Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN KASUS

ANASTESI SPINAL PADA OPERASI OPEN REDUCTION INTERNAL FIXATION (ORIF) FRAKTUR FEMUR
Disusun untuk Memenuhi Syarat Mengikuti Program Pendidikan Profesi Dokter di RSUD Tidar Kota Magelang

Diajukan Kepada : dr. Avian, Sp.An Disusun Oleh SMF BA !AN !LMU AN"S#"S! RSUD #!DAR KO#A MA "LAN FAKUL#AS K"DOK#"RAN DAN !LMU K"S"$A#AN UN!%"RS!#AS MU$AMMAD!&A$ &O &AKAR#A '()*

$ALAMAN P"N "SA$AN Disusun untuk Mengikuti Ujian Stase Ilmu Anastesi di RSUD Tidar Kota Magelang

Disusun Oleh: Ir ansyah !""#$"%&$"&"' Telah di(resentasikan (ada tanggal dan telah disetujui oleh : Pem)im)ing Klinik* Desem)er !"&%

dr$ +udi A,iantoro* S($An

BA !AN !LMU AN"S#"S! FAKUL#AS K"DOK#"RAN DAN !LMU K"S"$A#AN UN!%"RS!#AS MU$AMMAD!&A$ &O &AKAR#A

LAPORAN KASUS !LMU AN"S#"S!


!. !D"N#!#AS PAS!"N -ama Umur /enis Kelamin Pekerjaan Agama Alamat Tanggal o(erasi Diagnosis Masuk !!. ANAMN"S!S a$ Keluhan Utama Post K00* nyeri tungkai kanan )a ah )$ Ri ayat (enyakit sekarang Pasien datang* (ost K00 tunggal dengan keluhan nyeri (ada tungkai )a ah kanan serta )erdarah* )engkak* dan tam(ak kemerahan di area terkena$ Selain itu (asien juga mengeluh nyeri ke(ala kanan dan (andangan ka)ur$ Tam(ak adanya luka le6et (ada ke(ala sisi kanan dan (ada tungkai kanan atas$ Tidak ada mual muntah* nyeri ke(ala tidak )ertam)ah* dan tidak ada (enurunan kesadaran saat ke6elakaan$ 6$ Ri ayat (enyakit dahulu 1 1 1 1 +elum (ernah mengalami keluhan yang sama se)elumnya Ri ayat hi(ertensi 718 Ri ayat dia)etes mellitus 718 Ri ayat (enyakit jantung 718 : Tn$ Das adi : ." Tahun : 0aki1laki : Pensiun Pega ai -egeri Si(il : Islam : kali)ogor RT '2R3 & Tem(uran Magelang : % Desem)er !"&% : 4raktur 4emur de5tra &2% medial

1 1

Ri ayat alergi o)at 718 Ri aayat o(erasi se)elumnya 718

d$ Ri ayat (enyakit keluarga Tidak ada anggota keluarga dengan keluhan yang sama$ Ri ayat asma* hi(ertensi* DM* (enyakit jantung disangkal !!!. P"M"R!KSAAN F!S!K Keadaan Umun : 9uku( Kesadaran =ital Sign : 9om(os mentis -adi Suhu RR ++ Ke(ala 3ajah Mata @idung 0eher Thorak 9or Pulmo A)domen ;kstremitas : ." kg : -ormo6he(al* ,ulnus laserasi tem(oral kanan dan (eli(is : (u6at 718 : 9onjungti,a Anemis 121* Sklera ikterik 121 (u(il isokor A ! mm* reflek 6ahaya langsung 7B2B8 : Sekret 121* -afas 9u(ing @idung 121 : 0imfonodi tak tera)a* /=P tidak meningkat : Simetris* Retraksi 121* Ketinggalan gerak 121 : S&S! reguler* +ising jantung 718 : Suara dasar ,esikuler 7B2B8* ron6hi 71218* heeCing 71218 : +ising usus normal* su(el* tim(ani* nyeri tekan 718* :Akral @angat* 9RT D ! detik* edema tungkai 7B218* ,arises 71218* regio femur de5tra tam(ak eritema dan oedema* turgor kulit )aik$ : '< 52menit : %?*." 9 : &#52menit :9S : ;< => M? : Tekanan Darah : &%"2#" mm@g

