Anda di halaman 1dari 11

PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO KECAMATAN KENDIT

KEPALA DESA KELATAKAN

KELOMPOK USAHA BUDIDAYA IKAN KERAPU MINA SEJAHTERA KECAMATAN KENDIT KABUPATEN SITUBONDO Situbondo, November 2013 Kepada, Yth: Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Situbondo Nomor Lampiran Sumber Perihal : 22/BH-XII/2013 : 1 (satu) bundel : Permohonan Bantuan Dana Budidaya Ikan Kerapu

Dengan Hormat Bersama ini kami sampaikan kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan c/q Direktur Usaha Budidaya, Proposal Permohonan Bantuan Dana Budidaya Ikan Kerapu kelompok Mina Sejahtera Desa Kelatakan Kec. Panarukan Kab. Situbondo. Perlu kami sampaikan kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan c/q Direktur Usaha Budidaya bahwa kelompok MINA SEJAHTERA Desa Kelatakan Kec. Panarukan Kab. Situbondo saat ini membutuhkan modal usaha untuk peningkatan produksinya. Dengan demikian usaha yang selama ini telah berjalan akan bertambah baik dan dapat menambah jumlah anggotanya. Untuk itu kami sangat membutuhkan bantuan tersebut, karena modal awal yang kami miliki masih sangat terbatas. Demikian permohonan ini kami buat sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, dan atas perhatian serta terkabulnya permohonan ini kami ucapkan terima kasih.

Kelompok Usaha Budidaya ikan Kerapu MINA SEJAHTERA Sekertaris Ketua,

Subhan

P. Suyadi

Kepala Desa Kelatakan,

Mengetahui Camat Kendit

Yoyok Hermanto

Drs. Supariyadi. Msi NIP. 19600515

PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO KECAMATAN KENDIT

KEPALA DESA KELATAKAN

SUSUNAN PENGURUS KELOMPOK USAHA BUDIDAYA IKAN KERAPU MINA SEJAHTERA

Pelindung Ketua Sekertaris Bendahara

: KEPALA DESA KELATAKAN : SUYADI : SUBHAN : PRAYITNO

Anggota : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. MISYONO SUALIS MUSE FENDI ACH. MUHFID HERWIN HALILI MUHTADI YANTO DIDI

Ditetapkan di Pada Tanggal

: Situbondo : November 2013

Kepala Desa Kelatakan

Mengetahui Camat Kendit

Yoyok Hermanto

Drs. Supariyadi. Msi NIP. 19600515

PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO KECAMATAN KENDIT

KEPALA DESA KELATAKAN

LEMBARAN PENGESAHAN Judul Usulan Kegiatan : Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Bidang Perikanan Kerapu Jumlah Usulan Anggaran : Rp. 272.000.000.00-, ( Dua Ratus Tujuh Puluh Dua Juta Rupiah ).

Contact Person yang ditunjuk

Kelompok Nama Jabatan Alamat HandPhone

: MINA SEJAHTERA : SUYADI : KETUA : Dusun Pao Gadung, Desa Kelatakan Kec. Panaruka Kab. Situbondo : 085204019992

Disampaikan oleh : Kelompok Mina Sejahtera . situbondo, November 2013 Ketua Kelompok MINA SEJATERA

