Anda di halaman 1dari 34

PERANGKAT DAERAH

Johny Koynja, SH., MH


Ph.D Candidate, Utrecht University
Faculty of Law, Economics and Governance Institute of Constitutional and Administrative Law E-mail : johny_unram@yahoo.com Mobile: (+62) 81 907 558 735

PERANGKAT DAERAH adalah organisasi atau lembaga pada Pemerintah Daerah yang bertanggung jawab kepada Kepala Daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan di daerah.

PERANGKAT DRH PROV . TERDR ATAS : 1. SEKRETARIAT DRH 2. SEKRETARIAT DPRD 3. DINAS DRH DAN 4. LEMBAGA TEKNIS DRH.

PERANGKAT DRH KAB./KOTA : 1. SEKRETARIAT DRH 2. SEKRETARIAT DPRD 3. DINAS DRH 4. LEMBAGA TEKNIS DRH 5. KECAMATAN DAN 6. KELURAHAN.

1. SEKRETARIS DRH MEMBANTU KEPDA DLM MENYUSUN KEBIJAKAN DAN MENGKOORDINASIKAN DINAS DRH DAN LEMBAGA TEKNIS DRH.
DLM PELAKS. TUGAS DAN KEWAJ.NYA SEKDA BERTANG. JAWAB KPD KEPDA.

SEKDA DIANGKAT DR PNS YG MEMENUHI PERSYARATAN, UTK PROV. DIANGKAT DAN DIBERHENTIKAN OLEH PRES. ATAS USUL GUB. SESUAI DG PERAT. PERUU. UTK KAB./KOTA DIANGKAT DAN DIBERHENTIKAN OLEH GUB. ATAS USUL BUP./W.KOTA SESUAI DG PERAT.PERUU.

2. UTK SEKRETARIS DPRD DIANGKAT DAN DIBERHENTIKAN OLEH GUB./BUP./W.KOTA DG PERSETUJUAN DPRD.

TUGAS SEKRETARIS DPRD : 1. MENYELENG. ADM SEKRETARIATAN DPRD 2. MENYELENG.ADM KEU. DPRD 3. MENYEDIAKAN DAN MENGKOORDINASI TENAGA AHLI YG DIPERLUKAN OLEH DPRD DLM MELAKS.KAN FUNGSINYA SESUAI DG KEMAMPUAN KEU. DRH.

SEKR. DPRD DLM MENYEDIAKAN TENAGA AHLI WAJIB MEMINTA PERTMB. PIMP. DPRD. SEKR. DPRD SECARA TEKNIS OPERASIONAL BERADA DIBWH DAN BERTANG. JAWAB KPD PIMP.DPRD DAN SECARA ADMINISTRATIF BERTANG. JAWAB KPD KEPDA MELALUI SEKDA.

3. DINAS DAERAH : MERPKAN UNSUR PELAKS.OTDA YG DIPIMP. OLEH KADIS YG DIANGKAT DAN DIBERHENTIKAN OLEH KEPDA DR PNS YG MEMENUHI SYARAT ATAS USUL SEKDA.

DINAS DAERAH menyelenggarakan fungsi :


a. perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya, b. dan pelaksanaapemberian perizinan n pelayanan umum, c. pembinaan pelaksanaan tugas sesuai denganlingkup tugasnya

Dinas Daerah PROVINSI sebanyakbanyaknya terdiri atas 10 Dinas, Khusus untuk Provinsi DKI Jakarta sebanyak-banyaknya terdiri atas 14 Dinas. Setiap Daerah memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga penamaan atau nomenklatur Dinas Daerah dapat berbeda di tiap-tiap Provinsi.

Dinas Daerah Kabupaten/Kota merupakan unsur pelaksana Pemerintah Kabupaten/Kota Dinas Daerah Kabupaten/Kota dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati/Walikota melalui Sekretaris Daerah. Dinas Daerah Kabupaten/Kota mempunyai tugas melaksanakan kewenangan desentralisasi.

Dinas Daerah Kabupaten/Kota sebanyak-banyaknya terdiri atas 14 Dinas Setiap Daerah memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga penamaan atau nomenklatur Dinas Daerah dapat berbeda di tiap-tiap Kabupaten/Kota.

4. LEMBAGA TEKNIS DAERAH :


MERPKAN UNSUR PENDUKUNG TUGAS KEPDA DLM PENYUSUNAN DAN PELAKS.KEBIJAKAN DRH YG BERSFT SPESIFIK / TEKNIS,

LEMBAGA TEKNIS DAERAH DIPIMP.OLEH SEORG KEPALA, YG DIANGKAT OLEH KEPDA DR PNS YG MEMENUHI SYARAT ATAS USUL SEKDA.
LEMB. TEKNIS DRH BERBTK BDN, K ANTOR, ATAU RMH SAKIT UMUM DRH.

LEMBAGA TEKNIS DAERAH terdiri dari : 1. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah; 2. Inspektorat; 3. Badan Kepegawaian Daerah; 4. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa;

5. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana; 6. Badan Lingkungan Hidup; 7. Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu; 8. Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan

9. Kantor Perpustakaan dan Arsip; 10. Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik; 11. Rumah Sakit Umum Daerah; 12. Satuan Polisi Pamong Praja.

5. KECAMATAN : DIBTK DIWIL. KAB./KOTA DG PERDA DG BERPEDOMAN PD PP., YG DIPIMP. OLEH CAMAT DAN DLM PELAKS. TUGASNYA MEMPEROLEH PELIMPAHAN SEBGN WWNG BUP./ATAU W.KOTA UTK MENANGANI SEBGN URS OTDA.

Kecamatan merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten.


Kecamatan dibentuk dengan Peraturan Daerah dan berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan, pembentukan KECAMATAN baru harus memenuhi 3 (tiga) syarat yaitu: - Administratif, - Teknis, dan - Fisik Kewilayahan

1. Syarat ADMINISTRATIF Pembentukan Kecamatan, meliputi: a. Batas usia penyelenggaraan pemerintahan minimal 5 (lima) tahun; b. Batas usia penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan/atau Kelurahan yang akan dibentuk menjadi Kecamatan minimal 5 (lima) tahun;

c. Keputusan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atau nama lain untuk Desa dan Forum Komunikasi Kelurahan atau nama lain untuk kelurahan di seluruh wilayah kecamatan, baik yang menjadi calon cakupan wilayah kecamatan baru maupun kecamatan induk tentang persetujuan pembentukan kecamatan;

d. Keputusan Kepala Desa atau nama lain untuk desa dan Keputusan Lurah atau nama lain untuk kelurahan di seluruh wilayah kecamatan baik yang akan menjadi cakupan wilayah kecamatan baru maupun kecamatan induk tentang persetujuan pembentukan kecamatan; e. Rekomendasi Gubernur.

2. Syarat FISIK KEWILAYAHAN pembentukan


Kecamatan meliputi : a. Cakupan Wilayah, b. Lokasi Calon Ibukota, c. Sarana dan Prasarana Pemerintahan.

a. CAKUPAN WILAYAH untuk daerah


kabupaten paling sedikit terdiri atas 10 Desa/Kelurahan dan untuk daerah Kota paling sedikit terdiri atas 5 Desa/Kelurahan.

b. LOKASI CALON IBUKOTA Kecamatan harus memperhatikan : a. aspek tata ruang, b. ketersediaan fasilitas, c. aksesibilitas, d. kondisi dan letak geografis, e. kependudukan, e. sosial ekonomi, f. sosial politik, dan g. sosial budaya.

c. Sarana dan Prasarana Pemerintahan dalam Pembentukan Kecamatan baru meliputi : - bangunan dan - lahan untuk kantor camat yang dapat digunakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

3. Persyaratan TEKNIS pembentukan Kecamatan baru, meliputi: a. Jumlah Penduduk; B. Luas Wilayah; C. Rentang Kendali Penyelenggaraan Pelayanan Pemerintahan; D. Aktivitas Perekonomian; E. Ketersediaan Sarana dan Prasarana

PERSYARATAN TEKNIS pembentukan Kecamatan baru dinilai berdasarkan hasil kajian yang dilakukan Pemerintah Kabupaten sesuai indikator yang tercantum dalam lampiran Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2008.

Peraturan Daerah Kabupaten tentang Pembentukan Kecamatan paling sedikit memuat : a. Nama Kecamatan; B. Nama Ibukota Kecamatan; C. Batas Wilayah Kecamatan; dan D. Nama Desa Dan /Atau Kelurahan. Peraturan Daerah tersebut di atas dilampiri Peta Kecamatan dengan batas wilayahnya sesuai kaidah teknis dan memuat titik koordinat.

CAMAT JUGA MENYELENG. TUGAS UMUM PEMERINTAHAN YG MELIPUTI : 1. MENGKOORDINASIKAN KEGIATAN PEMBERDAYAAN MASY. 2. MENGKOORDINASIKAN UPY PENYELENG. KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM. 3. MENGKOORDINASIKAN PENERAPAN DAN PENEGAKAN PERAT. PERUU.

4. MENGKOORDINASIKAN PEMELIHARAAN PRASARANA/ FASILITAS PELAY. UMUM.


5. MENGKOORDINASIKAN PENYELENG. KEGIATAN PEM.AN DI TK KECAMATAN.

6. MEMBINA PENYELENG. PEM.AN DESA DAN /ATAU KELURAHAN. 7. MELAKS. PELAY. MASY. YG MENJADI R. LINGKUP TUGASNYA DAN /ATAU YG BLM DPT DILAKS. PEM.AN DESA ATAU KELURAHAN.

CAMAT DIANGKAT OLEH BUP./W.KOTA


ATAS USUL SEKDA KAB./KOTA DR PNS YG MENGUASAI PENGETAHUAN TEKNIS PEM.AN DAN MEMENUHI PERSYARATAN SESUAI DG PERAT. PERUU. DLM MENJLNKAN TUGASNYA CAMAT DIBANTU OLEH PERANGKAT KECAMATAN YG BERTANG. JAWAB KPD CAMAT.