Anda di halaman 1dari 51

1

MODEL PENGEMBANGAN

LPMD
LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT DESA
Diabstraksikan dan dirangkum ol !" Pro# Dr $r So marno MS Ba!an ka%ian dalam MK& Dinamika P ng mbangan 'ila(a! PSDAL)PD$P PPS *PUB +,-,

$& PENDA.ULUAN Untuk menjamin pemenuhan kebutuhan konsumsi penduduk secara fisik maupun ekonomi, diperlukan pengelolaan cadangan pangan di seluruh komponen masyarakat. Salah satu caranya ialah dengan menumbuh-kembangkan sekaligus memelihara tradisi masyarakat secara perorangan maupun kelompok untuk menyisihkan sebagian hasil panen sebagai cadangan pangan dengan membangun lumbung pangan. Memantapkan ketahanan pangan masyarakat merupakan prioritas utama dalam pembangunan karena pangan merupakan kebutuhan yang paling dasar bagi sumber daya manusia suatu bangsa. Pada kenyataannya cadangan pangan bagi masyarakat di suatu daerah dikuasai oleh pemerintah, pedagang / suasta dan rumah tangga yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda-beda. Cadangan pangan yang dikuasai oleh pemerintah berfungsi a.l. untuk !"#. melakukan operasi pasar murni !$PM# dalam rangka stabilisasi harga% !&#. memenuhi kebutuhan pangan akibat bencana alam atau kerusuhan sosial% !'#. memenuhi jatah beras golongan berpendapatan tetap dalam hal ini P(S, )(*/Polri% dan !+#. memenuhi penyaluran pangan secara khusus seperti program ,askin. Cadangan pangan yang dikuasai suasta/pedagang, umumnyai berfungsi untuk !"#. mengantisipasi terjadinya lonjakan permintaan% dan !&#. mengantisipasi terjadinya keterlambatan pasokan pangan. Sementara itu, cadangan pangan yang dikuasai oleh rumah tangga, baik indi-idu maupun secara kolektif, berfungsi untuk !"#. mengantisipasi terjadinya kekurangan bahan pangan pada musim paceklik% dan !&#. mengantisipasi ancaman gagal panen akibat bencana alam seperti serangan hama dan penyakit, anomali iklim dan banjir. .alam era otonomi daerah, masyarakat perlu dilibatkan agar dapat menumbuhkembangkan dan sekaligus memelihara tradisi, baik secara indi-idu maupun secara kelompok, untuk mencadangkan pangannya. Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan jalan sosialisasi yang bersifat memberikan suatu pemahaman agar terbentuk suatu persepsi tertentu, misalnya, pemahaman bah/a mengandalkan sepenuhnya pemenuhan pangan pokok le/at pasar bebas adalah riskan, karena masalah pangan bisa muncul kapan saja. .apat pula dengan upaya melakukan program aksi pemberdayaan yang bersifat sebagai stimulan seperti program re-italisasi lumbung pangan masyarakat.

.i samping itu secara kelembagaan, dalam rangka pengembangan cadangan pangan pemerintah diusulkan pembagian peran dimana pemerintah pusat tetap mengelola cadangan pangan beras, sedangkan pemerintah daerah mengelola cadangan pangan non beras sesuai dengan makanan pokok masyarakat setempat. Selain itu perlu mempertahankan sistem sentralistik dalam pengelolaan cadangan pangan beras oleh pemerintah pusat. .isamping itu, ada baiknya pula diperjelas pembagian peran, dimana pemerintah pusat mengelola stok operasi, stok penyangga dan pipe line stock, sedangkan pemerintah daerah mengelola reserve stock yang diperuntukkan untuk keperluan darurat seperti bencana alam, dan konflik sosial yang tidak bersifat nasional. .alam hal tertentu diperlukan adanya pendekatan terdesentralisasi !bukan terpusat# dalam mekanisme penyaluran stok beras untuk keadaan darurat. *ni dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi melalui pengurangan koordinasi, pemotongan jalur birokrasi, pendistribusian tugas dan /e/enang, dan sekaligus pendistribusian beban biaya dan riosiko di antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. 0era/anan pangan dan kemiskinan hingga kini masih menjadi masalah utama di *ndonesia. 0era/anan pangan mempunyai korelasi positif dan erat kaitannya dengan kemiskinan. Meskipun jumlah penduduk miskin telah menurun dibanding sebelum krisis ekonomi tahun "112, berdasarkan data 3PS )ahun &445, jumlah penduduk miskin di *ndonesia mencapai '5,"5 juta !"6,728#, Sedangkan jumlah penduduk miskin diakibatkan oleh kerentanan ra/an pangan tahun &445 sebesar '",2" juta ji/a !"+,"18#. 3erdasarkan data tersebut maka fokus pembangunan pada saat ini masih diarahkan pada penanganan masalah kera/anan pangan dan kemiskinan yang berada di pedesaan/perkotaan dengan jalan meningkatkan ketahanan pangan. .alam rangka meningkatkan ketahanan pangan keluarga, upaya yang dilakukan antara lain melalui penguatan cadangan pangan masyarakat dalam bentuk kelembagaan lumbung pangan. 9umbung pangan adalah salah satu kelembagaan yang ada di masyarakat yang telah lama berperan dalam pengadaan pangan terutama dalam musim paceklik. Peranan lumbung di masa lalu lebih bersifat sosial dan sebagai tempat untuk menyimpan hasil panen yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di musim paceklik. Peranan lumbung ini pernah diupayakan untuk digantikan oleh kelembagaan alternati-e dengan mengintegrasikan seluruh lembaga sosial pedesaan dalam suatu organisasi modern. (amun kelembagaan alternati-e tersebut ternyata mengalami kegagalan dan menyebabkan petani selalu berada dalam posisi lemah. 3erdasarkan hasil penelitian PSP-9P *P3 tahun &44", menunjukkan bah/a lumbung pangan pedesaan di beberapa daerah terbukti memiliki daya adaptasi yang lebih tinggi dari jenis-jenis lembaga alternatif yang diinter-ensi dari luar. 9umbung pangan tersebut tidak hanya efektif dalam melayani kebutuhan pangan anggotanya pada saat krisis tetapi juga melayani kebutuhan finansial anggotanya dari hasil pengelolaan lumbung.

.alam rangka mendukung ketahanan pangan komunitas anggota lumbung, kelembagaan lumbung pangan harus mampu berperan ganda tidak hanya dalam menjalankan fungsi social tetapi juga fungsi ekonomi bagi anggotanya. 3adan 0etahanan Pangan : .eptan pada )ahun &441 melaksanakan kegiatan pemberdayaan lumbung pangan sebagai bagian integral dari Program ;ksi .esa Mandiri Pangan dan diharapkan mampu mempercepat peningkatan ketahanan pangan masyarakat di pedesaan/perkotaan. -&+& Tu%uan Meningkatkan peran kelembagaan lumbung pangan selain berperan sebagai fungsi sosial dalam penyediaan cadangan pangan masyarakat diharapkan juga berperan sebagai fungsi ekonomi bagi kesejahteraan anggota dan masyarakat di sekitar desa sasaran. -&/& Sasaran Sasaran kelompok berada di .esa Mandiri Pangan yang mendapat bantuan pemerintah. Penerima manfaat adalah rumah tangga miskin . -&0& $ndikator K b r!asilan1Out2ut ". )ersedianya fisik lumbung pangan. &. 3erkembangnya organisasi, administrasi dan jaringan usaha lumbung pangan. '. )ersedianya cadangan pangan di masyarakat +. 3erkembangnya usaha produktif. B la%ar dari K ari#an P tani K 3il 4Sumb r" . rmas E Prabo5o Kom2as6 Rabu6 -0 Oktob r +,,78 Bangunan lumbung 2angan 5arga di P duku!an Mo%o6 D sa 'at s6 Kabu2at n Bo(olali6 9a5a T nga!6 b gitu s d r!ana& B rdinding an(aman bambu6 b rata2 g nt ng6 dan b rlantai tana!& Dari lumbung 2angan itula! 5arga m nggantungkan !ara2an& 'arga tidak 2 rlu 3 mas k kurangan 2angan bila suatu k tika m r ka t rtim2a musiba!&

Sumb r" 3 tak&kom2as&3om1r ad1:ml1+,,71-&&&ni&K 3il


9umbung pangan akan memberikan pinjaman pangan tanpa ada ke/ajiban untuk mengembalikan. *ni sifatnya bantuan dan besarannya tergantung tingkat kerusakan dan kesepakatan /arga. 3egitu pula bila musim kemarau datang lebih lama, /arga tak perlu panik kekurangan makanan. 9umbung pangan mereka siap kapan saja membantu /arga yang dilanda paceklik. <arga yang kekurangan benih untuk musim tanam berikutnya, misalnya karena benih cadangan ikut terjual untuk kebutuhan anak sekolah, juga tidak usah gelisah. Mereka bisa meminjam benih dari lumbung pangan itu. 9umbung ini tidak hanya menyimpan gabah kering giling, umbi-umbian, atau kacangkacangan, tetapi juga keperluan petani lainnya seperti benih.

-&;& P ng rtian ". Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah, mutunya, aman, merata dan terjangkau. !UU (o.5/"116#. &. Rawan Pangan adalah kondisi suatu daerah, masyarakat atau rumah tangga yang tingkat ketersediaan dan keamanan pangannya tidak cukup untuk memenuhi standar kebutuhan fisiologis bagi pertumbuhan dan kesehatan sebagian besar masyarakatnya. '. Cadangan Pangan Masyarakat adalah cadangan pangan yang dikelola masyarakat atau rumahtangga termasuk petani, koperasi, pedagang dan industri rumahtangga. +. Pemberdayaan masyarakat adalah suatu proses dimana masyarakat, khususnya mereka yang kurang memiliki akses kepada sumberdaya pembangunan didorong untuk semakin mandiri dalam mengembangkan perikehidupan mereka. .alam proses ini masyarakat dibantu untuk mengkaji kebutuhan, masalah dan peluang dalam pembangunan yang

dimilikinya sesuai dengan lingkungan sosial ekonomi perikehidupan mereka sendiri. 7. Desa Mandiri Pangan adalah desa yang masyarakatnya mempunyai kemampuan untuk me/ujudkan ketahanan pangan dan gi=i melalui pengembangan subsistem ketersediaan, subsistem distribusi dan subsistem konsumsi dengan memanfaatkan sumberdaya setempat secara berkelanjutan. 6. Lumbung Pangan Masyarakat adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat desa/kota yang bertujuan untuk pengembangan penyediaan cadangan pangan dengan system tunda jual, penyimpanan, pendistribusian, pengolahan dan perdagangan bahan pangan yang dikelola secara berkelompok. 5. Bantuan Sosial adalah transfer uang atau barang yang diberikan kepada masyarakat guna melindungi dari kemungkinan terjadinya resiko sosial. !Pedum 3ansos Untuk Pertanian )ahun &441#.

Antisi2asi K marau Pan%ang6 P mkab M mbangun Lumbung Pangan


K marau 2an%ang (ang t rus t r%adi !ingga m masuki bulan No< mb r m mbuat 2 tani di b rbagai da ra! m rasa k tar)k tir& K t rlambatan musim 2 ng!u%an dik!a5atirkan b rdam2ak b runtun t r!ada2 mundurn(a musim tanam dan masa 2an n& 9ika !u%an turun s kitar bulan D s mb r6 maka musim 2an n baru akan t r%adi s kitar bulan Mar t& Akibatn(a k t rs diaan 2angan 2ada dua bulan di a5al ta!un akan m ni2is& Titik 2aling kritis t r%adi 2ada bulan 9anuari dan * bruari& M ngantisi2asi t r%adin(a k ra5anan 2angan6 P mkab b r n3ana m mbangun lumbung 2angan& S bagai langka! konkrit dimulai d ngan m lakukan sosialisasi k mas(arakat untuk 2 ng! matan ba!an 2angan6 t rutama ba!an)ba!an s 2 rti ga2l k dan ubi ka(u (ang m n%adi ba!an baku nasi ti5ul& Mas(arakat di!ara2kan m ngurangi k 3 nd rungan m n%ual ba!an 2angan k luar da ra! d mi 3adangan m ng!ada2i masa)masa 2a3 klik& Para 2 tani %uga diimbau m man n ubi ka(u s 3ara b rta!a26 s suai k butu!an 2angan k luarga s 3ara !arian& Saat ini 3adangan 2angan (ang dimiliki mas(arakat dirasa masi! m n3uku2i& .al ini b lum t rmasuk 3adangan b ras (ang ada di gudang Bulog& Untuk %angka 2an%ang6 di 5ila(a! kabu2at n 2 rlu adan(a s ma3am l mbaga 2 n(angga k t rs diaan 2angan untuk m n%aga k mungkinan t r%adi Pa3 klik 2angan& =aran(a adala! P mkab m mb li !asil

2an n ba!an 2angan dari mas(arakat untuk disim2an dalam %angka 5aktu lama& 9ika t r%adi ra5an 2angan6 stok t rs but bisa dibagikan k mas(arakat (ang m mbutu!kan&