!%. P"M"R!KSAAN P"NUN+AN &8 Darah Rutin 1 1 1 1 1 1 1 1 3+9 : &<*? R+9 @9T : <*> : %.*' @:+ : &%*< M9= : #<*? M9@ : !'*' M9@9: %>*< P0T : !>% -: <*#1&"$# -: <*!1>*< -: &!1&? -: %.1<. -: .'1'' -: !.1%& -: %%1%. -:&>"1<>"

!8 :ula Darah Se aktu : &&% mg2d0 %8 4ungsi :injal Ureum 9reatinin <8 4ungsi @ati S:OT S:PT @)sAg >8 Ro Thora5 1 Kesan : 9ord an Pulmo d)n 4r$ 4emur De5tra &2% Medial %. D!A NOS!S a$ Diagnosis Preo(eratif : 4raktur 4emur De5tra &2% Medial )$ Status o(eratif 1Teknik Morfin 1ASA : & 7Pasien tidak memiliki kelainan organik mau(un sistemik selain (enyakit yang akan dio(erasi8 : : s(inal anastesiE o)at induksi: )u(i,a6aine 7De6ain S(inal8* : !. U20 : &? U2l : -egatif : !'$% mg2dl : "*#" mg2dl

6$ =ital Sign Suhu

: : %?*. "9 RR : &#52menit

Tekanan Darah : &%"2." mm@g -adi: '< 52menit

%!. #!NDAKAN AN"S#"S! a$ Keadaan Pre O(eratif: Pasien menjalani (rogram (uasa ? jam se)elum o(erasi dimulai$ Ketika sudah ada di ruang o(erasi dilakukan (enggukuran ,ital sign dan dida(atkan hasil TD &%"2."* nadi '<5 2 menit* dan dida(atkan SPO! F '.G )$ /enis Anestesi: S(inal anastesi* s(ontan res(irasi dengan O! untuk maintenan6e 6$ Anestesi yang di)erikan: Induksi anestesi 7 jam &"$<> 8 Untuk induksi digunakan )u(i,a6aine > mg 7De6ain S(inal8 di6am(ur dengan Morfin se)agai analgesik narkotik$ Teknik analgesia s(inal yang dilakukan : &$ Se)elum dilakukan induksi terle)ih dahulu dilakukan loading 6airan dengan menggunakan R0 se)anyak &""" 66$ Setelah tensimeter ter(asang dan dimonitor (asien di(osisikan duduk di meja o(erasi$ Pasien diminta menegakkan )adannya dan menunduk maksimal agar (rosesus s(inosus mudah tera)a$ !$ Tem(at tusukan disterilkan dengan sem(rotan )etadine %$ Setelah itu menentukan tem(at yang akan dilakukan (enusukan kemudian menyuntikkan jarum lum)al no$!>* (ada )idang median dengan arah &"1%" derajat terhada( )idang horiContal kearah 6ranial (ada ruang antar ,erte)ra lum)alis yang sudah di(ilih$ /arum lum)al menem)us )erturut1turut )e)era(a ligamen* yang terakhir ditem)us adalah duramater1su)ara6hnoid$