Kepala Desa Klatakan

YOYOK HERMANTO Mengetahui Camat Kendit

P. S U Y A D I

Drs. Supariyadi. Msi NIP. 19600515

BAB I LATAR BELAKANG

1.1 DESKRIPSI PROGRAM 1.1.1 Gambaran Umum Wilayah Sebagai negara kepulauan (juga dikenal sebagai negara maritim), Indonesia memiliki perairan yang sangat luas, dimana 75% dari luas negara Indonesia berupa perairan laut dengan panjang pantai mencapai 81.000 Km, dan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) seluas 5.800.000 Km2. Dengan demikian jika dibandingkan dengan negara-negara lain, maka luas perairan Indonesia merupakan terbesar kedua setelah Amerika Serikat. Dengan luas perairan tersebut, menurut data Ditjen Perikanan, potensi lestari produksi perikanan Indonesia mencapai 6,7 juta ton ikan per tahun. Namun produksi perikanan secara nasional realisasinya rata-rata sebesar 45% saja, atau sekitar 3 juta ton per tahun. Rendahnya produksi ini pada akhirnya menyebabkan kontribusi sub-sektor perikanan pada perolehan devisa ekspor nasional juga menjadi relatif rendah, yaitu sekitar 7,6%. Oleh sebab itu harus ada upaya-upaya untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya perairan Nusantara, yang berorientasi ekonomi untuk meningkatkan devisa negara, disamping untuk memenuhi peningkatan kebutuhan gizi masyarakat pada umumnya. Upaya-upaya itu antara lain melalui pengembangan agribisnis perikanan dan membangun industri perikanan yang berdampak luas terhadap pengembangan ekonomi di daerah sekitarnya. Upaya memanfaatkan sumber daya perikanan Nusantara secara optimal ternyata masih menghadapi berbagai kendala, seperti masalah pendanaan (permodalan); teknologi penangkapan; budidaya (teknologi dan keterampilan); teknologi pengolahan; serta penyediaan armada kapal penangkapan ikan. Masalah lain yang diidentifikasi menghambat laju pertumbuhan produksi perikanan nasional adalah, masalah perizinan yang kurang efisien, pembudidayaan yang kurang digalakkan, dan sebagainya. Untuk menggalakkkan upaya pemanfaatan sumberdaya perikanan di Kab. Situbondokhususnya di Kecamatan Panarukandimana secara geografis terletak di daerah utara pesisir selat Madura sangat berpotensi sebagai salah satu tempat untuk budidaya ikan terutama budi daya ikan kerapu dengan media Keramba Apung. Tempat strategis tersebut berada di Dusun Gundil DesaKlatakanKec. Panarukan.Idealnya karena selain banyaknya terumbu karang yang memanjang dari pasir putih hingga dermaga baru panarukan juga di dukung oleh air lautnya yang jernih. Sehingga sangat cocok untuk pengembang biakan dan pembudidayaan ikan Kerapu. 1.1.2 Ide Program Desa Kelatakan sebagai suatu Desa yang teletak di pinggir pantai, sebagian besar penduduknya adalah nelayan. Namun belakangan ini pendapatan dari penangkapan ikan dilaut lepas semakin hari semakin berkurang, hal ini terjadi karena selain populasi ikan yang semakin berkurang juga peralatan yang di gunakan para nelayan jauh dari memadai, baik tehnologi, perkapalan maupun peralatan tangkap lainnya. Berangkat dari keadaan tersebut maka tercetuslah usaha untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat sekitar dengan program budi daya ikan kerapu.

1.1.3

Gagasan Program Berangkat dari beberapa persoalan dan fakta di lapangan Kelompok Mina Sejahtera hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat dengan mengusahakan suatu program pembinaan untuk masyarakat di sekitar Desa Klatakan, Kecamatan Panarukan , Kabupaten situbondo melalui usaha budidaya ikan Kerapu. Program budidaya ikan Kerapuini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja baru dan meningkatkan taraf hidup masyarakat serta mendukung peningkatan gizi masyarakat pada umumnya.

1.2 TUJUAN PROGRAM Tujuan dari program ini adalah untuk memberdayakan masyarakat di Desa Kelatakan, Kecamatan Panarukan melalui program pembinaan dan usaha budidaya ikan Kerapu. 1.3 MANFAAT PROGRAM Program ini ditekankan untuk dapat memberdayakan para nelayan yang tangkapannya semakin hari semakin berkurang, sekaligus untukmeningkatkan pendapatan masyarakat dan untuk mencukupi kebutuhan gizi masyarakat. BAB II RENCANA USAHA YANG DIUSULKAN 2.1. BIDANG USAHA Bidang usaha yang akan dilakukan oleh kelompok budidaya Ikan Kerapu Mina Sejahtera adalah Budidaya ikan Kerapu dengan media keramba apung yang meliputi : Pengadaan tempat, bibit ikan, pakan, mesin pembuatan pakan dan obat-obatan. Ikan yang akan di budidayakan berupa ikan Kerapu jenis Kerapu Cantang, Kerapu Macan dan Kerapu Cantik. 2.2. LOKASI DAN GAMBARAN TEKNIS/KELAYAKAN USAHA 2.2.1 Lokasi Usaha. Kegiatan ini dikonsentrasikan diwilayah Desa Klatakan Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo , tepatnya di dusun Gundil yang dikelola langsung oleh para Nelayan serta oleh warga kurang mampu lainnya yang tergabung dalam Kelompok Mina Sejahtera. Lokasi yang adapada saat ini dari segi keamanan sudah terjamin karena lokasi dekat dengan perkampungan di pinggir pantai. Tidak adanya pabrik penghasil limbah yang mencemari lingkungan, juga lokasi sangat memungkin untuk pembuatan keramba karena lokasi terlindung dari terjangan ombak sebab lokasi di kelilingi oleh terumbu karang yang menonjol ke permukaan laut. Selain itu lokasi usaha juga sangat dekat dengan jalur transportasi darat. 2.2.2 Penyiapan dan Pematangan Lahan. Saat ini media Keramba apung yang kami kelola masih mempunyai 7( Tujuh )petak dengan ukuran 4x4meter dengan daya tampung 300 bibit kerapu perpetaknya. Dari 7 ( tujuh ) petak tersebut yang terisi bibit untuk pembesaran hanya 4 ( empat ) petak. Ketidak maksimalan pembudi dayaan tersebut terjadi karena kurangnya modal untuk pembelian bibit, jaring dan perbaikan tempat. Untuk langkah selanjutnya kami berencana untuk menambah lahan keramba apung sebanyak 20 ( dua puluh ) petak lagi. Dengan rincian : Keramba yang telah tersedia sebanyak 7 ( Tujuh ). Petak ditambah 20 ( Dua Puluh ). Petak yang direncanakan = 27 ( Dua Puluh Tujuh ). Petak, yang akan kami bagi menjadi 3 ( Tiga ) bagian.

