Anda di halaman 1dari 14

Pergelangan kaki

Pergelangan kaki terdiri dari ujung-ujung tulang kering serta tulang betis dan tumit. Tulang-tulang itu disatukan oleh ligamen yang cukup kuat, sehingga membentuk sendi. Berikut ini cara merawat persendian tersebut agar tidak mudah cedera.Sendi pergelangan kaki dapat menjadi stabil karena adanya bungkus sendi dan ligamen yang kuat. Sendi pergelangan kaki sering mengalami cedera. Padahal, persendian ini harus dapat berfungsi dengan baik karena sangat diperlukan waktu kita berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yang lain.Sendi pergelangan kaki harus mendapat perhatian yang cukup agar tidak mudah mengalami cedera. Salah satu usaha untuk menguatkannya adalah dengan melatih yang terlibat secara aktif dalam menggerakkan sendi pergelangan kaki. alam kehidupan sehari-hari maka trauma pada sendi pergelangan kaki dan terutama dari sendi talo-cruralnya, adalah trauma yang sering sekali terjadi. Tidak hanya mereka yang memang kerjanya menggunakan sendi ini secara dipaksakan !seperti misalnya olahragawan dan terutama pemain sepakbola" tetapi juga para ibu yang menggunakan hak sepatu yang tinggi sangat peka terhadap trauma di daerah ini. Penting diingat bahwa sendi ini mutlak untuk lokomosi manusia. Selain sering, trauma yang ringan saja sudah akan menimbulkan cacad untuk berjalan. #acad ini kadang-kadang tidak berupa cacad yang temporair, tapi dapat merupakan suatu cacad yang permanen apabila tidak dilakukan pengelolaan serta penatalaksanaan secara baik sejak semula.

itambah lagi oleh suatu fakta bahwa trauma pada daerah ini mudah diikuti oleh suatu $steoarthritis post-traumatika karena memang bentuk persendiannya yang khas dan majemuk. $leh karena itu problema pengelolaan trauma pada sendi ini mempunyai arti sosial dan ilmu kedokteran yang cukup penting. an harus diakui bahwa pengobatannya memang sulit. Sebelum memulai mempelajari cara-cara pengelolaan yang terbaru, adalah penting sekali kita memahami betul-betul anatomi dari persendian ini dan menghayati faktor-faktor penyebabnya. Trauma pada sendi ini yang dapat menimbulkan patah tulang, pada dasarnya juga dapat menyebabkan robekan ligamen, dan apa yang disebutkan sebagai LIGAMEN TOUS FRACTURE terlepasnya insersi ligamen pada tulang. %tau dengan kata-kata lain, mekanisme dasar yang bertanggung jawab terhadap sprain, ligamentous injuries dan fraktur sekitar sendi ini adalah sama. &ntuk pengelolaan yang baik maka perlu kita perhatikan beberapa hal, antara lain ' ( Perlu mempunyai ketrampilan yang tinggi ( )engenal jenis trauma secepat mungkin ( )encegah salah-tindak sejak semula !mismanagement" ( )encegah over-treatment dari trauma yang tidak begitu berat*ringan %+%T$), S-+ , P-./-0%+/%+ 1%1, !%+10- 2$,+T"

