Anda di halaman 1dari 19

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

ISOLASI DAN KARAKTERISTIK BAKTERI ASAM LAKTAT KOTORAN AYAM PEDAGING DAN PETELUR SEBAGAI AGENSIPROBIOTIK

BIDANG KEGIATAN: PKM PENELITIAN

Diusulkan Oleh: Teguh Imam Handoko Afifah Hidayatillah Ahmad Safarudin Mustain Billah Diah Tri Untari 10612016 10612021 10612026 11612052 11612001 Ilmu Kimia Ilmu Kimia Ilmu Kimia Ilmu Kimia Ilmu Kimia (2010) (2010) (2010) (2011) (2011)

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2012

HALAMAN PENGESAHAN USULAN PKM-P

1. Judul Kegiatan : Isolasi dan Karakteristik Bakteri Asam Laktat dari Kotoran Ayam Pedaging dan Petelur sebagai Agensi Probiotik 2. Bidang Kegiatan : PKM-P 3. Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap : Ahmad Safarudin b. NIM : 1061206 c. Jurusan : Ilmu Kimia d. Universitas : Universitas Islam Indonesia e. Alamat Rumah dan No HP : f. Alamat email : 4. Anggota Pelaksana Kegiatan : 4 orang 5. Dosen Pendamping a. Nama Lengkap dan Gelar : b. NIDN : c. Alamat Rumah dan No HP : Biaya Kegiatan Total a. Dikti : Rp 12.500.000,00 b. Sumber lain :6. Jangka Waktu Plaksanaan : 6 (Enam) bulan

Menyetujui Ketua Prodi Ilmu Kimia

Yogyakarta, 17 Januari 2013 Ketua Pelaksana Kegiatan

(Riyanto, Ph.D.) NIP.006120101 Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan

(Ahmad Safarudin) NIM. 10612026 Dosen Pendamping

(Ir. Bachnas, M.Sc.) NIP.825110101

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL . HALAMAN PENGESAHAN DAFTAR ISI . A. LATAR BELAKANG MASALAH. B. PERUMUSAN MASALAH C. TUJUAN .. D. LUARAN YANG DIHARAPKAN .... E. KEGUNAAN .. F. TINJAUAN PUSTAKA Bakteri Asam Laktat. Probiotik........... Bakteri Uji.... Kurva Pertumbuhan..... G. METODE PENELITIAN Bahan dan Alat .... Isolasi Bakteri Asam Laktat dari Ayam Pedaging dan Petelur.... Karakterisasi Bakteri Asam Laktat... H. JADWAL KEGIATAN ... I. RANCANGAN BIAYA .. DAFTAR PUSTAKA ... LAMPIRAN Biodata Ketua dan Anggota .... Biodata Dosen Pendamping ........................

