Anda di halaman 1dari 4

Merancang Sebuah Sistem Informasi Manggunakan Activity-Based Costing dan Theory of Constraints

Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat seperti saat ini, kemampuan perusahaan dalam menguasai informasi sangatlah membantu mereka dalam mempertahankan keunggulan kompetitifnya. Dalam pepatah dikatakan bahwa orang yang dapat menguasai dunia adalah orang yang menguasai informasi. Hal yang sama juga berlaku di perusahaan. Perusahaan yang dapat bertahan dan menguasai pasar adalah perusahaan yang menguasai informasi dan dapat bersaing dengan pesaingnya. Salah satu informasi yang paling dibutuhkan perusahaan terkait hal tersebut adalah informasi biaya. Informasi biaya yang ada akan mempengaruhi manajer puncak dalam membuat suatu keputusan. Agar keputusan yang dihasilkan tepat, maka diperlukan informasi biaya yang akurat. Untuk mendapatkan informasi biaya akurat tersebut diperlukan suatu system informasi yang baik. Sistem informasi tersebut harus dirancang sedemikian rupa agar memenuhi harapan perusahaan. Perancangan system informasi dapat dilakukan dengan menggunakan Activity Based Costing (ABC) maupun Theory of Constraints (TOC). Namun demikian, masih banyak terdapat perdebatan yang terjadi antara akuntan, insinyur industri, dan manajer manufaktur dalam praktik yang terkait dengan keduanya. Para professional tersebut berpendapat bahwa hanya salah satu dari mereka yang dapat menjadi sumber informasi relevan dalam pengambilan keputusan manajemen. Padahal keduanya dapat saling melengkapi satu sama lain. Penggunaan ABC dan TOC secara bersamaan akan memberikan informasi biaya yang paling baik untuk pengambilan keputusan. Dengan catatan bahwa ABC digunakan di people intensive department dan TOC digunakan di machine intensive department.

People intensive department merupakan departemen yang banyak melibatkan sumber daya manusia di setiap aktivitasnya. Contohnya, departemen jasa. Pada departemen ini, jasa yang diberikan akan dikenakan biaya berdasarkan aktivitas yang dilakukan oleh penyedia jasa tersebut, sesuai dengan drivernya masing-masing. Karena informasi biaya yang dihasilkan tergantung pada aktivitas yang dilakukan, maka pendekatan yang cocok digunakan dalam merancang system informasinya adalah ABC. Dengan menggunakan ABC, manajer akan memiliki kemampuan untuk mangatur kembali sumber dayanya. Jika terdapat sumber daya yang tidak bernilai tambah dalam pelaksanaan suatu aktivitas, maka sumber daya tersebut dapat dilibatkan dalam aktivitas lain yang mampu menjadikan mereka sumber daya yang bernilai tambah atau dihapuskan sama sekali. Berbeda dengan people intensive department yang banyak melibatkan sumber daya manusia, sesuai dengan namanya, machine intensive department justru lebih banyak melibatkan mesin. Pada departemen ini, mesinlah yang menetapkan kecepatan kerja. Tugas karyawannya pun akan ditentukan oleh teknologi mesin dan biaya sumber dayanya akan berorientasi pada mesin. Biasanya, biaya yang terjadi di departemen ini terkait dengan penciptaan kapasitas jangka panjang perusahaan. Semakin besar kapasitas suatu mesin, maka semakin besar pula throughput yang dihasilkannya. Pada departemen ini, pengalokasian biaya set up, seperti yang dilakukan dengan ABC, tidak relevan dilakukan, karena tidak ada biaya tambahan yang terjadi akibat tambahan setup yang dilakukan saat mesin menganggur. Oleh karena itu digunakanlah teori kendala (TOC). TOC merupakan pendekatan yang cenderung berfokus pada usaha untuk memaksimalkan throughput produk atau memaksimalkan pesanan pelanggan yang dapat dihasilkan dan didistribusikan dalam kapasitas yang proses bisnis tersedia. Throughput pada departemen ini adalah selisih antara pendapatan bersih dan biaya bahan baku langsung di dalam produksi. Dalam menghasilkan throughput tersebut, perusahaan dibatasi oleh berbagai kendala, baik internal maupun eksternal. Dengan

menggunakan TOC, manajemen suatu perusahaan dituntut untuk focus pada pengurangan kendala eksternal serta bijaksana dalam menggunakan sumber daya yang dibatasi secara internal agar tidak memperlambat proses produksi. Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mengelola kendala yang ada: Mengidentifikasi kendala suatu system Menentukan pemanfaatan yang paling efesien untuk setiap kendala yang mengikat Mengelola aliran di sepanjang kendala yang mengikat Menambah Kapasitas Pada Kendala Yang Mengikat Merancang ulang proses pemanufakturan ke arah fleksibilitas dan throughput yang cepat Walaupun ABC dan TOC dapat saling melengkapi satu sama lain, tetap terdapat perbedaan yang mendasar di antara keduanya. Perbedaan tersebut antara lain: Pembeda
Asumsi

Theory of Constraint
Profit maksimum lewat throughput maksimum. TOC bukan system product costing

Activity Based Costing


Menghasilkan informasi akurat dan relevan untuk pengambilan keputusan tidak sama dengan menghubungkan sumber daya actual untuk obyek biaya Asumsi manajer dapat mengubah kapasitas sumber daya Asumsi bahwa semua sumber daya dalam jangka pendek pada hakekatnya adalah biaya variable dan dengan demikian dapat dikumpulkan berdasarkan analisis aktivitas Menetapkan aktivitas yang bernilai tambah dan yang tidak bernilai tambah, yang mana perlu perbaikan dan yang mana yang tidak perlu perbaikan

Kapasitas Sumber Daya

Perilaku Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Biaya Operasional

Setelah kapasitas dipasang, manajer tidak akan menyesuaikan biaya secara cepat Asumsi biaya ini merupakan fixed cost dan akan menggantikan tenaga kerja ahli

Perbaikan Proses

Fokus pada peningkatan throughput dengan menghilangkan keterbatasan produksi dan mengurangi cycle time pada keterbatasan tersebut

Perbaikan Profit

Produk manufaktur ditetapkan berdasarkan pada theory of constraint margin dan cycle time pada keterbatasan tersebut Orientasi jangka pendek dan asumsi bahwa kebanyakan biaya kecuali bahan langsung adalah sunk cost

Rencana Horizontal Untuk Produk Bauran dan Volume

Produk bauran dan ketetapan volume dibuat dari perspektif jangka panjang dengan memasukkan jumlah produk, channel, dan bauran profitabilitas pelanggan Orientasi pada jangka panjang dan asumsi bahwa keputusan akan dibuat kurang menguntungkan chanel produk dari pelanggan

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ABC dan TOC sama-sama akan memberikan informasi yang akurat bagi perusahaan selama perancangan sistemnya dilakukan dengan baik dan keduanya ditempatkan di tempat yang tepat, sehingga keduanya saling melengkapi. Dengan demikian, system informasi yang dihasilkan dapat membantu manajemen pucak dalam menetapkan keputusan, terutama yang terkait dengan upaya dalam bersaing dan mempertahankan keunggulan kompetitif perusahaan.