3ang memegang peranan paling penting pada trauma dari pergelangan kaki adalah sendi talocrural, karena itu yang biasanya diartikan dengan ankle joint adalah sendi ini. Penting oleh karena pada sendi talocrural ini os talus diapit oleh kedua tangkai garpu yang dibentuk oleh kedua malleoli. ,ntegrasi peranan tulang dan ligamenta pada sendi ini unik sekali. Pada sisi medial kita lihat dengan jelas ligamen deltoid yang amat kuat yang terdiri dari tiga bagian, mengikat malleolus medialis pada os navicular serta calcaneus dan talus !Tibio navicular, tibiocalcaneal dan talotibial ". Pada sisi lateral ligamenta yang tampaknya tidak sekuat ligamen deltoid mengikat malleolus lateralis pada calcaneus dan talus serta tibia !4ibulocalcaneal, %nterior talofibular serta anterior tibiofibular". 5ubungan tibia dan fibula !syndesmosis" dipertahankan oleh %nterior Tibiofibular dan Posterior Tibiofibular serta ligamen interosseus yang merupakan lanjutan daripada membrana interossea pada tungkai bawah. 0igamenta ini yang mempertahankan stabilitas sendi talocrural dan menentukan gerakan lingkup sendinya !.$) 6 .ange of )otion", juga bertanggung jawab terhadap penentuan jenis trauma yang terjadi. 1ebanyakan patah tulang malleoli tidak disebabkan oleh trauma yang langsung tetapi oleh trauma yang indirek berupa ' !i" bending, !ii" twisting dan !iii" tearing pada ligamentanya. Bentuk tulang-tulang sekitar sendi ini juga memainkan peranan yang penting. ulu ada dua persangkaan yang salah, yaitu ' !a"4ibula*)alleolus lateralis tidak berperan dalam menahan daya !berat badan" pada sendi ini. !b"Persendian fibula-tibia distal adalah sesuatu yang rigid*kaku. 1alau diperhatikan perbedaan sumbu anatomik dan sumbu fungsionil sendi talocrural yang cukup besar serta beda lebar os talus bagian depan dan bagian belakang !7,8 -- 9 mm lebih lebar pada bagian depan", maka dengan sendirinya pada waktu dorsifleksi tangkai garpu malleolar akan melebar serta me- nyempit lagi waktu plantarfleksi. melebar-menyempit oleh karena terdorong, terdapat engan kata lain gerakan-gerakan

pada sendi tibiofibular distal ini. )aka dari itu mempertahankan hal ini juga penting pada pengobatan trauma sekitar sendi pergelangan kaki ini. Tidak lengkap kiranya mempelajari anatomi sendi pergelangan kaki tanpa menyebut bermacam- macam istilah yang terdapat pada sendi ini seperti ' Plantarfleksi dan dorsifleksi -versi dan inversi atau .otasi -ksternal dan ,nternal ,stilah-istilah Pronasi-supinasi untuk kaki bagian depan !forefoot" serta %bduksi-adduksi untuk bagian belakang !hindfoot". )-1%+,S)- T.%&)%

Penyelidikan-penyelidikan mekanisme trauma pada sendi talocrural ini telah dilakukan sejak lama sekali. Tapi baru setelah tahun 7:;9 oleh penemuan-penemuan berdasarkan penyelidikan eksperimentil pada preparat-preparat anatomik, 0%&/- 5%+S-+ dari fraktur serta trauma dapat dibagi dalam 8 dasar mekanismenya. 7. Trauma upina i!Ever i alam jenis ini termasuk lebihdari <=> dari fraktur sekitar sendi talocrural. 9. Trauma "rona i!Ever i# Tidak begitu sering, hanya kuranglebih ? -- @> fraktur sekitar sendi talocrural. A. Trauma Supina i!A$$uk i# %ntara : -- 78> dari fraktur sendir talocrural termasuk golongan ini. %# Trauma "rona i!A&$uk i# Sekitar < -- 7?> fraktur senditalocrural. '# Trauma "rona i!(or i)lek i# Sangat jarang terjadi tapi perludisebutkan. Banyak pengarang telah melakukan penyelidikan pada material klinis mereka berdasarkan pembagian dari 0%&/- 5%+S-+ ini. Satu hal yang penting yang dapat selalu ditarik dari dasar pembagian ini adalah kita dapat mengenal mekanismenya dari trauma dan kemudian setelah melihat penemuan radiologik , menghubungkan trauma yang terdapat pada ligamen-ligamennya. )engenai trauma inversi juga telah dilakukan penyelidikan-penyelidikan eksperimentil dan memang dapat dihasilkan secara eksperimentil tapi suatu trauma inverse hampir tidak pernah akan ditemukan dalam kehidupan sehari- hari. Perlu ditekankan kembali bahwa sprain , robekan ligament serta patah tulang pada sendi talocrural adalah suatu kesatuan aetiologi. 1ekuatankekuatan indirek yang sama, tergantung dari ke- dudukan kaki pada saat itu serta arah rotasi enmark berhasil melakukan pem bagian dari jenis-jenis trauma serta berdasarkan pembagian ini hampir semua

