Anda di halaman 1dari 22

INDERA RASA

Kelompok B-5: Yunira Rosandita Arinil Haque Cornelia Johana C. Luluk Rahmawati Amelia inta !. #ita #wi $ir%a &utranto 'ndira 'ka Christianti (alita Aulia Andari #i*an+ !ahiswari -athania Astria /+hia Laditra A. 'ntan A*u Ri%ki &. Ainani #wi Ha0sar* 021211131065 021211133050 021211133051 021211133053 02121113305" 021211133055 021211133056 02121113305) 02121113305, 02121113305. 021211133061 021211133062 021211133063

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS AIRLANGGA

2013 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teori

Mekanisme sensoris yang dapat dirasakan dapat dibagi dalam dua golongan menurut pilogenesisnya, jalur saraf spinalnya dan daera korteks serebri tempat mekanisme ini diintegrasikan. !olongan pertama, paleo-sensibilitas, yang meliputi rasa " rasa primitif atau rasa " rasa #ital seperti rasa raba, tekan sakit, dingin dan panas. $araf aferen dari rasa-rasa ini bersinaps dengan interneuron " interneuron yang bersinaps lagi dengan motor neuron " motor neuron dari medula spinalis dan sentrum atasan %T alamus dan Korteks $erebri& melalui traktur $pinoTalamikus. !olongan kedua, gnostik atau neo-sensibilitas, yang meliputi rasa-rasa yang sangat di deferensiasikan, seperti pengenalan letak rasa tekan, diskriminasi rasa tekan, diskriminasi kekuatan rangsang , diskriminasi kekerasan, diskriminasi ukuran dan bentuk. $araf aferen dari rasa-rasa ini meng antarkan impuls-impuls yang terutama dialirkan melalui traktus dorsospinalis ke ara sensoris di dalam korteks serebri, setela di integrasikan seperlunya pada pusat-pusat diba'a nya. (eseptor dingin dan reseptor angat terletak tepat di ba'a kulit, yakni pada titik-titik yang berbeda dan terpisa -pisa , dengan tubu diameter jumla perangsangan kira-kira 1 mm. )ada sebagian besar daera

reseptor dingin kira-kira tiga sampai sepulu kali reseptor panas dan pada berbagai daera tubu jumla reseptor ber#ariasi, *-5 titik dingin pada jarijari, dan kurang dari satu titik dingin per sentimeter persegi pada daera permukaandada yang luas. $edangkan jumla titik angatnya lebi sedikit. +lat indera untuk nyeriadala ujung saraf telanjang yang terdapat di ampir semua jaringan tubu . (angsangan raba, tekan, dan getaran dideteksi ole jenis reseptor yang sama. $atu-satunya perbedaan dari ketiga jenis sensasi ini adala sensasi raba umumnya disebabkan ole perangsangan reseptor taktil di dalam kulit, sensasi tekanan biasanya disebabkan ole peruba an bentuk jaringan yang lebi dalam, dan sensasi getaran disebabkan ole isyarat sensoris yang berulang
2

dengan ,epat, tetapi menggunakan beberapa jenis reseptor yang sama seperti yang digunakan untuk raba dan tekanan, terutama jenis reseptor yang ,epat beradaptasi. (eseptor taktil terdapat di beberapa ujung saraf bebas yang dapat ditemukan di dalam kulit dan di dalam banyak jaringan lain serta dapat mendeteksi raba dan tekanan. (eseptor raba dengan kepekaan k usus adala korpuskuslus Meissner, suatu ujung saraf berkapsul yang merangsang serabut saraf sensoris besar bermielin. (eseptor ini terutama banyak didalam ujung jari, bibir, dan daera kulit lain, tempat kemampuan seseorang untuk membedakan sifat-sifat ruang dari sensasi raba sangat berkembang. (eseptor-reseptor initerutama bertanggung ja'ab bagi kemampuan untuk mengenali dengan tepat letak tubu bagian mana yang disentu dan untuk mengenali tekstur benda yang diraba. !olongan paleo-sensibilities dengan golongan sistem anterolateral.$edangkan untuk golongan neo-sensibilities, guyton menyebut dengan golongan sistemkolumna dorsalis-lemnikus medialis. $istem anterolateral atau paleo-sensibilities mempunyai kemampuan k usus yang tidak dimiliki ole sistem dorsalis, yaitu kemampuan untuk menjalarkan modalitas sensasi yang sangat luas. Kulit terdiri dari lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam atau lapisan dermis. )ada epidermis tidak terdapat pembulu dara dan sel saraf. -pidermis tersusun atas empat lapis sel. .ari bagian dalam ke bagian luar, pertama adala stratum germinati#um berfungsi membentuk lapisan di sebela atasnya. Kedua, yaitu di sebela luar lapisan germinati#um terdapat stratum granulosum yang berisi sedikit keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras dan kering. $elain itu sel-sel dari lapisan granulosum umumnya meng asilkan pigmen itam %melanin&. Kandungan melanin menentukan derajat 'arna kulit, ke itaman, atau ke,oklatan. Lapisan ketiga merupakan lapisan yang transparan disebut stratum lusidum dan lapisan keempat %lapisan terluar& adala lapisan tanduk disebut stratum korneum. )enyusun utama dari bagian dermis adala penyokong yang terdiri dari serat yang ber'arna puti jaringan dan serat yang

