Anda di halaman 1dari 54

Ekuitas

Warsidi

Badan usaha perseroan

Tiga bentuk utama organisasi bisnis

Perseorangan

Persekutuan

Perseroan

Karakteristik khusus perseroan:


1. 2. 3.

Diatur oleh undang-undang perseroan Menggunakan sistem saham. Memiliki beragam bentuk kepentingan kepemilikan.

Undang-undang perseroan

Perusahaan harus mendaftarkan badan hukum dan menyerahkan anggaran dasar perseroan kepada pemerintah (departemen hokum dan HAM). Akuntansi ekuitas pemegang saham harus sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sistem saham

Saham umumnya mengandung hak:


1. 2.

Mendapatkan bagian keuntungan perseroan secara proporsional Berpartisipasi dalam manajemen (memiliki hak suara untuk memilih direksi dan dewan komisaris) Mendapatkan bagian aset perseroan dalam likuidasi Membeli saham ketika perseroan menerbitkan saham baru dalam kelas yang sama (preemptive right)

3. 4.

Beragam bentuk kepentingan kepemilikan

Saham biasa merupakan kepentingan residual dalam perseroan.


Menanggung risiko kerugian paling besar Mendapatkan manfaat paling besar dalam hal perseroan mengalami keberhasilan Tidak ada garansi dividen atau aset pada saat likuidasi

Saham preferen dibentuk melalui kontrak: pemegang saham mengorbankan hak-hak tertentunya untuk memperoleh hak atau keistimewaan lainnya, umumnya berupa preferensi dividen.

Ekuitas pemegang saham


1.

Persamaan dasar akuntansi: Aset = Liabilitas + Ekuitas Ekuitas berasal dari dua sumber utama: Modal disetor
Saham biasa Saham preferen Agio saham

2.

Saldo laba Saham treasury merupakan unsur pengurang ekuitas pemegang saham.

Penerbitan saham
Modal dasar modal ditempatkan modal disetor penuh

Masalah-masalah akuntansi:
1. 2. 3. 4. 5.

Saham bernilai pari/nominal Saham tanpa nilai nominal Saham diterbitkan secara gabungan dengan efek lain Saham diterbitkan dalam transaksi non-kas Biaya penerbitan saham

Saham bernilai nominal

Nilai nominal yang rendah membantu perusahaan menghindari liabilitas kontinjensi Akun yang dibuat perusahaan untuk merekam transaksi saham:

Saham biasa Saham preferen Agio saham

Saham tanpa nominal


Alasan diterbitkannya:

Menghindari liabilitas kontinjensi Menghindari kerancuan mencatat nilai nominal dengan nilai pasar wajar

Kelemahan utama saham tanpa nominal: negara tertentu mengenakan pajak yang tinggi atas penerbitan saham tanpa nominal. Di samping itu, di beberapa negara total harga penerbitan saham tanpa nominal bisa saja dianggap sebagai modal yuridis, yang akan mengurangi fleksibilitas dalam membayar dividen.

Ilustrasi
Video Electronics Corporation didirikan dengan 10.000 lembar saham biasa tanpa nominal sebagai modal dasar. Jika Video Electronics menempatkan 500 lembar dengan harga penerbitan 10 per lembar dan telah disetor tunai oleh pemegang saham, bagaimanakah jurnal untuk merekam transaksi tersebut?

Kas Modal Saham Biasa

5.000 5.000

Ilustrasi
Negara tertentu mengharuskan saham tanpa nominal memiliki nilai yang dinyatakan (stated value). Jika perusahaan menerbitkan 1.000 saham dengan nilai dinyatakan 5 seharga 15 per lembar secara tunai, bagaimanakah jurnal untuk merekam transaksi tersebut?

