Anda di halaman 1dari 6

GELOMBANG LAUT

I. TUJUAN PRAKTIKUM Mahasiswa dapat mengetahui cara pengambilan data tinggi dan periode gelombang. II. DASAR TEORI 2.1 Pengertian Gelombang Laut Gelombang adalah gerakan dari setiap partikel air laut yang berupa gerakan longitudinal dan orbital secara bersamaan yang disebabkan oleh transmisi energi serta waktu (momentum) dalam artian impuls vibrasi melalui berbagai bentuk materi (Wibisono, 2005). Gelombang adalah pergerakan naik dan turunnya air dengan arah tegak lurus permukaan ai laut yang membentuk kurva/grafik sinusoidal. Gelombang laut disebabkan oleh angin. Angin di atas lautan mentransfer energinya ke perairan, menyebabkan riak-riak, alun/bukit, dan berubah menjadi apa yang kita sebut sebagai gelombang (Nontji, 2002). Gelombang yang dominan terjadi di laut adalah gelombang yang dibangkitkan oleh angin. Angin yang berhembus di atas permukaan laut mentransfer energi ke permukaan air sehingga dapat membangkitkan gelombang yang merambat menjauhi daerah asal terbentuknya. Tinggi dan periode gelombang yang terbentuk tergatung pada kecepatan angin, lama hembusan angin dan jarak hembusan angin tanpa rintangan (Komar 1976 dan Massel 1989). 2.2 Parameter Gelombang

Gambar 1. Profil gelombang laut

Keterangan: d : Jarak antara dasar laut tehadap muka air diam (kedalaman laut) a : Amplitudo gelombang H : Tinggi gelombang T : Periode gelombang C : Kecepatan rambat gelombang = L/T k : Angka gelombang (2/L) to : Frekuensi gelombang (S/T) 2.3 Mekanisme Terbentuknya Gelombang di Laut Angin yang berhembus di atas permukaan air laut akan memindahkan energinya ke air. Kecepatan angin menimbulkan tegangan pada permukaan laut, sehingga permukaan air yang semula tenang akan terganggu dan timbul riak gelombnag kecil di atas permukaan air. Apabila kecepatan angin bertambah, gelombang selalu menimbulkan sebuah ayunan air yang bergerak tanpa henti hentinya pada lapisan permukaan laut dan jarang dalam keadaan sma sekali diam. Hembusan angin sepoi sepoi dalam keadaan sama sekali diam. Hembusan angin sepoi sepoi pada cuaca yang tenang sekalipun sudah cukup untuk dapat menimbulkan riak gelombang. Sebaliknya dalam keadaan dimana terjadi badai yang besar dapat menimbulkan suatu gelombang besar yang dapat mengakibatkan suatu kerusakan hebat pada kapal atau daerah daerah pantai (Hutabarat, 2008). Gelombang sebagian ditimbulkan oleh dorongan angin di atas permukaan laut dan sebagian lagi oleh tekanan tangensial pada partikel air. Angin yang bertiup di permukaan laut mula mula menimbulkan riak gelombang (ripples). Jika kemudian angin berhenti bertiup maka riak gelombang akan hilang dan permukaan laut merata kembali. Tetapi jika angin ini bertiup lama maka riak gelombang membesar terus walaupun kemudian angin berhenti bertiup. Ombak yang sederhana dapat dilihat sebagai alun (swell) yang terjadi pada keadaan laut tenang. Jika diperhatikan, alun ini mempunyai puncak puncak (crests) dan lembah lembah (troughs). Selagi gelombang berjalan bergerak di air, jarak anatara dua titik serupa yang berurutan yakni antara satu puncak dan pucak berikutnya atau pada antara satu lembah dan lembah berikutnya dinamakan panjang gelombang (Romimohtarto,2009).