Sumb r" +-7&>/&-++&-7015 b1ind :&2!2?/*o&&&id?/D-,7

$$& KERANGKA KONSEP LPMD M 5u%udkan K daulatan d ngan Lumbung Pangan .engan bantuan modal dari 9embaga Studi 0emasyarakatan dan 3ina 3akat !9S033# Solo, dan >?C$ *ndonesia, 0elompok )ani Sari ,ejeki di 3oyolali, @a/a )engah bisa membeli padi dari anggotanya dengan harga lebih tinggi. .engan harga jual lebih tinggi, maka petani akan menjual padinya ke kelompok daripada ke tengkulak. Maka petani untung, demikian pula dengan kelompoknya. Mereka bisa memiliki cadangan pangan di lumbung. 0elompok )ani Sari ,ejeki, yang juga berfungsi sebagai lumbung pemasaran beras organik, merupakan salah satu dari lima kelompok lain yaitu Sari Mulyo !67 anggota#, Sari ,ejeki !''#, Sumber ?konomi !+&#, Sari )ani !27#, (gudi Cukup !+2#, dan Sido Makmur !64#. Semua kelompok tani mempunyai lumbung cadangan pangan. 0husus untuk Sido Makmur seluruh anggotanya perempuan. ;dapun -arietas yang disimpan adalah beras merah sleggreng, -arietas lokal yang banyak diproduksi petani setempat. @enis ini laku di pasar dan tidak jadi menu utama konsumsi beras petani. Setahun lalu, petani setempat mendirikan lumbung pangan untuk menjamin kedaulatan pangan petani setempat. Petani juga mendapat pendampingan dari 9S033 untuk proses produksi seperti pembuatan pupuk dan penangkaran benih serta peningkatan kapasitas seperti pengorganisasian, administrasi kelompok, penanganan pasca panen seperti pengeringan, penyimpanan dan lumbung serta ke/irausahan. 3ersama kelompok desa petani di sini juga membentuk ;sosiasi Petani $rganik 3oyolali# dan 0elompok @aringan 9umbung 3oyolali. Semuanya untuk me/ujudkan kedaulatan pangan bagi petani. Untuk m 5u%udkan k daulatan 2angan t rs but6 @E=O $ndon sia %uga m lakukann(a m lalui ad<okasi k bi%akan& Aliansi P tani $ndon sia 4AP$8 dan Koalisi Rak(at untuk K daulatan Pangan 4KRKP8 m ru2akan dua mitra @E=O $ndon sia (ang #okus 2ada ad<okasi& AP$ #okus 2ada 2 ngorganisasian 2 tani s dangkan KRKP 2ada k daulatan 2angan& M ski d mikian6 k duan(a saling b rsin rgi dalam b b ra2a isu nasional s 2 rti Plat#orm B ras6 (ang di#asilitasi ol ! @E=O *i ld Ant na 9akarta6 m mba!as isu)isu mata rantai b ras6 .PP dan studi la2angan k Pasar $nduk B ras di =i2inang6 9atin gara6 9akarta Timur& Untuk mendukung program ad-okasi, dua lembaga tersebut harus lebih mampu berhubungan dengan media maupun melakukan lobi pada pengambil kebijakan. 3eberapa kegiatan ad-okasi yang dilakukan dua lembaga mitra tersebut antara lain mendiskusikan isu-isu kebijakan pertanian dan kondisi pangan di *ndonesia, membahas reforma agraria termasuk di dalamnya tanah, benih dan sumberdaya alam lainnya.

Pada isu kedaulatan pangan, misalnya, >?C$ *ndonesia mendorong adanya .esa Mandiri Pangan Menuju .esa Sejahtera !.MP.S#. Strategi ini merupakan kolaborasi antara pemerintah dan 9SM untuk me/ujudkan kedaulatan pangan. M ningkatkan Posisi M lalui Asosiasi ;lat paling efektif untuk membalikkan posisi petani, dari yang semula mengalami ketergantungan menjadi pihak yang mengendalikan, adalah organisasi petani. ;da ribuan petani dan kelompopk tani yang dapat dihimpun untuk bergabung dalam ;sosiasi Petani. Melalui asosiasi, petani bisa mendapatkan harga hasil panennya yang lebih tinggi, penimbangan lebih adil, hingga peningkatan taraf hidup bagi generasi selanjutnya. ;sosiasi petani seperti ini merupakan puncak dari kekuatan di ba/ahnya. ;da banyak petani yang tergabung dalam sejumlah kelompok tani. 3eberapa kelompok tani bergabung dalam Aabungan 0elompok )ani !Aapoktan#. S iring d ngan m mbaikn(a !arga suatu komoditi 4misaln(a ka3ang tana!86 2 tani m n%adikan ka3ang tana! s bagai komoditi andalan& .arga ka3ang tana! dari (ang s b lumn(a !an(a R2 /,,, 2 r kilogram m n%adi sam2ai R2 -,&,,, 2 r kilogram& P ningkatan !arga ka3ang tana! ini s iring s %alan d ngan naikn(a 2osisi 2 tani& S b lum ada asosiasi6 2osisi 2 tani s lalu dit kan ol ! t ngkulak& S lain d ngan sist m i%on6 di mana 2 tani t rl bi! dulu b r!utang uang mau2un barang 2ada t ngkulak s b lum 2an n6 2 tani %uga tak bisa m lakukan ta5ar m na5ar untuk m n ntukan !arga 2 mb lian& D ngan adan(a asosiasi6 2 tani m m2un(ai k kuatan untuk m lakukan ta5ar m na5ar d ngan 2 mb li ka3ang tana!& .arga (ang dita5arkan 2 tani di2 rol ! dari !asil sur< i 2 ngurus asosiasi& S sama 2 tani k mudian s 2akat m nga%ukan satu !arga k 2 mb li& P ngusa!a tak bisa m n3ari !arga lain (ang l bi! mura! kar na b sarn(a 5ila(a! (ang t rgabung dalam asosiasi& P mb ntukan Asosiasi ;sosiasi !Aapoktan# sendiri merupakan puncak dari kuatnya organisasi petani. Mulai dari ba/ah adalah petani secara indi-idu. 3eberapa petani, antara 2 hingga &4 orang, bergabung dalam kelompok tani. .i satu desa bisa terdapat beberapa kelompok tani yang kemudian bergabung dalam Aapoktan. .i satu desa terdapat satu atau lebih kelompok tani. Mereka ini kemudian membentuk asosiasi yang me/adahi sebagian besar petani di ka/asan ini. Masing-masing tingkat organisasi ini punya fokus isu tersendiri. 0elompok tani misalnya fokus pada aspek produksi. 0erja sama sesama petani adalah untuk mendukung produksi pertanian.

Sumb r" akln&s t% n&d 2dagri&go&id1n 513&&&g)2angan 0egiatannya antara lain persiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, hingga pemanenan. ;dapun lopotani lebih fokus pada perencanaan dan kebijakan atau aspek politis. Misalnya dalam penyusunan ,encana Pembangunan @angka Menengah .esa !,P@M .es#. 9opotani juga berfungsi untuk merencanakan musim tanam. Sedangkan asosiasi lebih bergerak di aspek pemasaran. Bal ini memang tujuan utama berdirinya asosiasi. >isi asosiasi adalah untuk menciptakan organisasi petani yang mandiri dan berkelanjutan untuk mendukung pemasaran bersama komoditi pertanian secara adil. 3erdirinya asosiasi bera/al dari banyaknya masalah yang dihadapi petani dalam pemasaran hasil pertanian. Masalah tersebut, antara lain harga komoditi yang tidak menentu, posisi ta/ar indi-idual petani yang lemah, akses petani terhadap lembaga keuangan masih terbatas, alat timbangan yang dimainkan oleh pembeli, serta kurangnya akses petani terhadap informasi pasar.

Sumb r" akln&s t% n&d 2dagri&go&id1n 513&&&g)2angan

10

.engan beragam masalahnya petani sering menjadi korban. Proses pembentukan asosiasi !Aapoktan# mulai digagas oleh petani setempat melalui pertemuan dan permufakatan masyarakat. Prosesnya dimulai dengan upaya membangun kesadaran diri tentang lemahnya posisi indi-idual petani. )ahap selanjutnya petani melakukan pertemuan di /ilayah kerjanya, sesuai dengan tradisi yang berlaku. Sadar tentang kuatnya posisi ta/ar yang bisa diperoleh melalui asosiasi, para ketua kelompok tani segera mendirikan ;sosiasi /Aapoktan. Seringkali pihak ke tiga, seperti >?C$ *ndonesia dan mitranya CM)M ))U, dapat memfasilitasi terbentuknya asosiasi petani melalui berbagai program seperti peningkatan kapasitas petani maupun pemberian modal usaha. Peningkatan kapasitas tersebut dilakukan melalui pelatihan untuk petani atau dengan melakukan sur-ei pasar. Pembentukan asosiasi berdampak positif pada taraf hidup petani setempat. Bal ini akibat meningkatnya harga hasil tanaman, seperti kedelai, kacang tanah % misdalnya harga kacangtanah dari semula ,p '444 hingga bisa mencapai ,p "4.444 per kg. .i sisi lain, jumlah produksi tanaman juga dapat meningkat. .ari yang semula &4-'4 karung per hektar per petani, bisa mencapai "44 karung per hektar. Peningkatan produksi ini karena adanya kerja sama antar petani dan penguasaan teknologi budidaya yang semakin baik. P la%aran dari K b rsamaan Meningkatnya harga hasil panen dan posisi ta/ar dan taraf hidup petani merupakan pengalaman menarik tentang peran organisasi petani. Bal ini sekaligus memberikan pelajaran tentang proses ad-okasi yang dilakukan oleh lembaga sosial masyarakat.

Sumb r " tri5isaksana&blogs2ot&3om1+,,7A,&&&i< &!tml P rtama, dari yang semula jadi korban, petani bisa beralih mengendalikan. Petani kini menjadi pengendali pemasaran hasil tanaman. Pemasaran hasil di ka/asan sekitar semula dikendalikan

11

tengkulak, namun saat ini dikendalikan oleh petani. Petani dapat ikut mengendalikan penentuan harga, penimbangan, hingga informasi pasar. K dua, kelompok petani bisa menjadi kekuatan. Sebelum ada kelompok, petani bekerja sendiri-sendiri dengan modal sumber daya maupun ekonomi terbatas. (amun adanya kelompok tani, dan asosiasinya membuat petani bisa saling membantu dalam usahanya. Petani dapat membuktikan bah/a kekuatan bisa menjadi modal.

Sumber ///.jombangkab.go.id/e-go-/layan...o8'.&761 0egiatan pengendalian hama tikus sudah menjadi pekerjaan rutin bagi 0elompok )ani .esa @ombatan, 0ec. 0esamben. Bal ini terbukti pengendalian dengan cara Aropyokan dan Pengemposan sangat efektif mengurangi populasi hama tikus dan biayanya murah. Pengendalian dengan cara ini hanya dibutuhkan kekompakan saja di kelompoktani dan antar kelompoktani dalam upaya mengamankan produksi )anaman pangan dan tanaman perkebunan ! )ebu # dari serangan hama tikus.

K tiga, kelompok tani menciptakan solidaritas antar-petani bahkan antar-desa. Masalah satu petani anggota asosiasi merupakan masalah bagi seluruh petani di ka/asan tersebut. .engan demikian, pengusaha tidak bisa mempermainkan satu pun petani karena akan dianggap mempermaikan petani lainnya.

12

K lom2ok Ga2oktan 4Gabungan K lom2ok Tani8 s suai d ngan 2ot nsi 5ila(a!n(a& Sumb r" s m nd &5ord2r ss&3om1+,,71,>1,7&&&rtanian1

K m2at, adanya perubahan cara pandang petani terhadap pengusaha. Sebelum ada asosiasi, petani menganggap pengusaha adalah musuh dalam pemasaran karena petani merasa hanya menjadi korban. 0ini, petani menggap pengusaha ada bagian penting dalam pemasaran dan karena itu mereka menjadi mitra dalam rantai usaha tani.

P?);(* .esa 0utakarya, 0ecamatan 0uta/aluya, menjual gabah hasil panen dengan harga jauh diba/ah harga panen sebelumnya yakni ,p &544/kg dari ,p '444/kg harga sebelum turun. Bal itu, menyusul turunnya harga beras saat ini. Sumber radarkara/angne/s.blogspot.com/&...i-e.html

K lima, petani dapat mengubah sistem ijon yang selama ini terlanjur dianggap sebagai sistem terbaik dalam pemasaran hasil pertanian. .ulunya sistem ijon terjadi akibat petani harus berhutan

13

pada tengkulak atau pengusaha. (amun kini petani menjual pada asosiasi yang membeli dengan harga tinggi sehingga tidak perlu berhutang lagi.