sendi talocrural atau yang bekerja pada setiap jenis trauma. 1ekuatan indirek ini sebenarnya kecil, dibanding dengan panjang lever yang misalnya satu meter sudah dapat menimbulkan fraktur. 0-S,S menemukan bahwa untuk fulcrum 7 m cukup kekuatan sebanyak 8 -- @ kg saja. Sedangkan suatu kekuatan direk yang diperlukan untuk menyebabkan kerusakan yang sama, harus kurang lebih 7== kali lebih kuat

,%/+$S% 10,+,1 iagnosa pasti mengenai trauma pada sendi talocrural tidak dapat didasarkan secara radiologik saja, karena pemeriksaan ini hanya akan memberikan keterangan yang sedikit sekali mengenai kerusakan pada ligamenta. iagnosa pada sendi talocrural membutuhkan palpasi secara metodik oleh karena kebanyakan struktur yang penting berada langsung dibawah permukaan kulit. 0akukanlah palpasi pertama pada daerah yang paling tidak memberikan rasa nyeri, dan singkirkan kemungkinan adanya kerusakan dengan tidak terdapatnya nyeri tekan setempat serta tidak adanya pernbengkakan pada daerah tersebut. )isalnya kedua malleoli dapat diraba, dan bilamana tidak memberi rasa nyeri pada penekanan maka kemungkinan fraktur pada kedua nya kecil sekali. 0igamenta yang mudah diperiksa antara lain adalah ' )edial ligamen. 1omponen fibulocalcaneal serta talofibular anterior dari ligamen lateral. 0igamen tibiofibular inferior. Bilamana ligamenta ini tidak nyeri pada perabaan dan dapat ditegangkan tanpa memberi rasa sakit, kemungkinan kerusakan adalah kecil. Pada setiap pemeriksaan, lingkup gerak sendiharus diperiksa secara teliti. Batasan dari gerak atau adanya rasa nyeri harus diperhatikan. &ntuk mengetahui stabilitas sendi talocrural perlu hubungan talus dengan kedua tangkai garpu malleolar diperiksa.Penting pula diingat bahwa nyeri daerah ini mungkin juga disebabkan oleh karena terdapatnya fraktur pada os calcaneus atau pada basis os metatarsal ke lima. ,%/+$S% .% ,$0$/,1 Pemeriksaan radiologik perlu dilakukan bilamana dicurigai adanya patah tulang atau disangka adanya suatu robekan ligamen. Biasanya pemotretan dari dua sudut, anteroposterior dan lateral sudah akan memberikan jawaban adanya hal-hal tersebut. Pandangan obliBue tidak banyak dapat )enambah keterangan lain. &ntuk mendapatkan pandangan yang lebih baik mengenai permukaan sendi talocrural, suatu pandangan anteroposterior dengan kaki dalam inversi dapat dilakukan. Suatu tre *-ra+ dapat dibuat untuk melihat berapa luas robekan dari ligamen, hal