Ukuran besar kecilnya gelombang umumnya ditentukan berdasarkan tinggi gelombang. Tinggi gelombang ini bisa hanya beberapa millimeter saja tetapi juga bisa sampai puluhan meter. Apabila kita mengamati perambatan gelombang di laut, seolah olah tampak air laut itu bergerak maju beserta dengan gelombangnya. Tetapi kenyataan sebernarnya tidaklah demikian. Pada perambatan gelombang, yang bergerak maju sebenarnya adalah bentuknya saja, partikel airnya sendiri hampir tidak bergerak maju (Nontji, 2007). 2.4 Klasifikasi Gelombang Berdasarkan kedalaman relatif, yaitu perbandingan antara kedalaman air dan panjang gelombang L, (d/L), gelombang dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam dapat dilihat pada Tabel 1 yaitu : Tabel 1. Klasifikasi gelombang menurut Teori Gelombang Linier (Airy)

Pond and Pickard (1983) mengklasifikasikan gelombang berdasarkan periodenya, seperti yang disajikan pada Tabel 2 berikut ini: Tabel 2. Tabel klasifikasi gelombang berdasarkan periode Periode 0 0,2 detik 0,2 0,9 detik 0,9 15 detik Panjang Gelombang Beberapa sentimeter Mencapai 130 meter Beberapa ratus meter Jenis Gelombang Riak (riplles) Gelombang angin Gelombang besar (swell)

15 30 detik 0,5 menit 1 jam

Ribuan meter Ribuan kilometer

Long swell Gelombang dengan periode yang panjang (termasuk tsunami)

5, 12, 25 jam

Beberapa kilometer

Pasang surut

Menurut Triatmodjo (1999) gelombang di laut dalam dapat dibedakan menjadi beberapa macam tergantung pada gaya pembakitnya. Jenis-jenis gelombang tersebut adalah sebagai berikut: 1. Gelombang angin yaitu gelombang yang dibangkitkan oleh tiupan angin di permukaan laut; 2. Gelombang pasang surut yaitu gelombang yang dibangkitkan oleh gaya tarik bendabenda langit terutama matahari dan bulan terhadap bumi; 3. Gelombang tsunami yaitu gelombang yang terjadi karena letusan gunung berapi atau gempa di laut. 2.5 Metode Pengukuran Gelombang Pengukuran gelombang dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan metode konvensional/visual, seperti: menggunakan wave pole atau palem gelombang, palem gelombang berbentuk tongkat yang memiliki skala. Selain itu, gelombang dapat diukur menggunakan alat, seperti ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler) dan wave recorder.

(a)

(b)

Gambar 2. (a) Wave pole atau palem gelombang, (b) Wave Recorder

III. ALAT DAN BAHAN 1. Palem gelombang; 2. Anemometer; 3. Kompas tembak; 4. Stopwatch; 5. Tali Rafia 2 m; 6. Papan jalan; 7. Alat tulis; 8. Tabel data praktikum; 9. Jas hujan/ponco. IV. METODE PRAKTIKUM 1. Menyiapkan alat dan bahan yang di butuhkan; 2. Meletakkan palem gelombang tegak lurus di lokasi perairan yang telah ditentukan dengan menghindari adanya penghalang gelombang sampai ke palem; 3. Mengukur tinggi puncak dan lembah gelombang pada palem dan periode gelombang dengan stopwatch 4. Melakukan pengulangan pengukuran sebanyak 200 kali; 5. Mengukur kecepatan angin menggunakan anemometer setiap 15 menit sekali dalam waktu 1 jam; 6. Melihat arah angin di awal, pertengahan, dan akhir pengukuran menggunakan tali rafia yang diikatkan ke tiang dan kompas tembak; 7. Menuliskan hasil pengamatan pada tabel hasil praktikum.

V.

TUGAS PRAKTIKUM

1. Mencari nilai Tinggi Signifikan (Hs), Tinggi Maksimum (Hmax) dan Periode Signifkan (Ts), Periode Maksimum (Tmax) gelombang; 2. Mencari nilai kecepatan dan arah angin rata-rata; 3. Menentukan jenis gelombang berdasarkan klasifikasi gelombang menurut Airy dan Pond & Pickard; 4. Menyimpulkan karakteristik gelombang laut di Perairan Jepara berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan.