Anda di halaman 1dari 0

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Gigi Tiruan Cekat
Gigi tiruan cekat, yang terdiri dari mahkota tiruan dan GTJ, adalah
restorasi yang direkatkan dengan semen secara permanen pada gigi asli yang telah
dipersiapkan, untuk memperbaiki permukaan mahkota gigi yang mengalami
kerusakan/kelainan dan menggantikan kehilangan satu atau beberapa gigi.
1,2,5

Mahkota tiruan adalah restorasi ekstrakoronal yang memperbaiki sebagian
atau seluruh permukaan mahkota gigi yang mengalami kerusakan/kelainan,
dipasang secara permanen pada gigi asli yang telah dipersiapkan.
1,4,5
estorasi ini
akan mengembalikan bentuk dan kontur gigi, !ungsi gigi, serta melindungi
struktur gigi yang tersisa dari kemungkinan kerusakan lebih lan"ut. estorasi
mahkota tiruan dapat memenuhi aspek !ungsi dan estetis, serta dapat dibuat dari
berbagai bahan, seperti metal, porselen, kombinasi metal#porselen, atau kombinasi
metal#akrilik.
2,4,$,%
&euntungan merestorasi gigi dengan mahkota tiruan
dibandingkan dengan pin-retained amalgam atau komposit adalah bah'a mahkota
tiruan memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap kemungkinan
ter"adinya !raktur atau karies rekuren.
(

GTJ adalah gigi tiruan sebagian yang menggantikan kehilangan satu atau
beberapa gigi dan direkatkan dengan semen secara permanen pada satu atau
beberapa gigi penyangga yang telah dipersiapkan.
1)
&etika gigi hilang dan tidak
segera digantikan, gigi tetangga atau gigi antagonisnya akan bergeser ke ruang
edentulous, yang dapat menyebabkan sistem mastikasi terganggu.
*,$
GTJ akan
meningkatkan kemampuan mastikasi dan kenyamanan pasien, men"aga kesehatan
dan integritas lengkung gigi, serta meningkatkan penampilan pasien.
$
2.2 Mahkota Tiruan
2.2.1 +e!inisi
Mahkota tiruan adalah restorasi yang memperbaiki sebagian atau seluruh
permukaan mahkota gigi yang mengalami kerusakan atau kelainan akibat
Universitas Indonesia
4
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
berbagai sebab, direkatkan dengan semen secara permanen pada gigi asli yang
telah dipersiapkan.
1,4,5

2.2.2 &ondisi Gigi yang Memerlukan ,era'atan dengan Mahkota Tiruan
2.2.2.1 Gigi dengan &erusakan -uas
,ada gigi yang telah berulang kali direstorasi sebelumnya dan tidak dapat
diperbaiki lagi dengan restorasi lain, misalnya akibat kegagalan restorasi atau
karies sekunder, sehingga sebagian besar struktur gigi telah hilang.
4,5