<$ Setelah itu stylet jarum s(inal di6a)ut dan setelah 6airan likuor sere)ros(inalis sudah menetes keluar* 6am(uran de6ain s(inal1morfina dimasukkan menggunakan s(uit yang di(asang (ada jarum s(inal* s(uit dias(irasi untuk memastikan 09S telah keluar kemudian o)at anastesi disuntikkan se6ara (erlahan1lahan$ Setelah o)at anastesi masuk* jarum s(unal di6a)ut kemudian (asien di)aringkan$ >$ Pasien sia( dio(erasi )ila telah merasa kakinya )erat dan tidak )isa digerakkan$ H Main,enan-e Selama tindakan anestesi )erlangsung* tekanan darah dan nadi senantiasa dikontrol setia( &> menit$ Kami melakukan (engontrolan (ada nadi dan saturasi )erkisar antara '? I &%> 52mnt J '. I &""G* tekanan darah )erkisar antara &<>1&&"2 '"1.>$ Infus R0 J @;S di)erikan (ada (enderita se)agai 6airan rumatan$ Di)erika inhalasi O! agar (asien merasa nyaman$ Dilakukan (em)erian o)at1o)at maintena6e selama o(erasi yaitu Piralen 7antiemetik8* Ketesse2de5keto(rofen !>mg 7analgesik8 dan Seda6um2 midaColam 7sedasi8$ Keadaan P.s, Operasi O(erasi selesai dalam aktu %> menit 7jam '$>"8$ Pasien dalam keadaan sta)il saat o(erasi selesai$ TD &%"2#>* nadi &">52menit* SPO! F &""$ 9atatan anestesi selama (roses (em)edahan Parameter yang di(antau S(O! > &"" Mulai induksi De6ain S(inal* R0 morfina " '. Mulai o(erasi Seda6um* ketesse* granon Keterangan O)at 6airan

&> %" &&$<> &%> &!$"" &&' &!$&> &&? &!$%"

'' &"" '# &"" '' O(erasi Selesai

@;S

R0

Re-.ver/ : Pasien di(indahkan ke ruang re6o,ery dan dio)ser,asi Aldrette s6ore1nya$ +ila (asien tenang dan Aldrette S6ore K # tan(a nilai "* (asien da(at di(indahkan ke )angsal$ Pada kasus ini Aldrette S6ore (asien F # dengan (erin6ian : &$ Pernafasan +ernafas dalam dan teratur )ernilai ! !$ Kesadaran Kesadaran )ernilai ! yaitu (asien sadar (enuh dan orientasi )aik %$ Sirkulasi Sirkulasi )ernilai ! )erarti tekanan darah L !" G dari tekanan darah (re anestesi <$ Motorik Akti,itas )ernilai & yaitu ektremitas atas da(at digerakkan dengan )e)as$ >$ 3arna Kulit 3arna kulit 6erah )ernilai ! HPr.0ra1 p.s, .perasi: Setelah (asien (ulih dengan Aldrette S6ore K #* (asien di(indahkan ke )angsal instruksi lanjutan di )angsal: &$ A asi =ital Sign* kesadaran* (erdarahan !$ I=4D R0 !" tts2menit %$ Posisi tiduran dengan )antal selama !< jam <$ Kaki da(at digerakkan minum )ertaha(

>$ Pem)erian analgesik : Ketorola6 ?$ Pem)erian antiemetik: ,ometraC .$ Tera(i lain sesuai dokter )edah P"MBA$ASAN SP!NAL AN"S#"S! A. Pen0er,ian N/eri -yeri didefinisikan se)agai suatu keadaan yang mem(engaruhi seseorang dan ekstensinya diketahui )ila seseorang (ernah mengalaminya$ Menurut International Asso6iation for Study of Pain 7IASP8* nyeri adalah sensori su)yektif dan emosional yang tidak menyenangkan yang dida(at terkait dengan kerusakan jaringan a6tual mau(un (otensial* atau menggam)arkan kondisi terjadinya kerusakan$ B. Fisi.l.0i n/eri Rese(tor nyeri adalah organ tu)uh yang )erfungsi untuk menerima rangsang nyeri$ Organ tu)uh yang )er(eran se)agai rese(tor nyeri adalah ujung syaraf )e)as dalam kulit yang )eres(on hanya terhada( stimulus kuat yang se6ara (otensial merusak$ Rese(tor nyeri dise)ut juga nosire6e(tor* se6ara anatomis rese(tor nyeri 7nosire6e(tor8 ada yang )ermielien dan ada juga yang tidak )ermielin dari syaraf (erifer$ +erdasarkan letaknya* nosirese(tor da(at dikelom(okkan dalam )e)era(a )agaian tu)uh yaitu (ada kulit 7Kutaneus8* somatik dalam 7dee( somati68* dan (ada daerah ,iseral* karena letaknya yang )er)eda1)eda inilah* nyeri yang tim)ul juga memiliki sensasi yang )er)eda$ -osire6e(tor kutaneus )erasal dari kulit dan su) kutan* nyeri yang )erasal dari daerah ini )iasanya mudah untuk dialokasi dan didefinisikan$ Rese(tor jaringan kulit 7kutaneus8 ter)agi dalam dua kom(onen yaitu : &$ Rese(tor A delta

