Anda di halaman 1dari 35

BAB I LAPORAN KASUS A. IDENTIFIKASI Nama Umur Jenis kelamin Agama Alamat %e$angsaan No. 'e& Re( B.

ANAMNESIS +autoanamnesis &an alloanamnesis &engan a,ah pen&erita- 1. #uni ! %eluhan Utama %eluhan Tam$ahan : 0atuk lama : Na1su makan menurun */ : Destri.R : 13 Tahun : Perempuan : Islam : Jl. Sei Leko RT. ! R". ! Pak#o Palem$ang : In&onesia : !3 1)*

Ri2a,at Per#alanan Pen,akit 3 ! $ulan ,ang lalu pen&erita mulai $atuk ,ang &isertai &ahak- konsistensin,a kental- $er2arna putih- #umlah 3 4 sen&ok makan- &arah +5/. Sesak na1as &isertai mengi +5/- na1su makann,a menurun- &emam+6/- &emam ti&ak terlalu tinggisering $erulang namun &emam hilang sen&iri tanpa pen&erita minum o$at serta sering $erkeringat pa&a malam hari. 0A0 &an 0A% $iasa. Pen&erita &i$a2a $ero$at ke puskesmas &an &i$eri o$at $atuk &an penurun panas- tetapi keluhan $atuk ti&ak $erkurang. 3 1 minggu ,ang lalu pen&erita mengeluh $atuk masih a&a- semakin sering&ahak +6/- konsistensin,a kental- 2arna putih- #umlahn,a 3 4 sen&ok makan&arah+5/- &emam+5/- na1su makan ,ang semakin menurun &an $erat $a&ann,a

&irasakan menurun. 0A0 &an 0A% $iasa. %arena $atuk ti&ak sem$uh5sem$uhpen&erita kemu&ian &i$a2a $ero$at ke Poliklinik RS'7. Ri2a,at Pen,akit Dahulu o Ri2a,at kontak &engan pen&erita T0 &e2asa +6/ tetangga pen&erita o Ri2a,at makan o$at ,ang men,e$a$kan air seni $er2arna merah +5/ o Ri2a,at asma se$elumn,a +5/ Ri2a,at Pen,akit Dalam %eluarga ti&ak a&a. Ri2a,at asma &alam keluarga ti&ak a&a. Ri2a,at pen,akit &engan keluhan ,ang sama &alam keluarga

Ri2a,at Sosial 8konomi Pen&erita a&alah anak ketiga &ari lima $ersau&ara. A,ah pen&erita $erusia 9) tahun- pen&i&ikan terakhir S'A ,ang $eker#a se$agai 0uruh. I$u pen&erita $erusia 91 tahun- pen&i&ikan terakhir S'A &an ti&ak $eker#a. 8konomi keluarga &itanggung oleh orang tua pen&erita ,ang tinggal &irumah sen&iri. %esan sosial ekonomi: kurang. Ri2a,at %ehamilan &an %elahiran 'asa kehamilan Partus Ditolong oleh 0erat $a&an lahir Pan#ang $a&an lahir %ea&aan saat lahir : :ukup $ulan : Spontan : 0i&an : !) gram : 9* (m : Langsung menangis

Ri2a,at 'akan ASI 0u$ur susu 0u$ur saring Nasi $iasa Ri2a,at Perkem$angan Tengkurap Du&uk 'erangkak 0er&iri 0er#alan %esan Ri2a,at Imunisasi 0:= DPT Polio 7epatitis 0 :ampak %esan Riwayat %eluarga Thamrin>9< thn>0uruh Ranti>91 thn>I$u RT : 1 kali- s(ar 6 +pa&a lengan kanan/ : 3 kali : 9 kali : 3 kali : 1 kali : Imunisasi &asar lengkap : 3 $ulan : < $ulan : * $ulan : 11 $ulan : 19 $ulan : Perkem$angan motorik &alam $atas normal : lahir ; ! tahun : 9 $ulan ; ) $ulan : ) $ulan ; 1 tahun : 1 tahun 5 sekarang

1) tahun

1. tahun

?s

1 tahun

) tahun

C. PEMERIKSAAN FISIK Tanggal pemeriksaan: 1. #uni ! %ea&aan Umum %esa&aran Tekanan &arah Na&i Pernapasan Suhu 0erat 0a&an Tinggi 0a&an Status =iCi: 00>U T0>U 00>T0 %esan %ea&aan Spesi1ik %epala 0entuk Ram$ut 'ata : ?Fal- simetris. : 7itam- ti&ak mu&ah &i(a$ut. : :ekung +5/- Pupil $ulat isokor G 3mm- re1lek (aha,a 6>6kon#ungtiFa anemis +5/- sklera ikterik +5/- e&ema palpe$ra 5>5- keratokun#ungtiFitis 1liktenularis +5/ 7i&ung Telinga 'ulut : Sekret +5/- napas (uping hi&ung +5/. : Sekret +5/. : 0i$ir kering +5/- sianosis sirkum oral +5/. : %ompos mentis : 11 >@ mm7g : *. A>menit- reguler- isi &an tegangan: (ukup : !9 A>menit : 3.-) B: : ! kg : 1!* (m : ! >9. A 1 : 1!*>1<. A 1 : ! >!. A 1 D E 93-9@ D D E )!-.* D D E @.-*!D * +pukul 1 . "I0/

: %8P II

Tenggorokan : Haring hiperemis +5/- tonsil tenang. T1 E T1 Leher Toraks Paru5paru Inspeksi Palpasi Perkusi : Statis- &inamis simetris : Stem1remitus kanan E kiri : Sonor pa&a lapangan paru kanan &an kiri : JIP ti&ak meningkat- pem$esaran %=0 +5/.

Auskultasi : Iesikuler +6/ normal- ronki +5/- 2heeCing +5/ Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi : Iktus kor&is ti&ak terlihat : Iktus kor&is ti&ak tera$a- thrill +5/. : Jantung &alam $atas normal

Auskultasi : 7R: *. A>menit- reguler- murmur +5/- gallop +5/ A$&omen Inspeksi Palpasi Perkusi : Datar : Lemas- hepar &an lien ti&ak tera$a : Timpani

Auskultasi : 0ising usus +6/ normal Lipat paha &an genitalia : Pem$esaran %=0 +5/- e&ema skrotum +5/- genitalia ti&ak a&a kelainan. 8kstremitas : Akral &ingin +5/- sianosis +5/- e&ema +5/

<

Pemeriksaan Neurologis Hungsi motorik Pemeriksaan =erakan %ekuatan Tonus %lonus Re1lek 1isiologis Re1lek patologis Hungsi sensorik Tungkai Tungkai Lengan %anan Luas 6< 8utoni 5 6 normal 5 Lengan %iri Luas 6< 8utoni 5 6 normal 5 %anan %iri Luas Luas 6< 6< 8utoni 8utoni 5 5 6 normal 6 normal 5 5 : Dalam $atas normal

Hungsi nervi craniales : Dalam $atas normal =R' D. 7$ 7t Leukosit L8D Trom$osit 7itung #enis : %aku ku&uk ti&ak a&a PEMERIKSAAN PENUNJANG Darah rutin +1. #uni ! */ Poliklinik : 11-! g>&l : 3< Fol D : 11.3 : @1<. >mm3 >mm3 : )) mm>#am : >9>1>.)>!9>3