ber'arna kuning. $erat kuning bersifat elastis/lentur, se ingga kulit dapat


3

mengembang. $tratum germinati#um mengadakan pertumbu an ke daera dermis

membentuk kelenjar keringat dan akar rambut. +kar rambut ber ubungan dengan pembulu dara yang memba'akan makanan dan oksigen, selain itu juga ber ubungan dengan serabut saraf. )ada setiap pangkal akar rambut melekat otot penggerak rambut. )ada 'aktu dingin atau merasa takut, otot rambut mengerut dan rambut menjadi tegak. .i sebela dalam dermis terdapat timbunan lemak yang berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi bagian dalam tubu dari kerusakan mekanik. Kulit berfungsi sebagai alat pelindung bagian dalam, misalnya otot dan tulang0 sebagai alat peraba dengan dilengkapi berma,am reseptor yang peka ter adap berbagai rangsangan0 sebagai alat ekskresi0 serta pengatur su u tubu . $e ubungan dengan fungsinya sebagai alat peraba, kulit dilengkapi dengan reseptor reseptor k usus. (eseptor untuk rasa sakit ujungnya menjorok masuk ke daera epidermis. (eseptor untuk rangsang sentu an dan panas, ujung reseptornya terletak di dekat epidermis. Kulit juga dapat mengatur su u tubu . 1aranya dengan mengeluarkan keringat melalui kulit. $aat berola raga, terjadi pembakaran energi di tubu . 2al ini membuat su u tubu meningkat. Karena itu, tubu mengeluarkan keringat untuk menurunkan su u tubu . $timulus (e,eptor $ensori,

$ensori, area 1orte3 ,erebri Motori, area 1orte3 1erebri )er,eption


"

+sosiation ner#e Motori, ner#e

efe,tor

output (espons

1.4 (umusan Masala 1. Bagaimana ,ara mengukur rasa paans dan dingin5 4. Bagaimana ,ara mengeta ui sifat reseptor dan reaksi-reaksi pada kulit5 *. Bagaimana ,ara mengukur lokalisasi rasa tekan dan diskriminasi rasa tekan5 6. Bagaimana ,ara mengukur diskriminasi kekuatan rangsangan dengan ukum 7eber-8e, er5 5. Bagaimana ,ara mengeta ui kemampuan diskriminasi kekasaran dan bentuk5 9. Bagaimana ,ara menganalisa rasa nyeri pada kulit dan otot5 1.* Tujuan 1. Mengeta ui ,ara mengukur rasa paans dan dingin. 4. Mengeta ui sifat reseptor dan reaksi-reaksi pada kulit. *. Mengeta ui ,ara mengukur lokalisasi rasa tekan dan diskriminasi rasa tekan. 6. Mengeta ui ,ara mengukur diskriminasi kekuatan rangsangan dengan ukum 7eber-8e, er. 5. Mengeta ui ,ara ,ara mengeta ui kemampuan diskriminasi kekasaran dan bentuk. 9. Mengeta ui ,ara menganalisa rasa nyeri pada kulit dan otot. 2. Cara Kerja 4.1 )aleo-$ensibilities 4.1.1 (asa-rasa panas dan dingin a. $ediakan * bua bak yang masing-masing berisi air es, air panas 6:; 1 dan air dengan su u ruangan kamar %air ).+M&. b. Masukkan telunjuk kanan ke dalam air es dan telunjuk kiri ke dalam air panas 6:; 1. ,. Kemudian masukkan kedua telunjuk ke dalam bak ketiga yang berisi dengan su u kamar. d. Tempelkan punggung tangan didepan mulut dan tiupla kulit tangan tersebut se,ara perla an-la an.
5

e. Basa ila

punggung tangan tersebut dengan air da ulu,

kemudian tiupla seperti per,obaan sebelumnya. f. <lesi punggung tersebut dengan al,o ol atau et er da ulu kemudian tiupla lagi. 4.1.4 (eaksi-reaksi di kulit 1. Letakkan telapak tangan kiri di atas meja dan tandaila suatu daera *3* ,m dengan stempel yang tela tersedia. Tutpla mata orang ,oba. 4. $elidiki se,ara teratur mengikuti garis sejajar titik panas dengan menggunakan keru,ut kuningan yang tela di rendam di dalam air panas 5:;1. Berila tanda pada titik-titik tersebut dengan tinta itam. *. Lakukan per,obaan tersebut untuk menentukan titik-titik dingin dengan menggunakan keru,ut yang tela direndam air es. 6. Lakukan per,obaan tersebut untuk menentukan titik tekan dengan menggunakan aes iometer rambut dari frey dan juga titik-titik nyeri dengan menggunakan jarum. 5. Buatla gambar tangan diatas kertas puti dan tuliskan titiktitik rasa itu ke dalamnya. 9. Lakukan per,obaan tersebut %no. 4s/6& untuk daera lengan ba'a , kuduk dan pipi. 4.4 =eo-$ensibilities 4.4.1 Lokalisasi rasa tekan 1. Tutupla mata orang per,obaan, kemudian tekanla ujung pensil dengan kuat pada ujung jarinya. 4. suru la orang per,obaan menunjukkan dengan pensil dirangsang. Tentukan jarak antara titik orang per,obaan tempat yang tela dalam milimeter. *. ulangi per,obaan tersebut sebanyak tiga kali dan itung jarak rata-rata.
6

rangsang dengan titik yang ditunjuk ole

6. Lakukan per,obaan tersebut untuk daera -daera tangan, pipi, lengan atas, lengan ba'a , dan kuduk. 4.4.4 .iskriminasi rasa tekan

telapak

1. Tutupla mata orang per,obaan , kemudia letakkanla kedua ujung sebua jangka se,ara serentak %simultant& pada ujung jarinya. 4. ambila mula-mula jarak ujung jangka ke,il se ingga orang per,obaan belum dapat membedakan dua titik, kemudian perbesarla jarak kedua ujung jangka setiap kali dengan 4 mm, se ingga tepat dapat dibedakan dua titik ole orang per,obaan. *. >langi per,obaan ini no. 1-*, dengan jarak ujung jangka yang besar da ulu, kemudian dike,ilkan setiap kali dengan 4 mm sampai ambang diskriminasi. +mbila jarak rata-rata dari tindakan no 4 dan *. 6. lakukan per,obaan no 1-*, tetapi sekarang dengan menekan kedua ujung jangka se,ara berturut-turut %su,,esif&. 5. tentukan dengan ,ara-,ara tersebut diatas ambang diskriminasi dua titik untuk daera -daera kuduk, bibir, dan pipi. 1atatla yang saudara alami. 4.4.* .iskriminasi Kekuatan (angsangan 1. Tutupla mata orang per,obaan dan letakkan tangannya diatas meja dengan telapak tangannya meng dapa keatas 4. Letak kotak timbangan dengan beban 5gr di dalamnya pada ujung-ujung jarinya. *. Tamba kan setiap kali ke dalam kotak timbangan suatu beban sampai orang per,obaan tepat dapat membedakan tamba an berat. 1atatla berat permulaan %?kotak timbangan& dan berat terak ir itu. 6. Lakukan per,obaan no.4 dan * dengan beban mula-mula di dalam kotak berturut-turut 5gr,1:gr,5:gr, dan 1:: gr 4.4.6 Kemampuan .iskriminasi