Petani dapat menjual padinya pada saat belum panen !tanaman masih hijau# untuk memenuhi ekebutuhan mendesak Sumber anisa-itri./ordpress.com/&441/"&/"5/

Urg nsi Lumbung Pangan


4K!udori6 R 2ublika& Sabtu6 +7 9uli +,,B8 Memasuki musim kemarau, biasanya bulan @uni atau @uli, sejumlah daerah sentra produksi pertanian di @a/a mengalami kekeringan. Petani yang menanam padi pada musim tanam gadu !musim ke dua# mulai ketar ketir. Bal ini disebabkan karena tanaman padi memerlukan air yang banyak !diperlukan ".144 liter hingga 7.444 liter air untuk produksi satu kilogram padi#. Pasokan air yang kurang selama fase -egetatif akan membuat pertumbuhan padi terganggu yang pada gilirannya akan memperburuk hasil panen. Untuk menghindari risiko itu, petani bisa sertamerta diminta mengganti tanaman padi dengan tanaman pala/ija yang tidak memerlukan banyak air. @enis tanaman itu mudah rusak, harganya fluktuatif, dan relatif tak ada jaminan. 3erbeda dengan padi. Pada gilirannya, kekeringan akan menurunkan hasil panen, bahkan membuat panen puso, dan akan mengancam target produksi padi nasional tahun &446 yang dicanangkan pemerintah 7+,57 juta ton. K k ringan6 ;,,, .a Gagal Pan n LANGSA) S dikitn(a ;,,, ! ktar la!an sa5a! milik 5arga di K 3amatan Langsa Timur m ngalami k k ringan& Akibatn(a 2an n 2adi 5arga untuk ta!un ini di k 3amatan t rs but m ngalamai gagal 2an n&

14

0?0?,*(A;(- Para petani di .esa ;lur Merbau sedang memperlihatkan hasil panen mereka yang gagal akibat sa/ahnya kekeringan, Senin !'4/'#. Doto 3ahtiar Busin/Metro ;ceh Sumber ///.jpnn.com/indeE.php8'Dmib8'.b...8

Ada2un ;,,, ar al sa5a! t rs but b rada di D sa Alu M rbau6 D sa Bukit M tua!6 D sa S n bok Antara6 D sa Alur Pinang dan D sa Matang = ngai& M nurut 2 tani D sa Alu M rbau6 k k ringan itu t r%adi akibat 3ua3a 2anas b b ra2a 2 kan t rak!ir ini& S lain itu %uga k r na tidak b r#ungsin(a saluran irigasi (ang b rada di d sa t rs but6 Suda! tiga bulan la!an 2 rtanian tidak diairi6 kar na tanggul saluran irigasi (ang b rada di lokasi (ang biasan(a m ngaliri air k la!an sa5a! t la! % bol& An3aman K ringn(a sa5a! dia5ali saat t r%adin(a C% boln(aD tanggul saluran irigasi (ang s lama ini m ngairi sa5a!& S %ak saat itu air tidak lagi da2at m ngalir k sa5a!6 s !ingga la!an tanaman 2adi m ngalami k k ringan dan !asil 2an n m nurun drastis& Biasan(a d ngan luas la!an (ang ada6 da2at di!asilkan 2adi !ingga +6> ton6 namun 2an n kali ini !asiln(a !an(a - ton sa%a kar na 2adi ban(ak (ang mati dan !am2a& Akibat gagal 2an n itu s bagian 2 tani mulai 2ata! s mangat dan nggan untuk m nanam 2adi lagi di la!an t rs but& Ar al 2 rsa5a!an mulai ditinggalkan6 kar na modal (ang dik luarkan d ngan !asil tidak b rimbang 4usa!atanin(a m rugi8&

.ari sudut pandang perspektif pertanian, kekeringan jauh lebih berbahaya daripada banjir, terutama karena periode /aktunya. 3anjir sampai batas tertentu, masih dapat dikendalikan dan kejadiannya

15

berlangsung dalam /aktu pendek, apalagi jika drainase baik. .i pihak lain, kekeringan membuat kebutuhan air tanaman dan makhluk hidup lain menjadi sangat terbatas, itu pun periodenya sangat panjang. 0ekeringan bisa mengancam daerah mana saja, sehingga berdampak lebih luas dan lama. $leh karena itu, mengurangi dampak tekanan dari kekeringan jadi penting. Secara historis, *ndonesia telah berulangkali mengalami peristi/a kekeringan yang serius. Sayangnya, berbagai peristi/a tersebut kurang terdokumentasikan dengan baik. Salah satu kasus kekeringan yang mengesankan terjadi pada a/al "154-an yang menimpa daerah-daerah gudang beras penting di *ndonesia, seperti 0abupaten 0ara/ang, @abar. ;kibatnya insiden kelaparan meluas di tengah masyarakat, terutama menimpa mereka yang vulnerable dan berpendapatan rendah.

Pulu!an k ktar la!an sa5a! di Kam2ung Ka3 ot6 D sa Tunggak%ati6 K 3amatan Kara5ang Barat6 m ngalami k t rlambatan su2lai air& Akibatn(a6 s lain k k ringan %uga 2 nggara2an la!an m nggunakan alat traktor sulit dilakukan& Pada!al6 sist m 2 nggunaan traktor m miliki batas 5aktu t rt ntu& Para 2 tani m nd rita k rugian 5aktu dan t ran3am lambat 2an n& S !arusn(a m r ka suda! mulai tanam b ni! 1 bibit 2adi satu bulan (ang lalu& Namun6 kini b lum da2at dilakukan kar na tana! sa5a! b lum diola!& B rdasarkan 2 mantauan6 kondisi air di saluran irigasi induk dan s kund r m ngalir 3uku2 lan3ar& K t rlambatan su2lai air k la!an sa5a! diakibatkan ol ! adan(a k rusakan tanggul saluran irigasi& S !ingga air di saluran irigasi s kund r t rbuang dan akibatn(a %umla! 2asokan air k saluran t rsi r (ang m nu%u k la!an sa5a! tidak m n3uku2i&

Pulu!an . ktar Sa5a! K k ringan

16 3U)UB ;*, Petani di 0ampung 0aceot, .esa )unggakjati, 0ecamatan 0ara/ang 3arat, terpaksa memacul lahan kering karena keterlambatan suplai air. Sumber radarkara/ang.blogspot.com/&441F...i-e.html Akibat k rusakan tanggul t rs but6 air irigasi tidak da2at m masuki saluran t rsi r s suai d ngan k butu!an untuk m ngairi 2ulu!an ! ktar sa5a!& Ol ! kar na itu6 s lain lambat tanam di2astikan musim 2 n nan b rikutn(a dik!a5atirkan %uga t r!ambat& Pada!al6 !asil 2an n (ang akan datang m ru2akan andalan 2 n3a!arian s t la! !asil 2an nan k marin !abis untuk modal usa!atani& S 3ara t r2isa!6 2 n( dia %asa traktor m n( salkan k t rlambatan su2lai air untuk 2ulu!an ! ktar sa5a! di da ra! k r%an(a& S !ingga 2 ngola!an tana! b lum da2at dilakukan s suai d ngan %ad5al s 5a k r%a traktor (ang s !arusn(a suda! s l sai dilakukan& .al s 2 rti ini sangat b r2 ngaru! b sar 2 tani dan usa!atanin(a&

3erbagai dampak merugikan akibat kekeringan itu menyadarkan kita bila negara ini belum memiliki sistem ketahanan pangan ! !ood security# yang bisa diandalkan. 0elaparan terjadi selain karena kemiskinan juga karena masyarakat tidak memiliki sistem penyangga ketersediaan pangan untuk menghadapi berbagai situasi sulit. 3ulog, lumbung pangan modern sebagai ujung tombak ketahanan pangan, sering tidak berdaya meskipun sudah banyak sumberdaya, dana, /aktu, dan fasilitas dicurahkan untuk membentuk cadangan pangan nasional. Pada situasi dimana kebijakan publik tidak dapat diandalkan, maka masyarakat harus melibatkan diri secara aktif dalam pembentukan cadangan pangan. .engan segala keterbatasan yang ada, masyarakat harus mampu membangun tatanan kelembagaan cadangan pangan untuk mengamankan diri sendiri, keluarga, dan komunitasnya dari kekurangan pangan kronis. .alam konteks demikian, gagasan untuk menghidupkan kembali lumbung desa sebagai institusi ketahanan pangan tradisional yang telah dikelola masyarakat desa secara turun-temurun menjadi amat rele-an. Sk ma 2 ng mbangan Lumbung Pangan Mas(arakat

17

.alam upaya penyediaan pangan secara berkelanjutan, masyarakat desa biasanya menyimpan padi dalam lumbung. 3angunan lumbung dibuat secara khusus, yang dapat menggambarkan bah/a masyarakatnya sangat erat berkaitan dengan budaya bercocok tanam. .i berbagai daerah di *ndonesia, bentuk, jenis dan fungsi lumbung beragam sesuai dengan tradisi dan kearifal local masyarakatnya. 9umbung dapat dibuat terpisah dengan rumah dan biasanya ada upacara atas keberadaannya untuk menghormati dan bersyukur kepada de/a !.e/i Sri# sebagai penjaga dan pemelihara padi. Program pembangunan sistem dan kelembagaan 9umbung .esa Modern merupakan upaya pemberdayaan petani untuk mengatasi gejolak harga gabah, dengan mengembangkan manajemen stok disertai distribusi secara optimal yang mempunyai tujuan antara lain !"# Mengintegrasikan subsistem produksi dan pasar, sehingga menjamin adanya kepastian harga produk tanaman pangan yang dapat memperbaiki pendapatan petani, !&# Memasyarakatkan dan memperkuat sistem lumbung pangan untuk meningkatkan nilai tambah produk tanaman pangan dan ketahanan pangan, !'# Mengembangkan kerjasama kemitraan dengan pihak lain untuk mengembangkan agribisnis tanaman pangan.

18

9umbung pangan dikenal sebagai cadangan pangan di pedesaan dan sebagai penolong selama masa paceklik. Bal ini sangat penting untuk daerah pertanian tadah hujan, lahan pertanian pangan hanya dapat berproduksi optimal pada musim hujan saja. Selain itu, langkanya dan mahalnya harga pupuk dan saprodi lainnya, memaksa para petani harus berhutang untuk dapat melaksanakan usahtaninya. .engan keberadaan lumbung, diharapkan dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan masyarakat dalam skala kecil. 0eputusan Mendagri dan otonomi daerah (o 6 tahun &44" tentang pengembangan lumbung pangan masyarakat / kelurahan menyatakan bah/a 9PM. merupakan lembaga milik rakyat desa/kelurahan yang bergerak di bidang pendistribusian, pengolahan dan perdagangan bahan pangan yang dibentuk dan dikelola oleh masyarakat. Bal yang perlu dikaji adalah G;pakah 9PM. harus memiliki lumbung secara fisik sebagai tempat menyimpan cadangan pangan atau hanya sebagai kelembagaan desaHI )radisi sebagian masyarakat di *ndonesia adalah mensakralkan sesuatu dalam kegiatan hidupnya, termasuk Glumbung panganI. .engan kemajuan teknologi dan informasi saat ini, telah banyak pergeseran/penghilangan perlakuan terhadap lumbung itu sendiri !pandangan mengenainya, struktur bangunan, metode pemeliharaan, dll#. Struktur bangunan penyimpanan yang tradisional tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. 3agaimana struktur bangunan lumbung sehingga dapat diketahui apa saja kelebihan dan kekurangannya sebagai sarana penyimpanan, hingga dapat disimpulkan apakah layak atau tidak. Urg nsi lumbung Denomena lumbung desa telah lama dikenal sebagai institusi cadangan pangan di pedesaan dan sebagai penolong petani di masa paceklik. .engan fungsi kon-ensionalnya, lumbung desa telah membantu meningkatkan ketahanan pangan masyarakat dalam skala kecil. Sayangnya, sepanjang periode orde baru, akibat kebijakan pangan !beras# murah, terjangkau semua orang dan tersedia setiap saat, institusi yang sebetulnya hidup dan dipelihara turun-temurun itu lenyap ditelan /aktu. Masyarakat merasa tidak perlu lagi menyisihkan dan menyimpan sebagian panenya di lumbung desa. Cuma, gagasan untuk menghidupkan kembali institusi lumbung desa saat ini bukan pekerjaan mudah. *dentifikasi kondisi lumbung pangan masyarakat desa !9PM.# di @abar !0abupaten )asikmalaya, Cirebon dan Cianjur# dan @ateng !3anyumas, Pur/orejo dan 3oyolali# oleh .epartemen Pertanian !&44"# menunjukkan jika 9PM. belum bisa diandalkan sebagai lembaga yang mampu menyerap marketable plus di saat panen raya. ;palagi diharapkan sebagai stabilitas cadangan pangan masyarakat dan membantu mengamankan harga gabah dari kejatuhan. .i @abar, marketable plus

19

gabah mencapai +.45+ ribu ton, sementara kapasitas 9PM. cuma "'.55" ton !4,71 persen#. Sedangkan di @ateng, kapasitas seluruh 9PM. hanya menyerap 4,1& persen marketable plus. Modal a/al 9PM. hanya dihimpun sekali dalam bentuk natura !gabah#. 3erikutnya tidak pernah ada akti-itas penyimpanan !setor#, yang ada adalah jasa peminjaman dalam bentuk natura dan dikembalikan dalam bentuk natura. Penggunaan jasa pinjaman selain untuk akumulasi modal, susut, dan jasa pengurus serta anggota, juga dipakai untuk kegiatan sosial seperti mengatasi musibah. .engan kata lain, dalam pengelolaannya 9PM. masih menggunakan sistem natura, dan bukan uang. Ciri lain yang melekat, hampir semua 9PM. masih berorientasi sosial. Seiring makin menurunnya peran 3ulog dalam pembentukkan cadangan pangan nasional, maka langkah mere-italisasi 9PM. menjadi institusi penyangga cadangan pangan menjadi amat strategis. ,e-italisasi 9PM. menjadi lembaga perekonomian desa harus dilakukan secara bertahap. Mula-mula 9PM. yang sudah ada dan bersifat sosial dapat ditingkatkan menjadi 9PM. sederhana yang kokoh. Selanjutnya, 9PM. itu harus difasilitasi menjadi lumbung pangan yang modern seperti yang ada di negara-negara maju. Cikal-bakal lumbung pangan demikian sudah ada di Sumatera Selatan. .engan prinsip saling percaya. Pengusaha penggilingan padi memberikan fasilitas gudang gratis kepada petani. 9e/at cara ini, pengusaha bisa menjaga pasokan beras sesuai kebutuhan pasar, sehingga harga gabah/beras terkendali. Ujung-ujungnya, bukan saja pengusaha yang untung, petani juga tidak merugi akibat kejatuhan harga di saat panen raya. .engan bukti kepemilikan gabah di gudang, petani juga bisa mendapatkan kredit dari pengusaha dan pihak lain. .i 9ampung jauh lebih maju. .engan mengantongi sertifikat kepemilikan kopi di gudang dari sur-eyor, petani kopi di sana dengan mudah bisa mendapatkan fasilitas kredit o!! shore berbunga ringan dari institusi perbankan. Untuk mengembangkan lumbung pangan modern, yang penting bukan cuma institusi fisik, tapi juga soal manajemennya. *ntinya, pengelolaan lumbung pangan modern menyangkut tiga hal penting, yaitu pengelolaan risiko, bursa komoditas, dan prinsip saling kepercayaan. 9umbung pangan itu bukan hanya untuk mengelola komoditas yang punya daya simpan panjang seperti beras dan kopi atau biji-bijian, tapi juga komoditas yang mudah dan cepat busuk seperti sayur-sayuran dan buahbuahan. .engan penerapan warehouse receipt system dan pergudangan yang canggih, petani dapat lebih terjamin pendapatannya. Petani tidak kha/atir harga jual komoditasnya anjlok karena rusak. .engan lumbung pangan yang modern diharapkan cadangan pangan masyarakat menjadi lebih terjamin.

