Anda di halaman 1dari 4

2.

Definisi Data Antemortem Odontologi Forensik Pencatatan data semasa hidup disebut dengan data Antemortem. Pencatatan

data antemortem telah terdapat buku panduan serta format formulirnya yang diterbitkan DEPKES tahun 2004 dengan judul ST !D " ! S#$! % "EK & &ED#K KED$KTE" ! '#'# yang di dalamnya terdapat formulir odontogram (%ukman) 200*+, Data antemortem adalah informasi yang komprehensif yang diberikan oleh orang yang terakhir melihat orang yang hilang dan tahu keadaan di mana mereka menghilang) atau oleh orang yang mengenalnya dengan baik, Kuesioner meminta informasi rinci tentang pakaian) karakteristik fisik) sifat-sifat medis dan gigi) serta barang-barang pribadi yang diba.a oleh orang tersebut, &engisi kuesioner data antemortem bukanlah sebuah pernyataan bah.a orang yang hilang sudah mati) tetapi alat yang mungkin berkontribusi terhadap proses identifikasi secara keseluruhan (#ngleton) 20/0+, Sumber data antemortem tentang kesehatan dan gigi) diperoleh dari ("ustam dkk) +1 /, 2, 0, Klinik gigi rumah sakit pemerintah) T!#2Polri) dan s.asta, %embaga-lembaga pendidikan, Praktik pribadi dokter gigi, &enurut buku DEPKES tentang penulisan data gigi dan rongga mulut yang berisikan standar buku mutu nasional antara lain (%ukman) 200*+ 1 /, Pencatatan identitas pasien mulai dari nonor file (bentar ya ciic) senin tak liatin lg ke perpus+ sampai dengan alamat pekerjaan serta kelengkapan alat komunikasinya, 2, Keadaan umum pasien yaitu berisikan tentang golongan darah) tekanan darah) kelainan-kelainan darah) kelainan penyakit sistemik) kelainan penyakit hormonal) kelainan alergi terhadap makanan dan obat-obatan) alergi terhadap debu) serta kelainan dari 3irus yang berkembang saat ini, 0, $dontogram

Semua data gigi dicatat dalam formulir odontogram dengan denah dan nomenklatur yang baku nasional, 4, Data pera.atan kedokteran gigi) yaitu berisikan dicatat .aktu a.al pera.atan) runtut .aktu kunjungan) keluhan dan diagnose) gigi yang dira.at) tindakan lain yang dilakukan oleh dokter tersebut, 4, "oentgenogram yang dimaksud adalah baik intra oral ataupun ekstra oral, "oentgenogram intra oral antara lain 1 periapikal) pro5imal) dan oklusal sedangkan ekstra oral terdapat banyak sekali reontgenografi yang dapat dilakukan tetapi yang umum yaitu panoramik atau orthopantomogram) lateral oblique tulang rahang) cephalogram) kemungkinan terdapat pula P sinus ma5illaris yang terkenal dengan proyeksi 67ater8, pabila terjadi fraktur tulang 9ygomaticus baik kiri maupun kanan maka dibuat roentgenogram proyeksi 'eorge :uller, *, Pencatatan status gigi) mempunyai kode tertentu sesuai dengan standar #nterpol) dengan kata lain Kodifikasi #nformasi 'igi menurut #nterpol (International Police), Kode-kode pencatatan gigi ini selain dengan hurufhuruf) istilah-istilah) .arna) dan gambar yang berbeda-beda untuk pengisian odontogram, ;, :ormulir data antemortem dalam buku DEPKES ditulis dengan kertas .arna kuning, Di dalam formulir ini terdapat pula catatan data orang hilang, 2.3 Definisi Data Postmortem Odontologi Forensik Pencatatan data setelah kematian) disebut juga data Postmortem. Pencatatan data postmortem menurut formulir DEPKES ber.arna merah dengan catatan Victim Identification (identifikasi korban+ pada mayat atau Dead Body (tubuh korban+ (%ukman) 200*+, <ntuk data gigi postmortem yang perlu dicatat pada pemeriksaan antara lain (=ulianti dkk) 200>+ 1 /, 'igi yang ada dan tidak ada) bekas gigi yang tidak ada apakah masih baru atau sudah lama, untuk