ini terutama berguna untuk liga- menta lateral. iastasis sendi !syndesmosis" tibiofibular distal penting sekali untuk dikenali. Tapi tidak ada suatu cara khusus untuk melihat luasnya diastasis ini. Suatu fraktur fibula diatas permukaan sendi talocrural !dapat sampai setinggi 7*A proksimal fibula" secara tersendiri !tanpa fraktur tibia pada ketinggian yang sama", selalu harus diperhatikan akan kemungkinan adanya suatu diastasis. iastasis juga jelas bila ada subluksasi talus menjauhi malleolus medialis. Tapi bila tidak terdapat subluksasi ini, belum berarti tidak adanya suatu diastasis. P-+/-0$0%%+ 10,+,1 Penting sekali dalam pengelolaan trauma sendi talocrural untuk membuat suatu rencana yang baik. Pada waktu mula-mula melihat suatu trauma sekitar sendi ini, sebaiknya kita bedakan dahulu apakah trauma itu sesuatu yang stabil atau tidak stabil. 1ita anggap trauma ini tidak stabil bila terdapat risiko kemungkinan adanya suatu ' !i" dislokasi, !ii" distorsi dan !iii" pelebaran dari ankle morti,e# Bilamana penderita itu datang dengan sudah berjalan pada kaki tersebut tanpa terlihat adanya dislokasi, dapat dianggap bahwa trauma tersebut stabil. Bilamana tidak stabil sudah dapat dipastikan bahwa struktur-struktur pada kedua sisi !medial dan lateral" dari sendi talocrural ini rusak. %tau dengan kata lain bilamana kerusakan itu hanya terdapat pada satu sisi maka trauma ini stabil dan penggunaan salah satu cara immobilisasi boleh dilakukan !optional", tapi tidak mutlak. Bilamana secara klinis sudah dapat dipastikan bahwa terdapat kerusakan pada kedua sisi, maka kemudian kita fikirkan jenis yang mana dari trauma yang kita hadapi. Paling sering tentunya adalah jenis yang dalam mekanisme trauma sudah kita bahas yaitu jenis dengan kaki yang berputar keluar !twisting putwards", rotasi eksternal, eversi dan abduksi. Sedangkan jenis yang jarang terjadi adalah jenis berputar kedalam !twisting inwards", rotasi internal, inversi dan adduksi. P-+/-0$0%%+ T.%&)% 3%+/ ST%B,0. S"RAINE( AN-LE# !Partial rupture of the lateral ligament" sering sekali terjadi, kadang-kadang sukar sekali diobati. Tujuan utama pengobatan adalah mengurangi pembengkakan serta mengurangi kekakuan. Penggunaan elastisch verband sangat dianjurkan dan biarkan penderita tetap berjalan serta melakukan gerakan-gerakan aktip pada sendi ini.

Ruptur komplit $ari ligamen lateral# iagnosa setelah pemeriksaan klinis dipastikan dengan membuat Stress C-ray. 5arus diingat bahwa Stress C-ray hanya dapat dibuat dengan baik kalau dilakukan anestesi lokal atau umum. Pendapat mengenai harus dilakukan immobilisasi serta repair secara chirurgik belum dapat diterima. .&T5 !7:<7" mengemukakan perlunya tindakan chirurgik, sedangkan 4.-)%+!7:<8" melaporkan hasil-hasil fungsionil yang jauh lebih baik bilamana hanya dilakukan immobilisasi. ,mmo-bilisasi dilakukan dengan gips dibawah lutut selama enam minggu. FRA-TUR TERISOLIR (ARI MALLEOL US LATERALIS# Bilamana hanya sebagian tulang yang kecil teravulsi, ini dapat diperlakukan sebagai suatu robekan ligamen lateral yang partial . Bilamana fragmen lebih besar maka lebih baik dilakukan immobilisasi dengan gips selama dua sampai tiga minggu, setelah mana mobilisasi dilakukan tapi dengan Partial Deight Bearing, dan masih melakukan proteksi dengan elastisch verband. P-+/-0$0%%+ T.%&)% 3%+/ T, %1 ST%B,0. T.ISTING -- OUT ,+2&.,-S. Pendapat mengenai trauma yang tidak stabil ini masih berbeda hanya dalam tindakan konservatip !reposisi se-sempurna mungkin" atau cara operatip. Persoalan lamanya immobilisasi keduanya sama bahwa sekurang-kurangnya immobilisasi dilakukan selama dua bulan. Tidak perlu kita tinjau alasan masing-masing, tapi penting harus kita ingat bahwa beberapa syarat harus dipenuhi yaitu ' y .eposisi sesempurna mungkin sehingga tidak terdapat in,ongruit+ dari permukaan sendi /ankle morti,e0# ,mmobilisasi yang lama akan rnembawa akibat sisa berupa kekakuan. %khir-akhir ini tampak bahwa aliran operatip lebih banyak dilakukan tapi beberapa hal perlu mendapat perhatian seperti adanya ketrampilan yang tinggi, adanya peralatan untuk tin- dakan operatip yang sempurna dan mengerti dengan benar mekanisme trauma. 1esulitan-kesulitan penggunaan cara konservatip adalah terutama immobilisasi yang betul-betul rigid secara kintig1t pla tering#