4.4.6.1 Kemampuan .iskriminasi kekasaran )ada per,obaan kali ini dilakukan pengujian ter adap kemampuan menebak orang ,oba ter adap kekasaran kertas gosok yang alus, sedikit kasar%sedang& dan kasar. )er,obaan dilakukan pada beberapa bagian tubu yaitu jari tangan, lengan ba'a dan kuduk. Bagian yang paling peka dalam menebak kekasaran kertas gosok adala sedangkan pada lengan ba'a gosok sedang. 4.4.6.4 Kemampuan .iskriminasi Bentuk )ada per,obaan ini dilakukan pengukuran kemampuan menebak bentuk orang ,oba. )engukuran kemampuan dilakukan dengan menggunakan beberapa bentukan yaitu bentukan bulat, balok, kubus dan bentukan ,ampuran. Bentukan pada bagian tubu jari tangan, lengan ba'a dan kuduk. )ada jari tangan orang ,oba dapat menebak semua bentukan dengan benar namun pada lengan ba'a dan kuduk terjadi kesala an dalam penebakan terutama dalam menebak bentuk balok dan kotak. 4.4.6 (asa =yeri Kulit dan <tot )ada per,obaan ini, alat yang digunakan adala alat dari 2ardy7olff, yaitu terdiri dari lampu proyeksi yang dapat memusatkan sinarsinarnya untuk menembus suatu lubang %diafragma&. Kekuatan radiasi sinar ditentukan dengan sebua rheostat yang disusun seri dengan lampu. Lama penyinaran diukur dengan stop'at, . 1. 2itamkan %dengan tinta itam, sebagai tanda& pada kulit pada bagian jari tangan, dan kuduk terjadi kesala an

dalam penebakan terutama dalam menebak kekasaran kertas

daera ke,il di kulit lengan ba'a . Kemudian, tepatkan diafragma alat 2ardy-7olff 1 ,m dari daera tersebut. 4. Lakukan penyinaran dengan kekuatan radiasi yang
,

renda

selama 1: detik %pada tiap tingkat radiasi&.

>ntuk itu, arusla diatur dengan rheostat. *. Lakukan tindakan no.4 dengan setiap kali menggeser tombol rheostat, sampai orang per,obaan merasa nyeri seperti ditusuk-tusuk. 6. 1atatla angka yang ditunjuk rheostat dan lama

penyinaran dalam detik. @ni merupakan nilai ambang rasa nyeri orang per,obaan. A. Pengaru !enga"# $an Per a%#an 1. >langi tindakan no. 1 sampai dengan 6, tetapi per,obaan kali ini dengan mengali kan per atian orang per,obaan. )engali an per atian dapat dilakukan dengan ,ara mengajak bi,ara orang per,obaan, menggaruk-garuk kepalanya, atau ,ara,ara pengali an per atian lain yang serupa. 4. 1atatla la besarnya radiasi dan 'aktu radiasi yang didapat. &. Pengaru H#'erae(#a 1. !osokla tangan yang tela di itamkan dengan

balsem yang tela sebelumnya. 4. 1atatla

tersedia. Kemudian, lakukan

kembali tindakan no 1 sampai dengan 6 seperti

asil yang didapat

C. Pengaru Ane)%e%#$a T*'#+a" 1. Berikan tanda itam pada lengan ba'a yang

berbeda dari lengan ba'a topi,al yang tela

sebelumnya. <leskan

kulit yang tela di itamkan itu dengan anestetika tersedia. Kemudian, ulangi tindakan no 1 sampai dengan 6 seperti sebelumnya.
.

4. 1atat asil yang didapatkan.

3. Ha)#" Pra$%#$u( 3.1 Pa"e*,)en)#-#"#%a) 3.1.1 Ra)a Pana) .an D#ng#n +. Aari Tangan Lokasi Ka % )anas & Ki %.ingin& Ka-Ki %normal&

>raian (asa Terasa )anas Terasa .ingin Kanan : )ada a'alnya angat, lama kelamaan terasa dingin Kiri : $emakin angat

B. )unggung Tangan Lokasi >raian (asa Kondisi kering Terasa embusan nafas, tidak angat Basa i alko ol .ingin seperti terkena air es <lesi alko ol .ingin 3.1.2 Rea$)#,Rea$)# .# Ku"#% a. Pa.a %angan Punggung %angan Lengan -a/a

P#'#

Ku.u$

10

-. Pa.a a#r .#ng#n Punggung %angan

Lengan -a/a

P#'#

Ku.u$

+. Pen)#" Punggung %angan

Lengan -a/a

P#'#

Ku.u$

11

Rea$)# Ku"#% Punggung Tangan A#r Pana) A#r D#ng#n Te$an 0Pen)#"1 B 4: 15 Lengan &a/a C 1B 15 P#'# 6 46 1C Ku.u$ C 1B 1B

3.2 Ne*,)en)#-#"#%a) 3.2.1 L*$a"#)a)# Ra)a Te$an >jung Aari Telapak tangan Lengan Ba'a 4 mm 5 mm 4 mm : mm * mm B mm 6 mm * mm B mm 4 *.9D 9.9D Lengan +tas 14 mm 11 mm 4D mm 19.9D )ipi 6 mm 9 mm 1 mm *.9D Kuduk * mm 4 mm * mm 4.9D

