Anda di halaman 1dari 122

BAB I PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA

1.1 1.1.1 Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia Kedudukan Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan yang sangat penting, seperti tercantum pada ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 yang berbunyi Kami Putra dan Putri Indonesia Menjunjung Tinggi Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia. Ini berarti bahwa bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional, kedudukannya berada di atas bahasa bahasa daerah. Selain itu, di dalam !ndang !ndang "asar 19#$ tercantum pasal khusus %Bab &', pasal ()* mengenai kedudukan bahasa Indonesia yang menyatakan bahwa bahasa negara ialah bahasa Indonesia. "engan kata lain, ada dua macam kedudukan bahasa Indonesia, pertama bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional sesuai dengan Sumpah Pemuda 1928, kedua, bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa negara sesuai dengan !ndang !ndang "asar 19#$. "i dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia ber+ungsi sebagai %1* lambang kebanggaan kebangsaan, %2* lambang identitas nasional, %(* alat perhubungan antarwarga, antardaerah, dan antarbudaya, dan %#* alat yang memungkinkan penyatuan berbagai bagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing masing ke dalam kesatuan kebangsaan Indonesia. Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia kita ,un,ung di samping bendera dan lambang negara kita. "i dalam melaksanakan +ungsi ini bahasa Indonesia tentulah harus memiliki identitasnya sendiri pula sehingga ia serasi dengan lambang kebangsaan kita yang lain. Bahasa Indonesia dapat memiliki identitasnya hanya apabila masyarakat pemakainya membina dan mengembangkan sedemikian rupa sehingga bersih dari unsur unsur bahasa lain. -ungsi bahasa Indonesia yang ketiga sebagai bahasa nasional adalah sebagai alat perhubungan antarwarga, antara daerah, dan antarsuku bangsa. Berkat adanya bahasa nasional kita dapat berhubungan satu dengan yang lain sedemikian rupa sehingga kesalahpahaman sebagai akibat perbedaan latar belakang sosial budaya dan bahasa tidak perlu dikhawatirkan. .ita dapat bepergian dari pelosok yang satu ke pelosok yang lain di tanah air kita dengan hanya meman+aatkan bahasa Indonesia sebagai satu satunya alat komunikasi. -ungsi bahasa Indonesia yang keempat dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional adalah sebagai alat yang memungkinkan terlaksananya penyatuan berbagai suku bangs yang memiliki latar belakang sosial budaya dan bahasa yang berbeda beda ke dalam satu kestuan kebangsaan yang bulat. "i dalam hubungan ini, bahasa Indonesia memungkinkan berbagai suku bangsa itu mencapai keserasian hidup sebagai bangsa yang bersatu dengan tidak perlu meninggalkan identitas kesukuan dan kesetiaan kepada nilai nilai sosial budaya serta latar belakang bahasa daerah yang

bersangkutan. /ebih dari itu, dengan bahasa nasional itu kita meletakkan kepentingan nasional ,auh di atas kepentingan daerah atau golongan. "i dalam kedudukan sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia ber+ungsi sebagai %1* bahasa resmi kenegaraan, %2* bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan, %(* alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, serta %#* alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Sebagai bahasa kenegaraan, bahasa Indonesia dipakai di dalam segala upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan, baik dalam bentuk lisan maupun dalam bentuk tulisan. 0ermasuk ke dalam kegiatan kegiatan itu adalah penulisan dokumen oleh pemerintah dan badan badan kenegaraan lainnya, serta pidato pidato kenegaraan. Sebagai +ungsinya yang kedua di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar di lembaga lembaga pendidikan mulai taman kanak kanak sampai dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, kecuali di daerah daerah, seperti 1ceh, Batak, Sunda, 2awa, 3adura, Bali, dan 3akasar yang menggunakan bahasa daerahnya sebagai bahasa pengantar sampai dengan tahun ketiga pendidikan dasar. Sebagai +ungsinya yang ketiga di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia adalah alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional dan untuk kepentingan pelaksanaan pemerintah. "i dalam hubungan dengan +ungsi ini, bahasa Indonesia dipakai bukan sa,a sebagai alat komunikasi timbal balik antara pemerintah dan masayarakat luas, dan bukan sebagai alat perhubungan antardaerah dan antarsuku, melainkan ,uga sebagai alat perhubungan di dalam masayarakat yang sama latar belakang sosial budaya dan bahasanya. 1khirnya, di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia ber+ungsi sebagai alat pengembangan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan, dan teknologi. "i dalam hubungan ini, bahasa indonesi adalah satu satunya alat yang memungkinkan kita membina dan mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa sehingga ia memimiliki ciri ciri dan identitasnya satu yang sama, bahasa Indonesia kita pergunakan sebagai alat untuk menyatakan nilai nilai sosial budaya nasional kita %4alim 195)6# $)7 3oeliono61$ (1*.

BAB II BAHASA INDONESIA DENGAN BERBAGAI RAGAMNYA


2.1 Raga !isan dan Raga "u#is

Bahasa Indonesia yang amat luas wilayah pemakaiannya ini dan bermacam macam pula latar belakang penuturannya mau tidak mau akan melahirkan se,umlah ragam bahasa. 1danya bermacam macam ragam bahasa ini sesuai dengan +ungsi, kedudukan, serta lingkungan yang berbeda beda. 8agam bahasa ini pada pokoknya dapat dibagi dalam dua bagian, yaitu ragam lisan dan ragam tulis. 0idak dapat kita pungkiri, bahasa Indonesia ragam lisan sangat berbeda dengan bahasa Indonesia ragam tulis. 1da pendapat yang mengatakan bahwa ragam tulis adalah pengalihan ragam lisan ke dalam ragam tulis %huru+*. Pendapat ini tidak dapat dibenarkan seratus persen sebab tidak semua ragam lisan dapat dituliskan, sebaliknya, tidak semua ragam tulis dapat dilisankan. .aidah yang berlaku bagi ragam lisan belum tentu berlaku bagai ragam tulis. .edua ragam itu berbeda. Perbedaannya adalah sebagai berikut6 1* 8agam lisan menghendaki adanya orang kedua, teman berbicara yang berada di depan pembicara, sedangkan ragam tulis tidak mengharuskan adanya teman bicara berada di depan. "i dalam ragam lisan unsur unsur +ungsi gramatikal, seperti sub,ek, predikat, dan ob,ek tidak selalu dinyatakan. !nsur unsur itu kadang kadang dapat ditinggalkan. 4al ini disebabkan oleh bahasa yang digunakan itu dapat dibantu oleh gerak, mimik, pandangan, anggukan, atau intonasi. 9ontoh6 :rang yang berbelan,a di pasar ;Bu, berapa cabenya<= ;0iga puluh.= ;Bisa kurang<= ;"ua lima sa,a, >ak.= 8agam tulis perlu lebih terang dan lebih lengkap daripada ragam lisan. -ungsi +ungsi gramatikal harus nyata karena ragam tulis tidak mengharuskan orang kedua berada di depan pembicara. .elengkapan ragam tulis menghendaki agar orang yang ;dia,ak bicara= mengerti isi tulisan itu. 9ontoh ragam tulis adalah tulisan tulisan dalam buku, ma,alah dan surat kabar. (* 8agam lisan sangat terikat pada kondisi, situasi, ruang dan waktu. 1pa yang dibicarakan secara lisan di dalam sebuah ruang kuliah, hanya akan berarti dan berlaku untuk waktu itu sa,a. 1pa yang diperbincangkan dalam suatu ruang diskusi susastra belum tentu dapat dimengerti oleh orang yang berada di luar ruang itu. 8agam tulis tidak terikat oleh situasi, kondisi, ruang dan waktu. Suatu tulisan dalam

2*

sebuah buku yang ditulis oleh seorang penulis di Indonesia dapat dipahami oleh orang yang berada di 1merika atau Inggris. Sebuah buku yang ditulis pada tahun 198$ akan dapat dipahami dan dibaca oleh orang yang hidup tahun 2??? dan seterusnya. 4al itu dimungkinkan oleh kelengkapan unsur unsur dalam ragam tulis. 9ontoh ragam lisan lainnya6 Seorang direktur berkata kepada sekretarisnya. ;.enapa dia, San<= ;0ahu, 0uan, miring kali.= .alau kita tidak berada dalam suasana itu, ,elas kita tidak mengerti apa yang diperbincangkannya itu. #* 8agam lisan dipengaruhi oleh tinggi rendah dan pan,ang pendeknya suara, sedangkan ragam tulis dilengkapi dengan tanda baca, huru+ besar, dan huru+ miring.

Berikut ini dapat kita bandingkan wu,ud bahasa Indonesia ragam lisan dan ragam tulis. Perbandingan ini didasarkan atas perbedaan penggunaan bentuk kata, kosakata, dan struktur kalimat. Raga !isan a. Penggunaan Bentuk Kata 1* .endaraan yang ditumpanginya nabrak pohon mahoni. 2* Bila enggak sanggup, enggak perlu lanjutkan ker,aan itu. (* -otokopi i,a@ah harus dilegalisir dulu oleh pimpinan akademi. b. Penggunaan Kosakata #* Saya sudah kasih tau mereka tentang hal itu. $* 3ereka lagi bikin denah buat pameran entar. )* Peker,aan itu agak macet disebabkan karena keterlambatan dana yang diterima. c. Penggunaan Struktur Kalimat 5* 8encana ini saya sudah sampaikan kepada "irektur. 8* "alam ;1sah 0erampil= ini dihadiri ,uga oleh Aubernur "aerah Istimewa 1ceh. 9* .arena terlalu banyak saran berbeda beda sehingga makin bingung untuk menyelesaikan peker,aan itu. Raga "u#is a. Penggunaan Bentuk Kata %1* .endaraan yang ditumpanginya menabrak pohon mahoni. %2* 1pabila tidak sanggup, engkau tidak perlu melan,utkan peker,aan itu. %(* -otokopi i,a@ah harus dilegalisasi dahulu oleh pimpinan akademi. b. Penggunaan Kosakata

%#* Saya sudah memberi tahu mereka tentang hal itu. %$* 3ereka sedang membuat denah untuk pameran nanti. %)* Peker,aan itu agak macet disebabkan oleh keterlambatan dana yang diterima. c. Penggunaan Struktur Kalimat %5* 8encana ini sudah saya sampaikan kepada "irektur. %8* ;1sah 0erampil= ini dihadiri ,uga oleh Aubernur "aerah Istimewa 1ceh. %9* .arena terlalu banyak saran yang berbeda beda, ia makin bingung untuk menyelesaikan peker,aan itu. 2.2 Raga Baku dan "idak Baku

Pada dasarnya ragam tulis dan ragam lisan terdiri pula atas ragam baku dan ragam tidak baku. 8agam baku adalah ragam yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian besar warga masyarakat pemakainya sebagai bahasa resmi dan sebagai kerangka ru,ukan norma bahasa dalam penggunaannya. 8agam tidak baku adalah ragam yang tidak dilembagakan dan ditandai oleh ciri ciri yang menyimpang dari norma ragam baku. 8agam baku itu mempunyai si+at si+at sebagai berikut6 a* .emantapan "inamis 3antap artinya sesuai dengan kaidah bahasa. .alau kata rasa dibubuhi awalan pe akan terbentuk kata perasa. .ata raba di bubuhi pe akan terbentuk kata peraba. :leh karena itu, menurut kemantapan bahasa, kata ra,in dibubuhi pe akan men,adi pera,in, bukan pengra,in. .alau kita berpegang pada si+at mantap, kata pengra,in tidak dapat kita terima. Bentuk bentuk lepas tangan lepas pantai, dan lepas landas merupakan contoh kemantapan kaidah bahasa baku. "inamis artinya tidak statis, tidak kaku. Bahasa buku tidak menghendaki adanya bentuk mati. .ata langganan mempunyai makna ganda, yaitu orang yang berlangganan dan toko tempat berlangganan. "alam hal ini, tokonya langganan dan orang yang berlangganan itu disebut pelanggan. b* 9endekia 8agam baku bersi+at cendekia karena ragam baku dipakai pada tempat tempat resmi. Pewu,ud ragam baku ini adalah orang orang yang terpela,ar. 4al ini dimungkinkan oleh pembinaan dan pengembangan bahasa yang lebih banyak melalui ,alur pendidikan +ormal %sekolah*. "isamping itu, ragam baku dapat dengan tepat memberikan gambaran apa yang ada dalam otak pembicara atau penulis. Selan,utnya, ragam baku dapat memberikan gambaran yang ,elas dalam otak pendengar atau pembaca. 9ontoh kalimat yang tidak cendeka adalah sebagai berikut. Rumah sang jutawan yang aneh akan dijual -rasa rumah sang ,utawan yang aneh mengandung konsep ganda, yaitu rumahnya yang aneh atau sang ,utawan yang aneh. "engan demikian, kalimat itu tidak memberikan in+ormasi yang ,elas. 1gar men,adi cendekia kalimat tersebut harus diperbaiki sebagai berikut6

Rumah aneh milik sang jutawan akan dijual Rumah milik sang jutawan aneh akan dijual c* Seragam 8agam baku bersi+at seragam. Pada hakikatnya proses pembakuan bahasa ialah proses penyeragaman bahasa. "engan kata lain, pembakuan bahasa adalah pencarian titik titik keragaman. Pelayan kapal terbang dian,urkan untuk memakai istilah pramugara dan pramugari. 1ndaikata ada orang yang mengusulkan bahwa pelayan kapal terbang disebut steward atau stewardes dan penyerapan itu seragam, maka steward dan stewardes sampai dengan saat ini tidak disepakati untuk dipakai. 4ingga yang timbul dalam masayarakat ialah pramugara atau pramugari. 8agam tidak baku itu mempunyai si+at si+at sebagai berikut6 a* 0erlalu "inamis. b* 0idak 9endekia. c* 0idak Seragam. 2.$ Raga Baku "u#is dan Raga Baku !isan

"alam kehidupan berbahasa, kita sudah mengenal ragam lisan dan ragam tulis, ragam baku dan ragam tidak baku. :leh sebab itu muncul ragam baku tulis dan ragam baku lisan. 8agam baku tulis adalah ragam yang dipakai dengan resmi dalam buku buku pela,aran atau buku buku ilmiah lainnya. Pemerintah sekarang mendahulukan ragam baku tulis secara nasional. !saha itu dilakukan dengan menerbitkan dan menertibkan masalah e,aan bahasa Indonesia yang tercantum dalam buku Pedoman !mum B,aan Bahasa Indonesia yang "isempurnakan. "emikian pula, pengadaan Pedoman !mum Pembentukan Istilah dan pengadaan .amus Besar Bahasa Indonesia merupakan pula usaha ke arah itu. Bagaimana dengan masalah ragam baku lisan< !kuran dan nilai ragam baku lisan ini bergantung pada besar atau kecilnya ragam daerah yang terdengar dalam ucapan. Seseorang dapat dikatakan berbahasa lisan yang baku kalau dalam pembicaraannya tidak terlalu menon,ol pengaruh logat atau dialek daerahnya. 2.% Raga Sosia# dan Raga Fungsiona#

Baik ragam lisan maupun ragam tulis bahasa Indonesia ditandai pula oleh adanya ragam sosial, yaitu ragam bahasa yang sebagian norma dan kaidahnya didasarkan atas kesepakatan bersama dalam lingkungan sosial yang lebih kecil dalam masayarakat. 8agam bahasa yang digunakan dalam keluarga atau persahabatan dua orang yang akrab dapat merupakan ragam sosial tersendiri. Selain itu, ragam sosial tidak ,arang dihubungkan dengan tinggi atau rendahnya status kemasyarakatan lingkungan sosial yang bersangkutan. "alam hal ini, ragam baku rasional dapat pula ber+ungsi sebagai ragam sosial yang tinggi, sedangkan ragam baku daerah atau ragam sosial yang lain merupakan ragam sosial dengan nilai kemasayarakatan yang rendah.

8agam +ungsional, yang kadang kadang disebut ,uga ragam pro+esional, adalah ragam bahasa yang dikaitkan dengan pro+esi lembaga, lingkungan ker,a, atau kegiatan tetentu lainnya. 8agam +ungsional ,uga dikaitkan dengan keresmian keadaan penggunaannya. "alam kenyataan, ragam +ungsional men,elma sebagai bahasa negara dan bahasa teknis kepro+esian, seperti bahasa dalam lingkungan keilmuanCteknologi, kedokteran, dan keagamaan. Perhatikan contoh contoh berikut6 Raga Kei# uan&"ekno#ogi

.omputer adalah mesin pengolah in+ormasi. Ber,uta ,uta +akta dan bagan yang berbeda dapat disimpan dalam komputer dan dapat dicari kembali apabila diperlukan. .omputer dapat menger,akan perhitungan yang rumit dengan kecepatan yang luar biasa. 4anya dalam waktu beberapa detik komputer dapat melaksanakan peker,aan yang kalau diker,akan oleh tenaga manusia akan memakan waktu berminggu minggu. "i ,antung komputer terkecil %yang disebut mikrokomputer* terdapat sebuah komponen elektronik yang dinamakan mikroprosesor. .omponen ini dibuat dari kepingan silikon yang berukuran tidak lebih besar daripada kuku ,ari kelingking. Sebenarnya, mikroprosesor itu sendiri adalah komputer dan dapat dibangun men,adi berbagai ,enis mesin. .ita mengenal dua macam diabetes, yaitu diabetes inspidus dan diabetes mellitus. "iabetes inspidus disebabkan oleh kekurangan hormon antidiuretik %antidiuretic hormon 1"4* diproduksi oleh kelen,ar pituitaria yang berada di otak sehingga kita mengeluarkan urine terus atau kencing sa,a. Pada diabetes mellitus yang kurang adalah hormon sulin yang dihasilkan oleh kelen,ar pankreas yang berada di bawah hati. "engan kurangnya @at insulin ini metabolisme gula tergnggu sehingga sebagian tidak bisa diubah men,adi bahan yang bisa dibakar untuk menghasilkan tenaga, atau perubahan tersebut tidak sempurna. Raga Keaga aan

.ecelakaan besarlah bagi orang orang yang curang, yaitu orang orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka menguranginya. 0idaklah orang orang itu menyangka bahw sesungguhnya mereka akan dibangkitkan pada suau hari yang besar, yaitu hari ketika manusia berdiri menghadap 0uhan semesta alam. 2.' Bahasa Indonesia (ang Baik dan Bena) Setelah masalah baku dan nonbaku dibicarakan, perlu pula bahasa yang baik dan yang benar dibicarkaan. Penentuan atau kriteria bahasa Indonesia yang baik dan benar itu tidak ,auh berbeda dari apa yang kita katakan sebagai bahasa baku. .ebakuan suatu kata sudah menun,ukkan masalah ;benar= suatu kata itu. Dalaupun demikian, masalah ;baik= tentu tidak sampai si+at kebakuan suatu kalimat, tetapi si+at e+ekti+nya suatu kalimat. Pengertian benar pada suatu kata atau suatu kalimat adalah pandangan yang diarahkan dari segi kaidah bahasa. Sebuah kalimat atau sebuah pembentukan kata

dianggap benar apabila bentuk itu memathui kaidah kaidah yang berlaku. "i bawah ini akan dipaparkan sebuah contoh6 Kuda makan rum ut .alimat itu benar karena memenuhi kaidah sebuah kalimat secara struktur, yaitu sub,ek %kuda*, ada predikat %makan*, dan ada ob,ek %rumput*. .alimat ini ,ug amemenuhi kaidah sebuah kalimat dari segi makan, yaitu mendukung sebuah in+ormasi yang dapat dimengerti oleh pembaca. /ain halnya dengan kalimat di bawah ini6 Rum ut makan kuda .alimat ini benar menurut struktur karena ada sub,ek %rumput*, ada predikat %makan* dan ada ob,ek %kuda*. 1kan tetapi, dari segi makan, kalimat ini tidak benar karena tidak mendukung makan yang baik. Sebuah bentuk kata dikatakan benar kalau memperlihatkan proses pembentukan yang benar menurut kaidah yang berlaku. .ata akti+itas tidak benar penulisannya karena pemunculan kata itu tidak mengikuti kaidah penyerapan yang telah ditentukan. Pembentukan penyeraan yang benar ialah e+ektiEitas karena diserap dari kata actiEity. .arena persuratan kabar dan pertanggungan ,awab tidak benar karena tidak mengikuti kaidah yang berlaku. Fang benar menurut kaidah ialah kata persuratkabaran dan pertanggung,awaban. Pengertian ;baik= pada suatu kata %bentukan* atau kalimat adalah pandangan yang diarahkan dari pilihan kata %diksi*. "alam suatu pembentukan kita dapat memakai kata yang sesuai dengan pertemuan itu sehingga kata kata yang keluar atau dituliskan itu tidak akan menimbulkan nilai rasa yang tidak pada tempatnya. Pemilihan kata yang akan dipergunakan dalam suatu untaian kalimat sangat berpengaruh terhadap makan kalimat yang dipaparkan itu. Pada suatu ketika kita menggunakan kata memerintahkan, meminta bantuan, mempercayakan dan sebagainya. Sebagai simpulan, yang dimaksud dengan bahasa yang benar adalah bahasa yang menerapkan kaidah dengan konsisten, sedangkan yang dimaksud dengan bahasa yang baik adalah bahasa yang mempunyai nilai rasa yang tepat dan sesuai dengan situasi pemakaiannya.

BAB III KA!IMA" DA!AM BAHASA INDONESIA


$.1 Penge)*ian Ka#i a* Sekurang kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sub,ek %S* dan predikat %P*. .alau tidak memiliki unsur sub,ek dan predikat, pernyataan itu bukanlah kalimat. "eretan kata yang seperti itu hanya dapat disebut sebagai +rasa. Inilah yang membedakan kalimat dengan +rasa. .alimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wu,ud lisan atau tulisan, yang mengungkapkan pikiran yang utuh. "alam wu,ud lisan kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela ,eda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. "alam wu,ud tulisan berhuru+ latin kalimat dimulai dengan huru+ kapital dan diakhiri dengan tanda titik %.*, tanda tanya %<*, dan tanda seru %G*. .alau dilihat dari hal predikat, kalimat kalimat dalam bahasa Indonesia ada dua macam, yaitu6 a. .alimat kalimat yang berpredikat kata ker,a, dan b. .alimat kalimat yang berpredikat bukan kata ker,a. 1kan tetapi dalam pemakaian sehari hari kalimat yang berpredikat kata ker,a lebih besar ,umlahnya daripada kalimat yang berpredikat bukan kata ker,a. 4al itu membantu kita dengan mudah untuk menentukan predikat sebuah kalimat. :leh sebab itu, kalau ada kata ker,a dalam suatu untaian kalimat, kata ker,a itu dicadangkan sebagai predikat dalam kalimat itu. 9ontoh6 Tugas itu dikerjakan oleh ara mahasiswa. .ata ker,a dalam kalimat ini adalah diker,akan. .ata diker,akan adalah predikat dalam kalimat ini. Setelah ditemukan predikat dalam kalimat itu, sub,ek dapat ditemukan dengan cara bertanya menggunakan predikat sebagai berikut6 ! a yang dikerjakan oleh ara mahasiswa" 2awaban pertanyaan itu ialah tugas itu. .ata tugas itu merupakan sub,ek kalimat. .alau tidak ada kata yang dapat di,adikan ,awaban pertanyaan itu, hal itu berarti bahwa sub,ek tidak ada. "engan demikian, pernyataan dalam bentuk deretan kata kata itu bukanlah kalimat. 9ontoh6 Rektor #ni$ersitas Indonesia memim in u acara. .ata ker,a dalam kalimat itu adalah memimpin. .ata memimpin merupakan predikat kalimat tersebut. :leh karena itu, cara mencari sub,eknya sangat mudah, yaitu dengan menga,ukan pertanyaan. Sia a yang memimpin upacara<

2awabannya adalah 8ektor !niEersitas Indonesia bandingkan empat pernyataan di bawah ini6 1* Berdiri aku di sen,a senyap. 2* 3endirikan pabrik ba,a di 9ilegon. (* Berenang itu menyehatkan kita. #* .arena sangat tidak manusiawi.

%Sub,ek* coba 1nda

.alimatkah itu< 9oba ,elaskan dengan cara seperti uraian di atas. 0ernyata, pernyataan pertama dan ketiga merupakan kalimat, sedangkan pernyataan kedua dan keempat bukan kalimat, mengapa< 3arilah kita perhatikan pernyataan di bawah ini. %alam ruang itu memerlukan tiga buah kursi. !ntuk menentukan apakah kalimat itu benar atau tidak yang mula mula dicari ialah predikat. 4al ini mudah kita lakukan karena ada kata ker,a dalam pernyataan itu, yaitu memerlukan. .ata memerlukan adalah predikat kalimat. Setelah itu, kita mencari sub,ek kalimat dengan bertanya apaCsiapa yang memerlukan. 2awabannya ialah ruangan itu. 1kan tetapi, kata ruangan itu tidak mungkin dapat berstatus sebagai sub,ek karena di depan kata ruangan itu terdapat kata dalam. .ata dalam menandai kata di belakangnya itu sebuah keterangan tempat. "engan demikian, pernyataan itu tidak bersub,ek. Bagaimana dengan pernyataan pernyataan itu tidak bersub,ek6 a* 8uangan itu memerlukan tiga buah kursi. b* "alam ruangan itu diperlukan tiga buah kursi. Sebuah kata ker,a dalam sebuah kalimat tidak dapat menduduki status predikat kalau di depan kata ker,a itu terdapat partikel yang, dan sebangsa dengan itu seperti pernyataan di bawah ini6 1* Singa yang menerkam kambing itu. 2* 3ahasiswa yang meninggalkan ruang kuliah. (* Pertemuan untuk memilih ketua baru. Seharusnya kata menerkam, meninggalkan, dan memilih ber+ungsi sebagai predikat kalimat 1, 2, dan ( tidak didahului yang atau untuk. 0un,ukkan pernyataan yang tergolong kalimat dan yang bukan kalimat. .emukakan alasan anda. 1* Pera,in yang ulet akan memetik hasil yang memuaskan. 2* Seminar untuk memperoleh masukan tentang konserEasi alam. (* .esenian Bali yang sudah terkenal di mancanegara. .alau dalam suatu pernyataan tidak terdapat kata ker,a, kata yang dapat kita cadangkan sebagai predikat ialah kata si+at. "i samping itu, kata bilangan dan kata benda pun dapat di,adikan sebagai predikat. Predikat itu dapat pula berupa +rasa depan. 1?

0adi sudah dikatakan bahwa mencari sub,ek sebuah kalimat adalah dengan cara bertanya melalui predikat dengan pertanyaan. Sia a yang atau a a yang & ... redikat Bagaimana halnya dengan ob,ek< !nsur ob,ek dalam kalimat hanya ditemukan dalam kalimat yang berpredikat kata ker,a. >amun, tidak semua kalimat yang berpredikat kata ker,a harus mempunyai ob,ek. :b,ek itu hanya muncul pada kalimat yang berpredikat kata ker,a transiti+. :b,ek tidak dapat mendahului predikat karena predikat dan ob,ek merupakan suatu kesatuan. 2ika dilihat dari segi makna kalimat, ob,ek merupakan unsur yang harus hadir setelah predikat yang berupa Eerba transiti+. 9oba anda perhatikan pernyataan di bawah ini6 'ks or nonmigas mendatangkan. -rasa ekspor nonmigas merupakan sub,ek kalimat, sedangkan kata mendatangkan adalah unsur predikat yang berupa Eerba transiti+. .alimat ini belum memberikan in+ormasi yang lengkap sebab belum ada ke,elasan tentang mendatangkan itu. :leh sebab itu, agar kalimat itu dapat memberikan in+ormasi yang ,elas, predikatnya harus dilengkapi, seperti kalimat di bawah ini6 'ks or nonmigas mendatangkan keuntungan S S P : . Pel .B .. .S .Bil. -" ." H H H H H H H H H H H P sub,ek predikat ob,ek keterangan pelengkap kata benda %nomina* kata ker,a %Eerba* kata si+at %ad,ektiEa* kata bilangan %numeralia* +rasa depan %+rasa preposisi* kata depan %preposisi* ( Singkatan yang digunakan dalam buku ini adalah sebagai berikut6

1ndaikata suatu kalimat sudah mengandung kelengkapan makna dengan hanya memiliki sub,ek dan predikat yang berupa Eerba intransiti+, ob,ek tidak diperlukan lagi. .alimat di bawah ini tidak memerlukan ob,ek. Penanaman modal asing berkembang

11

.alimat itu sudah lengkap dan ,elas. 2adi, unsur sub,eknya adalah enanaman modal asing dan unsur predikatnya adalah berkembang. .alimat itu telah memberikan in+ormasi yang ,elas. 1ndaikata di belakang unsur berkembang ditambah dengan sebuah kata atau beberapa kata, unsur tambahan itu bukan objek, melainkan keterangan. 3isalnya6 Penanaman modal asing berkembang saat ini S . P P . S %alam seminar itu dibicarakan makalah tentang erbankan "i bawah ini terdapat beberapa kalimat yang berob,ek dan yang tidak berob,ek6 Ia mem erkaya kha)anah musik Indonesia S P S S $.2 Po#a Ka#i a* Dasa) Setelah membicarakan unsur yang membentuk sebuah kalimat yang benar, kita telah dapat menentukan pola kalimat dasar itu sendiri. Berdasarkan penelitian para ahli, pola kalimat dasar dalam bahasa Indonesia adalah sebagai berikut6 1* .B I .. 2* .B I .S (* .B I .Bil #* .B I %." I .B* $* .B I .. I .B )* .B I .. I .B I .B 5* .B I .B 6 3ahasiswa berdiskusi 6 "osen itu ramah 6 4arga buku itu sepuluh ribu rupiah 6 0inggalnya di Palembang 6 3ereka menonton +ilm 6 Paman mencarikan saya peker,aan 6 8ustam peneliti P P : Pel . Masalah angan ditangani oleh emerintah (bor ersahabatan menyala terus se anjang jalan

.etu,uh pola kalimat dasar ini dapat diperluas dengan berbagai keterangan dan dapat pula pola pola dasar itu digabung gabungkan sehingga kalimat men,adi luas dan kompleks. $.$ +enis Ka#i a* Menu)u* S*)uk*u) G)a a*ika#n(a

12

3enurut stukturnya, kalimat bahasa Indonesia dapat berupa kalimat tunggal dapat pula berupa kalimat ma,emuk. .alimat ma,emuk dapat bersi+at setara %koordinati+*, tidak setara %subordinati+*, ataupun campuran %koordinati+ J subordinati+*. Aagasan yang tunggal dinyatakan dalam kalimat tunggal7 gagasan yang bersegi segi diungkapkan dengan kalimat ma,emuk. a. Kalimat Tunggal .alimat tunggal terdiri atas satu sub,ek dan satu predikat. Pada hakikatnya, kalau dilihat dari unsur unsurnya, kalimat kalimat yang pan,ang pan,ang dalam bahasa Indonesia dapat dikembalikan kepada kalimat kalimat dasar yang sederhana. .alimat kalimat tunggal yang sederhana itu terdiri atas satu sub,ek dan satu predikat. Sehubungan dengan itu, kalimat kalimat yang pan,ang itu dapat ditelusuri pola pola pembentukannya. Pola pola itulah yang dimaksud dengan pola kalimat dasar. 3ari kita lihat sekali lagi pola pola kalimat dasar tersebut6 1* Mahasiswa Berdiskusi S6.B S6.B S6.B S6.B I P6.. I P6.S I P6.Bil I P6%." I .B* *+ %osen itu ramah ,+ -arga buku itu se uluh ribu ru iah .+ Tinggalnya di Palembang /+ Mereka menonton 0ilm S6.B I P6.. I :6.B 1+ Paman mencarikan saya ekerjaan S6.B I P6.. 2+ Rustam eneliti S6.B I P6.B Pola pola kalimat dasar ini masing masing hendaklah dibaca sebagai berikut6 Pola 1 adalah pola yang mengandung sub,ek %S* kata benda % mahasiswa* dan predikat %P* kata ker,a %berdiskusi*. .alimat itu men,adi mahasiswa berdiskusi 9ontoh lain6 1* Pertemuan !P'3 sudah berlangsung S *+ Teori itu dikembangkan S P P I :6.B I Pel6.B

1(

,+ 3erita itu sudah tersebar S S P P .+ #mur kita bertambah terus Pola 2 adalah pola kalimat yang bersub,ek kata benda 4dosen itu+ dan berpredikat kata si+at %ramah*. .alimat itu men,adi6 %osen itu ramah S 9ontoh lain6 1* Kom uternya rusak S S S .+ !tlet itu cekatan sekali S P Pola ( adalah pola kalimat yang bersub,ek kata benda %harga buku itu+ dan berpredikat kata bilangan %se uluh ribu ru iah*. .alimat selengkapnya ialah6 -arga buku itu se uluh ribu ru iah S 9ontoh lain6 1* Panjang jalan tol 3awang 5 Tanjung Priok tujuh belas kilometer S 2* Masalahnya seribu satu S S P S P P (* Rumahnya dua buah #* 6edung Bank Bumi %aya Pusat tiga uluh tingkat Pola # adalah pola kalimat yang bersub,ek kata benda %tinggalnya* dan berpredikat +rasa depan yang tediri atas kata depan dan kata benda %di Palembang*. .alimat ini men,adi6 Tinggalnya di Palembang 1# P P P P P *+ Suku bunga bank swasta tinggi ,+ Bisnis Kondominium sangat marak P

S 9ontoh lain6

1. %irektur ke ruang kerja S S S P P P *. Pisau Pemotong dalam laci ,. Kakaknya dari luar negeri Pola $ adalah pola kalimat bersub,ek kata benda %mereka* berpredikat kata ker,a %menonton* dan berob,ek kata benda 40ilm+. .alimat itu men,adi6 Mereka menonton 0ilm S 9ontoh lain6 1* Pesawat itu menembus angkasa S S P : P : 2* Setia Pemilik saham menghara kan de$iden yang memuaskan Pola ) adalah pola kalimat yang terdiri atas sub,ek kata benda % aman*, predikat kata ker,a 4mencarikan+, ob,ek %:* kata benda 4saya+, dan pelengkap %Pel*. .ata benda 4 ekerjaan+. Selengkapnya kalimat itu men,adi6 Paman mencarikan saya ekerjaan S 9ontoh lain6 1* %ia membuatkan saya lukisan S S P : P Pel : Pel 2* !jaran agama menjanjikan emeluknya keselamatan Pola 5 adalah pola kalimat yang bersub,ek kata benda 4Rustam+ dan berpredikat kata benda 4 eneliti+. Baik sub,ek maupun predikat, keduanya kata benda. 2adi, kalimat itu selengkapnya men,adi6 Rustam eneliti S 9ontoh lain6 1* Soeharto emasung demokrasi kita P P : Pel P :

1$

S S

P P

2* 3hairil !nwar tokoh enyair kenamaan .etu,uh pola kalimat di atas masing masing terdiri atas satu kalimat tunggal. Setiap kalimat tunggal di atas dapat diperluas dengan menambahkan kata kata pada unsur unsurnya. "engan menambahkan kata kata pada unsur unsurnya itu, kalimat akan men,adi pan,ang %lebih pan,ang daripada kalimat asalnya*, tetapi masih dapat dikenali unsur utamanya. .alimat mahasiswa berdiskusi dapat diperluas men,adi kalimat6 Mahasiswa semester III sedang berdiskusi di aula S P . Perluasan kalimat itu adalah hasil perluasan ob,ek mahasiswa dengan semester III. Perluasan predikat berdiskusi dengan sedang, dengan menambah keterangan tempat di akhir kalimat. .alimat 2, yaitu %osen itu ramah dapat diperluas men,adi6 %osen itu selalu ramah setia hari S P . .alimat (, yaitu harga buku itu se uluh ribu ru iah dapat diperluas pula dengan kalimat6 -arga buku gambar besar itu se uluh ribu ru iah erbuah S P .alimat #, tinggalnya di Palembang dapat diperluas men,adi kalimat6 Sejak dua tahun yang lalu tinggalnya di Palembang bagian selatan S P .alimat $, mereka menonton 0ilm dapat diperluas men,adi kalimat6 Mereka dengan rombongannya menonton 0ilm detekti0 S P : .alimat ), yaitu aman mencarikan saya ekerjaan dapat diperluas men,adi6 Paman tidak lama lagi akan mencarikan saya ke onakan tunggalnya ekerjaan. S P : Pel .alimat 5, yaitu Rustam eneliti dapat diperluas men,adi6 Rustam, anak ak camat, adalah seorang eneliti S P "alam kalimat pola 5 ini, antar sub,ek dan predikat dapat disisipkan kata adalah sebagai pengantar predikat. 3emperluas kalimat tunggal tidak hanya terbatas seperti

