Anda di halaman 1dari 6

TELAAH KRITIS JURNAL UNTUK ARTIKEL TENTANG PENELITIAN A COMPARISON OF TRANSCUTANEOUS AND TOTAL SERUM BILIRUBIN IN NEWBORN HISPANIC

INFANTS AT 35 OR MORE WEEKS OF GESTATION


Karyn B. Kolman, MD, Kathleen M. Mathieson, PhD, And Carlos Frias, MD

1. Apakah latar belakang penelitian ini?

Ikterus

neonatorum

atau

hiperbilirubinemia

merupakan salah satu masalah yang umum dijumpai di perawatan neonatus, sekitar 65% bayi cukup bulan mencapai kadar bilirubin puncak pada hari kelima kehidupan. Diperlukan pemeriksaan kadar bilirubin pada neonatus untuk mencegah terjadinya komplikasi

hiperbilirubinemia. Pemeriksaan kadar bilirubin yang telah diakui adalah dengan pengukuran transcutaneous bilirubin (TcB) dan total serum bilirubin (TSB). Pengukuran transcutaneous bilirubin (TcB) pada neonatus telah diteliti secara luas pada populasi non-Hispanik, tapi akurasi kegunaannya pada populasi Hispanik belum jelas. 2. Apa tujuan penelitian ini? Ada dua tujuan dari penelitian ini, yaitu: 1. Mengevaluasi akurasi pengukuran

transcutaneous bilirubin (TcB) untuk menilai ikterus pada populasi umum neonatus Hispanik, dengan menggunakan total serum bilirubin (TSB) sebagai acuan standar 2. Menentukan kadar transcutaneous

bilirubin (TcB) yang dapat digunakan

untuk mengidentifikasi neonatus yang berisiko ikterus secara klinis, dengan batasan risiko adalah kadar total serum bilirubin (TSB) di atas persentil 95. 3. Apa desain penelitian ini? Cross sectional, desain penelitian tidak

disebutkan dalam penelitian. Namun, penelaah menyimpulkan dari penelitian yang dilakukan hanya satu kali pengamatan terhadap semua subjek penelitian. 4. Bagaimana populasi Populasi dari penelitian ini adalah semua bayi

diseleksi? (How is the yang dirawat di ruang perawatan bayi baru lahir study selected?) population Maricopa Medical Center, Phoenix, yang usia gestasinya lebih dari 35 minggu dan berat lebih dari 2267 gram, selama periode Januari sampai April 2006. Kriteria seleksi subjek pada

penelitian ini adalah yang memenuhi : 1. Bayi beretnis Hispanik 2. Bayi yang sebelumnya belum pernah diukur kadar bilirubin serum totalnya sebagai bagian dari penelitian ini 3. Terdapat perawat terlatih untuk mengecek kadar bilirubin transkutaneus dalam 30 menit yang menggambarkan kadar

bilirubin serum total. 5. Apakah pengambilan dalam dijelaskan? prosedur Ya, dari populasi semua bayi yang dirawat di sampel ruang perawatan bayi baru lahir Maricopa populasi Medical Center, diambil subjek penelitian yang (Are sesuai dengan kriteria seleksi yang telah

procedures for sampling disebutkan di atas. Data demografi dikumpulkan within this population dari catatan medik bayi. Ras/etnis Hispanik

clearly defined?)

diverifikasi dari catatan ras ibu bayi saat masuk rumah sakit dan /atau dari bahasa Spanyol

sebagai bahasa primer ibu bayi yang tertera di catatan saat masuk rumah sakit. Pengukuran kadar bilirubin serum total dengan cara mengambil darah melalui pungsi vena lalu diukur di laboratorium klinik Maricopa Medical Center menggunakan mesin Ortho VITROS 950 atau Ortho ITROS 5.1 FS Chemistry System (Ortho Clinical Diagnostics, Rochester, NY) dengan reaksi diazo yang dimodifikasi. Pengukuran dilakukan kadar dengan bilirubin transkutaneus satu alat

menggunakan

BiliCheck. Alat ini mengukur kadar bilirubin transkutaneus menggunakan cahaya tampak yang berspektrum ditransmisikan Dilakukan luas ke (380-760 kulit nm). Cahaya (dahi).