Sa5a! K ring6 Puso T rba(ang


!*(*9;B.C$M, 3andar 9ampung#

20

9ampung merupakan salah satu lumbung pangan nasional. )etapi seringkali daerah ini terancam oleh bahaya kekeringan. Meluasnya kekeringan akibat kemarau dapat menyebabkan ".57+ hektare sa/ah terancam puso atau gagal panen. Denomena kekeringan di 9ampung dapat mengakibatkan menurunnya produksi padi, hasil panen petani dapat berkurang sekitar '.444 ton. @ika tidak segera dapat diatasi, kondisi kekeringan jelas merisaukan. 3ukan hanya bagi petani dan penduduk setempat, tetapi juga dalam skala nasional. .ata di .inas Pertanian dan )anaman Pangan Pro-insi 9ampung menunjukkan, hingga "7 @uli &442 bencana kekeringan tertinggi terjadi di 0abupaten 9ampung )engah. .i kabupaten ini, ".&"' hektare sa/ah puso. .i 9ampung Selatan, +&' hektare juga dilanda kekeringan. 0ekeringan terendah terjadi di 9ampung Utara. ;real persa/ahan yang kering tercatat hanya " hektare. .ari ".57+ hektare sa/ah yang kekeringan, ".41' hektare di antaranya masuk kategori ringan, +71 hektare kategori sedang, dan &4& hektare kategori parah. Sebenarnya lahan yang ditimpa kekeringan hanya 4,78 dari total lahan pertanian di di /ilayah 9ampung. )etapi hal seperti ini harus segera diatasi. Sa/ah yang kekeringan dengan kategori ringan akan kehilangan produksi padi &48, kategori sedang 748, dan kategori parah 578. .alam kondisi normal, setiap hektare sa/ah mampu menghasilkan padi +,7-6 ton. Untuk membantu mengatasi masalah kekeringan ini, .inas Pertanian dan )anaman Pangan membantu petani dengan memberikan benih padi. Saat kemarau seperti ini, tidak efektif membantu petani dengan pengadaan sumur bor untuk mengairi sa/ahnya. Sebab, air sumur bor pun kering di saat musim kemarau. $leh karena itu bantuan bagi petani berupa benih padi untuk musim tanam berikutnya.

21

Sumb r" 555&inila!&3om1b ritaA2rint&2!2?&&&?/D0,B7;


@ika bencana kekeringan terus meluas, pasti bakal ikut memicu lonjakan harga pangan nasional. Barga beras sebagai bahan pangan pokok orang *ndonesia bisa merambat naik. Problem lain di luar kekeringan adalah lahan pertanian tanaman pangan dari hari ke hari semakin berkurang sebagai akibat darui berbagaui bentuk kon-ersi lahan pertanian. Sebagian petani akan mengubah pola pengelolaan lahannya mengarah kepada tanaman non-pangan, misalnya aneka tanaman perkebunan yang lebih tahan kekeringan.

+&-& Ruang Lingku2 LPMD Pemberdayaan lumbung pangan dapat dilakukan di lokasi .esa Mandiri Pangan. Seluruh tahapan kegiatan pemberdayaan lumbung pangan dilaksanakan melalui proses pemberdayaan masyarakat. .engan kegiatan tersebut masyarakat diharapkan mampu memberdayakan kelembagaan lumbung pangan melalui penguatan cadangan pangan dan pengembangan usaha ekonomi kelompok menuju ter/ujudnya kemandirian kelembagaan lumbung pangan dengan indikator sebagai berikut "# Menguatnya permodalan usaha kelompok &# Meningkatnya posisi ta/ar !bargaining position# anggota dalam penjualan hasil usaha tani. '# 3erkembangnya keterampilan teknis anggota kelompok. +# )erjalinnya hubungan kemitraan dan jaringan usaha kelompok 7# 3erkembangnya usaha kelompok menuju skala yang mampu memberikan peningkatan pendapatan yang layak bagi anggotanya. 6# Meningkatnya cadangan pangan minimal sebesar ' bulan kebutuhan konsumsi masyarakat. Antisi2asi Ra5an Pangan6 Mas(arakat Giatkan Lumbung Padi

22

3agian dari antisipasi kenaikan harga dan kelangkaan beras serta ra/an pangan, Propinsi @a/a 3arat akan kembali menumbuhkan kebiasaan masyarakat yang saat ini sudah ditinggalkan, yaitu lumbung padi atau beras. Menurut Aubernur @a/a 3arat, selain melaksanakan program raskin, untuk menjaga ketahanan pangan mulai tahun ini akan laksanakan lumbung padi atau beras di berbagai tempat di @abar. Bal ini sangat berguna disaat-saat terjadi krisis pangan.

;ntisipasi ,a/an Pangan, Masyarakat Barus Aiatkan 9umbung Padi Sumber ///.beritabandoeng.com/kategori/...-budaya/ Pada saat ini sebagian masyarat masih belum sadar betul akan pentingnya lumbung padi atau beras, baik di tingkat keluarga, ,), ,< maupun tingkat kecamatan. )ingkat ,) la=imnya disebut G@impitan atau perelekI, beras tersebut dikumpulkan di pengurus ,). .i desa biasanya saat panen sebagian padi dijual dan sebagian lagi di simpan di lumbung padi di masing-masing rumah-tangga. .engan cara seperti itu, padi yang disimpan di lumbung belum habis, panen berikutnya sudah datang sehingga mereka tidak dirisaukan oleh perubahan harga beras. Aubernur bersama 3adan 0etahanan Pangan, dana ketahanan pangan dan .e/an 0etahanan Pangan akan bekerja untuk menghidupkan kembali kebiasaan-kebiasaan masyarakat yang sudah ditinggalkan, diantaranya lumbung padi. Pemerintah daerah sudah menganggarkan dana stimulus dalam ;P3. @abar, untuk membuat lumbung-lumbung beras itu. Setiap kelompok masyarakat akan mendapat dana hibah sebesar ,p"4 juta.

+&+& P nd katan K giatan LPMD 0eseluruhan kegiatan pemberdayaan dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi masyarakat dan semua pemangku kepentingan !stakeholders# dalam rangka meningkatkan pembangunan pedesaan. Pemberdayaan masyarakat dalam mengelola lumbung pangan adalah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat agar

23

dapat berpartisipasi dalam memanfaatkan potensi yang dimilikinya dalam me/ujudkan kemandirian kelembagaan lumbung pangan. +&/& Strat gi K giatan LPMD Seluruh proses dapat dilakukan dalam kurun /aktu tiga : lima tahun, meliputi tiga tahapan yaitu tahap penumbuhan, pengembangan, serta per/ujudan kemandirian kelembagaan lumbung pangan. ;. Penumbuhan 0elompok )ahap penumbuhan kelompok meliputi "# *dentifikasi desa dan kelompok &# Sosialisasi '# Seleksi +# Penetapan 7# Penyusunan ,U0 6# Penyaluran .ana 3ansos 5# Pemanfaatan .ana 3ansos !pembangunan fisik lumbung#. 3. Pengembangan 0elompok "# Penguatan kelembagaan &# Pengembangan usaha kelompok '# Penguatan cadangan pangan +# Penguatan modal usaha 7# Pelatihan dan pendampingan C. 0emandirian "# Pemantapan kelembagaan &# Pengembangan jaringan usaha dan kemitraan '# Pemantapan cadangan pangan +# Pelatihan dan pendampingan

24

Aambar ". 0erangka 0onsep Pemberdayaan 9PM.. PENGORGAN$SAS$AN LPMD -& Tingkat Pusat 0egiatan pemberdayaan lumbung pangan perlu dilakukan dengan pengorganisasian baik di tingkat pusat, propinsi dan kabupaten di ba/ah koordinasi .e/an 0etahanan Pangan. Dungsi dan peran 3adan 0etahanan Pangan, .epartemen Pertanian adalah a. Menyusun Pedoman )eknis Pemberdayaan 9umbung Pangan b. Melakukan koordinasi, sosialisasi, -erifikasi, ad-okasi, terhadap penyelenggaraan kegiatan pemberdayaan lumbung pangan c. Melakukan Monitoring dan ?-aluasi d. Pembinaan +& Tingkat Pro2insi Pada tingkat propinsi, .e/an 0etahanan Pangan di tingkat propinsi bertindak sebagai koordinator pelaksana kegiatan. .alam pelaksanaan kegiatan pemberdayaan lumbung pangan melibatkan Pokja .esa Mandiri Pangan yang sudah ada. 3adan/.inas/*nstansi yang menangani 0etahanan Pangan di Propinsi mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut a. Menyusun petunjuk pelaksanaan pemberdayaan lumbung pangan. b. Melakukan koordinasi, identifikasi dan seleksi calon penerima dan calon lokasi, sosialisasi, -erifikasi, dan pembinaan terhadap penyelenggaraan kegiatan pemberdayaan lumbung pangan.

25

c. Menetapkan kelompok sasaran dengan S0 0epala 3adan/*nstansi yang menangani ketahanan pangan propinsi dan melaporkannya ke pusat. d. Melakukan Monitoring dan ?-aluasi secara berkala. e. Melaporkan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan lumbung pangan ke pusat. /& Tingkat Kabu2at n .e/an 0etahanan Pangan kabupaten sebagai koordinator pelaksana di kabupaten. .alam pelaksanaan kegiatan pemberdayaan 9PM. melibatkan .esa Mandiri Pangan yang sudah ada. a. 3ersama propinsi melakukan identifikasi, sosialisasi, dan seleksi calon penerima dan calon lokasi, -erifikasi, dan pembinaan terhadap penyelenggaraan kegiatan pemberdayaan lumbung pangan. b. 3ersama propinsi melakukan Monitoring dan ?-aluasi. c. Melaporkan perkembangan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan lumbung pangan ke propinsi secara berkala. d. Melakukan pendampingan dengan memanfaatkan tenaga pendamping yang sudah ada di .esa Mandiri Pangan. 0& Tingkat K lom2ok Lumbung Pangan a. Menyusun ,U0. b. Membangun fisik lumbung. c. Melakukan pengadaan bahan pangan untuk cadangan. d. Mengembangkan usaha ekonomi kelompok. e. Meningkatkan kapasitas kemampuan manajemen dan ekonomi. f. Melaporkan perkembangan kegiatan pemberdayaan lumbung pangan ke kabupaten secara berkala. )abel ". Pelaksana 0egiatan Pemberdayaan 9umbung Pangan Masyarakat
0egiatan 0oordinasi *dentifikasi ;d-okasi Sosialisasi >erifikasi Pembinaan Pendampingan Monitoring dan ?-aluasi Pertemuan ?-aluasi 0egiatan Pelaporan Pelatihan Petugas 9apangan Pembangunan Disik 9umbung Pusat J J J J J J J J J : : Propinsi J J J J J J J J J J : 0abupate n J : J J J J J : J : : 0elompo k : : : : : : : : J : J

26 Pengadaan 3ahan Pangan untuk Cadangan Pangan Pengembangan Usaha 0elompok : : : : : : J J

KEG$ATAN TA.AP PENUMBU.AN 0egiatan Pengembangan 9umbung Pangan didukung oleh dana ;P3( berupa dana dekonsentrasi di propinsi dan penggunaannya sesuai dengan mekanisme .*P;. 0egiatan yang dilaksanakan pada tahun pertama melibatkan Pokja .esa Mandiri Pangan yang sudah ada di pro-insi dan kabupaten/kota, pendamping/penyuluh -& S l ksi Kabu2at n Sasaran 0abupaten sasaran berada di .esa Mandiri Pangan tahun &446 : &442. ;lokasi penerima kelompok sasaran untuk setiap kabupaten ditetapkan oleh propinsi sesuai kuota lumbung penerima dana bansos &441 di masing : masing propinsi. +& S l ksi Lokasi Sasaran Seleksi lokasi dilakukan melalui proses identifikasi dan -erifikasi terhadap lokasi sasaran dengan kriteria sebagai berikut a. 3erada di lokasi .esa Mandiri Pangan tahun &446 : &442 !terlampir#. .ipilih satu dari dua desa Mandiri Pangan yang memiliki potensi untuk dikembangkan. b. Penyediaan lahan oleh kelompok untuk pembangunan fisik lumbung. 0elompok harus menyediakan lahan yang kepemilikannya atas nama kelompok. 9ahan tersebut harus mudah dijangkau, tidak bersengketa atau dikemudian hari tidak ada gugatan atas pemilikan lahan .