1)

pada contoh contoh di atas. 0idak tertutup kemungkinan kalimat tunggal seperti itu diperluas men,adi dua puluh kata atau lebih. Pemerluas kalimat itu antara lain terdiri atas6 d* .eterangan tempat, seperti di sini, dalam ruangan tertutu , lewat 7ogyakarta, dalam re ublik itu, dan sekeliling kota. e* .eterangan waktu, seperti setia hari, ada ukul 89.::, tahun de an, kemarin sore, dan minggu kedua bulan ini. +* .eterangan alat seperti dengan linggis, dengan undang;undang itu, dengan sendok dan gar u, dengan wesel os, dan dengan cek. g* .eterangan modalitas, seperti harus, barangkali, seyogyanya, sesungguhnya, dan se atutnya h* .eterangan cara seperti dengan hati;hati, seenaknya saja, selekas mungkin, dan dengan tergesa;gesa. i* .eterangan aspek, seperti akan, sedang, sudah, dan telah. ,* .eterangan tu,uan, seperti agar bahagia, su aya tertib, untuk anakya, dan bagi kita. k* .eterangan sebab seperti karena tekun, sebab berkuasa, dan lantaran anik. l* -rasa yang, seperti mahasiswa yang IP;nya , ke atas, ara atlet yang sudah menyelesaikan latihan, dan emim in mem erhatikn rakyatnya. m* .eterangan aposisi, yaitu keterangan yang si+atnya saling menggantikan, seperti enerima Kal ataru, !bdul Ro)ak, atau 6ubernur %KI <akarta, Sutiyoso. Perhatikan perbedaan keterangan alat dan keterangan cara berikut ini6 %engan & kata benda H keterangan alat %engan & kata ker,a C kata si+at H keterangan cara 9ontoh kemungkinan perluasan kalimat kalimat tercantum di bawah ini6 1* Aubernur C memberikan C kelonggaran C kepada pedagang C. 2* Aubernur ".I 2akarta C memberikan C kelonggaran C kepada pedagang C. (* Aubernur ".I 2akarta, Sutiyoso C sudah memberikan C berbagai kelonggaran C kepada pedagang kaki lima C pinggiran ,alan atau di tempat tempat lainC. #* Aubernur ".I 2akarta, Sutiyoso C sudah memberikan berbagai kelonggaran C kepada pedagang kaki lima C pinggiran ,alan atau di tempat tempat lain C di lima wilayah C pada bulan puasa hingga lebaran nanti C. b. Kalimat Majemuk Setara .alimat ma,emuk setara ter,adi dari dua kalimat tunggal atau lebih. .alimat ma,emuk setara dikelompokkan men,adi empat ,enis, sebagai berikut6 1* "ua kalimat tunggal atau lebih dapat dihubungkan oleh kata dan atau serta ,ika kedua kalimat tunggal atau lebih itu se,alan, dan hasilnya disebut kalimat ma,emuk setara pen,umlahan. 9ontoh6 15

Kami membaca. Mereka menulis. Kami membaca dan mereka menulis. 0anda koma dapat digunakan ,ika kalimat yang digabungkan itu lebih dari dua kalimat tunggal. 9ontoh6 %irektur tenang. Karyawan duduk teratur. Para nasabah antre. %irektur tenang, karyawan duduk teratur, dan ara nasabah antre. 2* .edua kalimat tunggal yang berbentuk kalimat setara itu dapat dihubungkan oleh kata teta i, sedangkan, dan melainkan ,ika kalimat itu menun,ukkan pertentangan, disebut kalimat ma,emuk setara pertentangan. 9ontoh6 a. !merika dan <e ang tergolong negara maju. Indonesia dan Brunei %arussalam tergolong negara berkembang. !merika dan <e ang tergolong negara maju, teta i Indonesia dan Brunei %arussalam tergolong negara berkembang. b. Pus i tek terletak di Ser ong, sedangkan Industri Pesawat Terbang =usantara terletak di Bandung. (* "ua kalimat tunggal atau lebih dapat dihubungkan oleh kata lalu dan kemudian ,ika ke,adian yang dikemukakan berurutan dan hasilnya disebut kalimat ma,emuk setara perurutan. 9ontoh6 Mula;mula disebutkan nama;nama juara MT> tingkat remaja. %isebutkan nama;nama juara MT> tingkat dewasa. Mula;mula disebutkan nama;nama juara MT> tingkat remaja, lalu disebutkan nama;nama juara MT> tingkat dewasa. #* "apat pula dua kalimat tunggal itu dihubungkan oleh kata atau ,ika kalimat itu menun,ukkan pemilihan, dan hasilnya disebut kalimat ma,emuk setara pemilihan. 9ontoh6 Para emilik tele$isi membayar iuran di kantor os terdekat, atau ara etugas menagihnya ke rumah emilik tele$isi langsung. c. Kalimat Majemuk Setara Rapatan "alam kalimat ma,emuk setara, ada yang berbentuk kalimat rapatan, yaitu suatu bentuk yang merapatkan dua atau lebih kalimat tunggal. Fang dirapatkan ialah unsur sub,ek atau unsur ob,ek yang sama. "alam hal seperti ini, unsur yang sama cukup disebutkan satu kali. 9ontoh kalimat ma,emuk setara rapatan sebagai berikut6 1* ; Kami berlatih. 18

Kami bertanding. Kami berhasil menang. Kami berlatih, bertanding, dan berhasil menang. 2* ; Menteri agama tidak membuka seminar tentang )akat. Menteri agama menutu seminar tentang )akat. Menteri agama tidak membuka, melainkan menutu seminar tentang )akat. d. Kalimat Majemuk tidak Setara .alimat ma,emuk tidak setara terdiri atas satu suku kalimat yang bebas dan satu suku kalimat atau lebih yang tidak bebas. 2alinan kalimat ini menggambarkan tara+ kepentingan yang berbeda beda diantara unsur gagasan yang ma,emuk. Inti gagasan dituangkan ke dalam induk kalimat, sedangkan pertaliannya dari sudut pandangan waktu, sebab, akibat, tu,uan, syarat, dan sebagainya dengan aspek gagasan yang lain diungkapkan dalam anak kalimat. 9ontoh6 1* a. Kom uter itu dilengka i dengan alat;alat modern. 4tunggal+ b. Mereka masih da at mengacaukan data;data kom uter. 4tunggal+ c. ?alau un kom uter itu dilengka i dengan alat;alat modern, mereka masih da at mengacaukan data;data kom uter itu. 2* a. Para emain sudah lelah. b. Para emain boleh beristirahat. c. Karena ara emain sudah lelah, boleh beristirahat. d. Karena sudah lelah, ara emain boleh beristirahat. Sudah dikatakan di atas bahwa kalimat ma,emuk tak setara terbagi dalam bentuk anak kalimat dan induk kalimat. Induk kalimat ialah inti gagasan, sedangkan anak kalimat ialah pertalian gagasan dengan hal hal ini. Penanda anak kalimat ialah kata walau un, meski un, sungguh un, karena, a abila, jika, kalau, sebab, agar, su aya, ketika, sehingga, setelah, sesudah, sebelum, kendati un, bahwa dan sebagainya. e. Kalimat Majemuk Tak Setara yang Berunsur Sama/Rapatan .alimat ma,emuk tak setara dapat dirapatkan andaikata unsur unsur sub,eknya sama. 9ontoh6 Kami sudah lelah. Kami ingin ulang. Karena sudah lelah, kami ingin ulang. Pada anak kalimat terdapat kata kami sebagai sub,ek anak kalimat, dan pada induk kalimat terdapat pula kata kami sebagai sub,ek induk kalimat. "alam hal seperti 19

ini, sub,ek itu ditekankan pada induk kalimat sehingga sub,ek pada anak kalimat boleh dihilangkan, dan bukan sebaliknya. Perhatikan kalimat ini6 Karena kami sudah lelah, kami ingin ulang. Perbaikannya6 Karena kami sudah lelah, ingin ulang. Berdasarkan perbaikan itu diperoleh suatu kaidah sebagai berikut ,ika dalam anak kalimat tidak terdapat sub,ek, itu berarti bahwa sub,ek anak kalimat sama dengan sub,ek induk kalimat. Perapatan kalimat tak setara ini sering keliru. .ekeliruan ini ter,adi oleh kesalahan menalar suatu gagasan sehingga ter,adi percampuran perapatan antara sub,ek dan ob,ek. 9ontoh6 a+ #sul itu tidak melanggar hukum. b+ Ia menyetujui usul itu. 2ika kedua kalimat itu di,adikan kalimat ma,emuk tak setara, sub,ek anak kalimat dan sub,ek induk kalimat harus dieksplisitkan karena kedua sub,ek berbeda sehingga hasilnya harus men,adi sebagai berikut6 c+ Karena usul itu tidak melanggar hukum, ia setuju@menyetujuinya. "alam kalimat ma,emuk tak setara ini terdapat persamaan antara sub,ek anak kalimat dan ob,ek induk kalimat, yaitu usul itu. "engan adanya persamaan ini kadang kadang ter,adilah perapatan antara sub,ek anak kalimat dan ob,ek induk kalimat dalam bentuk yang salah, seperti berikut6 Karena tidak melanggar hukum, ia menyetujui usul itu. .alimat ini tidak benar sebab penghilangan sub,ek pada anak kalimat akan memberikan makna kesamaan sub,ek itu dengan sub,ek pada induk kalimat. 1ndaikata kalimat ini dibiarkan seperti itu, kita akan memberikan makna sebagai berikut6 Karena 4ia+ tidak melanggar hukum, ia menyetujui usul itu. 4al ini berbeda sekali dengan gagasan pertama, yaitu6 Karena usul itu tidak melanggar hukum, ia menyetujui usul itu. Perhatikan kalimat berikut ini6 8+ Setelah diganti dengan ita baru, mereka tidak mengalami kesukaran menggunakan mesin ketik itu. *+ Sebelum diletakkan di tengah ruangan, mem erbaiki ki as angin itu. ara engawas terlebih dahulu

.alimat %1* salah karena sub,ek anak kalimat yang dilesapkan akan sama dengan sub,ek induk kalimat. 2adi, yang diganti pitanya dengan pita baru dalam kalimat %1* adalah mereka. Padahal yang diganti dengan pita baru adalah ita mesin ketik. Perbaikan kalimat %1* sebagai berikut6 8a+ Setelah mengganti ita mesin ketik dengan ita baru, mereka tidak mengalami kesukaran dalam mem ergunakan mesin ketik itu.

2?

8b+ Setelah ita mesin ketik diganti dengan kesukaran mem ergunakan mesin itu.

ita baru, mereka tidak mengalami

.alimat %2* salah karena sub,ek anak kalimat yang dilesapkan akan sama dengan sub,ek induk kalimat, yaitu ara engawas. Padahal, yang diletakkan di tengah ruangan adalah ki as angin. 1gar sub,ek pada anak kalimat %yang dilesapkan* sama dengan sub,ek pada induk kalimat, perbaikannya sebagai berikut6 2a* sebelum diletakkan di tengah ruangan, ki as angin itu terlebih dahulu di erbaiki ara engawas 2b* Sebelum meletakkan ki as angindi tengah ruangan, ara engawas terlebih dahulu mem erbaiki ki as angin itu. Perhatikan kalimat salah yang lain6 ,+ <ika sudah menerima biaya yang direncanakan, emabngunan gedung itu akan segera saya mulai. .+ Setelah membaca buku itu berulang kali, isinya da at di ahami. .alimat %(* salah karena sub,ek yang dilesapkan dalam anak kalimat %seolah olah* adalah embangunan gedung itu. Padahal, yang sudah menerima biaya yang sudah direncanakan adalah saya. 2adi, kalimat (* harus diperbaiki sebagai berikut6 ,a+ <ika sudah menerima biaya yang direncanakan, saya akan segera memulai embangunan gedung itu ,b+ <ika biaya yang sudah direncanakan diterima, embangunan gedung itu akan segera saya mulai. .alimat %#* salah karena sub,ek yang dilesapkan dalam anak kalimat %seolah olah* adalah isinya. Padahal, yang membaca buku itu adalah mereka. .alimat itu akan bernalar ,ika diperbaiki sebagai berikut6 .a+ Setelah membaca buku itu berulang;ulang, dia da at memahami isinya. .b+ Setelah buku itu dibacanya berulang;ulang, isinya da at di ahaminya. ,. Penghi#angan Ka*a Penghu-ung 1da beberapa kalimat ma,emuk tak setara rapatan yang mencoba mengadakan penghematan dengan menghilangkan penanda anak kalimat sehingga kalimat itu men,adi salah. 9ontoh6 Membaca surat itu, saya sangat terkejut. 1nak kalimat6 Membaca surat itu Induk kalimat6 Saya sangat terkejut

21

Sub,ek anak kalimat itu persis sama dengan sub,ek pada induk kalimat, yaitu saya. .alau tidak ada penanda pada anak kalimat, kalimat ma,emuk itu tidak benar %tidak baku*. Penanda yang dapat dipakai ialah setelah sehingga kalimat akan men,adi6 Setelah 4saya+ membawa surat itu, saya sangat terkejut. Setelah membaca surat itu, saya sangat terkejut. Beberapa contoh6 a. a. b. b. a. b. c. a. b. Memasuki masa ensiun, ia merasa mem unyai waktu yang cuku menolong orang banyak. %salah* Setelah memasuki masa ensiun, ia merasa mem unyai waktu yang cuku untuk menolong orang banyak. %Benar* Menderita enyakit jantung, ia ter aksa berurusan dengan dokter. %Salah* Karena menderita %Benar* enyakit jantung, ia ter aksa berurusan dengan dokter. ara embawa (bor Persahabatan diterima oleh

Memasuki Pulau Bali, embesar Bali

Ketika memasuki Pulau Bali, ara embawa (bor Persahabatan diterima oleh Pembesar Bali. %Benar*

g. Kalimat Majemuk Campuran .alimat ,enis ini terdiri atas kalimat ma,emuk tak setara %bertingkat* dan kalimat ma,emuk setara, atau terdiri atas kalimat ma,emuk setara dan kalimat ma,emuk tak setara %bertingkat*. 3isalnya6 1* Karena hari sudah malam, kami berhenti, dan langsung ulang. 2* Kami ulang, teta i mereka masih bekerja karena tugasnya belum selesai. .alimat pertama terdiri atas anak kalimat karena hari sudah malam dan induk kalimat yang berupa kalimat ma,emuk setara, kami berhenti dan langsung ulang. 2adi, susunan kalimat pertama adalah bertingkat & setara. .alimat kedua terdiri atas induk kalimat yang berupa kalimat ma,emuk setara, kami ulang, teta i mereka masih bekerja, dan induk kalimat karena tugasnya belum selesai. 2adi susunan kalimat kedua adalah setara & bertingkat. $.% +enis Ka#i a* Menu)u* Ben*uk Re*o)ikan(a 0ulisan akan lebih e+ekti+ ,ika disamping kalimat kalimat yang disusunnya benar, ,uga gaya penya,iannya %retorikanya* menarik perhatian pembacanya. Dalaupun kalimat kalimat yang disusunnya sudah gramatikal, sesuai dengan kaidah, belum tentu tulisan ini memuaskan pembacanya ,ika segi retorikanya tidak memikat. .alimat akan membosankan pembacanya ,ika selalu disusun dengan konstruksi yang monoton atau tidak berEariasi. 3isalnya, konstruksi kalimat itu selalu sub,ek predikat ob,ek keterangan, atau selalu konstruksi induk kalimat J anak kalimat. 22

3enurut gaya penyampaiannya atau retorikanya, kalimat ma,emuk dapat digolongkan men,adi tiga macam, yaitu 1* kalimat yang melepas %induk anak*, 2* kalimat yang berklimaks %anak induk*, dan (* kalimat yang berimbang %setara atau campuran*. a. Kalimat yang Melepas 2ika kalimat itu disusun dengan diawali unsur utama, yaitu induk kalimat dan diikuti oleh unsur tambahan, yaitu anak kalimat, gaya penya,ian kalimat itu disebut mele as. !nsur anak kalimat ini seakan akan dilepaskan sa,a oleh penulisnya dan kalaupun unsur ini tidak diucapkan kalimat itu sudah bermakna lengkap. 3isalnya6 1* Saya akan dibelikan $es a oleh !yah jika lulus ujian sarjana. 2* Semua warga negara harus menaati segala erundang;undangan yang berlaku agar kehidu an di negeri ini berjalan dengan tertib dan aman. b. Kalimat yang Berklimaks 2ika kalimat itu disusun dengan diawali oleh anak kalimat dan diikuti oleh induk kalimat, gaya penya,ian kalimat itu disebut berklimaks. Pembaca belum dapat memahami kalimat tersebut ,ika baru membaca anak kalimatnya. Pembaca akan memahami makna kalimat itu setelah membaca induk kalimatnya. Sebelum kalimat itu selesai, terasa bahwa ada sesuatu yang masih ditunggu, yaitu induk kalimat. :leh karena itu, penya,ian kalimat yang konstruksinya anak induk terasa berklimaks, dan terasa membentuk ketegangan. 3isalnya6 1* Karena sulit kendaraan, ia datang terlambat ke kantornya. 2* Setelah 8.8,A hari diseka dalam sebuah ruangan akhirnya tiga sandera warga negara Prancis itu dibebaskan juga. c. Kalimat yang Berimbang 2ika kalimat itu disusun dalam bentuk ma,emuk setara atau ma,emuk campuran, gaya penya,ian kalimat itu disebut berimbang karena strukturnya memperlihatkan kese,a,aran yang se,alan dan dituangkan ke dalam bangun kalimat yang bersimetri. 3isalnya6 1* Bursa saham tam aknya semakin bergairah, in$estor asing dan domestik berlomba melakukan transaksi, dan I-S6 naik tajam. 2* <ika stabilitas nasional manta , masyarakat da at bekerja dengan tenang dan da at beribadah dengan leluasa. .etiga gaya penyampaian tadi terdapat pada kalimat ma,emuk. 1dapun kalimat pada umumnya dapat diEariasikan men,adi kalimat yang pan,ang J pendek, akti+ J pasit, inEersi dan pengendapaan keterangan. $.' +enis Ka#i a* Menu)u* Fungsin(a 3enurut +ungsinya, ,enis kalimat dapat dirinci men,adi kalimat ernyataan, kalimat ertanyaan, kalimat erintah, dan kalimat seruan. Semua ,enis kalimat itu dapat disa,ikan dalam bentuk positi+ dan negati+. "alam bahasa lisan, intonasi yang khas

2(

men,elaskan kapan kita berhadapan dengan salah satu ,enis itu. "alam bahasa tulisan, perbedaan di,elaskan oleh bermacam macam tanda baca.

a. Kalimat Pernyataan (Deklarati ! .alimat pernyataan dipakai ,ika penutur ingin menyatakan sesuatu dengan lengkap pada waktu ingin menyampaikan in+ormasi kepada lawan berbahasanya. %Biasanya intonasi menurun, tanda baca titik*. 3isalnya6 Posi*i, 1* Presiden 6us %ur mengadakan kunjungan ke luar negeri. 2* Indonesia menggunakan sistem anggaran yang berimbang. Nega*i, 8+ Tidak semua nasabah bank mem eroleh kredit lemah. *+ %alam ameran tersebut ara engunjung tidak menga at 0ormasi yang memuaskan tentang bisnis kondominium di kota;kota besar. b. Kalimat Pertanyaan (inter"gati ! .alimat pertanyan dipakai ,ika penutur ingin memeperoleh in+ormasi atau reaksi %,awaban* yang diharapkan. %Biasanya, intonasi menurun, tanda baca tanda tanya*. Petanyaan sering menggunakan kata seperti bagaimana, dimana, menga a, bera a dan ka an. 3isalnya6 Posi*i, 1* Ka an Saudara berangkat ke Singa ura" 2* Menga a dia gagal dalam ujian" Nega*i, 1* 3engapa gedung ini dibangun tidak sesuai dengan yang disepakati< 2* 3engapa tidak semua +akir miskin di negara kita dapat di,amin penghidupannya oleh negara< c. Kalimat Perinta# dan Permintaan ($mperati ! .alimat perintah dipakai ,ika penutur ingin ;menyuruh= atau ;melarang= orang berbuat sesuatu. %Biasanya, intonasi menurun, tanda baca titik atau tanda seru*. 3isalnya6 Posi*i, 1* Kamu disuruh mengantarkan buku ini ke Pak SahluddinB 2* Tolong buatkan dahulu rencana embiayaannya. Nega*i,

2#

1* Sebaiknya kita tidak ber ikiran sem it tentang hak asasi manusia. 2* <anganlah kita enggan mengeluarkan )akat jika sudah tergolong orang mam uB d. Kalimat Seruan .alimat seruan dipakai ,ika penutur ingin mengungkapkan perasaan ;yang kuat= atau yang mendadak. %Biasanya, ditandai oleh naiknya suara pada kalimat lisan dan dipakainya tanda seru atau tanda titik pada kalimat tulis*. 3isalnya6 Posi*i, 1* Bukan main, cantiknyaB 2* =ah, ini dia yang kita tunggu. Nega*i, 1* !duh, ekerjan rumah saya tidak terbawa. 2* ?ah, target K(=I di !sian 6ames CIII tahun 899A di Bangkok tidak terca aiB $.. Ka#i a* E,ek*i, .alimat e+ekti+ ialah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada dalam pikiran pembicara atau penulis. .alimat sangat mengutamakan kee+ekti+an in+ormasi itu sehingga ke,elasan kalimat itu dapat ter,amin. Sebuah kalimat kalimat e+ekti+ mempunyai ciri ciri khas, yang kesepadanan struktur, keparalelan bentuk, ketegasan makna, kehematan kata, kecermatan penalaran, kepaduan gagasan, dan kelogisan bahasa. a. Kesepadanan .esepadanan ialah keseimbangan antara pikiran %gagasan* dan struktur bahasa yang dipakai. .esepadanan kalimat ini diperlihatkan oleh kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik. .esepadanan kalimat itu memiliki beberapa ciri, yaitu6 1* .alimat itu mempunyai sub,ek dan predikat dengan ,elas. .etidakpastian sub,ek atau predikat suatu kalimat tentu sa,a membuat kalimat itu tidak e+ekti+. .e,elasan sub,ek dan predikat suatu kalimat dapat dilakukan dengan menghindarkan pemakaian kata depan di, dalam, bagi, ada, sebagai, tentang, mengenai, menurut, dan sebagainya di depan sub,ek. 9ontoh6 a+ b+ a+ b+ Bagi semua mahasiswa erguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah %Salah*. Semua mahasiswa erguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. %Benar*. Penyusunan la oran itu saya dibantu oleh ara dosen. Soal itu saya kurang jelas.

2* 0idak terdapat sub,ek yang ganda. 9ontoh6

.alimat kalimat itu dapat diperbaiki dengan cara berikut6

2$

a+ b+ a+ b+

%alam enyusunan la oran itu, saya dibantu oleh ara dosen. Soal itu bagi saya kurang jelas. Kami datang agak terlambat. Sehingga kami tidak da at mengikuti acara ertama. Kakaknya membeli se eda motor -onda. Sedangkan dia membeli se eda motor Su)uki.

(* .ata penghubung intrakalimat tidak dipakai pada kalimat tunggal. 9ontoh6

Perbaikan kalimat kalimat ini dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, ubahlah kalimat itu men,adi kalimat ma,emuk dan kedua gantilah ungkapan penghubung intrakalimat men,adi ungkapan penghubung antarkalimat sebagai berikut6 a+ b+ Kami datang agak terlambat. (leh karena itu, kami tidak da at mengikuti acara ertama. Kakaknya membeli se eda motor -onda, sedangkan dia membeli se eda motor Su)uki. Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu. Sekolah kami yang terletak di de an biosko 6unting

#* Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang. 9ontoh6 a+ b+

Perbaikannya adalah sebagai berikut6 a+ Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. b+ Sekolah kami terletak di de an biosko 6unting. b. Keparalelan .eparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. 1rtinya, kalau bentuk pertama menggunakan nomina, bentuk kedua dan seterusnya ,uga harus menggunakan nomina. .alau bentuk pertama menggunakan Eerba, bentuk kedua ,uga menggunakan Eerba. 9ontoh6 a+ -arga minyak dibekukan atau kenaikan secara luwes. b+ Taha terakhir enyelesaian gedung itu adalah kegiatan engecatan tembok, memasang enerangan, engujian sistem embagian air, dan engaturan tata ruang. .alimat %a* tidak mempunyai kese,a,aran karena dua bentuk kata yang mewakili predikat ter,adi dari bentuk yang berbeda, yaitu dibekukan dan kenaikan. .alimat itu dapat diperbaiki dengan cara menye,a,arkan kedua bentuk itu. -arga minyak dibekukan atau dinaikkan secara luwes. .alimat %b* tidak memiliki kese,a,aran karena kata yang menduduki predikat tidak sama bentuknya, yaitu kata pengecatan, memasang, pengu,ian, dan pengaturan. .alimat itu akan baik kalau diubah men,adi predikat yang nominal, yaitu6

2)

Taha akhir enyelesaian gedung itu adalah kegiatan engecatan tembok, emasangan enerangan, engujian sistem embagian air, dan engaturan tata ruang. c. Ketegasan .etegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penon,olan pada ide pokok kalimat. "alam sebuah kalimat ada ide yang perlu diton,olkan. .alimat itu memberi penekanan atau penegasan pada penon,olan itu. 1da berbagai cara untuk membentuk penekanan dalam kalimat. 1* 3eletakkan kata yang diton,olkan itu di depan kalimat %di awal kalimat*. 9ontoh6 Presiden menghara kan agar rakyat membangun bangsa dan negara inti dengan kemam uan yang ada ada dirnya. Penekanannya ialah residen menghara kan. 9ontoh6 -ara an Presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya. Penekanannya ialah hara an residen. 2adi, penekanan kalimat dapat dilakukan dengan mengubah posisi kalimat. 2* 3embuat urutan kata yang bertahap. 9ontoh6 Bukan seribu, sejuta, atau seratus, teta i berjuta;juta ru iah, telah disumbangkan ke ada anak;anak terlantar. Seharusnya6 Bukan seratus, seribu, atau sejuta, teta i berjuta;juta ru iah, telah disumbangkan ke ada anak;anak terlantar. (* 3elakukan pengulangan kata %repetisi*. 9ontoh6 Saya suka akan kecantikan mereka, saya suka akan kelembutan mereka. #* 3elakukan pertentangan ide yang diton,olkan. 9ontoh6 !nak itu tidak malas dan curang, teta i rajin dan jujur. $* 3empergunakan partikel penekanan %penegasan*. 9ontoh6 Saudaralah yang bertanggung jawab.

25

BAB I/ "AHAP0"AHAP PENY1S1NAN KARYA I!MIAH


%.1 Pengantar Pada dasarnya, dalam penyusunan karya ilmiah terdapat lima tahap, antara lain %1* persiapan, %2* pengumpulan data, (3) pengorganisasian dan pengonsepan, (4)
pemeriksaan/penyuntingan konsep, (5) penyajian/pengetikan. Tahap persiapan adalah (a) pemilihan masalah/topik, (b) penentuan judul, dan (c) pembuatan kerangka karangan/ ragangan. Tahap pengumpulan data adalah (a) pencarian keterangan dari bahan bacaan, seperti buku, majalah, dan surat kabar, (b) pengumpulan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui masalah yang akan digarap, pengamatan langsung ke objek yang akan diteliti, serta (c) percobaan dan pengujian di lapangan atau laboratorium. Tahap pengorganisasian dan pengonsepan adalah (a) pengelompokan bahan, yaitu bagianbagian mana yang akan didahulukan dan bagian-bagian mana yang akan dikemudiankan, dan (b) pengonsepan. Tahap pemeriksaan atau penyuntingan konsep adalah pembacaan dan pengecekan kembali naskah yang kurang lengkap dilengkapi, yang kurang rele!an dibuang. Tentu ada penyajian yang berulang-ulang atau tumpang tindih, pemakaian bahasa yang kurang e"ekti", baik dari segi penulisan dan pemilihan kata, penyusunan kalimat, penyusunan paragra", maupun segi penerapan kaidah ejaan. Tahap penyajian adalah pengetikan hasil penelitian. #incian tiap-tiap kegiatan itu adalah sebagai berikut.

%.2 Tahap Persiapan "alam tahap persiapan dilakukan %a* pemilihan topikCmasalah, %b* penentuan ,udul, dan %c* pembuatan kerangka karangan/ragangan (outline). a. Pemili#an T"pik/Masala# 0opikCmasalah adalah pokok pembicaraan.

Topik tersedia dengan melimpah di sekitar kita, seperti ($) persoalan kemasyarakatan, (%) perbankan, (3) akuntansi, (4) kedokteran, (5) asuransi, (&) koperasi, (') teknik, (() industri, ()) pertanian, ($*) hukum, ($$) perhotelan, ($%) pari+isata, dan ($3) teknik lingkungan.

4al hal berikut patut dipertimbangkan dengan seksama oleh penyusun karya ilmiah6 1. 0opik yang dipilih harus berada di sekitar 1nda, baik di sekitar pengalaman maupun
pengetahuan ,nda. -indarilah topik yang jauh dari diri ,nda karena hal itu akan menyulitkan ,nda ketika menggarapnya.

2. Topik yang dipilih harus topik yang paling menarik perhatian ,nda. (. 0opik yang dipilih terpusat pada suatu segi lingkup yang sempit dan terbatas. 4indari pokok masalah yang menyeret 1nda kepada pengumpulan in+ormasi yang beraneka ragam. #. 0opik yang dipilih memiliki data dan +akta yang ob,ekti+. -indari topik yang bersi"at
subjekti", seperti kesenangan atau angan-angan ,nda.

$.

Topik yang dipilih harus ,nda ketahui prinsip-prinsip ilmiahnya +alaupun serba sedikit. ,rtinya, topik yang dipilih itu janganlah terlalu baru bagi ,nda. harus memiliki sumber acuan, memiliki bahasa kepustakaan yang akan memberikan in"ormasi tentang pokok masalah yang akan ditulis. .umber kepustakaan dapat berupa buku, majalah, surat kabar, brosur, surat keputusan, situs +eb atau undang-undang.

). 0opik yang dipilih

28

b. Pembatasan T"pik dan Penentuan %udul 2ika topik sudah ditentukan dengan pasti sesuai dengan petun,uk petun,uk, tinggal 1nda mengu,i sekali lagi, apakah topik itu betul betul cukup sempit dan terbatas atau masih terlalu umum dan mengambang. Salah satu contoh teknik membatasi topikCmasalah adalah dengan pembuatan bagan pembatasan topik.
Tempatkan topik yang ,nda pilih (misalnya masalah re"ormasi perhotelan) pada puncak bagan. /emudian, tariklah garis-garis cabang ke ba+ah untuk menempatkan nama kota tempat masalah yang akan digarap, seperti 0akarta, 1edan, dan 2jung 3andang. Tarik lagi garis-garis ranting dari nama kota yang ,nda ketahui, seperti -otel .ahid 0aya, -otel 1andarin, dan -otel .ari 3asi"ic. /alau pilihan ,nda jatuh ke -otel 1andarin, pikirkan hal apa yang lebih menarik perhatian ,nda, apakah segi kualitas dan kuantitas kamar tidur, resepsionis atau penerima tamu, ataukah segi manajemen hotel. Tariklah garisgaris anak ranting ke ba+ah untuk menempatkan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan -otel 1andarin. 0ika pilihan ,nda di"okuskan kepada masalah resepsionis, pikirkan kembali apakah hal itu cukup spesi"ik4 0ika dianggap masih terlalu umum, rincilah lebih khusus lagi. 0ika ,nda hanya ingin menulis segi peranan pelayanan saat ini, bukan segi usaha perbaikan pelayanan pada masa yang akan datang. 5engan cara bagan itu, kini ,nda memiliki suatu topik yang betul-betul khusus, spesi"ik, dan sesuai dengan minat dan pengetahuan ,nda karena ,nda mahasis+a suatu sekolah tinggi perhotelan dan pari+isata, misalnya. 6erdasarkan pembatasan ini, kini ,nda memiliki topik, yaitu peranan resepsionis dalam pelayanan tamu di hotel Mandarin, Jakarta. Topik yang sudah mengkhusus ini dapat langsung diangkat menjadi judul karya ilmiah.

2ika sudah dilakukan pembatasan topik, ,udul karya ilmiah bukanlah hal yang sulit ditentukan karena pada dasarnya, langkah langkah yang ditempuh dalam pembatasan topik sama dengan langkah langkah dalam penentuan ,udul. Bedanya, pembatasan topik harus dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah, sedangkan penentuan ,udul dapat dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah atau dapat ,uga setelah penulisan karya ilmiah itu selesai. 2ika sudah ada topik yang terbatas, karya ilmiah sudah dapat mulai digarap walaupun ,udul belum ada. 4al yang harus disiapkan lebih dahulu oleh penulis karya ilmiah adalah topik yang ,elas dan terbatas, bukan ,udul karya ilmiah. 0entu ,udul yang ditentukan sama persis dengan masalah topik yang sudah dibatasi atau ,angan berbeda. Selain dengan cara bagan pembatasan topik, penentuan ,udul karya ilmiah dapat pula ditempuh dengan melontarkan pertanyaan pertanyaan masalah a a, menga a, 29

bagaimana, di mana, dan ka an. 0entu sa,a, tidak semua pertanyaan itu harus digunakan pada penentuan ,udul. 3ungkin, pertanyaan itu perlu dikurangi atau ditambah dengan pertanyaan lain. Perhatikan contoh penentukan ,udul dengan cara bertanya berikut. Pertama tama, 1nda bertanya dengan masalah a a. 2awaban yang 1nda temukan tentu bermacam macam. 1nda tentu memilih masalah yang terdekat dengan 1nda, yang paling menarik perhatian 1nda. 9ontoh masalah itu adalah6
a. industri metanol b. resepsionis hotel c. desain interior.

Setelah masalahnya ditentukan, 1nda dapat bertanya dengan menga a. 2awaban yang dapat timbul untuk pertanyaan ini ialah6 a. mengembang7 b. melayani7 c. berman+aat. 2udul karya ilmiah haruslah berbentuk +rasa, bukan berbentuk kalimat. :leh karena itu, kata kata di atas dapat 1nda ,adikan kata benda agar dapat di,adikan ,udul karangan, seperti6
a. mengembang menjadi pengembangan;

b. melayani menjadi pelayanan; c. bermanfaat menjadi manfaat. "apat pula kata kata itu tetap kata ker,a asalkan ,udul yang dibuat tidak berupa kalimat. "engan dua pertanyaan itu, 1nda memiliki ,udul sebagai berikut6
a. 3engembangan 7ndustri 1etanol atau 1engembangkan 7ndustri 1etanol b. 3elayanan #esepsionis -otel c. 1an"aat 5esain 7nterior.

