Anda di halaman 1dari 14

TUGAS BAHAN KONSTRUKSI KIMIA KRITERIA PEMILIHAN BAHAN KONSTRUKSI KIMIA

Disusun Oleh : Nama NIM Kelas : Aufa Fauzan H : !"###!!"!$# :A

D%sen Pen&asuh : I' Fais%l Asi(

FAKULTAS TEKNIK UNI)ERSITAS SRI*I+A,A INDRALA,A

-!#" BAB I PENDAHULUAN

# # La.a' Bela/an& Seorang teknik kimia adalah sosok yang harus bertanggung jawab terhadap suatu proses industri kimia. Termasuk juga dalam pemilihan material konstruksi pabrik. Pemilihan material konstruksi untuk peralatan teknik kimia bukan masalah mudah. Pemilihan material mempengaruhi keselamatan, kehandalan, seumur hidup, dan biaya peralatan. Banyak kriteria yang harus dipertimbangkan, dan ada berbagai jenis bahan yang sedikit jumlah ketersediaannya. Perancangan pabrik untuk industri kimia tentu harus memperhatikan berbagai macam pertimbangan. Hal semacam ini dilakukan untuk mengefektifkan dan mengefesienkan pengunaan bahan konstruksi kimia tersebut. Seorang sarjana teknik kimia harus mengedepankan aspek ekonomi dalam setiap rancangan yang dibuat. Menjadi satu keharusan bagi kita untuk mengetahui sifat sifat dari bahan itu sendiri. !adi diharapkan ketika kita mengenali sifat bahan yang kita gunakan, maka penggunaan yang nanti dilakukan akan efektif karena kita mengetahui kekurangan dan kelebihan bahan yang digunakan. # - Tu0uan Pembuatan makalah ini adalah tidak lain bertujuan untuk " #. Menjadikan bahan acuan informasi yang berkaitan dengan Bahan $onstruksi Teknik $imia
2. Memenuhi

tugas

terstruktur

mata

kuliah

Bahan

$onstruksi

Teknik

$imia

BAB II TIN+AUAN PUSTAKA

- # Dasa' 1 Dasa' Pemilihan Bahan K%ns.'u/si Te/ni/ Kimia %ntuk memilih material kita patut berpegang kepada &most important characteristics' dari suatu material, dan hal ini juga bergantung dengan keadaan geografis atau lingkungan suatu tempat. Pedoman ini dapat dijadikan penentuan skala prioritas untuk memilih suatu material, dan hal itu adalah" #. Material properties (. Thermal properties ). *orrosion resistance +. Thermal conducti,ity and electrical resistance -. .ase of fabrication /. *ost 0. 1,ailability in standard si2e 3. *ontamination 4. 5ecycle 6aktor kemudahan untuk merecycle bahan yang digunakan juga merupakan faktor pertimbangan yang penting " #. Material properties (. *lass ). Property +. Physical 7imension, shape 7ensity or specific gra,ity Porosity Moisture content Macrostructure Microstructure -. *hemical

89ide or compound composition 1cidity or alkalinity 5esistance to corrosion or weathering

/. Physico chemical :ater absorpti,e or water repellant action, Shrinkage and swell due to moisture changes 0. 1coustical 3. Sound transmission ; Sound reflection 4. Mechanical Strength, tension, compression, shear and fle2ure <under static, impact or fatigue condition= Stiffness, Thoughness, .lasticity, Plasticity, 7uctility, Brittleness, Hardness, :ear resistance #>. Thermal Specific heat .9pansion *onducti,ity, .lectrical and magnetic optical, *onducti,ity Magnetic parmeability ?al,anic action *olour @ight transmission, @ight reflection Berbagai macam sifat bahan pada tabel diatas yaitu berbagai macam sifat bahan secara teknik yang nantinya dapat dipertimbangkan dalam proses pemilihan bahan. Sifat A sifat tersebut dikelompokkan berdasarkan beberapa kelas peninjauan, seperti secara fisik, mekanik, kimia dan lain sebagainya. - - Sifa. Me/ani/ Bahan Sifat mekanik adalah salah satu sifat yang terpenting, karena sifat mekanik menyatakan kemampuan suatu bahan <seperti komponen yang terbuat dari bahan tersebut= untuk menerima beban B gaya B energi tanpa menimbulkan kerusakan pada bahan B komponen tersebut. Seringkali bila suatu bahan mempunya sifat mekanik yang baik tetapi kurang baik pada sifat yang lain, maka diambil langkah untuk mengatasi kekurangan tersebut dengan berbagai cara yang diperlukan. Misalkan saja baja yang sering digunakan sebagai bahan dasar pemilihan bahan. Baja mempunyai sifat mekanik yang cukup baik, dimana baja memenuhi syarat untuk suatu pemakaian tetapi mempunyai sifat tahan terhadap korosi yang kurang baik. %ntuk mengatasi hal