Meru(akan sera)ut kom(onen 6e(at 7ke6e(atan tranmisi ?1%" m2det8 yang memungkinkan tim)ulnya nyeri tajam yang akan 6e(at hilang a(a)ila (enye)a) nyeri dihilangkan$ !$ Sera)ut 9 Meru(akan sera)ut kom(onen lam)at 7ke6e(atan tranmisi "*> m2det8 yang terda(at (ada daerah yang le)ih dalam* nyeri )iasanya )ersifat tum(ul dan sulit dilokalisasi$ Struktur rese(tor nyeri somatik dalam meli(uti rese(tor nyeri yang terda(at (ada tulang* (em)uluh darah* syaraf* otot* dan jaringan (enyangga lainnya$ Karena struktur rese(tornya kom(lek* nyeri yang tim)ul meru(akan nyeri yang tum(ul dan sulit dilokalisasi$ Rese(tor nyeri jenis ketiga adalah rese(tor ,iseral* rese(tor ini meli(uti organ1organ ,iseral se(erti jantung* hati* usus* ginjal dan se)againya$ -yeri yang tim)ul (ada rese(tor ini )iasanya tidak sensitif terhada( (emotongan organ* teta(i sangat sensitif terhada( (enekanan* iskemia dan inflamasi$ 2. Perjalanan n/eri &$ M:er)angN s(inalis Im(uls dari suatu rangsangan nyeri (ada daerah (erifer dihantarkan oleh sera)ut saraf 9 tidak )ermielin atau sera)ut saraf A )ermielin* dan tersam)ung (ertama kali (ada medulla s(inalis di su)stansia gelatinosa kornu dorsalis$ /ika rangsangan ti)a1ti)a dan se6ara tidak disadari )erjalanan melalui sam)ungan atau ger)ang yang di(erantarai oleh neurotransmitter (e(tide su)stansi P* dan )erjalanan ke atas medulla menuju ke otak* se(anjang traktus s(inotalalamikus$ Rangsangan juga da(at memulai refle5 s(inalis jenis (enarikan diri yang menim)ulkan kontraksi otot$ Maka s(asme da(at menyertai nyeri$ /ika rangsangan menyakitkan telah diketahui se)elumnya aliran rangsangan melalui ger)ang* dan refle5 (enarikan diri mungkin da(at diham)at dengan sinyal retrograde yang )ermula (ada mesensefalon atau (ada korteks sere)ri$ Rangsangan )alasan (erifer* se(erti mengusa(1usa( daerah yang terkena