1gar karya ilmiah dapat berpi,ak pada suatu masalah yang terbatas dan ruang lingkup yang tidak terlalu mengambang, ,udul karya ilmiah itu harus dibatasi lagi, misalnya dengan menyebut suatu tempat. Pertanyaan di mana akan memberikan ,awaban tentang tempat ob,ek yang sedang diteliti. 3isalnya6 a. di Pulau Bunyu7 b. di 4otel Santika, 2akarta7 c. dalam 3endukung .egunaan Perkantoran di 2akarta. 1dakalanya pembatasan ,udul dilakukan dengan memberikan anak ,udul. 1nak ,udul itu selain ber+ungsi membatasi ,udul ,uga ber+ungsi sebagai pen,elasan atau keterangan ,udul utama. "alam hal seperti ini, antara ,udul utama dan anak ,udul harus dibubuhkan titik dua, seperti contoh di bawah ini6 1. 38979:/,T,9 3#;52/.7 3232/ 57 /,<71,9T,9 T712#= .8:7 /2,<7T,. 5,9 /2,9T7T,. 2. I>0:>10I:>6 I> 8B/10I:> 0: SF>01& I> B141S1 I>":>BSI1 2udul ,udul karya ilmiah berikut dapat digarap oleh seorang mahasiswa dari6
$. >akultas 3ertanian Topik= 3roduksi ?engkeh 0udul= @1eningkatkan 3roduksi ?engkeh di .ula+esi 2tara dengan ?ara 3emupukan@ %. >akultas 8konomi Topik= :aransi 6ank 0udul= @1an"aat :aransi 6ank di 6ank 697 5ukuh ,tas 0akarta@ 3. >akultas ,rsitektur <ansekap Topik= 3olusi ,ir 0udul= @3engendalian 3olusi ,ir di 3erairan .ungai 1usi@ 4. >akultas .astra Topik= Tema 9o!el 0udul= @Tema /eagamaan dalam 9o!el-9o!el /arya -amka@

(?

$. 1kademi Perhotelan 0opik6 Sirkulasi dan Pemakaian /inen 2udul6 KPengawasan terhadap Sirkulasi dan Pemakaian /inen di hotel Santika 2akartaK ). -akultas 0eknik %Industri* 0opik6 Industri Ba,a 2udul6 KPeningkatan Industri Ba,a di P0 .rakatau Steel 9ilegon Periode 2??$L2?1?. c. Pembuatan Kerangka Karangan .erangka karangan disebut ,uga ragangan 4outline+. Penyusunan ragangan, pada prinsipnya adalah proses penggolongan dan penataan berbagai +akta yang kadang kadang berbeda ,enis dan si+atnya, men,adi kesatuan yang berpautan %3oeliono, 198861*. Penyusun karya ilmiah dapat membuat ragangan buram, ragangan yang hanya memuat pokok pokok gagasan sebagai pecahan dari topik yang sudah dibatasi, dapat ,uga membuat ragangan kerja, ragangan yang sudah merupakan perluasan atau pen,abaran dari ragangan buram. 2enis yang kedua yang akan memudahkan penyusun untuk mengembangkan
karya ilmiah. 3enulis karya ilmiah harus menentukan dahulu judul-judul bab dan judul anak bab sebelum menentukan rangka karangan. 0udul bab dan judul anak bab itu merupakan pecahan masalah dari judul karya ilmiah yang ditentukan. 2ntuk menentukan judul bab dan judul anak bab, penyusun karya ilmiah dapat bertanya kepada judul karya ilmiahnya. 3ertanyaan yang dapat diajukan ialah @apa yang akan dilakukan dengan judul itu@, @akan diapakan judul itu@, atau @masalah apa saja yang dapat dibicarakan di ba+ah judul tersebut@. 1isalnya, judul karya ilmiahnya adalah @3embuatan dan 3enggunaan 3apan 3artikel di 0akarta .aat 7ni@. -al yang dapat tersangkut-paut dan dapat dibicarakan dalam karya ilmiah itu adalah $) @pengenalan papan partikel@, %) @pembuatan papan partikel@, dan 3) @penggunaan papan partikel@. -alhal tersebut dapat dijadikan tiga judul bab analisis. 0ika bagian analisis hanya satu bab, hal-hal itu dapat dijadikan judul anak bab. /etiga anak bab itu masih dapat dirinci lagi dengan jalan memecah anak bab tersebut ke dalam bagian yang sekecil-kecilnya. 1isalnya, judul anak bab @pengenalan papan partikel@ dapat dipecah lagi menjadi a) @jenis-jenis papan partikel@ dan b) @si"at-si"at papan partikel@. 0udul anak bab @pembuatan papan partikel@ dapat dipecah menjadi a) @di mana saja penggunaannya@ dan b) @apa keuntungan penggunaannya@.

2ON"OH RAGANGAN PB3B!101> ",9 389::29,,9 3,3,9 3,#T7/8< 57 0,/,#T, .,,T 797 PB3B!1019 5,9 389::29,,9 3,3,9 3,#T7/8< 1. Pengenalan Papan Partikel 1.1 2enis 2enis Papan Partikel 1.2 Si+at Si+at Papan Partikel 2. Pembuatan Papan Partikel 2.1 Bahan Baku 2.2 Proses Pembuatan 2.( 0eknik Pembuatan (. Penggunaan Papan Partikel (.1 0empat Penggunaan Papan Partikel (.2 .euntungan Penggunaan Papan Partikel 2ika ragangan seperti itu dianggap +inal, langkah berikutnya adalah pembuatan rencana daftar isi karya ilmiah. #agangan masalah yang dianalisis ditempatkan pada bab % dalam daftar
isi. 2ntuk membuat da"tar isi yang lengkap, analisis masalah yang hanya satu bab (contoh ragangan $) dilengkapi dengan tajuk prakata, daftar isi, daftar tabel (jika ada), daftar gambar (jika ada), dan bab pendahuluan. 6ab 7 3endahuluan itu terdiri atas latar belakang dan masalah, ruang lingkup, anggapan

(1

dasar, hipotesis, dan kerangka teori, populasi dan sampel, serta metode dan teknik. /emudian, pada bagian akhir da"tar isi dicantumkan tajuk bab simpulan dan saran, daftar pustaka, dan lampiran (jika ada).

2ON"OH DAF"AR ISI PB3B!101> "1> PB>AA!>11> P1P1> P180I.B/ "I 21.1801 SB/101> P81.101 "1-018 ISI "1-018 01BB/ "1-018 A13B18 B1B I PB>"14!/!1> 1.1 /atar Belakang dan 3asalah 1.2 8uang /ingkup 1.( 1nggapan "asar, 4ipotesis, dan .erangka 0eori 1.# Populasi dan Sampel 1.$ 3etode dan 0eknik B1B II PB3B!101> "1> PB>AA!>11> P1P1> P180I.B/ 2.1 Pengenalan Papan Partikel
%.$.$ 0enis-0enis 3apan 3artikel

2.1.2 .i"at-.i"at 3apan 3artikel 2.2 3embuatan 3apan 3artikel 2.2.1 6ahan 6aku 2.2.2 3roses 3embuatan 2.2.( Teknik 3embuatan 2.( 3enggunaan 3apan 3artikel 2.(.1 Tempat 3enggunaan 3apan 3artikel 2.(.2 .euntungan Penggunaan Papan Partikel
6,6 777 /8.7132<,9 5,9 .,#,9

(.1 .impulan (.2 .aran "1-018 P!S01.1 /13PI81> 9ontoh ragangan karangan dan contoh da"tar isi di atas hanya merupakan kemungkinan kerangka dasar pola berpikir yang diterapkan dalam menyusun karya ilmiah. Tidak tertutup kemungkinan adanya pola berpikir lain (yang lebih sempurna). ,da baiknya pola da"tar isi itu disamakan. 3aling sedikit sebuah kerangka ilmiah berisi tiga bab, yaitu pendahuluan, isi atau analisis, dan penutup. /alau isi/analisis karangan itu agak luas, ,nda dapat memecah isi itu menjadi dua atau tiga bab sehingga karya ilmiah menjadi empat atau lima bab. 6erdasarkan garis besar pemikiran itulah ,nda bekerja. ,nda tinggal mengembangkan ide pokok tersebut dengan ide penjelasan di dalam paragra"-paragra". .eandainya dalam mengembangkan suatu ide ,nda mengalami kesulitan ,nda tentu harus mencari dahulu kepustakaan yang berkaitan dengan ide pokok tersebut. 4.3 Pengu 3u#an Da*a 2ika ,udul karya ilmiah dan ragangannya sudah disetu,ui oleh pembimbing atau oleh pimpinan lembaga pendidikan tinggi yang bersangkutan, penyusun sudah dapat mulai mengumpulkan data. <angkah pertama yang harus ditempuh dalam pengumpulan data adalah
mencari in"ormasi dari kepustakaan (buku, koran, majalah, brosur) mengenai hal-hal yang ada rele!ansinya dengan judul garapan. 7n"ormasi yang rele!an diambil sarinya dan dicatat pada kartu hasil studi. 5i samping pencarian in"ormasi dari kepustakaan, penyusun juga dapat memulai terjun ke lapangan. ,kan tetapi, sebelum terjun ke lapangan, penyusun minta iAin kepada pemerintah setempat

(2

atau kepada pimpinan perusahaan yang perusahaannya akan diteliti. 5ata di lapangan dapat dikumpulkan melalui pengamatan, +a+ancara atau eksperimen.

4.4

Pengorganisasian/Pengonsepan

2ika data sudah terkumpul, penyusun menyeleksi dan mengorganisasi data tersebut. Penyusun harus menggolong golongkan data menurut ,enis, si+at atau bentuk. Penyusun menentukan data mana yang akan dibicarakan kemudian. 2adi, penyusun harus mengolah dan menganalisis data yang ada dengan teknik teknik yang ditentukan. 3isalnya ,ika penelitian bersi+at kuantitati+, data diolah dan dianalisis dengan teknik statistik. Selan,utnya, penyusun dapat mulai mengonsep karya ilmiah itu sesuai dengan urutan dalam ragangan yang ditetapkan. %.' Pemeriksaan/Penyuntingan Sebelum mengetik konsep, penyusun memeriksa dahulu konsep itu. 0entu ada bagian yang tumpang tindih atau ada pen,elasan yang berulang ulang. Buanglah pen,elasan yang tidak perlu dan tambahkan pen,elasan yang dirasakan sangat menun,ang pembahasan. .ecara ringkas, pemeriksaan konsep mencakupi pemeriksaan isi karya ilmiah dan cara
penyajian karya ilmiah, termasuk penyuntingan bahasa yang digunakannya

%. 6 Pengetikan/Penyajian "alam mengetik naskah, penyusun hendaklah memperhatikan segi kerapian dan kebersihan. Penyusun memperhatikan tata letak unsur unsur dalam karya ilmiah. 3isalnya, penyusun menata unsur unsur yang tercantum dalam kulit luar, unsur unsur dalam halaman ,udul, unsur unsur dalam da+tar isi, dan unsur unsur dalam da+tar pustaka.

((

BAB / KON/ENSI NASKAH KARYA I!MIAH


'.1 Pengan*a) Dalaupun tiap tiap perguruan tinggi memiliki ketentuan masing masing tentang prosedur pembuatan karya ilmiah, pada dasarnya konEensi penulisannya sama. .onEensi penulisan karya ilmiah itu menyangkut %1* bentuk karya ilmiah dan %2* bagian bagian karya ilmiah. Pembicaraan bentuk karya ilmiah mencakupi %a* bahan yang digunakan, %b* perwa,ahan, dan %c* penomoran halaman. Pembicaraan bagian bagian karya ilmiah mencakupi %a* ,udul karya ilmiah, %b* ,udul bab bab dalam karya ilmiah, %c* ,udul anak bab, %d* ,udul tabel, gra+ik, bagan, gambar, %e* da+tar pustaka, dan %+* lampiran. '.2 Bahan dan +u #ah Ha#a an .ertas yang digunakan untuk mengetik karya ilmiah sebaiknya kertas 4'S yang berukuran kuarto %21,$ M 28 cm2*, sedangkan untuk kulitnya digunakan kertas yang agak tebal. .emudian, komputer yang digunakan hendaknya komputer yang huru+ huru+nya tegak dan masih ,elas, tidak meloncat loncat. Pemakaian komputer yang huru+nya miring tidak dii@inkan. 2ika komputer yang digunakan lebih dari satu, usahakan agar ukuran dan bentuk huru+nya sama sehingga hanya terdapat satu ukuran dan satu bentuk huru+ dalam suatu karya ilmiah. "alam hubungan itu, tinta yang digunakan harus ber+arna hitam.
0umlah halaman makalah untuk melengkapi ujian semester dalam mata kuliah tertentu, misalnya, berkisar antara $*-%* halaman, tidak termasuk prakata, da"tar isi, dan da"tar pustaka. 0umlah halaman skripsi untuk memenuhi syarat ujian diploma atau sarjana minimal 3* halaman. 2ntuk karya ilmiah yang ditulis dalam rangka mengikuti suatu sayembara, jumlah halaman disesuaikan dengan ketentuan panitia.

'.$ Pe)4a5ahan Perwa,ahan adalah tata letak unsur unsur karya ilmiah serta aturan penulisan unsur unsur tersebut yang dikaitkan dengan segi keindahan dan estetika naskah. 0ata letak dan penulisan unsur unsur karya ilmiah harus diusahakan sebaik baiknya agar karya ilmiah tampak rapi dan menarik. Periksalah kulit luar naskah, halaman, ,udul, da+tar isi, da+tar pustaka. Sudah lengkapkah bagian bagian di dalamnya< "alam pembicaraan tentang perwa,ahan akan dibahas a* kertas pola ukuran dan b* penomoran. &.'. 1
Kertas Pola Ukuran

Supaya setiap halaman ketikan tampak rapi, sebaiknya ketika 1nda mengetik, gunakan kertas pola ukuran. .ertas pola ukuran itu dipasang setiap kali mengganti halaman dan kertas pola ukuran itu harus ditaati agar hasil ketikan tampak rapi. >amun,

(#

,ika 1nda menggunakan komputer, program program tertentu harus dikuasai dahulu agar +ormat yang dikehendaki terwu,ud. Buatlah garis garis pembatas pada kertas pola ukuran itu dengan ukuran= a. pias atas ) cm
b. pias ba+ah 3 cm c. pias kiri 4 cm, dan d. pias kanan %,5 cm.

0a,uk KPrakataK atau K!capan 0erima /asih@, @5a"tar 7si@, @6ab 7 3endahuluan@, @6ab 77 3embahasan, ,nalisis@ atau @2raian 1asalah@, @6ab 777 3enutup, .impulan@, @5a"tar 3ustaka@, dan @<ampiran@ harus dituliskan dengan huru" kapital, terletak di tengah-tengah dan sekitar ' cm dari pinggir atas kertas (seperempat) bagian kertas dikosongkan, serta tidak diberi tanda baca apa pun. &.'.( Penomoran a. Angka yang Digunakan Penomoran yang la@im digunakan dalam karya ilmiah adalah dengan angka 8omawi kecil, angka 8omawi besar, dan angka 1rab. 1ngka 8omawi kecil %i, ii, iii, iE,

($

E* dipakai

untuk menomori halaman yang bertajuk prakata, da"tar isi, da"tar tabel, da"tar gra"ik (jika ada), da"tar bagan (jika ada), da"tar skema (jika ada), da"tar singkatan dan lambang (jika ada). ,ngka #oma+i besar (7, 77, 777, 7B, B) digunakan untuk menomori tajuk bab pendahuluan, tajuk bab analisis, dan tajuk bab simpulan. ,ngka ,rab ($, %, 3, 4, 5) digunakan untuk menomori halaman-halaman naskah mulai bab pendahuluan sampai dengan halaman terakhir dan untuk menomori nama-nama tabel, gra"ik, bagan, dan skema.

b.

Letak Penomoran

4alaman ,udul, da+tar isi, da+tar tabel, da+tar gra"ik, da"tar bagan, da"tar skema, da"tar singkatan dan lambang menggunakan angka #oma+i kecil yang diletakkan pada bagian ba+ah, tepat di tengah-tengah. -alaman yang bertajuk bab pendahuluan, bab analisis, bab simpulan, da"tar pustaka, indeks, dan lampiran menggunakan angka ,rab yang diletakkan pada bagian ba+ah tepat di tengah-tengah. -alaman-halaman naskah lanjutan menggunakan angka ,rab yang diletakkan pada bagian kanan atas. c. Pen"m"ran )nak Bab 1nak bab dan sub anak bab dinomori dengan angka 1rab sistem digital. 1ngka terakhir dalam digital ini tidak diberi titik %seperti 1.1, 1.2, 2.1, 2.2, 2.2.1, 2.2.2, (.1, (.2*. "alam hubungan ini, angka digital tidak lebih dari tiga angka, sedangkan penomoran selan,utnya menggunakan a., b., c., kemudian 1*, 2*, (*, selan,utnya a*, b*, c*, dan seterusnya.
Perhatikan contoh penomoran selengkapnya.

'.% Penyajian

()

"alam bagian ini akan dibicarakan cara cara pengartuan hasil studi pustaka, penampilan bahan kutipan, pengintegrasian kutipan ke dalam teks, dan penulisan catatan kaki. & .4.1
Pengartuan Hasil Studi Pustaka

Sebelum mulai menulis karya ilmiah, tentu 1nda sudah memilih dan menentukan bahan bacaan yang membahas masalah yang akan 1nda tulis atau sekurang kurangnya berkaitan dengan masalah tersebut. Sumber bacaan itu dapat berupa buku yang sudah diterbitkan, naskah yang belum diterbitkan, tabloid, ma,alah, surat kabar, atau antologi.
,nda akan menemukan isi pernyataan atau keterangan yang menurut ,nda sendiri pantas dijadikan kutipan. .egala keterangan yang rele!an dan mendukung karya ilmiah yang akan digarap hendaknya dicatat pada kartu hasil studi pustaka. /eterangan itu dapat berupa rumus, de"inisi, atau perincian yang berhubungan erat dengan pokok garapan dan dituliskan dalam kartu hasil pustaka, yang berukuran sekitar $4C$* cm%.

Segala isi pernyataan atau keterangan yang menurut pendapat 1nda sangat releEan dengan karya ilmiah yang akan ditulis, isi pernyataan itu segera 1nda pindahkan ke dalam kartu hasil studi pustaka yang sudah 1nda siapkan. 0uliskan pokok masalah pada sudut kanan sebelah atas. "i bawah pokok masalah, 1nda mencantumkan data kepustakaan %pengarang, tahun terbit, ,udul buku, tempat terbit, nama penerbit, dan nomor halaman*. "ata kepustakaan ini akan 1nda gunakan nanti pada waktu akan meru,uknya.

(5

&.* .2

Penampilan Kutipan

Isi pernyataan atau keterangan yang tercantum dalam kartu hasil studi pustaka ditampilkan dalam naskah untuk menun,ang dan memperkuat ide ide yang dikemukakan dalam karya ilmiah. Penampilan kutipan sebagai pertanggungja+aban moral penulis dalam
hubungannya dengan kelaAiman dalam karang-mengarang, mengikuti ketentuan-ketentuan berikut ini. a. 7stilah-istilah seperti ibid, op cit, dan loc cit tidak perlu digunakan dalam karya ilmiah karena pembaca tidak akan langsung mengetahui siapa yang membuat isi pernyataan itu. 5alam karya ilmiah pada masa lalu istilah-istilah itu digunakan dan berarti sebagai berikut=

; ibid = ibidem berarti Dkutipan diambil dari sumber yang sama tanpa disela oleh sumber lain. ; op cit = opere citato berarti kutipan diambil dari sumber yang telah disebut sebelumnya
halaman yang berbeda dan telah diselingi sumber lain

pada

; loc

cit = loco citato berarti Dkutipan diambil dari sumber dan halaman yang sama yang telah disela oleh sumber lain.

b. 2ika nama engarang dituliskan sebelum bunyi kuti an, ketentuannya sebagai berikut, buatlah dahuluL engantar kalimat yang sesuai dengan keperluan, kemudian tulislahLnama akhir engarang, berikutnyaL cantumkan tahun terbit, titik dua, dan nomor halaman di dalam kurung, baru kutipan ditampilkan, baik
dengan kalimat langsung maupun dengan kalimat tidak langsung. ?ontoh= 5alam hal pengasapan, .uhadi (%**&=34) mengatakan, pengasapan ikan dengan menaikkan suhu semaksimal mungkin akan mendapatkan ikan yang lebih baik dan lebih enak rasanya. .elain itu, +aktu bisa dihemat. c. 0ika nama pengarang dicantumkan setelah bunyi kutipan, ketentuannya sebagai berikut, buatlah dahul upengantar kalimat yang sesuai dengan. keperluanE tampilkan kutipan, kemudianEsebutkan nama akhir pengarang, tanda koma, tahun terbit, titik dua, dan nomor halaman di dalam kurung, dan akhirnya diberi titik. ?ontoh=

/ebih tegas lagi dikatakan, bahwa amoniak dikirimkan secara kontinu untuk memenuhi keperluan P0. Petro .imia Aresik dan diekspor ke -ilipina, India, 0hailand, .orea Selatan, dan 2epang %Subandi, 2??)6#?*.
d. /etentuan b) dan c) berlaku juga bagi kutipan yang berasal dari suatu sumber yang pengarangnya dua orang. ?ontoh=

Selan,utnya, Bman dan -au@i %2??5618* mengatakan bahwa tenaga mesin itu dapat mengatasi sekian tenaga manusia. :leh sebab itu, masalah ketenagaker,aan men,adi masalah yang serius pula. Pilihan lain sebagai berikut6
5alam bagian lain dikemukakannya bah+a tenaga mesin itu dapat mengatasi sekian tenaga manusia. ;leh sebab itu, masalah ketenagakerjaan menjadi masalah yang serius pula (8man dan >auAi, %**'=$().

(8

e.

Pendapat tersebut dan buku buku itu membicarakan hal yang sama, penampilan kutipannya sebagai berikut6 !ntuk menciptakan bentuk yang harmonis dan estetika diperlukan unsur unsur yang men,adi penun,ang bentuk bentuk arsitektur %1li, 2??$6$7 Aani, 2??)6157 Dawan, 2??56$#*. /ihatlah penggunaan titik koma di antara sumber sumber kutipan tersebut. +. 2ika nama pengarang lebih dari dua orang, yang disebutkan hanya pengarang pertama dengan memberikan et al atau dkk. %berarti dan kawan;kawan+ di belakang nama tersebut. ?ontoh=
0ika dirumuskan bagaimana hubungan arsitektur dan arsitek, .ularso dkk. (%**'=$*-$$) mengatakan bah+a arsitektur adalah perpaduan ilmu dan seni, sedangkan arsitek adalah orang yang menciptakan ruang sehingga melahirkan bentuk-bentuk arsitektur yang beraneka ragam.

g. 2ika kutipan hanya lima baris atau kurang dari lima baris, penampilannya seperti dicontohkan di atas, yaitu kutipan dicantumkan di dalam teks dengan ,arak dua spasi baik dengan kutipan langsung atau dengan kutipan tidak langsung, sedangkan kutipan yang lebih dari lima baris dicantumkan di bawah teks dengan ,arak satu spasi, dan men,orok sekitar lima pukulan mesin tik, baik di sebelah kiri maupun di sebelah kanan, tanpa diberi tanda petik. Perhatikan contoh berikut6 0ernyata, ular itu banyak sekali ,enisnya serta memiliki ciri yang bermacam macam, seperti dikatakan oleh Suhono %2??56#(* sebagai berikut6 "i Pulau 2awa dikenal 11? ,enis ular, baik yang berbisa maupun yang tidak berbisa dengan taring di muka ber,umlah (? ,enis, 18 ,enis di antaranya terdiri dari ular ular laut. 4ingga kini didapatkan 12 ,enis ular berbisa yang hidup di darat. .e 12 ,enis ular berbisa yang hidup di darat Pulau 2awa ini # ,enis ular termasuk ke dalam keluarga iperidae dan ( jenis ular termasuk ke dalam elapidae. 2larular lainnya ((* jenis) termasuk ular-ular yang tidak berbisa.

h. 2ika

yang sebagai berikut=

dikutip

isi

pernyataan

dari

internet,

pencantumannya

Persoalan utang negara sudah men,adi bola panas. 4ubungan "eparteman .euangan dan Badan Perencanaan Pembangunan >asional %Bappenas* men,adi sengit karena berbeda pandangan dalam mana,emannya. .epala Bappenas, Paskah Su@etta, akan membentuk tim khusus yang akan mengelola utang negara. Sementara koleganyadi kabinet, 3enteri .euangan, Sri 3ulyani Indrawati, malah langsung akan membentuk "irektorat 2enderal Pengelolaan !tang dan 8isiko. (.umber= +++.detik.com) & .4.3
Pengintegrasian Kutipan ke dalam Teks

Dalaupun sudah diberikan dengan ,elas cara cara menampilkan kutipan, bagian ini akan memberikan petun,uk bagaimana kutipan ini diintegrasikan ke dalam teks. 2ika kutipan dari kartu hasil studi pustaka akan ditampilkan dalam suatu paragra+, usahakan agar koherensi paragra+ tetap utuh tidak sampai timbul kesan, kutipan itu muncul tiba tiba yang tidak ada releEansinya dengan pembicaraan dalam paragra+ yang bersangkutan. 9ontoh pengintegrasian kutipan berikut ke dalam teks cukup memadai.

(9

1moniak selain digunakan sebagai bahan pembuat urea, ,uga merupakan barang komoditas yang sampai saat ini merupakan komoditas dalam negeri dan komoditas ekspor seperti dikatakan oleh Subandi %2??)6#?*, K1moniak dikirimkan secara kontinu untuk memenuhi keperluan P0 Petro .imia Aresik dan diekspor ke -ilipina, India, 0hailand, /orea .elatan, dan 0epang.@ & .4.4
atatan Kaki

9atatan kaki adalah suatu keterangan tambahan tentang istilah atau ungkapan yang tercantum dalam naskah. 9atatan kaki dapat ,uga berupa ru,ukan kepada sesuatu yang bukan buku, seperti keterangan wawancara, pidato di teleEisi, dan yang se,enis dengan itu. Bagian yang akan diterangkan itu diberi nomor 1, 2, (, dan seterusnya di belakangnya. >omor itu dinaikkan setengah spasi tanpa ,arak ketukan. 9atatan kaki diletakkan di bagian bawah halaman dengan dibatasi oleh garis sepan,ang sepuluh pukulan dari pias kiri ,arak dari garis pembatas ke catatan kaki dua spasi. >omor catatan kaki dinaikkan setengah spasi di depan pen,elasannya dan diberi kurung tutup.

BAB VI SIS"EMA"IKA KARYA I!MIAH


Sistematika karya ilmiah adalah aturan meletakkan bagian bagian karangan ilmiah, bagian mana yang harus didahulukan dan bagian mana pula yang harus dikemudiankan. Secara garis besarnya, bagian yang diletakkan di depan la@im disebut
bagian pembuka karya ilmiah, yang terdiri atas $) kulit luar, %) halaman judul, 3) halaman pengesahan (jika diperlukan), 4) halaman penerimaan (jika diperlukan), 5) prakata, &) da"tar isi, ') da"tar tabel (jika ada), () da"tar gra"ik, bagan, gambar (jika ada), )) da"tar singkatan dan lambang (jika ada). 6agian-bagian selanjutnya disebut bagian inti karya ilmiah, yang terdiri atas $) bab pendahuluan, %) bab analisis atau pembahasan, dan 3) bab simpulan. .elanjutnya, bagian yang ada setelah simpulan disebut bagian penutup karya ilmiah, yang terdiri atas $) da"tar pustaka, %) indeks (jika diperlukan), dan 3) lampiran (jika diperlukan).

. .1 Bagian Pembuka #?

+.,., Kulit -uar "icantumkan pada kulit luar adalah a) judul karya ilmiah, lengkap dengan anak judul (jika ada),
b) keperluan penyusunan, c) nama penyusun, d) nama lembaga pendidikan tinggi (nama jurusan, "akultas, dan uni!ersitas), e) nama kota tempat lembaga pendidikan tinggi, dan ") tahun penyusunan.

a.

!udul Karya llmia" dan Keterangannya

2udul karya ilmiah dicantumkan sekitar empat sentimeter dari pinggir atas kertas. 2udul karya ilmiah dituliskan dengan huru+ kapital seluruhnya tanpa diakhiri tanda baca apa pun. Seperti dikemukakan pada halaman terdahulu, ,ika ,udul itu memiliki anak ,udul, antara ,udul dan anak ,udul dibubuhkan titik dua. 3erhatikan penulisan judul karya ilmiah
tanpa anak judul.

PENGEMBANGAN IND1S"RI ME"ANO! DI P1!A1 B1NY1 "AH1N 26660AN 2udul karya ilmiah lengkap dengan anak ,udul. PENINGKA"AN IND1S"RI BA+A DI KRAKA"A1 S"EE! 2I!EGON7 SEGI K1A!I"AS DAN K1AN"I"AS b.
#aksud Penyusunan

3aksud penyusunan karya ilmiah dicantumkan di bawah ,udul, yang ditulis dengan menggunakan huru+ kapital pada semua awal kata, kecuali kata tugas, seperti di,
dalam, dan, bagi, untuk, dan dari. 7si pernyataan ini pun tidak diberi tanda baca apa-apa. 1isalnya=

a* Skripsi yang "isusun guna 3elengkapi Syarat !,ian Sar,ana pada -akultas Bkonomi, !niEersitas 0risakti. b* Skripsi yang "isusun untuk 3emperoleh Aelar Sar,ana pada -akultas 0eknik, !niEersitas 3ercu Buana. >ama penyusun dan nomor induk mahasiswa dicantumkan di bawah maksud penyusunan dengan didahului kata !leh dengan huru" a+al kapital. .elanjutnya, nama penyusun
juga dituliskan dengan huru" a+al kapital. /emudian, singkatan nomor induk mahasis+a (971 tidak diberi titik) dan nomor induk mahasis+a dicantumkan di ba+ah nama. 1isalnya=

a* :leh 0ommyartha >I3 $3)$&*5 b* ;leh 9ita 2sse 9omor $)%'*5 .emudian, nama ,urusan, +akultas, uniEersitas, atau sekolah tinggi tempat penyusunan dicantumkan di bawah identitas penyusun yang diikuti nama kota tempat penyusunan dan tahun penyusunan. .eterangan ini dituliskan dengan huru+ kapital semua. "alam penulisan harus diusahakan agar setiap unsur di atas dituliskan dalam baris yang berbeda. 1isalnya=
a) 0urusan Teknik 3erminyakan >akultas Teknologi 1ineral 2ni!ersitas Trisakti 0akarta %**& b) 0urusan ,kuntansi

#1

.ekolah Tinggi llmu 8konomi 3erbanas 0akarta %**'

4arus diperhatikan oleh penyusun karya ilmiah, ,arak antar ,udul, penyusun, nama lembaga pendidikan tinggi itu diusahakan sama. Selain itu, bagian yang kosong pada pias atas dan pias bawah serta pias kiri dan pias kanan tidak melampaui batas yang ditentukan oleh pola ukuran kertas. "alam menya,ikan bagian bagian yang terdapat pada kulit luar, dapat digunakan sistem simetris dan dapat pula digunakan sistem lurus.

#2

#(

+ .1.2

Halaman !udul

Penulisan halaman ,udul harus sama persis dengan penulisan kulit luar. !kuran huru+nya sama7 kapital atau tidak kapitalnya sama, sistem simetris atau sistem lurusnya sama.
3endeknya, yang tercantum dalam halaman judul merupakan turunan semua hal yang terdapat dalam kulit luar.

+ .1.3

Halaman Pengesa"an

1da atau tidak adanya bagian ini bergantung pada kela@iman perguruan tinggi masing masing. -alaman ini disediakan untuk mencantumkan nama-nama dosen pembimbing, nama
ketua jurusan, dan nama dekan yang bertanggung ja+ab akan kesahihan karya ilmiah. 0enis-jenis istilah yang tercantum dalam halaman ini berbeda-beda bergantung juga pada kebiasaan yang berlaku di lingkungan masing-masing. 1isalnya, suatu perguruan tinggi menggunakan istilah pembimbing, tetapi perguruan tinggi yang lain menggunakan istilah pembaca atau penanggung ja+ab. 3enempatan istilahistilah pembimbing, pembaca, atau penanggung ja+ab berbeda-beda pula. ,da perguruan tinggi yang mencantumkan secara simetris. 3ada halaman pengesahan dicantumkan pula tanggal, bulan, dan tahun persetujuan.

##

#$

+. 1.4

Halaman Penerimaan

Pada perguruan tinggi tertentu, setelah halaman pengesahan, dicantumkan juga halaman penerimaan oleh panitia ujian sarjana muda/sarjana. ?ontoh halaman penerimaan adalah sebagai berikut.

+.,.& Prakata
3rakata ditulis untuk memberikan gambaran umum kepada pembaca tentang penulisan karya ilmiah. 5engan membaca prakata, seseorang akan segera mengetahui, antara lain maksud penulis menyajikan karya ilmiah, hal-hal apa saja yang termuat dalam karya ilmiah, dan pihak-pihak mana saja yang memberikan keterangan kepada penulis. 3enyajian prakata hendaklah singkat, tetapi jelas. 5alam hubungan itu, unsur-unsur yang dicantumkan dalam prakata hendaklah dibatasi pada ($) puji syukur kepada Tuhan yang telah memberikan kekuatan kepada penulis karya ilmiah, (%) penjelasan tentang pelaksanaan penyusunan karya ilmiah, (3) in"ormasi tentang arahan dan bantuan dari berbagai pihak, (4) ucapan terima kasih kepada semua pihak yang memungkinkan tersusunnya karya ilmiah, dan (5) penyebutan nama tempat, tanggal, bulan, dan tahun penyusunan, serta nama penyusun karya ilmiah. Tajuk prakata dituliskan dengan huru" kapital seluruhnya tanpa diberi tanda baca apa pun dan diletakkan turun sekitar seperempat bagian (tujuh sentimeter) dari pinggir atas kertas dan persis di tengah-tengah.

#)

+. 1.$

Da%tar Ta&el

.arya ilmiah yang lengkap selain menganalisis data dengan saksama, ,uga mencantumkan tabel yang merupakan gambaran nyata analisis masalah. >ama nama tabel yang tercantum di dalam karya ilmiah itu dimuat dalam da+tar tabel %,ika ada*. ?ara
penulisan da"tar itu sebagai berikut. Tajuk da"tar tabel dituliskan dengan huru" kapital seluruhnya, tanpa diberi tanda baca apa pun. Tajuk da"tar tabel terletak di tengah-tengah kertas dan turun seperempat bagian dari pinggir atas kertas. 9ama-nama tabel itu diberi nomor dengan angka ,rab dan dituliskan dengan huru" kapital pada semua a+al katanya, kecuali partikel seperti di, ke, dan, dari, yang, dan untuk.

+ .1.'

Da%tar (ra%ik) *agan atau Skema

Pada dasarnya, penulisan da+tar gra+ik, da+tar bagan, atau da+tar skema %,ika ada* hampir sama dengan penulisan da+tar tabel. "a+tar gra+ik, da+tar bagan, atau da+tar skema itu dibuat ,ika dalam satu karya ilmiah terdapat lebih dari satu gra+ik, bagan, atau skema. 9ara menuliskannya adalah sebagai berikut. "i tengah tengah kertas dituliskan ta,uk "1-018 A81-I., "1-018 B1A1>, atau "1-018 S.B31 dengan huru+ kapital semua, tanpa diberi tanda baca apa pun. 0a,uk ta,uk ini pun diletakkan di tengah tengah kertas dan turun seperempat bagian dari pinggir atas kertas %tu,uh sentimeter*. Berilah nomor urut gra+ik, bagan, atau skema dengan angka 1rab, 1, 2, (, dan seterusnya, seperti 6ra0ik 8, Bagian *, atau Skema / dengan diikuti nama masing masing. + .1.+
Da%tar Singkatan dan Lam&ang

"alam karya ilmiah, penulis dapat menggunakan singkatan atau lambang istilah atau nama sesuatu. 4al itu dilakukan agar isi karya ilmiah terasa padat, e+isien, dan e+ekti+. Singkatan dan lambang yang digunakan dalam bagian analisis harus dimuat dalam da+tar singkatan dan lambang. Perhatikan beberapa contoh pengetikan tabel dan contoh da+tar tabel di bawah ini.

