Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH BIOKIMIA ASAM NUKLEAT Dosen Pembimbing : Puspita Septie D, S.Farm.

, Apt

Disusun oleh : 1. Dwi Novitasari 2. Sakinatun Nafsiyah 3. Indah Fortuna Rahmawati 4. Novita Kurniasri 5. Riska Buntari Yuniastuti 6. Nur Khamidah 7. Edyta Hendri (12.0602.0003) (12.0602.0009) (12.0602.0018) (12.0602.0047) (12.0602.0015) (12.0602.0021) (12.0602.0028)

FAKULTAS ILMU KESEHATAN D3 FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG 2013

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Asam nukleat merupakan pengemban kode genetik dalam sistem kehidupan. Karena informasi yang terkandung dalam asam-asam nukleat itu, suatu organisme mampu membiosintesis tipe protein yang berlainan (rambut, kulit, otot, enzim dan sebagainya) dan memproduksi lebih banyak organisme dari jenisnya sendiri. Asam nukleat merupakan suatu polimer yang terdiri dari banyak molekul nukleotida. Ada dua macam asam nukleat, yaitu DNA dan RNA. DNA terutama dijumpai dalam inti sel, asam ini merupakan pengemban kode genetik dan dapat mereproduksi atau mereplikasi dirinya dengan tujuan membentuk selsel baru untuk reproduksi organisme itu, dalam sebagian besar organisme, DNA suatu sel mengarahkan sintesis molekul RNA. Satu tipe RNA yakni RNA pesuruh (mRNA) meninggalkan inti sel dan mengarahkan biosintesis dari berbagai tipe protein dalam organisme itu sesuai dengan kode DNAnya. Asam-asam nukleat terdapat pada jaringan-jaringan tubuh sebagai nukleoprotein, yaitu gabungan antara asam nukleat dengan protein. Untuk memperoleh asam nukleat dari jaringan-jaringan tersebut, dapat di lakukan ekstraksi terhadap nukleoprotein terlebih dahulu menggunakan larutan garam 1M. Setelah nukleoprotein terlarut, dapat diuraikan menjadi protein-protein dan asam nukleat dengan menambah asam-asam lemah atau alkali secara hatihati, atau dengan menambah NaCl hingga larutan menjadi jenuh. Setelah terpisah dari protein yang mengikatnya, asam nukleat dapat diendapkan dengan penambahan alkohol perlahanlahan. Disamping itu penambahan NaCl hingga jenuh akan mengendapkan protein. B. TUJUAN Menjelaskan konsep dasar asam nukleat Menjelaskan hidrolisis asam nukleat Mengetahui struktur dan fungsi asam nukleat Mengetahui perbedaan DNA dengan RNA Mengetahui bagaimana mekanisme replikasi DNA dan RNA

BAB II PEMBAHASAN A. KONSEP DASAR, STRUKTUR DAN FUNGSI ASAM NUKLEAT Asam nukleat merupakan sebuah polimer yang berbobot molekul besar. Umumnya molekul DNA lebih besar dari RNA. Monomer asam nukleat adalah nukleotida. Setiap nukleotida tersusun atas : 1. Gugus gula pentosa a. Deoksiribosa (gula ribose yang kehilangan 1 atom oksigen) untuk DNA b. Ribosa untuk RNA 2. Gugusan asam fosfat yang terikat pada atom c nomor 5 dari gula. 3. Gugusan basa nitrogen yang terikat pada c nomor 1 dari gula. Bagan reaksi hidrolisa pada asam nukleat :

ASAM NUKLEAT

NUKLEOTIDA

ASAM PHOSPHAT

NUKLEOSIDA

GULA PENTOSA BASA PIRIMIDIN BASA PURIN

RIBOSA

DEOKSIRIBOSA

TIMIN

CITOSIN

URASIL

ADENOSIN

GUANIN

Salah satu perbedaan antara DNA dan RNA terletak pada jenis gula dan basa nitrogennya. DNA mengandung 2 deoksiribosa (gula pentosa yang kehilangan 1 atom oksigen), sedangkan RNA mengandung ribose.

Dalam nukleotida, basa nitrogen berikatan dengan gula pentosa pada atom c nomor 1 dan gugus asam phospate terikat pada atom 5.

Basa nitrogen yang terdapat dalam DNA adalah Adenosin (A),guanosine (G),timin (T), dan Citosin (C),sedangkan dalam RNA adalah adenosin (A),Guanosin (G),Urasil (U),dan Citosin (C).

Nukleotida tanpa gugus phosfat disebut dengan nukleosida atau ikatan gula-basa disebut nukleosida,sehingga kita sering memberi nama nukleotida dengan nama nukleosida monofosfat,nukleosida diphosfat,nukleotida triphosfat dst. Sistem penamaan nukloetida tergantung dari jumlah gugus fosfat,jenis basa nitrogen yang ada pada gula pentosa,serta jenis gula pentosanya,untuk dioksiribosa di beri awalan d sedangkan gula ribose tanpa awalan d. Basa Nitrogen Adenin Guanin Cytosin Urasil Catatan: AMP : Adenosin ribonukleosida monophospat ADP : Adenosin ribonukleosida diphospat GTP : Guanosin ribnukleosida triphospat dAMP : Adenisin deoksiribonukleoksida monophospat dGDP : Guanosin deoksiribonukleoksida diphospat Penanaman Ribonukleosida MonoAMP GMP CMP UMP DiADP GDP CDP UDP TriATP GTP CTP UTP Penanaman deoksiribonukleosida MonodAMP dGMP dCMP dUMP DidADP dGDP dCDP dUDP TridATP dGTP dCTP dUTP

Dua molekul nukleotida dapat saling berikatan melalui gugus fosfat dengan melepas molekul air. Selanjutnya,dinukleotida itu dapat pula mengikat nukleotida yang lain sehingga membentuk suatu polimer rantai lurus.

Ciri- ciri Asam Nukleat : a. Terdapat pada semua sel hidup b. Merupakan makromolekul dengan monomer Mononukleotida Fungsi Asam Nukleat adalah : 1. Menyimpan, mereplikasi dan mentranskripsi informasi genetika 2. Turut dalam metabolism 3. Penyimpan energy 4. Sebagai ko-enzim

B. HIDROLISIS ASAM NUKLEAT 1. Hidrolisis dengan enzim-enzim nuklease, yang terdiri dari : a. enzim eksonuklease menyerang ujung rantai polinukleotida b. enzim endonuklease menyerang bagian dalam rantai

2. Hidrolisis dengan asam/basa a. Hidrolisis DNA dengan asam terbentuk asam apurinat (DNA tanpa purin) dan asam apirimidat (DNA tanpa pirimidin) b. DNA tidak dihidrolisis oleh basa c. Hidrolisis RNA dengan basa memutuskan ikatan gugus hidroksil 2 ribosa.

C. DNA DNA (deoxyribonucleic acid) atau asam deoksiribosa nukleat (ADN) merupakan tempat penyimpanan informasi genetik. Struktur DNA Pada tahun 1953, Frances Crick dan James Watson menemukan model molekul DNA sebagai suatu struktur heliks beruntai ganda, atau yang lebih dikenal dengan heliks ganda Watson-Crick.DNA merupakan makromolekul polinukleotida yang tersusun atas polimer nukleotida yang berulang-ulang, tersusun rangkap, membentuk DNA haliks ganda dan berpilin ke kanan.Setiap nukleotida terdiri dari tiga gugus molekul, yaitu : Gula 5 karbon (2-deoksiribosa) basa nitrogen yang terdiri golongan purin yaitu : adenin (Adenin = A) guanin (guanini = G)

basa nitrogen yang terdiri golongan pirimidin yaitu : sitosin (cytosine = C) timin (thymine = T)

gugus fosfat

Berikut susunan struktur kimia komponen penyusun DNA : Baik purin ataupun pirimidin yang berkaitan dengan deoksiribosa membentuk suatu molekul yang dinamakan nukleosida atau deoksiribonukleosida yang merupakan prekursor elementer untuk sintesis DNA.Prekursor merupakan suatu unsur awal pembentukan senyawa deoksiribonukleosida yang berkaitan dengan gugus fosfat.DNA tersusun dari empat jenis monomer nukleotida.

Keempat basa nitrogen nukleotida di dalam DNA tidak berjumlah sama rata.Akan tetapi, pada setiap molekul DNA, jumlah adenin (A) selalu sama dengan jumlah timin (T).Demikian pula jumlah guanin (G) dengan sitisin(C) selalu sama.Fenomena ini dinamakan ketentuan Chargaff.Adenin (A) selalu berpasangan dengan timin (T) dan membentuk dua ikatan hidrogen (A=T), sedagkan sitosin (C) selalu berpasangan dengan guanin (G) dan membentuk 3 ikatan hirogen (C = G). Stabilitas DNA heliks ganda ditentukan oleh susunan basa dan ikatan hidrogen yang terbentuk sepanjang rantai tersebut.karean perubahan jumlah hidrogen ini, tidak mengehrankan bahwa ikatan C=G memerlukan tenaga yang lebih besar untuk memisahkannya. DNA merupakan makromolekul yang struktur primernya adalah polinukleotida rantai rangkap berpilin.Sturktur ini diibaratkan sebagai sebuah tangga.Anak tangganya adalah susunan basa nitrogen, dengan ikatan A-T dan G-C.Kedua tulang punggung tangganya adalah gula ribosa.Antara mononukleotida satu dengan yang lainnya berhubungan secara kimia melalui ikatan fosfodiester. DNA heliks ganda yang panjangnya juga memiliki suatu polaritas.Polaritas heliks ganda berlawanan orientasi satu sama lain.Kedua rantai polinukleotida DNA yang membentuk heliks ganda berjajar secara antipararel.Jika digambarkan sebagai berikut :

