Anda di halaman 1dari 9

REAKSI FENOL

1. Ryzka Pratiwi S. 2. Auna Mahdalin D500130111 3. Arif Hidayanto D500130112 4. Elis Widarsih D500130133 D500130107

FENOL (FENIL ALCOHOL)

Merupakan zat padat yang tidak berwarna yang mudah meleleh dan terlarut baik didalam air. Fenol adalah suatu gugus senyawa yang dianggap berasal dari benzene dengan mengganti satu atau lebih atom H dengan gugus ori atau hidroksil. Karena mengalami ionisasi, fenol dapat digunakan sebagai antiseptik, pembuatan asam fikrat, asam solosilat, dan lain-lain (Margen, 1982).

Fenol sendiri bertahan terhadap oksidasi, karena pembentukan suatu gugus karbonil akan mengakibatkan dikarbonya penstabilan aromatik (Fessenden, 1982). Gugus hidroksil adalah gugus pengaktif yang kuat sehingga fenol akan mengalami reaksi substitusi elektronik pada kondisi yang rusak sekalipun. Senyawa fenol dapat menghambat radikal bebas dengan cara mendonorkan protonnya dan membentuk radikal yang stabil.

REAKSI-REAKSI YANG TERJADI PADA FENOL


Reaksi Oksidasi Reaksi Kolbe-Schmitt Reaksi Riemer-Tiemann Asilasi Fenol

REAKSI OKSIDASI
Oksidasi dari fenol sederhana menghasilkan campuran kompleks. Katekhol (o-dihidroksibenzen) dan hidrokuinon (pdihidroksibenzen) segera dioksidasi oleh oksidator lemah seperti Ag+ atau Fe3+ menjadi senyawa dikarbonil yang disebut kuinon. Oksidasi ini Reversibel. Kuinon mudah direduksi kembali menjadi senyawa hidroksi.

REAKSI KOLBE-SCHMITT
Reaksi Kolbe-Schmitt adalah reaksi karboksilasi kimia dengan memanaskan natrium phenolate (garam natrium fenol) dengan karbon dioksida di bawah tekanan (100 atm, 125 C) , kemudian memperlakukan produk dengan asam sulfat. Produk akhir adalah asam hidroksi aromatik yang juga dikenal sebagai asam salisilat (pendahulu untuk aspirin).

REAKSI RIEMER-TIEMANN
Reaksi Reimer-Tiemann adalah reaksi kimia yang digunakan untuk orto-formilasi fenol. Reaksi ini ditemukan oleh Karl Ludwig Reimer dan Ferdinand Tiemann. Dalam kasus yang paling sederhana, produk reaksi ini adalah Salicylaldehyde.

ASILASI FENOL
Fenol adalah contoh nukleofil bidentat yang berarti bahwa mereka dapat bereaksi pada dua posisi: Pada cincin aromatik memberikan aril keton melalui C-asilasi (reaksi Friedel-Crafts) Pada oksigen fenolik memberikan ester melalui O-asilasi (esterifikasi) Produk dari C-asilasi lebih stabil dan mendominasi dalam kondisi kontrol termodinamika (yaitu ketika AlCl3 hadir). Produk bentuk O-asilasi lebih cepat mendominasi dalam kondisi kontrol kinetik.

DAFTAR PUSTAKA
Ardiningsih, P., Tursiman, Nofiani, R. 2012. Total Fenol Fraksi Etil Asetat dari Buah Asam Kandis (Garcinia Dioica Blume). JKK 1(1): 45-48. Fessenden. 1982. Kimia Organik. Jakarta: Erlangga, Margen. 1982. Dasar Dasar Kimia Organik. Jakarta: Depdikbud. Diakses pada 4 Desember 2013 09:00 kuliahitukeren.blogspot.com/2011/11/fenol-fenil-alcohol.html?m=1 Diakses pada 4 Desember 2013 09:55 http://www.mhhe.com/physsci/chemistry/carey/student/olc/ch24reactionphenols.html Diakses pada 10 Desember 2013 19:02 http://directory.ung.ac.id/bei/Kompetisi%20Bahan%20Ajar/Pendaftaran/Web/FMIPA%20%20Weny%20Musa/FMIPA%20KO%20I-weny%20musa/MODUL%20VIII.doc Neujahr, HY., Kjellen, KG. 1978. Phenol Hydroxylase from Yeast. The Journal Of Biological Chemistry 253 (24): 8835-8841. Saikia, LR., Upadhyaya, S. 2011. Antioxidant Activity, Phenol And Flavonoid Content Of Some Less Known Medicinal Plants Of Assam. International Journal of Pharma and Bio Sciences 2 (2): 383-388 Diakses pada 11 Desember 2013 19:40 http://en.wikipedia.org/wiki/Reimer%E2%80%93Tiemann_reaction Diakses pada 11 Desember 2013 19:35 http://en.wikipedia.org/wiki/Kolbe%E2%80%93Schmitt_reaction