T.ISTING-IN IN2URIES#Trauma ini tidak begitu sering terjadi. Bilamana ditemukan, pengelolaannya adalah sama dengan prinsip-prinsip twisting outinjuries. Perbedaan pendapat konservatip dan operatip disinipun terjadi. ,+ ,1%S, &+T&1 T,+ %1%+ $P-.%T,4 Selain persoalan yang terdapat mengenai tindakan operatip pada fraktur yang tidak stabil ada beberapa trauma pada sendi talocrural yang memang merupakan indikasi untuk tindakan operatip, seperti ' y y y y 4raktur )alleolus medialis dengan interposisi jaringan lunak. iastasis syndesmosis Tibiofibular inferior !distal". !c" 4raktur Posterior marginal !E$01)%+ Striangle" daritibia, bilamana lebih dari 7*A permukaan sendi. 4raktur %nterior marginal dari Tibia !Pronation*dorsifleFion injury".

Sebaiknya tindakan operatip dilakukan secepatnya. Penting diingat bahwa tindakan operatip pada penderita, dimana harus dijelaskan bahwa tujuannya adalah mendapatkan sendi yang sebaik mungkin dan kemauan penderita untuk melatih setelah operasi akan memegang peranan terjadinya kekakuan atau tidak. engan menekankan bahwa rehabilitasi setelah tindakan konservatip maupun operatip adalah suatu keharusan, kiranya pengertian dasar mengenai trauma pada persendian talocrural dalam karangan ini telah diuraikan.

Pergelangan kaki merupakan sendi yang kompleks dan penopang badan dimana talus duduk dan dilindungi oleh maleolus lateralis dan medialis yang diikat dengan ligament. ahulu, fraktur sekitar pergelangan kaki disebut sebagai fraktur Pott. 4raktur pada pergelangan kaki sering terjadi pada penderita yang mengalami kecelakaan !kecelakaan lalu lintas atau jatuh". Bidang gerak sendi pergelangan kaki hanya terbatas pada 7 bidang yaitu untuk pergerakan dorsofleksi dan plantar fleksi. )aka mudah dimengerti bila terjadi gerakan-gerakan di luar bidang tersebut, dapat menyebabkan fraktur atau fraktur dislokasi pada daerah pergelangan kaki. Bagian-bagian yang sering menimbulkan fraktur dan fraktur dislokasi yaitu gaya abduksi, adduksi, endorotasi atau eksorotasi.