E. DIAGNOSA BANDING 0atuk %ronis e(. T0 Pulmonum 0atuk %ronis e(. Asma 0ron(hiale

F. DIAGNOSA KERJA Susp. T0 Pulmonum G. PEMERIKSAAN ANJURAN 5 Tes 'antouA 5 Rontgen thoraks 5 Pemeriksaan 0TA +$ilasan lam$ung>sputum/ 5 %ultur &ahak H. PENATALAKSANAAN 5 Diet T%TP 5 Am$roAol s,r 3A1 (th I. PROGNOSA Juo a& Fitam Juo a& 1un(tionam J.
Tanggal 1*5 .5! *

: $onam : $onam

FOLLOW UP
%eterangan S: keluhan: 0atuk +6/- na1su makan menurun +6/ ?: %ea&aan Umum +00E ! kg/ Sens: :' TD : 11 >) mm7g N : *1 A>menit %ea&aan spesi1ik %epala Leher Thorak : N:7 +5/ : Ti&ak a&a kelainan : Dalam $atas normal RR : !! A>menit T : 3.-@ o:

:or

: Dalam $atas normal

Pulmo : Fesikuler +6/ normal- ronkhi +5/- 2heeCing +5/ A$&omen : &atar- lemas- hepar &an lien ti&ak tera$a- 0U +6/ normal. 8kstremitas : e&ema +5/ 7asil pemeriksaan: Tes 'antouA A: T0 Pulmonum P: K Diet T%TP K !R7L9R7 +7ari ke51/ 5 IN7 1A! mg mg mg 5 Ri1ampisin 1A! 5 PiraCinami& !A3 3 5.5! * : In&urasi E 1! mm +Positi1/ Rontgen thorak : (or5pulmo t.a.k

K Iitamin 0. 3A1 ta$ S: %eluhan : 0atuk +6/- Na1su makan menurun +6/ ?: %ea&aan Umum +00E ! kg/ Sens: :' TD : 11 >@ mm7g N : *9 A>menit %ea&aan spesi1ik %epala Leher Thorak :or : N:7 +5/ : Ti&ak a&a kelainan : Dalam $atas normal : Dalam $atas normal RR : !9 A>menit T : 3.-< o:

Pulmo : Fesikuler +6/ normal- ronkhi +5/- 2heeCing +5/ A$&omen : &atar- lemas- hepar &an lien ti&ak tera$a- 0U +6/ normal. 8kstremitas : e&ema +5/ A: T0 Pulmonum P: K Diet T%TP K !R7L9R7 +7ari ke511/ 5 IN7 1A! mg mg mg 5 Ri1ampisin 1A! 5 PiraCinami& !A3

K Iitamin 0. 3A1 ta$

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. D8HINISI Tu$erkulosis a&alah pen,akit ,ang &ise$a$kan oleh Mycobacterium tuberculosis. 0. 8TI?L?=I Agen tu$erkulosis- Mycobacterium tuberculosis, M. bovis, dan M. africanum merupakan anggota or&o A(tinomisetales &an 1amili 'iko$akteriaseae. 0asil tu$erkel a&alah $atang lengkung- gram positi1 lemah- pleiomor1ik- ti&ak $ergerakti&ak mem$entuk spora- pan#ang sekitar !59 Mm. 'iko$akteria ini tum$uh paling $aik pa&a suhu 3@591o:- menghasilkan niasin &an ti&ak a&a pigmentasi. 'iko$akterium tum$uh lam$at- 2aktu pem$entukann,a a&alah 1!5!9 #am. Dapat tampak sen&iri5sen&iri atau &alam kelompok pa&a spesimen klinis ,ang &i2arnai atau me&ia $iakan. 'erupakan aero$ 2a#i$ +o$ligat/ ,ang tum$uh pa&a me&is sintetis ,ang mengan&ung gliserol se$agai sum$er kar$on &an garam amonium se$agai sum$er nitrogen.

Gambar 1. Mycobacterium tuberculosis bacilli

=am$ar !. Mycobacterium tuberculosis &engan S(anning ele(tron mi(rograph

=am$ar 3. Mycobacterium tuberculosis &engan pe2arnaan pa&a sputum :. 8PID8'I?L?=I Laporan mengenai T0 paru pa&a anak #arang &i&apatkan. Diperkirakan

#umlah kasus T0 anak per tahun a&alah <D sampai .D &ari total kasus T0. Di

negara $erkem$ang- tu$erkulosis pa&a anak usia N1< tahun a&alah 1<D &ari seluruh kasus T0- se&angkan &i negara ma#u- angkan,a le$ih ren&ah ,aitu <5@D. Total insi&en T0 selama 1 tahun- &ari 1** 51***- &iperkirakan se$an,ak ))-! #uta pen&erita &an ) #uta &i antaran,a $erhu$ungan &engan in1eksi 7II. Pa&a tahun ! ter&apat 1-) #uta kematian aki$at T0 &an !!.. &i antaran,a $erhu$ungan &engan 7II. Di Asia Tenggara- selama 1 tahun- &iperkirakan $ah2a #umlah kasus $aru a&alah 3<-1 #uta- )D &i antaran,a +!-) #uta/ &isertai in1eksi 7II. 'enurut "7? +1**9/- In&onesia men&u&uki peringkat ketiga &alam #umlah kasus $aru T0 + -9 #uta kasus $aru/- setelah In&ia +!-1 #uta kasus/ &an :ina +1-1 #uta kasus/. Se$an,ak 1 D &ari seluruh kasus ter#a&i pa&a anak $erusia &i $a2ah 1< tahun. D. HA%T?R R8SI%? Ter&apat $e$erapa 1aktor ,ang mempermu&ah ter#a&in,a in1eksi T0 maupun tim$uln,a pen,akit T0 pa&a anak. a. Resiko In1eksi T0 Haktor resiko ter#a&in,a in1eksi T0 antara lain anak ,ang memiliki kontak &engan orang &e2asa &engan T0 akti1- &aerah en&emis- penggunaan o$at5o$atan intraFena- kemiskinan- serta lingkungan ,ang ti&ak sehat +mis. tempat penampungan/. Penularan M. tu$erkulosis a&alah &roplet len&ir $erinti ,ang &i$a2a u&ara. Penularan #arang ter#a&i &engan kontak langsung &engan kotoran (air terin1eksi atau $arang5$arang ,ang terkontaminasi. Haktor resiko in1eksi T0 pa&a anak ,ang terpenting a&alah pa#anan terha&ap orang &e2asa ,ang in1eksius. Resiko tim$uln,a transmisi kuman &ari orang &e2asa ke anak5anak akan le$ih tinggi #ika pasien &e2asa terse$ut mempun,ai 0TA sputum positi1- in1iltrate luas pa&a lo$us atas atau kaFitas- pro&uksi sputum $an,ak &an en(er- $atuk pro&ukti1 &an kuat- serta 1aktor lingkungan ,ang kurang sehat- terutama sirkulasi u&ara ,ang ti&ak $aik. Haktor51aktor terse$ut &i$agi men#a&i 1aktor resiko in1eksi &an 1aktor resiko progresi1 in1eksi men#a&i pen,akit +resiko pen,akit/.