juga menutu( ger)ang oleh rangsangan yang dihantarkan ke medulla s(inalis dari sera)ut A$ !$ Medula /ika im(uls nyeri )erjalan melalui ger)ang* maka rangsangan itu dihantarkan ke medulla s(inalis dan medulla o)longata$ Di medulla o)longata rangsangan se6ara reflektif memulai suatu fenomena otonom yang )erkaitan dengan nyeri melalui (usat medula* se(erti menarik nafasE(eningkatan res(irasi dan denyut jantungE ketidakteraturan denyut jantung dan muntah$ %$ Sistem (engaktifan retikular 7RAS8 Adalah jaringan difus sera)ut saraf dan sina(s yang menerima* mengu)ah* dan menyalurkan kem)ali (esan rangsangan nyeri$ @asilnya memulai* mem(erkuat dan mengham)at fenomena refle5 (enarikan diri se)agai mekanisme (erlindungan diri dan gerakan menjauhi sum)er nyeri$ Im(uls yang menye)ar dari RAS menye)akan (ele(asan analgetik alami yaitu enkefalin* endor(hin dari (usatnya yaitu korteks sere)ri* hi(otalamus dan daerah lain sistem saraf (usat serta galndula hi(ofisis$ @ormon1 hormon se(eri kortisol juga dile(askan untuk menga ali tangga(an stress meta)olik terhada( nyeri$ RAS da(at di)andingkan dengan suatu (usat informasi dengan sistem kom(uter yang rumit* yang menerima* memilah dan mengatur kem)ali (enjalaran informasi untuk )eres(on$ <$ Talamus dan korteks diam /ika im(uls nyeri sam(ai (ada sistem ini* nyeri se6ara kasar ditafsirkan (ada )agian otak ini$ Im(uls kemudian )erjalan ke korteks somatosensorikNdiamN* tem(at im(uls itu dinilai* ditentukan tem(atnya dan disim(an dalam ingatan$ >$ Sistem lim)ik Di area ini tangga(an emosi segera terhada( nyeri tim)ul$

?$ Korteks frontalis Area ini akan menafsirkan im(uls terse)ut se)agai nyeri dan se6ara sadar menga ali (emilahan emosi dan tangga(an fisik untuk mela an (enye)a)nya$ D. Spinal Anes,esi &$ Definisi Anestesi s(inal 7su)araknoid8 adalah anestesi regional dengan tindakan (enyuntikan o)at anestetik lokal ke dalam ruang su)araknoid$ Anestesi s(inal su)araknoid juga dise)ut se)agai analgesi2)lok s(inal intradural atau )lok intratekal$ @al1hal yang mem(engaruhi anestesi s(inal ialah jenis o)at* dosis o)at yang digunakan* efek ,asokonstriksi* )erat jenis o)at* (osisi tu)uh* tekanan intraa)domen* lengkung tulang )elakang* o(erasi tulang )elakang* usia (asien* o)esitas*kehamilan*dan (enye)aran o)at$ Pada (enyuntikan intratekal* yang di(engaruhi dahulu ialah saraf sim(atis dan (arasim(atis* diikuti dengan saraf untuk rasa dingin* (anas* ra)a* dan tekan dalam$ Oang mengalami )lokade terakhir yaitu sera)ut motoris* rasa getar 7,i)ratory sense8 dan (ro(riose(tif$ +lokade sim(atis ditandai dengan adanya kenaikan suhu kulit tungkai )a ah$ Setelah anestesi selesai* (emulihan terjadi dengan urutan se)aliknya* yaitu fungsi motoris yang (ertamakaliakan(ulih$ Di dalam 6airan sere)ros(inal* hidrolisis anestetik lokal )erlangsung lam)at$ Se)agian )esar anestetik lokal meninggalkan ruang su)araknoid melalui aliran darah ,ena sedangkan se)agian ke6il melalui aliran getah )ening$ 0amanya anestesi tergantung dari ke6e(atan o)at meninggalkan 6airan sere)ros(inal$ !$ Indikasi Anestesi s(inal da(at di)erikan (ada tindakan yang meli)atkan tungkai )a ah* (anggul* dan (erineum$ Anestesi ini juga digunakan (ada keadaan khusus se(erti )edah endosko(i* urologi* )edah re6tum* (er)aikan fraktur tulang (anggul* )edah o)stetri6* dan )edah anak$ Anestesi s(inal (ada )ayi dan anak ke6il dilakukan setelah )ayi ditidurkan dengan anestesi umum$