2.2.2.2 Trauma ,rimer
Gigi utuh yang mengalami !raktur besar tanpa kerusakan pulpa dan masih
terdapat dentin yang cukup untuk mendukung mahkota.
4
2.2.2.. Tooth Wear
,roses erosi, atrisi, dan abrasi merupakan hal yang umum ter"adi.
/alaupun demikian, "ika ter"adi berlebihan atau pada usia muda, maka
dibutuhkan mahkota tiruan atau restorasi lain.
4
2.2.2.4 &ondisi 0ipoplastik
&ondisi ini dapat dibedakan men"adi1
a. 0erediter, contoh1 amelogenesis imperfecta, dentinogenesis imperfecta,
dan hipodonsia 2misalnya insisi! lateral atas yang peg-shaped3.
b. +e!ek yang didapat, contoh1 !luorosis, stain tetrasiklin, dan hipoplasia
email yang disebabkan oleh gangguan metabolik mayor pada usia ketika
pembentukkan email misalnya karena demam ti!oid 2in!eksi parah saluran
pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi3.
4,11
2.2.2.5 4ntuk Mengubah 5nklinasi, 4kuran, atau 6entuk Gigi
,erbaikan malposisi gigi umumnya dilakukan dengan pera'atan
ortodontik. 7amun, malposisi gigi yang tidak terlalu parah dapat diperbaiki
dengan mahkota tiruan. 8ontoh1 gigi posterior dengan dera"at kemiringan tertentu
dapat diperbaiki posisi/inklinasinya dengan mahkota tiruan. 9elain itu, ukuran gigi
Universitas Indonesia
5
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
dapat dibuat lebih besar dengan mahkota tiruan. 8ontoh1 diastema antara gigi
yang diakibatkan oleh tidak harmonisnya ukuran gigi dengan rahang, dimana
pasien merasa penampilannya terganggu, dapat diperbaiki dengan mahkota tiruan.
Mahkota tiruan "uga dapat memperbaiki kelainan bentuk gigi, misalnya gigi peg-
shaped yang "uga merupakan kelainan herediter, sehingga bentuk gigi yang
normal dapat diperoleh. ,erbaikan kecembungan mahkota gigi yang akan
di"adikan pen"angkaran GT9- dapat pula dilakukan dengan mahkota tiruan.
4
2.2.2.( 9ebagai 6agian dari estorasi -ain
Mahkota tiruan dibuat sebagai retainer GTJ dan permanent splint.
Mahkota tiruan "uga dibuat untuk mengubah inklinasi gigi sehingga menghasilkan
arah pemasangan yang tepat untuk GT9-, menambah kecembungan mahkota gigi
sehingga retenti! untuk cengkram GT9-, atau sebagai penyangga untuk precision
attachment.
4

2.2.2.* &ombinasi &ondisi Gigi
Mahkota tiruan dapat dibuat untuk beberapa tu"uan, misalnya, untuk
perbaikan inklinasi/oklusi atau restorasi karies luas sekaligus ber!ungsi sebagai
retainer GTJ atau pen"angkaran GT9-.
4
2.2.2.$ Gigi 7on:ital atau Gigi yang Telah +ira'at 9aluran ;karnya 2untuk
Mahkota Tiruan ,asak3
Gigi dengan pulpa nekrotik 2non:ital3 sering mengalami perubahan 'arna.
+iskolorasi ini mungkin hanya dapat diperbaiki secara memuaskan dengan
mahkota tiruan. ;kan tetapi, beberapa bukti ilmiah menyatakan bah'a gigi yang
telah dira'at saluran akarnya lebih mudah !raktur daripada gigi dengan pulpa
:ital. ,ada umumnya, gigi yang telah dira'at saluran akarnya membutuhkan
mahkota tiruan.
4,5
Universitas Indonesia
(
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
2.2.. Tipe#tipe Mahkota Tiruan
6erdasarkan permukaan mahkota gigi yang diperbaiki dengan restorasi,
mahkota tiruan dapat dibedakan sebagai berikut1
2,.

1. mahkota tiruan penuh
2. mahkota tiruan sebagian
.. mahkota tiruan pasak
6erdasarkan bahan yang digunakan, mahkota tiruan penuh dapat
dibedakan men"adi1
2

1. mahkota tiruan penuh metal
2. mahkota tiruan penuh porselen
.. mahkota tiruan penuh metal#porselen
4. mahkota tiruan penuh metal#akrilik
Mahkota tiruan sebagian dapat diklasi!ikasikan menurut banyaknya
permukaan mahkota gigi yang digantikan, yaitu1
4
1. mahkota tiruan sebagian ./4 2untuk gigi anterior3
2. mahkota tiruan sebagian 4/5 2untuk gigi posterior3