@ @@ @@@ (atarata

3.2.2 D#)$r#(#na)# Ra)a Te$an a. dari dekat ke jau Aarak %mm& 1 mm 4 mm 6 mm 9 mm C mm >jung Aari Kuduk Bibir )ipi

$imultan $uksesif $imultan $uksesif $imultan $uksesif $imultan $uksesif 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 4 1 1 4 4 1 4 4 4 1 1 4 4 1 1 4 4 4 4 4 4 4 4

b. dari jau ke dekat Aarak %mm& C mm >jung Aari Kuduk Bibir )ipi

$imultan $uksesif $imultan $uksesif $imultan $uksesif $imultan $uksesif 4 4 1 4 4 4 4 4


12

9 mm 6 mm 4 mm 1 mm

4 4 1 1

4 4 4 1

1 1 1 1

4 1 1 1

4 4 1 1

4 4 4 1

1 1 1 1

4 1 1 1

3.2.3 D#)$r#(#na)# $e$ua%an rang)angan &era%A$ #r 2ang &era%!u"a,!u"a D#ra)a$an 0gr1 Orang $e,1 0gr1 5 15 1: 15 5: 55 1:: 115 3.2.3 Ke(a('uan D#)$r#(#na)# Ke$a)aran Aari Tangan >langan @ ? ? ? @@ ? ? ? @@@ ? ? ? @ ? ? Lengan Ba'a >langan @@ ? ? ? @@@ ? ? ?

&era%A$ #r 2ang D#ra)a$an Orang $e,2 0gr1 15 65 115 145

=o. 1 4 *

kekasaran kertas gosok alus sedang kasar

Kuduk >langan @ ? ? ? @@ ? ? @@@ ? ?

3.2.3 Ke(a('uan D#)$r#(#na)# &en%u$ Aari Tangan =o. 1 4 * 6 Bentuk @ Bola Balok Kubus Bentuk ,ampuran ? ? ? ? >langan @@ ? ? ? ? @@@ ? ? ? ? @ ? ? ? ? Lengan Ba'a >langan @@ ? ? ? @@@ ? ? ? ? @ ? ? Kuduk >langan @@ ? ? ? ? @@@ ? ? ? ?

3.3 Ra)a N2er# Ku"#% .an O%*% a. )erlakuan pada orang per,obaan normal =o. 1. )erlakuan Lingkaran yang di itamkan
13

TeganganListrik 1:: mE

7aktu 5: s

4. *. 6.

Lingkaran yang di itamkan ? diali kanper atian Lingkaran itam ? balsam Lingkaran itam ? anestetikatropikal

14: mE 1:: mE 1:: mE

9: s 5: s 5: s

b. )erlakuan pada orang per,obaan tidak normal =o. 1. 4. *. 6. )erlakuan Lingkaran yang di itamkan Lingkaran yang di itamkan ? diali kanper atian Lingkaran itam ? balsam Lingkaran itam ? anestetikatropikal TeganganListrik C: mE 9: mE C: mE C: mE 7aktu 6: s *: s 6: s 6: s

1"

3. Pe(-a a)an 3.1 Pa"e*,)en)#-#"#%a) 6.1.1 (asa )anas dan .ingin 1. Kedua jari % telunjuk kanan dan kiri& dimasukkan kedalam bak berisi air es dan air panas 6: 1. $etela itu kedua jari dipinda kan dan dimasukkan ke dalam bak yang berisi air bersu u kamar % air ).+M& Tangan kiri %air 6: 1& terasa sejuk saat dimasukkan ke dalam air su u kamar. 4. Tangan kanan % air es & sedikit sekali merasa angat. $aat telunjuk kanan dimasukkan ke dalam air es, tubu mengalami rasa dingin dengan ,epat dan terasa nyeri akibat ipotermia di ujung jari. >jung bagian tubu %jau dari jantung& mengalami efek ipotermia yang ,epat % <F1ornell, AA, <.+, (eagan, (.8. +'dental 2ypot ermia and 8iosbite. % (elated 1ondition, 4::1&. $aat kedua jari dipinda kan ke air bersu u normal, se,ara normal kulit akan memperta ankan keseimbangan su u dengan ,ara menstabilkan pemasukan dan pengeluaran panas.