%$ Kontraindikasi Kontraindikasi mutlak meli(uti infeksi kulit (ada tem(at dilakukan (ungsi lum)al* )akteremia* hi(o,olemia )erat 7syok8* koagulo(ati* dan (eningkatan tekanan intra6ranial$ Kontraindikasi relatf meli(uti neuro(ati* (rior s(ine surgery* nyeri (unggung* (enggunaan o)at1o)atan (reo(erasi golongan AI-S* he(arin su)kutan dosis rendah* dan (asien yang tidak sta)il* serta a resistant surgeon$ Persia(an (asien (asien se)elumnya di)eri informasi tentang tindakan ini meli(uti (entingnya tindakan ini dan kom(likasi yang mungkin terjadi$ Pemeriksaan fisik dilakukan meli(uti daerah kulit tem(at (enyuntikan untuk menyingkirkan adanya kontraindikasi se(erti infeksi$ Perhatikan juga adanya s6oliosis atau kifosis$ Pemeriksaan la)oratorium yang (erlu dilakukan adalah (enilaian hematokrit$ Masa (rotrom)in 7PT8 dan masa trom)o(lastin (arsial 7PTT8 dilakukan )ila diduga terda(at gangguan (em)ekuan darah$ <$ Perlengka(an Tindakan anestesi s(inal harus di)erikan dengan (ersia(an (erlengka(an o(erasi yang lengka( untuk monitor (asien* (em)erian anestesi umum* tindakan resusitasi$ /arum s(inal dan o)at anestetik s(inal disia(kan$ /arum s(inal memiliki (ermukaan yang rata dengan stilet di dalam lumennya dan ukuran &?: sam(ai dengan %":$ o)at anestetik lokal yang digunakan adalah (rokain* tetrakain* lidokain* atau )u(i,akain$ +erat jenis o)at anestetik lokal mem(engaruhi aliran o)at dan (erluasan daerah teranestesi$ Pada anestesi s(inal jika )erat jenis o)at le)ih )esar dari )erat jenis 9SS 7hi(er)arik8* maka akan terjadi (er(indahan o)at ke dasar aki)at gra,itasi$ /ika le)ih ke6il 7hi(o)arik8* o)at akan )er(indah dari area (enyuntikan ke atas$ +ila sama 7iso)arik8* o)at akan )erada di tingkat yang sama di tem(at (enyuntikan$ Pada suhu %.o9 6airan sere)ros(inal memiliki )erat jenis$ Perlengka(an lain )eru(a kain kasa steril* (o,idon iodine* al6ohol* dan duk steril juga harus disia(kan$ /arum s(inal$ Dikenal ! ma6am jarum s(inal*