2, 0, 4, 4, *,

'igi yang ditambal) jenis dan klasifikasi bahan tambal nomali bentuk dan posisi, Karies atau kerusakan yang ada, =enis dan bahan restorasi, trisi dataran kunyah gigi yang merupakan proses fisiologis untuk fungsi mengunyah, Derajat atrisi ini sebanding dengan umur,

;, >,

'igi molar ketiga sudah tumbuh atau belum, ?iri-ciri populasi ras dan geografis,

#ngleton) Danna,

nte &ortem Data ?ollection) ?anadian "ed ?ross,

3ailable

from ...,redcross,ca on !o3ember 00) 20/0, =ulianti) dkk, Peranan :orensik $dontologi dalam @encana &asal, 200>, Diunduh dari http122library,usu,ac,id2 pada tanggal 22 !o3ember 20/0, %ukman) Djohansyah, Buku Ajar Ilmu Kedokteran Gi i !orensik. =akarta) Sagung Seto, 200*1 hal, 44-4*, "ustam) dkk, Pedoman "eknis Penan ulan an Krisis Kese#atan Akibat Bencana. Departemen Kesehatan "#) =akarta, 200;1 hal, /42, Tambahan aja ciiiic yang bawah ini, tambahin yang k rang !3 Aingga kini karena belum dikenalnya buku tersebut oleh selruh pelayan medik di tanah air) maka para pelayan medik tersebut penulisannya belum dalam format buku nasional tetapi menurut caranya masing-masing sehingga kemungkinan nomenklatur dan format penulisannya saling berbeda, a. Pencatatan data Antemortem Pencatatan data gigi dan rongga mulut semasa hidupnya) biasanya berisikan antara lain 1 /, 2, #dentitas pasien Keadaan umum pasien

0, 4, 4, *,

$dontogram (data gigi yang menjadi keluhan+ Data pera.atan Kedokteran gigi !ama dokter gigi yang mera.at Aanya sedikit sekali dokter gigi yang membuat surat persetujuan tindak medik (Inform consent) baik praktik pribadi atau di rumah sakit,

b. Pencatatan Data Postmortem Pencatatan data postmortem ini mula-mula dilakukan fotografi kemudian proses pembukaan rahang bila kaku mayat untuk memperoleh data gigi dan rongga mulut) dilakukan pencetakan rahang atas dan rahang ba.ah) apabila terjadi kaku mayat maka lidah yang kaku tersebut diikat dan ditarik ke atas sehingga lengkung rahang bebas dari lidah baru dilakukan pencetakan) untuk rahang atas tidak bermasalah karena lidah kaku ke ba.ah, Kemudian studi model rahang korban juga merupakan suatu barang bukti, Pencatatan gigi pada formulir odontogram sedangkan kelainan-kelainan di rongga mulut dicatat pada kolom-kolom tertentu, ?atatan ini semua merupakan lampiran dari $isum et re%ertum korban, Kemudian dilakukan pemeriksaan sementara dengan formulir baku mutu nasional dan internasional) setelah itu dituliskan surat rujukan untuk pemeriksaan laboratoris dengan formulir baku mutu nasional pula, Setelah diperoleh hasil dari pemeriksaan laboratoris maka dilakukan pencatatan ke dalam formulir lengkap barulah dapat dibuatkan sutu berita acara sesuai dengan K<A P demi proses peradilan dalam menegakkan keadilan, Bisum yang lengkap ini sangat penting dengan lampiran-lampirannya serta barang bukti dapat diteruskan ke jaksa penuntut kemudian ke siding acara hukum pidana,