1. 2. 3.

Sembilan ( 9 ). Petak untuk budi daya jenis ikan kerapu Macan Sembilan ( 9 ). Petak untuk budi daya jenis ikan kerapu Cantang Sembilan ( 9 ). Petak untuk budi daya jenis ikan kerapu Cantik Jadi total yang kami butuhkan untuk penyediaan lahan kermba apung sejumlah 27 petak lengkap dengan jaring tandon dan peralatan lainnya. 2.2.3 Penggadaan bibit ikan kerapu. Pengadaanbibit ikanKerapu sangat mudah diperoleh di wilayah Kecamatan Panarukan maupun daerah-daerah sekitarnya. Sebab di daerah kami sudah ada tempat untuk penankar anbenih ikan Kerapu

2.2.4

Pemberian Pakan. Pakan merupakan factor penting dalam menentukan untung atau tidaknya usaha budidaya ikan. Pakan untuk budi daya ikan Kerapu biasanya terdiri dari satu jenis pakan utama yaitu berupa ikan kecil yang di giling. Biasanya ikan kecil tersebut berupa ikan yang sudah berbentuk limbah yangtidak layak untuk di konsumsi oleh masyarakat. Jadwal pemberian pakan dilakukan dua ( 2 ).kali sehari yaitu pagi dan sore hari.

2.2.5

Manajemen kesehatan Faktor kesehatan ikan jugasangat penting,karena berhubungan dengan kelangsungan hidup serta keberhasilan produksi ikan Kerapu. Adapun cara memelihara kesehatan ikan adalah sebagai berikut :

1. 2. 3.

Pemberian obat-obatan yang disesuaikan dengan kondisi ikan Pencucian ikan dengan air tawar rutin dilakukan setiap minggu sekali, ini dalkukan agar supaya kutukutu yang menimpel pada ikan bisa mati. Penggantian jaring penampung ikan. Ini dimaksudkan untuk menjaga agar jaring tidak gampang rusak oleh tiram, juga untuk membersihkan jaring dari lumut laut yang menimpel. Sehingga tidak mengganggu pertumbuhan ikan

BAB. III STRATEGI PEMASARAN 3.1. PEMASARAN Agar mampu bersaing dengan pasar yang sudah ada, maka dilakukan bentuk-bentuk strategi pemasaran sebagai berikut : 3.1.1. Menghasilkan produk berkualitas eksport 3.1.2 Sehubungan dengan pemasaran ikan kerapu yang kebanyakan untuk di eksport keluar negri maka Harga ditetapkan berdasarkan dengan kilioan, penetapan harga disesuaikan dengan harga pemasaran tingkat international. 3.1.3 Memposisikan budaya ikan kerapu sekaligus sebagai supermarket ikan, dengan standar, dimana konsumen bisa langsung melihatbudi daya dan harganya, Bila cocok bisa langsung bayar dan tidak ada proses tawar menawar seperti dipasar lokal.

3.1.4 Untuk pasar local melakukan kerjasama pemasaran secara langsung ke hotel, restoran, rumah makan dan pasar tradisional untuk ke-empat target pasar ini, dilakukan diservikasi produk dan harga. 3.1.5 Promosi lewat pembuatan leaflet dan brosur yang dikirim calon konsumen dan melalui media elektronik, imail dsb.