i ii iii 1 2 2 2 2

3 4 5 5

6 6 7 8 8 9

iv vi

iii

A. LATAR BELAKANG MASALAH Tingkat produktivitas ternak di pulau Jawa pada umumnya sangat tinggi. Salah satu penyebabnya adalah tingginya permintaan masyarakat akan kebutuhan telur dan daging ayam di pasaran. Telur dan daging ayam ini telah sejak lama dikonsumsi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan protein. Meningkatnya pertumbuhan industri makanan cepat saji dan rumah makan di pulau Jawa menyebabkan semakin banyaknya industri peternakan di pulau jawa. Sehingga semakin banyak usaha peternakan ayam baik pedaging maupun petelur. Salah satu produk daging sumber protein yang banyak diminati masyarakat adalah daging broiler. Ayam broiler, merupakan jenis ras unggulan hasil persilangan dari ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi, terutama dalam memproduksi daging ayam. Ayam ras pedaging ini adalah anak ayam yang digemukkan dan dipasarkan pada umur 8,15 minggu dengan berat berkisar 1.33 kg (Bundy et al (1975). Sedangkan ayam ayam lehorn (petelur) adalah ayam-ayam betina dewasa yang dipelihara khusus untuk diambil telurnya. Selama ini yang kita ketahui, dari berbagai usaha peternakan ayam tersebut memanfaatkan limbah kotoran ayam yang dihasilkannya sebagai pupuk kompos. Penelitian yang dilakukan oleh Suryani et al (2010) telah berhasil mengisolasi 4 spesies bakteri asam laktat (BAL) pada feses ayam broiler strain lohman umur 42 hari. Keempat bakteri tersebut adalah Lactobacillus, Staphylococcus, Leuconoctoc, dan Eubacterium. Bakteri asam laktat merupakan salah satu mikrobiota alami yang banyak dimanfaatkan sebagai agensia fermentasi. Proses fermentasi oleh bakteri asam laktat sangat bergantumg pada aktivitas dan proliferasi bakteri-bakteri penghasil asam laktat (Ensminger, 1990). Organisme pembentuk asam laktat terbagi dua spesies, yaitu : 1) spesies homofermentatif yang mampu mengubah 95% heksosa mejadi asam laktat, 2) spesies heterofermentatif, merupakan grup yang memproduksi asam laktat dalam jumlah sedikit dan produk yang dihasilkan yaitu etil alkohol, asam asetat, asam format dan karbondioksida. Bakteri asam laktat ini diketahui berperan dalam proses fermentasi, pengawetan makanan, baham sebagai agensi probiotik. Mengisolasi suatu mikroba adalah memisahkan mikroba tersebut dari lingkungannya (alam) dan menumbuhkannya sebagai biakan dalam medium buatan. Kemudian karakterisasi merupakan suatu cara yang digunakan untuk menentukan suatu nama atau jenis spesies yang sudah diidentifikasi dengan berbagai macam uji dan pengamatan. Usaha untuk mengetahui mikroba dalam saluran pencernaan tersebut pun dapat dilakukan dengan melakukan isolasi dari feses atau kotoran hewan yang dihasilkannya. Di dalam feses atau kotoran ayam tersebut mengandung sejumlah bakteri dan juga dekomposisi senyawa nitrogen. Penelitian ini bertujuan mengisolasi bakteri asam laktat dari feses ayam broiler dan ayam lehorn pada bagian tractus digestivus (usus halus). Selanjutnya seluruh bakteri yang diperoleh akan diidentifikasi dan dikarakterisasi ciri-ciri atau sifatnya yang mendukung bahwa bakteri ini adalah bakteri asam laktat. Identifikasi dilakukan untuk menentukan jenis-jenis bakteri asam laktat yang ada

atau hidup pada bagian traktus digestivus ayam broiler dan ayam pedaging umur 42 hari. Identifikasi bakteri dilakukan terhadap isolat-isolat yang diperoleh dengan berpedoman pada buku Bergeys Determinative Bacteriology (Holt et al, 1994) dengan melakukan serangkaian uji morfologi, fisiologi dan biokimia yaitu warna koloni, uji katalase, pewarnaan Gram, pengamatan bentuk sel, tipe fermentasi, uji penentuan kadar laktat. Kemudian konsentrasi BAL yang terdapat dalam ayam broiler dan ayam lehorn tersebut dibandingkan untuk mendapatkan konsentrasi BAL yang paling tinggi.

B. PERUMUSAN MASALAH Berdasasarkan latar belakang tersebut maka kami memiliki suatu rumusan masalah sebagai berikut: 1. Apakah bakteri asam laktat yang terdapat pada ayam pedaging dan ayam petelur memiliki karakteristik yang sama? 2. Bagaimanakah karakteristik bakteri asam laktat pada kedua ayam tersebut? 3. Bgaimanakah perbandingan kualitas bakteri asam laktat dari ayam pedaging dan ayam petelur sebagai agensi probiotik?

C. TUJUAN Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Mengetahui karakteristik bakteri asam laktat pada ayam pedaging dan ayam petelur 2. Mempelajari karakteristik bakteri asam laktat ayam pedaging dan ayam petelur 3. Mengetahui perbandingan kualitas bakteri asam laktat dari ayam pedaging dan petelur sebagai agensi probiotik

D. LUARAN YANG DIHARAPKAN Luaran yang diharapkan dari program ini adalah diperolehnya BAL dari jenis ayam pedaging maupun petelur. Sehingga dari kedua hasil isolasi BAL tersebut dapat diketahui jumlah BAL yang paling tinggi di antara kedua jenis ayam tersebut. Sehingga dari penelitian ini akan diperoleh sebuah paten produk dan menjadikannya penelitian berkelanjutan untuk produksi dan isolasi BAL dari kotoran ayam.

