Anda di halaman 1dari 2

BAB I PENDAHULUAN

1.1

LATAR BELAKANG
Dalam pelajaran ilmu kelistrikan terdapat hubungan timbal balik antara teori dan

praktek. Hubungan timbal balik ini merupakan kaitan yang sangat erat, dimana pengetahuan yang kita dapatkan dalam teori haruslah kita praktekkan, Karena dengan praktek akan membantu kita untuk mengetahui dan mengerti serta mampu melaksanakan pekerjaan dilapangan/industri dengan baik dan benar. Umumnya kegiatan praktek ini dilakukan didalam bengkel dan laboratorium. Untuk melaksanakan kegiatan ini dibutuhkan tenaga yang efesien, agar menghasilkan pula hasil yang baik. Untuk mencapai efesiensi kerja didalam bengkel perlu mempersiapkan terlebih dahulu tenaga dan pengalaman kerja pada waktu melaksanakan praktek. Dalam dunia industry, penggunaan motor listrik sudah biasa dalam proses pembuatan barang jadi. Dalam proses tersebut dikenal istilah kontrol. Dalam control ini kita menentukan proses kerja dari motor tersebut agar menghasilkan barang jadi dengan bantuan relay ataupun kontaktor atau yang lebih lazim dikenal sebagai control konvensional. Seiring berjalannya waktu penggunaan control konvensional dalam dunia industry mengalami perubahan dan mulai beralih untuk menggunakan PLC dengan alasan biaya dan banyaknya alat yang digunakan pada control konvensional. PLC (Programmable Logic Kontrol) merupakan suatu alat yang dapat mengganti peranaan kontaktor atau relay Pada praktek bengkel semester V, kita akan menerapkan PLC sebagai pengganti kontrol konvensional yang telah dipraktekkan pada bengkel semester IV. Pada praktek kali ini kita akan mengatur control Airblast, Tanur, dan Pusat pompa dengan menggunakan PLC.

1.2

RUMUSAN MASALAH Rumusan masalah dari diadakannya praktikum bengkel ini, antara lain : 1.2.1 Bagaimana cara membuat control konvensional dari AirBlast ? 1.2.2 Bagaimana cara membuat control konvensional dari Pusat Pompa ? 1.2.3 Bagaimana cara membuat control konvensional dari Tanur ? 1.2.4 Apa perbedaan Kontrol Konvensional dan Kontrol berbasis PLC ? 1.2.5 Bagaimana cara membuat Ladder dan CMOND-SCADA untuk pengontrolan Airblast, Pusat Pompa dan Tanur ? 1.2.6 Apa kelebihan dari control berbasis PLC dibandingkan Kontrol Konvensional ?

1.3

TUJUAN Adapun maksud dan tujuan dilaksanakannya praktek di bengkel listrik semester ini dengan judul Praktek Kontrol Industri Lanjutan, adalah : 1.3.1 Mengerti suatu perencanaan instalasi proses pusat pompa, air blast, dan tanur melalui diagram blok; 1.3.2 1.3.3 1.3.4 1.3.5 Mengubah diagram kerja menjadi uraian perencanaan kerja; Membuat ladder diagram control proses pusat pompa, air blast, dan tanur; Mampu mengoperasikan Programmable Logic Controller (PLC); Mampu menjelaskan prinsip kerja SCADA dan membuat aplikasi control proses pusat pompa, air blast, dan tanur yang terintegrasi dengan system SCADA; 1.3.6 Membuat aplikasi control proses pusat pompa, air blast, dan tanur yang terintegrasi dengan system SCADA;