27

)abel &. )ugas Pusat, Propinsi dan 0abupaten dalam Seleksi 9okasi dan 0elompok Sasaran Tugas Pusat 3ersama propinsi melakukan -erifikasi pada propinsi tertentu Tugas Pro2insi -& Menentuan kabupaten sasaran dan alokasi kelompok sasaran +& Menyeleksi calon desa dan calon kelompok sasaran /& Mem-erifikasi calon kelompok sasaran Tugas Kabu2at n 3ersama propinsi menyeleksi calon desa dan calon kelompok sasaran

/& S l ksi K lom2ok Sasaran a. Propinsi menentukan jumlah kelompok sasaran sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan. b. 0elompok sasaran adalah kelompok yang telah ada atau kelompok baru yang memiliki potensi untuk pengembangan lumbung pangan yang berasal dari desa tersebut dengan jumlah anggota minimal &4 orang. c. 0elompok sasaran tersebut belum pernah mendapat penguatan modal, atau fasilitasi lain pada saat yang bersamaan atau pada tahun-tahun sebelumnya. 0&0& Sosialisasi K giatan a. Sosialisasi kegiatan kepada kelompok sasaran dilakukan oleh propinsi dengan melibatkan aparat kabupaten. b. Materi Pedoman )eknis Pemberdayaan 9umbung Pangan c. <aktu. Pusat kepada propinsi dilakukan pada bulan Debruari. Propinsi ke kabupaten, desa dan kelompok sasaran dimulai pada bulan Maret.

28

)abel '. )ugas Pusat, Propinsi dan 0abupaten dalam Sosialisasi )ugas Pusat ". Menyusun Pedoman )eknis &. Melaksanakan sosialisasi tingkat nasional )ugas Propinsi ". Menyusun Petunjuk Pelaksanaan Pemberdayaan 9umbung Pangan &. Melaksanakan sosialisasi di tingkat kabupaten, desa dan kelompok sasaran )ugas 0abupaten 3ersama propinsi, melaksanakan sosialisasi di tingkat desa dan kelompok sasaran

0&;& P n ta2an K lom2ok Sasaran 0elompok sasaran ditetapkan dengan S0 0epala 3adan/.inas/*nstansi yang menangani ketahanan pangan di pro-insi. 0elompok sasaran yang telah ditetapkan membuka rekening tabungan pada 3ank terdekat dan memberitahukan kepada Pejabat Pembuat 0omitmen !PP0# Propinsi. 0&B& P n(usunan R n3ana Usa!a K lom2ok 4RUK8 Penyusunan ,U0 dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh anggota kelompok yang difasilitasi oleh aparat pro-insi dan kabupaten. ,encana yang disusun ditingkat kelompok adalah perencanaan pembangunan fisik lumbung pangan yang mencakup /aktu pelaksanaan, spesifikasi dan pembiayaan. ,U0 tersebut di-erifikasi oleh 3adan/.inas/*nstansi yang menangani ketahanan pangan di pro-insi dan merupakan syarat pencairan dana. 0&E& M kanism P n3airan dan P n(aluran Dana Bantuan Sosial Proses pengajuan dan pencairan dana bantuan social dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut a. ,U0 yang telah disusun oleh kelompok dan ditandatangani ketua kelompok serta dua anggota kelompok b. 0elompok memberitahukan nomor rekening tabungan kepada PP0 di propinsi c. 0etua kelompok mengusulkan ,U0 ke PP0 setelah di-erifikasi oleh aparat propinsi. d. PP0 meneliti ,U0 tersebut dan mengusulkannya ke 0uasa Pengguna ;nggaran !0P;# e. 0P; mengajukan SPM-9S kepada 0PP( dengan melampirkan "# S0 0epala 3adan/.inas/*nstansi yang menangani ketahanan pangan di pro-insi tentang penetapan kelompok.

29

&#

'# +#

,ekapitulasi ,U0 dengan mencantumkan - (ama kelompok - (ama ketua kelompok - (ama anggota kelompok - (o ,ekening atas nama ketua kelompok - (ama bank - @umlah dana dan susunan keanggotaan 0uitansi yang ditandatangani oleh ketua kelompok dan diketahui oleh PP0 Surat Perintah 0erjasama !SP0# antara PP0 dengan kelompok sasaran tentang pemanfaatan dana.

f. ;tas dasar SPP-9S, Pejabat Pengujian dan Perintah Pembayaran !PPPP# menguji dan menerbitkan SPM-9S, selanjutnya 0P; menyampaikan SPM-9S ke 0PP( setempat. g. 0PP( menerbitkan Surat Perintah Pencairan .ana !SP&.# sesuai ketentuan .epartemen 0euangan. !Sumber Pedum 3ansos Untuk Pertanian )ahun &441# .alam penggunaan dana bantuan sosial pemberdayaan lumbung pangan tersebut, kelompok sasaran harus mempunyai kinerja sebagai berikut "# Mempunyai kelengkapan organisasi. &# Memiliki manajemen administrasi dan keuangan yang baik !tertib administrasi#. '# )ransparan dalam pengelolaan keuangan kelompok. +# Memiliki rencana usaha kelompok 7# Mempunyai tabungan kelompok .ana bantuan sosial pemberdayaan lumbung pangan masyarakat merupakan dana bantuan pemerintah yang digunakan sebagai dana untuk pemberdayaan lumbung pangan di masyarakat untuk membiayai pembangunan fisik lumbung pangan serta stimulan permodalan untuk usaha produktif kelompok sasaran. .ana tersebut disalurkan melalui perbankan yang ditunjuk sebagai penyalur dana penguatan modal kepada kelompok sasaran di desa ra/an pangan yang telah ditetapkan. .ana yang telah diterima oleh kelompok lumbung pangan dapat digunakan untuk pembangunan fisik lumbung pangan. Selain itu dapat juga dimanfaatkan untuk pengadaan bahan pangan pokok sebagai cadangan pangan dan akti-itas pengembangan usaha kelompok untuk mendukung keberlanjutan kelompok. Pembangunan lumbung tersebut dilakukan di atas lahan kelompok atau lahan yang peruntukannya telah ditetapkan bagi kepentingan kelompok dengan bukti surat pernyataan penyerahan pemanfaatan lahan dari pemilik lahan. 0&>& P man#aatan dana Bansos

30

.ana bansos dimanfaatkan untuk pembangunan fisik lumbung pangan yang dilakukan secara s/akelola oleh masyarakat. .ana tersebut digunakan untuk pembelian bahan bagunan seperti pasir, semen, batu bata dan lain : lainnya sedangkan kebutuhan lainnya seperti upah tenaga kerja diupayakan berasal dari partisipasi masyarakat. Pembangunan tersebut dilakukan dengan memperhatikan konstruksi lumbung dengan sirkulasi udara di dalam lumbung terkendali, kapasitas simpan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kelompok. 0apasitas bangunan fisik lumbung pangan diperkirakan berkisar antara &4 : +4 ton setara gabah/beras. .alam pemanfaatan dana bansos tersebut, pengurus kelompok membukukan seluruh akti-itas penarikan dana dan pembelanjaannya. 0&7& Monitoring Propinsi melakukan monitoring untuk mengetahui kesesuai antara ,U0 dengan realisasi pembangunan fisik lumbung pangan. Basil monitoring tersebut harus dilaporkan kepada pusat.

Aambar &. Mekanisme Seleksi 0elompok Sasaran, Penyusunan ,U0 dan Penyaluran 3ansos PENGANGGARAN Sumber-sumber pendanaan untuk membiayai kegiatan lumbung pangan dapat berasal dari ;P3(, ;P3. *, ;P3. **, s/adaya masyarakat,

31

dan bantuan lain yang tidak mengikat. Pembiayaan dari ;P3( untuk kegiatan pemberdayaan lumbung pangan direncanakan selama tiga tahun dengan alokasi sebesar ,p. "44 juta !disesuaikan dengan kondisi keuangan negara#. Sebagai tahap a/al/penumbuhan, pada tahun &441 ini dialokasikan dana bansos sebesar ,p '4 juta untuk masing-masing kelompok !alokasi jumlah kelompok di setiap propinsi terlampir# yang dipergunakan untuk pembangunan fisik lumbung pangan. Pada )ahap Pengembangan dan 0emandirian, sisa alokasi anggaran digunakan untuk membiayai pemenuhan cadangan pangan, dan pengembangan usaha produktif di bidang on !arm" dan o!! !arm.

@$& MON$TOR$NG6 E@ALUAS$ DAN PELAPORAN Monitoring, ?-aluasi, dan Pelaporan harus dilakukan secara berjenjang, berkala, tepat /aktu sehingga dapat diambil suatu tindakan korektif sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Upaya penyelesaian dapat segera dilaksanakan untuk memperbaiki dan menyempurnakan kegiatan yang akan datang. Monitoring, dan ?-aluasi dilaksanakan oleh semua pihak yang terlibat dalam kegiatan termasuk peran masyarakat dalam menga/asi pelaksanaan kegiatan. B&-& Monitoring Monitoring dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan kegiatan termasuk pemanfaatan dana. Monitoring dilakukan sedini mungkin untuk mengetahui berbagai permasalahan yang muncul di lapangan supaya kegiatan berjalan secara efektif. 0egiatan monitoring dilakukan secara berkala dan berjenjang sesuai dengan tahapan kegiatan pemberdayaan lumbung pangan. B&+& E<aluasi ?-aluasi kegiatan dilakukan secara berjenjang !propinsi dan pusat# setiap semester yang bertujuan untuk menilai tingkat keberhasilan kegiatan pemberdayaan lumbung pangan sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. B&/& P la2oran Pelaporan pelaksanaan kegiatan dilakukan setiap semester dan tepat /aktu oleh propinsi ke pusat. 9aporan pelaksanaan kegiatan tersebut mencakup ". 0emajuan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan indikator yang ditetapkan &. Permasalahan yang dihadapi dan penyelesaiannya '. Perkembangan kelompok sasaran dalam mengelola usahanya berikut realisasi fisik dan keuangan.

32

9aporan tersebut mencakup aspek organisasi, adminstrasi, permodalan dan pemanfaatan dana bantuan sosial lumbung pangan yang diterima oleh kelompok di /ilayahnya masing- masing.

33

Kons 2 P mb rda(aan Lumbung Pangan Mas(arakat


!Sumber ;rdi @aya/inata, &44'. 0epala 3idang Pola Pemberdayaan, Pusat Pemberdayaan 0etahanan Pangan Masyarakat, 3adan 3imas 0etahanan Pangan, .epartemen Pertanian#.

0risis ekonomi yang melanda *ndonesia sejak tahun "112 sampai saat ini telah berdampak pada menurunnya kualitas ketahanan pangan masyarakat, khususnya pada tingkat rumah tangga. 0ondisi ini telah mengingatkan kita kepada peranan lumbung pangan masyarakat sebagai salah satu sarana penopang maupun coping mechanism bagi per/ujudan ketahanan pangan masyarakat. Pada saat krisis yang baru lalu tersebut, lumbung pangan masyarakat yang tersebar di seluruh pedesaan telah berperan penting dalam mengatasi sebagian kesulitan yang dialami masyarakat setempat, terutama para anggotanya. 0elembagaan lumbung pangan masyarakat saat ini, yang masih pada tingkatan sederhana dan berorientasi sosial, mempunyai potensi untuk dikembangkan dan dire-italisasi melalui proses pemberdayaan secara sistematis, utuh, terpadu dan berkesinambungan dengan melibatkan seluruh unsur terkait. Upaya ini diharapkan akan mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap per/ujudan ketahanan pangan, dan lembaga sosial ekonomi masyarakat ini mampu menjadi lembaga penggerak ekonomi perdesaan. Paling-tidak ada dua alasan pokok mengapa upaya pemberdayaan kelembagaan lumbung pangan masyarakat perlu dilakukan pada pasca krisis ekonomi ". Pertama, kelembagaan alternatif yang pernah diupayakan untuk menggantikan peran lumbung pangan dengan mengintegrasikan seluruh lembaga ekonomi sosial pedesaan dalam satu organisasi modern tidak memberikan hasil yang diharapkan dan menyebabkan petani selalu dihadapkan dalam posisi yang lemah. &. 0e dua, lumbung pangan terbukti memiliki potensi dan daya adaptasi yang lebih tinggi dari jenis-jenis kelembagaan masyarakat lainnya. Pengalaman pada saat krisis ekonomi yang baru lalu telah memberikan pelajaran bagi kita bah/a lumbung pangan cukup efektif melayani kebutuhan pangan anggotanya. R <italisasi Mengingat peran dan potensi kelembagaan lumbung pangan saat ini, pemerintah melakukan berbagai upaya terkait dengan pemberdayaan kelembagaan lumbung pangan masyarakat. Pada tahun &44&, upaya tersebut diimplementasikan melalui Program ;ksi Pemantapan 0etahanan Pangan. Sebagai ilustrasi, pada tahun &44& kegiatan ini dilaksanakan di "' pro-insi yang meliputi 75 kabupaten dan melibatkan "&" kelompok lumbung. Sedangkan untuk tahun &44', upaya pemberdayaan lumbung pangan makin diperluas sasarannya yang mencakup &4 pro-insi dan 16 kabupaten serta ''4 kelompok lumbung.

34

Program aksi pemantapan ketahanan pangan ini memperkenalkan Pola 3antuan Pinjaman 9angsung Masyarakat !3P9M#, yaitu berupa pemberian pinjaman sejumlah dana untuk penguatan modal kelompok tani yang disalurkan langsung ke rekening kelompok tani dan dikelola secara terorganisasi dengan asas kebersamaan untuk usaha produktif dengan mekanisme pemupukan modal. Pola 3P9M ini akan menjadi efektif dalam memperkuat permodalan petani jika lima tahapan kunci yang merupakan simpul-simpul kritis dalam implementasinya dapat dilaksanakan dengan baik. 0elima tahapan tersebut adalah ". Seleksi calon petani dan calon lokasi !CP/C9# secara partisipatif, &. Penyaluran dana dari keproyekan ke rekening kelompok tepat /aktunya, '. Proses pemberdayaan kelembagaan kelompok tani berjalan secara efektif dan terprogram, +. Pencairan dana oleh petani berdasarkan perencanaan partisipatif, dan 7. Penggunaan dana oleh kelompok sesuai perencanaan dan menerapkan prinsip-prinsip usaha berkelanjutan. 3antuan pinjaman langsung ini sifatnya hanya merupakan pemicu dalam bentuk pinjaman yang /ajib dikembalikan. .engan demikian, kelompok sasaran tidak memperolehnya secara cuma-cuma, namun harus mengembalikan dengan tingkat suku bunga yang disepakati bersama di dalam kelompok sesuai dengan kondisi lokal daerahnya. Pengembalian pinjaman 3P9M ini dilakukan secara bertahap. @umlah dana yang dipinjamkan dapat mencapai &7 juta rupiah untuk setiap kelompok lumbung. .ana ini bersumber dari anggaran pemerintah yang pemanfaatannya dilakukan dalam format penguatan modal usaha, penumbuhan kegiatan ekonomi, dan peningkatan ke/irausahaan. .alam implementasi di lapangan, kelompok diberikan keleluasaan untuk menentukan prioritas jenis usaha yang akan dilakukan seperti untuk simpan pinjam, pembelian saprodi, atau proses penanganan pascapanen. Selanjutnya kelompok sasaran dibina dan diarahkan agar mampu mengakses pada sumber permodalan dari lembaga keuangan yang ada. P ndam2ingan Untuk dapat lebih meningkatkan keefektifan proses pemberdayaan, dilakukan kegiatan pendampingan untuk memfasilitasi proses pengambilan keputusan berbagai kegiatan yang terkait dengan kebutuhan anggota, membangun kemampuan dalam meningkatkan pendapatan, melaksanakan usaha yang berskala bisnis, serta mengembangkan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan yang partisipatif. Pembinaan kepada kelompok tani secara umum dilakukan secara berkesinambungan dan terarah oleh instansi terkait terutama dalam hal perencanaan usaha kelompok, prosedur permohonan bantuan, prosedur

35

pengadministrasian/pembukuan pengelolaan dana, cara-cara menghitung bunga, pembayaran angsuran dan pelunasan pinjaman. Program ini akan berhasil apabila dari sisi manajemen yaitu dana penguatan modal tersalurkan langsung kepada kelompok tani sesuai kriteria, sehingga terjadi akumulasi modal usaha kelompok !tabungan kelompok#. .ari sisi teknis, terjadinya peningkatan produksi dan produkti-itas usaha tani dan pendapatan anggota kelompok tani penerima bantuan. .an dari sisi perubahan perilaku, yaitu perubahan perilaku anggota kelompok/para petani dari kebiasaan bekerja sendiri-sendiri menjadi bekerja berkelompok atau secara bersama untuk menumbuhkan kelompok tani yang maju dan mandiri. .alam jangka pendek diharapkan kelembagaan lumbung pangan masyarakat yang telah diberdayakan tersebut dapat meningkatkan manajemen pengelolaannya sehingga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan dalam jangka panjang diharapkan mampu menjadi lembaga penggerak ekonomi masyarakat perdesaan. MENDORONG PENGELOLAAN LPMD 9umbung pangan masyarakat desa harus dapat didorong untuk tumbuh dan berkembang sehingga ketersediaan pangan bagi masyarakat dalam situasi apapun setiap saat dapat terjamin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat itu sendiri. 0egiatan usahatani yang dilakukan petani dan keluarganya di lahan usahanya dalam satu tahun dapat menghasilkan produksi &-' kali panen. Misalnya usahatani padi di lahan sa/ah irigasi teknis dapat melakukan penanaman padi dua kali dan satu kali pala/ija, sa/ah berpengairan setengah teknis atau tadah hujan dapat menanam padi satu kali dan tanaman pala/ija satu kali dalam setahun. 3egitu juga lahan kering atau tegalan dapat ditanami satu kali padi dan satu kali tanaman pala/ija atau ditanami tanaman pala/ija dua kali dalam satu tahun. Secara umum jumlah panen yang dilakukan petani dan keluarganya di lahan usahataninya &-' kali dalam setahun dan masa tanam sampai panen umumnya memerlukan /aktu '-+ bulan baik tanaman padi !padi sa/ah maupun padi lahan kering# dan tanaman pala/ija misalnya jagung, kedelai, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar, talas, kacang hijau dll. Pada masa menunggu panen biasanya petani dan keluarganya mengkonsumsi makanan yang berasal dari hasil panen yang lalu atau membeli bahan makanan dari hasil penjualan panen yang lalu ditambah dengan makanan yang berasal dari tanaman sayuran, cabe, tanaman pekarangan yang terbatas jumlahnya. 3iasanya para petani di /aktu panen menggunakan hasil panennya untuk keperluan yang sangat mendesak misalnya untuk membayar kebutuhan sekolah anaknya, memperbaiki rumah, membayar hutang dan kebutuhan sehari-hari. Sehingga hasil panen yang diperoleh petani berupa padi, jagung, kacang kedelai, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar, talas dll dijual untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sehingga kebutuhan sehari-hari untuk pangan misalnya beras, jagung dll tidak disiapkan dengan baik dengan

36

memperhitungkan jumlah yang dia butuhkan selama menunggu panen berikutnya.

LPMD" LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT DESA


42 ngalaman m2iris8 9umbung pangan telah lama dikenal sebagai cadangan pangan di pedesaan dan sebagai penolong pada masa paceklik. Bal tersebut selain disebabkan karena terbatasnya kemampuan masyarakat pedesaan terutama petani berlahan sempit, dan anjloknya harga gabah pada saat panen, serta langkanya dan relatif tingginya harga pupuk dan saprodi lainnya, yang menyebabkan petani harus berhutang. .engan fungsi kon-ensionalnya, 9PM. dapat membantu masyarakat meningkatkan ketahanan pangan dalam skala yang kecil. Selanjutnya dengan menumbuh-kembangkan kemampuannya diharapkan fungsi lumbung dapat meningkat, tidak hanya membantu ketahanan pangan masyarakat dalam skala terbatas, namun dalam jangka panjang dapat ditingkatkan lagi menjadi lembaga ekonomi yang berkembang di pedesaan. Pada skala yang lebih luas, gabah yang dijual petani secara bersamaan pada musim panen menyebabkan market-able surplus yang cukup besar. ,endahnya daya ta/ar petani untuk menunggu saat penjualan yang baik dan berkurangnya kemampuan 3U9$A dalam menyerap sebagian market-able surplus tersebut telah berdampak pada menurunnya harga gabah di ba/ah harga dasar selama musim panen raya padi. 0ondisi seperti ini sangat tidak menguntungkan bagi petani, khususnya para petani kecil. .alam rangka untuk mengatasi masalah ini, muncul pemikiran untuk memanfaatkan 9umbung Pangan Masyarakat .esa !9PM.#, yang selama ini sudah ada, untuk mengambil sebagian peran 3U9$A di tingkat pedesaan. Pertanyaan selanjutnya adalah sejauh mana lumbung-lumbung tersebut siap dan mampu menyerap marketable surplus yang begitu besar pada saat panen raya. Untuk mengembangkannya menjadi lembaga ekonomi yang mampu memperkuat daya ta/ar petani, harus dapat dikembangkan suatu model pemberdayaan kelembagaan pengelolaan 9PM. dengan pendekatan partisipatif. Sebagai contoh, telah dilakukan proses identifikasi kondisi 9PM. di @a/a 3arat !kabupaten )asikmalaya, Cirebon, dan Cianjur# dan @a/a )engah !0abupaten 3anyumas, Pur/orejo dan 3oyolali#. .ari proses analisis tersebut telah diperoleh hasil sebagai berikut ". 9PM. di beberapa daerah memang ada dan sudah dibentuk sejak lama. Modal a/al dalam bentuk natura !gabah# yang hanya satu kali dihimpun yaitu pada saat pertama kali dibentuk. Selanjutnya tidak ada akti-itas penyimpanan !setor#, yang ada hanya peminjaman dan pengembalian dalam bentuk natura. Sebagian masyarakat menyatakan pinjaman untuk memenuhi

37

&.

'.

+. 7.

6.

kebutuhan konsumsi pada musim paceklik dan membantu masyarakat yang terkena musibah. Selain untuk konsumsi juga digunakan untuk modal kerja usahatani. Makna 9PM. di @a/a )engah diasumsikan sebagai kelembagaan desa yang mendukung ketahanan pangan masyarakat yang dimiliki oleh semua desa/kelurahan yang jumlahnya 2.7'4 desa/kelurahan. Sedangkan yang memiliki fisik lumbung sebagai penyimpanan bahan pangan !padi/gabah, jagung, dan sembako# hanya sekitar &78. 0apasitas rata-rata lumbung untuk menyerap marketable surplus relatif kecil dan sangat ber-ariasi. @umlah 9PM. di @a/a 3arat mencapai ".14& buah dengan kapasitas simpan rata-rata 5,&+ ton. >ariasi antar daerah cukup tinggi. 0apasitas simpan lumbung ber-ariasi antara 7 ton sampai dengan +4 ton dengan perkiraan rata-rata "7 ton. .engan kapasitas rata-rata yang masih relati-e kecil ini , tidak memungkinkan kapasitas lumbung dapat menyerap marketable surplus padi selama musim panen raya. @asa peminjaman yang diterapkan juga ber-ariasi antara 4 dan '4 persen !natura# per musim. Penggunaan jasa pinjaman, selain untuk akumulasi modal, susut, dan jasa pengurus serta anggota, juga dipergunakan untuk membantu kegiatan sosial seperti mengatasi musibah dan pengembangan infrastruktur pedesaan. ;da 9PM. yang tidak memberikan jasa kepada pengurus. Bal ini menunjukan bah/a masyarakat masih menggunakan sistim natura !belum memanfaatkan uang# dalam mengelola 9PM. nya. .isamping itu hampir semua 9PM. masih berorientasi sosial. 9PM. secara umum belum dapat diharapkan sebagai penyerap marketable surplus pangan, apalagi diharapkan sebagai stabilitas cadangan pangan masyarakat dan membantu mengamankan harga gabah.

3erdasarkan hasil analisis tersebut dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut ". .engan semakin memudarnya fungsi lumbung pangan !tradisional# dan berkurangnya peran 3U9$A maka perlu kelembagaan lumbung pangan yang mempunyai potensi untuk difungsikan kembali dan ditingkatkan kemampuannya sebagai lembaga yang dapat menyerap marketable surplus. Untuk meningkatkan kapabilitas 9PM. menuju lembaga perekonomian desa, perlu dilaksanakan secara bertahap yaitu mulai dengan mengembangkan lembaga lumbung yang sudah berjalan namun bersifat sosial, dapat ditingkatkan menjadi 9PM. sederhana yang kokoh, selanjutnya difasilitasi menjadi lumbung pangan maju, dan pada akhirnya diharapkan dapat menjadi lumbung pangan yang modern.