Mekani me trauma 4raktur maleolus dengan atau tanpa subluksasi dari talus, dapat terjadi dalam beberapa macam trauma' 7. Trauma abduksi Tauma abduksi akan menimbulkan fraktur pada maleolus lateralis yang bersifat oblik, fraktur pada maleolus medialis yang bersifat avulsi atau robekan pada ligamen bagian medial. 9. Trauma adduksi Trauma adduksi akan menimbulkan fraktur maleolus medialis yang bersifat oblik atau avulsi maleolus lateralis atau keduanya. Trauma adduksi juga bisa hanya menyebabkan strain atau robekan pada ligamen lateral, tergantung dari beratnya trauma. A. Trauma rotasi eksterna Trauma rotasi eksterna biasanya disertai dengan trauma abduksi dan terjadi fraktur pada fibula di atas sindesmosis yang disertai dengan robekan ligamen medial atau fraktur avulsi pada maleolus medialis. %pabila trauma lebih hebat dapat disertai dengan dislokasi talus. ;. Trauma kompresi vertikal Pada kompresi vertikal dapat terjadi fraktur tibia distal bagian depan disertai dengan dislokasi talus ke depan atau terjadi fraktur komunitif disertai dengan robekan diastasis. -la i)ika i 0auge-5ansen !7:8=" mengklasifikasikan menurut patogenesis terjadinya pergeseran dari fraktur, yang merupakan pedoman penting untuk tindakan pengobatan atau manipulasi yang dilakukan. 1lasifikasi lain yang lebih sederhana, menurut anis G Deber !7::7", dimana fibula merupakan tulang yang penting dalam stabilitas dari kedudukan sendi berdasarkan atas lokalisasi fraktur terhadap sindesmosis tibiofibular. 1lasifikasi terdiri atas' 7. Tipe %H fraktur maleolus di bawah sindesmosis 9. Tipe BH fraktur maleolus lateralis yang bersifat oblik disertai avulsi maleolus medialis dimana sering disertai dengan robekan dari ligamen tibiofibular bagian depan A. Tipe #H fraktur fibula di atas sindesmosis dan atau disertai avulsi dari tibia disertai fraktur atau robekan pada maleolus medialis. Pada tipe # terjadi robekan pada sindesmosis. 2enis tipe # ini juga dikenal sebagai fraktur upuytren. 1lasifikasi ini penting artinya dalam tindakan pengobatan oleh karena selain fraktur juga perlu dilakukan tindakan pengobatan oleh karena selain fraktur juga perlu dilakukan tindakan pada ligamen. Gam&aran klini Pada fraktur pergelangan kaki penderita akan mengeluh sakit sekali dan tak dapat berjalan. itemukan adanya pembengkakan pada pergelangan kaki, kebiruan atau deformitas. 3ang penting diperhatikan adalah lokalisasi dari nyeri tekan apakah pada daerah tulang atau pada ligamen. Ra$iologi

engan pemeriksaan radiologis dapat ditentukan jenis-jenis fraktur dan mekanisme terjadinya trauma. &mumnya dengan proyeksi anteroposterior dan lateral dapat diketahui adanya fraktur di daerah pergelangan kaki. "enanggulangan 4raktur dislokasi pada sendi pergelangan kaki merupakan fraktur intra-artikuler sehingga diperlukan reduksi secara anatomis dan akurat serta mobilisasi sendi yang sesegera mungkin. Tindakan pengobatan terdiri atas' 7. 1onservatif ilakukan pada fraktur yang tidak bergeser, berupa pemasangan gips sirkuler di bawah lutut. 9. $peratif Terapi operatif dilakukan berdasarkan kelainan-kelainan yang ditemukan apakah hanya fraktur semata-mata, apakah ada robekan pada ligamen atau diastasis pada tibiofibula serta adanya dislokasi talus. Beberapa hal yang penting diperhatikan pada redusi, yaitu' y y y y Panjang fibula harus direstorasi sesuai panjang anatomis Talus harus duduk sesuai sendi dimana talus dan permukaan tibia duduk parallel .uang sendi bagian medial harus terkoreksi sampai normal !; mm" Pada foto oblik tidak nampak adanya diastasis tibiofibula

Tindakan operasi terdiri atas' y y y Pemasangan screw !maleolar" Pemasangan tension band wiring Pemasangan plate dan screw