yaitu jenis yang ujungnya run6ing se(erti ujung )am)oo run6ing 7Puin6ke1 +a)6o6k atau :reene8 dan jenis yang ujungnya se(erti ujung (ensil 7 hita6re8$ Ujung (ensil )anyak digunakan karena jarang menye)a)kan nyeri ke(ala (as6a (enyuntikan s(inal$ >$ Teknik Anestesi S(inal +erikut langkah1langkah dalam melakukan anestesi s(inal* antaralain: Posisi (asien duduk atau deku)itus lateral$ Posisi duduk meru(akan (osisi termudah untuk tindakan (unksi lum)al$ Pasien duduk di te(i meja o(erasi dengan kaki (ada kursi* )ersandar ke de(an dengan tangan menyilang di de(an$ Pada (osisi deku)itus lateral (asien tidur )er)aring dengan salah satu sisi tu)uh )erada dimeja o(erasi$ Posisi (ermukaan jarum s(inal ditentukan kem)ali* yaitu di daerah antara ,erte)rat lum)alis 7interlum)al8$ 0akukan tindakan ase(sis dan antise(sis kulit daerah (unggung (asien$ 0akukan (enyuntikan jarum s(inal di tem(at (enusukan (ada )idang medial dengan sudut &"o1%"o terhada( )idang horiContal ke arah 6ranial$ /arum lum)al akan menem)us ligamentum su(ras(inosum* ligamentum inters(inosum* ligamentum fla,um* la(isan duramater* dan la(isan su)araknoid$ 9a)ut stilet lalu 6airan sere)ros(inal akan menetes keluar$ Suntikkan o)at anestetik lo6al yang telah disia(kan ke dalam ruang su)araknoid$ Kadang1kadang untuk mem(erlama kerja o)at ditam)ahkan ,asokonstriktor se(erti adrenalin$ ?$ Kom(likasi Kom(likasi yang mungkin terjadi adalah hi(otensi* nyeri saat (enyuntikan* nyeri (unggung* sakit ke(ala* retensio urine* meningitis* 6edera (em)uluh darah dan saraf* serta anestesi s(inal total$ ". O3a,4O3a, Spinal Anes,esi &$ +u(i,akain +u(i,akain 7mar6aine8 adalah deri,ate1)util yang k$l % kali le)ih kuat dan )ersifat long1a6tion 7>1#jam8$ O)at ini terutama digunakan untuk anestesi

daerah luas 7larutan "*!>1"*>G8 dikom)inasi dengan adrenalin &:!""$"""$ derajat relaksasinya terhada( otot tergantung (ada kadarnya$ PP1nya se)esar #!1'?G$ Melalui -1dealkilasi Cat ini dimeta)olisasi menjadi (i(ekololsilidin 7PPQ8$ ;kskresinya melalui kemih >G dalam keadaan utuh* se)agian ke6il se)agai PPQ da) sisanya meta)olit1meta)olit lain$ Plasma1t&2!1nya &*>1>*> jam$ +u(i,akain dise)ut juga o)at golonngan amida yang digunakan (ada anestesi s(inal$ O)at ini menghasilkan )lokade saraf sensorik dan motorik$ +u(i,akain mem(unyai efek (enurunan tekanan arteri rerata le)ih sedikit di)anding dengan menggunakan lidokain$ !$ Morfin Morfin memiliki efek tera(eutik* akan teta(i juga memiliki efek terhada( sistem saraf (usat 7 otak dan medula s(inalis 8* terhada( saluran (en6ernaan* serta sistem lainnya$ ;fek terhada( SSP meli(uti analgesik* sedasi* (eru)ahan sifat* de(resi (erna(asan* mual dan muntah* (ruritus* serta (eru)ahan ukuran (u(il$ Morfin juga )er(engaruh terhada( sekresi lam)ung* motilitas usus* serta memiliki efek terhada( endokrin* saluran ken6ing* sistem saraf autonom$ Morfin memiliki efek yang menyeru(ai o(ioid endogen* dengan 6ara )ekerja se)agai agonis (ada rese(tor R& danR!$dan di(ertim)angkan se)agai agonis standar terhada( agonis R lainnya$ %!!!. K"S!MPULAN Anestesi s(inal se)agai salah satu (ilihan se)agai teknik anestesi yang 6uku( aman$ Pemahaman tentang mekanisme homeostasis yang )ertujuan untuk mengontrol tekanan darah dan denyut jantung (enting untuk mera at (eru)ahan kadio ,askuler terkait dengan )u(i,akain se)agai o)at yang digunakan (ada anestesis s(inal$

DAF#AR PUS#AKA +oulton Thomas dan +logg 9olin ;$ &''<$ Anestesiologi$ ;:9 : /akarta$ :una an Sulistia :* dkk$ !"".$ Farmakologi dan Terapi Edisi 5. 4K UI:/akarta$ :uyton dan @all$&''.$ Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 9$ ;:9:/akarta$ -eal M$/$ !""?$ At a Glance Farmakologi Medis Edisi Kelim a$ ;rlangga:/akarta$