38

&. Penguatan lembaga 9PM. tetap diarahkan pada peningkatan kapasitas ketahanan pangan masyarakat dalam bentuk penguatan modal usaha tani agar petani lebih mampu meningkatkan penerapan teknologi untuk perbaikan produkti-itas dan kualitas padi. Untuk itu pola pengelolaan yang kon-ensional dengan bentuk natura secara bertahap dibina mengarah kepada penggunaan alat tukar uang, dan selanjutnya diarahkan pada pengembangan kegiatan ekonomi yang lebih luas. '. 0eputusan Mendagri dan $tonomi .aerah (o 6 tahun &44" tentang pengembangan 9umbung Pangan Masyarakat/ 0elurahan menyatakan bah/a 90M. merupakan lembaga milik rakyat desa/kelurahan yang bergerak di bidang penyimpanan, pendistribusian, pengolahan dan perdagangan bahan pangan yang dibentuk dan dikelola oleh masyarakat. 9PM. di @a/a )engah diartikan sebagai kelembagaan desa yang mendukung ketahanan pangan masyarakat yang dibentuk oleh semua desa/kelurahan. $leh karena itu perlu disamakan persepsi tentang maksud dari 90M. itu sendiri apakah 90M. yang dimaksud tersebut harus memiliki lumbung secara fisik sebagai tempat menyimpan cadangan pangan atau hanya sebagai kelembagaan desa. +. Pemberdayaan lumbung pangan dilakukan melalui proses konsultasi dengan masyarakat anggota kelompok 9PM., pengurus kelompok, pamong desa, calon mitra kerja dan mitra usaha untuk menyepakati kegiatan yang sesuai bagi pengembangan 9PM.. 0egiatan optimalisasi pemanfaatan sumberdaya lahan dan air untuk kemandirian 9PM. ". Memantapkan 0etersediaan Pangan 3erbasis 0emandirian dan kearifan local yang 3erkelanjutan a. Peningkatan 0apasitas produksi, melalui K Menetapkan komoditas unggulan /ilayah sesuai dengan potensi agroekologi dan peluang pasar, K Memanfaatkan lahan marginal dan lahan tidur untuk produksi pangan yang bernilai ekonomi tinggi, K Modernisasi pertanian melalui pemanfaatan mekanisasi dan alat pertanian baik pada tingkat pra panen dan pasca panen K Memperlancar akses petani terhadap sarana produksi khususnya benih/bibit, pupuk dan obat-obatan, serta pengembangan pupuk dan obat-obatan organik. K Penggunaan teknologi tepat guna melalui penggunaan bibit unggul, sarana produksi dan pengembangan support system perkreditan, pemasaran, serta peningkatan adopsi teknologi dengan perbaikan sistem penyuluhan dan Sekolah 9apang Petani

39

K K

Pemberdayaan petani melalui pendekatan partisipatif, dan terintegrasi secara multi disiplin dan lintas sektoral, disertai dengan pengembangan S.M dan kelembagaannya !kelompoktani, gapoktan, koperasi/badan usaha# Pengembangan infrastruktur pertanian dan perdesaan !jalan desa, pasar, irigasi, fasilitas air bersih, listrik dan komunikasi# Perluasan areal tanam melalui ekstensifikasi dan peningkatan *P disertai peningkatan produkti-itas melalui penerapan pengembangan teknologi P)) !pengelolaan tanaman dan sumberdaya terpadu# dan 3MP 3est Management Practices.

b. Pelestarian sumberdaya lahan dan air, melalui K Mengendalikan alih fungsi lahan pertanian ke non-pertanian dengan mentaati Perda ,),< agar ter/ujud ketersediaan lahan pertanian pangan berkelanjutan K Mengembangkan pengelolaan pemanfaatan air melalui pembuatan penampungan dan penyimpanan air !embung, /aduk, cekdam#, dan efisiensi pemanfaatannya. K Melaksanakan konser-asi dan rehabilitasi sumberdaya lahan dan air pada daerah aliran sungai !.;S# K Mengembangkan sistem pertanian ramah lingkungan berbasis ekologi, seperti pertanian terpadu, agroforestry dan pertanian organic. c. Penguatan cadangan pangan daerah, melalui K Mengembangkan kelembagaan cadangan pangan pemerintah daerah yang berfungsi untuk stabilisasi harga tingkat petani, cadangan untuk keperluan darurat minimal ' !tiga# bulan dan 3uffer stock, serta fungsi sosial dan ekonomi lainnya yang bermitra dengan P(S, )(*/P$9,*, 3U9$A dan instansi lainnya. K Mengembangkan cadangan pangan hidup !pekarangan, lahan desa, lahan terlantar, tanaman ba/ah tegakan perkebunan#, K Menguatkan kelembagaan lumbung pangan masyarakat dan lembaga cadangan pangan komunitas lainnya. d. Peningkatan kelancaran distribusi dan stabilisasi harga pangan, melalui K Mengembangkan dan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pasca panen, distribusi pangan, dan jaringan pemasaran serta membuka daerah yang terisolir K Mengembangkan jejaring informasi harga dan pasar yang dapat diakses sampai ke tingkat petani. K Mengembangkan sistem tunda jual dengan menyediakan dana talangan dan sistem resi gudang. e. Percepatan Penganekaragaman 0onsumsi Pangan, melalui

40

K K K K K K

Mensosialisasikan Perpres (o. && )ahun &441 tentang 0ebijakan Percepatan Penganekaragaman 0onsumsi Pangan 3erbasis Sumberdaya 9okal secara berjenjang sampai tingkat perdesaan dan masyarakat. Menyediakan paket-paket teknologi agroindustri pangan non terigu dan tehnik kuliner pada skala perdesaan, disertai pelatihan dalam rangka meningkatkan keterampilan masyarakat untuk penerapannya. Meningkatkan peran kelembagaan lokal !P00, 0adar=i, /anita tani, posyandu, dll# dalam penyuluhan penganekaragaman pangan dan gi=i Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya di-ersifikasi pangan dengan melakukan kampanye/promosi pangan beragam dan bergi=i seimbang, Meningkatkan pengetahuan pada anak sejak dini melalui muatan materi penganekaragaman pangan pada pendidikan formal, Mengembangkan makanan pendamping ;S* !MP-;S*# dan makanan tambahan anak sekolah !PM)-;S# yang tepat berbasis sumber daya lokal, Menyusun dan mengimplementasikan ,oad Map pengembangan penganekaragaman pangan berbasis sumberdaya lokal. Meningkatkan pemantauan keamanan pangan baik makanan segar maupun olahan dengan meningkatkan peran $toritas 0ompetensi 0eamanan Pangan .aerah !$00P.# dan 3adan P$M di daerah.

&. Peningkatan kemudahan dan kemampuan mengakses pangan a. Menurunkan kemiskinan dan kelaparan, melalui K meningkatkan koordinasi penanganan kelaparan dan kemiskinan, K memantapkan sistem informasi daerah ra/an pangan sampai tingkat desa dan Sistem 0e/aspadaan Pangan dan Ai=i !S0PA#, K memprioritaskan pembangunan infrastruktur !jalan, listrik, air bersih# pada daerah miskin/ra/an pangan dengan sistem padat karya, K meningkatkan layanan kesehatan dan pendidikan pada masyarakat miskin, K mengembangkan usaha ekonomi pada masyarakat miskin, K melakukan *nter-ensi Ai=i dan 0esehatan bagi anak 3;9*); gi=i buruk dan gi=i kurang, K mengendalikan jumlah penduduk, K mengembangkan .esa Mandiri Pangan b. meningkatkan peran s/asta dan 3UM(/3UM. melalui pengembangan Corporate Social ,esponsibility !CS,# untuk

41

meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah ra/an pangan melalui pemberdayaan petani, penguatan modal, pengembangan sarana irigasi, penggunaan bibit unggul, dan menjamin pemasaran. '. Usulan kepada pemerintah melalui .e/an 0etahanan Pangan utuk Meminimumkan pajak penggunaan alat mesin dan sarana produksi pertanian Mere-italisasi dan memberdayakan program 03 (asional Mempercepat pelaksanaan ,eforma ;graria dan mempercepat terbitnya perundangan tentang 9ahan Pertanian ;badi dan Pengelolaan 9ahan Pertanian Pangan 3erkelanjutan Mendorong proses pembentukan 3ank Pertanian Melakukan identifikasi dan rehabilitasi system jaringan irigasi, dan perlindungan terhadap sumber mata air, serta embung pada daerah ra/an air. Mengembangkan penelitian spesifik lokasi dan kearifan local untuk mendukung pengembangan pangan daerah baik aspek usahatani maupun agroindustri pangan Menindaklanjuti dan Memantau Permendagri (o. '4 )ahun &442 tentang Cadangan Pangan Pemerintah .esa Memanfaatkan lahan pekarangan, perkebunan dan kehutanan untuk pengembangan pangan melalui sistem tumpang sari );(;M;( P;(A;(.

a. b. c. d. e. f. g. h.

0etahanan pangan rumah tangga dapat dibangun melalui pemanfaatan lahan pertanian dan lahan pekarangan yang ada di sekitar rumah dengan tanaman pangan, ternak kecil, ikan dan unggas. .engan semakin sempitnya kepemilikan lahan, perlu dioptimalkan pemanfaatan pelarangan yang disamping sebagai pendapatan keluarga, juga untuk mencukupi kebutuhan gi=i anggota keluarga. 0etahanan pangan rumah tangga akan mendukung ketahanan pangan /ilayah, mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten sampai tingkat nasional. 3eragam bentuk bantuan pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi kera/anan pangan a.l. a. 0egiatan .esa Mandiri Pangan kepada 0elompok masyarakat untuk mendukung kegiatan - Pembuatan kandang kambing komunal - Pembuatan kolam ikan - 3antuan bibit ikan - 3antuan bibit kelinci - 3antuan alat pembuatan kompos - 3antuan intensifikasi pekarangan model -ertikultur -sil-ikultur.

42

b. 0egiatan .i-ersifikasi Pangan kepada masyarakat yang mengkonsumsi pangan pokok non beras !jagung#, yaitu usaha masyarakat yang mengoperasikan unit alat L mesin penepung jagung dan singkong. c. 0egiatan budidaya sayuran organik pada 0elompok )ani, berupa paranet untuk green house. d. 0egiatan pengolahan pangan pada kelompok /anita yang mengoperasikan alat L mesin penepung jagung, sealer, kompor gas, peralatan memasak dll. 0etahanan pangan dapat ter/ujud apabila ketersediaan pangan harus didukung oleh peningkatan pendapatan petani, sehingga petani bergairah memproduksi pangan dan memperoleh keuntungan yang memadai. Barga pangan terutama beras yang relatif rendah, pada akhirnya juga berdampak pada rendahnya pendapatan petani sebagai produsen beras.

SKPG " S$STEM KE'ASPADAAN PANGAN DAN G$F$


Sistem 0e/aspadaan Pangan dan Ai=i !S0PA# adalah sistem informasi yang dapat digunakan sebagai alat bagi pemerintah daerah untuk mengetahui situasi pangan dan gi=i masyarakat. A2a tu%uan SKPG G S0PA bertujuan untuk ". Mengetahui lokasi !kecamatan dan desa# yang mempunyai risiko ra/an pangan dan gi=i &. Memantau keadaan pangan dan gi=i secara berkesinambungan. '. Merumuskan usulan tindakan jangka pendek dan jangka panjang. A2a man#aat SKPG G ". 3agi 0epala .aerah Sebagai dasar menetapkan kebijakan penanggulangan masalah pangan dan gi=i dalam ". Menentukan daerah prioritas. &. Merumuskan tindakan pencegahan terhadap ancaman krisis pangan dan gi=i. '. Mengalokasikan sumberdaya secara lebih efektif dan efisien. +. Mengkoordinasikan program lintas sektor. &. 3agi pengelola program ". Penetapan lokasi dan sasaran. &. Menyusun kegiatan terpadu sesuai dengan tugas pokok dan fungsi sektor. '. Proses pemantauan pelaksanaan. +. Pelaksanakan kerjasama lintas sektor.

43

7. Menge-aluasi pelaksanaan program. '. 3agi masyarakat a. 0emungkinan kejadian krisis pangan di masyarakat dapat dicegah. b. 0etahanan pangan ditingkat rumah tangga meningkat. c. Melindungi golongan ra/an dari keadaan yang dapat memperburuk status gi=i. A2a k luaran SKPG G 0eluaran S0PA disuatu 0abupaten/0ota adalah sebagai berikut ". )ersedianya Peta kecamatan daerah ra/an pangan dan gi=i. &. ;danya ramalan produksi dan ketersediaan makanan pokok. '. .iketahuinya perkembangan pola konsumsi dan status gi=i. +. ;danya rumusan kebijakan bidang pangan dan gi=i. A2a indikator SKPG G ". Produksi Pangan. a. 9uas )anam !9)#. b. 9uas 0erusakan !90#. c. 9uas Panen !9P# &. (on Pangan, dikembangkan oleh daerah '. Barga Pangan. a. Barga Produsen. b. Barga 0onsumen. +. *ndikator 0onsumsi Pangan. Perubahan jenis, frekuensi, jumlah makanan pokok. 7. *ndikator Status Ai=i. a. Pre-alensi Ai=i 0urang balita b. Pertumbuhan 3alita !S0.(#. c. 0asus Ai=i 3uruk dari pemantauan 093 gi=i oleh )PA. 6. *ndikator 0eluarga Miskin - Proporsi keluarga miskin 5. *ndikator lokal dikembangkan sesuai dengan keadaan daerah 0onsep ketahanan pangan dioperasionalkan dalam bentuk indikator-indikator yang rele-an dan metode pengukurannya terus berkembang dengan melihat sisi tingkat kera/anan pangan /ilayah bersangkutan. Salah satu instrumen yang selama ini digunakan dalam memotret situasi pangan suatu /ilayah adalah Dood and (utrition Sur-eillance System !D(SS# atau di *ndonesia dikenal sebagai Sistim 0e/aspadaan Pangan dan Ai=i !S0PA# mulai diadopsi dan diterapkan di negara-negara berkembang pada tahun "156. Sementara di *ndonesia S0PA dilaksanakan sejak "151 yg dimulai di 9ombok )engah, ()3 dan 3oyolali, @a/a )engah, kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh .it. 3AM-.ep0es ke Propinsi- Propinsi lainnya !.epkes, &44+#. Sesuai dengan fungsi dan kegunaannya indikator S0PA dikategorikan dalam ' !tiga# kelompok utama yaitu

44

". indikator untuk pemetaan situasi pangan dan gi=i " tahun di kecamatan, kabupaten/kota, pro-insi maupun nasional dengan menggunakan ' indikator yang digabungkan secara komposit yaitu a# indikator pertanian, dengan memperhatikan bah/a potensi pertanian pangan antar /ilayah sangat beragam maka akan didekati dengan beberapa alternatif yang mungkin dan cocok diterapkan pada suatu /ilayah pengamatan, b# indikator kesehatan yaitu Pre-alensi 0ekurangan ?nergi Protein !0?P# dan c# indikator sosial yaitu persentase keluarga miskin. &. *ndikator untuk peramalan produksi secara periodik !bulanan, tri/ulan, musiman atau tahunan# khusus untuk kondisi produksi pertanian yaitu luas tanam, luas kerusakan, luas panen dan produkti-itas '. *ndikator untuk pengamatan gejala kera/anan pangan dan gi=i yaitu kejadian-kejadian yang spesifik lokal !indikator lokal# yang dapat dipakai untuk mengamati ada/tidaknya gejala ra/an pangan dan gi=i. 3erdasarkan pada konsepsi S0PA seperti di atas, ada tiga kunci yang terkait dengan kinerja dalam pelaksanaan S0PA tersebut, yaitu ". .ata dan informasi tentang situasi pangan dan gi=i secara berkesinambungan !berkala# di suatu /ilayah, &. Pengambilan keputusan dan tindakan secara cepat dan tepat untuk penanggulangan masalah pangan dan gi=i di /ilayah yang bersangkutan dan '. 3ahan perencanaan, pengelolaan dan e-aluasi program pangan dan gi=i. 3erkaitan dengan ketiga kunci tersebut, ada beberapa faktor penentu kinerja S0PA di suatu /ilayah, antara lain ". 9embaga formal dan informal yang terlibat dalam kegiatan, &. Mekanisme dan Gaturan mainI dari lembaga yang terlibat dan '. <e/enang dan tanggung ja/ab masing-masing pelaku dalam kegiatan S0PA.