itu seringkali dilakukan sifat yang kurang tahan terhadap korosi tersebut diperbaiki dengan cara pengecatan atau gal,anising, dan cara lainnya. !adi tidak harus mencari bahan lain seperti selain kuat juga harus tahan korosi, tetapi cukup mencari bahan yang syarat pada sifat mekaniknya sudah terpenuhi namun sifat kimianya kurang terpenuhi. Berikut adalah beberapa sifat mekanik yang penting untuk diketahui " Ke/ua.an 2s.'en&.h3, menyatakan kemampuan bahan untuk menerima tegangan tanpa menyebabkan bahan menjadi patah. $ekuatan ini ada beberapa macam, tergantung pada jenis beban yang bekerja atau mengenainya. *ontoh kekuatan tarik, kekuatan geser, kekuatan tekan, kekuatan torsi, dan kekuatan lengkung. Ke/e'asan 2ha'4ness3, dapat didefenisikan sebagai kemampuan suatu bahan untuk tahan terhadap penggoresan, pengikisan <abrasi=, identasi atau penetrasi. Sifat ini berkaitan dengan sifat tahan aus <wear resistance=. $ekerasan juga mempunya korelasi dengan kekuatan. Ke/en5alan 2elas.i6i.53, menyatakan kemampuan bahan untuk menerima tegangan tanpa mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk yang permanen setelah tegangan dihilangkan. Bila suatu benda mengalami tegangan maka akan terjadi perubahan bentuk. 1pabila tegangan yang bekerja besarnya tidak melewati batas tertentu maka perubahan bentuk yang terjadi hanya bersifat sementara, perubahan bentuk tersebut akan hilang bersama dengan hilangnya tegangan yang diberikan. 1kan tetapi apabila tegangan yang bekerja telah melewati batas kemampuannya, maka sebagian dari perubahan bentuk tersebut akan tetap ada walaupun tegangan yang diberikan telah dihilangkan. $ekenyalan juga menyatakan seberapa banyak perubahan bentuk elastis yang dapat terjadi sebelum perubahan bentuk yang permanen mulai terjadi, atau dapat dikatakan dengan kata lain adalah kekenyalan menyatakan kemampuan bahan untuk kembali ke bentuk dan ukuran semula setelah menerima bebang yang menimbulkan deformasi. Ke/a/uan 2s.iffness3, menyatakan kemampuan bahan untuk menerima teganganBbeban tanpa mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk <deformasi= atau defleksi. 7alam beberapa hal kekakuan ini lebih penting daripada kekuatan. Plas.isi.as 2(las.i6i.53 menyatakan kemampuan bahan untuk mengalami sejumlah deformasi plastik <permanen= tanpa mengakibatkan terjadinya kerusakan. Sifat ini sangat diperlukan bagi

bahan yang akan diproses dengan berbagai macam pembentukan seperti forging, rolling, e9truding dan lain sebagainya. Sifat ini juga sering disebut sebagai keuletan <ductility=. Bahan yang mampu mengalami deformasi plastik cukup besar dikatakan sebagai bahan yang memiliki keuletan tinggi, bahan yang ulet <ductile=. Sebaliknya bahan yang tidak menunjukkan terjadinya deformasi plastik dikatakan sebagai bahan yang mempunyai keuletan rendah atau getas <brittle=. Ke.an&&uhan 2.%u&hness3, menyatakan kemampuan bahan untuk menyerap sejumlah energi tanpa mengakibatkan terjadinya kerusakan. !uga dapat dikatakan sebagai ukuran banyaknya energi yang diperlukan untuk mematahkan suatu benda kerja, pada suatu kondisi tertentu. Sifat ini dipengaruhi oleh banyak faktor, sehingga sifat ini sulit diukur. Kelelahan 2fa.i&ue3, merupakan kecendrungan dari logam untuk patah bila menerima tegangan berulang A ulang <cyclic stress= yang besarnya masih jauh dibawah batas kekuatan elastiknya. Sebagian besar dari kerusakan yang terjadi pada komponen mesin disebabkan oleh kelelahan ini. $arenanya kelelahan merupakan sifat yang sangat penting, tetapi sifat ini juga sulit diukur karena sangat banyak faktor yang mempengaruhinya. 7'ee(, atau bahasa lainnya merambat atau merangkak, merupakan kecenderungan suatu logam untuk mengalami deformasi plastik yang besarnya berubah sesuai dengan fungsi waktu, pada saat bahan atau komponen tersebut tadi menerima beban yang besarnya relatif tetap. Beberapa sifat mekanik diatas juga dapat dibedakan menurut cara pembebanannya, yaitu " #. Sifa. me/ani/ s.a.is yaitu sifat mekanik bahan terhadap beban statis yang besarnya tetap atau bebannya mengalami perubahan yang lambat. (. Sifa. me/ani/ 4inamis yaitu sifat mekanik bahan terhadap beban dinamis yang besar berubah A ubah, atau dapat juga dikatakan mengejut. Cni perlu dibedakan karena tingkah laku bahan mungkin berbeda terhadap cara pembebanan yang berbeda. - " Sifa. The'mal Bahan Sifat termal baha adalah perubahan sifat yang berkaitan dengan sihi. Sifat termal ini dipengaruhi beberapa faktor yaitu "

#. $andungan %ap 1ir 1pabila suatu benda berpori diisi air, maka akan berpengaruh terhadap konduktifitas termal. $onduktifitas termal yang rendah pada bahan insulasi adalah selaras dengan kandungan udara dalam bahan tersebut. (. Suhu Pengaruh suhu terhadap konduktifitas termal suatu bahan adalah kecil, namun secara umum dapat dikatakan bahwa konduktifitas termal akan meningkat apabila suhu meningkat. ). $epadatan dan Porositas $onduktifitas termal berbeda pengaruh terhadap kepadatan, apabila pori pori bahan semakin banyak maka konduktifitas termal rendah. Perbedaan konduktifitas termal bahan dengan kepadatan yang sama akan tergantung pada perbedaan struktur yang meliputi ukuran, distribusi, hubungan pori dan lubang. Sifat termal bahan dikaitkan dengan perpindahan kalor. Perpindahan kalor ada ( jenis, yaitu " $eadaan tetap <steady heat flow= $eadaan berubah <transien heat flow=

+. Sifat .lektrik Bahan Berdasarkan sifat listriknya, materialBbahan dikelompokkan menjadi ) sebagai berikut " $onduktif A jika resistansinya D #>- ohm E disini elektron mudah bergerak atau mengalir, jadi netralisasi dapat dilakukan dengan mudah dengan cara grounding. *ontoh " logam dan tubuh manusia. Cnsulatif A jika resistansinya F #>## ohm E elektron bisa dikatakan tak dapat bergerak, jadi netralisasi hanya mungkin dilakukan dengan ionisasi. *ontoh " plastik dan karet 7ari pengukuran tribocharging, kita bisa menentukan apakah muatan listrik mudah

