Anda di halaman 1dari 14

MEKANISME/SIKLUS PENYELESAIAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN DALAM BADAN USAHA SELAMA SATU TAHUN

Transaksi usaha dalam satu tahun pajak 199A

Penyetoran pajak yg terkait dengan transaksi usaha dg media SSP, seperti : penyetoran PPh 21, 22, 23, 25, 26, PPN & PPnBM Identifikasi & penghitungan pajakpajak yang terkait dg ki h

Pelaporan pajak yg terkait dengan transaksi, dengan media SPM PPh 21, SPM PPh 22, SPM PPh 23, SPM PPN & PPnBM

Harus dilaksanakan oleh WP setiap bulan/masa dlm satu tahun pajak

Dicatat dalam buku jurnal

Diposting ke buku besar

NERACA SALDO

Laporan Keuangan Komersial BUKU PEMBANTU

SPT Tahunan PPh Badan Tahun 199A SPT Tahunan PPh Ps 21 Tahun 199A

PPh Ps 28A/29

Laporan Keuangan Fiskal

Rekonsiliasi ke LK Fiskal (Koreksi Fiskal)

NO
1

KETERANGAN
2

LKK
3

KOREKSI BW
4

BT
5

LKF
6

POT/PUT PPh ps 21,23, 26


7

I 1 a b c 2

LABA BRUTO USAHA Penjualan Netto : Metode Pengakuan Penghasilan Potongan Penjualan Retur Penjualan Harga Pokok Penjualan : Penilaian Persediaan : - Harga Perolehan - LOCOM - Persentase Laba Bruto - Harga Eceran Metoda : - FIFO - Rata-rata - LIFO Pencatatan : - Physical - Perpetual PENGHASILAN DI LUAR USAHA Dividen dari penyertaan dalam negeri Dividen dari penyertaan di luar negeri Bunga deposito/tabungan pada bank di Indonesia termasuk diskonto SBI dan jasa giro. Bunga deposito/tabungan pada bank di LN termasuk cabang bank pemerintah di LN. Penghasilan bunga/ premium/ diskonto/ imbalan lain sehubungan dengan pengembalian utang, baik yang dijanjikan/tidak Keuntungan/kerugian penjualan saham perusahaan lain diluar bursa efek.

v Akrual v v

v -

v -

v Akrual v v

V V V v v v v v v

v v v v -

v V V V V

II 1 2 3 4

v v v v

v v -

V V

PPh 24 PPh 20% Final PPh 24

PPh 23

Dilaporkan di SPT

NO
1

KETERANGAN
2

LKK
3

KOREKSI BW
4

BT
5

LKF
6

POT/PUT PPh ps 21,23, 26


7

7 a b 8

Keuntungan (kerugian) atas penjualan saham perusahaan lain di bursa efek di Indonesia : Bukan saham pendiri Saham pendiri Keuntungan atas penjln /pengalihan hak atas tanah/ bangunan bagi wajib pajak badan: Bukan usaha pokok Usaha pokok (Real Estat/ Industrial Estat) Keuntungan atas pengalihan harta perusahaan Penghasilan Royalti Penghasilan sewa : Selain tanah dan bangunan Tanah dan bangunan : - untuk WP Badan - untuk WP Pribadi Penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya Keuntungan pembebasan utang Keuntungan selisih kurs valas Penerimaan bangunan yg dibangun di atas tanah yg dimiliki WP, sehubungan dengan berakhirnya masa bangun guna serah (BOT) Hadiah atau penghargaan yang tidak diundi Penerimaan dari piutang yang sudah dihapuskan (metoda langsung)

