Anda di halaman 1dari 6

Proposal

ANALISIS PROSES PERTUMBUHAN JAMUR PADA PEMBUATAN TAPE


Disusun Oleh : SLAMET KHALID HUDA PASE

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH, DARUSSALAM

2013
A. JUDUL PENELITIAN ANALISIS PROSES PERTUMBUHAN JAMUR PADA PEMBUATAN TAPE B. LATAR BELAKANG MASALAH Biologi merupakan suatu ilmu yang berdekatan dengan kehidupan kita sehari-hari dan biologi merupakan suatu penghubung dari semua ilmu alam dan juga sebagai ilmu yang mempertemukan ilmu alam dengan ilmu sosial. Salah satu pokok pembahasan di dalam ilmu biologi adalah jamur (Mykes). Jamur adalah organisme eukariot dengan dinding sel yang tersusun dari kitin. Jamur tidak memiliki klorofil untuk melakukan fotosintesis. Jamur hidup dengan menyerap zat organik disekitarnya. Bahan organik yang diserap itu digunakan untuk kelangsungan hidupnya dan juga disimpan dalam bentuk glikogen yang merupakan senyawa karbohidrat. Jamur dapat hidup di lingkungan yang bermacam-macam. Namun pada umumnya mereka hidup di tempat-tempat yang basah atau lembap. Selain itu, banyak juga jamur yang hidup ada organisme atau sisa-sisa organisme di laut atau air tawar. Jamur dapat hidup dengan bersimbiosis dengan ganggang membentuk lumut kerak yang dapat hidup di habitat yang ekstrim. Seperti gurun, kutub, dll. Secara alami jamur memiliki banyak jenis, termasuk jenis jamur Saccharomyces cerevisiae. Jenis jamur yang satu ini aman dikonsumsi karena tidak menghasilkan toksin dan mampu menghasilkan asam laktat.Saccharomyces cereviciae yang penting dalam pembuatan tape memiliki sifat dapat memfermentasikan maltosa secara cepat (lean dough yeast), memperbaiki sifat osmotolesance (sweet dough yeast), rapid fermentation kinetics, freeze dan thaw tolerance, dan memiliki kemampuan memetabolisme substrat. Berdasarkan uraian di atas, penulis ingin melakukan penelitian terhadap proses pertumbuhan jamur pada pembuatan tape. Maka dari itu, penulis mengambil judul penelitian Analisis Proses Pertumbuhan Jamur pada Tape.

C. TUJUAN PENELITIAN Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui pertumbuhan jamur..

D. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut Mengapa tape dapat lebih tahan lama dinandingkan dengan makanan lainnya yang berasal dari ketan

E. HIPOTESIS Jamur dapat membuat makanan lebih tahan lama karena jamur memiliki zat yang dapat mengawetkan makanan.

F. KAJIAN TEORI Jamur sering kita lihat di sekitar tempat tinggal kita terutama banyak muncul pada saat musim hujan. Organisme itu muncul seperti payung. Ada yang berwarna putih, merah dll. Bahkan ada jamur yang dapat dikonsumsi oleh kita. Ragi tape merupakan populasi campuran mikroba yang terdapat beberapa jenis yaitu genus Aspergillus, genus Saccharomises, genus Candida, genus Hansnula, sedang bakterinya adalah Acetobacter. Aspergillus dapat menyederhanakan amilum, sedangkan Saccharomyces, Candida dan Hansnula dapat menurunkan gula menjadi alkohol dan bermacam-macam zat organik lainnya. Acetobacter mengubah alkohol menjadi cuka. Secara fisiologis, ragi mempunyai persamaan yaitu menghasilkan fermen atau enzim-enzim yang dapat mengubah substrat menjadi bahan lain dengan mendapat keuntungan berupa energi. Adapun substrat yang diubah berbeda-beda. Ragi tape sebenarnya adalah berupa mikroba Saccharomyces Cerevisiae yang dapat mengubah karbohidrat. Sedang jamur yang ada dalam ragi tape adalah jenis Aspergillus. Ragi tape merupakan inokulan yang mengandung kapang aminolitik dan khamir yang mampu menghidrolisis pati. Kapang tersebut adalah Amilomyces rouxii, sedangkan khamir tersebut adalah Saccharomyces. Adapun mikroflora yang berperan pada ragi tape adalah jenis Candida, Endomycopsis, Hansnula, Amilomyces rouxii dan Aspergillus Orizae. Beberapa keuntungan hasil fermentasi terutama adalah asam asetat dan alkohol dapat mencegah pertumbuhan mikroba yang beracun di dalam pakan misalnya Clostridium botulinum. Ragi yang bersifat katabolik atau memecah komponen yang kompleks menjadi zat yang lebih sederhana sehingga lebih mudah dicerna. Ragi menghasilkan enzim pitase yang dapat melepaskan ikatan fosfor dalam phitin, sehingga dengan ditambahkan ragi tape dalam ransum akan menambah ketersediaan mineral. Ragi bersifat katabolik atau memecah komponen yang kompleks menjadi zat yang lebih sederhana sehingga lebih mudah dicerna oleh ternak. Spesies Aspergillus flavus relatif tidak aktif bila dibandingkan dengan jamur selulolitik yang lain, tapi enzim yang dihasilkan oleh Aspergillus orizae dan Aspergillus flavus mampu mendegradasi sellulosa dan juga menghidrolisis xylon, maka dengan penambahan ragi tape dapat meningkatkan kegiatan pencernaan dalam tubuh ternak sehingga pertumbuhan ternak menjadi optimal. Ragi biasanya digunakan untuk penambahan protein dalam pakan ternak bersama-sama tepung ikan. Pada ayam pedaging, bahan pakan tepung ikan atau tepung kedelai dapat digantikan dengan ragi dengan nilai nitrogen dalam pakan yang sebanding, demikian juga ayam petelur. Dalam beberapa hal pertumbuhan ragi dalam bahan pakan menyebabkan perubahan yang menguntungkan seperti perbaikan bahan pakan dari sisi mutu, baik dari aspek gizi maupun daya