Mahkota tiruan pasak dapat dibedakan berdasarkan hubungan pasak inti
dengan mahkota tiruannya, yakni1
4
1. mahkota tiruan pasak tipe detached
2. mahkota tiruan pasak tipe attached

2.2...1 Mahkota Tiruan ,enuh
Mahkota tiruan penuh adalah mahkota tiruan yang memperbaiki seluruh
permukaan mahkota gigi.
1,2
5ndikasi1
1,4,$,12,1.
1. gigi !raktur yang tidak dapat diperbaiki dengan restorasi lain
2. gigi dengan karies luas yang tidak dapat direstorasi dengan tambalan biasa
3. gigi yang berubah 'arna, misal karena stain tetrasiklin
Universitas Indonesia
*
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
4. gigi yang mengalami cacat permukaan seperti kalsi!ikasi yang tidak
sempurna atau dekalsi!ikasi 2amelogenesis imperfecta, dentinogenesis
imperfecta, hipoplasia email3
5. gigi dengan kelainan posisi
6. gigi dengan kelainan bentuk, misal peg-shaped
*. gigi yang telah dira'at saluran akarnya
8. sebagai retainer GTJ atau pen"angkaran GT9-
%. ukuran gigi normal atau lebih dari normal
1). perbandingan mahkota akar adalah 21. atau minimal 111
&ontraindikasi1
.
1. mahkota gigi yang sangat pendek atau tapered
2. kamar pulpa yang masih besar pada pasien usia muda

Tipe#tipe mahkota tiruan penuh berdasarkan bahannya1
2
;. Mahkota tiruan penuh metal
Mahkota tiruan penuh metal adalah mahkota tiruan penuh yang seluruhnya
terbuat dari bahan metal.
1
5ndikasi1
1,.,$
1. kerusakan luas pada permukaan gigi
2. gigi yang tidak membutuhkan estetik, biasanya pada gigi molar
.. gigi yang menanggung beban kunyah besar
4. sebagai retainer GTJ atau pen"angkaran GT9-
5. gigi yang telah dira'at saluran akarnya
&ontraindikasi1
1
1. gigi yang membutuhkan estetik
2. gigi yang tidak menanggung beban kunyah besar
&euntungan1
1,$
1. kuat
2. preparasi lebih minimal "ika dibandingkan dengan preparasi untuk
mahkota tiruan porselen
.. pembuatannya paling sederhana di antara mahkota tiruan lainnya
Universitas Indonesia
$
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
&ekurangan1
1
1. terlihatnya bahan metal ketika berbicara atau membuka mulut
2. konduktor termis/elektris
6. Mahkota tiruan penuh porselen
Mahkota tiruan penuh porselen adalah mahkota tiruan penuh yang terbuat
seluruhnya dari bahan porselen.
1,$
5ndikasi1
1
1. gigi dengan kebutuhan estetik tinggi, biasanya gigi anterior
2. ukuran gigi normal atau lebih dari normal
.. gigi dengan karies proksimal dan/atau !asial yang tidak dapat direstorasi
secara e!ekti! dengan resin komposit
4. tepi insisal relati! utuh
5. distribusi tekanan kunyah seimbang
(. gigi yang dira'at saluran akarnya, khususnya gigi anterior
&ontraindikasi1
1,$,12
1. indeks karies tinggi
2. tidak cukupnya dukungan struktur mahkota gigi
.. gigi yang tipis dari aspek !asiolingual dan gigi yang pendek
4. distribusi tekanan kunyah yang tidak seimbang, contoh1 gigi yang
beroklusi edge-to-edge, gigi antagonis 2ba'ah3 beroklusi dengan mahkota
tiruan pada daerah 1/5 ser:ikal bagian palatal
5. bruxism
&euntungan1
1,4,12
1. sangat estetis
2. 'arna stabil
.. tidak mudah aus
4. tidak berbau
5. tidak bereaksi dengan cairan mulut
(. tidak menimbulkan alergi
Universitas Indonesia
%
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
&ekurangan1
1,14
1. mudah pecah
2. pembuatan sulit
.. kurang kuat "ika dibandingkan dengan mahkota tiruan penuh metal#
porselen
4. preparasi kurang konser:ati!, karena dibutuhkan preparasi yang cukup
banyak untuk ketebalan minimal porselen 21,*#2 mm3
5. dapat menyebabkan gigi yang berla'anan dengan mahkota tiruan men"adi
aus
6. hanya dapat digunakan sebagai restorasi tunggal 2namun dapat digunakan
pula pada kasus#kasus tertentu dengan komposisi porselen untuk GTJ .
unit3
*. lebih mahal "ika dibandingkan dengan mahkota tiruan penuh metal#
porselen
8. Mahkota tiruan penuh metal#porselen
Mahkota tiruan penuh metal#porselen adalah mahkota tiruan penuh yang
terbuat dari logam 2sebagai coping/backing3 yang dilapisi dengan porselen
2sebagai facing3.
12