PPh Final dari harga jual 0,1% 0,6%

a b 9 10 11 a b

v v v v v v v v v v v

v v v -

v v v v v v v v

PPh 5% dr harga jual/ NJOP yg lbh tinggi

PPh 23 PPh 23 PPh Final 10% dari juml bruto nilai sewa PPh 21 15% final -

12 13 14 15

16 17

v v

v -

NO
1

KETERANGAN
2

LKK
3

KOREKSI BW
4

BT
5

LKF
6

POT/PUT PPh ps 21,23, 26


7

18

III

1 2 3 4 5 6 7 8 9 a b c 10

Penerimaan hibah dari pihak yang ada hubungan usaha/ pekerjaan/kepemilikan/ penguasaan/misal: hibah dari induk perusahaan BIAYA YANG DIKELUARAN UTK MENDAPATKAN/ MENAGIH DAN MEMELIHARA PENGHASILAN YANG MERUPAKAN OBJEK PPh - Prinsip realisasi - Prinsip konservatif/ penyisihan BIAYA YANG DIKELUARAN UNTUK MENDAPATKAN/ MENAGIH DAN MEMELIHARA PENGHASILAN YANG BUKAN MERUPAKAN OBYEK PPh ATAU PENGENAAN PPh-NYA FINAL Gaji dan upah Tunjangan PPh 21 PPh 21 dibayar perusahaan Tunjangan dalam bentuk uang Premi Asuransi Jiwa Pegawai yang dibayar perusahaan Premi Asuransi Jiwa untuk Pemilik/ Pemegang saham atau keluarganya Tunjangan Hari Raya Uang Lembur Pengobatan : Cuma Cuma (langsung ke RS) Penggantian Tunjangan Pengobatan Iuran JAMSOSTEK Jaminan Keselamatan Kerja: - Kelompok 1 - Kelompok 2 - Kelompok 3 - Kelompok 4 - Kelompok 5

v Harga pasar

v v

v -

v v v v v v v v v v v

v v v -

v v v V v v v v

PPh 21 PPh 21 PPh 21 PPh 21 PPh 21 PPh 21 PPh 21

V V V V V

V V V V V

PPh PPh PPh PPh PPh

21 21 21 21 21

NO
1

KETERANGAN
2

LKK
3

KOREKSI BW
4

BT
5

LKF
6

POT/PUT PPh ps 21,23, 26


7

11 a b 12

Jaminan Kematian Jaminan Pelayanan Kesehatan : - Keluarga - Bujangan Iuran Jaminan Hari Tua (JAMSOSTEK) : Dibayar Perusahaan = 3,7% Dibayar Karyawan = 2 % - Iuran Pensiun ke Dana Pensiun yang disahkan MK : Dibayar Perusahaan Dibayar Pegawai - Iuran Pensiun ke Dana Pensiun yang belum disahkan MEN. KEU. Pemberian Imbalan dlm bentuk natura. Seperti : beras, gula, makan, dll. Cuti Pegawai : Diberikan uang cuti Tunjangan Cuti Dibayar perusahaan Pemberian makan kepada awak kapal/ pesawat/ angkutan darat dlm perjalanan yang berkenaan dengan situasi lingkungan kerja Bonus atas Prestasi kerja yang dibebankan pada tahun berjalan Pembagian Laba ke Pegawai berupa Bonus, Tantiem, Gratifikasi, Jasa Produksi dll / yg dibebankan ke Laba yg Ditahan KMK.633/04/94 & SE-29/PJ.4/95 Pemberian dalam bentuk natura/ kenikmatan : - dlm rangka & berkaitan dgn pelaksanaan pekerjaan - di daerah terpencil

v V v

V V v

PPh 21 PPh 21 PPh 21

v -

V (PPh 21)