#5

#8

0idak ada patokan yang pasti dalam pemakaian singkatan dan lambang, apakah singkatan dan lambang itu dituliskan dengan huru+ kapital seluruhnya, huru+ kecil

#9

seluruhnya, atau gabungan kapital dan kecil. Patokan yang ada bahwa singkatan dan lambang itu harus digunakan dan dituliskan secara konsisten atau a,eg dari halaman pertama sampai dengan halaman terakhir. .etentuan yang lain, pada saat pertama kali digunakan, singkatan itu harus didahului oleh bentuk lengkapnya, singkatannya dituliskan di dalam kurung, seperti contoh berikut. Pajak Bumi dan Bangunan (366), sedangkan pada pemakaian berikutnya, bentuk
lengkapnya tidak perlu dituliskan berulang-ulang, tetapi cukup singkatannya saja, tanpa diberi tanda kurung. 1asalah lambang yang akan digunakan dalam karya ilmiah bergantung pada keinginan penulis. 3enulis sendirilah yang menciptakan jenis dan bentuk lambang. .eperti penggunaan singkatan, penggunaan lambang pun harus konsisten/ajeg. 3erhatikan contoh da"tar singkatan dan lambang berikut

. .2 Bagian Inti Karya llmiah "alam bagian inti ini akan terdapat tiga ,enis sa,ian, yakni= $. Bab pendahuluan %. Bab analisis dan pembahasan serta 3. Bab simpulan dan saran. (saran tidak selalu diperlukan). 0iap tiap sa,ian dalam bagian ini memiliki pula beberapa macam permasalahan, seperti
tercantum di ba+ah ini.

+ .2.1

*a& Penda"uluan

Bab pendahuluan adalah bab yang mengantarkan isi naskah , yaitu bab yang berisi halhal umum yang dijadikan landasan kerja dan arah kerja penyusun. 6erikut ini akan dibicarakan bagianbagian bab pendahuluan itu. a.
"atar #elakang dan Masalah

Bagian ini harus mencantumkan alasan penulis mengambil ,udul itu dan man+aat praktis yang dapat diambil dari karya ilmiah tersebut. Bagian ini mengemukakan ,uga beberapa buku yang telah dibaca yang ,uga memasalahkan topik yang sama atau yang releEan, dan menyebutkan perbedaannya dengan pembahasan karya ilmiah yang ditulis

$?

sekarang. Bagian ini mencantumkan ,uga bagian bagian yang akan dibahas dalam bab bab berikutnya agar pembaca segera mengetahuinya secara sepintas lalu. b. Tujuan Pembahasan Bagian ini mencantumkan garis besar tu,uan pembahasan dengan ,elas, yaitu gambaran hasil yang akan dicapai, seperti ingin memperoleh gambaran umum tentang "aktor-"aktor apa
saja yang menjadikan +arga atau penghuni suatu kompleks perumahan itu merasa tenang, tenteram, dan puas jika judul karya ilmiahnya adalah @>aktor-"aktor 3enyebab #asa ,man bagi 3enghuni /ompleks 3uri /artika ?iledug, Tangerang@. 6isa juga ingin memperoleh gambaran yang jelas tentang peranan penyelia (super isor) dalam pembangunan proyek-proyek raksasa di 0akarta jika karya ilmiahnya berjudul @3eranan 3enyelia dalam 3embangunan 3royek #aksasa di 0akarta@. Tujuan boleh lebih dari satu asalkan semuanya mempunyai kaitan dan ada rele!ansinya dengan judul.

c. Ruang Dingku @Pembatasan Masalah 8uang lingkup ini men,elaskan pembatasan masalah yang dibahas. "alam hal ini, pembatasan masalah itu hendaknya terinci, istilah istilah yang berhubungan dengan itu dirumuskan secara tepat. 8uang lingkup ini di,abarkan bersesuaian dengan tu,uan pembahasan. 1ndaikata ,udul karya ilmiah itu adalah K3an+aat "esain Interior bagi Perumahan 0empat 0inggal di 2akartaK, ruang lingkupnya, misalnya adalah sebagai berikut. #uang lingkup pembahasan ini adalah man"aat desain interior. 1an"aat desain interior adalah
kegunaan ruangan dalam rumah tinggal. -al ini akan dilihat dari segi penyusunan ruangan, pembagian ruangan, penyinaran matahari, dan penggantian udara. 5engan demikian, karya ilmiah ini tidak perlu mempermasalahkan hubungan antar+arga dalam suatu kompleks perumahan dan tidak perlu menguraikan bahan-bahan yang diperlukan untuk suatu bangunan.

d. !ngga an %asar

,nggapan dasar (yang disebut juga asumsi) adalah isi pernyataan umum yang tidak diragukan lagi kebenarannya. ,nggapan dasar inilah yang akan memberikan arah kepada penulis dalam mengerjakan penelitiannya dan anggapan dasar ini pula yang akan me+arnai simpulan penelitian yang diambil. ,nggapan dasar dapat juga berupa suatu teori atau prinsip yang berkaitan dengan pokok masalah yang akan diteliti, yang sudah dapat dipertanggungja+abkan. 7si pernyataan anggapan dasar harus ringkas, jelas, dan rele!an dengan masalah yang dikemukakan.

e. $ipotesis 2ika anggapan dasar sudah ditentukan, kini 1nda membuat hipotesis. 4ipotesis tidak sama dengan dugaan. 4ipotesis merupakan teori penyamarataan coba coba dan merupakan suatu prinsip baru berdasarkan hasil obserEasi yang sistematis terhadap +akta yang khas. 4ipotesis %disebut ,uga hipotesis ker,a* adalah isi pernyataan yang berupa generalisasi tentati+ %sementara* tentang suatu masalah, yang belum pasti kebenarannya. 4ipotesis inilah yang akan diu,i benar atau tidak benarnya dalam penelitian ini. Boleh ,adi, dalam simpulan nanti ternyata hipotesis itu benar atau hipotesis itu tidak benar. 4ipotesis harus dirumuskan secara ,elas dan sederhana. 0. %erangka &eori .erangka teori berisi prinsip prinsip teori yang memengaruhi dalam pembahasan. Prinsip prinsip teori itu berguna untuk membantu gambaran langkah dan arah ker,a. .erangka teori akan membantu penulis dalam membahas masalah yang diteliti. .erangka teori itu harus dapat menggambarkan tata ker,a teori itu. 3isalnya, kerangka teori untuk hal hal yang berhubungan dengan desain interior adalah bagaimana seharusnya penyusunan ruangan, pembagian ruangan, penggantian udara, dan penyinaran matahari ke dalam ruangan. .emua teori yang menunjang peranan desain interior suatu rumah tinggal $1

dikemukakan secara jelas di sini. 5alam bab-bab selanjutnya, semua penerapan teori dipakai. 0adi, pada bagian kerangka teori, semua teori dipasang.

e. 'umber (ata)*opulasi dan 'ampel Suatu penelitian ilmiah harus pula memaparkan sumber data. Sumber data adalah tempat penulis bertumpu. 1rtinya, penelitian bertolak dari sumber data. .alau penelitian itu melihat desain interior suatu rumah tinggal, sumber datanya adalah desain interior itu sendiri, yang ada di kompleks perumahan di 2akarta Pusat, misalnya. .alau penelitian itu melihat mana,emen suatu perusahaan batik, sumber datanya adalah perusahaan batik itu sendiri, yaitu Perusahaan Batik Se,ahtera dan Perusahaan Batik 3a,u di Fogyakarta, misalnya. Sumber data itu boleh lebih dari satu. 2ika penelitian menin,au sebuah buku, seperti banyak dilakukan oleh kelompok sosial, sumber datanya ialah buku itu sendiri. !mpamanya, K0ema 9erita dalam Buku Racun bagi Para Pemuda karya "... 1rdiwinata.K 2ika sumber data banyak yang beragam, dalam bagian ini penulis karya ilmiah dapat pula menggunakan istilah populasi dan sampel. Populasi adalah kumpulan dari seluruh sumber data yang akan diteliti. ?ontoh populasi=
3opulasi penelitian ini adalah seluruh murid kelas 777 .1,, negeri dan s+asta di Tasikmalaya.

.arena data penelitian ini banyak dan tidak mungkin dapat diteliti seluruhnya mengingat waktu dan dana yang tersedia terbatas, peneliti dapat mengambil hanya beberapa bagian sebagai sampel %percontoh*. Syarat sampel yang baik, sampel itu harus dapat mewakili seluruh populasi. Berdasarkan sampel yang diteliti itulah, peneliti dapat membuat suatu generalisasi tentang populasi penelitian. ?ontoh sampel=
.ampel penelitian ini adalah %** orang murid, yang diambil dari sebuah .1, negeri dan sebuah .1, s+asta (masing-masing $** orang) dari %* kecamatan yang ada di Tasikmalaya.

E. Metode dan Teknik Penelitian ilmiah harus menggunakan metode dan teknik penelitian. 3enurut Diradi %198869*, metode adalah seperangkat langkah %apa yang harus diker,akan* yang tersusun secara sistematis %urutannya logis*. Sedangkan teknik adalah cara melakukan setiap langkah tersebut. "alam masyarakat ilmiah dikenal metode penelitian lapangan dan bukan penelitian lapangan. 0ergolong metode penelitian lapangan adalah sebagai berikut. .alau dalam penelitian itu penulis datang ke sumber data dan menganalisis data itu apa adanya, metode ini disebut metode deskripti+. 1ndaikata dalam penelitian itu, penulis membandingkan dua sumber data, metode yang dipakai adalah metode komparati+. Selan,utnya, ,ika penelitian itu menggunakan metode percobaan di lapangan atau pengu,ian di laboratorium, metode tersebut dapat dikatakan metode eksperimen. Selain itu, dalam penelitian sosial digunakan metode lain, seperti metode sensus, metode surEey, metode studi kasus, yang merupakan metode penelitian lapangan, dan metode penelitian kepustakaan, serta metode analisis isi. "alam praktik penelitian, terutama dalam penelitian sosial, kadang kadang digunakan kombinasi berbagai metode. 1rtinya, digunakan dua metode atau lebih dalam suatu penelitian, terlebih ,ika penelitian itu dilakukan antar disiplin. 0eknik penelitian yang dapat digunakan adalah teknik wawancara, angket, data kuesioner %da+tar tanyaan*
dan obser!asi.

$2

+.(.( *a& Analisis atau *a& Pem&a"asan Bab analisis atau bab pembahasan ini merupakan bab yang terpenting dalam
penelitian ilmiah. 5i dalam bab ini akan dilakukan kegiatan analisis, sintetis pembahasan, interpretasi, jalan keluar dan beberapa pengolahan data secara tuntas. 6agian ini dapat dibagi menjadi beberapa bab, setiap bab dibagi menjadi anak bab, sesuai dengan kebutuhan penelitian. 5engan demikian, segala masalah yang akan dijangkau terbicarakan dalam bab ini. 6ab ini dapat diuji dengan beberapa pertanyaan=

1* Sudahkah keseluruhan tahap pengolahan data (deskripsi, analisis, interpretasi) itu memberikan
keyakinan terhadap pembaca4

2* Sudahkah semua masalah dapat dilaksanakan secara taat asas dan lengkap4 (* Sudahkah keseluruhan gambaran analisis dan interpretasi itu mempunyai
yang lain4

korelasi satu dengan

#* Sudahkah teori teori karya ilmiah diterapkan secara tepat dalam analisis ini< $* Sudahkah istilah istilah digunakan secara tepat dan taat asas dalam analisis ini4 +.(.' *a& Simpulan dan Saran Bab ini berisi simpulan yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan. Simpulan yang dimaksud adalah gambaran umum seluruh analisis dan releEansinya dengan hipotesis yang sudah dikemukakan. Simpulan ini diperoleh dari uraian analisis, interpretasi, dan deskripsi yang tertera pada bab analisis. 5alam hubungan itu, sering dijumpai
simpulan yang menggunakan nomor ($, %, 3, 4, 5 dan seterusnya) yang seolah-olah merupakan kalimat yang terlepas-lepas. .impulan seperti itu kurang baik karena terasa kaku. .impulan akan lebih baik dan lebih in"ormati" jika disajikan dalam paragra"-paragra" yang tidak dinomori.

Selan,utnya, saran saran penulis tentang metodologi penelitian lan,utan, penerapan hasil penelitian, dan beberapa saran yang mempunyai releEansi dengan hambatan yang dialami selama penelitian dapat pula dicantumkan dalam bab ini. 1kan tetapi, seperti sudah disinggung di bagian awal pertemuan karya ilmiah, saran tidak selalu
diperlukan dalam karya ilmiah.

. .3 Bagian Penutup Bagian ini terdiri atas da+tar pustaka, indeks, dan lampiran. +.'. 1
Da%tar Pustaka

Salah satu hal yang mutlak harus ada pada suatu karya ilmiah, baik makalah maupun skripsi, adalah da+tar pustaka. "engan dicantumkannya da+tar pustaka, dosen pembimbing atau pengu,i dapat mengetahui secara selintas sumber acuan yang di,adikan landasan berpi,ak oleh penulis karangan ilmiah. Pengu,i ,uga dapat mengukur kedalaman pembahasan masalah dalam karya ilmiah tersebut berdasarkan da+tar pustaka ini. "a+tar pustaka diletakkan pada halaman tersendiri setelah bab simpulan. 0a,uk da+tar pustaka dituliskan dengan huru" kapital semua tanpa diberi tanda baca apa pun dan dituliskan di

tengah-tengah kertas dengan jarak dari pinggir atas sekitar tujuh sentimeter (seperempat bagian halaman). 5alam da"tar pustaka dicantumkan semua kepustakaan, baik yang dijadikan acuan atau landasan penyusunan karya ilmiah maupun yang hanya dijadikan bahan bacaan, termasuk di dalamnya artikel (dalam majalah atau dalam surat kabar), makalah, skripsi, disertasi, buku, diktat, antologi. .emua pustaka acuan yang dicantumkan dalam da"tar pustaka itu disusun menurut abjad namanama pengarang atau lembaga yang menerbitkannya, baik ke ba+ah maupun ke kanan. 0adi, da"tar pustaka tidak diberi nomor urut seperti +, ,, -, ., dan 5 atau diberi huru" a, b, c, d, dan e. 0ika nama pengarang dan nama lembaga yang menerbitkan itu tidak ada, penyusunan da"tar pustaka didasarkan pada judul pustaka acuan tersebut. 2rutan penyebutan unsur-unsur pustaka acuan yang disajikan dalam da"tar pustaka adalah sebagai berikut.

a. Buku sebagai Pustaka )cuan

$(

!rutan penyebutan unsur unsur pustaka acuan untuk buku adalah= a. nama penulis, b. tahun terbit, c. ,udul pustaka beserta keterangannya, d. tempat terbit %kota*, dan e. nama penerbit. 2ika tidak terdapat nama penulis dalam buku tersebut, urutan penyebutannya adalah6
a. b. c. d. e. nama lembaga yang menerbitkan, tahun terbit, judul pustaka beserta keterangannya, tempat terbit, dan nama penerbit.

Setiap unsur pustaka itu diikuti tanda titik, kecuali unsur tempat terbit, yang harus diikuti titik dua. Setelah tanda titik atau setelah titik dua ada spasi satu ketuk. 6erikut ini
akan dijelaskan cara penulisan tiap unsur pustaka acuan jika sumber acuannya berupa buku.

,! .ama Penulis >ama penulis itu ada yang terdiri atas satu unsur, dua unsur, atau lebih dari dua unsur, yang di antaranya menyatakan nama keluarga atau marga. .etentuan pencantuman nama penulis adalah sebagai berikut6
a) ?antumkan nama penulis berdasarkan abjad, nomor. 1isalnya, jika nama penulis buku yang 5r. .umardjono dan nama penulis buku yang lain pencantuman dalam da"tar pustaka adalah= tanpa pertama 5r. 7r.

diberi 3ro". 6aihaki,

Baihaki. Sumard,ono. b* 2ika


nama penulis buku tersebut terdiri atas dua unsur atau lebih, pencantumannya harus dibalik unsur nama yang terakhir dituliskan lebih dahulu. ,ntara unsur-unsur nama yang dibalik itu diberi tanda koma. 1isalnya, pengarang buku yang pertama ,bdul -aki dan pengarang buku kedua Theodorus ,lbert Fenas, pencantuman dalam da"tar pustaka adalah= -aki, ,bdul. Fenas, Theodorus ,lbert.

2ika penulis buku bernama 9ina atau bernama .orea, pencantumannya dalam da+tar pustaka tetap seperti nama asli. >ama nama 9hina atau .orea tidak perlu dibalik urutannya karena bagi pemakai nama itu nama pertama adalah nama marga. >ama marga itulah yang ditulis paling awal di dalam da+tar pustaka. 1isalnya= 1. 0an 2oe 4ok tetap 0an 2oe 4ok. >ama pertama 0an ialah nama marga bagi yang bersangkutan. 2. /iem Swie .ing tetap /iem Swie .ing. 9ama pertama <iem adalah nama marga bagi
yang bersangkutan.

(. .im Fong II tetap .im Fong II. >ama pertama .im adalah nama marga bagi yang bersangkutan. c* 2ika penulis tetapi nama buku ialah ialah6 buku itu dua orang, nama penulis pertama dibalik, penulis lainnya tidak dibalik. 3isalnya, ,ika penulis 1hmad Suhana dan .ohar Subarno, penya,iannya

1unir, ,hmad dan 2bad 6adruAaman.

Suhana, 1hmad dan .ohar Subarno.

$#

d) 0ika penulis buku tiga orang atau lebih, penyajiannya ialah nama penulis pertama dibalik dan diikuti dengan singkatan et al. (et alii) yang berarti dan ka/an-ka/an atau dan 0ain-0ain. 1isalnya=

4alian, Baidillah et al. Idris, Nainuddin 4usin et al. e* 2ika penulis tidak ada, yang pertama dicantumkan adalah nama lembaga yang menerbitkan buku tersebut. 1isalnya= S03I. P:0B>SI !0131 +* 2ika ada dua buku atau lebih yang diambil dari pengarang yang sama, penulisan nama pengarang ,uga dua kali atau lebih. 1isalnya=
>arida, 7da >arida, 7da

g* .alau buku disusun oleh seorang editor, di pengarang ditulis kata 1ditor. 1isalnya= 4alim, 1mran %Bditor*. .oent,araningrat %Bditor*. h* Aelar kesar,anaan tidak dituliskan dalam >amun, gelar keturunan masih dapat dipakai. 1isalnya=

belakang

nama

da+tar

pustaka.

/alau nama pengarang ialah 3ro". 5r. .ondang 3. .iagian, penulis nama pada da"tar pustaka ialah .iagian, .ondang 3. ?ontoh gelar keturunan= .oegondo, #aden 1as, Teuku, Tengku, #aden ,jeng.

(!

Ta"un Ter&it

a* 0ahun terbit dicatat sesudah nama pengarang, dipisahkan


titik. 1isalnya=

oleh titik dan diakhiri dengan

3usto+a, N. 2??). Syahrani, 8idwan. 2??). b* .alau dua buku ditulis oleh seorang pengarang, tetapi terbitnya tidak sama, penyusunan urutannya berdasarkan terbit terdahulu. 3isalnya6 Sutiana, "adi. 2??).
.utiana, 5adi. %**'.

tahun tahun

c* .alau

dua buku yang diacu ditulis oleh satu orang dalam tahun yang sama, di belakang tahun itu harus dibubuhkan huru" a dan b sebagai pembeda. 1isalnya=

Suhendi, 3oh. 2??)a. Suhendi, 3oh. 2??)b. !rutannya diutamakan pada huru+ pertama ,udul buku. d* 2ika buku itu tidak bertahun, di belakang dicantumkan ungkapan K0anpa 0ahunK. 1isalnya=
GusriAal. Tanpa Tahun.

nama

pengarang

'!

!udul *uku

a* 2udul buku ditulis sesudah tahun terbit dan digarisbawahi atau cetak miring7 awal setiap kata dituliskan dengan huru+ kapital. 1isalnya=
/ridalaksana, -arimurti. %**&. %amus "inguistik.

b* .alau belum dipublikasikan, ,udul itu tidak digarisbawahi atau


petik. 1isalnya=

seperti

skripsi,

tesis,

disertasi,

cetak miring, tetapi diletakkan di antara tanda

"harma, /enawati. 2??). KBudi "aya 2eruk 2eparaK.

$$

8ohim, 1bdul. 2??5. K0ata 9ara PersidanganK. *!


Tempat Ter&it

0empat terbit %kota* diletakkan sesudah ,udul dan diakhiri dengan titik dua. 3isalnya6 Suhono, Budi. 2??5. #lar;ular Berbisa di <awa. 2akarta6
Gunus, ,hmad. %**&. %etenagaker2aan. 6andung=

&!

,ama Pener&it

a* >ama penerbit dicantumkan sesudah nama tempat terbit. 3isalnya6 Suhono, Budi. 2??$. #lar;#larBerbisa di <awa. 0akarta= ,ntarkota.
Gunus, ,hmad. %**'. %etenagaker2aan. 6andung= /arya 9usantara.

b)

2ika lembaga yang menerbitkan


nama pengarang (karena nama pengarang tidak ada).

buku itu langsung dijadikan pengganti

b. Majala# Sumber acuan dapat pula diambil dari ma,alah. !rutan unsur unsur dalam penulisan da+tar pustaka adalah nama pengarang, tahun terbit, ,udul artikel %diberi tanda petik*, nama ma,alah %digarisbawahi atau cetak miring dan didahulukan kata dalam, nomor
majalah, bulan terbit dan tahun penerbitan keberapa, yang ditempatkan dalam kurung dengan dibatasi tanda koma, dan tempat terbit). 1isalnya=

Semiawan, 9ony. 1989. KPerkembangan Sikap Persahabatan Pada 1nak anakK. "alam Pertiwi A,. %2uni, III*. 2akarta. c. Surat Kabar Selain ma,alah surat kabar ,uga dapat di,adikan sumber pustaka. !rutan yang dicantumkan pada da+tar pustaka adalah nama pengarang, tahun terbit, ,udul artikel %diberi tanda petik*, nama surat kabar %digarisbawahi* dan didahului kata %alam, tanggal terbit, tempat terbit. 3isalnya6 Simanungkalit, 0ohap. 2??). ;3asih Bela,ar di 0ingkat "ua "emokrasi .ita=. "alam Prioritas. # 3ei 2??). 2akarta. d. )nt"l"gi 2ika sumber acuan itu berupa antologi, urutan penulisannya adalah nama pengarang, tahun terbit, tempat terbit, dan nama penerbit. 3isalnya=
0unus, 2mar. %**5. H/ebudayaan 1inangkabauH. 5alam /oentjaraningrat (8ditor). %ebudayaan di 0ndonesia. 0akarta= 5jambatan. Manusia dan

e. Terjema#an 2ika sumber

acuan itu berupa buku terjemahan, urutan penulisannya adalah sebagai berikut. 9ama penerjemah. Tahun terjemahan. 0udul buku terjemahan. 5iterjemahkan dari pengarang asli. Tahun buku asli. 0udul buku asli. /ota buku terjemahan. 3enerbit buku terjemahan. 1isalnya=

Salim, 1gus. 2??).

*enulisan Makalah 0lmiah dan "aporan. 5iterjemahkan dari F.3. 0ones. $)&*. 3riting 'cientific *apers and 4eports. 0akarta= 5jambatan.

". $nternet 2ika sumber acuannya berupa internet, urutan pencantuman sesuai dengan alamat internet tersebut. 1lamat internet tidak sama, ,adi sesuai dengan alamat yang dipakai yang bersangkutan. 1isalnya=

$)

http6CC,ohnher+.blogspot.com.C www.presidensby.in+o www.@aenalOari+in#8Pyahoo.com. +.'.( Penulisan Lampiran -!ika diperlukan. /ampiran yang dicantumkan dapat

berupa korpus data, tabel, gambar, bagan, peta, instrumen, transkripsi. ,ndaikata hal-hal itu tidak disertakan dalam teks. .urat perintah jalan atau ri+ayat hidup penulis dapat pula dijadikan lampiran.

&.3.3 Penulisan $ndeks (%ika diperlukan! Indeks ini berupa da+tar kata atau istilah yang terdapat dalam karya ilmiah. Penulisan da+tar kata itu harus berkelompok berdasarkan ab,ad awal kata atau istilah itu. Setiap kelompok dipisahkan dengan empat spasi. "i belakang kata diberi tanda koma dan
setelah dijarakkan satu spasi (satu ketukan) dicantumkan nomor atau nomor-nomor halaman tempat atau istilah itu dapat diterjemahkan. 1an"aat indeks adalah agar pembaca dapat dengan cepat mencari katakata atau istilah-istilah yang diperlukan dalam karangan ilmiah tersebut.

$5

$8

BAB /II BAHASA

!"!# K!$%! I"#I!&

Berbagai ketentuan yang sepatutnya diperhatikan oleh penyusun karya ilmiah agar karangannya komunikati+, karya ilmiah itu harus memenuhi kriteria logis, sistematis, dan lugas. .arya ilmiah tersebut logis ,ika keterangan yang dikemukakannya dapat ditelusuri alasan alasannya yang masuk akal. .arya ilmiah disebut sistematis ,ika keterangan yang ditulisnya disusun dalam satuan satuan yang berurutan dan saling berhubungan. .arya ilmiah disebut lugas ,ika keterangan yang diuraikannya disa,ikan dalam bahasa yang langsung menun,ukkan persoalan dan tidak berbunga bunga. "alam hubungan dengan penggunaan bahasa, bab ini akan membicarakan pemakaian e,aan yang disempurnakan pembentukan kata, pemilihan kata, penyusunan kalimat e+ekti+, dan penyusunan paragra+ dalam karya ilmiah. 8.1 Pene)a3an E5aan (ang Dise 3u)nakan a. Penggunaan Spasi Penggunaan spasi setelah tanda baca sering tidak diindahkan.
spasi, jarak satu pukulan ketikan.

1enurut ketentuan

yang berlaku, setelah tanda baca (titik, koma, titik koma, titik dua, tanda seru, tanda tanya) harus ada

b.

Penggunaan (aris *a/a" Satu

Aaris bawah satu dalam karya ilmiah digunakan untuk menandai kata kata atau bagian bagian yang harus dicetak miring apabila karya ilmiah itu diterbitkan. Aaris bawah satu dipakai pada 1* anak bab 2* subanak bab (* kata asing atau kata daerah, #* ,udul buku, ma,alah, surat kabar yang dikutip dalam naskah. Perhatikan contoh contoh berikut6 $9

1* 1nak Bab 3isalnya 1.$ "atar #elakang dan Masalah *+


.ubanak 6ab 1isalnya=

+.+ Datar Belakang +., Masalah (* .ata 1sing atau .ata "aerah acce tance boundary Fbatas enerimaanF a aling ang4Sd.+ QbertentanganQ #*
0udul 6uku, 1ajalah atau .urat /abar yang diterbitkan. 1isalnya= 6uku (asar-(asar 5i6i %uliner 1ajalah 0ntisari .urat /abar %ompas

Aaris bawah satu itu dibuat terputus putus kata demi kata, sedangkan spasi %,arak kata dengan kata* tidak perlu digarisbawahi sebab yang akan dicetak miring adalah kata itu sendiri. c.
Pemenggalan Kata

1pabila memenggal atau penyukuan sebuah kata dalam penggantian baris,

kita

harus membubuhkan tanda hubung (-), dengan tidak didahului spasi dan tidak dibubuhkan di ba+ah ujung baris. Tanda hubung itu dibubuhkan di pinggir ujung baris. 5alam kaitan ini, pias kanan karya ilmiah tidak perlu lurus. -arus diutamakan adalah pemenggalan kata sesuai dengan kaidah penyukuan, bukan masalah kelurusan atau kerapian pias kanan karya ilmiah. 9amun, D jika pengetikan karangan menggunakan komputer, kerapian pias kanan dapat diprogram dan penyukuan kata dapat dicegah. 6erikut dicantumkan kaidah penyukuan sesuai dengan *edoman 7mum 12aan #ahasa 0ndonesia yang (isempurnakan8

1* .alau di tengah kata ada dua Eokal yang berurutan, pemenggalan dilakukan di antara kedua Eokal. 3isalnya6 bi-arkan, mema-lukan, pu-ing. 2* .alau di tengah kata ada dua Eokal yang mengapit sebuah konsonan %termasuk ng, ny, sy dan kh), pemisahan tersebut dilakukan
sebelum konsonan itu. 1isalnya= pu-2angga, terke-nal, meta-nol, muta-khir.

(* .alau di tengah kata ada dua konsonan atau lebih, pemisahan tersebut dilakukan di antara konsonan itu. 3isalnya6 hid-roponik, resep-sionis, lang-sung. #* .alau di tengah kata ada tiga konsonan atau lebih, pemisahan tersebut dilakukan di antara konsonan yang pertama dan konsonan kedua. 3isalnya6 indus-trial, kon-struksi, in-stansi, ben-trok. $* 2ika kata berimbuhan atau berpartikel dipenggal, kita harus memisahkan imbuhan atau partikel itu dari kata dasarnya %termasuk imbuhan yang mengalami perubahan bentuk*. 3isalnya6 pelapuk-an, me-ngisahkan, bela2ar, peng-a/etan.

Selain itu, ,angan sampai ter,adi pada u,ung baris atau pada pangkal baris terdapat hanya satu huru+ walaupun huru+ itu merupakan suku kata. "emikian ,uga, harus diusahakan %kalau mungkin* agar nama orang tidak dipenggal atas suku suku katanya. )?

d. Penulisan 'i( se&agai Kata Depan "i yang ber+ungsi sebagai kata depan harus dituliskan terpisah dari kata yang mengiringinya. Biasanya di sebagai kata depan ini ber"ungsi menyatakan arah atau tempat dan
merupakan ja+aban atas pertanyaan di mana. ?ontoh-contoh penggunaan di sebagai kata depan=

di sam ing
di sebelah utara di luar kota di ba/ah

di rumah
di pasar di toko di sekolah

di persimpangan di sungai di kebun cokelat di stasiun

e. Penulisan 'i( se&agai A/alan "i yang ber+ungsi sebagai awalan membentuk kata ker,a pasi+ dan harus dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya. 3ada umumnya, kata kerja pasi" yang
bera+alan di- dapat diubah menjadi kata kerja akti" yang bera+alan meng- (me9-). 1isalnya=

; diubah berlawanan dengan mengubah ; di ahami berlawanan dengan memahami ; dilihat berlawanan dengan melihat
- dimeriahkan berla+anan dengan memeriahkan

. Penulisan ke( se&agai Kata Depan .e yang ber+ungsi sebagai kata depan, biasanya menyatakan arah atau tu,uan dan merupakan ,awaban atas pertanyaan ke mana. 1isalnya= ke belakang ke muka ke kecamatan ke lokasi penelitian ke pinggir ke atas ke sini ke samping ke ba/ah ke dalam ke depan ke kampus Sebagai patokan kita, ke- yang dituliskan terpisah dari kata yang mengiringinya jika kata-kata
itu dapat dideretkan dengan kata-kata yang didahului kata di dan dari. 1isalnya=

ke sana ke kecamatan ke jalan raya g.


Penulisan ke0 se&agai A/alan

di sana di kecamatan di jalan raya

dari sana dari kecamatan dari 2alan raya

Ke;

yang tidak menunjukkan arah atau tujuan harus dituliskan serangkai dengan kata yang

mengiringinya karena ke- seperti itu tergolong imbuhan. 1isalnya=

kelima kehadiran kekasih kehendak Penulisan ke pada kata

ke agian keteram ilan ke anasan kedinginan


kemari, +alaupun menunjukkan arah, harus dituliskan serangkai

karena tidak dapat dideretkan dengan di mari dan dari mari. .elain itu, penulisan ke pada kata keluar harus dituliskan serangkai jika berla+anan dengan kata masuk. 1isalnya, 'aya keluar dari organisasi itu.

)1

9amun, jika ke luar itu berla+anan dengan ke dalam, ke harus dituliskan terpisah. 1isalnya, *andangannya diarahkan ke luar ruangan.

#.

Penulisan Partikel pun

Pada dasarnya, partikel


1isalnya=

pun yang mengikuti kata benda, kata kerja, kata si"at, kata bilangan

harus dituliskan terpisah dari kata yang mendahuluinya karena pun di sana merupakan kata yang lepas.

menangis un di rumah un seratus pun negara pun a a un ke mana un 1kan tetapi, kata kata yang mengandung
pun berikut harus dituliskan serangkai karena sudah dianggap padu benar. 0umlah kata seperti itu tidak banyak, hanya dua belas kata, yang dapat dihapal di luar kepala, yaitu adapun, andaipun, bagaimanapun, biarpun, kalaupun, ataupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun (yang berarti +alaupun), sungguhpun, dan /alaupun.

i. Penulisan Partikel per Partikel per yang


mengikutinya. 1isalnya=

berarti DmulaiD, DdemiD atau DtiapD dituliskan terpisah dari kata yang

per meter per orang


satu per satu

per kilogram per ;ktober


per liter

,kan tetapi, partikel per yang menunjukkan pecahan atau imbuhan harus dituliskan serangkai dengan kata yang mendahuluinya. 1isalnya=

lima tiga perdelapan


empat pertiga dua pertujuh

perempat "inal satu perdua tujuh persembilan

j.

Penggunaan Tanda Hu&ung -0.

0anda hubung digunakan untuk merangkaikan kata ulang. "alam pedoman e,aan, kata ulang harus dituliskan dengan dirangkaikan oleh tanda hubung. Penggunaan angka dua pada kata ulang tidak dibenarkan, kecuali dalam tulisan tulisan cepat, seperti pada catatan pada waktu mewawancarai seseorang atau catatan rapat. Perhatikan penggunaan tanda hubung pada kata ulang berikut6 dibesar besarkan bolak balik berliku liku meloncat loncat ramah tamah kait mengait gerak gerik porak poranda lauk pauk sayur mayur tunggang langgang centang perenang kupu kupu compang camping tolong-menolong
Tanda hubung juga harus digunakan antara huru" kecil dengan huru" kapital dalam kata berimbuhan, baik a+alan maupun akhiran, dan antara unsur kata yang tidak dapat berdiri sendiri dan kata yang mengikutinya yang dia+ali huru" kapital. 1isalnya=

)2

8ahmat >ya
di sisi-9ya

se-0a+a 6arat se-5/7 0akarta

non-##? non-3alestina

hamba >ya PBB lah

se lndonesia ber SI3

.0P nya S. mu

1ntara huru+ dengan angka dalam suatu ungkapan ,uga harus digunakan tanda hubung. 1isalnya=
ke-% ke-%5 ke-5* ke-$** uang 5**-an tahun )*-an abad %*-an

ke #?

ke-5**

2ika dalam tulisan terpaksa digunakan kata kata asing yang belum diserap, kemudian kata itu diberi imbuhan bahasa Indonesia, penulisannya tidak langsung diserangkaikan, tetapi dirangkaikan dengan tanda hubung. 5alam hubungan ini, kata asingnya perlu
digarisba+ahi (cetak miring). 1isalnya=

men charter di;charter di;coach

di-recall di-calling men-tackle

8 .2 Pembentukan Kata a. Pelulu#an Bunyi 2ika kata dasar berbunyi awal CkC, CpC, @t@, @s@ / ditambah imbuhan meng;, meng;...; kan, atau meng;...;i, bunyi awal itu harus luluh men,adi %ng*, CmC, CnC, dan CnyC. .aidah itu berlaku ,uga bagi kata kata yang berasal dari bahasa asing yang sekarang sudah men,adi warga kosakata bahasa Indonesia. Bandingkan dua bentuk di bawah ini, yaitu bentuk baku dan bentuk tidak baku. Ben*uk Baku 3engikis 3engultuskan 3engambinghitamkan 3engalkulasikan 3emesona 3emarkir 3ena"sirkan Ben*uk "idak Baku 3engkikis 3engkultuskan 3engkambinghitamkan 3engkalkulasikan 3empesona 3emparkir 3enta"sirkan

b. Penulisan 0abungan Kata %i dalam Pedoman #mum 'jaan Bahasa Indonesia yang %isem urnakan terdapat kaidah yang menyatakan bahwa gabungan kata, termasuk yang la@im disebut kata ma,emuk, unsur unsurnya dituliskan terpisah. Aabungan kata yang harus dituliskan terpisah, antara lain, sebagai berikut6
duta besar sebar luas tata bahasa loka karya

)(

.elain gabungan kata itu yang harus dituliskan terpisah terdapat juga gabungan kata yang harus dituliskan serangkai, yaitu gabungan kata yang sudah dianggap sebagai kata yang padu, sebagai berikut=

barangkali bagaimana
bumiputra

apabila daripada
matahari halalbihalal saputangan segitiga

kacamata

padahal manakala sekaligus

1da lagi gabungan kata yang salah satu unsurnya merupakan bentuk yang tidak berdiri sendiri sebagai suatu kata yang mengandung arti penuh, tetapi bentuk itu merupakan unsur terikat yang selalu muncul dalam kombinasi. :abungan kata seperti itu
harus dituliskan serangkai, seperti di ba+ah ini=

1ntarkota antar+arga
asusila dasa+arsa kontrare!olusi ekstrakurikuler

1moral
d+i+arna caturtunggal poligami monoteisme saptakrida subbagian subpanitia

Pancasila mahakuasa pascapanen pascaperang purnawirawan purnasar,ana semipro+esional nonmigas

swadaya swasembada peribahasa perilaku tunarungu tunanetra

c. Penulisan 0abungan Kata Berimbu#an 1pabila gabungan kata itu hanya mendapat awalan, awalannya itu harus dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya, tetapi kata yang pertama dengan kata yang kedua tetap dituliskan terpisah. 3isalnya6 meng I beri tahu dituliskan menjadi memberi tahu
meng I sebar luas dituliskan menjadi menyebar luas di I beri tahu dituliskan menjadi diberi tahu

ber I tanda tangan dituliskan menjadi bertanda tangan ber I lipat ganda dituliskan menjadi berlipat ganda ber I ker,a sama dituliskan menjadi beker2a sama ber I tanggung ,awab dituliskan men,adi bertanggung 2a/ab "emikian ,uga, ,ika gabungan kata itu memperoleh akhiran, yang dituliskan serangkai itu hanya akhiran dengan kata kedua, sedangkan kata yang pertama teta p
dituliskan terpisah. 1isalnya=

)#

tanda
sebar lipat hancur

tangan
luas ganda lebur I I

i kan kan kan

dituliskan dituliskan dituliskan dituliskan

menjadi menjadi menjadi menjadi

tanda sebar lipat hancur

tangani luaskan gandakan leburkan

,kan tetapi, gabungan kata yang diberi a+alan dan akhiran sekaligus, penulisannya harus diserangkaikan seluruhnya. 1isalnya=

di I tanda tangan I i dituliskan men,adi ditandatangani ke I simpang siur I an dituliskan men,adi kesimpangsiuran ke I tidak adil I an dituliskan men,adi ketidakadilan per I tanggung ,awab I an dituliskan men,adi pertanggung2a/aban di I hancur lebur I kan dituliskan men,adi dihancurleburkan meng I kambing hitam I kan dituliskan men,adi mengambinghitamkan di I sebar luas I kan dituliskan men,adi disebarluaskan d. Penulisan Kata Peng#ubung $ntrakalimat .ata penghubung intrakalimat adalah kata penghubung yang terletak

di dalam

kalimat, baik dalam kalimat tunggal maupun dalam kalimat majemuk. 3enulisan kata penghubung intrakalimat ini dikaitkan dengan penggunaan tanda koma. ,da kata penghubung intrakalimat yang harus didahului tanda koma dan ada pula kata penghubung intrakalimat yang tidak boleh didahului tanda koma. 5i samping itu, ada kata penghubung intrakalimat yang pada tempat lain didahului tanda koma.

Ka*a Penghu-ung (ang Ha)us Didahu#ui "anda Ko a tetapi kecuali sedangkan melainkan antara lain seperti Ka*a Penghu-ung (ang "idak Bo#eh Didahu#ui "anda Ko a ,ika ketika
agar +alaupun meskipun supaya sebab karena

sehingga apabila sebelum sesudah

e. Penulisan 1ngkapan Peng#ubung Antarkalimat !ngkapan penghubung antarkalimat adalah kata penghubung yang terletak pada awal kalimat. 2adi, letak ungkapan penghubung ini setelah tanda baca akhir dan dimulai dengan huru+ kapital. !ngkapan penghubung antarkalimat harus selalu diikuti tanda koma. 3isalnya6 >amun,.... :leh karena itu,...
3ertama,.... <agi pula,.... .elanjutnya,.... /emudian,.... ,kan tetapi,....

3eskipun begitu,.... Selain itu,.... Sebaliknya,....

)$

3isalnya,.... 8 .3 Pemilihan Kata ) iksi* Penggunaan kata kata dalam ragam tulis resmi %seperti dalam makalah dan skripsi* tentu harus berbeda dengan penggunaan kata dalam ragam tulis yang tidak resmi, apalagi dengan pemakaian kata dalam ragam lisan yang tidak resmi. 2ika dalam percakapan anak muda di warung kopi %ragam lisan tidak resmi* mungkin digunakan bahasa prokem, bahasa dialek, atau bahkan di sana sini digunakan bahasa daerah, dalam bahasa tulis resmi hal itu semua harus di,auhi. 6ahasa dalam ragam tulis resmi harus serius dan
harus resmi pula. 2ntuk bahasa karya ilmiah perlu dipilihkan kata-kata yang memenuhi syarat baku, la6im, hemat, dan cermat. 3enulis karya ilmiah harus memilih kata yang padat isi dan menjauhi pemilihan kata yang berbunga-bunga dan bersayap. 5alam hubungan itu, ada semboyan bahasa karya ilmiah adalah bahasa yang hemat kata dan padat isi.

a. Kata yang Baku .ata yang baku adalah kata yang baik dan resmi serta dian,urkan pemakaiannya dalam tulisan resmi. "engan demikian, kata yang tidak resmi yang munculnya secara @liar@ dalam
masyarakat harus dihindari. /ata-kata dialek, seperti bilang, ngasih, dan bukain tidak digunakan dalam karya ilmiah. /ata itu harus diganti dengan mengatakan, memberi, dan membukakan. 5emikian juga, kata-kata yang menyalahi ejaannya, seperti metoda, analisa, praktek harus diganti metode, analisis, dan praktik. 6erikut ini dida"tarkan kata yang sering digunakan dalam karya ilmiah=

Ka*a (ang Baku


.ualitas Sintesis .oordinasi "eskripsi 1tmos"er 8isiko 2ad+al 3engubah "iorganisasi 0eknik "e"inisi 3anajemen 'arietas 4akikat 0eoritas Simpulan Putusan

Ka*a (ang "idak Baku .+alitas Sintesa .ordinasi "iskripsi 1tmos"ir 8esiko 2adual 3erubah "iorganisir 0ehnik "i"inisi 3anagemen 'aritas 4akekat 0eoritis .esimpulan .eputusan

b. Kata yang -a2im .ata yang digunakan dalam karya ilmiah hendaklah kata yang sudah la@im, kata yang sudah dikenal oleh masyarakat luas, atau kata yang +amiliar %Sikumbang, 198$68?

))

(%). -indarilah penggunaan kata yang tidak dikenal oleh masyarakat umum. -indarilah menggunakan kata asing dan kata daerah tertentu karena kata seperti itu tidak dikenal oleh masyarakat luas. /ata asing dan kata daerah yang tidak dipahami akan membuat pembaca kesal, lesu, dan pusing karena pembaca tidak mampu menangkap kalimat yang ada secara sempurna. 6agi pembaca yang tidak memahami, katakata seperti itu akan dinilai kurang "ungsional, atau bahkan dinilai sebagai pengganggu pikirannya /ata asing dan kata daerah dapat digunakan jika sudah diserap secara resmi ke dalam bahasa 7ndonesia dan telah berkali-kali diperkenalkan oleh berbagai media massa, seperti surat kabar, majalah, radio, dan tele!isi sehingga pembaca sudah sedikit akrab dengan kata tersebut.

c. Kata

yang Hemat

Bahasa karya ilmiah harus hemat kata, dan padat isi. :leh karena itu, kalau gagasan yang diinginkan penulis, dapat diungkapkan dengan singkat, mengapa penulis harus
merentangnya dengan kata yang sebenarnya tidak diperlukan. -al itu hanya akan menghadirkan @kaum penganggur@ dalam kalimat tersebut karena kata itu tidak "ungsional. 3enulis karya ilmiah harus cukup menggunakan satu kata dari dua kata yang bersinonim, misalnya. 6andingkan dua kelompok berikut=

He a* 1. adalah atau merupakan 2. se,ak atau dari (. demi atau untuk


4. agar atau supaya

$. seperti atau ...

Bo)os 1. adalah merupakan 2. se,ak dari (. demi untuk #. agar supaya $. seperti ...dan sebagainya ).
antara lain ... dan seterusnya '. tujuan daripada pembangunan

dan sebagainya &. antara lain atau ...

5. tu,uan pembangunan 8. mendeskripsikan hambatan 9. berbagai +aktor 1?. meneliti 11. untuk mencapai tu,uan ini 12. berusaha untuk mengawasi 1(. berpendirian 1#. menyiksa 1$. menyetu,ui

8. mendeskripsikan tentang
berbagai hambatan ). berbagai "aktor-"aktor 1?. mengadakan penelitian

11. dalam rangka untuk mencapai tu,uan ini 12. berikhtiar dan berusaha untuk memberikan pengawasan 1(. mempunyai pendirian 1#. melaksanakan penyiksaan
$5. menyatakan persetujuan

d. Kata yang ermat Penulis harus cermat memilih kata yang diinginkan. .ata kata yang bersinonim, walaupun artinya sama, pemakaiannya dalam kalimat kadang kadang tidak dapat dipertukarkan sebab kata kata itu memiliki nuansa masing masing %perbedaan makna yang sangat halus*. .ata kata menguraikan, menganalisis, membagi;bagi, memilah; milah, menggolongkan, dan mengelom okkan mungkin bermakna mirip. >amun, pemakaian dalam kalimat berbeda. Pemilihan kata yang tidak tepat bukan tidak mustahil
dita"sirkan lain oleh pembacanya. 5i samping empat patokan yang sudah dibicarakan, ada patokan lain dalam pemilihan kata tersebut. 1isalnya, patokan pemakaian ungkapan idiomatik, seperti sesuai dengan dan terdiri atas, pemakaian ungkapan penghubung intrakalimat, seperti baik... m a u p u n a n t a r a ... dan atau dan tiaptiap atau seperti dan misalnya.

8 .+ Penyusunan Kalimat ,-ekti)5

.alimat yang digunakan dalam karya ilmiah harus berupa kalimat ragam tulis baku. .alimat ragam tulis baku hendaknya berupa kalimat yang e+ekti+, yaitu kalimat yang memenuhi kriteria ,elas, sesuai dengan kaidah, ringkas, dan enak dibaca. 6eberapa
ketentuan kalimat e"ekti" sebagai berikut=

a. Subjek Tidak Dida#ului Kata Depan .ata depan yang terletak sebelum sub,ek akan menghilangkan ke,elasan gagasan kalimat. "engan menempatkan kata depan seperti itu sub,ek kalimat men,adi kabur.
3erhatikan contoh-contoh berikut=

%1* #ntuk sistem ertanaman ganda yang akan diteliti ialah kedelai yang ditum angsarikan dengan jagung. %2* Tentang sistem multi le cro ing atau ertanaman ganda, yaitu ergiliran utama dengan tum ang sari. %(* %engan enggunaan u uk secara e0isien sangat enting karena harga u uk terus meningkat dan ersediaan sangat terbatas. .alimat kalimat itu mempunyai sub,ek yang didahului kata depan, yaitu untuk pada kalimat 1, tentang pada kalimat 2, dan dengan pada kalimat (. .alimat kalimat itu tidak memberikan in+ormasi yang ,elas. 1gar men,adi kalimat yang e+ekti+ kalimat kalimat di atas harus diubah dengan menghilangkan kata depan sebelum sub,ek. 3erhatikan
perbaikannya=

%#*

Sistem ertanaman ganda

yang akan diteliti ialah kedelai yang ditumpangsarikan

dengan 2agung.

%$* Sistem multi le cro ing atau ertanaman ganda yaitu ergiliran tanaman utama dengan tum ang sari. %)* Penggunaan u uk secara e0isien sangat enting karena harga u uk terus meningkat dan ersediaan sangat terbatas. .ata depan yang lain yang tidak boleh mengawali sub,ek adalah di, dari, dalam,
kepada, daripada, sebagai, mengenai, dan menurut. %ata depan boleh menga+ali kalimat asalkan ber"ungsi sebagai keterangan. 3erhatikan penggunaan kata depan yang benar dalam kalimat ', (, dan )=

%5*

Mengenai 5eparteman

usaha-usaha Tenaga

meningkatkan /erja sudah

produkti!itas sering

tenaga membahasnya

kerja, dalam

berbagai kesempatan.

%8* Sebagai
diperlukan.

bahan pertimbangan 6apak, bersama ini dilampirkan berkas-berkas yang mungkin

%9* %alam

bab ini dibicarakan cara-cara membasmi hama +ereng coklat yang akhir-akhir ini

merajalela di negeri kita.

b.

Tidak Terdapat Su&1ek yang (anda

.alimat seperti ini tersusun karena penulisnya kurang hati hati. Sub,ek yang ganda dalam sebuah kalimat akan mengaburkan in+ormasi yang ingin disampaikan. Aagasan yang ada dalam pikiran penulis tidak se,alan dengan kalimat yang dituliskannya.
3erhatikan contoh di ba+ah ini=

)8

%1?* Penyusunan laporan penelitian ini, saya dibantu oleh tenaga-tenaga penyuluh pertanian lapangan. %11* Penempatan pupuk * dalam alur dibaris tanaman kedelai, produksi kedelai akan tinggi.
2bahan kalimat-kalimat itu dilakukan dengan jalan membuat salah satu subjeknya menjadi keterangan. 3erhatikan perbaikannya dalam kalimat $% dan $3.

%12* %1(*
akan tinggi.

"alam menyusun laporan penelitian

ini saya dibantu oleh tenaga-tenaga

penyuluh pertanian lapangan. 5engan menempatkan pupuk 3 dalam alur dibaris tanaman kedelai, produksi biji kedelai

c.

Kata Sedangkan dan Se"ingga Tidak Digunakan dalam Kalimat Tunggal

Banyak sekali di,umpai kalimat tunggal yang diawali oleh kata sedangkan atau sehingga yang seolah olah kalimat tersebut dapat berdiri sendiri. Padahal, menurut kaidah yang berlaku, kata sedangkan dan sehingga tidak dibenarkan mengawali kalimat tunggal. 9ontohnya sebagai berikut6
($4) %ami datang agak terlambat. 'ehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama.

%1$* 4umah-rumah
&abungan berpendapatan rendah.

dibangun 9egara

oleh %*4

de eloper. kepada

'edangkan penduduk

#ank golongan

memberikan

.ata sehingga dan sedangkan adalah kata yang selalu dipakai dalam kalimat ma,emuk. "engan demikian, kalimat itu harus diubah men,adi sebagai berikut6
($&) %ami pertama. datang agak terlambat, sehingga tidak dapat mengikuti acara

%15*

4umah-rumah dibangun oleh de eloper, sedangkan #ank &abungan 9egara memberikan %*4 kepada penduduk golongan berpendapatan rendah.

.ata kata lain yang tidak boleh mengawali kalimat tunggal adalah agar, ketika, karena,
sebelum, sesudah, /alaupun, dan meskipun. /ata-kata seperti itu hanya dapat menga+ali anak kalimat dalam kalimat majemuk bertingkat. 1isalnya=

%18* !gar embangunan berjalan dengan sebaik;baiknya, semua la isan masyarakat harus ikut ber eran serta sesuai dengan bidangnya masing;masing. %19* Sebelum melaksanakan suatu enelitian, !nda harus membuat dahulu rancangan enelitian tersebut. d. Predikat Kalimat Tidak Dida#ului Kata yang .ata yang memang dapat dipakai dalam kalimat, tetapi bukan di depan predikat kalimat. 2ika kata yang diletakkan di depan predikat, kalimat itu akhirnya tidak mempunyai predikat karena kata yang ber+ungsi untuk menerangkan suatu benda, baik sub,ek maupun ob,ek. .ita lihat contohnya6
(%*) *engembangan dengan kegiatan sistem pertanaman penelitian untuk ganda yang perlu cara disertai pemupukan menghasilkan

yang sesuai dengan sistem tersebut.

)9

%21* *engapuran

yang

meningkatkan

hasil

bi2i

kedelai

atau

2agung

sebesar -+ : lebih tinggi daripada yang tidak dikapur.

Perubahannya adalah sebagai berikut= %22* Pengembangan sistem ertanaman ganda erlu disertai dengan kegiatan enelitian untuk menghasilkan cara emu ukan yang sesuai dengan sistem tersebut. %2(* Penga uran meningkatkan hasil biji kedelai atau jagung sebesar ,8 G lebih tinggi dari ada yang tidak dika ur 0ernyata, setelah kata yang dibuang, predikat kalimat muncul dengan ,elas, yaitu
perlu disertai dalam kalimat %% dan meningkatkan dalam kalimat %3.

e. 1nsur Rincian Sejajar atau Paralel 8incian sejajar adalah kata-kata yang dirinci, harus menggunakan bentuk yang sama. 0ika rincian
pertama menggunakan bentuk meng-, rincian berikutnya juga menggunakan bentuk meng-. 5emikian juga, jika rincian pertama menggunakan bentuk peng-...-an, rincian selanjutnya juga menggunakan bentuk peng-...-an. 5emikian seterusnya. 1isalnya=

%2#* Taha terakhir enyelesaian gedung itu adalah kegiatan engecatan tembok, memasang enerangan, engujian sistem embagian air, dan engaturan tata ruang. %2$* Pembangunan sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat memerlukan
kecerdasan, keuletan, dan aparat pelakunya harus sabar. 3erubahannya yang sesuai men2adi seperti berikut ini8

%2)* Taha terakhir enyelesaian gedung itu adalah kegiatan engecatan tembok, emasangan enerangan, engujian sistem embagian air, dan engaturan tata; ruang. %25* Pembangunan sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan rakya t memerlukan
kecerdasan, keuletan, dan kesabaran aparat pelakunya.

Tidak Ter1adi Pengulangan Su&1ek

.aidah ini berlaku bagi kalimat ma,emuk bertingkat yang sub,ek anak kalimatnya sama dengan sub,ek induk kalimat. Sub,ek yang harus dihilangkan adalah sub,ek anak kalimat, sedangkan sub,ek induk kalimat wa,ib dinyatakan. 1ari kita lihat contohnya= %28* Karena dia tidak diundang, dia tidak datang ke tem at itu. %29* -adirin serentak berdiri setelah mereka mengetahui presiden datang. Perbaikannya adalah sebagai berikut= %(?* Karena tidak diundang, dia tidak datang ke tem at itu. %(1* -adirin serentak berdiri setelah mengetahui presiden datang. g.

Su&1ek yang Tidak Sama dalam 2nduk Kalimat dan dalam Anak Kalimat Harus 3ksplisit

2ika dalam kalimat ma,emuk bertingkat sub,ek induk kalimat berbeda dengan sub,ek anak kalimat, kedua sub,ek itu harus dinyatakan secara gamblang. Sering kita ,umpai adalah kesalahan menalar dalam kalimat ma,emuk seperti itu, yaitu dengan

5?

menghilangkan salah satu sub,ek, padahal sub,ek sub,ek tersebut tidak boleh dihilangkan. Perhatikan contoh berikut6
(3%) %arena itu. sering keban2iran, pemimpin unit tidak menyetu2ui lokasi

%((* 'e2ak didirikan sampai sekarang, paman saya sudah berkali-kali mengubah bentuk rumahnya. .alimat kalimat itu tidak e+ekti+ karena dengan menghilangkan sub,ek dalam anak kalimat, dapat dita+sirkan bahwa sub,ek yang dihilangkan itu sama dengan sub,ek pada induk kalimat. Perhatikan ubahannya6
(34a) *emimpin unit tidak menyetu2ui lokasi itu karena sering keban2iran.

%(#b* "okasi itu tidak disetu2ui pemimpin unit karena sering keban2iran. %($* *aman saya sudah berkali-kali mengubah bentuk rumahnya
sekarang.

se2ak didirikan sampai dengan

#.

Kata Peng"u&ung Penanda Anak Kalimat Dinyatakan Se4ara 3ksplisit

Struktur kalimat seperti ini sering di,umpai dalam ragam berita. 0entu sa,a kalangan persuratkabaran ingin menghemat kata demi tu,uan tertentu. "alam ragam tulis ilmiah, hal semacam ini sama sekali tidak dibenarkan. .ata penghubung penanda anak kalimat, seperti ketika, setelah, dan agar harus jelas dinyatakan. %()* Menjawab ertanyaan ara wartawan, Bambang Subiyanto mengatakan bahwa !PB= yang akan datang diusahakan lebih realistis. %(5* Mendengar $onis hakim, terdakwa menangis menjerit;jerit. %(8* Bambang Subiyanto mengatakan bahwa ; * # 9 yang akan datang diusahakan lebih realistis,
ketika men2a/ab pertanyaan para /arta/an.

%(9* Setelah mendengar $onis hakim, terdakwa menangis menjerit;jerit. i.


Pemakaian Kata Hemat

Pemakaian kata sehari hari penggunaan dua kata yang bersinonim dalam sebuah kalimat sering di,umpai. 4al itu termasuk pemakaian yang boros. .ata kata yang bersinonim yang sering digunakan sekaligus, antara lain, adalah meru akan, demi untuk, dan agar su aya. 1isalnya=
(4*) #erbuat baik terhadap orang tua adalah merupakan tindakan yang sangat terpu2i.

Perbaikannya= %#1* #erbuat baik terhadap orang tua merupakan tindakan yang sangat terpu2i. j. 1rutan Kata Tepat "alam kalimat pasi+ bentuk persona sering terlihat salah urutan dalam menggunakan keterangan, elaku, dan erbuatan. 1isalnya=
(4%) *roduksi padi yang sangat menge2utkan itu mereka segera akan laporkan kepada atasan mereka.

Perbaikan6 %#(* *roduksi


padi yang menge2utkan itu akan segera mereka laporkan kepada atasan.

51

Bentuk pasi+ persona yang lain adalah

ingin saya 2elaskan, bukan saya ingin 2elaskan;

belum kita ketahui, bukan kita belum ketahui; sudah mereka ker2akan, bukan mereka sudah ker2akan; belum mereka pikirkan, bukan mereka belum pikirkan; pernah saya 2elaskan bukan saya pernah 2elaskan.

k. Predikat 3bjek Tidak Tersisipi "alam kalimat akti+ transiti+, antara predikat dan ob,ek tidak disisipkan kata tugas karena predikat ob,ek merupakan suatu kesatuan. 3isalnya6 %##* 4apat yang diselenggarakan kemarin itu membicarakan tentang
nasib para karya/an.

Perbaikan6 %#$* 4apat 9ontoh lain6


kecamatan ini. yang diselenggarakan kemarin itu membicarakan nasib para karya/an. la sering membicarakan tentang rendahnya mutu lulusan sekolah-sekolah tertentu di

!bahan6 la sering membicarakan rendahnya mutu lulusan sekolah-sekolah tertentu di kecamatan ini. "engan menghilangkan kata tugas dan mengganti dengan kata soal atau kata
masalah, kalimat-kalimat seperti itu menjadi e"ekti".

l. Tidak Menggunakan Kata Peng#ubung yang Bertentangan 3isalnya6 %#)* Meskipun penelitian ini telah dilakukan sesuai
tetapi proyek. 3erbaikan= hasil yang diperoleh belum memuaskan

dengan pihak

rancangan, pimpinan

%#5* Meskipun

penelitian

ini

telah

dilakukan

sesuai

dengan

rancangan,

hasil yang diperoleh belum memuaskan pihak pimpinan proyek.

8 .. Penyusunan ParagraParagra+ paragra+ dalam karya ilmiah harus memenuhi dua syarat, yaitu kesatuan %mengacu ke perpautan makna, koherensi* dan kepaduan %mengacu ke parpautan bentuk7 kohesi*. Paragra+ memiliki syarat kesatuan ,ika hanya mempunyai satu topik. .alimat kalimat yang membentuk paragra+ tersebut tidak menyimpang dari topik. Paragra+ memiliki syarat ke aduan ,ika kalimat kalimat yang membangun paragra+ tersebut tidak menyimpang dari topik. Paragra+ memiliki syarat ke aduan jika kalimat-kalimat yang
membangun paragra" tersebut dirakit secara logis dan diikat dengan pengait paragra", seperti ungkapan penghubung antarkalimat, kata ganti, dan pengulangan kata-kata kunci atau kata yang dipentingkan. 3aragra" yang berangkat dari kalimat utama yang diikuti kalimat-kalimat penjelas disebut paragra" dedukti", sedangkan paragra" yang dia+ali rincian yang berupa kalimat-kalimat penjelas, kemudian diakhiri dengan suatu simpulan yang berupa kalimat utama disebut paragra" indukti".

9ontoh paragra+ dedukti+6

52

Pada hakikatnya, semua

erusahaan ingin bekerja secara cermat dan teliti.

.egala

perincian tentang pena+aran, pemesanan, penerimaan, dan pengepakan betul-betul diteliti dan dijamin keamanannya. 9amun, dalam praktiknya, tidak dapat dihindari bah+a sekali +aktu terjadi juga kesalahan, kekurangan, atau kerusakan. /erusakan peti kemas mungkin disebabkan oleh kekurangtelitian atau bencana alam, dan sebagainya. ?ontoh paragra" indukti"=

"alam per,uangannya, 1B8I bukan hanya ber,uang di bidang pertahanan keamanan, melainkan ,uga di bidang social politik. Pada sat >egara menghadapi kekacauan, misalnya pada Perang .emerdekaan II, 1B8I mengambil alih pemerintahan sipil. :leh karena itu, banyak anggota 1B8I yang men,adi Aubernur militer, bupati militer, camat militer, dan seterusnya. Sebaliknya, pada masa masa aman, seperti sekarang ini, banyak pula anggota 1B8I yang membantu departemen departemen atau lembaga lain yang memerlukan. 5ambaran situasi seperti itu menun2ukkan bah/a d/ifungsi ;#40 tidak terlepas dari
seluruh anggota ;#40.

BAB /III PARAGRAF DA!AM BAHASA INDONESIA 9.1 Pendahu#uan Paragra+ adalah seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik. .alimat kalimat dalam paragra+ memperlihatkan kesatuan pikiran atau mempunyai keterkaitan dalam membentuk gagasan atau topik tersebut. Sebuah paragra+ minimal terdiri empat kalimat. Bahkan, sering kita ,umpai bahwa suatu paragra+ berisi lebih dari lima kalimat. Dalaupun paragra+ itu mengandung beberapa kalimat, tidak satupun dari

5(

kalimat kalimat itu yang memperkatakan soal lain. Seluruhnya memperbincangkan satu masalah atau sekurang kurangnya bertalian erat dengan masalah itu. 9ontoh sebuah paragra+6 Sa 3ah se#a an(a se#a#u e usingkan. Be)ka#i0ka#i asa#ahn(a dise ina)kan dan -e)ka#i0ka#i 3u#a 5a#an 3e e:ahann(a di)an:ang. Na un; ke*e)-a*asan0ke*e)-a*asan (ang ki*a i#iki *e*a3 en5adikan sa 3ah se-agai asa#ah (ang 3e#ik. Pada 4ak*u se ina)0se ina) i*u -e)#angsung; 3eni -unan sa 3ah asih *e)5adi. Ha# ini sediki* -an(akn(a e 3un(ai kai*an dengan asa#ah 3en:e a)an ai) dan -an5i). Se#a a 3engu 3u#an; 3engangku*an; 3e -uangan akhi); dan 3engo#ahan sa 3ah i*u -e#u da3a* di#aksanakan dengan -aik; se#a a i*u 3u#a sa 3ah en5adi asa#ah. Paragra+ ini terdiri atas enam kalimat. Semua kalimat itu membicarakan soal sampah. :leh sebab itu, paragra+ itu mempunyai topik ;masalah sampah= karena pokok permasalahan dalam paragra+ itu adalah masalah sampah. 0opik paragra+ adalah ikiran utama di dalam satu paragra+. Semua pembicaraan dalam paragra+ itu terpusat pada pikiran utama ini. Pikiran utama itulah yang men,adi topik persoalan atau pokok pembicaraan. :leh sebab itu, ia kadang kadang disebut ,uga gagasan pokok di dalam sebuah paragra+. "engan demikian, apa yang men,adi pokok pembicaraan dalam satu paragra+, itulah topik paragra+. 9.2 S(a)a*0S(a)a* Pa)ag)a, Paragra+ yang baik harus memiliki dua ketentuan, yaitu kesatuan paragra+ dan kepaduan paragra+, yaitu6 a+ Kesatuan Paragra0 "alam satu paragra+ terdapat hanya satu pokok pikiran. :leh sebab itu, kalimat kalimat yang membentuk paragra+ perlu ditata secara cermat agar tidak ada satu pun kalimat yang menyimpang dari ide pokok paragra+ itu. .alau ada kalimat yang menyimpang dari ide pokok pikiran paragra+ itu, paragra+ men,adi tidak berpautan, tidak utuh. .alimat yang menyimpang itu harus dikeluarkan dari paragra+. Perhatikan paragra+ di bawah ini6 +a*eng sukses. Ka*a0ka*a ini e#un:u) ge -i)a da)i 3e#a*ih )egu +a*eng se*e#ah se#esai 3e)*andingan ,ina# Ke5u)nas "in5u A a*i); Minggu a#a di Gedung O#ah)aga +a*eng; Se a)ang. Ko*a Se a)ang *e)da3a* di 3an*ai u*a)a Pu#au +a4a; i-u ko*a 3)o<insi +a*eng. Pe)n(a*aan i*u diangga3 4a5a) ka)ena a3a (ang dii 3i0i 3ikan se#a a ini da3a* *e)4u5ud; (ai*u sa*u eda#i e as; sa*u eda#i 3e)ak; dan sa*u eda#i 3e)unggu. Ha# i*u di*a -ah #agi o#eh 3i#ihan 3e*in5u *e)-aik (ang 5a*uh ke *angan +a*eng. Hasi# (ang di3e)o#eh ada#ah 3)es*asi 3a#ing *inggi (ang 3e)nah di)aih o#eh +a*eng da#a a)ena se3e)*i i*u. "alam paragra+ itu kalimat ketiga tidak menun,ukkan keutuhan paragra+. :leh sebab itu, kalimat tersebut harus dikeluarkan dari paragra+. b+ Ke aduan Paragra0 5#

.epaduan paragra+ dapat terlihat melalui penyusunan kalimat secara logis dan melalui ungkapan ungkapan %kata kata* pengait antarkalimat. !rutan yang logis akan terlihat dalam susunan kalimat kalimat yang sumbang atau keluar dari permasalahan yang dibicarakan 9.$ Pengai* Pa)ag)a, 1gar paragra+ men,adi padu digunakan pengait paragra+, yaitu berupa 1* ungkapan penghubung transisi, 2* kata ganti, atau (* kata kunci %pengulangan kata yang dipentingkan*. !ngkapan pengait antarkalimat dapat berupa ungkapan penghubungCtransisi, yaitu6 1. 4ubungan tambahan 6 lebih lagi, selan,utnya, tambah pula, di samping itu, berikutnya, demikian pula, begitu ,uga, di samping itu, lagi pula. 6 akan tetapi, namun, bagaimanapun, walaupun demikian, sebaliknya, meskipun begitu, lain halnya. 6 sama dengan itu, dalam hal demikian, sehubungan dengan itu. 6 oleh sebab itu, akibatnya, oleh karena itu, maka. 6 untuk itu, untuk maksud itu. 6 singkatnya, pendeknya, akhirnya, pada umumnya, dengan kata lain, sebagai simpulan. 6 sementara itu, segera setelah itu, beberapa saat kemudian. 6 berdekatan dengan itu.