5ndikasi1
1
1. gigi dengan kebutuhan estetik, tetapi "uga butuh kekuatan restorasi
2. ukuran gigi normal atau lebih dari normal
.. kerusakan luas pada gigi yang tidak dapat diperbaiki dengan restorasi yang
lebih konser:ati!
4. sebagai retainer GTJ dan pen"angkaran GT9-
5. gigi yang telah dira'at saluran akarnya
&ontraindikasi1
1
1. kamar pulpa besar
2. indeks karies tinggi
.. ukuran gigi kurang dari normal
&euntungan1
1,$
sangat estetis dan kuat
Universitas Indonesia
1)
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
&ekurangan1
1
1. mudah pecah karena si!at porselen yang brittle
2. preparasi kurang konser:ati!, karena dibutuhkan preparasi yang cukup
banyak untuk ketebalan minimal porselen dan metal
.. pembuatan sulit
4. dapat menyebabkan gigi yang berla'anan dengan mahkota tiruan men"adi
aus
5. mahal
+. Mahkota tiruan penuh metal#akrilik
Mahkota tiruan penuh metal#akrilik adalah mahkota tiruan penuh yang
terbuat dari logam 2sebagai coping/backing3 yang dilapisi dengan akrilik 2sebagai
facing3.
%
5ndikasi1
%,15
1. gigi dengan kebutuhan estetik, tetapi "uga butuh kekuatan restorasi
2. pasien tidak alergi terhadap akrilik
.. ukuran gigi normal atau lebih dari normal
&ontraindikasi1
%,15
1. pasien alergi terhadap akrilik
2. ukuran gigi kurang dari normal
&euntungan1
%
cukup estetis
&ekurangan1
%,15
1. mudah aus
2. 'arna tidak stabil 2mudah berubah 'arna3
3. terdapat kemungkinan ter"adi kebocoran pada batas antara logam dan
akrilik, karena ikatan antara akrilik dan logam hanyalah ikatan mekanis
serta adanya perbedaan koe!isien muai antara akrilik dan logam<
kebocoran ini dapat menyebabkan perubahan 'arna pada facing mahkota
tiruan
Universitas Indonesia
11
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
2.2...2 Mahkota Tiruan 9ebagian
Mahkota tiruan sebagian adalah mahkota tiruan yang memperbaiki
permukaan mahkota gigi, kecuali permukaan labial/bukal mahkota gigi. Mahkota
ini dibuat secara keseluruhan dari bahan logam dan yang terbaik adalah emas
2dental alloy tipe 5553.
1,2,4