45

$ndikator Sistim K 5as2adaan Pangan dan GiHi 4SKPG8


0elompok *ndikator Drekuensi pengumpul an data untuk pemetaan Drekuensi pengumpula n data untuk peramalan " " " " bulan bulan bulan bulan " " " " E E E E

;spek Pertanian

- Produksi padi !alternatif "# luas tanam luas panen luas kerusakan prosentase produkti-itas - Produksi setara beras !PS3# !alternatif &# - @umlah 00 miskin per kecamatan data dari 3003( - Pre-alensi 0ekurangan ?nergi Protein !0?P# dari .inas 0esehatan - Meningkatnya kejahatan !pencurian# - 3eralihnya pola konsumsi pangan dari pangan pokok ke pangan alternatif. - 3anyaknya lahan pertanian yang diberakan karena keterbatasan biaya produksi - 3anyaknya pengiriman tenaga kerja di daerah lahan marginal. - Meningkatnya prosentase penjualan tabungan ternak. " tahun " E

" tahun " E

;spek Sosial ?konomi ;spek 0esehatan ;spek 9okal !spesifik#

tahun " E

" tahun " E

Sumber 3adan 3imas 0etahanan Pangan, .eptan, &447. Bagaimana langka!)langka! SKPG di Kabu2at nG ". Mengumpulkan dan menyajikan data pangan dan gi=i dari sektor terkait. &. Menyiapkan analisis hasil kajian data untuk pemetaan, peramalan dan pemantauan pangan dan gi=i. '. Menyampaikan hasil analisis !informasi pangan dan gi=i# pada setiap kesempatan pertemuan koordinasi.

46

Bagaimana 2 ngor)ganisasian di da ra!G .i 0abupaten perlu dibentuk 0elompok 0erja !P$0@;# 0e/aspadaan Pangan dan Ai=i !0PA#, melalui Surat 0eputusan 3upati, berdasarkan *nmendagri (omor &' tahun "112 tentang pembentukan )im Pangan dan Ai=i di .aerah Pokja 0PA terdiri dari unsur-unsur kesehatan, pertanian, 3appeda, 3003(, Sosial, .olog, statistik dll yang dianggap perlu pengorganisasian !struktur organisasi, tugas dan mekanisme kerja# Pokja 0PA disesuaikan dengan situasi setempat, mengacu pada Petunjuk )eknis S0PA di 0abupaten. A2a k 5 nangan da ra! dalam 2 laksanaan SKPG G ". S0PA adalah salah satu system sur-eilens yang menjadi ke/enangan pemerintah dan daerah dalam bidang kesehatan dan pertanian !UU (o && tahun "111 dan PP (o &7 tahun &444#. &. S0PA merupakan kegiatan yang /ajib tetap dilaksanakan oleh Propinsi dan 0abupaten/0ota sebagai /ilayah administrasi kesehatan !S? Menteri 0esehatan &5 @uli &444 (o.""45/Menkes/?/>**/&444#. '. .aerah ber/enang menyesuaikan S0PA sesuai keadaan setempat.

47

Matriks 0erangka 0erja 9ogis Pemberdayaan 9umbung Pangan


Birarkhi )ujuan )ujuan ;khir !Aoal# )er/ujudnya ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan kesejahteraan masyarakat *ndikator ". Menurunnya pre-alensi kelaparan &. Menurunnya pre-alensi gi=i buruk '. Menurunnya 00 miskin ;lat >erifikasi Monografi desa - .ata base Statistik kecamatan dan kabupaten 0ajian dampak pelaksanaan program - .ata base - statistik desa dan kecamatan ?-aluasi program ;sumsi 0eberlanjuta n program

.asil 4Out3om 8 ". Meningkatnya akses pangan masyarakat &. Meningkatnya Pendapatan ang-gota kelompok lumbung pangan

".

9ebih dari 74 8 kelompok lumbung pangan yang ditumbuhkan dapat menjadi mandiri &. 0ebutuhan pangan masyarakat mampu dipenuhi oleh kelembagaan lumbung pangan '. Peningkatan pendapatan masyarakat miskin baik dari usaha on farm, off farm maupun non farm +. Meningkatnya ketersediaan pangan masyarakat 7. Meningkatnya kesehatan dan status gi=i masyarakat a& Ta!a2 P numbu!an "#. @umlah lumbung pangan &#. Meningkatnya kelompok lumbung yang partisipatif

;danya dukungan program dari instansi terkait/stake hol der

K luaran 4Out2ut8 a&Ta!a2 P numbu!an )ersedianya fisik lumbung pangan

9aporan kegiatan, Statistik pertanian, data base, statistik desa,kecamata n

- 3esarnya partisipasi masyarakat - ;danya dukungan dana dari instansi terkait/ stakeholder - Pembinaan dari aparat, pusat, propinsi, kabupaten

48

b&Ta!a2 P ng mbanga n ". Pengembangan usaha lumbung pangan &. Penguatan kelembagaan '. Penguatan cadangan pangan +. Penguatan modal usaha

b& Ta!a2 P ng mbangan "#. 3ertambahnya modal usaha kelompok &#. Meningkatnya keterampilan teknis anggota kelompok. '#. Meningkatnya akses kelompok terhadap permodalan, dan pemasaran. +#. 3erkembangnya usaha kelompok menuju skala yang mampu memberikan pendapatan yang layak secara ekonomi. 7#. Meningkatnya cadangan pangan minimal sebesar " bulan kebutuhan konsumsi masyarakat. 3& Ta!a2 K mandirian "# Menguatnya permodalan usaha kelompok &# Meningkatnya posisi ta/ar !bargaining position# anggota dalam penjualan hasil usaha tani. '# 3erkembangnya ketram-pilan teknis anggota kelompok. +# )erjalinnya hubungan ke-mitraan dan jaringan usaha kelompok 7# 3erkembangnya usaha kelompok menuju skala yang mampu mem-berikan peningkatan pendapatan yang

9aporan kegiatan, Statistik pertanian, data base, statistik desa,kecamata n

- Pembinaan dari aparat, pusat, propinsi, kabupaten - ;danya dukungan dana dari instansi terkait/ stakeholder - ;danya sinergi dengan instansi terkait/stake ho lder

3& Ta!a2 K mandirian ". Pemantapan kelembagaan &. Pemantapan ja-ringan usaha dan kemitraan '. Pemantapan Ca-dangan Pangan

;danya dukungan program dari instansi terkait/stake hol der

49 layak bagi anggotanya. 6# Meningkatnya cadangan pangan minimal sebesar ' bulan kebutuhan konsumsi masyarakat.

50

.;D);, PUS);0; ;nderson, 0 dan M. Pangestu. "117. ;gricultural and ,ural .e-elopment in *ndonesia *nto the &"st Century. Centre for *nternational ?conomic Studies. Uni-ersity of ;delaide. ;delaide ;nonim, &44".,encana Strategis dan Program 0erja Pemantapan 0etahanan )ahun &44"-&44+. 3adan 3imas 0etahanan Pangan .epartemen Pertanian @akarta. ;nonim, &44'. Pedoman Umum Penanggulangan Pencegahan Masalah Pangan. 3adan 3imas 0etahanan Pangan .epartemen Pertanian @akarta. ;nonim, &44'. Peta 0era/anan Pangan *ndonesia. 3adan 3imas 0etahanan Pangan .epartemen Pertanian @akarta. ;nonim, &44'.Studi Uji Coba *nstrumen Pemantauan 0elaparan. 3adan 3imas 0etahanan Pangan .epartemen Pertanian @akarta. ;riani, M, B.P. Saliem, S.B. Suhartini, <ahida dan B. Supriadi. &444. ;nalisis 0ebijaksanaan 0etahanan Pangan ,umah )angga 3erpendapatan ,endah. 9aporan Basil Penelitian. Pusat Penelitian Sosial ?konomi Pertanian. 3adan 9itbang Pertanian. .epartemen Pertanian. 3urniauE, @.M, @. P. Martin dan D. .elome. ?conomy-<ide ?ffects of ;gricultural Policy in $?C. Countries. .alam Aoldin, *. .an 0nudsen. "114. ;gricultur )rade 9iberali=ation *mplications for .e-eloping Countries. $rgani=ation foe ?conomic Co-operation and .e-elopment. <orld 3ank. Corriston, S. and *.M Sheldon. "11". Ao-ernment *nter-ention in *nperfectly Competiti-e ;gricultural *nput Markets. ;@;?. Pp.6&"6'&. Cro/der,9. >an. "112. 9earning Dor )he Duture Buman ,esource .e-elopment )o ,educe Po-erty ;nd ;chie-e Dood Security. Posted March "112 Communication for .e-elopment ?Etension, ?ducation and Communication Ser-ice !S.,?# D;$ ,esearch, ?Etension and )raining .i-ision. D;$, &44'. Proceedings. Measurement and ;ssessment of Dood .e-ri-ation and Undernutrion. *nternational Scientific Symposium. ,ome, &6-&2 @uni &44&. Banafi, S.,. .jatimurti ,., &44+. ?fektifitas .i-ersifikasi 0onsumsi Pangan ,umah )angga Miskin Perdesaan .alam ,angka Me/ujudkan 0etahanan Pangan. .isertasi. Program Pasca Sarjana Uni-ersitas 3ra/ijaya. Malang. Bande/i ,. &44+. *dentifikasi <ilayah ,a/an Pangan di Propinsi ..*.Cogyakartya. * C;S?,. <$,0*(A P;P?, (o. '6. *ra/an, P.3. dan B. ,omdiati. &444. .ampak 0risis ?konomi )erhadap 0emiskinan dan 3eberapa *mlplikasinya Untuk Strategi Pembangunan. <0(PA. 9*P*. @akarta. 0asryno, Daisal, &444. Menempatkan Pertanian Sebagai 3asis ?konomi *ndonesia Memantapkan 0etahanan Pangan dan Mengurangi 0emiskinan. Pusat Penelitian Sosial ?konomi Pertanian 3adan

51

9itbang Pertanian. Prosiding <idya 0arya (asional Pangan dan Ai=i >** &444. @akarta. ,achman, Bande/i P.S., &44'. Sistim @aringan .eteksi .ini <ilayah ,a/an Pangan .alam Upaya Pemantapan 0etahanan Pangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial ?konomi Pertanian. .epartemen Pertanian. 3ogor. Saliem, B.P., ?.M. 9okollo, M. ;riyani, ).3. Pur/antini dan C. Marisa. &44". ;nalisis 0etahanan Pangan )ingkat ,umah )angga dan ,egional. 9aporan Penelitian Puslitbang Sosek Pertanian, 3adan 9itbang Pertanian. .epartemen Pertanian. Sudaryanto,)ahlim., ,usastra *.<ayan., Simatupang, P dan ;riani, Me/a, &444. ,eorientasi 0ebijakan Pembangunan )anaman Pangan Pasca 0risis ?konomi. Prosiding <idya 0arya (asional Pangan dan Ai=i >** &444. @akarta. Soetrisna, (. "11+. Perspektif ?konomi Pangan .alam ,epelita >*. Pangan, >olume >, (o. "2 hal +4-+5. Sumedi dan Supadi. &44+. 0emiskinan di *ndonesia Suatu Denomena ?konomi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial ?konomi Pertanian. 3adan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. .epartemen Pertanian. <ibo/o, ,. &444. Pertanian dan Pangan. 3unga ,ampai Pemikiran Menuju 0etahanan Pangan. Puslibang Sinar Barapan. @akarta.