2. 4ubungan pertentangan

(. 4ubungan perbandingan #. 4ubungan akibat $. 4ubungan tu,uan ). 4ubungan singkatan 5. 4ubungan waktu 8. 4ubungan tempat

Paragra+ di bawah ini memperlihatkan pemakaian ungkapan pengait antarkalimat yang berupa ungkapan penghubung transisi6 Be#u ada is(a)a* 5e#as -ah4a as(a)aka* sudah ena)ik *a-ungan de3osi*o e)eka. Se en*a)a i*u; -u)sa e,ek Indonesia u#ai gon:ang da#a ena 3ung se)-uan 3a)a 3e -u)u saha . Pe i#ik03e i#ik uang -e)usaha e)aih se-an(ak0-an(akn(a saha (ang di5ua# di -u)sa. O#eh ka)ena i*u; -u)sa e,ek -e)usaha ena 3ung ina* 3e i#ik uang (ang engge-u0ge-u. Aki-a*n(a; indeks ha)ga saha ga-ungan =IHSG> da#a *e 3o :e3a* e#a 3aui angka 166 3e)sen. Bahkan; ke a)in IHSG i*u e#on:a* ke *ingka* 161;929 3e)sen. "engan dipasangnya pengait antarkalimat sementara itu, oleh karena itu, akibatnya, dan bahkan dalam paragra+ tersebut, kepaduan paragra+ terasa sekali. Serta urutan antarkalimat dalam paragra+ itu logis dan kompak. !ngkapan pengait paragra+ dapat ,uga berupa kata ganti, yaitu6 a. Kata 6anti (rang 5$

"alam usaha memadu kalimat kalimat dalam suatu paragra+, kita banyak menggunakan kata ganti orang. Pemakaian kata ganti ini berguna untuk menghindari penyebutan nama orang berkali kali. .ata ganti yang dimaksud adalah saya, aku, ku, kita, kami %kata ganti orang pertama*. 'ngkau, kau, kamu, mu, kamu sekalian %kata ganti orang kedua*. %ia, ia, beliau, mereka, dan nya %kata ganti orang ketiga*. Ri?a#; Rus*a ; dan 2ah(o ada#ah *e an seko#ah se5ak SMA hingga 3e)gu)uan *inggi. Kini e)eka sudah en(andang ge#a) dok*e) da)i se-uah uni<e)si*as di +aka)*a. Me)eka e)en:anakan endi)ikan sua*u 3o#ik#inik #engka3 dengan a3o*ekn(a. Me)eka enghu-ungi sa(a dan enga5ak -eke)5a sa a; (ai*u sa(a di in*a en(ediakan *e 3a*n(a ka)ena ke-e*u#an sa(a e i#ki se-idang *anah (ang #e*akn(a s*)a*egis. Sa(a en(e*u5ui 3e) in*aan e)eka. .ata mereka dipakai sebagai pengganti kata 8i@al, 8ustam, dan 9ahyo agar nama orang tidak sebutkan berkali kali dalam satu paragra+. Penyebutan nama orang yang berkali kali dalam satu paragra+ akan menimbulkan kebosanan serta menghilangkan keutuhan paragra+. 4al ini dapat dilihat dalam kalimat di bawah ini6 4ajja# 1tami5ati adala# ketua majelis taklim di desa ini. Ruma# 4ajja# 1tami5ati terletak dekat mesjid .urul $tti#ad. Pengulangan kata 4a,,ah !tamiwati akan menimbulkan kesan kekurangan paduan dua kalimat itu. .esannya akan lain ,ika kalimat itu diubah sebagai berikut6 4ajja# 1tami5ati adala# ketua majelis taklim di daera# ini. Ruma#nya terletak terletak dekat masjid .urul $tti#ad. Bentuknya dalam kalimat di atas adalah bentuk singkat kata ganti orang ketiga, yaitu -ajjah #tamiwati. "engan demikian kepaduan kalimat kalimat itu dapat kita rasakan. Penggunaan kata ganti orang ketiga tunggal, beliau, dapat dilihat pada kalimat berikut ini6 I-u sud ada#ah 3en:i3*a #agu e 3a* ?a an (ang sanga* 3)oduk*i,. Beliau *e#ah en:i3*akan *idak ku)ang da)i dua )a*us -uah #agu. Semua kata ganti orang hanya dapat menggantikan nama orang dan hal hal yang dipersoni+ikasikan. .alimat berikut ini memperlihatkan hal yang dipersoni+ikasikan dari sub,ek kalimat. :leh sebab itu, kalimat ini masih dibenarkan6 Se3a*u sa(a sudah )usak. Sa(a ha)us sege)a enggan*in(a. e o*ongn(a. Kain -ahan :e#ana ini 3as03asan. Si 3en5ahi* ha)us 3andai

"alam masalah pemakaian kata ganti orang ketiga, kata ganti itu harus digunakan pada tempatnya yang tepat, yaitu6 1* Buku Sutan 0akdir 1lis,ahbana banyak sekali. Sutan Takdir !lisyahbana adalah budayawan yang sangat disegani. %salah* Sutan Takdir !lisjahbana mengarang buku banyak sekali. Beliau adalah budayawan yang sangat disegani. %Benar*

5)

2* 4utan hutan di Indonesia habis ditebangi oleh orang yang tidak bertanggung ,awab. 3ereka hanya mementingkan diri sendiri. %Benar* (rang;orang yang tidak bertanggung jawab menebangi hutan;hutan di Indonesia habis;habisan. Mereka hanya mementingkan diri sendiri. %Benar* b. Kata 6anti yang Dain .ata ganti yang lain yang digunakan dalam menciptakan kepaduan paragra+ ialah itu, ini, tadi, begitu, demikian, di situ, begitu, di atas, di sana, di sini dan sebagainya. Perhatian contoh berikut6 $tu asrama mereka. Mereka tinggal di situ sejak kulia# tingkat satu sampai dengan merai# gelar sarjana. 3rang tua mereka juga sering berkunjung ke situ. c. Kata Kunci "i samping itu, ungkapan pengait dapat pula berupa pengulangan kata kata kunci, seperti kata sampah pada contoh paragra+ yang pertama. Pengulangan kata kata kunci ini perlu dilakukan dengan hati hati %tidak terlalu sering*. 9.% Pe -agian Pa)ag)a, Menu)u* +enisn(a "alam satu karangan %komposisi* biasanya terdapat tiga macam paragra+ ,ika dilihat dari segi ,enisnya, yaitu6 8+ Paragra0 Pembuka Paragra+ ini merupakan pembuka atau pengantar untuk sampai pada segala pembicaraan yang akan menyusul kemudian. :leh sebab itu, paragra+ pembuka harus dapat menarik minat dan perhatian pembaca, serta sanggup menghubungkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan disa,ikan selan,utnya. Salah satu cara untuk menarik perhatian ini ialah dengan mengutip pernyataan yang memberikan rangsangan dari para orang terkemuka atau orang yang terkenal. *+ Paragra0 Pengembang Paragra+ pengembang ialah paragra+ yang terletak antara paragra+ pembuka dan paragra+ yang terakhir sekali di dalam bab atau anak bab itu. Paragra+ ini mengembangkan pokok pembicaraan yang dirancang. "engan kata lain paragra+ pengembang mengemukakan inti persoalan yang akan dikemukakan. :leh sebab itu, satu paragra+ dan paragra+ lain harus memperlihatkan hubungan yang serasi dan logis. Paragra+ itu dapat dikembangkan dengan cara ekspositoris, dengan cara deskripti+, dengan cara narati+, atau dengan cara argumentati+ yang akan dibicarakan pada halaman halaman selan,utnya. ,+ Paragra0 Penutu Paragra+ penutup adalah paragra+ yang terdapat pada akhir karangan atau pada akhir suatu kesatuan yang lebih kecil di dalam karangan itu. Biasanya, paragra+ penutup berupa simpulan semua pembicaraan yang telah dipaparkan pada bagian bagian sebelumnya. 55

9.' "anda Pa)ag)a, Sebuah paragra+ dapat ditandai dengan memulai kalimat pertama sedikit men,orok ke dalam, kira kira lima ketukan mesin ketik atau kira kira dua sentimeter. "engan demikian, para pembaca mudah melihat permulaan tiap paragra+ sebab paragra+ ditandai oleh kalimat permulaannya yang ditulis tidak se,a,ar dengan garis margin atau garis pias kiri. Selain itu dengan memberikan ,arak agak renggang dari paragra+ sebelumnya. 9.. Rangka a*au S*)uk*u) Se-uah Pa)ag)a, 8angka atau struktur satu paragra+ terdiri atas satu kalimat topik dan beberapa kalimat pen,elas. "engan kata lain, apabila dalam satu paragra+ terdapat lebih dari satu kalimat topik, paragra+ itu tidak termasuk paragra+ yang baik. .alimat kalimat di dalam paragra+ itu harus saling mendukung, saling menun,ang, kait berkait satu dengan yang lainnya. .alimat topik adalah kalimat yang berisi topik yang dibicarakan pengarang. Pengarang meletakkan inti maksud pembicarannya pada kalimat topik. .arena topik paragra+ adalah pikiran utama dalam satu paragra+, kalimat topik merupakan kalimat utama dalam paragra+ itu. .arena setiap paragra+ hanya mempunyai satu topik, paragra+ itu tentu hanya mempunyai satu kalimat utama. .alimat utama bersi+at umum. !kuran keumuman sebuah kalimat terbatas pada paragra+ itu sa,a. 1dakalanya satu kalimat yang kita anggap umum akan berubah men,adi kalimat yang khusus apabila paragra+ itu diperluas. Perhatikan paragra+ berikut ini6 Penduduk "ega#; u 3a an(a; e)asa *idak da3a* hidu3 di dae)ahn(a #agi ka)ena -ahan akanan (ang akan di akan seha)i0ha)i *idak en:uku3i ke-u*uhan 3enduduk. Ha# ini dise-a-kan ka)ena #edakan 3enduduk "ega# *e)#a#u -esa) sehingga dae)ah 3e)*anian (ang )e#a*i, *idak -e)*a -ah hasi#n(a i*u *idak da3a* ena 3ung 3e)ke -angan 3enduduk. Pe)*u -uhan 3enduduk "ega# 5auh #e-ih -esa) da)i3ada 3e)ke -angan dae)ah 3e)*anian (ang ada di si*u. .alau kita lihat paragra+ di atas, kalimat yang paling umum si+atnya ialah kalimat pertama, yaitu ;Penduduk Tegal, um amanya, merasa tidak da at hidu di daerahnya lagi karena bahan makanan yang akan dimakan sehari;hari tidak mencuku i kebutuhan endudukH. .alimat kalimat selan,utnya adalah kalimat kalimat pen,elas yang +ungsinya men,elaskan gagasan utama yang terletak pada kalimat pertama. .alau kalimat dalam paragra+ itu ditambah dengan sebuah kalimat lagi, si+at keumuman kalimat pertama itu berubah men,adi khusus. .alimat yang ditambahkan itu berbunyi6 @"idak da3a* di ungki)i -ah4a 3e)*u -uhan 3enduduk (ang *idak dii -angi o#eh 3e)*u -uhan 3)oduksi da3a* en(e-a-kan *ingka* ke ak u)an -e)ku)angA. .alimat yang terakhir ini bersi+at lebih umum daripada kalimat pertama. .alau kalimat terakhir ini ditambahkan pada paragra+ itu, kalimat terakhir ini akan men,adi 58

kalimat utama. .alau kita melihat perkembangan paragra+ yang kita perbincangkan ini, dapat dikatakan bahwa sebelum kalimat itu ditambahkan pada paragra+ itu, kalimat utama paragra+ itu berada di awal paragra+, sedangkan setelah ditambahkan, kalimat utama %kalimat topik* terletak di akhir paragra+. 9.8 Pa)ag)a, Deduk*i, dan Pa)ag)a, Induk*i, "i bawah ini dikutipkan beberapa macam contoh paragra+. /etak kalimat topik pada paragra+ paragra+ itu berbeda beda. Paragra+ yang meletakkan kalimat topik pada awal paragra+ disebut paragra+ dedukti+, sedangkan paragra+ yang meletakkan kalimat topik di akhir paragra+ disebut paragra+ indukti+. Pengarang ,enis pertama meletakkan kalimat topiknya di bagian awal paragra+ yang bersangkutan. Perhatikan kalimat yang dicetak dengan huru+ tebal6 )rang akti iala# sejenis arang yang diper"le# dari suatu pembakaran yang mempunyai si at tidak larut dalam air. !rang ini da at di eroleh dari embakaran )at;)at tertentu, se erti am as tebu, tem urung kela a, dan tongkol jagung. <enis arang ini banyak digunakan dalam bebera a industri angan atau non angan. Industri yang menggunakan arang akti0 adalah industri kimia dan 0armasi, se erti ekerjaan memurnikan minyak, menghilangkan bau yang tidak murni, dan mengua kan )at yang tidak erlu. Pengarang ,enis kedua meletakkan kalimat topiknya pada bagian akhir paragra+, seperti terlihat pada paragra+ berikut6 %ua anak kecil ditemukan tewas di inggir jalan <enderal Sudirman. Seminggu kemudian seorang anak erem uan hilang ketika ulang dari sekolah. Sehari kemudian olisi menemukan bercak;bercak darah di kursi belakang mobil <ohn. Polisi juga menemukan otret dua orang anak yang tewas di jalan <enderal Sudirman di dalam kantung celana <ohn. Dengan demikian/ %"#n adala# "rang yang dapat dimintai pertanggungja5aban tentang #ilangnya tiga anak itu. 1da pula paragra+ yang tidak memperlihatkan kalimat utamanya. Aagasan utama sebuah paragra+ itu berada di seluruh paragra+. Paragra+ seperti ini tidak mempunyai kalimat yang umum. Semua kalimat bersi+at khusus. Biasanya paragra+ seperti ini terdapat pada paragra+ yang bersi+at narati+. 3isalnya6 Pada tengah hari hari itu Pak /urah datang. Bapak Bupati datang ke tempat itu. 0iga ,am kemudian kita melihat orang orang telah berkumpul di arena itu. 0idak pula ketinggalan artis artis muda belia. Para wartawan pun telah pula meman+aatkan waktu. Suatu hal lagi yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa kalimat topik harus kalimat yang ideal, bukan kalimat topik yang membingungkan. .alimat topik itu harus bersi+at umum, ,angan mendetail. .alimat topik yang ideal adalah kalimat topik yang ,elas maksudnya dan mudah dipahami. Pembaca tidak usah berpikir lama lama apa yang dimaksud oleh penulisnya. Biasanya, kalimat yang mudah dipahami itu adalah kalimat yang sederhana, ringkas, dan

59

tidak berbelit belit. Sebaliknya, kalimat topik yang tidak ideal atau kalimat tidak ,elas dan membingungkan, harus dihindari. 3isalnya6 Membingungkan I Sistem ondasi cakar ayam enemuan almarhum Pro0. Soedyatmo yang terkenal akhir;akhir ini di kalangan internasional terutama di negara !sean karena di akai untuk membangun berbagai struktur di atas tanah lembek. Sistem 0ondasi cakar ayam, di akai untuk membangun berbagai struktur di atas tanah lembek.

Seharusnya

.alimat topik yang baik adalah kalimat yang umum atau kalimat yang tidak mendetail. Perhatikan contoh berikut6 #mum Mendetail I I Penelitian ini memerlukan berbagai 0aktor agar selesai dengan memuaskan. Penelitian ini memerlukan biaya yang banyak, waktu yang cuku , dan tenaga yang teram il agar selesai dengan memuaskan.

Seperti yang sudah dikemukakan sebelumnya, sebuah paragra+ itu terdiri atas satu kalimat topik dan beberapa kalimat pen,elas. .alimat kalimat pen,elas itulah yang membuat paragra+ itu benar benar ;bicara= kepada pembacanya. 9ara men,elaskan kalimat topik itu dapat dengan mengulasnya, menyokongnya, menceritakan, atau memberikan de+inisi secara ,elas. "engan demikian satu paragra+ men,adi suatu pembicaraan yang menyakinkan. Penulis yang berpengalaman tidak akan membuat kalimat pen,elas yang masih umum karena kalimat pen,elas yang maish umum akan menyebabkan pembaca harus meraba raba makna paragra+. Ia akan memberikan uraian uraian yang terinci untuk membuat paragra+ dapat berbicara kepada pembacanya. Paragra+ berikut memperlihatkan kepada kita bahwa penulisnya membuat kalimat kalimat pen,elas yang terinci sehingga pembaca akan merasa yakin akan isi paragra+nya, yaitu6 Kemajuan teknologi di negara Re ublik Indonesia ada akhir;akhir ini sangat dirasakan oleh masyarakat sebagai suatu restasi besar bagi bangsa Indonesia. -al itu ditunjang oleh bebera a 0aktor nyata yang sangat dibanggakan. Kehadiran industri esawat terbang nusantara, ditambah ula dengan kehadiran Pus i tek dan bebera a embangkit tenaga listrik memberikan bukti tentang kemajuan teknologi itu. ! alagi, di sana;sini tidak ula ketinggalan bebera a industri mobil, elektronik dan obat;obatan. 9.9 Penge -angan Pa)ag)a, 3engarang itu adalah usaha mengembangkan beberapa kalimat topik. "engan demikian, dalam karangan itu kita harus mengembangkan beberapa paragra+ demi paragra+. :leh karena itu, kita harus hemat menempatkan kalimat topik. Satu paragra+ hanya mengandung sebuah kalimat topik. 9ontoh di bawah ini memperlihatkan

8?

perbedaan paragra+ yang tidak hemat dan paragra+ yang hemat akan kalimat topik. Paragra+ yang tidak hemat ini mengandung tiga kalimat topik, yaitu6 Pengge a) se)u#ing -ua*an F)ede)i:k Mo)gan -e)sedia engunggu #i a -e#as *ahun asa# e 3e)o#eh se-uah se)u#ing -ua*an Mo)gan. Pe)*engahan -u#an +u#i Mo)gan enghen*ikan 3e esanan se)u#ing ka)ena *e)#a#u -an(ak 3ihak (ang e esang se)u#ing -ua*ann(a. Me ang de4asa ini Mo)gan *e)go#ong ah#i 3e -ua* ins*)u en *iu3 ke#as dunia. Perhatikan paragra+ berikut yang merupakan hasil pengembangan kalimat kalimat di atas6 Pengge a) se)u#ing -ua*an F)ede)ing Mo)gan -e)sedia enunggu #i a -e#as *ahun asa# e 3e)o#eh se-uah se)u#ing -ua*an Mo)gan. Pe)n(a*aan *e)se-u* dike ukakan o#eh -e-e)a3a 3engge a) se)u#ing E)o3a. Ha# ini *e)5adi se*e#ah Mo)gan engu u kan -ah4a 3e esanan se)u#ingn(a di*u*u3. Pada 3e)*engahan -u#an +u#i Mo)gan enghen*ikan 3e esanan se)u#ing ka)ena *e)#a#u -an(ak 3ihak (ang e esan se)u#ing -ua*ann(a. +ika se)u#ing di-ua* *e)us ene)us; Mo)gan ha)us -eke)5a se#a a 1% *ahun guna e enuhi 3esanan *e)se-u*. Se)u#ing -ua*an Mo)gan sanga* -e)3e)an 3ada usik di dunia E)o3a se5ak *ahun 1B'6. De4asa ini Mo)gan *e)go#ong ah#i 3e -ua* is*)u en *iu3 ke#as dunia. Be-e)a3a ah#i #ainn(a ada#ah Hans 2ao#s a =1*)e:h*>; Mo)*in Sko<)one:k =B)e en>; F)ed)i:k <an Huene =A e)ika Se)ika*>; K#aus S:hee#e =+e) an>; se)*a Shig:ho)u Ya aoka dan Kui*o Kinoshi*o =+e3ang>. .alau kita amati, ternyata paragra+ paragra+ yang terakhir lebih berbicara pada paragra+ sebelumnya, yang mengandung tiga kalimat topik. Paragra+ terakhir hemat akan kalimat topik, tetapi kreati+ dengan kalimat kalimat pen,elas. 9.B "eknik Penge -angan Pa)ag)a, 0eknik pengembangan paragra+ itu, secara garis besarnya, ada dua macam. Pertama dengan menggunakan ;ilustrasi=. 1pa yang dikatakan kalimat topik itu dilukiskan dan digambarkan dengan kalimat kalimat pen,elas sehingga di depan pembaca tergambar dengan nyata apa yang dimaksud oleh penulis. .edua dengan analisis. 1pa yang dinyatakan kalimat topik dianalisa secara logis sehingga pernyataan tadi merupakan sesuatu yang meyakinkan. "i dalam praktik, kedua teknik di atas dapat dirinci lagi men,adi beberapa cara yang lebih praktis, di antaranya %a* dengan memberikan contoh, %b* dengan menampilkan +akta +akta, %c* dengan memberikan alasan alasan, dan %d* dengan bercerita. Perhatikan contoh contoh di bawah ini6 a. %engan Memberikan 3ontoh@Eakta Biasanya, pembaca senang membaca paragra+ paragra+ yang dikembangkan dengan cara ini. Perhatikan paragra+ berikut6

81

Kegia*an K1D di desa0desa (ang -e#u de4asa se)ing di:a 3u)i o#eh *engku#ak0*engku#ak; se3e)*i di Desa Kio)o. Se ua kegia*an K1D se#a#u di3an*au o#eh *engku#ak0*engku#ak. Kadang0kadang -ukan e an*au #agi na an(a; *e*a3i #angsung iku* se)*a enen*ukan ha)ga ga-ah 3enduduk (ang akan di5ua# ke ko3e)asi. "engku#ak i*u#ah (ang enga*u) 3e -agian uang (ang di*angani o#eh ke*ua ko3e)asi; enga*u) 3e -e#ian 3adi; dan se-again(a. De ikian 3u#a ha#n(a da#a en5ua# ke -a#i ke as(a)aka*. Ha)ga 3adi se#a#u di*en*ukan o#eh *engku#ak i*u. Da)i hasi# 3en5ua#an ini *engku#ak e in*a u3ah (ang :uku3 -esa) da)i ke*ua ko3e)asi. "alam menggunakan cara ini, penulis hendaknya pandai memilih contoh contoh yang umum, contoh yang representati+, yang dapat mewakili keadaan yang sebenarnya, dan bukan contoh yang terlalu dicari cari. b. %engan Memberikan !lasan;!lasan "alam cara ini, apa yang dinyatakan oleh kalimat topik dianalisis berdasarkan logika, dibuktikan dengan uraian uraian yang logis dengan men,elaskan sebab sebab mengapa demikian. Perhatikan paragra+ berikut6 Me -iasakan di)i -e)o#ah)aga se*ia3 3agi -an(ak an,aa*n(a -agi seo)ang 3ega4ai. O#ah)aga i*u sanga* 3e)#u un*uk engi -angi kegia*an duduk -e)5a 05a di-e#akang e5a kan*o). Ka#au *idak de ikian; 3ega4ai i*u akan ende)i*a -e-e)a3a 3en(aki* ka)ena *idak ada kesei -angan ke)5a o*ak dan ke)5a ,isik. Ka#au 3ega4ai i*u ende)i*a saki*; -e)a)*i dia e -engka#aikan 3eke)5aan kan*o) (ang -e)a)*i 3u#a e#u 3uhkan kegia*an nega)a. c. %engan Bercerita Biasanya pengarang mengungkapkan kembali peristiwa peristiwa yang sedang atau sudah berlalu apabila ia mengembangkan paragra+ dengan cara ini. "engan paragra+ itu, pengarang berusaha membuat lukisannya itu hidup kembali. Perhatikan paragra+ berikut6 Ko*a Conoso-o *e#ah e)eka #a#ui. Kini 5a#an #e-ih enan5ak dan se 3i* -e)#iku0#iku. Bus e)aung0)aung ke da*a)an *inggi Dieng. Di sa 3ing kanan 5u)ang enganga; *e*a3i 3e andangan di ke5auhan ada#ah hu*an 3inus en(e#i u*i 3unggung -uki* dan -ekas0-ekas ka4ah (ang e u*ih. Pe andangan i*u e#a#aikan gon:angan -us (ang *ak hen*i0hen*in(a -e)ke#ak0ke#ok. Seseka#i a*a3 )u ah -e)de)e* ke#iha*an da)i ke5auhan. 9.16 Pe -agian Pa)ag)a, Menu)u* "eknik Pe a3a)an 3enurut teknik pemaparannya paragra+ dapat dibagi dalam empat macam, yaitu6 a. %eskri ti0 Paragra+ deskripti+ disebut ,uga paragra+ melukiskan %lukisan*. Paragra+ ini melukiskan apa yang terlihat di depan mata. 2adi, paragra+ ini bersi+at tata ruang atau tata letak. Pembicaraannya dapat berurutan dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan.

82

"engan kata lain, deskripti+ berurusan dengan hal hal kecil yang tertangkap oleh pancaindera. 9ontoh6 Pasa) "anah A-ang ada#ah se-uah 3asa) (ang se 3u)na. Se ua -a)ang di sana. Di *oko (ang 3a#ing de3an -e)de)e* *oko se3a*u da#a dan #ua) nege)i . di #an*ai dasa) *e)da3a* *oko kain (ang #engka3 dan -e)de)e*0de)e*. Di sa 3ing kanan 3asa) *e)da3a* 4a)ung04a)ung ke:i# ke:i# 3en5ua# sa(u) dan -ahan da3u). Di sa 3ing ki)i dada 3u#a -e)5enis05enis -uahan. Pada -agian -e#akang ki*a da3a* ene ukan -e)3u#uh03u#uh 3edagang daging. Be#u ki*a ha)us e#iha* #an*ai sa*u; dua dan *iga. b. 'ks ositoris Paragra+ ekspositoris disebut ,uga paragra+ paparan. Paragra+ ini menampilkan suatu ob,ek. Penin,auan tertu,u pada satu unsur sa,a. Penyampaian dapat menggunakan perkembangan analisis kronologis atau keruangan. 9ontoh6 Pasa) "anah A-ang ada#ah 3asa) (ang ko 3#eks. Di #an*ai dasa) *e)da3a* se -i#an 3u#uh kios 3en5ua# kain. Se*ia3 ha)i )a*a0)a*a *e)5ua# *iga )a*us e*e) un*uk se*ia3 kios. Da)i da*a ini da3a* di3e)ki)akan -e)a3a -esa) uang (ang asuk ke kas DKI da)i 3asa) "anah A-ang. c. !rgumentati0 Paragra+ argumentati+ sebenarnya dapat dimasukkan ke dalam ekspositoris. Paragra+ argumentati+ disebut ,uga persuasi. Paragra+ ini lebih bersi+at membu,uk atau meyakinkan pembaca terhadap suatu hal atau ob,ek. Biasanya paragra+ ini menggunakan perkembangan analisis. 9ontoh6 Dua *ahun *e)akhi); *e)hi*ung se5ak Boeing B08$8 i#ik aska3ai 3ene)-angan A#oha Ai)#ines 5a*uh; isu 3esa4a* *ua en:ua* ke 3e) ukaan. Ini -isa di ak#u i se-a- 3esa4a* (ang -adann(a ko(ak se3an5ang % e*e) i*u sudah dio3e)asikan #e-ih da)i 1B *ahun. O#eh ka)ena i*u; ada#ah :uku3 -e)a#asan 5ika o)ang en5adi :e as *e)-ang dengan 3esa4a* -e)usia *ua. Di Indonesia (ang engage*kan; #e-ih da)i .6D 3esa4a* (ang -e)o3e)asi ada#ah 3esa4a* *ua. A ankahE Ka#au e ang a an; #a#u -agai ana :a)a e)a4a*n(a dan -e)a3a -ia(an(a sehingga ia *e*a3 n(a an dinaikiE d. =arati0 .arangan narasi biasanya dihubungkan hubungkan dengan cerita. :leh sebab itu, sebuah karangan narasi atau paragra+ narasi hanya kita temukan dalam noEel, cerpen, atau hikayat. 9ontoh6 Ma#a i*u a(ah ke#iha*an -ena)0-ena) a)ah. Aku sa a seka#i di#a)ang -e)*e an dengan S(ai)u#. Bahkan a(ah enga*akan -ah4a aku akan dian*a) dan di5e 3u* ke seko#ah. I*u se ua ga)a0ga)a S#a e* (ang *e#ah e 3e)kena#kan aku dengan Si*i. %Sikumbang, 19816 1 #2 dan Parera, 198(6 ( 2#*.

8(

BAB IF DIKSI A"A1 PI!IHAN KA"A B.1 Penge)*ian Diksi "iksi ialah pilihan kata. 3aksudnya, kita memilih kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. Pilihan kata merupakan satu unsur sangat penting, baik dalam dunia karang mengarang maupun dalam dunia tutur setiap hari. "alam memilih kata yang setepat tepatnya untuk menyatakan suatu maksud, kita tidak dapat lari dari kamus. .amus memberikan suatu ketetapan kepada kita tentang pemakaian kata kata dalam hal 8#

ini. .ata yang tepat akan membantu seseorang mengungkapkan dengan tepat apa yang ingin disampaikannya, baik lisan maupun tulisan. "i samping itu, pemilihan kata itu harus pula sesuai dengan situasi dan tempat penggunaan kata kata itu. B.2 Makna Deno*a*i, dan Kono*a*i, 3akna denotati+ adalah makna dalam alam wa,ar secara eksplisit. 3akna wa,ar ini adalah makna yang sesuai dengan apa adanya. "enotati+ adalah suatu pengertian yang dikandung sebuah kata secara ob,ekti+. Sering ,uga makna denotati+ disebut makna konseptual. .ata makan, misalnya, bermakna memasukan sesuatu ke dalam mulut, dikunyah dan ditelan. 3akna kata makan seperti ini adalah makna denotati+. 3akna konotati+ adalah makna asosiati+, makna yang timbul sebagai akibat dari sikap sosial, sikap pribadi, dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual. .ata makan dalam makna konotati+ dapat berarti untung atau pukul. 3akna konotati+ berbeda dari @aman ke @aman. Ia tidak tetap. .ata kamar kecil mengacu kepada kamar yang kecil %denotati+* tetapi kamar kecil berarti ,uga ,amban %konotati+*. "alam hal ini, kita kadang kadang lupa apakah suatu makna kata itu adalah makna denotati+ atau konotati+. .ata rumah monyet mengandung makna konotati+. 1kan tetapi, makna konotati+ itu tidak dapat diganti dengan kata lain sebab nama lain untuk kata itu tidak ada yang tepat. Begitu ,uga dengan istilah rumah asap. 3akna konotati+ si+atnya lebih pro+esional dan operasional dari pada makna denotati+. 3akna denotati+ adalah makna yang umum. "engan kata lain, makna konotati+ adalah makna yang dikaitkan dengan suatu kondisi dan situasi tertentu. 3isalnya6 8umah Penonton "ibuat Sesuai 0ukang Peker,a Bunting 3ati gedung, wisma, graha pemirsa, pemerhati dirakit, disulap harmonis ahli, ,uru pegawai, karyawan hamil, mengandung meninggal, wa+at.

3akna konotati+ dan makna denotati+ berhubungan erat dengan kebutuhan pemakaian bahasa. 3akna denotati+ ialah anti har+iah suatu makna yang menyertainya, sedangkan makna konotati+ adalah makna kata yang mempunyai tautan pikiran, peranan, dan lain lain yang menimbulkan nilai rasa tertentu. "engan kata lain, makna denotati+ adalah makna yang bersi+at umum, sedangkan makna konotati+ lebih bersi+at pribadi dan khusus. 9ontoh6 %ia adalah wanita cantik 4denotati0+ %ia adalah wanita manis 4konotati0+

8$

.ata cantik lebih umum daripada kata manis. .ata cantik akan memberikan gambaran umum tentang seorang wanita. 1kan tetapi, dalam kata manis terkandung suatu maksud yang lebih bersi+at memukau perasaan kita. >ilai kata kata itu dapat bersi+at baik dan dapat pula bersi+at ,elek. .ata kata yang berkonotasi ,elek dapat kita sebutkan seperti kata tolol %lebih ,elek dari pada bodoh*. 3ampus %lebih ,elek dari kata mati*, dan gubuk %lebih ,elek dari pada rumah*. "i pihak lain, kata kata itu dapat mengandung arti kiasan yang ter,adi dari makna denotati+ re+eren lain. 3akna yang dikenakan kepada kata itu dengan sendirinya akan ganda sehingga kontekslah yang lebih banyak berperan dalam hal ini. 9ontoh6 Sejak dua tahun yang lalu ia membanting tulang untuk mem eroleh ke ercayaan masyarakat .ata membanting tulang %yang mengambil suatu denotati+ kata peker,aan membanting sebuah tulang* mengandung makna ;beker,a keras= yang merupakan sebuah kiasan. .ata membanting tulang dapat kita masukkan ke dalam golongan kata yang bermakna konotati+. .ata kata yang dipakai secara kiasan pada suatu kesempatan penyampaian seperti ini disebut idiom atau ungkapan. Semua bentuk idiom atau ungkapan tergolong dalam kata yang bermakna konotati+. .ata kata ungkapan adalah sebagai berikut6 Keras ke ala Panjang tangan Sakit hati, dan sebagainya. B.$ Makna 1 u dan Khusus

.ata ikan memiliki acuan yang lebih luas dari pada kata mu,air atau tawes. Ikan tidak hanya mu,air atau tawes. 0etapi ikan terdiri atas beberapa macam, seperti gurame, lele, luna, bumerang, nila, dan ikan mas. Sebaliknya, tawes, pasti tergolong ,enis ikan, demikian ,uga gurame, lele, sepat, tuna, dan acuannya lebih luas disebut kata umum, seperti ikan, sedangkan kata yang acuannya lebih khusus disebut kata khusus, seperti gurame, lele, tawes dan ikan mas. 9ontoh kata bermakna umum yang lain adalah bunga. .ata bunga memiliki acuan yang lebih luas dari pada mawar. Bunga bukan hanya mawar, melainkan ,uga ros, melati, dahlia, anggrek dan cempaka. Sebaliknya, melati pasti se,enis bunga, anggrek ,uga tergolong bunga, dahlia ,uga merupakan se,enis bunga. .ata bunga yang memiliki acuan yang lebih luas disebut kata umum, sedangkan kata dahlia, cempaka, melati, atau ros memiliki acuan yang lebih khusus dan disebut kata khusus. B.% Ka*a Konk)e* dan A-s*)ak

8)

.ata yang acuannya semakin mudah diserap pancaindera disebut kata konkret, seperti me,a, rumah, mobil, cantik, hangat, wangi, suara. 2ika acuan sebuah kata tidak mudah diserap pancaindra, kata itu disebut kata abstrak, seperti gagasan dan perdamaian. .ata abstrak digunakan untuk mengungkapkan gagasan rumit. .ata abstrak mampu membedakan secara halus gagasan yang bersi+at teknis dan khusus. 1kan tetapi, ,ika kata abstrak terlalu diobral atau dihambur hamburkan dalam suatu karangan, karangan itu dapat men,adi samar dan tidak cermat. B.' Sinoni Sinonim adalah dua kata atau lebih yang pada dasarnya mempunyai makna yang sama, tetapi bentuknya berlainan. .esinoniman kata tidaklah mutlak, hanya ada kesamaan atau kemiripan. Sinonim ini dipergunakan untuk mengalihkan pemakaian kata pada tempat tertentu sehingga kalimat itu tidak membosankan. "alam pemakaiannya bentuk bentuk kata yang bersinonim akan menghidupkan bahasa seseorang dan mengonkretkan bahasa seseorang sehingga ke,elasan komunikasi %lewat bahasa itu* akan terwu,ud. "alam hal ini pemakai bahasa dapat memilih bentuk kata mana yang paling tepat untuk dipergunakannya, sesuai dengan kebutuhan dan situasi yang dihadapinya. .ita ambil contoh kata cerdas dan cerdik. .edua kata itu bersinonim, tetapi kedua kata tersebut tidak persis sama benar. 9ontoh6 1gung, besar, raya 3ati, mangkat, wa+at, meninggal, tewas, gugur 9ahaya, sinar Ilmu, pengetahuan Penelitian, penyelidikan .esinoniman kata masih berhubungan dengan masalah makna denotati+ dan makna konotati+ suatu kata. B.. Pe -en*ukan Ka*a 1da dua cara pembentukan kata, yaitu dari dalam dan dari luar bahasa Indonesia. "ari dalam bahasa Indonesia terbentuk kosakata baru dengan dasar kata yang sudah ada, sedangkan dari luar terbentuk kata baru melalui unsur serapan. "ari dalam bahasa Indonesia terbentuk kata baru, misalnya6 *a*a tata buku tata bahasa tata rias ha)i hari sial da(a daya tahan daya pukul daya tarik *u*u3 tutup tahun se)-a serba putih serba plastik serba kuat #e3as lepas tangan 85

hari ,adi Bank .redit 'aluta 0eleEisi

tutup buku wisata santai nyeri candak kulak

lepas pantai

"ari luar bahasa Indonesia terbentuk kata kata melalui pungutan kata, misalnya6

.ita sadar bahwa kosakata bahasa Indonesia banyak dipengaruhi oleh bahasa asing. .ontak bahasa memang tidak dapat dielakkan karena kita berhubungan dengan bangsa lain. :leh sebab itu, pengaruh mempengaruhi dalam hal kosakata pasti ada. "alam hal ini perlu ditata kembali kaidah penyerapan kata kata itu. :leh sebab itu, Pedoman !mum Pembentukan Istilah yang kini telah beredar di seluruh >usantara membantu upaya itu. .ata kata pungut adalah kata yang diambil dari kata kata asing. 4al ini disebabkan oleh kebutuhan kita terhadap nama dan penamaan benda atau situasi tertentu yang belum dimiliki oleh bahasa Indonesia. Pemungutan kata kata asing yang bersi+at internasional sangat kita perlukan karena kita memerlukan suatu komunikasi dalam dunia dan teknologi modern, kita memerlukan komunikasi yang lancar dalam segala macam segi kehidupan. .ata kata pungut itu ada yang dipungut tanpa diubah, tetapi ada ,uga yang diubah. .ata kata pungut yang sudah disesuaikan dengan e,aan bahasa Indonesia disebut bentuk serapan. Bentuk bentuk serapan itu ada empat macam6 1* .ita mengambil kata yang sudah sesuai dengan e,aan bahasa Indonesia. 9ontoh6 Bank ( name, dan 6ol0 2* .ita mengambil kata yang menyesuaikan kata itu dengan e,aan bahasa Indonesia. 9ontoh6 Subject ! otheek #ni$ersity Starting oint Meet the ress # to date Brie0ing -earing subjek a otek, dan uni$ersitas titik tolak jum a ers, mutakhir, taklimat, arahan dan dengar enda at

(* .ita menemukan istilah istilah asing ke dalam bahasa Indonesia. 9ontoh6

#* .ita mengambil istilah yang tetap seperti aslinya karena si+at keuniEersalannya. 9ontoh6 88

%e 0acto, Status Juo, 3um laude, dan !d hoc "alam menggunakan kata, terutama dalam situasi resmi, kita perlu memerhatikan beberapa ukuran. n* .ata yang la@im dipakai dalam bahasa tutur atau bahasa setempat dihindari 3isalnya6 >ongkrong 8aun .ata kata itu dapat dipakai sudah men,adi milik umum. 9ontoh6 6anyang Dugas anjangsana kelola

o* .ata kata yang mengandung nilai rasa hendaknya dipakai secara cermat dan hati hati agar sesuai dengan tempat dan suasana pembicaraan. 9ontoh6 0unanetra 0unarungu 0unawicara buta tuli bisu

p* .ata yang tidak la@im dipakai dihindari kecuali kalau sudah dipakai oleh masyarakat. 9ontoh6 .onon Bayu /askar puspa lepau didaulat.

"i bawah ini akan dibicarakan beberapa penerapan pilihan kata. Sebuah kata dikatakan baik kalau tepat arti dan tepat penempatanya. Seksama dalam pengungkapan, la@im dan sesuai dengan kaidah e,aan. Beberapa contoh pemakaian kata di bawah ini dapat dilihat6 a* .ata raya tidak dapat disamakan dengan kata besar, agung. .ata kata itu tidak selalu dapat dipertukarkan. 9ontoh6 mas,id raya, rumah besar, hakim agung. b* .ata masing masing dan tiap tiap tidak sama dalam pemakaiannya. .ata tiap tiap harus diikuti oleh kata benda, sedangkan kata masing masing tidak boleh diikuti oleh kata benda. 9ontoh6 1?* 11* 12* 0iap tiap kelompok terdiri atas tiga puluh orang, Berbagai gedung bertingkat di 2akarta memiliki gaya arsitektur masing masing 3asing masing mengemukakan keberatannya.