Replikasi DNA Replikasi adalah peristiwa sintesis DNA.Saat suatu sel membelah secara mitosis, tiaptiap sel hasila pembelahan mengandung DNA penuh dan identik seperti induknya.Dengan demikian, DNA harus secara tepat direplikasi sebelum pembelahan dimulai.Replikasi DNA dapat terjadi dengan adanya sintesis rantai nukleotida baru dari rantai nukleotida lama.Proses komplementasi pasangan basa menghasilkan suatu molekul DNA baru yang sama dengan molekul DNA lama sebagai cetakan.Kemungkinan terjadinya replikasi dapat melalui tiga model. Model pertama adalah model konservatif, yaitu dua rantai DNA lama tetap tidak berubah, berfungsi sebagai cetakan untuk dua dua rantai DNA baru. Model kedua disebut model semikonservatif, yaitu dua rantai DNA lama terpisah dan rantai baru disintesis dengan prinsip komplementasi pada masing-masing rantai DNA lama tersebut.Model ketiga adalah model dispersif, yaitu beberapa bagian dari kedua rantai DNA lama digunakan sebgai cetakan untuk sintesis rantai DNA baru. Berikut adalah gambaran replikasi yang terjadi terhadap DNA :

Dari ketiga model replikasi tersebut, model semikonservatif merupakan model yang tepat untuk proses replikasi DNA.Replikasi DNA semikonservatif ini berlaku bagi organisme prokariot maupun eukariot.Perbedaan replikasi antara organisme prokariot dengan eukariot adalah dalam hal jenis dan jumlah enzim yang terlibat, serta kecepatan dan kompleksitas replkasi DNA.Pada organisme eukariot, peristiwa replikasi terjadi sebelum pembelahan mitosis, tepatnya pada fase sintsis dalam siklus pembelahan sel.

D. RNA RNA ( ribonucleic acid ) atau asam ribonukleat merupakan makromolekul yang berfungsi sebagai penyimpan dan penyalur informasi genetik.RNA sebagai penyimpan informasi genetik misalnya pada materi genetik virus, terutama golongan retrovirus.RNA sebagai penyalur informasi genetik misalnya pada proses translasi untuk sintesis protein.RNA juga dapat berfungsi sebagai enzim ( ribozim ) yang dapat mengkalis formasi RNA-nya sendiri atau molekul RNA lain. Struktur RNA a. Terdiri dari rantai tunggal poliribonukleotida. b. Hampir seluruhnya terdapat di sitoplasma, juga terdapat pada virus. c. Rantai tunggal Chargaffs Rules tidak berlaku Purin dan pirimidin yang berkaitan dengan ribosa membentuk suatu molekul yang dinamakan nukleosida atau ribonukleosida, yang merupakan prekursor dasar untuk sintesis DNA.Ribonukleosida yang berkaitan dengan gugus fosfat membentuk suatu nukleotida atau ribonukleotida.RNA merupakan hasil transkripsi dari suatu fragmen DNA, sehingga RNA merupakan polimer yang jauh lebih pendek dibandingkan DNA. Ada 3 macam RNA : 1. tRNA (transfer-RNA) tRNA merupakan RNA yang membawa asam amino satu per satu ke ribosom. Pada salah satu ujung tRNA terdapat tiga rangkaian basa pendek ( disebut antikodon ). Suatu asam amino akan melekat pada ujung tRNA yang berseberangan dengan ujung antikodon. Pelekatan ini merupakan cara berfungsinya tRNA, yaitu membawa asam amino spesifik yang nantinya berguna dalam sintesis protein yaitu pengurutan asam amino sesuai urutan kodonnya pada mRNA. Cirinya : Molekul yang kecil Basanya : A, G dan U yang termetilasi. Jumlahnya hanya sedikit dari total RNA dalam sel Mengangkut (transport) asam amino spesifik ke ribosom untuk proses sintesis protein