neonatus

3 kali pengukuran di dahi bayi lalu

dihitung rata-rata kadar bilirubin transkutaneus dari ketiga pengukuran tersebut. 6. Apakah telah dilakukan Tidak dilakukan pengontrolan bias seleksi pada teknik/cara untuk penelitian ini. Bias seleksi bisa terjadi pada

menghindari bias seleksi penelitian ini karena pengukuran kadar bilirubin (dalam sampel)? pengambilan pada bayi dilakukan bila ada perawat terlatih di (Were they ruang perawatan bayi baru lahir bukan diambil

chosen in a manner that secara berurutan atau acak. Di lain pihak, bayi avoids selection bias) yang dijadikan subjek hanya bayi baru lahir yang normal. Sedangkan untuk menghindari bias pengukuran maka dilakukan kalibrasi pada mesin pengukur kadar bilirubin serum total setiap hari sesuai

dengan rekomendasi pabrik, sedangkan Bilicheck di kalibrasi setiap akan melakukan pengukuran kadar bilirubin transkutaneus. HASIL PENELITIAN 7. Apa jenis analisis Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan yang SPSS versi 14.0 dengan menggunakan rumus (berupa product moment correlation Pearson, regression tabel slope () dan Bland and Altmann error plots, lalu

deskriptif diperoleh?

desksripsi/narasi, distribusi

frekuensi, ditampilkan secara naratif dan disertai tabel dan

prevalensi, dsb) (What gambar. is descriptive analysis which be obtained?) 8. Apa saja kesimpulan - Terdapat korelasi yang baik antara kadar (What bilirubin transkutaneus (TcB) dengan kadar bilirubin serum total (TSB). - Sensitivitas pemeriksaan (TcB) kadar bilirubin

penelitian ini?

are conclusions of this study?)

transkutaneus

untuk

mendeteksi

hiperbilirubinemia adalah 100%, spesifisitas pemeriksaan kadar bilirubin transkutaneus (TcB) untuk mendeteksi hiperbilirubinemia yang signifikan secara klinis adalah 66,1%, nilai duga positif / positive predictive value dan nilai duga negatif / negative predictive value pemeriksaan kadar bilirubin

transkutaneus (TcB) 16,4%, dan 100%, sehingga TcB merupakan alat skrining yang bermanfaat untuk mengevaluasi ikterus yang signifikan secara klinis. 9. Validity Validitas Pengontrolan Perancu Pada penelitian ini tidak dilakukan pengontrolan

terhadap bias seleksi. Validitas Informasi Pada penelitian ini dilakukan pengontrolan komponen pengukuran variabel penelitian, yaitu alat ukur bilirubin serum total (TSB) dan alat ukur bilirubin transkutaneus (TcB). Validitas Analisis Penelitian ini mempunyai validitas analisis yang cukup baik 10. Importancy Kriteria importancy digunakan dalam untuk mengetahui apakah hasil penelitian tersebut memberikan informasi diagnostik ataupun

terapetik yang substansial. Dari penelitian ini dapat diambil informasi bahwa terdapat korelasi antara kadar bilirubin

transkutaneus (TcB) dengan kadar bilirubin serum total (TSB) dengan sensitivitas 100% dan spesifisitas 66,1%, sehingga dapat dilakukan pengukuran kadar bilirubin transkutaneus yang noninvasif sebagai skrining awal diagnosis hiperbilirubinemia untuk mencegah terjadinya komplikasi dari hiperbilirubinemia. 11. Applicability Penelitian perbandingan kadar bilirubin

transkutaneus dengan kadar bilirubin serum total seperti ini dapat dilakukan dimana saja. Namun, hasilnya belum dapat digeneralisasikan untuk semua bayi karena perbedaan kondisi bayi.

PICO POPULATION Semua bayi yang dirawat di ruang perawatan bayi baru lahir Maricopa Medical Center, Phoenix, yang usia gestasinya lebih dari 35 minggu dan berat lebih dari 2267 gram, selama periode Januari sampai April 2006.

INTERVENTION COMPARISON OUTCOME Perbandingan bilirubin transkutaneus dan bilirubin serum total. Terdapat korelasi yang baik antara kadar bilirubin transkutaneus (TcB) dengan kadar bilirubin serum total (TSB) sehingga TcB merupakan alat skrining yang bermanfaat untuk

mengevaluasi ikterus yang signifikan secara klinis.