E. KEGUNAAN Kegunaan program penelitian yang kami usulkan ini adalah sebagai berikut : 1. Mengembangkan penelitian berbasis Green Chemistry 2. Meningkatkan nilai komoditas limbah kotoran ayam sebagai penghasil bakteri asam laktat 3. Memberikan alternatif sumber bakteri asam laktat sehingga dapat memperbanyak sumber bakteri asam laktat, terutama dari bahan tak terpakai

F. TINJAUAN PUSTAKA Bakteri Asam Laktat (BAL) Bakteri asam laktat adalah kelompok bakteri gram positif, tidak berspora, berbentuk bulat atau batang, memproduksi asam laktat sebagai produk akhir selama fermentasi karbohidrat, katalase negatif, mikroaerotoleran dan asidotoleran (Axelsson, 1998). Secara ekologis kelompok bakteri ini sangat bervariasi dan anggota spesiesnya dapat mendominasi bermacam-macam makanan, minuman atau habitat yang lain seperti tanaman, jerami, rongga mulut dan perut hewan (Suryani, et al, 2010) Bakteri asam laktat adalah kelompok bakteri yang mampu mengubah karbohidrat (glukosa) menjadi asam laktat. Efek bakterisidal dari asam laktat berkaitan dengan penurunan pH lingkungan menjadi 3 sampai 4,5 sehingga pertumbuhan bakteri lain termasuk bakteri pembusuk akan terhambat (Amin dan Leksono, 2001). Pada umunya mikroorganisme dapat tumbuh pada kisaran pH 6-8 (Buckle et al., 1987). Bakteri asam laktat pada ikan merupakan salah satu bagian dari bakteri awal. Pertumbuhan bakteri ini dapat menyebabkan gangguan terhadap bakteri pembusuk dan pathogen (Bromberg, dkk., 2001). Bakteri yang termasuk kelompok BAL adalah Aerococcus, Allococcus, Carnobacterium, Enterococcus, Lactobacillus, Lactococcus, Leuconostoc, Pediococcus, Streptococcus, Tetragenococcus, dan Vagococcus (Ali dan Radu, 1998). Pemanfaatan BAL oleh manusia telah dilakukan sejak lama, yaitu untuk proses fermentasi makanan. BAL merupakan kelompok besar bakteri menguntungkan yang memiliki sifat relatif sama. Saat ini BAL digunakan untuk pengawetan dan memperbaiki tekstur dan cita rasa bahan pangan (Chabela, dkk., 2001). BAL mampu memproduksi asam laktat sebagai produik akhir perombakan karbohidrat, hydrogen peroksida, dan bakteriosin (Afrianto, dkk., 2006). Dengan terbentuknya zat antibakteri dan asam maka pertumbuhan bakteri pathogen seperti Salmonella dan E. coli akan dihambat (Silalahi, 2000). Efektivitas BAL dalam menghambat bakteri pembusuk dipengaruhi oleh kepadatan BAL, strain BAL, dan komposisi media (Jeppensen dan Huss, 1993). Selain itu, produki substansi penghambat dari BAL dipengaruhi oleh media pertumbuhan, pH, dan temperature lingkungan (Ahn dan Stiles, 1990). Lactobacillus plantarum Lactobacillus plantarum merupakan salah satu jenis BAL homofermentatif dengan temperatur optimal lebih rendah dari 37oC (Frazier dan Westhoff, 1988). L. plantarum berbentuk batang (0,5-1,5 s/d 1,0-10 _m) dan tidak bergerak (non motil). Bakteri ini memiliki sifat katalase negatif, aerob atau fakultatif anaerob, mampu mencairkan gelatin, cepat mencerna protein, tidak mereduksi nitrat, toleran terhadap asam, dan mampu memproduksi asam laktat. Dalam media agar, L. plantarum membentuk koloni berukuran 2-3 mm, berwarna putih opaque, conveks, dan dikenal sebagai bakteri pembentuk asam laktat (Kuswanto dan Sudarmadji, 1988). L. plantarum mampu merombak senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan hasil akhirnya yaitu asam laktat. Menurut Buckle et al. (1978) asam laktat dapat menghasilkan pH yang rendah pada substrat sehingga

menimbulkan suasana asam. L. plantarum dapat meningkatkan keasaman sebesar 1,5 sampai 2,0% pada substrat (sarles et al., 1956). Dalam keadaan asam, L. plantarum memiliki kemampuan untuk menghambat bakteri pathogen dan bakteri pembusuk (Delgado et al., 2001) Pertumbuhan L. plantarum dapat menghambat kontaminasi dari mikrooganisme pathogen dan penghasil racun karena kemampuannya untuk menghasilkan asam laktat dan menurunkan pH substrat, selain itu BAL dapat menghasilkan hidrogen peroksida yang dapat berfungsi sebagai antibakteri (Suriawiria, 1986). L. plantarum juga mempunyai kemampuan untuk menghasilkan bakteriosin yang berfungsi sebagai zat antibiotik (Jenie dan Rini, 1995). Potensi BAL sebagai Agensi probiotik Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang dikonsumsi untuk memperbaiki secara keseimbangan mikroflora usus. Keseimbangan yang baik dalam ekosistem mikrobiota usus dapat menguntungkan kesehatan konsumen kita dan dapat dipengaruhi oleh konsumsi probiotik setiap hari. Pada saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi dalam ilmu fisiologi human maupun mikroorganisme memungkinkan dengan tepat penentuan kriteria seleksi mikroorganisme dan yang secara ilmiah membuktikan aktivitasnya bagi promosi kesehatan. Bakteri asam laktat (BAL) terbukti dapat digunakan sebagai agensi probiotik sebagaimana telah dilakukan oleh Suryani (2010). Hasil analisis mikrobiologis beberapa jenis BAL meliputi genus Lactobacillus, Streptococcus, Lactococcus (Hosono et al, 1989; Surono dan Nurani, 2001) seperti terlihat pada Tabel 3. Selain itu juga ditemukan bakteri yang tergolong non-bakteri asam laktat yaitu Micrococcus varians, Bacillus cereus dan Staphylococcus saprophyticus serta khamir yaitu Endomyces lactis (Hosono et al, 1989).

Potensi Kotoran Ayam sebagai sumber BAL Penelitian sebelumnya Suryani (2010) telah mengisolasi bakteri asam laktat dari feses ayam broiler strain Lohman pada bagian tractus digestivus (usus halus). Selanjutnya seluruh bakteri yang diperoleh akan diidentifikasi dan dikarakterisasi ciri-ciri atau sifatnya yang mendukung bahwa bakteri ini adalah bakteri asam laktat. Identifikasi dilakukan untuk menentukan jenis-jenis bakteri asam laktat

yang ada atau hidup pada bagian traktus digestivus ayam broiler strain Lohman umur 42 hari. Identifikasi bakteri dilakukan terhadap isolat-isolat yang diperoleh dengan berpedoman pada buku Bergeys Determinative Bacteriology (Holt et al, 1994) dengan melakukan serangkaian uji morfologi, fisiologi dan biokimia yaitu warna koloni, uji katalase, pewarnaan Gram, pengamatan bentuk sel, tipe fermentasi, uji penentuan kadar laktat. Berikut uji kadar asam laktat pada masingmasing isolate bakteri asam laktat umur 24 jam.