4raktur maleolus medialis apat dicoba dengan reposisi tertutup. Bila berhasil baik dipertahankan dengan imobilisasi gips di bawah lutut selama @ minggu. Bila hasil reposisi jelek, harus dipikirkan kemungkinan terjadinya interposisi periosteum antara kedua fragmen. &ntuk hal ini harus dilakukan tindakan operasi, dipasang internal fiksasi dengan pemasangan screw. 4raktur maleolus lateralis &mumnya dengan melakukan reposisi tertutup hasilnya baik. ,mobilisasi dengan gips di bawah lutut selama < minggu. 4raktur maleolus lateralis disertai dengan robeknya ligamen deltoid. Terjadinya fraktur maleolus lateralis dan dislokasi tulang talus ke lateral. 5al ini dapat coba ditanggulangi dengan reposisi tertutup. Bila hasil reposisi tertutup gagal, dilakukan tindakan open reduksi dengan pemasangan internal fiksasi pada tulang fibula. 4raktur maleolus lateralis dan medialis !Bimaleolus" Terjadi fraktur maleolus lateralis dimana garis patahnya terletak di atas permukaan sendi pergelangan kaki dan fraktur avulsi maleolus medialis. 5al ini dapat dicoba dengan melakukan

reposisi tertutup. 1alau hasilnya jelek, dilakukan tindakan operasi reposisi terbuka dengan pemasangan internal fiksasi pada kedua maleolus. -omplika i 7. Easkuler %pabila terjadi fraktur subluksasi yang hebat maka dapat terjadi gangguan pembuluh darah yang segera, sehingga harus dilakukan reposisi secepatnya. )alunion .eduksi yang tidak komplit akan menyebabkan posisi persendian yang tidak akurat yang akan menimbulkan osteoarthritis. $steoartritis %lgodistrofi %lgodistrofi adalah komplikasi dimana penderita mengeluh nyeri, terdapat pembengkakan dan nyeri tekan di sekitar pergelangan kaki. apat terjadi perubahan trofik dan osteoporosis yang hebat. 1ekakuan yang hebat pada sendi

9. A. ;.

8.

-4,+,S, Pergelangan kaki yang terkilir merupakan suatu cedera pada ligamen di pergelangan kaki. 0igamen adalah jaringan elastik yang kuat, yang menghubungkan tulang yang satu dengan tulang lainnya. P-+3-B%B Setiap ligamen di pergelangan kaki bisa mengalami cedera. Terkilir terjadi karena pergelangan kaki terputar sehingga telapak kaki menghadap ke kaki yang lain. 4aktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko terkilirnya pergelangan kaki adalah' - longgarnya ligamen di pergelangan kaki - kelemahan atau kerusakan pada saraf dari otot-otot tungkai - jenis sepatu tertentu !misalnya sepatu tumit tinggi" - pola berjalan tertentu yang cenderung memungkinkan kaki terputar. /-2%0% Beratnya terkilir tergantung kepada beratnya peregangan atau robeknya ligamen' 7. erajat 7 ' Terkilir ringan. 0igamen teregang tetapi tidak mengalami robekan. Pergelangan kaki biasanya tidak terlalu membengkak, tetapi terkilir yang sifatnya ringan bisa meningkatkan resiko terjadinya cedera ulang.

9.

erajat 9 ' Terkilir sedang. Sebagian ligamen mengalami robekan. Pembengkakkan dan memar tampak dengan jelas, dan penderita mengalami kesulitan dalam berjalan dan biasanya berjalan menimbulkan rasa nyeri. erajat A ' Terkilir berat. 0igamen mengalami robekan total, sehingga terjadi pembengkakan dan kadang perdarahan dibawah kulit. %kibatnya pergelangan kaki menjadi tidak stabil dan tidak mampu menahan beban.

A.