Kas Modal SahamBiasa Agio SahamBiasa

15.000 5.000 10.000

Saham diterbitkan dengan efek lain


Dua metode alokasi hasilnya

Metode proporsional Metode incremental

Latihan metode proporsional


PT Respati menerbitkan 30.000 lembar saham biasa bernilai nominal Rp 10.000 dan 10.000 lembar saham preferen bernilai nominal Rp 50.000 secara paket (lump sum) dengan total harga penerbitan Rp 13.500.000.000. Pada tanggal penerbitan, nilai pasar saham biasa Rp 20.000 per lembar, sedangkan nilai pasar saham preferen Rp 90.000 per lembar. PT Respati menggunakan metode alokasi proporsional. Berapakah jumlah yang harus dilaporkan sebagai modal saham biasa dan saham proferen di laporan posisi keuangan?
Jumlah 30.000 10.000 Nilai Pasar Total x Rp 20.000 = Rp 600.000.000 x 90.000 900.000.000 Total Nilai Pasar Rp 1.500.000.000 Biasa Rp 1.350.000.000 40% Rp 540.000.000 Preferen Rp 1.350.000.000 60% Rp 810.000.000 % 40% 60% 100%

Saham biasa Saham preferen

Allocation: Issue price Allocation % Total

Latihan metode proporsional


PT Respati menerbitkan 30.000 lembar saham biasa bernilai nominal Rp 10.000 dan 10.000 lembar saham preferen bernilai nominal Rp 50.000 secara paket (lump sum) dengan total harga penerbitan Rp 13.500.000. Pada tanggal penerbitan, nilai pasar saham biasa Rp 20.000 per lembar, sedangkan nilai pasar saham preferen Rp 90.000 per lembar. PT Respati menggunakan metode alokasi proporsional. Bagaimanakah jurnal untuk merekam penerbitan saham tersebut?
Kas Saham Preferen Agio Saham Preferen Saham Biasa Agio Saham Biasa 1.350.000.000 500.000.000 310.000.000 300.000.000 240.000.000

Latihan metode proporsional


PT Respati menerbitkan 30.000 lembar saham biasa bernilai nominal Rp 10.000 dan 10.000 lembar saham preferen bernilai nominal Rp 50.000 secara paket (lump sum) dengan total harga penerbitan Rp 13.500.000.000. Pada tanggal penerbitan, nilai pasar saham biasa Rp 20.000 per lembar, sedangkan nilai pasar saham preferen tidak diketahui. PT Respati menggunakan metode alokasi inkremental. Berapakah jumlah yang harus dilaporkan sebagai modal saham biasa dan saham proferen di laporan posisi keuangan?
Jumlah 30.000 10.000 Nilai Pasar x Rp 20.000 = Rp x Total Nilai Pasar Rp Biasa Total 600.000.000 600.000.000

Saham biasa Saham preferen

Allocation: Issue price Allocation % Total

Rp

600.000.000

Preferen Rp 1.350.000.000 Rp (600.000.000) Rp 750.000.000

Latihan metode proporsional


PT Respati menerbitkan 30.000 lembar saham biasa bernilai nominal Rp 10.000 dan 10.000 lembar saham preferen bernilai nominal Rp 50.000 secara paket (lump sum) dengan total harga penerbitan Rp 13.500.000. Pada tanggal penerbitan, nilai pasar saham biasa Rp 20.000 per lembar, sedangkan nilai pasar saham preferen Rp 90.000 per lembar. PT Respati menggunakan metode alokasi inkremental. Bagaimanakah jurnal untuk merekam penerbitan saham tersebut?
Kas Saham Preferen Agio Saham Preferen Saham Biasa Agio Saham Biasa 1.350.000.000 500.000.000 250.000.000 300.000.000 300.000.000

Saham diterbitkan dalam transaksi nonkas


Aturan umum: Perusahaan harus memperlakukan saham yang diterbitkan dalam memperoleh jasa atau aset selain kas dengan:

Nilai wajar barang atau jasa yang diterima Jika nilai wajar barang atau jasa itu, gunakan nilai wajar saham yang diterbitkan

Ilustrasi
Transaksi-transaksi berikut mengilustrasikan prosedur perlakuan penerbitan 10.000 lembar saham biasa nilai nominal Rp 1.000 par value dalam rangka perolehan paten oleh PT Marzuki Ali, dengan mengasumsikan berbagai situasi.
1.

Marzuki Ali tidak dapat menentukan nilai wajar paten, tetapi nilai wajar sahamnya diketahui Rp 14.000.000
Paten Modal Saham - Biasa Agio Saham - Biasa 14.000.000 10.000.000 4.000.000

Ilustrasi
2.

Marzuki Ali tidak dapat menentukan nilai wajar saham, tetapi nilai wajar paten diperhitungkan Rp 15.000.000
Paten Modal Saham - Biasa Agio Saham - Biasa 15.000.000 10.000.000 5.000.000

3.

Marzuki Ali tidak dapat menentukan nilai wajar saham dan nilai wajar paten. Konsultan independen menilai paten Rp 12.500.000 berdasarkan ekspektasi arus kas yang didiskonto dari paten.
Paten Modal Saham - Biasa Agio Saham - Biasa 12.500.000 10.000.000 2.500.000

Biaya-biaya terkait penerbitan saham


Biaya-biaya yang terkait langsung dengan penerbitan saham seperti:

Underwriting Jasa akuntan dan notaris Pencetakan Pajak

dikurangkan langsung dari hasil yang diperoleh dari penerbitan saham.

Pembelian kembali saham


Perseroan membeli kembali saham-sahamnya yang sedang beredar dengan tujuan untuk:

Menghemat pajak atas pembagian kelebihan kas kepada para pemegang saham Meningkatkan EPS dan ROE Menyediakan saham dalam rangka pemenuhan kontrak kompensasi kepada karyawan atau mengantisipasi potensi merger Mencegah upaya pengambilalihan serta mengurangi jumlah pemegang saham Meningkatkan nilai pasar saham

Pembelian kembali saham


Terdapat 2 metode yang bisa dipilih:

Metede biaya (lazim dipraktikkan) Metode nilai nominal/nilai dinyatakan

Saham treasury mengurangi ekuitas.

Ilustrasi
PT PandaBank menerbitkan 100.000 lembar saham biasa nilai nominal Rp 1 dengan harga penerbitan Rp 10 per lembar. Saldo laba PandaBank Rp 300.000.
Ekuitas Modal saham - biasa, nominal Rp 1, 100.000 lembar ditempatkan dan disetor penuh Agio saham - biasa Saldo laba Total ekuitas Rp 100.000 900.000 300.000 Rp 1.300.000

Ilustrasi
PT PandaBank menerbitkan 100.000 lembar saham biasa nilai nominal Rp 1 dengan harga penerbitan Rp 10 per lembar. Saldo laba PandaBank Rp 300.000.
1.

Pada tanggal 20 Januari, PandaBank membeli 10.000 lembar sahamnya sendiri dengan harga Rp 11 per lembar. Bagaimanakah PandaBank merekam pembelian kembali saham tersebut?
2 Januari 20X1 Saham Treasury Kas 110.000 110.000

Ilustrasi
Ekuitas pemegang saham PT PandaBank setelah pembelian kembali saham akan menjadi sebagai berikut.
Ekuitas Modal saham - biasa, nominal Rp 1, 100.000 lembar ditempatkan dan disetor penuh Agio saham - biasa Saldo laba Dikurangi: Saham treasury Total ekuitas

Rp 100.000 900.000 300.000 (110.000) Rp 1.190.000

Penjualan kembali saham treasury


Di atas biaya perolehan Di bawah biaya perolehan

Keduanya sama-sama meningkatkan total aset dan ekuitas.

Ilustrasi
PT PandaBank menerbitkan 100.000 lembar saham biasa nilai nominal Rp 1 dengan harga penerbitan Rp 10 per lembar. Saldo laba PandaBank Rp 300.000.
2.

Pada tanggal 10 Maret, PandaBank menjual kembali 1.000 saham treasury yang dibeli tanggal 20 Januari dengan harga Rp 15 per lembar. Bagaimanakah PandaBank merekam penjualan kembali saham treasury di atas biaya perolehannya?
10 Maret 20X1 Kas Saham Treasury Agio Saham - Treasury 15.000 11.000 4.000

Ilustrasi
PT PandaBank menerbitkan 100.000 lembar saham biasa nilai nominal Rp 1 dengan harga penerbitan Rp 10 per lembar. Saldo laba PandaBank Rp 300.000.
3.

Pada tanggal 21 Maret, PandaBank menjual lagi 1.000 saham treasury yang dibeli tanggal 20 Januari dengan harga Rp 8 per lembar. Bagaimanakah PandaBank merekam penjualan kembali saham treasury di bawah biaya perolehannya?
21 Maret 20X1 Kas Agio Saham - Treasury Saham Treasury 8.000 3.000 11.000

Ilustrasi
PT PandaBank menerbitkan 100.000 lembar saham biasa nilai nominal Rp 1 dengan harga penerbitan Rp 10 per lembar. Saldo laba PandaBank Rp 300.000.
4.

Pada tanggal 10 April, PandaBank menjual lagi 1.000 saham treasury yang dibeli tanggal 20 Januari dengan harga Rp 8 per lembar. Bagaimanakah PandaBank merekam penjualan kembali saham treasury setelah saldo agio saham treasury menjadi nol?
10 April 20X1 Kas Agio Saham - Treasury Saldo Laba Saham Treasury 8.000 1.000 2.000 11.000

Penghentian saham treasury


Keputusan penghentian saham treasury mengakibatkan:

Berakhirnya penempatan saham treasury Berkurangnya jumlah saham yang diterbitkan

Saham preferen
Preferensi terkait

Pembagian dividen Aset dalam peristiwa likuidasi Penukaran dengan saham biasa Dibeli atas opsi perseroan Tanpa hak suara

Karakteristik saham preferen


Kumulatif Partisipatif Bisa ditukarkan dengan instrumen keuangan lain (convertible) Bisa ditebus kembali oleh perseroan yang menerbitkan (redeemable) Bisa dijual kembali kepada perseroan yang menerbitkan atas opsi pemegangnya Perseroan bisa melekatkan preferensi apa pun sejauh tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

Perlakuan akuntansi untuk saham preferen pada saat penerbitannya hamper sama dengan saham biasa.

Ilustrasi
PT Budi Luhur menerbitkan 10.000 lembar saham preferen bernilai nominal Rp 10 dengan harga penerbitan Rp 12 per lembar. Bagaimanakah Budi Luhur merekam transaksi penerbitan tersebut dalam sistem akuntansinya?
Kas Modal SahamPreferen Agio SahamPreferen 120.000 100.000 20.000

Kebijakan dividen
Hanya sedikit perusahaan yang membayar dividen yang jumlahnya sama dengan saldo laba yang tersedia menurut hukum. Alasannya:

Mematuhi kesepakatan dengan para kreditor Memenuhi ketentuan undang-undang perseroan Mendanai pertumbuhan dan ekspansi Meratakan pembayaran dividen dari waktu ke waktu Mengantisipasi potensi kerugian di masa depan

Jenis dividen
1. 2. 3. 4.

Dividen tunai Dividen properti Dividen likuidasi Dividen saham

Kecuali dividen saham, pembayaran dividen akan mengurangi total ekuitas pemegang saham.

Dividen tunai

Dividen tunai yang diumumkan oleh perseroan menimbulkan liabilitas. Dividen tidak dibayarkan atas saham treasury. Tiga tanggal penting:
1. 2. 3.

Tanggal pengumuman Tanggal pencatatan pemegang saham Tanggal pembayaran

Ilustrasi
Pada tanggal 10 Juni, PT Rahayu mengumumkan dividen tunai 50 sen per lembar saham atas 1,8 juta lembar saham yang beredar. Pembayarannya akan dilaksanakan pada tanggal 16 Juli kepada seluruh pemegang saham yang tercatat per 24 Juni.
10-Jun Tanggal pengumuman Saldo Laba Utang Dividen 24-Jun Tanggal pencatatan Tidak ada jurnal 16-Jul Tanggal Pembayaran Utang Dividen Kas 900.000 900.000

900.000 900.000

Dividen properti

Dividen dibayarkan dengan aset selain kas. Aset yang akan dibagikan diukur kembali nilai wajarnya, keuntungan/kerugian yang timbul diakui.

Ilustrasi
Pada tanggal 27 Desember 2013, PT Tarumanagara mengumumkan bahwa sebagian aset investasinya akan diserahkan kepada para pemegang saham sebagai dividen properti. Aset yang akan diserahkan itu berupa investasi dalam efek (securities) yang sebelumnya diklasifikasi sebagai dimiliki untuk diperdagangkan (held-for-trading). Pada awalnya, aset tersebut dibeli dengan biaya perolehan Rp 6.250.000.000. Dividen properti itu baru akan dibagikan pada tanggal 31 Januari 2014 kepada para pemegang saham yang tercatat pada tanggal 15 Januari 2014. Pada tanggal pengumuman, efek yang akan dibagikan memiliki nilai wajar Rp 10.000.000.000. Bagaimanakah Tarumanagara memperlakukan dividen tersebut pada tanggal pengumuman dan tanggal pembagiannya?

Pada tanggal pengumuman (27 Desember 2013) Investasi Ekuitas 3.750.000.000 Keuntungan Tidak Direalisasi 3.750.000.000 Saldo Laba Utang Dividen Properti 10.000.000.000 10.000.000.000

Pada tanggal pembagian (31 Januari 2014) Utang Dividen Properti 10.000.000.000 Investasi Ekuitas 10.000.000.000

Dividen likuidasi
Dividen yang dibagikan TIDAK berdasarkan laba yang dihasilkan dan mengurangi modal disetor.

Ilustrasi
PT Tambang Minyak mengumumkan dividen kepada para pemegang saham biasa sejumlah Rp 6.000.000.000. Pengumuman dividen kas tersebut disertai catatan bahwa para pemegang saham harus memperlakukan jumlah yang Rp 4.500.000.000 sebagai pembagian laba, sedangkan sisanya sebagai pengembalian modal. Bagaimanakah Tambang Minyak memperlakukan dividen tersebut pada tanggal pengumuman dan pembayarannya?

Pada tanggal pengumuman Saldo Laba 4.500.000.000 Agio Saham Biasa 1.500.000.000 Utang Dividen 6.000.000.000

Pada tanggal pembagian Utang Dividen 6.000.000.000 Kas 6.000.000.000

IFRS v.s. US GAAP

Ketentuan IFRS terkait ekuitas pemegang saham terutama adalah IAS 1 Presentation of Financial Statements, IAS 32 Financial Instruments: Presentation, dan IAS 39 Financial Instruments: Recognition and Measurement. Perlakuan akuntansi untuk transaksitransaksi terkait ekuitas pemegang saham menurut IFRS dan US GAAP, seperti penerbitan saham, pembelian saham treasury, dan pengumuman dan pembayaran dividen, hamper

sama. Perbedaan utama terkai terminologi yang digunakan, adanya istilah baru dalam IFRS seperti surplus revaluasi, serta penyajian informasi ekuitas pemegang saham.

Fakta-fakta relevan

Banyak negara memiliki kelompok-kelompok investor yang berbeda dengan di AS. Sebagai contoh, di Jerman, lembaga keuangan seperti bank bukan hanya menjadi kreditor utama tetapi seringkali juga menjadi pemegang saham terbesar. Di AS dan Inggris, perusahaan sangat mengandalkan investasi dari investor swasta. Perlakuan akuntansi untuk penghentian saham treasury berbeda antara IFRS dengan US GAAP. Dalam US GAAP, perusahaan memiliki 3 opsi: (1) membebankan selisih lebih biaya perolehan saham treasury di atas nilai nominalnya ke saldo laba, (2) mengalokasi selisih di antara modal disetor dan saldo laba, atau (3) membebankan jumlah seluruhnya ke modal di setor. Dalam IFRS, selisih lebih tersebut mungkin harus dibebankan ke modal disetor, tergantung pada transaksi awal terkait penerbitan sahamnya. Laporan perubahan ekuitas biasanya disebut laporan ekuitas pemegang saham dalam US GAAP.

Baik IFRS maupun US GAAP menggunakan istilah retained earnings yang di Indonesia diterjemahkan menjadi saldo laba atau laba ditahan. Akan tetapi, IFRS menggunakan istilah cadangan atau reserve sebagai tempat pembuangan untuk jenis transaksi ekuitas lainnya, seperti pos-pos laba komprehensif lainnya serta berbagai tipe transaksi yang tidak lazim terkait kontrak utang konversi dan opsi saham. GAAP menggunakan akun Akumulasi Laba-Rugi Komprehensif Lain. Kita juga menggunakan akun ini, karena istilah itu juga banyak digunakan dalam literatur IFRS. Dalam IFRS, Surplus Revaluasi sering digunakan terkait peningkatan atau penurunan pos-pos seperti aset tetap; sumberdaya mineral; dan aset tak berwujud. Istilah surplus umumnya tidak digunakan dalam US GAAP. Selain itu, untung yang tidak direalisasi atas pos-pos tersebut tidak dilaprkan di laporan keuangan dalam US GAAP.

Latihan
PT Farma Higiena adalah perseroan terbuka yang efek-efeknya tidak terlalu aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Farma Higiena menerbitkan 10.000 unit paket efek. Masing-masing unit paket efek terdiri dari satu obligasi subordinasi dengan nilai jatuh tempo Rp 1.000.000, bunga 12%, serta 10 saham biasa dengan nilai nominal Rp 10.000. Pihak bank investasi menahan 400 unit paket efek sebagai imbalan penjaminan emisi (underwriting fee). Sejumlah 9.600 unit paket efek lainnya dijual kepada para investor secara tunai dengan harga Rp 1.700.000 per unit. Sebelum penjualan tersebut, harga permntaan (ask price) di bursa untuk saham biasa Farma Higiena selama dua minggu berturut-turut adalah Rp 80.000 per lembar. Dua belas persen dianggap sebagai suku bunga pasar (market yield) yang rasional untuk komponen obligasi subordinasi di dalam paket, sehingga nilai jatuh tempo obligasi itu sama dengan nilai wajarnya. Instruksi:
1.

Buatlah jurnal untuk merekam transaksi penerbitan paket efek Farma Higiena, jika:
a) b)

Farma Higiena menggunakan metode incremental. Farma Higiena menggunakan metode proporsional, dengan asumsi kuotasi harga yang terjadi belum lama ini atas saham biasa merefleksikan nilai wajar.

2.

Secara singkat, jelaskan metode yang menurut pendapat Anda paling baik.

Latihan
1. Buatlah jurnal untuk merekam transaksi penerbitan paket efek Farma Higiena, jika: a) Farma Higiena menggunakan metode incremental.
Paket efek: Imbalan penjaminan emisi: Dijual kepada investor: Harga paket: Hasil penerbitan 10.000 (400) 9.600 Rp 1.700.000 Rp 16.320.000.000 unit unit unit /unit (kas)

Paket efek Obligasi: Nilai nominal Jumlah diterbitkan Jumlah nominal Biaya penerbitan obligasi: Komponen obligasi:

Rp1.000.000 =nilai wajar 10.000 Rp 10.000.000.000 (400.000.000) [400 Rp 1 juta] Rp 9.600.000.000 (utang obligasi)

Obligasi diakui sebesar nilai wajar dikurangi biaya penerbitannya. Meskipun demikian, pembayaran bunga dan jumlah yang harus dibayar tetap didasarkan pada nilai jatuh tempo.

Latihan
1. Buatlah jurnal untuk merekam transaksi penerbitan paket efek Farma Higiena, jika: a) Farma Higiena menggunakan metode incremental.
Saham biasa: Disajikan ke nominal saham biasa Jumlah saham biasa Nilai nominal Jumlah nominal Agio saham Rp 6.720.000.000 10 Rp10.000 Rp 1.000.000.000 Rp 5.720.000.000

Kas Utang Obligasi Modal Saham - Biasa Agio Saham - Biasa

16.320.000.000 9.600.000.000 1.000.000.000 5.720.000.000

Latihan
1. Buatlah jurnal untuk merekam transaksi penerbitan paket efek Farma Higiena, jika: b) Farma Higiena menggunakan metode proporsional, dengan asumsi kuotasi harga di bursa yang terjadi belum lama ini atas saham biasa merefleksikan nilai wajar.
Alokasi berdasarkan nilai wajar relatif Obligasi Rp1.000.000 5/9 Rp 16.320.000.000 = Rp 9.066.666.667 Saham 800.000 4/9 Rp 16.320.000.000 = Rp 7.253.333.333 Rp 1.800.000 Rp 16.320.000.000

Kas Utang Obligasi Modal Saham - Biasa Agio Saham - Biasa

16.320.000.000 9.066.666.667 1.000.000.000 6.253.333.333

Latihan
Saham PT Waluya Sajati yang beredar per 31 Desember 2012 terdiri dari 10.000 lembar saham preferen dengan nilai nominal Rp 100 par value, tarif dividen 6%, serta 50.000 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp 10. Saham preferen memiliki fitur dapat ditukarkan (convertible) dengan tujuh lembar saham biasa yang bernilai nominal Rp 10. Sejumlah 3.000 lembar telah ditukarkan oleh pemegangnya. Saham preferen tersebut pada awalnya diterbitkan dengan harga penerbitan yang sama dengan nilai nominalnya. Bagaimanakah jurnal untuk mengakui konversi tersebut?
Jurnal konversi: Saham Preferen Saham Biasa Agio Saham Biasa

30.000.000 21.000.000 9.000.000

Latihan
Saham PT Waluya Sajati yang beredar per 31 Desember 2012 terdiri dari 10.000 lembar saham preferen dengan nilai nominal Rp 10.000 per lembar, tarif dividen 6%, serta 50.000 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp 1.000. Saham preferen memiliki fitur kumulatif. Dividennya terakhir dibayarkan pada tanggal 31 Desember 2009. Berapakah jumlah tunggakan dividen sampai dengan tanggal 31 Desember 2012? Bagaimanakah tunggakan dividen tersebut seharusnya dilaporkan? Tunggakan dividen: Rp 100.000.000 6% 3 = Rp 18.000.000 Dividen kumulatif diungkapkan dalam catatan atas ekuitas yang tersaji dalam laporan posisi keuangan; dividen kumulatif tidak boleh dilaporkan sebagai liabilitas.

Latihan
Informasi berikut diperoleh dari akun-akun buku besar PT Sampurna.
Total laba sejak perseroan didirikan Total pembayaran dividen tunai Total nilai dividen saham Keuntungan dari transaksi saham treasury Akumulasi laba komprehensif lain Rp 1.435.000.000 300.000.000 200.000.000 90.000.000 160.000.000

Berapakah saldo laba (retained earnings) yang seharusnya dilaporkan oleh Sampurna? A. B. C. D. Rp 935.000.000. Rp 1.025.000.000. Rp 1.135.000.000. Rp 1.185.000.000.

Latihan
Dalam dua tahun terakhir, data ekuitas PT Fransisca Bersaudara sebagaimana tersaji dalam laporan posisi keuangan per 31 Desember adalah sebagai berikut (semua angka dikalikan 1.000).
Agio sahambiasa Saham biasa Saldo laba Saham treasury Total ekuitas Jumlah modal ditempatkansaham biasa (lembar) Jumlah modal dasarsaham biasa (lembar) Jumlah saham treasury (lembar) 2013 Rp 4.455.000 2.725.000 35.835.000 7.140.000 Rp 50.155.000 218.000 500.000 34.000 2012 Rp 4.085.000 2.700.000 26.130.000 4.590.000 Rp 37.505.000 216.000 500.000 27.000

Instruksi: 1. Berapakah nilai nominal saham biasa tersebut? 2. Berapakah harga/biaya per lembar saham treasury per 31 Desember 2013 dan 2012?

Warsidi, S.E., M.Si., Ak.


Universitas Jenderal Soedirman warsidi@Hotmail.com www.warsidi.com 087837365015

Anda mungkin juga menyukai