11

=am$ar 9. Transmisi lewat udara dari Tuberculosis

=am$ar <. Pen,e$aran Tu$er(ulosis &i u&ara ,ang &itim$ulkan oleh $atuk atau $ersin $. Resiko pen,akit T0 Haktor51aktor ,ang men,e$a$kan progresi1 in1eksi T0 men#a&i sakit T0- ,ang pertama a&alah usia. Anak O < tahun mempun,ai resiko le$ih $esar mengalami progresi in1eksi men#a&i sakit T0- namun resiko sakit T0 ini akan $erkurang se(ara $ertahap seiring pertam$ahan usia. ge#ala ,ang akut. Haktor resiko ,ang lain a&alah konFersi tes tu$erkulin &alam 15! tahun terakhir- malnutrisi- kea&aan imunokompresi +misaln,a in1eksi 7II- keganasantransplantasi organ- pengo$atan imunosupersi/- &ia$etes mlitus- gagal gin#al konik- &an silikosis. Pa&a $a,i- rentang 2aktu antara ter#a&in,a in1eksi &an tim$uln,a sakit T0 sangat singkat &an $iasan,a tim$ul

1!

Haktor ,ang ti&ak kalah penting pa&a epi&emiologi T0 a&alah status sosioekonomi ren&ahkepa&atan hunianpengangguran&an pe&i&ikan ren&ah-serta kurangn,a &ana untuk pela,anan kesehatan. 8. PAT?=8N8SIS Paru merupakan port dentre le$ih &ari *)D kasus in1eksi T0. %arena

ukurann,a ,ang sangat ke(il +N < Mm/- kuman T0 &alam per(ik renik + droplet nuclei/ ,ang terhirup- &apat men(apai alFeolus. 'asukn,a kuman T0 ini akan segera &iatasi oleh mekanisme imunologis nonspesi1ik. 'akro1ag alFeolus akan mem1agosit kuman T0 &an $iasan,a sanggup menghan(urkan se$agian $esar kuman T0. Akan tetapi- pa&a se$agian ke(il kasus makro1ag ti&ak mampu menghan(urkan kuman T0 &an kuman akan $ereplikasi &alam makro1ag. %uman T0 &alam makro1ag ,ang terus $erkem$ang $iak akan men,e$a$kan makro1ag lisis- &an kuman T0 mem$entuk koloni &i tempat terse$ut. Lokasi pertama koloni kuman T0 &i #aringan paru &ise$ut 1okus primer =hon. Dari 1okus primer- kuman T0 men,e$ar melalui saluran lim1e menu#u ke kelen#ar lim1e regional- ,aitu kelen#ar lim1e ,ang mempun,ai saluran lim1e ke lokasi 1okus primer. Pen,e$aran ini men,e$a$kan ter#a&in,a in1lamasi &i saluran lim1e +lim1angitis/ &an &i kelen#ar lim1e +lim1a&enitis/ ,ang terkena- ga$ungan ketigan,a merupakan kompleks primer. "aktu ,ang &iperlukan se#ak masukn,a kuman T0 hingga ter$entukn,a kompleks primer se(ara lengkap &ise$ut se$agai masa inku$asi T0. 'asa inku$asi T0 $iasan,a $erlangsung &alam 2aktu 95) minggu &engan rentang 2aktu antara !51! minggu. Dalam masa inkuasi terse$ut- kuman tum$uh hingga men(apai #umlah 1 35 1 9- ,aitu #umlah ,ang (ukup untuk merangsang respon imunitas seluler. Setelah imunitas seluler ter$entuk- 1okus primer &i #aringan paru $iasan,a mengalami resolusi se(ara sempurna mem$entuk 1i$rosis atau kalsi1ikasi setelah mengalami nekrosis perki#uan &an enkapsulasi. %elen#ar lim1e regional #uga akan mengalami 1i$rosis &an enkapsulasi- tetapi pen,em$uhann,a $iasan,a ti&ak

13

sesempurna 1okus primer &i #aringan paru. %uman T0 &apat tetap hi&up &an menetap selama $ertahun5tahun &alam kelen#ar ini. %ompleks primer &apat #uga mengalami komplikasi. Hokus primer &i paru &apat mem$esar &an men,e$a$kan pneumonitis atau pleuritis 1okal. Pa&a nekrosis perki#auan ,ang $erat &apat ter#a&i kaFitas. %elen#ar lim1e hilus atau paratrakeal ,ang mem$esar karena reaksi in1lamasi men,e$a$kan $ronkus terganggu. ?$strusi parsial pa&a $ronkus aki$at tekanan eksternal menim$ulkan hiperin1lasi &i segmen &istal paru. ?$struksi total &apat men,e$a$kan atelektasis. Selama masa inku$asi- se$elum ter$entukn,a imunitas seluler- &apat ter#a&i pen,e$aran lim1ogen &an hematogen. Pa&a pen,e$aran lim1ogen- kuman men,e$ar ke kelen#ar lim1e regional mem$entuk kompleks primer. Se&angkan pa&a pen,e$aran hematogen- kuman T0 masuk ke &alam sirkulasi &arah &an men,e$ar ke seluruh tu$uh- sehingga T0 &ise$ut se$agai pen,akit sistemik. Pen,e$aran hematogen ,ang paling sering ter#a&i a&alah &alam $entuk pen,e$aran hematogenik tersamar +occult hematogenic spread/. 'elalui (ara inikuman T0 men,e$ar se(ara spora&i( &an se&ikit &emi se&ikit sehingga ti&ak menim$ulkan ge#ala klinis. 0ila &a,a tahan tu$uh pe#amu menurun- &apat mengalami reaktiFasi &an men#a&i pen,akit T0. 0entuk pen,e$aran hematogen ,ang lain a&alah pen,e$aran hematogenik generalisata akut +acute generalized hematogenic spread/. Pa&a $entuk ini- se#umlah $esar kuman T0 masuk &an $ere&ar &i &alam &arah menu#u ke seluruh tu$uh. Tu$erkulosis milier merupakan hasil &ari acute generalized hematogenic spread &engan #umlah kuman ,ang $esar. 0entuk pen,e$aran hematogen ,ang #arang ter#a&i a&alah protected hematogenic spread. 0entuk pen,e$aran ini ter#a&i $ila suatu 1okus perki#auan men,e$ar ke saluran Fas(ular &i &ekatn,a- sehingga se#umlah kuman T0 akan masuk &an $ere&ar &i &alam &arah. Pa&a anak- < tahun pertama setelah in1eksi +terutama satu tahun pertama/$iasan,a sering ter#a&i komplikasi. 'enurut "allgren- a&a tiga $entuk &asar T0 paru

19

pa&a anak- ,aitu pen,e$aran lim1ohematogen- T0 en&o$ronkial- &an T0 paru kronik. Sebanyak 0.5-3% penyebaran limfohematogen akan menjadi TB milier atau meningitis TB. Terjadi 3-6 bulan setelah infeksi primer. TB endobrokial dalam waktu 3-9 bulan. Sedangkan TB paru kronik bervariasi sesuai umur saat terinfeksi. Terjadi karena reaktivasi kuman. Jarang pada anak-anak. TB ekstrapulmonal dapat terjadi pada 25-30% anak yang terinfeksi TB. TB tulang dan sendi 5-10%, dalam 1 tahun atau 2-3 tahun kemudian. TB ginjal 5-25 tahun setelah infeksi primer.

Gambar 6. Penyebaran Bakteri Tuberculosis di dalam tubuh

1<

Mekanisme Respon Imun Tubuh terhadap Mycobacterium tuberculosis MO Nonspesifik Fisik Humoral Seluler Humoral Spesifik Seluler

Mukosa Kulit Silia

Komplemen NK sel

Monosit Makrofag Sel Kupfer sitokin (TNF, IL 1) Prostaglandin P

Proliferasi sel B IgM, IgG, IgA

Th 1 CD4 CD8 Makrofag Hancurkan Sel infeksi Eliminasi MO

Eliminasi MO

IL 2

Suhu termostat P Demam Feedback (-) Berkeringat GAGAL Sitokin meningkat Demam Anorexia Input < BB turun vasodilatasi kulit Output > Sel epiteloid meningkat tuberkel sarang Ghon Limfosit meningkat limfonodus membesar massa

1.

TB Primer Partikel infeksi terhisap Masuk dan menempel pada jalan nafas/paru-paru Neutrofil, makrofag, sel T dan jaringan fibrosa mengelilingi dan membungkus basil Tuberkel Mengalami kalsifikasi Membentuk kompleks Ghon di jaringan paru dan timbul jaringan parut Menjalar ke pleura Efusi pleura

TB Sekunder Kuman TB dormant Aktif Infeksi endogen (gagal ginjal, malnutrisi, alkohol, diabetes, AIDS) Menjadi TB dewasa Sarang di regio atas paru Invasi ke daerah parenkim paru Tuberkel (granuloma dari sel-sel histosit dan sel datia langhans yang dikelilingi oleh sel-sel limfosit dan bermacam-macam jaringan ikat)

Patogenesis Tuberkulosis Secara Umum

1@

1. Pengenalan antigen kepada sel T oleh makrofag yang telah menelan organisme. 2. Sensitisasi dari sel T. 3. Pelepasan limfokin seperti faktor kemotaktik terhadap monosit dan makrofag dan faktor inhibisi migrasi. 4. Pengumpulan makrofag dan limfosit pada tempat implantasi untuk membentuk granuloma. Sel T mengaktifkan makrofag dengan meningkatkan kapasitas fagositosis dan bakterisid, dan dapat melepaskan limfokin yang lain gama interferon. Granuloma yang khas pada tuberkulosis adalah terdapatnya perkijuan sentral (tuberkel lunak) yang terdiri dari nekrosis kaseosa pada bagian tengah dengan dikelilingi oleh sel epiteloid dan yang menyebabkan perkijuan tersebut belum diketahui dengan jelas tapi tidak ada sedikit titik terang yang mengatakan bahwa makrofag yang mengumpul di granuloma secara khas berubah menjadi sel epiteloid yang mempunyai banyak kerutan pada membran sel, banyak mitokondria, RE yang berkembang dengan baik dan golgi kompleks yang besar. H. 'ANIH8STASI %LINIS 'ani1estasi klinis T0 $ergantung pa&a $e$erapa 1aktor- ,aitu kuman T0pe#amu- serta interaksi antara ke&uan,a. a2al &engan kuman T0. Se$agian $esar anak &engan T0 ti&ak memperlihatkan ge#ala &an tan&a selama $e$erapa 2aktu. =e#ala umum atau nonspesi1ik pa&a T0 anak antara lain: 1. 0erat $a&an turun tanpa se$a$ ,ang #elas atau ti&ak naik &alam 1 $ulan &engan penaganan giCi. !. Na1su makan ti&ak a&a +anoreksia/ &engan gagal tum$uh &an $erat $a&an ti&ak naik &engan a&ekuat +failure to thrive/. Proses in1eksi T0 ti&ak langsung mem$erikan ge#ala. U#i tu$erkulin $iasan,a positi1 &alam 95) minggu setelah kontak

1)

3. Demam lama +Q ! minggu/ &an>atau $erulang tanpa se$a$ ,ang #elas +$ukan &emam ti1oi&- in1eksi saluran kemih- malaria- &an lain5lain/- ,ang &apat &isertai keringat malam. tinggi. 9. Pem$esaran kelen#ar lim1e super1isial ,ang ti&ak sakit &an $iasan,a multipel. <. 0atuk lama le$ih &ari 3 minggu- &an se$a$ lain telah &isingkirkan. .. Diare persisten ,ang ti&ak sem$uh &engan pengoatan &iare. =. P8'8RI%SAAN P8NUNJAN= a. U#i Tu$erkulin Tu$erkulin a&alah komponen protein kuman T0 ,ang mempun,ai si1at antigenik ,ang kuat. Jika &isuntikkan se(ara intrakutan kepa&a seseorang ,ang telah terin1eksi T0 +telah a&a kompleks primer &alam tu$uhn,a/ akan mem$erikan reaksi $erupa in&urasi &i lokasi suntikan. In&urasi ini ter#a&i karena Faso&ilatasi lokal- e&ema- en&apan 1i$rin &an meningkatn,a sel ra&ang lain &i &aerah suntikan. Ukuran in&urasi &an $entuk reaksi tu$erkulin ti&ak &apat menentukan tingkat akti1itas &an $eratn,a proses pen,akit. U#i tu$erkulin merupakan alat &iagnosis T0 ,ang mempun,ai nilai &iagnostik ,ang tinggi terutama pa&a anak &engan sensitiFitas &an spesi1isitas &i atas * D. U#i tu$erkulin (ara 'antouA &ilakukan &engan men,untikkan -1 ml PPD (Purified Protein Derivates) ,ang mengan&ung < unit +TU/ se(ara intrakutan. Tempat pen,untikan pa&a sepertiga permukaan Folar>&orsal lengan $a2ah setelah terle$ih &ahulu &i$ersihkan &engan al(ohol. Pem$a(aan &ilakukan 9)5 @! #am setelah pen,untikan. 7asil suntikan ti&ak $oleh &itutup &an &igaruk. Rang &iukur a&alah in&urasi ,ang tim$ul $ukan hiperemi. In&urasi &iperiksa &engan (ara palpasi untuk menentukan tepi in&urasi- &itan&ai &engan pulpen kemu&ian &iukur &engan alat pengukur transparan &iameter transFersal Demam pa&a umumn,a ti&ak terlalu

1*

in&urasi ,ang ter#a&i &an &in,atakan hasiln,a &alam millimeter. Jika ti&ak tim$ul in&urasi sama sekali hasiln,a &ilaporkan se$agai &ilaporkan se$agai negati1. Apa$ila &iameter in&urasi 59 mm &in,atakan u#i tu$erkulin negati1. Diameter <5* mm &in,atakan positi1 meragukan- %arena &apat &ise$a$kan oleh in1eksi '.atipik &an 0:=- atau memang karena in1eksi T0. Untuk hasil ,ang meragukan ini #ika perlu &iulang. Untuk menghin&ari e1ek $ooster tu$erkulin- ulangan &ilakukan ! minggu kemu&ian. Diameter in&urasi Q1 mm &in,atakan positi1 tanpa melihat status 0:= pasien. Pa&a anak $alita ,ang telah men&apat 0:=- &iameter in&urasi 1 51< mm masih mungkin &ise$a$kan 0:=n,a selain oleh in1eksi T0 alamiah. Se&angkan $ila ukuran in&urasi Q1< mm hasil positi1 ini le$ih mungkin karena in1eksi T0 alamiah &i$an&ingkan karena 0:=n,a. Pengaruh 0:= terha&ap reaksi positi1 tu$erkulin paling lama $erlangsung hingga lima tahun setelah pen,untikan. Jika mem$a(a tu$erkulin pa&a anak5anak &iatas usia lima tahun 1aktor 0:= &apat &ia$aikan. mm- #angan han,a

