Anda di halaman 1dari 3

Formula for Success : Target Costing for Cost-Plus Pricing Companies

Di tengah persaingan industry yang semakin ketat, setiap perusahaan senantiasa berupaya untuk mempertahankan keunggulan kompetitif dan menarik pelanggan yang lebih banyak dibandingkan pesaing. Untuk menarik pelanggan tersebut, banyak di antara mereka yang cenderung bersaing dalam harga. Mereka berlomba-lomba untuk menawarkan harga yang lebih murah kepada pelanggan dengan kualitas produk yang sama, bahkan lebih baik dari pesaing. Untuk menetapkan harga yang murah, perusahaan tentu harus berupaya meminimalkan biaya produksi produk tersebut agar perusahaan memperoleh laba yang cukup. Perusahaan tentu tidak mau menawarkan harga yang murah kepada pelanggan jika mereka sendiri rugi, karena tujuan perusahaan pada umumnya adalah memperoleh laba. Agar perusahaan dapat menetapkan harga yang murah, minimal sama dengan harga pasar, dan laba yang diperoleh pun sesuai dengan yang diinginkan, maka perusahaan dapat mengombinasikan metode target costing dan cost plus pricing untuk mewujudkannya. Target costing merupakan suatu metode yang menghimbau perusahaan untuk sadar akan biaya dan efisiensi. Tujuannya adalah untuk meminimalkan biaya dari setiap produk yang dihasilkan. Cara untuk menentukannya adalah dengan membebankan semua biaya yang terjadi selama proses produksi kepada setiap produk yang dihasilkan. Batas maksimum biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut ditentukan oleh harga yang ditetapkan. Dalam metode cost plus pricing, harga ditentukan dengan menambahkan mark up laba yang diinginkan dengan biaya yang telah dibebankan ke suatu produk. Mark up tersebut merupakan persentase dari biaya yang telah dibebankan ke produk tersebut. Komponen mark up sendiri terdiri dari biaya lainnya dari biaya variable manufacture dan target laba. Dengan menggunakan metode cost plus pricing, harga yang ditawarkan perusahaan kepada pelanggan tidak boleh melebihi harga pasar. Hal ini dilakukan agar perusahaan dapat tetap bersaing dengan para kompetitornya. Dengan

demikian, diperlukan target costing untuk menentukan batas biaya maksimum untuk menghasilkan suatu produk. Misalnya, harga pasar saat ini adalah $ 60. Berarti, perusahaan tidak boleh menetapkan harga lebih dari pada harga tersebut. Jika perusahaan menginginkan mark up sebesar 25 %, maka biaya maksimum untuk menghasilkan produk tersebut adalah sebesar $ 48 atau kurang. Angka ini diperoleh dari $ 60 /(1 + 25%). Demikian lah hubungan keduanya. Dalam artikel yang ditulis Mohamed E. Bayou dan Alan Reinsten tentang hal ini juga dijelaskan bahwa hubungan keduanya seperti harimau yang ingin mencoba untuk menangkap ekornya sendiri. Namun demikian, di dalam penerapannya, baik target costing maupun cost plus pricing, keduanya memiliki pro dan kontranya masing-masing. Pro dan kontra tersebut meliputi: Target Costing PRO - Dapat menghemat biaya KONTRA - Perusahaan tidak mempunyai kontrol penuh atas harga, harga ditentukan oleh pasar. - Membutuhkan usaha untuk merancang keseluruhan proses produksinya yang terkait biaya

Cost Plus Pricing PRO Dapat menutupi semua biaya yang dikeluarkan dan menawarkan laba yang cukup Mudah untuk dihitung dan hanya mambutuhkan sedikit informasi Jika perusahaan menangani banyak produk, maka harga yang tepat dapat ditemukan dengan mudah Menggunakan perhitungan full costing yang lebih tepat dan dapat dipertahankan Mengurangi biaya pengambilan keputusan, karena tidak perlu mempertimbangkan permintaan pasar KONTRA Tidak mempertimbangkan dampak harga terhadap permintaan, melainkan hanya menanggapi setiap perubahan harga Manajemen hanya mengetahui biaya produk tanpa mengetahui faktor yang dapat menetapkan harga produk tersebut Mengabaikan pelanggan Mengabaikan kompetitor Memungkinkan adanya inefisiensi Mengabaikan biaya peluang Harga yang ditetapkan bisa terlalu tinggi dan bisa terlalu rendah

Walaupun terdapat pro dan kontra seperti di atas, menurut penulis, perusahaan akan memperoleh keuntungan, jika perusahaan tersebut menerapkan target costing dan cost plus pricing secara bersamaan. Dalam hal ini, target costing akan meminimalkan biaya dan mark up laba tertentu akan menentukan keuntungan perusahaan. Di samping itu, harga jual juga sudah pasti bisa menutupi semua biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk. Namun demikian, sebelum membuat keputusan untuk menerapkan metode tersebut, manajemen tetap harus mempertimbangkan biaya dan manfaat atas penerapannya bagi perusahaan. Jangan sampai mengikuti tren atau mengikuti perusahaan lain saja. Melainkan harus disesuaikan dengan kondisi perusahaan. Biasanya metode ini digunakan oleh perusahaan yang menggunakan strategi cost leadership.