ditimbulkan pada bahan tersebut A jika tidak mudah membangkitkan muatan <atau muatan yang dihasilkan cukup rendah=, maka bahan itu dapat dikatakan sebagai anti statik. Statik disipatif A resistansi di antara #>- sampai #>## ohm E disini, elektron dapat bergerak tetapi lambat, jadi perlu diketahui parameter decay time. %ntuk mengetahui berapa cepat grounding dapat menetralisasi muatan. Pengukuran tribocharging juga perlu dilakukan untuk mengetahui apakah bahan tersebut anti statik atau tidak. %mumnya bahan yang masuk kategori statik disipatif adalah bahan buatan, artinya memang khusus dibuat untuk mempunyai resistansi tertentu, misalnya bahan dasarnya adalah insulatif tapi diberi tambahan karbon dalam kadar tertentu untuk membuatnya bersifat statik disipatif. !ika kadarnya berlebih, bahan juga bisa bersifat konduktif. %ntuk mengukur nilai resistansi bahan, kita gunakan Mega 8hm meter <atau Surface 5esistance Meter= A ini semacam multimeter biasa tetapi dengan jangkauan pengukuran sampai #>> ? 8hm atau lebih. $ita juga dapat menggunakan electrometer <misalnya .lectrostatic GoltmeterB 6ieldmeter= untuk mengukur muatan listrik dari proses tribocharging dan dengan bantuan stopwatch, kita pun dapat mengukur decay time secara kualitatif. %ntuk hasil yang lebih akurat, kita perlu menggunakan *harged Plate Monitor. !adi, jika adanya muatan listrik statik menimbulkan masalah, maka salah satu solusinya adalah dengan menetralkan mutan listrik bersangkutan. *ara efektif untuk menetralkan muatan listrik dilakukan berdasarkan sifat listrik materialBbahan.Pada dasarnya netralisasi muatan dapat dilakukan dua cara, yaitu grounding dan ionisasi dengan ioni2er. ?rounding dilakukan jika elektron dapat bergerak atau mengalir dalam bahan bersangkutan, yaitu dengan menghubungkan bahan tersebut ke tanahBbumi atau bagian ground dari kabel listrik karena tanahBbumi adalah reser,oar muatan <sumber muatan yang tak terhingga=. Sebaliknya, untuk bahan yang tak dapat mengalirkan muatan, maka tidak ada jalan lain untuk menetralkan muatan kecualim memberikan muatan yang berlawanan dari udara. Sebetulnya udara mengandung sejumlah molekual uap air yang dapat menetralkan permukaan suatu benda, tapi netralisasi secara alami ini akan berlangsung sangat lama. %ntuk mempercepat proses netralisasi, maka digunakan alatBperalatan yang disebut Coni2er. Coni2er dirancang untuk menghasilkan sejumlah besar ion positif maupun negatif dan ion ion tersebut diarahkan ke permukaan benda yang akan dinetralisasi. Selain itu, netralisasi juga dapat

dilakukan dengan membasahi permukaan bahan bersangkutan dengan air biasa <bukan 7C water= atau larutan yang mengandung air seperti CsoPropyl 1lcohol <CP1=.

- 8 Bahan K%ns.'u/si Me.al

Secara umum bahan metal yang digunakan pada industri dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu 6errous dan nonferrous. 6errous metal didefinisikan sebagai bahan yang mengandung sedikitnya -> H besi < iron=. 6errous alloy. 1lasan mengapa bahan ini sering digunakan adalah karena biayanya bahan ini relatif lebih murah, dan memiliki kemampuan kerja yang baik. 6errous alloy dapat dibagi lagi menjadi + bagian yaitu " *ast Cron, *arbon Steels, @ow 1lloy Steels dan Stainless Steels.

*ast Cron. *ast iron adalah alloy yang memiliki kadar carbon lebih dari #.- H. Terdapat + jenis dari *ast iron yaitu " gray, white, ductile iron dan wrought iron.

?ray cast iron. ?ray cast iron merupakan cast iron yang umum digunakan dan paling murah diantara yang lainnnya, Mudah dibentuk, memiliki tensile streght yang rendah yaitu dari #-- ;ndashE +>> IBmm(. 7igunakan untuk peralatan ;ndashE peralatan yang memerlukan ,ibration dampening dan wear resistance. :arna keabu abuan disebabkan oleh kandungan graphite yang tersebar pada massa nya. Material ini tidak digunakan untuk proses ;ndashE proses yang beroperasi pada tekanan tinggi.

:hite *ast Cron. Memiliki kandungan silikon yang lebih rendah dari gray cast iron. Tidak terdapat partikel graphite pada mikrosturkturnya, apabila carbon dalam cast iron tersebut dikombinasikan dengan iron akan membentuk iron carbide <6e)* =. Metal ini sangat abbrasi,e dan brittle, karena sifat ;ndashE sifat ini bahan ini tidak disarankan penggunaannya untuk aplikasi Pressure ;ndashEGessel, namun begitu dapat digunakan untuk grinding balls, casing pompa slurry dan roda mobil.

7uctile cast iron. Memiliki unsur yang sama dengan gray cast iron, tetapi beda dalam pembuatannya. 7igunakan untuk high strenght pipe, bodi ,al,e, casing pompa, casing kompressor , crankshaft < poros mesin =.