=am$ar @. :ara melakukan u#i tu$er(ulin (ara 'antouA U#i tu$erkulin positi1 &apat &i#umpai pa&a tiga kea&aan- se$agai $erikut: 1. In1eksi T0 alamiah a. In1eksi T0 tanpa sakit $. In1eksi T0 &an sakit T0

(. Pas(a terapi T0 !. Imunisasi 0:= +in1eksi T0 $uatan/ 3. In1eksi miko$akterium atipik>'.leprae U#i tu$erkulin negati1 pa&a tiga kemungkinan kea&aan $erikut: 1. Ti&ak a&a in1eksi T0 !. Dalam masa inku$asi in1eksi T0 3. Anergi Anergi a&alah kea&aan penekanan sistem imun oleh $er$agai kea&aan sehingga tu$uh ti&ak mem$erikan reaksi terha&ap tu$erkulin 2alaupun se$enarn,a su&ah terin1eksi T0. $. Ra&iologis T0 primer le$ih &ari *<D ter#a&i &i parenkim paru- hingga 1oto toraks paru postero anterior &an lateral selalu &ilakukan. Se(ara umum gam$aran ra&iologis ,ang sugesti1 T0 a&alah se$agai $erikut: 5 5 5 5 5 5 5 Pem$esaran kelen#ar hilus atau paratrakeal &engan>tanpa in1iltrat. %onsoli&asi segmental atau lo$ar. 'ilier. %alsi1ikasi. Atelektasis. %aFitas. 81usi pleura.

(. 0akteriologis Diagnosis ker#a T0 $iasan,a &i$uat $er&asarkan gam$aran klinis- u#i tu$erkulin- &an gam$aran ra&iologis paru. Diagnosis pasti kalau &itemukan kuman tu$erkulosis pa&a pemeriksaan mikro$iologis. Pemeriksaan

!1

mikro$iologis ,ang &ilakukan ter&iri &ari &ua ma(am ,aitu pemeriksaan mikro$iologis hapusan langsung untuk menemukan $asil tahan asam +0TA/ &an pemeriksaan $iakan kuman '. tu$er(ulosis. Pemeriksaan &iatas pa&a anak sukar &ilakukan karena sulitn,a men&apatkan spesimen- sehingga $iasan,a &ilakukan $ilas lam$ung +gastric lavage/ 3 hari $erturut5turut. Pemeriksaan $akteriologik &engan spesimen ,ang telah &i&apat $isa &ilakukan &engan (ara pe2arnaan &an pem$iakan. Setelah pe2arnaan- se&iaan &iperiksa &i $a2ah mikroskop &an &inilai &engan interpretasi: 6 66 666 6666 66666 : ter&apat 1 kuman S 1< menit : ! kuman>1 lapangan penglihatan : . kuman>1 lapangan penglihatan : 1! kuman>1 lapangan penglihatan : S 1! kuman>1 lapangan penglihatan

7asil pemeriksaan mikroskopik pa&a anak se$agian $esar negati1. Se&angkan $iakan '.tu$er(ulosis memerlukan 2aktu ,ang lama sekitar .5) minggu. Saat ini a&a pemeriksaan $iakan ,ang &iperoleh le$ih (epat +153 minggu/- ,aitu pemeriksaan $a(te(- tetapi $iasan,a mahal &an se(ara teknologi le$ih rumit.

7.

DIA=N?SIS Diagnosis pasti T0 &itegakkan &engan &itemukann,a M.tuberculosis pa&a

pemeriksaan sputum atau $ilasan lam$ung- (airan sere$rospinal- (airan pleura- atau pa&a $iopsi #aringan. Pa&a anak- kesulitan menegakkan &iagnosis pasti &ise$a$kan

!!

oleh &ua hal- ,aitu se&ikitn,a #umlah kuman +paucibacillary/ &an sulitn,a pengam$ilan spesimen +sputum/. Diagnosis T0 anak &itentukan $er&asarkan gam$aran klinis &an pemeriksaan penun#ang seperti u#i tu$erkulin- pemeriksaan la$oratorium- &an 1oto rontgen &a&a. A&an,a ri2a,at kontak &engan pasien T0 &e2asa 0TA positi1- u#i tu$erkulin positi1&an 1oto paru ,ang mengarah pa&a T0 +sugesti1 T0/ merupakan $ukti kuat ,ang men,atakan anak telah sakit T0. %arena sulitn,a menegakkan &iagnosis T0 pa&a anak- $an,ak usaha untuk mem$uat pe&oman &iagnosis &engan sistem skoring &an alur &iagnostik. Ta$el. Sistem skoring &iagnosis tu$erkulosis anak Parameter
K$%ta& TB Ti&ak #elas

!
Laporan keluarga0TA +5/ atau ti&ak tahu

"
%aFitas +6/ 0TA ti&ak #elas

#
0TA+6/

U'i t()er&(*i%

negati1

Positi1 +Q 1 mmatau Q <mm pa&a kea&aan imunosupresi/ 00>T0 N* D atau 00>U N) D %linis giCi $uruk atau 00>T0 N@ D atau 00>U N. D

0erat $a&an>kea&aan giCi Demam tanpa se$a$ #elas 0atuk Pem$esaran kelen#ar lim1e leher- aksilainguinal Pem$engkakan tulang>sen&i panggul- lutut1alang Hoto rongten toraks Normal>ti&ak #elas

Q ! minggu Q 3 minggu Q 1(m- #umlah S 1- ti&ak n,eri

A&a pem$engkakan

5 In1iltrat 5 Pem$esaran kelen#ar 5 %onsoli&asi

5 %alsi1ikasi 6 in1iltrat 5 Pemesaran kelen#ar 6

!3

segmental>lo$ ar 5 Atelektasis

in1iltrat

:atatan: 5 5 5 5 5 5 Diagnosis &engan sistem skoring &itegakkan oleh &okter. Jika &i#umpai skro1ulo&erma- langsung &i&iagnosis tuerkulosis. 0erat $a&an &inilai saat &ating +moment opname/. Demam &an $atuk ti&ak a&a respon terha&ap terapi sesuai $aku. Hoto rongten toraks ukan alat &iagnostik utama pa&a T0 anak. Semua anak &engan reaksi (epat 0:= harus &ieFaluasi &engan sistem skoring T0 anak. 5 Di&iagnosis T0 #ika #umlah skor Q.- +skor maksimal 19/ Cut off point ini masih $ersi1at sementara- nilai &e1initiFe menunggu hasil penelitian ,ang se&ang &ilaksanakan.

I.