89

1(*

Para pemimpin negara 1PB9 yang hadir di 2akarta masing masing di,aga ketat oleh pengawal kepresidenan Indonesia.

c* Pemakaian kata dan lain lain harus dipertimbangkan secara cermat. .ata dan lain lain sama kedudukannya dengan seperti, antara lain, misalnya6 Bentuk yang Sala# Bentuk yang Benar "alam ruang itu kita dapat menemukan a* "alam ruang itu barang barang seperti me,a, buku, kita dapat menemukan me,a, buku, bangku dan lain lain. bangku dan lain lain. b* "alam ruang itu kita dapat menemukan barang barang seperti me,a, buku, dan bangku.

d* Pemakaian kata pukul dan ,am harus dilakukan secara tepat. .ata pukul menun,ukkan waktu, sedangkan kata ,am menun,ukkan ,angka waktu. 3isalnya6 Seminar tentang kardiologi yang diselenggarakan oleh -akultas .edokteran !niEersitas Indonesia berlangsung selama # ,am, yaitu dari ,am ?8.?? s.d. ,am 12.??. %salah* Seminar tentang kardiologi yang diselenggarakan oleh -akultas .edokteran !niEersitas Indonesia berlansung selama # ,am, yaitu dari pukul 8.?? s.d. pukul 12.??. %benar* e* .ata sesuatu dan suatu harus dipakai secara tepat. .ata sesuatu tidak diikuti oleh kata benda, sedangkan kata suatu harus diikuti kata benda. 9ontoh6 a* Ia mencari sesuatu. b* Pada suatu waktu ia datang dengan wa,ah berseri seri. +* .ata dari dan daripada tidak sama pemakaiannya. .ata dari dipakai untuk menun,ukkan asal sesuatu, baik bahan maupun arah. 9ontoh6 a* Ia mendapat tugas dari atasannya. b* 9incin itu terbuat dari emas. .ata dari pada ber+ungsi membandingkan, contoh6 a* "uduk lebih baik daripada berdiri. b* Indonesia lebih luas daripada 3alaysia.

B.8 Kesa#ahan Pe -en*ukan dan Pe i#ihan Ka*a Pada bagian berikut akan diperlihatkan kesalahan pembentukan kata yang sering kita temukan, baik dalam bahasa lisan maupun dalam bahasa tulis. Setelah diperlihatkan bentuk yang salah, diperlihatkan pula bentuk yang benar, yang merupakan perbaikannya.

9?

a. Penanggalan !walan me; Penanggalan awalan me pada ,udul berita dalam surat kabar diperbolehkan. >amun, dalam teks beritanya awalan me harus eksplisit. "i bawah ini diperlihatkan bentuk yang salah dan bentuk yang benar. 1#* %Salah* 1$* %benar* b. Penanggalan !walan ber; .ata kata yang berawalan ber sering ditanggalkan. Padahal, awalan ber harus dieksplisitkan secara ,elas. "i bawah ini dapat dilihat bentuk salah dan benar dalam pemakaiannya. 1)* 15* 18* 19* Sampai ,umpa lagi. %salah* Sampai ber,umpa lagi. %benar* Pendapat saya beda dengan pendapatnya. %salah* Pendapat saya berbeda dengan pendapatnya. %benar* 2aksa 1gung, 3ar@uki "arusman, memeriksa mantan Presiden Soeharto. 2aksa 1gung, 3ar@uki "arusman, periksa mantan Presiden Soeharto.

c. Peluluhan Bunyi @c@ .ata dasar yang diawali bunyi CcC sering men,adi luluh apabila mendapat awalan me . Padahal, sesungguhnya bunyi CcC tidak luluh apabila mendapat awalan me . "i bawah ini diperlihatkan bentuk salah dan bentuk benar, yaitu6 2?* 21* Dakidi sedang menyuci mobil. %salah* Dakidi sedang mencuci mobil. %benar*

d. Penyengauan Kata %asar 1da lagi ge,ala penyengauan bunyi awal kata dasar. Penyengauan kata dasar ini sebenarnya adalah ragam lisan yang dipakai dalam ragam tulis. 1khirnya, pencampuradukan antara ragam lisan dan ragam tulis menimbulkan suatu bentuk kata yang salah dalam pemakaian. .ita sering menemukan penggunaan kata nyopet, mandang, ngail, ngantuk, nabrak, nanam, nulis, nyubit, ngepung, nolak, nyuap, dan nyari. "alam bahasa Indonesia baku tulis, kita harus menggunakan kata kata mencopet, memandang, mengail, mengantuk, menabrak, menanam, menulis, mencubit, mengepung, menolak, mencabut, menyuap, dan mencari. e. Bunyi @s@, @k@, @ @, dan @t@ yang Tidak Duluh

91

.ata dasar yang bunyi awalnya CsC, CkC, CpC, atau CtC, sering tidak luluh ,ika mendapat awalan me atau pe . Padahal, menurut kaidah baku bunyi bunyi itu harus lebur men,adi bunyi sengau. "i bawah ini dibedakan bentuk salah dan bentuk benar dalam pemakaian sehari hari, yaitu6 22* 2(* 2#* 2$* Bksistensi Indonesia sebagai negara pensuplai minyak sebaiknya dipertahankan. %salah* Bksistensi Indonesia sebagai negara penyuplai minyak sebaiknya dipertahankan. %benar* Semua warga negara harus mentaati peraturan yang berlaku. %salah* Semua warga negara harus menaati peraturan yang berlaku. %benar*

.aidah peluluhan bunyi s, k, p, dan t tidak berlaku pada kata kata yang dibentuk dengan gugus konsonan. .ata traktor apabila diberi awalan me , kata ini akan men,adi mentraktor bukan menraktor. .ata proklamasi apabila diberi awalan me , maka akan men,adi memproklamasikan bukan memroklamasikan. 0. !walan ke; yang Keliru Pada kenyataan sehari hari, kata kata yang seharusnya berawalan ter sering diberi berawalan ke. 4al itu disebabkan oleh kekurangcermatan dalam memilih awalan yang tepat. !mumnya, kesalahan itu dipengaruhi oleh bahasa daerah %2awaCSunda*. "i bawah ini dipaparkan bentuk salah dan bentuk benar dalam pemakaian awalan6 2)* 25* %benar*. 28* 29* (?* (1* "ompet saya tidak kebawa waktu berangkat, saya tergesa gesa. %salah* "ompet saya tidak terbawa waktu berangkat, saya tergesa gesa. %benar* 3engapa kamu ketawa terus< %salah* 3engapa kamu tertawa terus< %benar* Pengendara motor itu meninggal karena ketabrak oleh metro mini. %salah* Pengendara motor itu meninggal karena tertabrak oleh metro mini.

Perlu diketahui bahwa awalan ke hanya dapat menempel pada kata bilangan. Selain di depan kata bilangan, awalan ke tidak dapat dipakai. Pengecualian terdapat pada kata kekasih, kehendak, dan ketua. :leh sebab itu, kata ketawa, kecantol, keseleo, kebawa, ketabrak, bukanlah bentuk baku dalam bahasa Indonesia. Bentuk bentuk yang benar ialah kedua, keempat, kesepuluh, keseribu, dan seterusnya. g. Pemakaian !khiran 5ir Pemakaian akhiran Jir sangat produkti+ dalam penggunaan bahasa Indonesia sehari hari. Padahal, dalam bahasa Indonesia baku, untuk padanan akhiran Jir adalah Jasi atau Jisasi. "i bawah ini ungkapan bentuk yang salah dan bentuk yang benar, yaitu6 (2* Saya sanggup mengkoordinir kegiatan itu. %salah*

92

((* (#* ($*

Saya sanggup mengkoordinasi kegiatan itu. %benar*. Soekarno 4atta memproklamirkan negara 8epublik Indonesia. %salah* Soekarno 4atta memproklamasikan negara 8epublik Indonesia. %benar*

Perlu diperhatikan, akhiran Jasi atau Jisasi pada kata kata lelenisasi, turinisasi, neonisasi, radionisasi, pompanisasi, dan koranisasi merupakan bentuk yang salah karena kata dasarnya bukan kata serapan dari bahasa asing. .ata kata itu harus diungkapkan men,adi usaha peternakan lele, usaha penanaman turi, usaha pemasangan neon, gerakan memasyarakatkan radio, gerakan pemasangan pompa, dan usaha memasyarakatkan koran. h. Padanan yang Tidak Serasi .arena pemakai bahasa kurang cermat memilih padanan kata yang serasi, yang muncul dalam pembicaraan sehari hari adalah padanan yang tidak sepadan atau tidak serasi. 4al itu baru ter,adi karena dua kaidah bahasa bersilang, atau bergabung dalam sebuah kalimat. "i bawah ini dapat dipaparkan bentuk salah dan bentuk benar terutama dalam memakai ungkapan penghubung intrakalimat, yaitu6 ()* (5* (8* (9* #?* #1* .arena modal di bank terbatas sehingga tidak semua pengusaha lemah memperoleh kredit. %salah* .arena modal di bank terbatas, tidak semua pengusaha lemah memperoleh kredit. %benar* 3odal di bank terbatas sehingga tidak semua pengusaha lemah memperoleh kredit. %benar* 1pabila pada hari itu saya berhalangan hadir, maka rapat akan dipimpin oleh Sdr. "aud. %salah* 1pabila pada hari itu saya berhalangan hadir, rapat akan dipimpin oleh Sdr. "aud. %benar* Pada hari itu saya berhalangan hadir, maka rapat akan dipimpin oleh Sdr. "aud. %benar*

Bentuk bentuk di atas adalah bentuk yang menggabungkan kata karena dan sehingga, kata apabila dan maka, dan kata walaupun dan tetapi. Penggunan dua kata itu dalam sebuah kalimat tidak diperlukan. Bentuk bentuk lainnya yang merupakan padanan yang tidak serasi adalah disebabkan karena, dan lain sebagainya, karena maka, untuk ... maka, meskipun...tetapi, kalau...makan dan sebagainya. Bentuk yang baku untuk mengganti padanan itu adalah disebabkan oleh, dan lain lain, atau dan sebagainya, karenaCuntukCkalau sa,a tanpa diikuti maka, atau maka sa,a tanpa didahului oleh karenaCuntukCkalau, meskipun sa,a tanpa disusul tetapi atau tetapi sa,a tanpa didahului meskipun. i. Pemakaian Kata %e an, di, ke, dari, bagi, ada, dari ada, dan terhada

9(

"alam pemakaian sehari hari, pemakaian di, ke, dari, bagi, dan daripada sering dipertukarkan. "i bawah ini dipaparkan bentuk benar dan bentuk salah dalam pemakaian kata depan, yaitu6 #2* #(* ##* #$* #)* #5* Putusan daripada pemerintah itu melegakan hati rakyat. %salah* Putusan pemerintah itu melegakan hati rakyat. %benar* >eny lebih cerdas dari 'ina. %salah* >eny lebih cerdas daripada 'ina. %benar* Sepeda motornya dititipkan di saya selama ia sedang bela,ar. %salah* Sepeda motornya dititipkan pada saya selama ia sedang bela,ar. %benar*

j. Pemakaian !kronimi 4Singkatan+ .ita membedakan istilah ;singkatan= dengan ;bentuk singkat=. Fang dimaksud dengan singkatan ialah P/:, !I, dan lain lain. Fang dimaksud dengan bentuk singkat ialah lab %laboratorium*, memo %memorandum*, dan lain lain. Pemakaian akronimi dan singkatan dalam bahasa Indonesia kadang kadang tidak teratur. Singkatan IBmempunyai dua makna, yaitu Internasional BoMing -ederation %dan Internasional Badminton -ederation*. :leh sebab itu, pemakaian akronim dan singkatan sedapat mungkin dihinari karena menimbulkan berbagai ta+siran terhadap akronim atau singkatan itu. Singkatan yang dapat dipakai adalah singkatan yang sudah umum dan maknanya telah mantap. Dalaupun demikian, agar tidak ter,adi kekeliruan kalau hendak mempergunakan bentuk akronim atau singkatan dalam bentuk artikel atau makalah serta se,enis dengan itu, akronim atau singkatan itu lebih baik didahului oleh bentuk lengkapnya. k. Penggunaan Kesim ulan, Ke utusan, Penalaran, dan Pemukiman. .ata kata kesimpulan bersaing pamakaiannya dengan kata simpulan, kata keputusan bersaing pemakaiannya dengan kata putusan, kata pemukiman bersaing pemakaiannya dengan kata permukiman, kata penalaran bersaing dengan kata pernalaran. /alu, bentukan yang tepat kesimpulan dan yang salah simpulan, ataukah sebaliknya. Pembentukan kata dalam bahasa Indonesia sebenarnya mengikuti pola yang rapi dan konsisten. .alau kita perhatikan dengan seksama, bentukan bentukan kata itu memilih hubungan antara yang satu dengan yang lain. "engan kata lain, terdapat relasi di antara berbagai bentukan tersebut. Perhatikanlah, misalnya, Eerba yang berawalan meng dapat dibentuk men,adi nomina yang bermakna RprosesS yang berimbuhan peng an, dan dapat pula dibentuk men,adi nomina yang bermakna RhasilS yang berimbuhan Jan. Perhatikan keteraturan pembentukan kata berikut6 tulis, Pilih, Bawa, menulis, memilih, membawa penulis, pemilih, pembawa, penulisan, pemilihan, pembawaan, tulisan. pilihan bawaan

9#

Pakai Pukul, 0ani 0in,u Silat, Satu, Solek, :leh,

memakai, memukul, bertani, bertin,u, bersilat, bersatu, bersolek, beroleh,

pemakai, pemukul, petani, petin,u, pesilat,

pemakaian, pemukulan, pertanian pertin,uan persilatan

pakaian pukulan

1da lagi pembentukan kata yang mengikuti pola berikut6

.elompok kata di bawah ini mengikuti cara yang lain6 mempersatukan, pemersatu, mempersolek, memperoleh, pemersolek, pemeroleh, persatuan persolekan perolehan

Berdasarkan kaidah di atas, bentukan bentukan berikut dipandang kurang konsisten, yaitu6 .arya ilmiah harus mengandung bab pendahuluan, analisis, dan kesimpulan. %kurang rapi* .arya ilmiah harus mengandung bab pendahuluan, analisis, dan simpulan. %lebih rapi* Sesuai dengan keputusan pemerintah, bea masuk barang mewah dinaikkan men,adi 2?T. %kurang rapi* Sesuai dengan putusan pemerintah, bea masuk barang mewah dinaikkan men,adi 2?T. %lebih rapi* Petugas Puskesmas di sana kurang memberikan pelayanan yang memuaskan. %kurang rapi* Petugas Puskesmas di sana kurang memberikan layanan yang memuaskan. %lebih rapi* Paman saya sudah membeli rumah di pemukiman Puri Airi Indah. %kurang rapi* Paman saya sudah membeli rumah di permukiman Puri Airi Indah. %lebih rapi* m. Penggunaan Kata yang -emat Salah satu ciri pemakaian bahasa yang e+ekti+ adalah pemakaian bahasa yang hemat kata, tetapi padat isi. >amun, dalam komunikasi sehari hari sering di,umpai pemakaian kata yang tidak hemat %boros*. Berikut ini da+tar kata yang sering digunakan tidak hemat itu, yaitu6 Bo)os 1. Se,ak dari 2. agar supaya He a* se,ak atau dari agar atau supaya

9$

(. demi untuk #. adalah merupakan $. seperti... dan sebagainya ). misalnya... dan lain lain 5. antara lain ... dan seterusnya 8. tu,uan daripada pembangunan 9. mendeskripsikan tentang hambatan 1?. berbagai +aktor +aktor 11. da+tar nama nama peserta 12. mengadakan penelitian

demi atau untuk adalah atau merupakan seperti atau dan sebagainya misalnya atau dan lain lain antara lain atau dan seterusnya tu,uan pembangunan mendeskripsikan hambatan berbagai +aktor da+tar nama peserta meneliti

3ari kita lihat perbandingan pemakaian kata yang boros dan hemat berikut, yaitu6 1pabila suatu reserEator masih mempunyai cadangan minyak, maka diperlukan tenaga dorong buatan untuk memproduksi minyak lebih besar. %boros, Salah* 1pabila suatu reserEoar masih mempunyai cadangan minyak, diperlukan tenaga dorong buatan untuk memproduksi minyak lebih besar. %hemat, benar* !ntuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi minyak dan gas bumi di mana sebagai sumber daya deEisa negara diperlukan tenaga ahli yang terampil di bidang geologi dan perminyakan. %boros, salah* !ntuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi minyak dan gas bumi yang sebagai sumber daya deEisa negara diperlukan tenaga ahli yang terampil di bidang geologi dan perminyakan. %hemat, benar* Pemakaian kata yang boros seperti se,ak dari, adalah, merupakan, demi, untuk, agar supaya, dan @aman dahulu kala ,uga harus dihindari. n. !nalogi "i dalam dunia olahraga terdapat istilah etinju. .ata petin,u berkorelasi dengan kata bertinju. .ata etinju berarti orang yang %biasa* bertin,u, bukan orang yang %biasa* menin,u. "ewasa ini dapat di,umpai banyak kata yang sekelompok dengan petin,u, seperti pesenam, pesilat, pegol+, peter,un, petenis, dan peboling. 1kan tetapi, apakah semua kata dibentuk dengan cara yang sama dengan pembentukan kata petin,u< 2ika harus dilakukan demikian, akan tercipta bentukan seperti berikut ini6 Petin,u Pesenam Pesilat Rorang yang bertin,uS Rorang yang bersenamS Rorang yang bersilatS

.ata bertin,u, bersenam, dan bersilat mungkin biasa digunakan, tetapi kata bergol+, beter,un, bertenis, dan berboling bukan kata yang la@im. :leh sebab itu, munculnya kata6 9)

Peski Peselancar Pegol+ Pada dasarnya tidak dibentuk dari6 Berski Berselancar Bergol+ %yang baku bermain ski* %yang baku bermain selancar* %yang baku bermain gol+*

o. Bentuk <amak dalam Bahasa Indonesia "alam pemakaian sehari hari kadang kadang orang salah menggunakan bentuk ,amak dalam bahasa Indonesia sehingga ter,adi bentuk yang rancu atau kacau. Bentuk ,amak dalam bahasa Indonesia dilakukan dengan cara sebagai berikut6 1* Bentuk ,amak dengan melakukan pengulangan kata yang bersangkutan seperti6 .uda kuda 3e,a me,a, dan Buku buku 2* Bentuk ,amak dengan menambah kata bilangan seperti6 Beberapa Sekalian "ua me,a, tamu, tempat, dan

(* Bentuk ,amak dengan menambah kata bantu ,amak seperti ara tamu. #* Bentuk ,amak dengan menggunakan kata ganti orang seperti6 3ereka, .ami kita, dan kalian.

"alam pemakaian kata sehari hari orang cenderung memilih bentuk ,amak asing dalam menyatakan ,amak dalam bahasa Indonesia. "i bawah ini beberapa bentuk ,amak dan bentuk tunggal dari bahasa asing6 Bentuk tunggal "atum 1lumnus bentuk ,amak data alumni

"alam bahasa Indonesia bentuk datum dan data yang dianggap baku ialah data yang dipakai sebagai bentuk tunggal. Bentuk alumnus dan alumni yang dianggap baku ialah bentuk alumni yang dipakai sebagai bentuk tunggal. Bentuk alim dan ulama kedua duanya dianggap baku yang dipakai masing masing sebagai bentuk tunggal. :leh sebab itu, tidak salah kalau ada bentuk6

95

Bebera a data, Tiga alumni, B.9 1ngka3an Idio a*ik !ngkapan idiomatik adalah konstruksi yang khas pada suatu bahasa yang salah satu unsurnya tidak dapat dihilangkan atau diganti. !ngkapan idiomatik adalah kata kata yang mempunyai si+at idiom yang tidak terkena kaidah ekonomi bahasa. !ngkapan yang bersi+at idiomatik terdiri atas dua atau tiga kata yang dapat memperkuat diksi di dalam tulisan. Beberapa contoh pemakaian ungkapan idiomatik adalah sebagai berikut6 3enteri "alam >egeri bertemu Presiden Aus "ur. %salah* 3enteri "alam >egeri bertemu dengan Presiden Aus "ur. %Benar* "i samping itu, ada beberapa kata yang berbentuk seperti itu6 Sehubungan dengan Berhubungan dengan Sesuai dengan Bertepatan dengan Se,alan dengan !ngkapan idiomatik lain yang perlu diperhatikan ialah6 Sa#ah 0erdiri 0er,adi atas "isebabkan karena 3embicarakan tentang 0ergantung kepada 3enemui kesalahan Bena) terdiri atasCdari ter,adi dari disebabkan oleh berbicara tentang bergantung pada menemukan kesalahan dan seterusnya.

BAB FI PENERAPAN KAIDAH E+AAN 16.1 Penge)*ian E5aan

B,aan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi u,aran dan bagaimana antar hubungan antara masing masing itu %pemisahan dan penggabungan tanda baca*.

98

16.2

Da)i E5aan <an O3hui5sen Hingga EYD

16.2.1 E5aan <an O3hui5sen Pada tahun 19?1 ditetapkan e,aan bahasa 3elayu dengan huru+ /atin yang disebut B,aan Ean :phui,sen. 'an :phui,sen merancang e,aan itu yang dibantu oleh 0engku >awawi, Soetan 3aSmoer, dan 3oehammad 0aib Soetan Ibrahim. 4al hal yang menon,ol dalam e,aan Ean :phui,sen adalah sebagai berikut6 a. 4uru+ j untuk menuliskan kata kata jang, ajah, sajang. b. 4uru+ oe untuk menuliskan kata kata goeroe, itoe, oemoer. c. 0anda diakritik, seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan kata kata maKmoer, taK, aK, maKlumat.

16.2.2 E5aan Soe4andi Pada tanggal 19 3aret 19#5 e,aan Soewandi diresmikan untuk menggantikan e,aan Ean :phui,sen. B,aan baru itu oleh masyarakat diberi ,ulukan e,aan 8epublik. 4al hal yang perlu diketahui sehubungan dengan pergantian e,aan itu adalah sebagai berikut6 a. 4uru+ oe diganti dengan u, seperti pada guru, itu, umur. b. Bunyi ham@ah dan bunyi sentak dituliskan dengan k, seperti pada kata kata tak, ak, maklum, rakjat. c. .ata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti anak*, berdjalan*, ke;barat*;an. d. 1walan di; dan kata depan di kedua duanya ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, seperti kata depan di pada dirumah, dikebun, disamakan dengan imbuhan di; pada ditulis, dikarang. e. d,Hd,alan, d,auh t,Ht,ukup, t,ut,i n,Hn,on,a, bun,i 16.2.$ E5aan Me#indo Pada akhir 19$9 sidang perutusan Indonesia dan 3elayu %Slametmul,ana Syeh yang kemudian dikenal dengan nama B,aan 3elindo %3elayu Indonesia*. Perkembangan politik dan ekonomi selama tahun tahun berikutnya mengurungkan peresmian e,aan ini. s,His,arat, mas,arakat ,Hpa,ung, la,u chHtarich, achir

16.2.% E5aan Bahasa Indonesia (ang Dise 3u)nakan =EYD> 99

Pada tanggal 1) 1gustus 1952 Presiden 8epublik Indonesia meresmikan pemakaian B,aan Bahasa Indonsia. Peresmian e,aan baru itu berdasarkan .eputusan Presiden >o. $5 0ahun 1952. "epartemen Pendidikan dan .ebudayaan menyebarkan buku kecil yang ber,udul Pedoman 'jaan bahasa Indonesia yang %isem urnakan, sebagai patokan pemakaian e,aan itu. .arena penuntun itu perlu dilengkapi, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia, "epartemen Pendidikan dan .ebudayaan, yang dibentuk oleh 3enteri Pendidikan dan .ebudayaan dengan surat putusannya tanggal 12 :ktober 1952, >o. 1$)CPC1952 %1mran 4alim, .etua* menyusun buku Pedoman #mum 'jaan BahasaIndonesia yang %isem urnakan yang berupa pemaparan kaidah e,aan yang lebih luas. Setelah itu, 3enteri Pendidikan dan .ebudayaan dengan surat putusannya >o. ?19)C195$ memberlakukan Pedoman #mum 'jaan Bahasa Indonesia yang %isem urnakan dan Pedoman #mum Pembentukan Istilah. Pada tahun 1985 kedua pedoman tersebut direEisi. Bdisi reEisi dikuatkan dengan surat Putusan 3enteri Pendidikan dan .ebudayaan >o. ?$#(aC!C1985, tanggal 9 September 1985. Beberapa hal yang perlu dikemukakan sehubungan dengan B,aan Bahasa Indonesia yang disempurnakan adalah sebagai berikut6 1* Perubahan 4uru+ B,aan Soewandi d,Hd,alan, d,auh ,Hpa,ung, la,u n,Hn,on,a, bun,i s,His,arat, mas,arakat t,Ht,ukup, t,ut,i chHtarich, achir B,aan yang "isempurnakan ,H,alan, ,auh yHpayung, layu nyHnyonya, bunyi syHisyarat, masyarakat cHcukup, cuci khHtarikh, akhir

2* 4uru+ huru+ di bawah ini yang sebelumnya sudah terdapat dalam B,aan Soewandi sebagai unsur pin,aman ab,ad asing, diresmikan pemakaiannya. 9ontoh6 +Hmaa+, +akir EHEaluta, uniEersitas @H@eni, le@at (* 4uru+ huru+ U dan M yang la@im digunakan dalam ilmu eksakta tetap dipakai. 9ontoh6 16bHp6U Sinar & #* Penulisan di; atau ke; sebagai awalan dan di atau ke sebagai kata depan dibedakan, yaitu di; atau ke; sebagai awalan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, sedangkan di; atau ke; sebagai kata depan ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya. 9ontoh6 di %awalan* ditulis di %kata depan* di kampus

1??

dibakar dipikirkan ke %awalan* ketua kekasih kehendak anak anak ber,alan ,alan

di rumah di sini ke %kata depan* ke kampus ke luar negeri ke atas

$* .ata ulang ditulis penuh dengan huru+, tidak boleh digunakan angka 2. 9ontoh6

B,aan ini berbicara tentang %1* pemakaian huru+, %2* penulisan huru+, %(* penulisan kata, %#* penulisan unsur unsur serapan, %$* pemakaian tanda baca. 16.2.' Pe akaian Hu)u, "alam hubungan dengan pemakaian huru+, berikut ini disa,ikan pembahasan7 %1* nama nama huru+, %2* la+al singkatan dan kata, %(* persukuan, dan %#* penulisan nama diri. ,. .ama6.ama 4uru "alam buku Pedoman #mum 'jaan Bahasa Indonesia yang %isem urnakan disebut bahwa ab,ad yang digunakan dalam e,aan bahasa Indonesia terdiri atas huru+ huru+ yang berikut. >ama tiap tiap huru+ disertakan sesudahnya. 4uru+ 1 B 9 " I 2 . / 3 > : P V a b c d i , k l m n o p U >ama a be 5 bukan bi ce 5 bukan si atau se de i j ka el em en o e ki 5 bukan kyu 4uru+ B A 4 8 S 0 ! ' D & F N e 0 g h r s t u $ w L y ) >ama e e0 ge 5 bukan ji ha er es te 5 bukan ti u 5 bukan yu 0e 5 bukan 0i we eks 5 bukan ek ye 5 bukan ey )et

1?1

"isamping itu, dalam bahasa Indonesia terdapat pula di+tong, yang biasa die,a au, ai dan oi yang dila+alkan sebagai Eokal yang diikuti oleh bunyi konsonan luncuran w atau y. "alam bahasa Indonesia terdapat ,uga konsonan yang tertulis atas gabungan huru+ seperti kh, ng, ny, dan sy. "alam hal hal khusus terdapat ,uga gabungan huru+ nk, misalnya dalam kata bank dan sanksi, sedangkan pemakaian gabungan huru+ dl, dh, th, dan ts, seperti terdapat dalam kata hadlir, dharma, bathin, dan hatsil tidak digunakan dalam bahasa Indonesia. 0etapi sekarang kata kata tersebut men,adi hadir, darma, batin, dan hasil. 9atatan6 4uru+ e dapat pula dila+alkan men,adi e keras, seperti terdapat dalam kata kata lele, beres, materi, dan kaget, dan dapat pula dila+alkan men,adi e lemah atau e pepet, seperti terdapat dalam kata kata beras, segan, kenal, benar, dan ce at. (. -a al Singkatan dan Kata .adang kadang kita merasa ragu ragu bagaimana mela+alkan suatu singkatan atau suatu kata dalam bahasa Indonesia. .eraguan itu mungkin disebabkan oleh pengaruh la+al bahasa daerah atau la+al bahasa asing. Padahal, semua singkatan atau kata yang terdapat dalam bahasa Indonesia termasuk singkatan yang berasal dari bahasa asing harus dila+alkan secara la+al Indonesia. SingkatanC.ata 19 BB9 />A I!" 0'8I 30V IAAI 3akin 3emuaskan Pendidikan 3emiliki Bahu membahu Pascasar,ana /ogis Sosiologi .e mana /a+al 0idak Baku a se Be be se, bi bi si el en ,eCel en ,i 1y yu di ti Ei er i Bm te kyu 1y ,i ,i ay mangkin memuasken pendidiSan memiliSi bau membau Paskasar,ana /ohis Sosiologi .e mana< /a+al Baku 1 ce be be ce el en ge I u de te Ee er i em te ki I ge ge i makin memuaskan pendidikan memiliki bahu membahu Pascasar,ana logis sosiologi ke mana 1?2

Beberapa

BeSbeS rapa

beberapa

1da pendapat yang menyatakan bahwa singkatan yang berasal dari Inggris, misalnya 19, B9, dan IAAI harus dila+alkan seperti bahasa aslinya. .alau begitu, kita akan mengalami kesulitan mela+alkan singkatan yang berasal dari bahasa 8usia, Bahasa ,erman, ataupun bahasa 1@tec, karena nama nama huru+ dan dalam bahasa tersebut sudah pasti berbeda dengan nama nama huru+ dalam bahasa Indonesia. 1kronim bahasa asing %singkatan yang die,a seperti kata* yang bersi+at internasional mempunyai kaidah tersendiri, yakni tidak dila+alkan seperti la+al Indonesia, tetapi singkatan itu tetap dila+alkan seperti la+al aslinya. 9ontoh6 Ka*a !nesco !nice+ Sea Aames !a,a# "idak Baku Wu nes t,oX Wu uni t,e+X Wse a ga mesX !a,a# Baku Wyu nes koX Wyu ni se+X Wsi ge imsX

'. Persukuan Persukuan ini diperlukan, terutama pada saat kita harus memenggal sebuah kata dalam tulisan ,ika ter,adi pergantian baris. 1pabila memenggal atau menyukukan sebuah kata, kita harus membubuhkan tanda hubung % * di antara suku suku kata itu tanpa ,arakCspasi. Pada pergantian baris, tanda hubung harus dibubuhkan di bawah u,ung baris adalah hal yang keliru. Perlu ,uga diketahui bahwa suku kata atau imbuhan yang terdiri atas sebuah huru+ tidak dipenggal agar tidak terdapat satu huru+ pada u,ung baris atau pada pangkal baris. "i samping itu, perlu pula diketahui bahwa sebuah persukuan ditandai oleh sebuah Eokal. Beberapa kaidah persukuan yang perlu kita perhatikan dengan cermat adalah sebagai berikut6 a* Penyukuan "ua 'okal yang Berurutan di 0engah .ata .alau di tengah kata ada dua Eokal yang berurutan, pemisahan tersebut dilakukan di antara kedua Eokal tersebut. 9ontoh6 No. Ka*a Ben*uk "idak Baku Ben*uk Baku 1. /ain /ai n /a in 2. Saat Saa t Sa at (. .ait .ai t .a it #. 3ain 3ai n 3a in $. "aun "au n "a un b* Penyukuan "ua 'okal 3engapit .onsonan di 0engah .ata .alau ditengah kata ada konsonan di antara dua Eokal, pemisahan tersebut dilakukan sebelum konsonan itu. 9ontoh6 No. Ka*a Ben*uk "idak Baku Ben*uk Baku 1. Seret Ser et Se ret 2. 3asam 3as am 3a sam (. Sepatu Sep atu Se patu #. Bahasa Bah asa Ba hasa

1?(

Selain itu, karena ng, ny, sy, dan kh melambangkan satu konsonan, gabungan huru+ itu tidak pernah diceraikan sehingga pemisahan suku kata terdapat sebelum atau sesudah pasangan huru+ itu. 9ontoh6 No. Ka*a Ben*uk "idak Baku Ben*uk Baku 1. /angit /an git /a ngit 2. 3asyarakat 3as yarakat 3a syarakat (. 3utakhir 3utak hir 3uta khir #. 1khirat 1k hirat 1khi rat c* Penyukuan "ua .onsonan Berurutan di 0engah .ata .alau di tengah kata ada dua konsonan yang berurutan, pemisahan tersebut terdapat di antara kedua konsonan itu. 9ontoh6 No. Ka*a Ben*uk "idak Baku Ben*uk Baku 1. 3aksud 3a ksud 3ak sud 2. /angsung /angs ung /ang sung (. 9aplok 9a plok 9ap lok #. 3erdeka 3erd eka 3er deka d* Penyukuan 0iga .onsonan atau /ebih di 0engah .ata. .alau ditengah kata ada tiga konsonan atau lebih, pemisahan tersebut di antara konsonan yang pertama %termasuk ng, ny, sy, dan kh* dengan yang kedua. 9ontoh6 No. Ka*a Ben*uk "idak Baku Ben*uk Baku 1. 1bstrak 1bs trak 1b strak 2. .onstruksi .ons truksi .on struksi (. Instansi Ins tansi In stansi #. Bangkrut Bangk rut Bang krut 1kan tetapi, untuk kata kata yang berasal dari dua unsur yang masing masing mempunyai arti, cara penyukuan melalui dua tahap. Pertama, kata tersebut dipisahkan unsur unsurnya. .edua, unsurnya yang telah dipisahkan itu dipenggal suku suku katanya. e* Penyukuan .ata yang Berimbuhan dan Berpartikel Imbuhan %awalan dan akhiran*, termasuk yang mengalami perubahan bentuk, dan partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya, dalam penyukuan kata dipisahkan sebagai satu kesatuan. 9ontoh6 No. Ka*a Ben*uk "idak Baku Ben*uk Baku 1. Santapan Santa pan Santap an 2. 3engail 3eng ail 3e ngail (. 3engakui 3e ngakui 3eng akui #. Bela,ar Be la,ar Bel a,ar +* Penyukuan >ama :rang Perlu dikemukakan di sini bahwa nama orang tidak dipenggal atas suku sukunya dalam pergantian baris. 3emisahkan nama orang itu atas unsur nama pertama dan unsur nama kedua dan seterusnya. 9ontoh6 No. Na a Ben*uk "idak Baku Ben*uk Baku 1?#

1. 2.

