkuminoid pada kunyit berkhasiat sebagai antihepatotoksik (Kiso et al., 1983) enthelmintik, antiedemik, analgesik.

Selain itu kurkumin juga dapat berfungsi sebagai antiinflamasi dan antioksidan (Masuda et al., 1993). Menurut Supriadi, kurkumin juga berkhasiat mematikan kuman dan menghilangkan rasa kembung karena dinding empedu dirangsang lebih giat untuk mengeluarkan cairan pemecah lemak. Minyak atsiri pada kunyit dapat bermanfaat untuk mengurangi gerakan usus yang kuat sehingga mampu mengobati diare. Selain itu, juga bisa digunakan untuk meredakan batuk dan sebagai anti kejang. Senyawa THCs (tetrahydrocurcuminoids) pada kunyit

bermanfaat sebagai antioksidan dan mencerahkan kulit, sehingga memiliki prospek dalam pembuatan formula kosmetik.[2]

III.

Prosedur Kerja 1. Penyiapan Sampel Rimpang kunyit dibersihkan/dicuci dan diiris iris tipis Dikeringkan dengan cara diangin anginkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung, sambil sering dibolak balik untuk meratakan pengeringannya. Setelah kering, sampel diserbukkan dan ditimbang kemudian diekstraksi. 2. Proses Ekstraksi Soxhletasi Siapkan Alat dan Bahan Masukkan Sampel ke dalam selongsong yang telah dilapisi dengan kertas saring, kemudian basahi dengan pelarut. Masukkan etanol 96% sebagai pelarut ke dalam labu, kemudian panaskan Lakukan proses ekstraksi hingga sempurna Keluarkan sampel dan pekatkan atau uapkan pelarutnya dengan rotavapor.

3. Pembuatan Lulur ekstrak rimpang kunyit Haluskan beras hingga menjadi pati beras Campurkan Pati beras ke dalam ekstrak rimpang kunyit yang telah dikeringkan atau dikentalkan hingga merata. Masukkan ke dalam wadah.

BAB III PENUTUP


Kesimpulan Kunyit (Curcuma longa) adalah tanaman herba berimpang dari keluarga jahe-jahean (Zingiberaceae), yang berasal dari daerah tropis Asia Selatan. Kunyit memiliki begitu banyak manfaat, selain untuk bumbu dapur kunyit juga sangat banyak digunakan khasiatnya untuk obat tradisional. Selain memiliki khasiat untuk pengobatan, kunyit juga bermanfaat untuk perawatan kecantikan. Oleh karena itu, kunyit bisa digunakan sebagai bahan kosmetik. Senyawa THCs (tetrahydrocurcuminoids) pada kunyit bermanfaat sebagai antioksidan dan mencerahkan kulit, sehingga memiliki prospek dalam pembuatan formula kosmetik.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://aliemalfiqry.blogspot.com/2010/05/sochletasi.html 2. http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopediatanaman-anti-kanker/k/kunyit/ 3. http://chemedu09.wordpress.com/2011/05/08/sokletasi/ 4. http://healthcare-pharmacist.blogspot.com/2011/06/pembuatansimplisia-dan-ekstrak.html 5. http://mangtolib.blogspot.com/2011/08/khasiat-kunyit.html 6. http://nadjeeb.wordpress.com/2009/12/15/standarisasi-simplisiarimpang-kunyit/ 7. http://toiusd.multiply.com/journal/item/136 8. http://www.apoteker.info/Pojok%20Herbal/kunyit.htm 9. Penuntun farmakognosi 2

LAMPIRAN
WADAH LULUR

Curdom Body Scrub


Curdom Body Scrub dengan ekstrak kunyit Untuk kulit yang lebih cerah Kandungan antioksidannya dikenal dapat Mengatasi efek buruk lingkungan