)ada punggung tangan yang tidak diberi perlakuan apapun, saat ditiup akan terasa biasa saja. Karena su u tubu ruangan. ampir sama dengan su u

)ada punggung tangan yang dibasa i dengan air lalu ditiup, terasa lebi dingin.

Lalu pada per,obaan ketiga yang menggunakan alko ol pada punggung tangan akan timbul rasa dingin dibandingan per,obaan sebelumnya. Tetapi rasa dingin yang timbul tidak berta an lama karena alko ol meguap se ingga menimbulkan rasa kembali normal. )eruba an su u tubu menguba akti#itas sel-peningkatan angat dan kemudian

su u memper,epat reaksi-reaksi kimia sel, sedangkan penurunan su u


15

memperlambat reaksi-reaksi tersebut. Karena fungsi sel sensitif ter adap fluktuasi su u internal maka manusia se,ara memperta ankan su u tubu omeostasis pada tingkat yang optimal agar

metabolisma sel berlangsung stabil. )anas berlebi an berakibat lebi serius darpada pendinginan. Ba kan peningkatan moderat su u tubu mulai menyebabkan malfungsi syaraf dan denaturasi protein ire#ersibel. * Berdasarkan asil per,obaan dapat menyimpukan ba 'a

sensasi titik panas dan dingin dapat teraba jelas berada pada daera tenga tangan..isini terli at ba 'a reseptor-reseptor panas dan dingin pada daera tangan terbanyak terletak pada daera tenga , dan juga bukan karena reseptor-resptor panas dingin saja yang banyak tetapi juga karena di daera tenga tangan sedikit lebi ,uram, ini menandakan disana lebi sedikit jaringan lemaknya se ingga sensasi titik panas dan dingin lebi terasa. 4

6.1.4 (eaksi-reaksi di kulit 2asil per,obaan menunjukkan ba 'a reseptor untuk rasa-rasa pandan dan dingin, tekan dan nyeri berbeda. Tingkat kepekaan daera pada tubu pun berbeda. .ari per,obaan di dapati ba 'a reseptor rasa panas paling sensitif pada daera pipi dan kuduk. (asa nyeri berada pada lengan ba'a , dan rasa dingin pada Krause yang terdapat pada dermis dan banyak ditemukan di daera mukokatis/bibir dan gomalia eksternal&. (eseptor rasa tekan adala (eseptor rasa nyeri adala Korpus,le )a,ini yang di jaringan subkutan dan banyak ditemukan di daera mukokatis/bibir. 8ree ner#e ending yang terdapat pada banyak jaringan tubu dan merupakan reseptor. 3.2 Ne*,)en)#-#"#%a) 6.4.1 Lokalisasi (asa Tekan Menurut asil per,obaan ketepatan orang per,obaan
16

dalam menunjukan titik rangsangan paling tepat pada ujung jari dan ketepatannya kurang pada lengan ba'a dan lengan atas. Kepekaan peraba pada asil per,obaan sangat besar pada ujung jari. (eseptor yang merespon pada tekanan adala corpuscle Pacini. Corpuscle Pacini adala ujung saraf di kulit yang bertanggung ja'ab untuk kepekaan ter adap getaran dan tekanan %T omas 1a,e,i&. $ensiti#itas yang optimal dari ,orpus,le pa,ini adala 45: 2G, rentang frekuensi yang di asilkan pada ujung jari dengan tekstur yang terbuat dari fitur yang lebi ke,il dari 4:: mikrometer, se ingga daera pada ujung jari lebi peka ter adap rangsangan. 6

6.4.4 .iskriminasi (asa Tekan +paka perbedaan diskriminasi bila ujung-ujung jangka ditekan se,ara simultant dan su,,esif5 +da perbedaan ditekan se,ara serental %simultant& dan berturutturut %su,,esif&. +pabila dilakukan se,ara simultant, perasaan akan 4 titik lebi ke,il atau sedikit dibanding dengan yang dilakukan se,ara su,,esif. )ada su,,esif, meskipun jarak yang dibuat ,ukup ke,il, masi bisa terasa sebagai 4 titik. 5 6.4.* .iskriminasi kekuatan rangsangan 1. Bagaimana bunyi ukum 7eber "8e, ner5 Kemampuan untuk membedakan kekuatan rangsang rasa-rasa, pada umumnya tidak tergantung pada kekuatan mutlak dari rangsangan tersebut, tetapi pada perbedaan relatifnya. 4. $esuaika ukum ini dengan asil per,obaan5 Mengapa5 ukum 7eber-8e, ner sensor perasa