V V V

V V

V -

(PPh 21) -

13 14 a b c 15 16 17

V V v V V V

v V

V V V v -

PPh 21 PPh 21 PPh 21 PPh 21 PPh 21

18

V v

V v

NO
1

KETERANGAN
2

LKK
3

KOREKSI BW
4

BT
5

LKF
6

POT/PUT PPh ps 21,23, 26


7

19 20 21

Honor/uang saku pegawai yang mengikuti seminar dsb Biaya seminar/kursus pegawai yang ada hubungannya dengan pekerjaan Perjalanan Dinas Pegawai: a. Didukung bukti-bukti sah (tiket, penginapan, akomodasi) b. Lumpsum (tidak didukung bukti) c. Lumpsum yang tidak didukung bukti dianggap honor pegawai d. Honor/uang saku e. Biaya piknik/rekreasi f. Fiskal Luar Negeri : - Dibayar Perusahaan : Merupakan PPh 25 Perusahaan(1995), dibayar dengan SSP, ditulis nama Pegawai qq nama Perusahaan dengan NPWP Perusahaan - Dibayar Pegawai : Dapat dikreditkan dengan PPh Orang Pribadi Bea Siswa : Ada ikatan kerja dengan perusahan Tidak ada ikatan kerja dengan perusahaan (sumbangan) SE-33/Pj.421/96, Tgl. 2 September 1996. Biaya bea siswa dalam rangka GN-OTA yang dikeluarkan perusahaan, dengan bukti setoran/transfer ke BRI a/n Lembaga GN-OTA

V V

V V

PPh 21 -

V v v v v -

v v -

V v v -

PPh 21 PPh 21 -

22 a. b.

V v v

v -

V v

PPh 21

NO
1

KETERANGAN
2

LKK
3

KOREKSI BW
4

BT
5

LKF
6

POT/PUT PPh ps 21,23, 26


7

23 24 a. b. c. 25 a. b. 26 a.

Sumbangan ke karyawan dalam bentuk uang Kendaraan persh yang dibawa pulang & dikuasai pegawai : Penyusutan Biaya Reparasi/Pemeliharaan Bahan Bakar/Oli Mess untuk Transit, Pendidikan (sementara) : Biaya Penyusutan Biaya Eksploitasi Perumahan Perusahaan dan Asrama : Pegawai yang menempati tidak diberikan Tunjangan Perumahan: - Biaya penyusutan - Biaya eksploitasi Pegawai yang menempati diberikan tunjangan perumahan minimal sebesar biaya penyusutan dan biaya eksploitasi: - Tunjangan Perumahan - B. Penyusutan rumah - B. Eksploitasi rumah - Penghasilan Sewa rumah Sewa rumah yang ditempati pegawai dan pegawai ybs tidak diberikan tunjangan sewa minimal sebesar sewa rumah PPh Final sewa rumah pegawai yang dibayar perusahaan Diberikan Uang Sewa Rumah

Pph 21

V V V

50% 50% 50%

V V V

v v

v v

b.

v v

V v

v v v (v)

v v v (v)

PPh 21 -

27

PPh Final

28 29

V V

V -

Pph Final PPh 21

NO
1

KETERANGAN
2

LKK
3

KOREKSI BW
4

BT
5

LKF
6

POT/PUT PPh ps 21,23, 26


7

30

Uang Pesangon : - Tidak lebih dari 25 Juta Lebih dari 25 Juta s/d Rp. 50 Juta Lebih dari 50 Juta s/d Rp. 100 Juta Lebih dari 100 Juta s/d Rp. 200 Juta Lebih dari 200 Juta

PPh 21 Final Tdk Dipotong 5% 10% 15% 25% dari jumlah bruto Pph 21 BrutoXps17 Pph 21 BrutoXps17 Pph 21 7,5% dari jmlh bruto tdk termasuk PPN Pph 21 23=15% 26=20% Tarif Tax Treaty PPh 21 Tarif pasal 17 dari jumlah bruto

31 32 33

34 35 36 a. b. c. 37

Honor penjaja barang (Bukan Pegawai) Honor petugas dinas luar Asuransi bukan Pegawai Honor tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas : Pengacara, Aakuntan, Arsitek, Dokter, Konsultan, Notaris, Penilai, Aktuaris Upah borongan pekerjaan ke orang pribadi Gaji yang dibayarkan ke anggota persekutuan, CV, Firma Beban royalti : Ke WPDN Ke WPLN-non Tax treaty Ke WPLN-Tax treaty SKD = Surat Keterangan Domisili Honorarium, uang saku, hadiah, penghargaan, komisi dan pembayaran lain sbg imbalan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, kegiatan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan, yang dilakukan WPDN orang pribadi