P8NATALA%SANAAN Tatalaksana T0 pa&a anak merupakan suatu kesatuan ,ang ti&ak terpisahkan

antara pem$erian me&ikamentosa- penataan giCi- &an lingkungan sekitarn,a. Jenis ?AT

Isoniasi& +7/ Dikenal &engan IN7- $ersi1at $akterisi&- &apat mem$unuh * D populasi kuman &alam $e$erapa hari pertama pengo$atan. ?$at ini sangat e1ekti1 terha&ap kuman &alam kea&aan meta$olik akti1 ,aitu kuman ,ang se&ang $erkem$ang.

Ri1ampisin +R/ 0ersi1at $akterisi& &apat mem$unuh kuman semi ;&ormant +persisten/ ,ang ti&ak &apat &i$unuh oleh isoniasi& &osis

!9

PiraCinami& +L/ 0ersi1at $akterisi& &apat mem$unuh kuman ,ang $era&a &alam sel &engan suasana asam.

Streptomisin +S/ 0ersi1at $akterisi& . 8tam$ulol +8/ 0ersi1at se$agai $akteriostatik .

?$at ,ang &igunakan untuk T0: &igolongkan atas &ua kelompok ,aitu : <
o

bat primer : IN7 +isoniaCi&/- Ri1ampisin- 8tam$utol- StreptomisinPiraCinami& memperlihatkan e1ekti1itas ,ang tinggi &engan toksisitas ,ang masih &apat &itolerir- se$agian $esar pen&erita &apat &isem$uhkan &engan o$at5o$at ini. bat se!under : 8Aionami&- Paraaminosalisilat- Sikloserin- Amikasin%apreomisin &an %anamisin.

Prinsip Pengobatan ?$at T0: &i$erikan &alam $entuk kom$inasi &ari $e$erapa #enis- &alam #umlah (ukup &an &osis tepat selama .5) $ulan- supa,a semua kuman +termasuk kuman persisten/ &apat &i$unuh. Dosis tahap intensi1 &an &osis tahap lan#utan &itelan se$agai &osis tunggal- se$aikn,a pa&a saat perut kosong. Apa$ila pa&uan o$at ,ang &igunakan ti&ak a&ekuat +#enis- &osis &an #angka 2aktu pengo$atan/- kuman T0: akan $erkem$ang men#a&i kuman ke$al o$at +resisten/. untuk men#amin kepatuhan pen&erita menelan o$at- pengo$atan perlu &ilakukan &engan penga2asan langsung +D?TEDire(l, ?$serFe& Treatment/ oleh seorang penga2as 'enelan ?$at +P'?/. Pengo$atan T0: &i$erikan &alam ! tahap ,aitu tahap intensi1 &an lan#utan. Tahap Intensi1

!<

Pa&a tahap intensi1 +a2al/ pen&erita men&apat o$at setiap hari &an &ia2asi langsung untuk men(egah ter#a&in,a keke$alan terha&ap semua ?AT terutama ri1ampisin. 0ila pengo$atan tahap intensi1 terse$ut &i$erikan se(ara tepat $iasan,a pen&erita menular men#a&i ti&ak menular &alam kurun 2aktu ! minggu se$agian $esar pen&erita T0: 0TA positi1 men#a&i 0TA negati1 +konFersi/ pa&a akhir pengo$atan intensi1. Tahap Lan#utan Pa&a tahap lan#utan pen&erita men&apat #enis o$at le$ih se&ikit- namum &alam #angka 2aktu ,ang le$ih lama. Penga2asan ketat &alam tahap intensi1 sangat penting untuk men(egah ter#a&in,a keke$alan o$at. Tahap lan#utan penting untuk mem$unuh kuman persister +&orman/ sehingga men(egah ter#a&in,a kekam$uhan. Pen(egahan Pa&a anak5anak pengo$atan T0: %riteria I +ti&ak pernah terin1eksi- a&a ri2a,at kontak- ti&ak men&erita T0:/ &an II +terin1eksi T0:>test tu$erkulin +6/tetapi ti&ak men&erita T0: +ge#ala T0: ti&ak a&a- ra&iologi ti&ak men&ukung &an $akteriologi negati1/ memerlukan pen(egahan &engan pem$erian IN7 <;1 mg>kg$$>hari. 1. Pen(egahan +pro1ilaksis/ primer 5 Anak ,ang kontak erat &engan pen&erita T0: 0TA +6/. 5 IN7 minimal 3 $ulan 2alaupun u#i tu$erkulin +5/. 5 Terapi pro1ilaksis &ihentikan $ila hasil u#i tu$erkulin ulang men#a&i +5/ atau sum$er penularan T0 akti1 su&ah ti&ak a&a. !. Pen(egahan +pro1ilaksis/ sekun&er Anak &engan in1eksi T0: ,aitu u#i tu$erkulin +6/ tetapi ti&ak a&a ge#ala sakit T0:. Pro1ilaksis &i$erikan selama .5* $ulan. Semua anak ,ang tinggal serumah atau kontak erat &engan pen&erita T0: 0TA positi1 $erisiko le$ih $esar untuk terin1eksi. In1eksi pa&a anak ini &apat

!.

$erlan#ut men#a&i pen,akit T0 se$agian men#a&i pen,akit ,ang le$ih serius +misaln,a meningitis &an milier/ ,ang &apat menim$ulkan kematian . Pa&a semua anak- terutama $alita ,ang tinggal serumah atau kontak erat &engan en&erita T0: 0TA posoti1 perlu &ilakukan pemeriksaan : 0ila anak mempun,ai ge#ala5ge#ala seperti T0: harus &ilakukan pemeriksaan le$ih lan#ut sesuai &engan alur &eteksi &ini T0: anak 0ila anak $alita ti&ak mempun,ai ge#ala ge#ala seperti T0:- harus &i$erikan pengo$atan pen(egahan &engan Isoniasi& +IN7 /&engan &osis < mg per kg $erat $a&an per hari selama . $ulan. 0ila anak terse$ut $elum pernah men&apat imunisasi 0:= perlu &i$eri 0:= setelah pengo$atan pen(egahan &engan IN7 selesai. A&apun &osis untuk pengo$atan T0: #angka pen&ek selama . atau * $ulan- ,aitu: !7RL>97!R! : IN76Ri1ampisin6PiraCinami&: setiap hari selama ! $ulan pertama- kemu&ian IN76Ri1ampisin setiap hari atau ! kali seminggu selama 9 $ulan +&itam$ahkan 8tam$utol $ila &i&uga a&a resistensi terha&ap IN7/. Untuk T0: $erat &apat &i$erikan o$at 9 ma(am seperti $erikut. 8 +8tam$utol/ : &osis 1 51< mg>kg 00 atau S +Sterptomisin/ : &osis ! 5< mg>kg00 maksimal @< mg Ta$el. Regimen ?AT
! $l IN7 RIH PLA 8'0 STR8P . $l * $l 1! $l

Dosis o$at antitu$erkulosis +?AT/ ?$at Dosis harian +mg>kg$$>hari/ Dosis !A>minggu +mg>kg$$>hari/ Dosis 3A>minggu +mg>kg$$>hari/

!@

IN7 Ri1ampisin PiraCinami& 8tam$utol Streptomisin

<51< +maks 3 1 5! +maks. .

mg/ mg/

1<59 +maks. * 1 5! +maks. . < 5@ +maks. 9 g/ < +maks. !-< g/

mg/ mg/

1<59 +maks. * 1<5! +maks. . 1<53 +maks. 3 g/

mg/ mg/

1<59 +maks. ! g/ 1<5!< +maks. !-< g/ 1<59 +maks. 1 g/

1<5!< +maks. !-< g/ !<59 +maks. 1-< g/

!<59 +maks. 1-< g/

IN7 00 N1 kg < mg 00 1 ; ! kg 1 mg 00 ! ; 33 kg ! mg "#erdasar!an re!omendasi $D%$< :atatan

Ri1ampisin @< mg 1< mg 3 mg

PiraCinami& 1< mg 3 mg . mg

Pen&erita ,ang $erat $a&ann,a kurang &ari < kg harus &iru#uk. Pemantauan kema#uan pengo$atan pa&a anak &apat &ilihat antara lain &engan ter#a&in,a per$aikan klinis - naikn,a $erat $a&an &an anak men#a&i le$ih akti1 &i$an&ing &engan se$elum pengo$atan. 81ek Samping ?$at Anti Tu$erkulosis + ?AT / Se$agian $esar pen&erita T0: &apat men,elesaikan pengo$atan tanpa e1ek samping. Namun se$agian ke(il &apat mengalami e1ek samping. ?leh karena itu pemantauan kemungkinan ter#a&in,a e1ek samping sangat penting &ilakukan selama pengo$atan. Pemantauan e1ek samping o$at &ilakukan &engan (ara: 'en#elaskan kepa&a pen&erita tan&a5tan&a e1ek samping T'enan,akan a&an,a ge#ala e1ek sampang pa&a 2aktu pen&erita mengam$il ?AT 81ek samping $erat ,aitu e1ek samping ,ang &apat men#a&i sakit serius. Dalam kasus ini maka pem$erian ?AT harus &ihentikan &an pen&erita harus segera

!)

&iru#uk ke UP% spesialistik. T81ek Samping ringan ,aitu han,a men,e$a$kan se&ikit perasaan ,ang ti&ak enak ge#ala5ge#ala ini sering &apat &itanggulangi &engan o$at5 o$at simptomatik atau o$at se&erhana- tetapi ka&ang5ka&ang menetap untuk $e$erapa 2aktu selama pengo$atan &alam hal ini pem$erian ?AT &apat &iteruskan. a/ Isoniasi& + IN7 / 81ek samping $erat $erupa hepatitis ,ang &apat tim$ul pa&a kurang le$ih -<D pen&erita. 0ila ter#a&i ikterus- hentikan pengo$atan sampai ikterus mem$aik . 0ila tan&a5tan&a hepatitis n,a $erat maka pen&erita harus &iru#uk ke UP% spesialistik. 81ek samping IN7 ,ang ringan &apat $erupa : Tan&a5 tan&a kera(unan pa&a sara1 tepi- %esemutan -&an n,eri otot atau gangguan kesa&aran. 81ek ini &apat &ikurangi &engan pem$erian piri&oksin +Iitamin 0. &engan &osis < ; 1 %ompleks/ T%elainan ,ang men,erupai &e1isiensi piri&oksin +S,n&roma pellagra/ %elainan kulit ,ang $erFariasi- antara lain gatal5gatal. 0ila ter#a&i e1ek samping ini pem$erian ?AT &apat &iteruskan sesuai &osis. $/ Ri1ampisin Ri1ampisin $ila &i$erikan sesuai &osis ,ang &ian#urkan - #arang men,e$a$kan e1ek samping - terutama pa&a pemakaian terus menerus setiap hari. Salah satu e1ek samping- terutama pa&a pemakaian terus menerus setiap hari. Salah satu e1ek samping $erat &ari ri1ampisin a&alah 7epatitis. "alaupun ini sangat #arang ter#a&i. Alkoholisme- pen,akit hati ,ang pernah a&a- atau pemakaian o$at5o$at hepatotoksis ,ang lain se(ara $ersama akan meningkatkan resiko ter#a&in,a hepatitis. 0ila ter#a&i ikterik +kuning/ maka pengo$atan perlu &ihentikan- 0ila hepatitisn,a su&ah hilang >sem$uh pem$erian ri1ampisin &apat &iulang lagi. mg perhari atau &engan Fitamin 0

!*

81ek samping Ri1ampisin ,ang $erat tapi ter#a&i a&alah : TSin&rom respirasi ,ang &itan&ai &engan sesak napas- ka&ang5ka&ang &isertai &engan kolaps atau ren#atan +s,ok/. Pen&erita ini perlu &iru#uk ke UP% spesialistik karena memerlukan pera2atan &arurat. TPurpura- anemia haemolitik ,ang akut - s,ok &an gagal gin#al $ila salah satu &ari ge#ala ini ter#a&i- Ri1ampisin harus segera &ihentikan &an #angan &i$erikan lagi meskipun ge#alan,a su&ah menghilang. Se$aikn,a segera &iru#uk ke UP% spesialistik 81ek samping Ri1ampisin ,ang ringan a&alah : Sin&rom kulit seperti gatal5gatal kemerahan Sin&rom 1lu $erupa &emam- menggigil - n,eri tulang TSin&rom perut $erupa n,eri perut- mual- muntah- ka&ang5ka&ang &iare.

81ek samping ringan sering ter#a&i pa&a saat pem$erian $erkala &an &apat sem$uh sen&iri atau han,a memerlukan pengo$atan simtomatik. Ri1ampisin &apat men,e$a$kan 2arna merah pa&a air seni- keringat- air mata- air liur. 7asil ini harus &i$eritahukan kepa&a pen&erita agar pen&erita ti&ak #a&i kha2atir. "arna merah terse$ut ter#a&i karena proses meta$olisme o$at &an ti&ak $er$aha,a. (/ PiraCinami& 81ek samping utama &ari penggunaan piraCinami& a&alah hepatitis. Juga &apat ter#a&i n,eri sen&i &an ka&ang;ka&ang &apat men,e$a$kan serangan arthritis gout ,ang kemungkinan &ise$a$kan $erkurangn,a ekskresi &an penim$unan asam urat ka&ang5ka&ang ter#a&i reaksi hipersensitas misaln,a &emam- mual kemerahan &an reaksi kulit ,ang lain. &/ Streptomisin 81ek samping utama &ari streptomisin a&alah kerusakan s,ara1 ke&elapan ,ang $erkaitan &engan keseim$angan &an pen&engaran. Resiko e1ek samping terse$ut