cerna serta meningkatkan daya simpannya. Penggunaan ragi adalah sebagai sumber protein dan vitamin bagi konsumsi manusia dan ternak.

Tubuh hewan merupakan suatu laboratorium kimiawi yang bekerja pada suhu rendah. Zatzat enzim mencerna bahan pakan, kemungkinan otot berkontraksi dan membantu sel-sel tubuh dalam melakukan proses yang beraneka ragam dan kompleks. Hampir semua reaksi biologis dipercepat atau dibantu oleh senyawa makro molekul yang spesifik disebut enzim. Enzim adalah biokatalisator protein untuk mengkatalisa reaksi-rekasi kimia pada sistem biologis. Enzim adalah katalisator yang bereaksi secara spesifik karena semua reaksi biokimia perlu dikatalisis oleh enzim sehingga diperlukan banyak enzim. Sebagian besar reaksi sel-sel hidup berlangsung sangat lamban bila reaksi tersebut tidak dikatalis oleh enzim. Enzim adalah protein yang khusus disintesis oleh sel hidup untuk mengkatalisis reaksi yang berlangsung di dalamnya. Enzim dapat ditambahkan dalam ransum untuk mempercepat pencernaan ransum dan untuk mempertinggi penggunaannya. Sumber : Dr. Ir. Wahyu Widodo, MS.

G. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, kami menggunakan metode : Library research atau telaah pustaka yaitu penelaahan kepustakaan dengan mencari data-data atau keterangan dari berbagai buku atau internet yang berkaitan dengan masalah yang akan dibahas. Metode penelitian merupakan rencana langkah-langkah kegiatan penelitian yang meliputi : 1. Objek dan sampel penelitian. Objek dalam penelitian ini adalah meliputi organisme jamur Saccharomyces cerevisiae yangmerupakan populasi campuran mikroba yang terdapat beberapa jenis yaitu genus Aspergillus, genus Saccharomises, genus Candida, genus Hansnula Sampel penelitiannya adalah beras ketan yang difermentasikan. 2. Lokasi penelitian Lokasi penelitian adalah tempat tinggal rumah sendiri. 3. Waktu penelitian Penelitian dilaksanakan pada tanggal 28-31 Oktober.

H. ALAT DAN BAHAN Alat yang akan gunakan adalah : Pisau beras ketan 2 liter ragi secukupnya gula secukupnya tempat menumbuk daun pandan 1 lembar daun katup dan daun pisang 1 lembar wadah tertutup (Panci)

I.

Data hasil pengamatan

Penelitian yang saya lakukan adalah penelitian kualitatif yang berupa skema atau uraian data pengamatan secara rinci. Misalnya, data ciri suatu organisme yang digambarkan secara morfologi dan data proses perkembangan organisme.

J.

Kesimpulan

Setelah melakukan percobaan diatas dapat disimpulkan ternyata dalam pembuatan tape jamur sangat berguna namun juga sensitif dan mudah rusak sehingga harus didiamkan dalam keadaan tertutup dan tidak terkontaminasi oleh udara disekitar agar suhunya tetap karena akan menganggu proses pertumbuhan jamur.

K. DAFTAR PUSTAKA Sudirman. 2009. Penelitian Biologi untuk SMA kelas X semester 1. Bandung : Penerbit Tiga serangkai. Aryulina, Diah, dkk. 2010. Biology 1A for Senior High School Grade X Semester 1. Jakarta : Esis, sebuah Imprint dari Penerbit Erlangga. AY, Suroso, dkk. 2003. Ensiklopedi Sains dan Kehidupan. Jakarta : CV. Tarity Samudra Berlian. Khristiyono. 2007. Buku Kerja dengan pendekatan belajar aktif Biologi untuk SMA kelas X semester 1. Jakarta : Esis, sebuah Imprint dari Penerbit Erlangga. Nazir, Moh. 1983. Metode Penelitian. Darussalam : Ghalia Indonesia.