V V

V V

V V V v v

V -

V V v v

NO
1

KETERANGAN
2

LKK
3

KOREKSI BW
4

BT
5

LKF
6

POT/PUT PPh ps 21,23, 26


7

38

Beban Sewa : - Sewa Kend. angk. darat - selain tanah/bangunan/ kend. Angkutan darat - Sewa tanah/bangunan : a. ke WPDN orang pribadi b. Ke WPDN badan Jasa manajemen WPDN pemberi jasa dgn ikut serta secara langsung melaksanakan manajemen Ps 9 (1) f: Pegawai yang merupakan pemegang saham = 25% keatas Gaji yang wajar Imbalan di atas kewajaran Dividen terselubung - Premi Asuransi Jiwa - Biaya Listrik/telpon rumah - Biaya perbaikan/ pemeliharaan mobil pribadi - PBB rumah pribadi - Pengeluaran perusahaan untuk keperluan pribadi - Pembagian laba secara langsung/tidak langsung Mulai 2001 Peng. Kecil a. Jasa pelaksanaan konstruksi b. Jasa Perencanaan dan Jasa Pengawasan Konstruksi serta Jasa Konsultan (selain Konsultan Hukum daan Pajak)

V V v v

V v v v

Psl 23 = 1,5% Psl 23 = 4,5% PPh Final : 10% 10%

39

Ps 23 = 4,5%

40 a. b. c.

V -

v v

V -

PPh 21 PPh 23 PPh 23

41

V V -

V v

PPh final 2% PPh final = 4%s

NO
1

KETERANGAN
2

LKK
3

KOREKSI BW
4

BT
5

LKF
6

POT/PUT PPh ps 21,23, 26


7

42

a. b. c. d. e. 43

Jasa teknik WPDN pemberian jasa dalam bentuk pemberian informasi yang berkenaan dengan pengalaman bidang: Industri, Perdagangan dan Ilmu Pengetahuan, meliputi: Penelitian tanah Informasi teknik; gambar, petunjuk produksi, perhitungan, dll Latihan teknik Informasi bidang manajemen Jasa Recruitment Beban Bunga : Biaya bunga atas pinjaman yang digunakan untuk memperoleh penghasilan yang menjadi objek PPh Bunga atas pinjaman yang digunakan untuk membeli saham yang sudah beredar atau untuk melakukan akuisisi saham milik pemegang saham ( Penyertaan di DN ), bagi PTDN, BUMD/N, Koperasi, Yayasan/Organisasi sejenis : - Dibebankan pada tahun ybs - Dikapitalisasi pada harga perolehan investasi saham Biaya bunga atas pinjaman yang digunakan untuk melakukan penyertaan pada perusahaan yang baru didirikan atau mengambil bagian dari right issue Biaya bunga selama masa konstruksi, tidak boleh dibebankan pada tahun ybs,

PPh 23 = 6%

v v v

v -

v v

NO
1

KETERANGAN
2

LKK
3

KOREKSI BW
4

BT
5

LKF
6

POT/PUT PPh ps 21,23, 26


7

tetapi dikapitalisasi pada aktiva tetap atau termasuk harga pokok rumah ( Untuk Real Estat ) (Jika ada penghasilan bunga deposito/tabungan yang telah dipotong PPh final, maka biaya bunga tidak seluruhnya dapat dikurangkan ) Biaya bunga atas pinjaman yang digunakan untuk kepentingan pribadi. Pembayaran bunga : a. Ke Bank-bank di Indonesia b. Ke bukan Bank c. Ke WPLN-non Tax treaty d. Ke WPLN-Tax treaty e. Ke Pemegang saham/ hubungan istimewa : - Wajar - Tidak wajar (Dividen) 44 Sanksi Perpajakan : denda, bunga, kenaikan PBB untuk tanah/bangunan pabrik, kantor PBB untuk tanah/bangunan yang tidak digunakan untuk usaha atau milik pribadi pemegang saham Pembayaran jasa ke LN, seluruh pekerjaan dilaksanakan di LN Negara Bruto X ps17 Negara tax treaty, sesuai dengan yang diatur dalam treaty yang bersangkutan Atas pemanfaatan JKP dari LN

v v v v V V v V v V v v

V V v v -

V V v v v V v v

PPh 23 = 15% PPh 26 = 20% Tarif TT PPh 23 = 15% PPh 23 = 15% PPh 26 Tarif Tax Treaty PPh 26 Atau Tarif Tax Treaty

45

46 a. b.

NO
1

KETERANGAN baik dari negara non tax treaty, terutang PPN yang harus dibayar sendiri oleh perusahaan Dalam Negeri dengan SSP, merupakan PM yang dapat dikreditkan oleh PKP. Bagi Non PKP adalah Biaya Keperluan pribadi pemilik / pemegang saham di bayar perusahaan merupakan deviden terselubung Keperluan pribadi pegawai yang dibayar perusahaan Beban Litbang (R&D) : yang dilakukan di Indonesia dalam jumlah yang wajar untuk menemukan teknologi/sistem baru bagi pengembangan perusahaan : Penyusutan aktiva tetap Bahan yang digunakan Gaji/Honor pegawai Honor konsultan Biaya Konsultan yang memborong litbang yang jumlahnya cukup material, perlakuan perpajaknnya = Sak dengan cara diamortisasi Biaya Litbang : Dilakukan di Indonesia Dilakukan di LN Pajak Masukan yang tidak dapat dikreditkan Yang berkaitan dengan perolehan BKP/JKP sesuai Ps. 6 UU PPh Yang masa manfaatnya lebih dari 1 tahun, pembebanannya melalui penyusutan
2

LKK
3

KOREKSI BW
4

BT
5

LKF
6

POT/PUT PPh ps 21,23, 26


7

47

PPh 23

48 49

a. b. c. d. e.

v v v v v

v v v v v

Pasal 11 Pph 21 PPh final PPh final

a. b. 50 a. b.

v v

v -

PPh 26

V v

V v

NO
1

KETERANGAN
2

LKK
3

KOREKSI BW
4

BT
5

LKF
6

POT/PUT PPh ps 21,23, 26


7

c. 51 a. b.

Yang berkaitan dengan perolehan BKP/JKP sesuai dengan Ps 9 UU PPh Biaya entertainment : Tidak dibuat daftar nominatif Dibuat daftar nominatif: Nomor urut, jenis, nama tempat, alamat dan jumlah entertainment yang diberikan kepada relasi: nama, posisi & perusahaan Biaya promosi: Didukung bukti yang sah Tidak didukung bukti Kerugian piutang bagi perusahaan bukan bank/sewa guna usaha (SGU) dengan hak opsi. Penyisihan Metoda Langsung, tidak dibuatkan daftar nominatif Metoda Langsung, dibuatkan daftar nominatif ( dilampirkan dalam SPT-PPh ) : Nama, alamat, tanggal, diberikan pinjaman, jumlah piutang, dan keterangan serta nama debitur dan penagihan piutangnya telah diserahkan ke BUPLN Untung/Rugi selisih kurs : Kurs tengah BI/kurs yang sebenarnya berlaku pada akhir tahun (diakui pada akhir tahun) Kurs tetap (diakui pada saat realisasi) Catatan: Khusus tahun pajak

v V V

v V -

52 a. b. 53

V V

V -

a. b. c.

V v v

V v -

54 a. b.

V V

V V

NO
1

KETERANGAN
2

LKK
3

KOREKSI BW
4

BT
5

LKF
6

POT/PUT PPh ps 21,23, 26


7

55 56 a. b. c. 57 a. b. 58 a. b.

1997 atas kerugian selisih kurs boleh dibebankan langsung tahun 1997 atau diamortisasi selama 5 tahun SGU tanpa hak opsi: pembayaran SGU SGU dengan hak opsi: Penyusutan aktiva SGU Bunga SGU Pembayaran SGU Kerugian pengalihan harta: Digunakan untuk usaha Tidak digunakan untuk usaha Beban Umum dan Administrasi (ARK, listrik, telepon, meterei dll) : Terperinci jelas Tidak terinci

V V v V v

V V V v

V v V -

PPh 23 -

v v

V -