3.1.6 Kedepan akan mengusahakan pengolahan ikan dalam bentuk lain dan produk sejenis. Dengan upaya ini salah satunya bisa di harapkan akan dapat menyerap tenaga kerja baru terutama bagi para ibu serta remaja sekitar, juga dengan adanya variasi dalam produk, maka daya beli masyarakat akan dapat bertambah . 4. 1 Dokumentasi Kelompok Nelayan Budi Daya Mina Sejahtera .

BAB IV ANGGARAN BIAYA 5.1 Biaya Produksi 4.1.1. Pembuatan lahan keramba 20 petak/ unit : - Bambu - Drum Pengambang - Papan Bengkirai - Jaring Penampung 150 btg @. Rp. 20,000 x 150 100 bh @. Rp. 200,000 x 100 150 lbr @. Rp. 120.000 x 150 10 bdl @. Rp. 3500,000 x 10 = Rp. 3000.000.00 = Rp. 20.000.000.00 = Rp. 18.000.000.00 = Rp. 35.000,000.00 = Rp. 12.000.000.00 = Rp. 1.750.000.00

- Jankar penahan arus 8 buah @. Rp. 1.500.000 x 8 - Tali plastic 4.1.2. Penyediaan bibit - Bibit ikan Kerapu Cantang @. Rp. 4000 x 2700 ekor - Bibit ikan Kerapu Cantik - Bibit ikan Kerapu Macan 4.1.3. Penyediaan Pakan - Khusus penyediaan pakan adalah sebagai berikut a. Harga pakan di pasaran rata-rata Rp. 3000/ Kg @. Rp. 4500 x 2700 ekor @. Rp. 5000 x 2700 ekor 50 Kg @ Rp. 35.000 x 50

= Rp. 10.800.000.00 = Rp. 12.150.000.00 = Rp. 13.500.000.00

b. Kebutuhan pakan tiap 1 ( Satu ) petak adalah : 10 Kg/ Hari x 27 Petak = 270 Kg/ Hari. c. Lama pemeliharaan ikan kerapu 6 ( Enam ) Bulan/180 Hari x 270 Kg = 48600 Kg.

d. Jadi total kebutuhan pakan untuk pemeliharaan = 48600 Kg x Rp. 3000,-= Rp. 145.800.000,4.1.3 Total Pembiayaan Jadi total pembiayaan yang kami ajukan sebesar = Rp. 272.000.000.00. BAB V KESIMPULAN DAN PENUTUP 6.1 Kesimpulan Program pemberdayaan Ekonomi masyarakat melalui Pengembangan Usaha Agribisnis Budidaya ikan Kerapu media keramba apung, dapat memberikan prospek yang cerah apabila ditunjang oleh : 5.1.1 5.1.2 5.1.3 5.1.4 Sarana dan prasarana yang mencukupi Peralatan yang lengkap Dukungan modal yang tangguh Dukungan program dari pemerintah/Dunia usaha

7.1 Penutup Keberhasilan suatu proses pencapaian tujuan akan tidak memiliki makna apabila tidak adanya tindak lanjut atas upaya pencapaian tersebut, oleh kerana itu kelopok Nelayan MINA SEJAHTERA melalui pemberdayaan Ekonomi masyarakat sebagai salah satu upaya peningkatan ekonomi kerakyataan. Dalam proses kearah tersebut masyarakat yang tergabung dalam kelompok Nelayan iniakan senantiasa terus melakukan pembenahan-pembenahan dengan mempertahankan yang sudah berjalan serta meningkatkan agar bisa lebih baik sesuai dengan apa yang diharapkan. Demikian prosposal ini disampaikan kepada kepala dinas kelautan dan perikanan kabupaten Situbondo untuk dijadikan bahan pertimbangan, dan atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

SitubondoNovember 2013 Kelompok budidaya MINA SEJAHTERA Ketua Sekertaris

SUYADI

SUBHAN

Mengetahui Kepala Desa Kelatakan

YOYOK HERMANTO

PROPOSAL PERMOHONAN BANTUAN DANA KELOMPOK USAHA BUDI DAYA IKAN KERAPU MINA SEJAHTERTA

Dusun Gundil RT 01 RW.02 Desa Kelatakan Kec. Kendit Kab.Situbondo. 085204019992

PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO KECAMATAN KENDIT

KEPALA DESA KELATAKAN