:rought iron. Pada dasarnya merupakan besi murni < pure iron = dengan kandungan carbon yang rendah serta sedikit kandungan slag dalam bentuk iron silicate. Slag yang terkandung memberikan daya shock yang baik, ,ibrasi serta tahan terhadap korosi. %mumnya digunakan untuk pipa air, dan engine bolt.

Silicon iron. Memilik kandungan silikon yang tinggi,

kira ;ndashE kira sekitar #-

H yang disebut juga dengan silicon iron. Terdapat dua jenis umum dengan nama dagang 7uriron dan 7urichlor. 7urichlor mengandung molybdenum digunakan untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi. $eduanya digunakan untuk aplikasi yang tahan terhadap korosi dan oksidasi. 7irekomendasikan agar bahan ini digunakan kondisi tekanan operasi dibawah -> psig. *arbon Steel. Perbedaan antara carbon steel dengan cast iron adalah persentase kandungan carbon. Pada carbon steel kandungan carbon kurang dari #.- H. Material ini mudah difabrikasi dan memiliki streght yang lebih baik dari pada cast iron. Tergantung dari jenis treatment panas serta alloy yang digunakan, bahan ini bisa dibuat dengan berbagai derajat atau tingkatan hardness dan ductility, dan dengan beberapa tambahan membuat bahan ini lebih mudah disambung < :eld = dari pada cast iron. 7engan sifat ;ndashE sifat seperti ini ditambah lagi dengan ketersediaannya dalam jumlah banyak , membuat carbon steel menjadi pilihan pertama untuk konstruksi peralatan. Salah satu kelemahan utamanya adalah ketahanan terhadap korosi . @ow alloy steel. Bahan ini memiliki kandungan chromium dalam jumlah yang kecil. Bahan ini menggantikan penggunaan carbon steel pada industri perminyakan karena beberapa peralatan mengalami proses korosi ketika mengolah minyak mentah dengan kandungan sulfur yang tinggi. 7iketahui bahwa dengan adanya chromium dapat menghambat pembentukan iron sulfide. Penambahan chromium juga diketahui dapat meningkatkan strenght material pada

temperature tinggi. Perbedaan mendasar antara carbon steel dengan low alloy steel adalah jumlah kandungan chromium. *arbon steel memilik kandungan chromium kurang dari + H sedangkan @ow alloy steel kandungan chromium antara + ;ndashE 4 H.

Stainless steel. Steel dengan kandungan chromium sekitar #( H atau lebih disebut sebagai stainless steel. terdapat ) jenis bahan ini yaitu " ferritic, austenic dan martensitic stainless steel. 6erritic stainless steel. Memiliki kadar karbon sebesar >.( H atau kurang dan kadar chromium antara ## ;ndashE #3 H. Material ini tahan terhadap korosi dari pada Martensistic steel serta tinggi seperti asam nitrat. cocok digunakan untuk fluida dengan tingkat oksidasi keasaman Bahan ini memiliki tensile serta impact strenght yang rendah. J Martensitic steel. Memiliki kadar chromium antara #( ;ndashE #3H dan kadar carbon hingga mencapai #.( H. 7ari sisi strenght dan hardnability lebih baik dari pada ferritic stainless steel. 7engan kadar chromium yang rendah bahan ini tahan terhadap air, steam dan bahan ;ndashE bahan yang bersifat korosi tingkat menengah < moderate = lainnya. J 1ustenitic Stainless steel. bahan ini lebih komplek dari yang lainnya karena terdapat tambahan nickel sebesar ).( hingga (( H . Material ini memiliki tingkat tensile strenght yang tinggi, ductility dan lebih tahan terhadap korosi bila dibandingkan dengan material stainless steel lainnya pada range temperature yang sangat lebar . 7aya tahan korosinya terhadap bahan ;ndashE bahan sulfur serta asam ;ndashE asam organik lebih baik dari pada carbon steel, low alloy steel bahkan terhadap ferritic dan martensitic stainless steel. :alaupun tahan terhadap korosi yang sangat baik hingga pada temperature /-> 6 ke atas, pengalaman memperlihatkan bahwa material ini memiliki permasalahan terhadap stress corrosion cracking pada temperature yang sangat tinggi dan dengan pH yang feedwater tinggi <3 atau keatas= seperti pada proses ;ndashEproses high pressure boiler steam tenanga nuklir =. Ion 6errous 1lloy, pemilihan bahan jenis ini dimungkinkan apabila material ferrous alloy tidak cocok dengan aplikasi yang dikehendaki. Bahan nonferrous alloy ini secara umum lebih mahal serta sulit untuk di sambung < weld =. Ion6errous 1lloy biasanya digunakan karena