2. mRNA (messenger-RNA) mRNA merupakan RNA yang urutan basanya komplementer dengan salah satu urutan basa rantai DNA. mRNA membawa pesan atau kode genetik (kodon) dari kromosom (di dalam inti sel) ke ribosom (di sitoplasma). Kode genetik mRNA tersebut kemudian menjadi cetakan utnuk menetukan spesifitas urutan asam amino pada rantai polipeptida. mRNA berupa rantai tunggal yang relatif panjang. Cirinya : Basa nya : A, G, C dan U Disintesis dalam inti sel pada proses transkripsi Pembawa informasi genetik dari DNA untuk Sintesis protein Umurnya pendek mengalami Degradasi/resintesis 3. rRNA (ribosomal-RNA) rRNA merupakan komponen struktural yang utama di dalam ribosom.Setiap subunit ribosom terdiri dari 30 46% molekul RNAr dan 70 80% protein. Cirinya : Bagian terbanyak dari RNA dalam sel (80%) Merupakan 60% dari berat ribosom Basa utamanya : A, G, C, U Fungsinya belum jelas Molekul RNA merupakan hasil instruksi DNA yang disintesis melalui mekanisme transkripsi DNA untuk selanjutnya ditransfer keluar dari inti sel masuk ke dalam sitoplasma. Molekul RNA memiliki perbedaan yang mendasar dengan molekul DNA, yaitu : Gula pentosa penyusun nukleutida bukan deoxyribosa seperti yang dimiliki DNA, tetapi berupa gula ribosa. RNA tidak memiliki basa nitrogen jenis timin, tetapi digantikan dengan basa urasil (U). Ketika suatu untai tunggal RNA akan disintesis melalui mekanisme transkripsi DNA, basa urasil akan dimunculkan sebagai hasil transkripsi (penyalinan) dari basa adenine untai DNA. Molekul RNA merupakan molekul untai tunggal polinukleutida (single-stranded), tidak seperti DNA yang merupakan molekulk double-stranded (untai ganda).

Tabel Perbedaan DNA dan RNA DNA Variabel (Deoxyribo Nukleat Acid) Letak Dalam mitokondria, sentriol. Bentuk Polinukleotida ganda yang terpilin panjang Gula Basanya Deoxyribosa Golongan purin : adenine dan guanine Golongan pirimidin : cytosine dantimin Fungsi Mengontrol menurun sintesis protein sintesis RNA Tidak dipengaruhi sintesis protein. Letak basa nitrogen dari kedua pita ADN saling berhadapan Kadarnya dengan Dipengaruhi sintesis protein. Macam ARN : - mRNA - rRNA - tRNA sifat yang Polinukleotida pendek l Ribosa Golongan purin : adenine dan guanine Golongan pirimidin : cytosine danurasil sintesis protein tunggal dan intisel, kloroplas, (Ribo Nukleat Acid) Dalam intisel, sitoplasma dan ribosom. RNA

pasangan yang tetap yaitu Adenin selalu berpasangan dengan dengan Timin, Guanin. Cytosin Kedua

pita itu diikatkan oleh ikatan hidrogen.

BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Asam nukleat merupakan suatu polimer yang memegang peranan penting dalam kehidupan organisme. Fungsi dari asam nukleat adalah menyimpan, mereplikasi dan mentranskripsi informasi genetika, turut dalam metabolisme, penyimpan energi dan sebagai koenzim. Ada dua macam asam nukleat : DNA (asam dioksiribonukleat) dan RNA (asam ribonukleat). Suatu DNA mempunyai basa purin berupa adenin dan guanin, basa pirimidin berupa sitosin dan timin serta gula deoksiribosa yang dihubungkan oleh gugus fosfat Suatu RNA memiliki basa purin berupa adenin dan guanine, basa pirimidin berupa sitosin dan urasil serta gula ribose yang dihubungkan oleh gugus fosfat. RNA terdiri dari tiga tipe, yaitu mRNA ( messenger RNA ) , tRNA ( transfer RNA ) dan rRNA ( ribosomal RNA ).

DAFTAR PUSTAKA Lehninger,1994.Dasar-dasar Biokima.Jakarta:Erlangga Robert K.Murray,dkk.2013.Biokimia Harper Edisi 25.Jakarta : Buku Kedokteran EGC Poedjiadi Ana, F.M Titin Supriyanti.1994.Dasar-Dasar Biokimia.Jakarta:Universitas Indonesia http://www.google.com/imgres. diakses pada tanggal 26 September 2013 Gurungeblog.2008.http://gurungeblog.com/2008/11/14/mengenal-dna-dan-rna/.diakses pada tanggal 26 September 2013 Silvianabhelity.2012.http://silvianabhelity.blogspot.com/2012/10/makalah-biokimia-tentangasam-nukleat.html. diakses pada tanggal 27 September 2013