Fuyun >ailu+ar Isa ansori

Fuyun >ai /u+ar Isa 1n Sori

Fuyun >ailu+ar Isa 1nsori

*. Penulisan .ama Diri Penulisan nama diri, nama sungai, gunung, ,alan dan sebagainya disesuaikan dengan kaidah yang berlaku. Penulisan nama orang, badan hukum, dan nama diri lain yang sudah la@im, disesuaikan dengan 'jaan Bahasa Indonesia yang %isem urnakan, kecuali apabila ada pertimbangan khusus. Pertimbangan khusus itu menyangkut segi adat, hukum, dan kese,arahan. 9ontoh6 !niEersitas Pad,ad,aran Soepomo Poed,asoedarmo Imam 9hourmain ",i Sam Soe 16.2.. Penu#isan Hu)u, "alam 'jaan Bahasa Indonesia yang %isem urnakan, penulisan huru+ menyangkut dua masalah, yaitu7 %1* penulisan huru+ besar atau huru+ kapital dan %2* penulisan huru+ miring. 8+ Penulisan -uru0 Besar atau -uru0 Ka ital Penulisan huru+ kapital yang kita ,umpai dalam tulisan tulisan resmi kadang kadang menyimpang dari kaidah kaidah yang berlaku. .aidah penulisan huru+ kapital itu adalah sebagai berikut6 a* 4uru+ besar atau kapital dipakai sebagai huru+ pertama kalimat berupa petikan langsung. 9ontoh6 1. "ia bertanya, MKapan kita pulang<= 2. .etua "B>, Bmil Salim mengatakan, MPerekonomian dunia kini belum sepenuhnya lepas dari cengkeraman resesi dunia.= (. Presiden 8I, Aus "ur 3engatakan, =7ang diperlukan oleh bangsa kita saat ini adalah rekonsiliasi nasional.= 9atatan6 0anda baca sebelum tanda petik awal adalah tanda koma %,*, bukan titik dua %6*. 0anda baca akhir %tanda titik, tanda seru, dan tanda tanya* dibubuhkan sebelum tanda petik penutupan. b* 4uru+ besar atau kapital dipakai sebagai huru+ pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan hal hal keagamaan, kitab suci, dan nama 0uhan, termasuk kata ganti >ya. 4uru+ pertama pada kata ganti ku, mu, dan nya, sebagai kata ganti 0uhan, harus dituliskan dengan huru+ kapital dirangkaikan dengan tanda hubung % *. 4al hal keagamaan itu hanya terbatas pada nama diri, sedangkan kata kata yang menun,ukkan nama ,enis, seperti jin, iblis, surga, malaikat, mahsyar,

1?$

)akat, dan uasa, meskipun bertalian dengan keagamaan tidak diawali dengan huru+ kapital. 9ontoh6 1* /impahkanlah rahmat Mu, ya 1llah. 2* "alam !l Vuran terdapat ayat ayat yang mengan,urkan agar manusia berakhlak terpu,i. (* 0uhan akan menun,ukkan ,alan yang benar kepada hamba =ya. .ata ganti keagamaan lainnya yang harus ditulis dengan huru+ kapital adalah nama agama dan kitab suci, seperti Islam, Kristen, -indu, Budha, !l;>uran, Injil dan ?eda. c* 4uru+ besar atau kapital dipakai sebagai huru+ pertama nama gelar %kehormatan, keturunan, agama*, ,abatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau wilayah. 9ontoh6 1* Pergerakan itu dipimpin oleh -a,i 1gus Salim. 2* Pemerintah memberikan anugerah kepada Mahaputra Famin. 2ika tidak diikuti oleh nama orang atau nama wilayah, nama gelar, ,abatan, dan pangkat itu harus dituliskan dengan huru+ kecil. 9ontoh6 1* 9alon ,emaah ha,i ".I tahun ini ber,umlah $2$ orang. 2* Seorang residen akan diperhatikan oleh rakyatnya. 1kan tetapi, ,ika mengacu kepada orang tertentu, nama gelar, ,abatan, dan pangkat itu dituliskan dengan huru+ kapital. 9ontoh6 1* Pagi ini Menteri Perindustrian dan Perdagangan 8epublik Indonesia terbang ke >usa Penida. "i >usa Penida Menteri meresmikan sebuah kolam renang. Pada sore hari beliau kembali ke 2akarta. 2* "alam Seminar itu Presiden ..4. 1bdurrahman Dahid memberikan sambutan. "alam sambutannya Presiden mengharapkan agar para ilmuwan lebih ulet mengembangkan ilmunya untuk kepentingan bangsa dan negara. 9atatan6 .ita harus menghilangkan perasaan ingin memberikan penghargaan kepada kata kata yang dianggap tinggi ,ika kata kata itu hanya menun,ukkan suatu ,enis, bukan suatu nama. Biasanya penghargaan itu dilakukan dengan cara menuliskan huru+ kapital pada huru+ huru+ pertamanya. .ebiasaan ini merupakan kebiasaan yang salah karena menyalahi kaidah e,aan yang berlaku. .ata kata yang biasa ingin kita hargai dengan menuliskan huru+ pertamanya kapital, antara lain, haji, residen, nasional, erguruan tinggi, internasional, anglima, dan jenderal. Padahal, kata kata tersebut tidak perlu ditulis dengan kapital. d* .ata kata $an, den, da, de, di, bin, dan ibnu yang digunakan sebagai nama orang tetap ditulis dengan huru+ kecil, kecuali ,ika kata kata itu digunakan sebagai nama pertama atau terletak pada awal kalimat. 9ontoh6 1* 0anam Paksa di Indonesia diselenggarakan oleh $an den Bosch. 2* 4arta yang melimpah ibnu .hair membuatnya lupa diri.

1?)

e* 4uru+ besar atau huru+ kapital dipakai sebagai huru+ pertama nama bangsa, suku, dan bahasa. 9ontoh6 1* .ita bangsa Indonesia, harus bertekad untuk menyukseskan pembangunan. 2* Faser 1ra+at, Presiden Palestina, hari ini tiba di 2akarta. (* .ehidupan suku Piliang sebagian bertani. Sesuai dengan contoh di atas, kata suku, bangsa, dan bahasa tetap dituliskan dengan huru+ awal kecil, sedangkan yang harus dituliskan dengan huru+ kapital adalah nama suku, nama bangsa atau nama bahasanya, seperti Sunda, Indonesia, Palestina dan Piliang. 1kan tetapi, ,ika nama bangsa, suku dan bahasa itu sudah diberi awalan dan akhiran sekaligus, kata kata itu harus ditulis dengan huru+ kecil. 9ontoh6 1* .ita harus berusaha mengindonesiakan kata kata asing. 2* .ita tidak perlu kebelanda belandaan karena sekarang sudah merdeka (* Baru sa,a ia tinggal di 1merika satu tahun, ia sudah keinggris inggrisan. "emikian ,uga, kalau tidak membawa nama suku, nama itu harus dituliskan dengan huru+ kecil. 9ontoh6 petai cina ,eruk bali dodol garut duku alembang pisang ambon labu siam sarung samarinda gula jawa kertas manila kunci inggris

+* 4uru+ besar atau huru+ kapital dipakai sebagai huru+ pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa se,arah. 9ontoh6 1* Biasanya umat Islam seluruh dunia merasa sangat berbahagia pada hari Debaran. 2* 0ahun 1998 Masehi adalah tahun yang suram bagi perekonomian kita. g* 4uru+ besar atau huru+ kapital dipakai sebagai huru+ pertama khas geogra+i. 9ontoh6 1* 0ahun 198$ ProEinsi Sumatera Barat mendapat anugerah Parasamya Purnakarya >ugraha. 2* "i Teluk <akarta telah dibangun suatu proyek perikanan laut. 1kan tetapi, ,ika tidak menun,ukkan nama khas geogra+i, kata kata selat, teluk, terusan, gunung, sungai, dan bukit ditulis dengan huru+ kecil. 9ontoh6 1* >elayan itu berlayar sampai ke teluk. 2* .ita harus berusaha agar sungai di daerah ini tidak tercemar. h* 4uru+ besar atau huru+ kapital dipakai sebagai huru+ pertama nama resmi badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan serta nama dokumentasi resmi. 9ontoh6

1?5

1* Presiden dan Dakil Presiden 8epublik Indonesia dipilih oleh Ma,elis Permusyawaratan Rakyat. 2* Semua angota PBB harus mematuhi isi Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa. 1kan tetapi, ,ika tidak menun,ukkan nama resmi, kata kata itu ditulis dengan huru+ kecil. 9ontoh6 1* 3enurut undang undang dasar kita, semua warga negara mempunyai kedudukan yang sama. 2* Pemerintah republik itu telah menyelenggarakan pemilihan umum sebanyak empat kali. i* 4uru+ besar atau huru+ kapital dipakai sebagai huru+ pertama semua kata di dalam nama buku, ma,alah, surat kabar, dan ,udul karangan, kecuali kata partikel seperti di, ke, dari, untuk, dan yang, yang terletak pada posisi tengah dan akhir kalimat. 9ontoh6 1* Idrus mengarang buku %ari !$e Maria ke <alan Dain ke Roma. 2* Buku Pedoman #mum 'jaan Bahasa Indonesia yang %isem urnakan diterbitkan oleh Balai Pustaka. (* !ntuk mengetahui seluk beluk pabrik kertas, Saudara dapat membaca buku =usa dan Bangsa yang Membangun. ,* 4uru+ besar atau huru+ kapital dipakai dalam singkatan nama gelar dan sapaan, kecuali gelar dokter. 9ontoh6 1* 4adi >ur@aman, M.!. diangkat men,adi pimpinan kegiatan itu. 2* Proyek itu dipimpin oleh %ra. 2asika 3urni. (* Penyakit ayah saya sudah dua kali diperiksa oleh dr. Siswoyo. 9atatan6 1da perbedaan antara gelar %r. dan dr. %doktor dituliskan dengan " kapital dan r kecil, ,adi %r. Sedangkan dokter, yang memeriksa penyakit dan mengobati orang sakit, singkatannya ditulis dengan d dan r kecil ,adi dr.*. k* 4uru+ besar atau huru+ kapital dipakai sebagai huru+ pertama kata penun,uk hubungan kekerabatan, seperti ba ak, ibu, saudara, kakak, adik, dan aman, yang dipakai sebagai kata ganti atau sapaan. Singkatan ak, kak, dik, dan sebagainya hanya digunakan sebagai sapaan atau ,ika diikuti oleh nama orangCnama ,abatan. .ata !nda ,uga diawali huru+ kapital. 9ontoh6 1* Surat Saudara sudah saya terima. 2* Ibunya men,awab pertanyaan Samsi, ;Pagi tadi Ibu men,emput pamanmu di pelabuhan.= (* .epala sekolah berkata kepada Saya, ;0adi Saya menerima berita bahwa Ibu Sri sakit keras di Bandung.= 1kan tetapi, ,ika tidak dipakai sebagai kata ganti atau sapaan, kata penun,uk hubungan kekerabatan itu ditulis dengan huru+ kecil. 9ontoh6

1?8

1* .ita harus menghormati ibu dan bapak kita. 2* Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga. (* Semua camat dalam kabupaten itu hadir. *+ Penulisan -uru0 Miring. a. 4uru+ miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, ma,alah, dan surat kabar yang dikutip dalam karangan. "alam tulisan tangan atau ketikan, kata yang harus ditulis dengan huru+ miring ditandai dengan garis bawah satu. 9ontoh6 Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa menerbitkan ma,alah Bahasa dan Kesusastraan. Buku =egarakertagama dikarang oleh 3pu Prapanca. Berita itu sudah saya baca dalam surat kabar !ngkatan Bersenjata dan Re ublika. Ibu rumah tangga menyenangi ma,alah Eemina. 9atatan6 Aaris bawah satu sebagai tanda kata yang dicetak miring, harus terputus putus kata demi kata. b. 4uru+ miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huru+, bagian kata, atau kelompok kata. 9ontoh6 1* .ata dari ada digunakan secara tepat dalam kalimat enyelenggaraan Pemilu 8999 lebih baik dari ada emilu; emilu sebelumnya. 2* Buatlah kalimat dengan kata dukacita. c. 4uru+ miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama nama ilmiah atau ungkapan bahasa asing atau bahasa daerah, kecuali yang disesuaikan e,aannya. 9ontoh6 1* 1pakah tidak sebaiknya kita menggunakan kata penataran untuk kata u grading" 2* >ama ilmiah buah manggis ialah carcinia mangestana. 9atatan6 Sebenarnya, banyak penulisan huru+ miring yang lain ataupun penandaan suatu maksud dengan memakai bentuk huru+ tertentu %ditebalkan dan sebagainya*. 1kan tetapi, soal itu lebih menyangkut masalah tipogra+i pencetakan. 16.2.8 Penu#isan Ka*a a. .ita mengenal bentuk kata dasar, kata turunan atau kata berimbuhan, kata ulang, dan gabungan kata. .ata dasar ditulis sebagai satu satunya yang berdiri sendiri, sedangkan pada kata turunan, imbuhan %awalan, sisipan atau akhiran* dituliskan serangkai dengan kata dasarnya. .alau gabungan kata, hanya mendapat awalan atau akhiran, awalan atau akhiran itu dituliskan serangkai dengan kata yang bersangkutan sa,a. 9ontoh6 Bentuk tidak Baku Bentuk Baku 1?9

di didik di suruh di lebur ke sampingkan berterimakasih beritahukan lipatgandakan sebarluaskan

dididik disuruh dilebur kesampingkan berterima kasih beri tahukan lipat gandakan sebar luaskan

.alau digabungkan kata sekaligus mendapat awalan dan akhiran, bentuk kata turunannya itu harus dituliskan serangkai. 9ontoh6 Ben*uk *idak Baku menghancur leburkan pemberi tahuan mempertanggung ,awabkan kesimpang siuran Ben*uk Baku menghancurleburkan pemberitahuan mempertanggung,awabkan kesimpangsiuran.

b. .ata ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. Pemakaian angka dua untuk menyatakan bentuk perulangan, hendaknya dibatasi pada tulisan cepat atau pencatatan sa,a. Pada tulisan yang memerlukan keresmian, kata ulang ditulis secara lengkap. .ata ulang, tidak hanya berupa pengulangan kata dasar dan sebagian lagi kata turunan, mungkin pula pengulangan kata itu sekaligus mendapat awalan dan akhiran. .emungkinan yang lain, salah satu bagianya adalah bentuk yang dianggap berasal dari kata dasar yang sama dengan ubahan bunyi. 3ungkin pula, bagian itu sudah agak ,auh berbeda dari bentuk dasar %bentuk asal*. >amun, apabila ditin,au dari maknanya, keseluruhan itu menyatakan perulangan. 9ontoh6 Ben*uk "idak Baku ,alan2 di besar2 kan me nulis2 gerak gerik Ben*uk Baku ,alan ,alan dibesar besarkan menulis nulis gerak gerik

c. Aabungan kata termasuk yang la@im disebut kata ma,emuk bagian bagiannya dituliskan terpisah. Ben*uk *idak Baku dayaserap tatabahasa ker,asama dutabesar Ben*uk Baku daya serap tata bahasa ker,a sama duta besar 11?

orangtua Ben*uk *idak Baku mana kala sekali gus bila mana dari pada apabila

orang tua Ben*uk Baku manakala sekaligus bilamana daripada apabila

Aabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata dituliskan serangkai. 9ontoh6

Selain itu, kalau salah satu unsurnya tidak dapat berdiri sendiri sebagai satu kata yang mengandung arti penuh, hanya muncul dalam kombinasi, unsur itu harus dituliskan serangkai dengan unsur lainnya. 9ontoh6 Ben*uk *idak Baku a moral antar warga catur tunggal dasa darma dwi warna semi pro+esional semi +inal 9atatan6 1* Bila bentuk tersebut diikuti oleh kata yang huru+ awalnya huru+ besar, di antara kedua unsur itu dituliskan tanda hubung % *. 9ontoh6 non 889 non Indonesia pan Islamisme pan 1+rikanisme 2* !nsur maha dan eri dalam gabungan kata ditulis serangkai dengan unsur berikutnya, yang berupa kata dasar. 1kan tetapi, ,ika diikuti kata berimbuhan, kata maha dan eri itu ditulis terpisah. 9ontoh6 %1* Semoga 7ang Mahakuasa merahmati kita semua %2* 2ika Tuhan 7ang Maha 'sa mengi@inkan, saya akan u,ian sar,ana bulan depan. %(* .ita harus memperhatikan erilaku yang baik. %#* 3arilah kita berdoa kepada 0uhan 7ang Maha Penyayang. Ben*uk Baku amoral antarwarga caturtungal dasadarma dwiwarna semipro+esional semi+inal

111

d. .ata ganti ku dan kau J yang ada pertaliannya dengan aku dan engkau J ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, kata ganti ku, mu, dan nya J yang ada pertaliannya dengan aku, kamu, dan dia; ditulis serangkai dengan yang mendahuluinya. 9ontoh6 1* Pikiranmu dan kata katamu berguna untuk mema,ukan negeri ini. 2* .alau mau, boleh kuambil buku itu. (* Penemunya dalam bidang mikrobiologi sangat menge,utkan dunia ilmu dan teknologi. #* 1pa yang kulakukan boleh kau kritik. e. .ata depan di, ke dan dari terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali ,ika berupa gabungan kata yang sudah dianggap padu benar, seperi ke ada dan dari ada. 9ontoh6 1* Saya pergi ke beberapa daerah untuk mencarinya, tetapi belum berhasil. 2* .etika truk Belanda sudah bergerak ke timur, gerilyawan yang bersembunyi di bawah kaki bukit lari ke arah barat. (* Semoga perekonomian kita pada masa yang akan datang lebih cerah dari ada keadaan pada tahun tahun yang lalu. +. Partikel un dipisahkan dari kata yang mendahuluinya karena un sudah hampin seperti kata lepas. 9ontoh6 1* Ia sudah sering ke desa ini, tetapi sekali un ia belum pernah singgah ke rumah saya. 2* 2ika saya pergi, dia un ingin pergi. (* "engan deEaluasi un ekonomi Indonesia belum tentu tertolong. 1kan tetapi, kelompok kata yang berikut, yang sudah dianggap padu benar, ditulis serangkai ,umlah kata seperti itu terbatas, hanya ada dua belas kata, yaitu ada un, andai un, atau un, bagaimana un, biar un, kalau un, kendati un, mau un, meski un, sekali un, %yang berarti walau un* sungguh un, dan walau un. 9ontoh6 1* 3eskipun ia sering ke 2akarta, satu kali pun ia belum pernah ke 0aman 3ini Indonesia Indah. 2* Dalaupun tidak mempunyai uang, ia tetap gembira. (* Biarpun banyak rintangan, ia berhasil menggondol gelar kesar,anaan. g. Partikel er yang berarti RmulaiS, RdemiS, RtiapS ditulis terpisah dari bagian bagian kalimat yang mendapinginya. 9ontoh6 1* 4arga kain ini 8p. 1?.???.??? per meter. 2* Saya diangkat men,adi pegawai negeri er :ktober 195#. (* Semua orang yang diduga mengetahui peristiwa itu dipanggil satu per satu.

112

h. 1ngka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. "i dalam tulisan la@im digunakan angka 1rab atau angka 8omawi. 1ngka digunakan untuk menyatakan %a* ukuran pan,ang, berat, dan isi, %b* Satuan waktu, dan %c* nilai uang. Selain itu, angka la@im ,uga dipakai untuk menandai nomor ,alan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat dan digunakan ,uga untuk menomori karangan atau bagian bagiannya. 9ontoh6 6 4otel Sahid 2aya, .amar 12# $ cm Bab &', Pasal 2) Surah 1li Imran, 1yat 12 ; Tata Bahasa Indonesia I i. 1? .g 1$ 2am 8p. 1.???,??

Penulisan lambang bilangan dengan huru+ dilakukan sebagai berikut, yaitu6 1* dua ratus tiga puluh lima %2($* 2* seratus empat puluh delapan %1#8* (* tiga ratus pertiga %( 2C(* #* delapan tiga perlima %8 (C$*

,.

Penulisan kata bilangan tingkat dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu6 1* 1bad CC ini dikenal ,uga sebagai abad teknologi. 2* 1bad ke;*: ini dikenal ,uga sebagai abad teknologi. (* 1bad kedua uluh ini dikenal ,uga sebagai abad teknologi. #* 2utaan penonton teleEisi hanyut dalam emosi kegembiraan yang meluap setelah Blly Pical memukul roboh penantangnya dari .orea Selaatan, /ee "ong 9hun, pada ronde ke;A.

Berdasarkan contoh di atas, penulisan bilangan tingkat seperti ke CC atau ke;CC, *:, dan ke dua uluh termasuk penulisan yang tidak baku %salah*. k. Penulisan kata bilangan yang mendapat akhiran 5an mengikuti cara berikut ini6 1* Sutan 0akdir 1lisyahbana adalah pu,angga tahun (?;an. 2* Bolehkan saya menukar uang dengan lembaran 8.:::;an< (* 1ngkatan Balai Pustaka sering disebut 1ngkatan 0ahun *:;an. #* Dalaupun keluaran tahun )?;an, mesin mobil ini masih dalam kondisi baik. l. /ambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata, ditulis dengan huru+, kecuali ,ika beberapa lambang dipakai secara berurutan, seperti dalam perincian atau pemaparan. 9ontoh6 1* "ia sudah memesan dua ratus bibit cengkeh. 2* 1da sekitar lima uluh calon mahasiswa yang tidak diterima di akademi itu. (* .endaran yang beroperasi di ".I 2akarta terdiri atas 8.::: ba,a,, /:: bemo, *:: oplet, 8:: metro mini, dan /: bus kota.

11(

#* "aerah khusus Ibu .ota 2akarta, tahun ini memeriksakan 8*/ perkara yang terdiri atas *: perkara pencurian, ., perkarara tanah, dan 1* perkara kawin cerai. m. /ambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huru+. 2ika perlu, susunan kalimat diubah sehingga yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata, tidak terdapat lagi pada awal kalimat. .ita sering melihat penulisan lambang bilangan yang salah seperti di bawah ini6 1* 8* orang menderita luka berat dalam kecelakaan itu. 2* 8/: orang tamu diundang oleh Panitia 8euni I0I Serpong. (* *: helai keme,a ter,ual pada hari itu. #* ,/: orang pegawai mendapat pengharagaan dari pemerintah. Penulisan angka yang benar seperti perbaikan berikut ini6 1* %ua belas orang menderita luka berat dalam kecelakaan. 2* Sebanyak 8/: orang tamu diundang oleh Panitia 8euni I0I Serpong. (* %ua uluh helai keme,a ter,ual pada hari itu. #* Sebanyak ,/: orang pegawai mendapat pengharagaan dari pemerintah. n. .ecuali di dalam dokumen resmi, seperti akta dan kuitansi, bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huru+ sekaligus dalam teks. Ben*uk "idak Baku 1* 2umlah pegawai di perusahaan itu 8* 4dua belas+ orang. 2* "i perpustakaan kami terdarpat ,/: %0iga ratus lima puluh* buah buku. (* Sebanyak 8/: %seratus lima puluh* orang peserta ikut dalam pertandingan itu. Ben*uk Baku 1* 2umlah pegawai di perusahaan itu dua belas orang. 2* "i perpustakaan kami terdapat ($? buah buku. (* Sebanyak 1$? orang peserta ikut dalam pertandingan.

16.2.9 Penu#isan 1nsu) Se)a3an Berdasarkan tara+ integritasnya unsur pin,aman dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar. Pertama, unsur yang belum sepenuhnya terserap ke dalma bahasa Indonesia, seperti reshu00le, shuttle cock, iKeL lotation de iKhomme ar IKhomme, unsur unsur ini dipakai dlam konteks bahasa Indonesia, tetapi pengucapan masih mengikuti cara asing. .edua, unsur asing yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia diusahakan agar e,aan asing hanya diubah seperlunya hingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk

11#

asalnya. "i samping itu, akhiran yang berasal dari bahasa asing diserap sebagai bagian kata yang utuh. .ata seperti sandarisasi, im lementasi, dan objekti0 diserap secara utuh di samping kata standar, im lemen, dan objek. Berikut ini dida+tarkan sebagian kata asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia, yang sering digunakan oleh pemakai bahasa. Ka*a Asing Pen(e)a3an (ang Sa#ah Pen(e)a3an (ang Bena) risk 8esiko 8isiko system e00ecti$e techniJue, techniek echelon method charisma 0reJuency ractical, ractisch ercentage stratos0eer descri tion conduite trotoir kuitantie Jualiteit, Juality 0ormeel, 0ormal rationeel, rational directeur, director ideal, ideaal management coordination sur$ey carier mass media ambulance hy otesis sistim e+ektip tehnik, tehnologi esselon metoda harisma +rekwensi praktek prosentase stratos+ir diskripsi kondite trotoir kwitansi kwalitas +ormil rasionil directur idial managemen kordinasi surEei karir mass media ambulan hipotesa sistem e+ekti+ teknik, teknologi eselon metode karisma +rekuensi praktik persentase stratos+er deskripsi konduite trotoar kuitansi kualitas +ormal rasional direktur ideal mana,emen koordinasi surEai karier media massa ambulans hipotesis

11$

analysis atient acti$ity, acti$iteit solidarity com leL sychology e00icient residential contingent taLi lateL a otheek Eebruari =o$ember

analisa pasen aktip, akti+itas. solidariteit komplek psikology e++isien presidentil kontingent taMi latek apotik Pebruari >opember

analisis pasien akti+, aktiEitas solidaritas kompleks psikologi e+isien presidensial kontingen taksi lateks apotek -ebruari >oEember

16.2.B Pe akaian "anda Ba:a Pemakaian tanda baca dalam e,aan Bahasa Indonesia yang disempurnakan mencakup pengaturan tanda titik, tanda koma, tanda titik koma, tanda titik dua, tanda hubung, tanda pisah, tanda elipsis, tanda tanya, tanda seru, tanda kurung, tanda kurung siku, tanda petik, tanda petik tunggal, tanda ulang, tanda garis miring, dan penyingkat %apostro+*. 1. "anda "i*ik a. 0anda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang. 9ontoh6 1* D.S. 8endra 2* 1bdul 4adi D.3. (* 1ch. Sanusi #* 4adi >. b. 0anda titik dipakai pada singkatan gelar, ,abatan, pangkat, dan sapaan. 9ontoh6 1* "r. %doktor*. 2* dr. %dokter*. (* S..ed. %Sar,ana .edokteran*. #* 3.4um. %3agister 4umaniora*.

11)

$* .ol. %kolonel*. )* Sdr. %saudara*. 5* >y. %nyonya*. c. 0anda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah umum, yang ditulis dengan huru+ kecil. Singkatan yang terdiri atas dua huru+ diberi dua buah tanda titik, sedangkan singkatan yang terdiri atas tiga buah huru+ atau lebih hanya diberi satu buah tanda titik. 9ontoh6 Ben*uk "idak Baku Ben*uk Baku sCd %sampai dengan* s.d. %sampai dengan* aCn %atas nama* dCa %dengan alamat* uCp %untuk perhatian* d.k.k. %dan kawan kawan* t.s.b. %tersebut* a.n. %atas nama* d.a. %dengan alamat* u.p. %untuk perhatian* dkk. %dan kawan kawan* tsb. %tersebut*

d. 0anda titik digunakan pada angka yang menyatakan ,umlah untuk memisahkan ribuan, ,utaan, dan seterusnya. 9ontoh6 1* 0ebal buku itu 1.1$? halaman. 2* 3inyak tanah sebanyak 2.$?? liter tumpah. (* 2arak dari desa ke kota itu (?.??? meter. 1kan tetapi, ,ika angka itu tidak menyatakan suatu ,umlah, tanda titik tidak digunakan. 9ontoh6 1* tahun 2??? 2* halaman 12(# (* >IP 1(?$19955 e. 0anda titik tidak digunakan pada singkatan yang terdiri atas huru+ huru+ awal kata atau suku kata dan pada singkatan yang die,a kata %akronim*. 9ontoh6 1* "P8 2* S31> && (* Sek,en "epdikbud #* tilang $* radar +. 0anda titik tidak digunakan di belakang singkatan lambang kimia, satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang. 9ontoh6 1* /ambang 9u adalah lambang kuprum. 2* Seorang pialang membeli 1? kg emas batangan.

115

(* 4arga karton manila itu 8p.$??,?? per meter. g. 0anda titik tidak digunakan di belakang ,udul yang merupakan kepala karangan, kepala ilustrasi tabel, dan sebagainya. 9ontoh6 1* 1cara .un,ungan 3enteri 1.S. 4ikam. 2* Bentuk dan .edaulatan %Bab I, !!" 19#$*. ,+ !)ab dan Sengsara. #* Danita Indonesia di Pentas Se,arah. h. 0anda titik tidak digunakan di belakang alamat pengirim dan tanggal surat serta di belakang nama dan alamat penerima surat. 9ontoh6 1* 2alan 4arapan IIICSB 19 2* 2akarta, 1? 1gustus 1998 (* Fth. Sdr. Imam .urnia 2. "anda Ko a 1da kaidah yang mengatur kapan tanda koma di gunakan dan kapan tanda koma tidak digunakan, yaitu6 a. 0anda koma harus digunakan di antara unsur unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan. 9ontoh6 1* Saya menerima hadiah dari paman berupa ,am tangan, raket, dan sepatu. 2* Satu, dua, ....tigaG (* "epartemen Pariwisata, Seni, dan Budaya. 9atatan6 2ika penggabungan itu hanya terdiri atas dua unsur, sebelum kata dan tidak dibubuhkan tanda koma. 1kan tetapi, ,ika penggabungannya terdiri atas lebih dari dua unsur, di antara unsur unsurnya ada tanda koma sebelum unsur terakhir dibubuhkan kata dan. b. 0anda koma harus digunakan untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata teta i, melainkan, dan sedangkan. 9ontoh6 1* "ia bukan mahasiswa 2ayabaya, melainkan mahasiswa 1tma,aya. 2* Saya bersedia membantu, tetapi kau ker,akanlah dahulu tugas itu. (* "ialog .risten Islam 8egional di Bali tidak menghasilkan suatu simpulan, tetapi dialog seperti itu sangat berguna. #* Pembangunan industri bukan berarti membangun pabrik besar dan kecil sa,a, melainkan membangun kesadaran dan kemampuan masyarakat yang terlibat dalam seluruh proses industrialisasi.

118

c. 0anda koma harus digunakan untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya. Biasanya, anak kalimat didahului oleh kata penghubung bahwa, karena, agar, sehingga, walau un, a abila, jika, meski un, dan sebagainya. 9ontoh6 1* 1pabila bela,ar sungguh sungguh, Saudara akan berhasil dalam u,ian. 2* .arena harus ditandatangani oleh gubernur, surat itu ditulis di atas kertas berkepala surat resmi. (* .arena uangnya habis, ia tidak ,adi menonton pertandingan PS3S melawan PB8SIB sore ini. #* 1gar cita cita Saudara tercapai, Saudara harus beker,a keras. d. 0anda koma harus digunakan di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat. 0ermasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi ula, meski un begitu, akan teta i, namun, meski un demikian, dalam hubungan itu, sementara itu, sehubungan dengan itu, dalam ada itu, oleh sebab itu, sebaliknya, selanjutnya, ertama, kedua, misalnya, sebenarnya, bahkan, selian itu, kalau begitu, kemudian, malah, adahal, dan sebagainya. 9ontoh6 1* (leh karena itu, kita harus menghormati pendapatnya. 2* <adi, hak asasi di Indonesia sudah benar benar dilindungi (* =amun, kita harus tetap waspada. #* Selanjutnya, kita akan membicarakan masalah lain. $* %alam hubungan itu, masyarakat perlu dirangsang kreatiEitasnya untuk mengembangkan industri kecil dan kera,inan. e. 0anda koma harus digunakan di belakang kata kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, yang terdapat pada awal kalimat. 9ontoh6 1* Kasihan, dia harus mengikuti lagi u,ian akhir semester I tahun depan. 2* !duh, betulkah saya lulus Sipenmaru< (* (, kalau begitu saya setu,u. #* 7a, boleh kamu lebih dulu. +. 0anda koma digunakan untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. 9ontoh6 1* ;Saya sedih sekali,= kata Paman, ;karena kamu tidak lulus. 2* .ata petugas, ;.amu harus berhati hati di ,alan raya.= (* ;Polisi tetap yakin bahwa pelaku pembunuhan peragawati cantik, "iet,e, adalah Sid,udin alias 8omo, ;demikian pen,elasan Polda 3etro 2aya. Berdasarkan contoh contoh di atas, penggunaan titik dua %6* sebelum tanda petik dalam petikan langsung di anggap salah7 tanda baca yang benar adalah koma %,*. 119

g. 0anda koma digunakan di antara %1* nama dan alamat, %2* bagian bagian alamat, %(* tempat dan tanggal, dan %#* nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. 9ontoh6 1* 1nak saya mengikuti kuliah di 2urusan Perbankan, Sekolah 0inggi Ilmu Bkonomi Perbanas, 2alan Perbanas, .uningan, 2akarta Selatan. 2* Bandung, 1? 1pril 1998. (* 2akarta, Indonesia. h. 0anda koma digunakan untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam da+tar pustaka. 9ontoh6 1* Badudu, Fus. 198?. Membina Bahasa Indonesia Baku. Seri I. Bandung6 Pustaka Prima. 2* 0,iptadi, Bambang. 198#. Tata Bahasa Indonesia. 9etakan II. 2akarta6 Fudistira. (* 4alim, 1mran. Bditor. 195). Politik Bahasa =asional 2. 2akarta6 Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. i. 0anda koma digunakan di antara nama orang dengan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama keluarga atau marga. 9ontoh6 1* 1. 1nsori, S.4. 2* >y. 3aimunah, 3.1. (* Sobur, 3.Sc. #* Sudarsono, S.B., 3.1. ,. 0anda koma digunakan untuk mengapit keterangan tambahan dan keterangan aposisi. 9ontoh 1* Seorang warga, selaku wakil 80 ?2, mengemukakan pendapatnya. 2* Produsen minyak terbesar dalam :PB9, 1rab Saudi, sudah mengusulkan supaya harga minya dapat ditetapkan 18 dolar perbarel. (* "i daerah kami, misalnya, masih banyak warga yang buta huru+. k. 0anda koma tidak boleh digunakan untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat. 9ontoh 8+ Presiden Ronald Reagan diberitakan 0rustasi karena dua tokoh kunci I. 1. dalam sta0 embantunya menyatakan menolak mengungka kan a a yang mereka ketahui tentang skandal enjualan senjata ke Iran. *+ Menteri mengatakan bahwa embangunan harus dilanjutkan. I. 1.

12?

$. "anda "i*ik Ko a =G> 0anda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat ma,emuk sebagai pengganti kata penghubung. 9ontoh6 Para emikir mengatur strategi dan langkah yang harus ditem uhN ara elaksana mengerjakan tugas sebaik;baiknyaN ara enyandang dana menyediakan biaya yang di erlukan. %. "anda "i*ik Dua =7> a. 0anda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian. 9ontoh6 Perguruan Tinggi =usantara mem unyai tiga jurusanI Sekolah Tinggi Teknik, Sekolah Tinggi 'konomi, dan Sekolah Tinggi -ukum. b. 0anda titik dua tidak dipakai kalau rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. 9ontoh6 Perguruan Tinggi =usantara mem unyi Sekolah Tinggi Teknik, Sekolah tinggi 'konomi, dan Sekolah Tinggi -ukum. '. "anda Hu-ung =0> a. 0anda hubung dapat dipakai untuk memper,elas hubungan bagian bagian ungkapan. Bandingkan6 ; tiga; uluh dua; ertiga 4,: *@,+ dan tiga; uluh;dua ertiga 4,*@,+. ; mesin; otong tangan 4mesin tangan+. otong tangan yang digunakan dengan

; mesin otong;tangan 4mesin khusus untuk memotong tangan+. b. 0anda hubung dipakai untuk merangkaikan %a* se; dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huru+ kapital, %b* ke dengan angka, %c* angka dengan ;an, dan %d* singkatan huru+ kapital dengan imbuhan atau kata. 9ontoh6 1* Pada tahun depan akan diadakan perlombaan paduan suara rema,a se 2awa 0imur di Surabaya. 2* .e (1$ orang itu berasal dari 3esir. (* >egara negara yang meraih kemerdekaan pada akhir dekade 19$? an dan awal 19)? an kini sibuk membangun, mengisi kemerdekaan masing masing. #* Darga ".I yang sudah dewasa diwa,ibkan ber .0P ".I. $* Pemberontakan itu dikenal dengan A (? S P.I.

121

.. "anda Pisah =H> 0anda Pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi pen,elasan khusus di luar bangun kalimat, menegaskan adanya aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat men,adi lebih ,elas, dan dipakai diantara dua bilangan atau tanggal yang berarti Rsampai denganS atau di antara dua nama kota yang berarti RkeS atau RsampaiS, pan,angnya dua ketukan. 9ontoh6 1* Pemerintahan 4abibie dimulai 3ei 1998 J "esember 1999. 2* Bus .ramat,ati ,urusan Ban,ar J 2akarta. 8. "anda Pe*ik =@...@> 0anda petik dipakai untuk petikan langsung, ,udul syair, karangan, istilah yang mempunyi arti khusus atau kurang dikenal. 9ontoh6 .ata hasan, ;Saya ikut.= Sa,ak ;1ku= karangan 9hairil 1nwar. Ia memakai celana ;cutbrai.= 9. "anda Pe*ik "ungga# =I...J> 0anda petik tunggal mengapit ter,emahan atau pen,elasan kata atau ungkapan asing. 9ontoh6 Dailatur >adar Omalam bernilaiK.

122