Adapun macam-macam genus yang telah diketemukan dalam penelitian ini adalah genus Lactobacillus, Staphylococcus, Eubacterium dan Leuconostoc. Hipotesis BAL dapat diisolasi dan dari Kotoran Ayam, dimana karakteristik BAL hasil isolasi tersebut dapat digunakan sebagai Agensi Probiotik. G. METODE PENELITIAN Bahan dan Alat Bahan-bahan yang digunakan dalam penilitian ini antara lain adalah kotoran ayam yang diambil dari saluran pencernaan ayam broiler dan lehorn, aquadest, MRS padat dan cair, Mueller Hinton Agar, Tripticase Soy Broth, alkohol 70%, NaCl, NaOH, HCl, pepsin, buffer tris-HCl. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain adalah cawan petri, geas beaker, erlenmeyer, gelas ukur, incubator, pHmeter, tabung reaksi, pipet tetes, autoklaf, sentrifuse, ose, neraca analitik dan HPLC. Isolasi BAL Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Suryani, et al (2010), cara mengisolasi BAL adalah sebagai berikut: masing-masing limbah kotoran ayam broiler dan lehorn diambil sebanyak 10 gram kemudian diencerkan dengan 90 mL aquadest. Larutan ini kemudian disebut sebagai sumber inokulum. Kemudian dilakukan pengenceran berseri 10-2, 10-4dan 10-6. Hasil pengenceran sebanyak 20 l ditumbuhkan pada medium padat dengan menggunakan MRS dalam petri. Selanjutnya diinkubasi pada suhu 39oC dalam kondisi anaerob selama 24 jam. Untuk koloni terpisah dari koloni lainnya diambil dengan menggunakan ose dan ditumbuhkan pada medium padat dengan cara goresan dan diinkubasi pada suhu 39oC dalam kondisi anaerob selama 24 jam.

Setelah 24 jam inkubasi diambil koloni yang tumbuh terpisah dengan koloni yang lainnya dengan menggunakan ose, dan ditumbuhkan pada medium cair sebagai medium pengkayaan kemudian diinkubasi selama 24 jam pada suhu 39oC untuk selanjutnya dilakukan seleksi. Mikrobia yang telah ditumbuhkan dalam medium pengkayaan dilakukan seleksi berdasarkan karakteristiknya yang meliputi tipe katalase, gram stanning, bentuk morfologi, uji tipe fermentasi, kadar asam laktat (metode HPLC), uji genera bakeri asam laktat. Pengujian biokimia dan pengamatan fisiologi isolat bakteri asam laktat umur 24 jam. Isolasi dan seleksi serta karakteristik isolat terseleksi dianalisis secara deskriptif. Pola pertumbuhan dan penurunan pH baik pada kinetika fermentasi produksi asam laktat pada puncak eksponensial dianalisis dengan CRD pola searah yang dilanjutkan dengan DMRT (Astuti, 1980).

Skema Penelitian
KOTORAN AYAM BROILER/LEHORN SUMBER INOKULUM 10 GRAM DALAM 90 mL AQUADEST

DIENCERKAN MENJADI 102,

10-4dan 10-6

MASING-MASING DIAMBIL 20L DITUMBUHKAN DALAM MEDIUM MRS PADAT DIINKUBASI PADA 39oC KOLONI YANG TERPISAH DIAMBIL DENGAN OSE DALAM KONDISI ANAEROB SELAMA 24 JAM DITUMUHKAN DALAM KOLONI YANG TERPISAH DIAMBIL DENGAN OSE MEDIUM MRS PADAT DAN DIINKUBASI PADA 39oC DALAM KONDISI DITUMUHKAN DALAM ANAEROB SELAMA 24 JAM MEDIUM MRS CAIR DAN DIINKUBASI PADA 39oC 1. UJI KATALASE DALAM KONDISI 2. UJI GRAM STANNING ANAEROB SELAMA 24 JAM 3. UJI FERMENTASI 4. UJI GENERA BAL

DILAKUKAN UJI KARAKTERISTIK PENENTUAN KADAR BAL DENGAN HPLC

H. JADWAL KEGIATAN
Kegiatan
Pembelian Bahan Pembelian Alat Preparasi Percobaan Penelitian Uji Hasil Penelitian Evaluasi Laporan

Bulan 1
1 2 3 4 1

Bulan 2
2 3 4 1

Bulan 3
2 3 4 1

Bulan 4
2 3 4 1

Bulan 5
2 3 4 1

Bulan 6
2 3 4

No.