$esuai, menurut

memiliki pengaru langsung pada perilaku. )ada reaksi sensor perasa akan ditemukan dua ma,am perilaku. Bergantung pada
1)

kondisi organ dan sifat perangsangnya, maka dampaknya mungkin menjadi semakin bertamba atau semakin berkurang dalam kepekaannya. )ada asil per,obaan didapatkan ba 'a sebua rangsang/stimulus yang didapatkan akan lebi renda daripada rangsang/stimulus yang diberikan se ingga beban akan terasa lebi ringan dari beban asalnya. )engenalan H(asioI Kekuatan (angsangan. )ada pertenga an ta un 1C::-an, mula-mula 7eber kemudian 8e, ner mengajukan prinsip ba 'a gradasi kekuatan rangsangan dibedakan secara proposional dalam bentuk logaritma kekuatan rangsangan. Jaitu, seseorang yang suda memegang beban *: gram di tangannya dapat se,ara kasar menyadari adanya kenaikan berat sebanyak 1 gram, dan ketika suda memegang beban seberat *:: gram, orang tersebut dapat menyadari adanya kenaikan 1: gram ketika memegang benda seberat *:: gram. Aadi, pada keadaan ini, rasio peruba an kekuatan rangsangan yang diperlukan untuk menyadari itu masi tetap konstan, sekitar 1 sampai *:, yang merupakan al ini se,ara prinsip logaritma. >ntuk memperli atkan sistematis. 1 Kekuatan sinyal yang diinterpretasikan K Log %(angsangan& ? Konstanta

+k ir "ak ir ini, tela dibuktikan ba 'a prinsip 7eber8e, ner se,ara kuantitatif anya akurat untuk intensitas pengli atan, pendengaran, dan pengalaman sensorik kutaneus yang lebi tinggi, dan penerapannya tidak begitu baik pada kebanyakan pengalaman sensorik jenis lain. Ternyata prinsip 7eber-8e, ner masi yang paling baik untuk diingat karena al ini memperkuat dugaan ba 'a semakin besar intensitas sensorik yang diterima, semakin besar pula peruba an tamba an rangsangan yang diperlukan agar kita dapat
1,

mendeteksi peruba an tersebut. 1

6.4.6 Kemampuan .iskriminasi Kekasaran )ada per,obaan kali ini dilakukan pengujian ter adap kemampuan menebak orang ,oba ter adap kekasaran kertas gosok 1,4, dan * % alus, sedang, kasar&. )er,obaan dilakukan pada beberapa bagian tubu yaitu jari tangan, telapak tangan, lengan ba'a dan kuduk. Bagian yang paling peka dalam pada bagian jari dan menebak kekasaran kertas gosok adala

tangan, sedangkan pada telapak tangan, lengan ba'a menebak kekasaran kertas gosok sedang. 6.4.5 Kemampuan .iskriminasi Bentuk

kuduk terjadi kesala an dalam penebakan terutama dalam

)ada per,obaan ini dilakukan pengukuran kemampuan menebak bentuk orang ,oba. )engukuran kemampuan dilakukan dengan menggunakan beberapa bentukan yaitu bentukan bulat, balok, kubus dan limas. Bentukan pada bagian tubu jari tangan, telapak tangan, lengan ba'a dan kuduk. )ada jari tangan dan telapak tangan orang ,oba dapat menebak semua bentukan dengan benar namun pada lengan ba'a dan kuduk terjadi kesala an dalam penebakan terutama dalam menebak bentuk balok dan kotak. 6.* (asa =yeri Kulit dan <tot 6.*.1 )engaru iperaemia

$aat dilakukan rangsangan dengan penyinaran alat 2ardy-7olff, kulit akan mengalami iskemia. $etela mengalami penyinaran di entikan, kulit akan se,ara iperaemia reaktif merupakan peningkatan aliran dara

tiba-tiba setela oklusi selesai. )emberian balsam pada daera yang terkena sinar akan memperlan,ar aliran dara karena panas pada balsam akan merespon tubu untuk melakukan #asodilatasi. 2iperaemia merupakan reaksi kompensasi sementara dan agar efektif rangsangan arus di entikan. $etela
1.