5ndikasi1
1,.,$
1. ukuran gigi normal atau lebih dari normal
2. kerusakan pada permukaan mahkota gigi kecuali permukaan
labial/bukalnya, misalnya karena karies kecil di kedua sisi proksimal,
lingual atau palatal
3. sebagai retainer GTJ pada short-span "ika gigi penyangga :ital tidak
mengalami karies atau mengalami karies kecil
&ontraindikasi1
1,.,$
1. mahkota klinis gigi yang pendek atau sangat tapered
2. gigi yang tipis, misal gigi insisi! ba'ah, insisi! lateral atas
3. indeks karies tinggi
4. karies ser:ikal
5. kerusakan luas pada mahkota gigi
(. inklinasi gigi buruk
7. sebagai retainer GTJ pada long-span
$. gigi yang telah dira'at saluran akarnya

Tipe#tipe mahkota tiruan sebagian menurut banyaknya permukaan gigi yang
digantikan1
4
;. Mahkota tiruan sebagian ./4 2untuk gigi anterior3
=aitu mahkota tiruan yang memperbaiki permukaan mesial, distal, dan
palatal/lingual gigi anterior.
4
6. Mahkota tiruan sebagian 4/5 2untuk gigi posterior3
=aitu mahkota tiruan yang memperbaiki permukaan mesial, distal,
oklusal, dan lingual/palatal gigi posterior.
4
Universitas Indonesia
12
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
2.2.... Mahkota Tiruan ,asak
Mahkota tiruan pasak adalah mahkota tiruan yang memperbaiki seluruh
permukaan mahkota gigi non:ital yang telah dira'at saluran akarnya dengan
sempurna dan dipersiapkan dengan pasak sebagai retensi utama.
2
5ndikasi1
.
1. gigi yang telah dira'at saluran akarnya
2. kehilangan struktur gigi yang sangat banyak hingga mencapai pulpa dan
tidak dapat diperbaiki dengan tambalan biasa
3. perbaikan malposisi gigi, "ika preparasi gigi untuk mahkota tiruan penuh
akan membahayakan kesehatan pulpa
6agian#bagian mahkota tiruan pasak1
4
;. ,asak
,asak adalah bagian restorasi yang direkatkan dengan semen ke dalam
saluran akar dan ber!ungsi sebagai retensi utama, dapat men"adi satu kesatuan
atau di"adikan satu dengan inti.
1
,asak dapat dibedakan men"adi1
1,4
a. ,asak siap pakai 2prefabricated post3
,asak siap pakai adalah pasak produksi pabrik, umumnya terdiri dari
berbagai ukuran dan bentuk, dapat terbuat dari bahan logam dan nonlogam. 6ahan
logam antara lain platinum-gold-palladium (t-!u-d", stainless steel, titanium,
brass, dan chromium-containing alloy.

9edangkan, bahan nonlogam antara lain
carbon fiber, ceramic, glass fiber, dan #o$en fiber.
1,1(

&euntungan1
1,12,1(,1*
1. pasak siap pakai yang terbuat dari bahan logam memiliki keunggulan
dalam kekuatan, karena dapat dihindari kesalahan pengecoran logam yang
mengakibatkan kelemahan pasak
2. pasak yang terbuat dari ceramic, glass fiber, dan #o$en fiber mempunyai
keunggulan estetik dibandingkan pasak yang terbuat dari logam
&ekurangan1
4,1(,1*

1. pasak yang terbuat dari bahan logam terdapat risiko ter"adinya korosi,
diskolorasi akar, kebocoran mikro, dan !raktur akar terutama pada pasak
yang berbentuk paralel
Universitas Indonesia
1.
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
2. pasak yang terbuat dari carbon fiber ber'arna hitam, sehingga dapat
merusak estetik mahkota tiruan
b. ,asak buatan sendiri 2fabricated post3
,asak buatan sendiri dapat dicor dari pola yang dibuat secara langsung
2direct3 dalam mulut pasien atau pola yang dibuat di laboratorium 2indirect3.
Teknik langsung 2direct3 yang menggunakan inlay #ax, autopolymeri%ing resin,
atau light-polymeri%ed resin direkomendasikan untuk akar tunggal dengan akses
klinis yang mudah, sedangkan teknik indirect lebih tepat untuk akar ganda atau
akses yang sulit.
1

&euntungan1
4,1*

1. lebih adapti!
2. dapat digunakan pada saluran akar yang sangat tapered, o:al, dan gigi
dengan akar ganda yang paralel
&ekurangan1
1*
1. dapat ter"adi kesalahan pengecoran sehingga meningkatkan risiko !raktur
pasak
2. membutuhkan lebih banyak 'aktu untuk prosedur laboratorium
6. 5nti
5nti adalah bagian restorasi yang menggantikan "aringan mahkota gigi
yang hilang sehingga membentuk seperti gigi yang telah dipreparasi untuk
mahkota tiruan penuh.
1
5nti dapat diklasi!ikasikan menurut banyaknya "aringan
mahkota gigi yang digantikan, yaitu1
1. inti sebagian, adalah inti yang menggantikan sebagian "aringan mahkota
gigi yang rusak/hilang
2. inti penuh, adalah inti yang menggantikan seluruh "aringan mahkota gigi
yang rusak/hilang
6erdasarkan bahan yang digunakan, inti dapat dibedakan atas1
1
a. 5nti amalgam, glass ionomer cement 2G583, dan resin komposit untuk pasak
siap pakai
6ahan#bahan plastis ini di"adikan satu dengan pasak siap pakai.
Universitas Indonesia
14
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
&euntungan1
1
1. daerah undercut tidak perlu dipreparasi sehingga lebih banyak "aringan
gigi sehat yang dapat dipertahankan
2. tahap prosedur laboratorium lebih sedikit
3. kuat< namun bahan restorasi plastis ini, khususnya G58, mempunyai
tensile strength yang lebih rendah daripada logam cor
&ekurangan1
1
1. inti amalgam dapat ter"adi korosi
2. inti G58 kurang kuat
3. inti resin komposit dapat ter"adi polimerisasi yang berlan"ut dan
memiliki koe!isien muai yang tinggi
4. inti amalgam dan resin komposit lebih sering ter"adi kebocoran mikro
akibat perubahan temperatur
5. terdapat kesulitan pada prosedur operati! tertentu, seperti penggunaan
rubber dam atau matrix 2khususnya pada gigi dengan kerusakan luas3
b. 5nti logam cor 2cast metal core3
5nti ini terbuat dari logam cor, umumnya men"adi satu kesatuan dengan
pasak buatan sendiri. ,ola inti dapat dibuat dari resin atau #ax dan merupakan
kelan"utan dari pola pasak resin atau #ax, kemudian pola ini dicor dengan logam.
1
c. 5nti siap pakai 2prefabricated core3
5nti siap pakai merupakan inti dari logam yang men"adi satu kesatuan
dengan pasak siap pakai. &euntungannya adalah inti ini mempunyai keunggulan
dalam kekuatan, karena merupakan satu kesatuan dengan pasak. 9edangkan,
kekurangannya adalah sering kali bentuk dan ukurannya tidak sesempurna seperti
bentuk mahkota gigi yang dipreparasi untuk mahkota tiruan penuh.
1

8. Mahkota tiruan
Mahkota tiruan yang digunakan adalah mahkota tiruan penuh.
2
Universitas Indonesia
15
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
Macam#macam mahkota tiruan pasak berdasarkan hubungan antara pasak inti
dengan mahkota tiruannya1
4

;. Tipe detached
=akni mahkota tiruan terpisah dari pasak intinya. Tipe ini diindikasikan
untuk gigi yang berukuran normal atau lebih dari normal.
4
&euntungannya adalah
"ika diperlukan penggantian mahkota tiruan, misalnya karena telah berubah 'arna
atau diinginkan restorasi yang lebih sempurna, dapat mudah dilakukan tanpa perlu
mengeluarkan/merusak pasaknya.
$,12
6. Tipe attached
=akni mahkota tiruan menyatu dengan pasak intinya. Tipe ini
diindikasikan untuk gigi#gigi yang pendek atau tipis, karena tidak terdapat ruang
yang cukup untuk membuat inti dengan mahkota tiruan yang terpisah.
4

2.2.4 +istribusi dan >rekuensi ,era'atan dengan Mahkota Tiruan 6erdasarkan
4sia, Jenis &elamin, Gigi yang +ira'at, dan &ondisi Gigi
Menurut penelitian Tylman
*
mengenai distribusi dan !rekuensi pera'atan
dengan mahkota tiruan, berdasarkan usia pasien, dilaporkan bah'a rentang usia
yang paling sering dira'at dengan mahkota tiruan adalah .)#.% tahun pada gigi
:ital dan 2)#2% tahun pada gigi non:ital. 0asil penelitian Tylman
*
ini dapat
dikaitkan dengan penelitian &ab'e
1$
di &dola 'entral (ospital dental
department, yakni rentang usia 21#.5 tahun mempunyai persentase "umlah pasien
terbesar 24$,*?3. entang usia yang digunakan Tylman
*
dalam penelitiannya
yakni @1% tahun, 2)#2% tahun, .)#.% tahun, 4)#4% tahun, dan A5) tahun.
,embagian rentang usia ini dapat dikaitkan dengan kondisi kamar pulpa. ,ada
usia muda 2@1% tahun3, kamar pulpa umumnya masih lebar. 9eiring bertambahnya
usia, kamar pulpa makin mengecil.
1%
&ondisi kamar pulpa tentu menentukan
apakah pera'atan dengan mahkota tiruan dilakukan atau tidak. &amar pulpa yang
masih lebar merupakan kontraindikasi pera'atan dengan mahkota tiruan, karena
preparasi gigi untuk mahkota tiruan dapat membahayakan kesehatan pulpa.
1,.
9elain itu, pembagian rentang usia tersebut dapat dihubungkan dengan kondisi
"aringan periodontal. 4mumnya, kondisi "aringan periodontal pada usia muda dan
de'asa 2@1% B 4) tahunan3 dalam keadaan baik, sehingga mendukung pera'atan
Universitas Indonesia
1(
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
dengan mahkota tiruan. 9ementara, umumnya kondisi "aringan periodontal pada
usia tua 2A 5) tahun3 mulai mengalami penurunan, misal adanya resesi gingi:a,
karies akar, penurunan puncak tulang al:eolar yang berakibat pada perbandingan
mahkota#akar, sehingga kurang mendukung pera'atan dengan mahkota tiruan.
2)
+ari penelitian Tylman
*
dilaporkan bah'a pasien perempuan lebih banyak
daripada pasien laki#laki, baik pada restorasi gigi :ital maupun non:ital. ,ada
restorasi gigi :ital, rentang usia pasien perempuan yang terbanyak adalah .)#.%
tahun, dan pasien laki#laki yang terbanyak adalah 2)#2% tahun. &ondisi tersebut
hampir sama dengan restorasi gigi non:ital, yakni pasien laki#laki dan perempuan
yang terbanyak berusia antara 2)#2% tahun. 6erdasarkan penelitian Calderhaug
dan &arlsen
21
"uga dilaporkan bah'a 2/. pasien yang dira'at dengan mahkota
tiruan dan GTJ adalah pasien perempuan. +ilaporkan pula dari penelitian
7apankangas
22
bah'a 5$? pasien yang dira'at dengan mahkota tiruan penuh
metal#porselen ber"enis kelamin perempuan. -ebih banyaknya pasien perempuan
ini dapat dikaitkan dengan penelitian >ukai, Takaesu, dan Maki
2.
yang
melaporkan bah'a persentase kun"ungan ke dokter gigi lebih besar pada pasien
perempuan daripada pasien laki#laki. 9elain itu, perempuan lebih memperhatikan
kesehatan dan estetis.
Menurut penelitian Tylman
*
, berdasarkan gigi yang dira'at, dinyatakan
bah'a gigi rahang atas lebih banyak dira'at dengan mahkota tiruan daripada gigi