Komponen Biaya 1 1.1 Bahan Kimia Medium MRS Padat

Dana

Jumlah

Rp 500.000,00/l Rp 500.000,00/l Rp 1000.000.000,00/l Rp. 4.000,00/l 15 x @Rp.100.000,00 15 x @ Rp. 75.000,00 15sampel x@Rp.100.000,00 15 sampel x @ Rp.20.000,00 Rp.

Rp 500.000,Rp 500.000,Rp1000.000,20.000,00

Medium MRS Cair Ethanol 98% E Merck


Aquabidest 5 liter 2 1.2 Biaya Analisis a. Biaya Analisis HPLC b. Biaya Uji Katalase c. Biaya Uji Gram Stanning d. Biaya Uji Fermentasi

Rp. 1.000.000,00 Rp. 1.125.000,00 Rp. 1.500.000,00 Rp. 300.000,00

e. Biaya Uji Genera BAL 3 Biaya Perjalanan a. Transportasi dalam kota b. Biaya pengambilan sampel

15 sampel x @Rp. 2000,00 Sub Total 8 bulan x @ Rp. 10.000,00 1 kali x Rp. 300.000,00 Sub Total

Rp.

300.000,00

Rp. 6.245.000,Rp. Rp. Rp. 80.000,00 300.000,00 380.000,00

4 Biaya Lain-lain Biaya Administrasi Laboratorium

8 bulan x @Rp. 80.000,00 Sub Total TOTAL

Rp. Rp.

640.000,00 640.000,00

Rp. 7.265.000,00

DAFTAR PUSTAKA Holt, J. G., N. R. Krieg, P. H. A. Sneath, J. T. Staley dan S. T. Williams. 1994. Bergeys Manual of Determinative Bacteriology 9th Edition. Lippincott Williams and Wilkins. Baltimore. Suryani, Yoni, Astuti, Bernadeta Oktavia, dan Siti Umniyati. 2010. Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat dari Limbah Kotoran Ayam sebagai Agensi Probiotik dan Enzim Kolesterol Reduktase. Prosiding Seminar Nasional Biologi. Ballard, S. Thamesia. 2008. Optimizing the Extraction of Phenolic Antioxidant Compounds from Peanut Skins. Virginia Polytechnic Institute and University. Blacksburg. Amin, Wazna dan Leksono, Tjipto., 2001, Analisis Pertumbuhan Mikroba Ikan Jambal Siam (Pangasius sutchi). Asap yang Telah Diawetkan Secara Ensiling. Buckle, K.A., R.A. Edwards, G.H. Fleet, and M. Wooton. 1987. Ilmu Pangan. Universitas Indonesia Press. Jakarta. 365 hlm. Bromberg, R., I. Moreno, C.L. Zaganini, R.R Delboni, V.N. Moreira, J. Oliveira, and A.L.S. Lerayer. 2001. Characterization of Bacteriocin-Producing Lactic Acid Bacteria Isolated from Meat and Meat Products (abs). IFT Annual Meeting 2001. New Orleans, Lousiana. Ali. G.R.R. and S. Radu. 1998. Isolation and Screening of Bacteriocin Producing LAB from Tempeh. University of Malaysia. Afrianto, E., E. Liviawaty., dan I. Rostini. 2006. Pemanfaatan Limbah Sayuran untuk Memproduksi Biomasa Lactobacillus plantarum sebagai Bahan Edible Coating dalam Meningkatkan Masa Simpan Ikan Segar dan Olahan.

Laporan Akhir. Unpad. 113 hlm.

Frazier, W.B., and Dennis C. Westhoff. 1998. Food Microbiology. Third Edition. McGraw-Hill, Inc. New York. 539 hlm.

Kuswanto, K.R., dan Slamet Sudarmadji. 1988. Proses-proses Mikrobiologi Pangan. PAU Pangann dan Gizi Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. 160 hlm.

Suriawiria, Unus. 1986. Mikrobiologi Masa Depan Penuh Kecerahan Di Dalam Pembangunan. Kumpulan Beberapa Tulisan dari Unus Suriawiria. Jurusan Biologi. ITB. Bandung. Hlm. 67-68. Jenie, S.L., dan Shinta E. Rini. 1995. Aktivitas Antimikroba dari Beberapa Spesies Lactobacillus terhadap Mikroba Patogen dan Perusak Makanan. Buletin Teknologi dan Industri Pangan, 7(2) : 46-51. Jeppesen, V.F. and Huss, H.H. ( I 993) Antagonistic activity of two strains of lactic acid bacteria against Listeria monocytogenes and Yersinia enterocolitica in a model fish product at 5C. Inc. J. Food Microbiol. 19, 179-186.a

Lampiran BIODATA KETUA DAN ANGGOTA KELOMPOK 1. Ketua Pelaksana Kegiatan 2. Anggota Pelaksana Kegiatan a. Nama lengkap : Afifah Hidayatillah b. NIM : 10612021 c. Fakultas/Prodi : MIPA/Ilmu Kimia d. Tempat, tanggal lahir : Magelang, 16 November 1990 e. Alamat : Potrojayan , Madurejo, Prambanan, Kabupaten Sleman f. No. HP : 085643244505 g. Alamat Email : blue.archer16@yahoo.com h. Riwayat pendidikan No. Tahun Nama Lembaga 1. 1997-2003 SDN Madusari I 2. 2003-2006 SMPN 1 Kalasan 3. 2006-2010 SMKN 2 Depok Yogyakarta (STM Pembangunan) 4. 2010Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, 29 Oktober 2012

3. Anggota Pelaksana a. Nama lengkap b. NIM c. Fakultas/Prodi d. Tempat, tanggal lahir e. Alamat

f. No. HP g. Alamat Email h. Riwayat pendidikan No. Tahun Nama Lembaga 1. 1998-2004 SDN 33/1 simp. Sei. Rengas 2. 2004-2007 SMPN 9 Batanghari 3. 2007-2010 SMAN 7 Batanghari 4. 2010Universitas Islam Indonesia

: Desi Novarita : 10612018 : MIPA/Ilmu Kimia : Sungai Rengas, 21 Desember 1991 : Jl. Kaliurang KM 14,5 Dsn. Lodadi Wisma Sebayak no. 63 Sleman, Yogyakarta : 085228236723 : echi_nova@yahoo.com

iv

Yogyakarta, 29 Oktober 2012

4. Anggota Pelaksana a. Nama lengkap b. NIM c. Fakultas/Prodi d. Tempat, tanggal lahir e. Alamat

f. No. HP g. Alamat Email h. Riwayat pendidikan No. Tahun Nama Lembaga 1. 1998-2004 SDN 09 Sungai Limau 2. 2004-2007 SMPN 1 Sungai Limau 3. 2007-2010 SMTI Yogyakarta 4. 2010Universitas Islam Indonesia

: Yoansyah Putra : 10231019 : MIPA/Analis Kimia : Rantau Prapat, 27 Juni 1992 : Pogung dalangan RT 12 RW 50 Sinduadi Melati, Sleman : 087738228127 : yoansyah_p@rocketmail.com

Yogyakarta, 29 Oktober 2012

5. Anggota Pelaksana a. Nama lengkap b. NIM c. Fakultas/Prodi d. Tempat, tanggal lahir e. Alamat

f. No. HP g. Alamat Email h. Riwayat pendidikan No. Tahun Nama Lembaga 1. 2000-2006 SDN 1 Batuah 2. 2006-2009 SMPN 1 Kota Baru 3. 2009-2011 SMAN 1 Kota Baru 4. 2011Universitas Islam Indonesia

: Mita Herliana : 11612037 : MIPA/Ilmu Kimia : Kota baru, 23 Mei 1994 : Jl. Kaliurang Km. 14,5 No. 59 Gg. Puntodewo Lodadi, Ngemplak, Sleman : 081251952283 : mithalagy@yahoo.co.id