akan meningkat seiring &engan peningkatan &osis ,ang &igunakan &an umur pen&erita. %erusakan alat keseim$angan $iasan,a ter#a&i pa&a ! $ulan pertama &engan tan&a5tan&a telinga men&enging +tinitus/pusing &an kehilangan keseim$angan. %ea&aan ini &apat &ipulihkan $ila o$at segera &ihentikan atau &osisn,a &ikurangi &engan -!< gr #ika pengo$atan &iteruskan maka kerusakan alat keseim$angan makin parah &an menetap +kehilangan keseim$angan &an tuli/ . Risiko ini terutama akan meningkat pa&a pen&erita &engan gangguan 1ungsi ekskresi gin#al. Reaksi hipersensitas ka&ang5ka&ang ter#a&i $erupa &emam ,ang tim$ul ti$a5ti$a &isertai &engan sakit kepala- muntah &an eritema pa&a kulit hentikan pengo$atan. 81ek samping sementara &an ringan misaln,a reaksi setempat pa&a $ekas suntikanrasa kesemutan pa&a sekitar mulut &an telinga ,ang men&enging &apat ter#a&i segera setelah suntikan. 0ila reaksi ini mengganggu +#arang ter#a&i/ maka &osis &apat &ikurangi &engan -!< gr. ?$at ini &apat menem$us $arrier plasenta sehingga ti&ak $oleh &i$erikan pa&a 2anita hamil se$a$ &apat merusak sara1 pen&engaran #anine/ 8tam$utol 8tam$utol &apat men,e$a$kan gangguan penglihatan $erupa $erkurangn,a keta#aman penglihatan- $uta 2arna untuk 2arna merah &an hi#au. 'eskipun &emikian kera(unan okuler terse$ut tergantung pa&a &osis ,ang &ipakai. 81ek samping #arang ter#a&i $ila &osisn,a 1<5!< mg>kg 00 per hari atau 3 mg>kg 00 ,ang &i$erikan tiga kali seminggu. Setiap pen&erita ,ang menerima etam$utol harus &iingatkan $ah2a $ila ter#a&i ge#ala5ge#ala gangguan penglihatan supa,a segera &ilakukan pemeriksaan mata. =angguan penglihatan akan kem$ali normal &alam $e$erapa minggu setelah o$at &ihentikan. %arena risiko kerusakan okuler sulit &i&eteksi pa&a anak5anak - maka etam$utol se$aikn,a ti&ak &i$erikan pa&a anak. Pen&ekatan D?TS

31

Sesuai &engan rekomen&asi "7?- strategi D?TS ter&iri atas < komponen,aitu se$agai $erikut. 1. %omitmen politis &ari para pengam$il keputusan- termasuk &ukungan &ana !. 3. Diagnosis T0: &engan pemeriksaan &ahak se(ara mikroskopis. Pengoatan &engan pa&uan ?$at Anti Tu$erkulosis +?AT/ #angka pen&ek &engan penga2asan langsung oleh Penga2as 'enelan ?$at +P'?/. 9. <. %esinam$ungan perse&iaaan ?AT #angka pen&ek &engan mutu ter#amin. Pen(atatan &an pelaporan se(ara aku umtuk memu&ahkan pemantauan &an eFaluasi program penanggulangan T0:. I. PR?=N?SIS Prognosis untuk pen,em$uhan T0 a&alah $aik. %un(i ke$erhasilann,a a&alah pengo$atan &ini- tepat &an teratur. %e&isiplinan &an kesa$aran sangat &i$utuhkan &alam kesem$uhan T0:.

3!

BAB III ANALISIS KASUS Seorang anak laki5laki $erusia 13 tahun &atang &engan keluhan utama $atuk lama &an keluhan tam$ahan na1su makan menurun. Dari anamnesis &i&apatkan 3 ! $ulan ,ang lalu pen&erita mulai $atuk. 0atuk &isertai &ahak- konsistensi kental- $er2arna putih- #umlah 3 4 sen&ok makan&emam+6/- &emam ti&ak terlalu tinggi- namun &emam hilang sen&iri tanpa pen&erita $ero$at- na1su makan menurun- #uga sering $erkeringat pa&a malam hari. 0A0 &an 0A% $iasa. 3 1 minggu ,ang lalu pen&erita mengeluh $atuk masih a&a- semakin sering- &ahak +6/- konsistensi kental- $er2arna putih- #umlah 3 4 sen&ok makan. Na1su makan ,ang semakin menurun &an $erat $a&an &irasakan menurun. 0A0 &an 0A% $iasa. %arena $atuk ti&ak sem$uh5sem$uh- pen&erita &i$a2a $ero$at ke Poliklinik RS'7. Dari anamnesis &i&apatkan $ah2a $atuk su&ah $erlangsung selama ! $ulan ,ang menggam$arkan $atuk kronis>$atuk lama ,ang le$ih &ari 3 minggu. Selain itu pen&erita #uga mengeluh men&erita &emam- &emam hilang tim$ul- &an ti&ak terlalu tinggi. Na1su makan pen&erita #uga menurun &an #uga sering $erkeringat pa&a malam hari- ,ang menun#ukkan ge#ala umum atau non5spesi1ik ,ang $iasan,a tim$ul pa&a T0 anak. Dari ri2a,at pen,akit &ahulu &i&apatkan ri2a,at kontak &engan pen&erita T0 a&a- ,aitu tetangga pen&erita. Ini semakin memperkuat ke(urigaan ke arah T0. Dari pemeriksaan 1isik &i&apatkan kea&aan umum pasien tampak sakit se&ang- kesa&aran kompos mentis- tekanan &arah 11 >@ mm7g- na&i *. A>menit-

33

reguler- isi &an tegangan (ukup- &en,ut #antung *. A>menit reguler- pernapasan !9 A>menit- &an suhu 3.-)B(. Status giCi pasien $er&asarkan pemeriksaan antropometri tergolong &alam %8P II. Dari pemeriksaan la$oratorium &i&apatkan peningkatan L8D +)) mm>#am/ &an peningkatan lim1osit se$esar 9@D- ini menun#ukkan a&an,a in1eksi kronis. Dari pemeriksaan 'antouA tes &i&apatkan in&urasi +6/ 1! mm sehingga pasien &in,atakan positi1 men&erita T0 pulmonum. 0er&asarkan anamnesis- $ah2a pasien positi1 memiliki kontak &engan pen&erita T0- #uga $er&asarkan hasil 'antouA tes +positi1- 1! mm/ maka pasien ini &apat &i&iagnosis men&erita T0 pulmonum. Pen&erita &itatalaksana &engan &iet T%TP untuk penanganan status giCi &an peningkatan imun pasien- kemu&ian &iterapi &engan ?AT- selama . $ulan: !R7L9R7 ,aitu IN7 1A! mg>kg00>hari/- ri1ampisin 1A! !A3 mg +&osis 1 5! mg +&osis <51< mg>kg00>hari/- piraCinami&

mg +&osis 1<53 mg>kg00>hari/- Iitamin 0. 3A1 ta$let. 0er&asarkan D?TS Prognosis pasien ini- &uo ad vitam $onam &an &uo ad functionam $onam.

se$aikn,a pasien &ia2asi P'? saat makan ?AT.

39

DAFTAR PUSTAKA
1. Raha#oe NN- &kk. ! <. Pedoman 'asional (uber!ulosis %na!. Jakarta: Unit

%er#a %oor&inasi Pulmonologi PP IDAI. !. Sta1 Penga#ar I%A H% UI. 1*)<. #u!u )uliah $lmu )esehatan %na!. Jili& %e&ua. Jakarta: 0agian I%A H% UI. 3. 0ehrman R8- %liegman R'- ArFin A'. ! "aha$ AS. 8&isi 1< Iolume 3. Jakarta: 8=:. 9. "ikipe&ia. ! .. (uberculosis. ). http*++en.,i!ipedia.org+,i!i+(uberculosis. A((sess at Septem$er ! - ! . 'elson $lmu )esehatan %na!. 8&

3<