diadesi dengan balsam, nilai ambang rasa nyeri menurun karena sebelum aliran dara kembali normal, rangsangan nyeri suda terjadi lagi dan jaringan mengalami kerusakan se ingga rasa nyeri semakin ,epat dirasakan. 6.*.4 )engali an )er atian )engali an per atian ini ampir sama dengan ipnotis. .engan

pengali an per atian maka rasa nyeri akan berkurang. Membuktikan ba 'a faktor psikologis juga mempengaru i rasa nyeri pada seseorang. +pabila pengali per atian berupa re'ard, maka tubu akan mengalami respon positif ter adap apapun yang mengenai tubu . )engali an per atian dapat menurunkan stimulus internal dengan mekanisme peningkatan produksi endorfin yang dapat memblok reseptor nyeri untuk untuk tidak dikirimkan ke korteks ,erebri se ingga menurunkan persepsi nyeri %+rif MuttaLin, 4::C, lm. BB&. )ersepsi menentukan berat ringannya nyeri yang dirasakan. Kemudian, otot berkontraksi se ingga menimbulkan nyeri. )ersepsi dipengaru i ole modalitas renspons dari reaksi sel T %2idayat, 4::C, lm. 14B-1*:&. Menurut !ill, 1BB:, )er atian yang meningkat di ubungkan dengan nyeri yang meningkat, sedangkan upaya distraksi di ubungkan dengan respon nyeri yang menurun %)otter dan )erry, 4::9, lm. 1511-1515&. 6.*.* +nestetika Topikal +nastetika topikal yaitu pengolesan analgetik lokal diatas selaput mukosa. +nestetika topikal diperole melalui aplikasi agen anestesi tertentu pada daera kulit maupun membran mukosa yang dapat dipenetrasi untuk memblok ujung-ujung saraf superfisial. $emua agen anestetika topikal sama efektifnya se'aktu digunakan pada mukosa dan menganestesi dengan kedalaman 4-* mm dari permukaan jaringan jika digunakan dengan tepat. )emberian anestetika lo,al sangat ampu dalam pemberian rasa nyeri. anya +nestetika tropikal akan meng ambat reseptor nyeri. Tetapi tidak system kerja reflek. $ala satu bentuk sediaan anestetika topi,al adala salep yang

reseptor, melainkan sepanjang jalan reflek. Meliputi sensorik, motorik dan

mengandung lignokain hidroklorida 5M. .iperlukan 'aktu *-6 menit untuk


20

memberikan efek anastesi. Beberapa industri farmasi ba kan menyertakan enGim hialuronidase dalam produknya dengan arapan dapat membantu penetrasi agen anastesi lokal dalam jaringan. Amethocaine dan benzocaine umumnya juga ditamba kan dalam preparat ini. $alep sangat bermanfaat bila diaplikasikan pada gingi#a lunak sebelum pemberian tumpatan yang dalam 4. Ke)#('u"an .ari per,obaan yang tela dilakukan, dapat dibuktikan ba 'a tubu memiliki tingkat kepekaan yang berbeda-beda pada tiap bagiannya. 2al ini disebabkan kepadatan titik-titik reseptor di setiap bagian kulit tidakla sama. )ada asil per,obaaan kami, dapat dili at ba 'a daera yang memiliki kepekaan paling tinggi adala pipi, diikuti dengan kuduk, lengan ba'a , dan telapak tangan. )ada pemberian rangsangan dingin, lengan ba'a terdapat 41 titik reseptor, dengan kata lain rangsangan dingin paling dirasakan ole lengan ba'a pada per,obaan ini. )ada pemberian rangsangan panas, kuduk banyak. $edangkan pada mempunyai titik reseptor rasa panasyang lebi

pemberian rangsangan nyeri, pipi dan telapak tanganlebi terasa. )ada semua pemberian rangsangan tersebut juga dirasakan rasa tekan.

Da5%ar Pu)%a$a 1. !uyton +1, 2all A-. 4::9. Te3tbook of medi,al p ysiology. 11t ed. ) iladelp ia: -lse#ier 4. !anong 78. 4::9. (e#ie' of medi,al p ysiology. 44nd -d. >$+: T e M,!ra'2ill ,ompanies *. $ er'ood, Lauralee. 4::1. 8isiologi Manusia dari $el ke $istem ed.4. Aakarta:-!1 6. $, eibert A, Leurent $, )re#ost +, .ebrNgeas !. %4::B&. T e role of fingerprints in t e ,oding of ta,tile information probed 'it *4*%5B4:&:15:*-9. 5. T omas 1a,e,i. O-3ample: Lamellar 1orpus,leO. EMC:56 Eeterinary 2istology. (etrie#ed 4:1*-:5-1B. a biomimeti, sensor. $,ien,e.

21

22