Yogyakarta, 29 Oktober 2012

BIODATA DOSEN PEMBIMBING I . IDENTITAS DIRI 1.1 Nama Lengkap (dengan gelar) 1.2 Jabatan Fungsional 1.3 NIDN 1.4 Tempat dan Tanggal Lahir 1.5 Alamat Rumah 1.6 1.7 1.8 1.9 1.10 Nomor Telepon Nomor HP Alamat Kantor Nomor Telepon/Faks. Alamat e-mail

Tatang Shabur Julianto, S.Si., M.Si., (L) Lektor/IIIc

0517077601
Pamekasan, 17 Juli 1976 Griya Taman Asri H-306, Donoharjo, Ngaglik, Sleman 01274-867574 081578704050 Prodi Ilmu Kimia FMIPA UII Jalan Kaliurang Km. 14,5 Sleman DIY 0274-896439 ext. 3012 /0274-896439 ext. 3020 tatang_shabur@staff.uii.ac.id / ts_julianto@yahoo.co.id

II. RIWAYAT PENDIDIKAN 2.1 Program S-1 2.2 Nama PT Universitas Diponegoro 2.3 Bidang Ilmu Kimia 2.4 Tahun Masuk 1995 2.5 Tahun Lulus 2001 III. PENGALAMAN PENELITIAN No. 1. Tahun 2009 Judul Penelitian Sintesis N-Alkil Kitosan sebagai Katalis Basa Heterogen Reaksi Transesterifikasi Minyak Jelantah Isolasi Alkaloid Ekstrak Etanol Daun Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Boerl.)) dan Uji Aktivitasnya sebagai Antimalaria Isolasi Alkaloid Ekstrak Etanol Daun Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Boerl.)) dan Uji Aktivitasnya sebagai Insektisida Alamiah terhadap Ulat Grayak (Spedotera litura) Optimasi Isolasi Senyawa

S-2 Universitas Gadjah Mada Kimia 2003 2007

S-3 -

Pendanaan Sumber Penelitian Dasar DPPM UII

2008

2007

Penelitian Dosen Muda DIKTI

2004

Penelitian Dosen Muda DPPM

vi

Isoflavon dalam Tempe Kedelai

UII

V. PENGALAMAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL No Tahun Judul Artikel Ilmiah Volume/ Nomor Nama Jurnal 2011 Isolasi dan Identifikasi 11/2 EKSAKTA Minyak Atsiri Daun Sirih (Piper betle, Linn.) dan Uji aktivitasnya terhadap bakteri Salmonella thypi 2008 Isolasi dan Identifikasi 10/1 EKSAKTA Senyawa Alkaloid Ekstrak Etanol Daun Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl.) dan Uji Aktivitasnya Sebagai Insektisida terhadap Ulat Grayak (Spodoptera litura (Fab)). 2007 Sintesis Senyawa Antimalaria 9/1 EKSAKTA (1)-N-3,4-dimetoksibenzil1,10-fenantrolinium bromida, Jurnal Ilmu-ilmu MIPA, EKSAKTA, Vol. 9 No. 1 2006 Optimasi Isolasi Senyawa Isoflavon dalam Tempe Kedelai 8/2 EKSAKTA

Yogyakarta, 29 Oktober 2012

vii

NOTE: Kondisi pakan ayam, mempengaruhi feses yang dihasilkan, yang basah atau kering Kondisi

viii

Nama lengkap Tempat dan Tanggal Lahir Jenis Kelamin Riwayat Pendidikan

: Ahmad Safarudin : Bantul, 2 September 1991 : Laki-laki : SDN 1 Srandakan (2003) SMPN 1 Srandakan (2006) SMK N 2 Depok Sleman Jojyakarta (2010) Status : Mahasiswa Juruan Ilmu Kimia FMIPA UII Alamat Jogjakarta : Asrama Az-Zain UII Jl. Kaliurang Km. 14.5 Sleman Alamat Asal : d/a Srandakan 1/I, Trimurti, Srandakan, Bantul Jogjakarta, 55762 Pengalaman Akademis/Prestasi: Juara III Lomba Blog IPTEKS AKPIRND se DIY-JATENG (2009)

ix

Yogyakarta, 29 Oktober 2012

Ahmad Safarudin