1$)P0,1%S, 1adang pada terkilir sedang atau terkilir berat bisa timbul masalah meskipun ligamennya telah membaik. Suatu no$ul !benjolan" kecil bisa timbul di salah satu ligamen pergelangan kaki dan menyebabkan gesekan yang menetap di dalam sendi, sehingga terjadi peradangan menahun dan pada akhirnya bisa menyebabkan kerusakan menetap. Penyuntikkan suatu campuran kortikosteroid ke dalam pergelangan kaki bisa mengurangi peradangan dan pemberikan obat bius lokal untuk mematikan rasa seringkali mendatangkan perbaikan. 2arang diperlukan tindakan pembedahan. Sebuah saraf yang berjalan diatas salah satu ligamen pergelangan kaki juga bisa mengalami kerusakan. %kibatnya terjadi nyeri dan kesemutan !neuralgia". &ntuk mengatasinya bisa diberikan suntikan obat bius lokal. Penderita seringkali berjalan dengan menggunakan ten$on !jaringan kuat dan lentur yang menghubungkan otot dengan tulang atau otot dengan otot" di pergelangan kaki bagian luar secara berlebihan sehingga terjadi peradangan. 1eadaan ini disebut teno inoviti peroneali , yang bisa menyebabkan pembengkakan dan nyeri tekan di pergelangan kaki bagian luar.

igunakan bantalan pergelangan kaki untuk membatasi pergerakan dari sendi pergelangan kaki. Suntikan kortison ke dalam pembungkus tendon juga bisa dilakukan, tetapi tidak boleh berlebihan. 1adang goncangan dari terkilir yang berat menyebabkan terjadinya kejang pada pembuluh darah di pergelangan kaki sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah. %kibatnya tulang dan jaringan lainnya bisa mengalami kerusakan karena kekurangan darah. 1eadaan ini disebut $i tro)i re)lek dan pembengkakan kaki. +yeri seringkali sangat hebat dan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya di pergelangan kaki dan kaki. Penderita menjalani terapi fisik dan mendapatkan obat pereda nyeri. &ntuk mengatasi nyeri menahun yang hebat, dilakukan hal-hal berikut' - penyuntikan obat bius lokal ke dalam atau ke sekitar saraf yang menuju ke pergelangan kaki - pemberian kortikosteroid - bimbingan psikis. Sin$roma inu tar i merupakan nyeri menetap di daerah antara tulang tumit !kalkaneu " dan tulang pergelangan kaki !talu ", yang terjadi setelah pergelangan kaki terkilir. 5al ini mungkin berhubungan dengan robeknya sebagian ligamen di kaki sebelah dalam. iberikan suntikan kortikosteroid dan obat bius lokal. ,%/+$S% Pemeriksaan fisik pada pergelangan kaki menunjukkan adanya kerusakan ligamen yang luas. .ontgen dilakukan untuk menentukan apakah telah terjadi patah tulang, bukan untuk menentukan apakah pergelangan kaki telah terkilir. Pemeriksaan lainnya jarang diperlukan. P-+/$B%T%+ impati atau atro)i Su$$e,k, yang bisa menyebabkan nyeri

Pengobatan tergantung kepada beratnya penyakit. Pada terkilir yang ringan dilakukan hal-hal berikut' - pergelangan kaki dan kaki dibungkus dengan perban elastik - kompres dengan es batu - mengangkat pergelangan kaki - secara bertahap kembali melakukan kegiatan berjalan dan olah raga. Pada terkilir sedang, biasanya kaki digips selama A minggu. Pemasangan gips ini menyebabkan tungkai bawah tidak dapat digerakkan, tetapi penderita masih dapat berjalan. Pada terkilir yang berat mungkin diperlukan tindakan pembedahan. Sebelum kembali melakukan kegiatan yang berat, sebaiknya penderita menjalani terapi fisik untuk mengembalikan pergerakan, kekuatan otot dan memperbaiki keseimbangan. P-+#-/%5%+ Pada orang yang mudah terkilir, cedera berikutnya dapat dicegah dengan memakai ankle &ra,e dan memasang suatu alat di sepatu untuk menstabilkan kaki dan pergelangan kaki.