system <sistem umpan boiler bertekanan tinggi= dan nuclear steam generator <pembangkit

memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap korosi

bila dibandingkan dengan ferrous alloy.

1luminium adalah bahan dengan tingkat keuletan <ductility= yang baik, bahan ini juga memiliki rasio high strenght berat yang tinggi serta nonmagnetic, memiliki kondukti,itas termal dan elektrik yang baik, beberapa alloy aluminium sulit untuk di sambung dengan cara pengelasan <weld= dan sementara yang lainnya bahkan tidak bisa disambung <weld=. Beberapa komponen lain ditambahkan ke aluminium untuk memberikan sifat ;ndashE sifat mekanikal yang lebih baik lagi <memperbaiki sifat bahan= , komponen tambahan tersebut dapat berupa iron, manganese, silicon, copper, magnesium, dan 2inc. 1luminium digunakan untuk aplikasi " transportasi, penyimpanan dengan faktor tingkat kemurnian tinggi untuk berbagai jenis larutan organik, asam nitrat , dan larutan encer dengan pH antar +.- ;ndashE 3.-. Material ini tidak digunakan untuk menangani alkohol , organic halides, anhydrous organis acid, mercury, garam ;ndashE garam logam berat dan steam. Material ini juga dapat digunakan untuk kondisi cryogenic.

BAB III PENUTUP Setelah melakukan obser,asi pustaka di berbagai sumber, maka dapat disimpulkan bahwa dasar Clmu Bahan $onstruksi Teknik $imia adalah mencakup sebagai berikut " #. %ntuk merancang keperluan industri diperlukan pemahaman ilmu tentang bahan yang cukup, agar penggunaan alat dapat maksimal, efektif, dan berdaya tahan tinggi. (. Sifat A sifat material dapat diketahui melalui uji material. 7an hasil pengujian dapat dijadikan landasan perancangan alat, berdasarkan sifat A sifatnya. ). Beberapa material dapat berdeformasi, dan dapat kembali seperti semula <deformasi elastis= dan tidak dapat kembali <deformasi plastic=. +. Berdasarkan sifat keelektrikan bahan, maka bahan dibagi menjadi ), yaitu konduktif, insulatif dan statik desipatif

DAFTAR PUSTAKA

1nonim.(>>4.Bahan

$onstruksi

Teknik

$imia

Bahan

$onstruksi

$orosi.

<online=.http"BBfakeplasticworlds.wordpress.comB(>>4B#(B#3Bbahan konstruksi teknik kimia bahan konstruksi korosi pengantarB.7iakses pada tanggal >+ Io,ember (>#). 1nonim.(>#>.@istrik Bahan Semikonduktor.<online=.http"BBwww.fisika ceria.comBsifat listrik bahan semikonduktor.html.7iakses pada tangggal >+ Io,ember (>#). Musta2ama.(>#>.Sifat A Sifat Mekanik Bahan,<online=.

http"BBmusta2amaa.wordpress.comB(>#>B>+B#-Bsifat sifat mekanik bahanB.7iakses pada tanggal >+ Io,ember (>#). Io,iritia.(>##.7eformasi Plastik dan 7elasktik.<online=. 7iakses

http"BBno,irita.blogspot.comB(>##B>#Bdeformasi plastic dan delastic.html. pada tanggal >+ Io,ember (>#). 5udydwi.(>#>.Mengetahui uji tarikB. Sifat Mekanik pada Material tanggal dengan >+ %ji

Tarik.<online=. (>#).

http"BBrudydwi.wordpress.comB(>#>B>)B(3Bmengetahui sifat mekanik material dengan 7iakses Io,ember

Gan Glack H. @aurence. #44-. Clmu dan teknologi Bahan .disi ke -. !akarta " .rlangga