rahang ba'ah. Calderhaug dan &arlsen
21
"uga melaporkan bah'a 2/. restorasi
mahkota tiruan dan GTJ dibuat pada gigi rahang atas. 6erdasarkan penelitian
Tylman
*
, mayoritas gigi yang dira'at dengan mahkota tiruan adalah insisi! sentral
dan lateral rahang atas, baik pada gigi :ital maupun non:ital. ,ada gigi :ital
rahang ba'ah, sebagian besar pera'atan dengan mahkota tiruan dilakukan pada
premolar pertama dan kedua, serta molar pertama. 9ementara pada gigi non:ital
rahang ba'ah, molar pertama menempati urutan teratas< kaninus serta premolar
pertama dan kedua menempati urutan berikutnya. +ari penelitian 7apankangas
22
,
dilaporkan pula bah'a sebagian besar gigi yang dira'at dengan mahkota tiruan
penuh metal#porselen adalah insisi! sentral dan lateral rahang atas. 9edangkan
pada rahang ba'ah, premolar pertama dan kedua merupakan mayoritas gigi yang
dira'at. 6erdasarkan sur:ei yang dilakukan oleh 9tankie'icD dan /ilson
24
pada
Universitas Indonesia
1*
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
11 laboratorium dental di Melbourne, ;ustralia mengenai distribusi mahkota
tiruan penuh, dilaporkan bah'a insisi! sentral rahang atas merupakan gigi yang
paling sering dira'at dengan mahkota tiruan penuh, dan mahkota tiruan penuh
metal#porselen merupakan tipe mahkota tiruan yang paling sering dipilih.
Menurut 7apankangas
22
, banyaknya gigi insisi! rahang atas yang dira'at dengan
mahkota tiruan, dapat dihubungkan dengan alasan estetis. 9elain itu menurut
;Eelsson
25
, permukaan proksimal insisi! rahang atas menempati urutan ketiga dari
permukaan gigi yang rentan terhadap karies setelah permukaan gigi posterior.
6erdasarkan kondisi gigi yang memerlukan pera'atan dengan mahkota
tiruan, 7apankangas
22
melaporkan bah'a restorasi 2misal1 amalgam, resin
komposit3 yang luas pada gigi merupakan alasan terbanyak untuk melakukan
pera'atan dengan mahkota tiruan penuh metal#porselen, karena restorasi
kon:ensional ini sudah tidak dapat memperbaiki gigi dengan e!ekti!. estorasi
yang luas ini dapat disebabkan oleh kerusakan gigi akibat karies luas. &aries gigi
masih memiliki pre:alensi terbesar dari penyakit gigi. +ari penelitian &ab'e
1$
dilaporkan bah'a karies gigi merupakan diagnosis penyakit gigi dengan
persentase terbesar 2*(,$?3, paling banyak ter"adi pada rentang usia 21#.5 tahun
24*,4?3, dan men"adi penyebab utama gigi men"adi non:ital.
Universitas Indonesia
1$
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
2.3 Kerangka Teori
Universitas Indonesia
Mahkota
tiruan
penuh
Mahkota
tiruan
pasak
1%
4sia
Jenis kelamin
Gigi yang dira'at
&ondisi gigi1
F Gigi dengan kerusakan
luas
F Trauma primer
F Tooth Wear
F &ondisi 0ipoplastik
F 4ntuk mengubah
inklinasi, ukuran, atau
bentuk gigi
F 9ebagai bagian dari
restorasi lain
F &ombinasi kondisi
gigi
F Gigi non:ital atau gigi
yang telah dira'at
saluran akarnya
2mahkota tiruan pasak3
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia