Anda di halaman 1dari 7

Latar belakang

YZC1uTfG

Gagal jantung akut telah menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia sekaligus penyebab signifikan jumlah perawatan di rumah sakit dengan menghabiskan biaya yang tinggi. Meningkatnya harapan hidup disertai makin tingginya angka keselamatan ( survival) setelah serangan infark miokard akut akibat kemajuan pengobatan dan penatalaksanaannya, mengakibatkan semakin banyak pasien yang hidup dengan disfungsi ventrikel kiri yang selanjutnya masuk ke dalam gagal jantung kronis. Anamnesis Anamnesis merupakan wawan ara antara dokter, penderita atau keluarga penderita yang mempunyai hubungan dekat dengan pasien, mengenai semua data tentang penyakit. !alam anamnesis perlu ditanyakan identitas pasien, keluhan utama, riwayat penyakit sekarang, riwayat penyakit dahulu, riwayat kesehatan keluarga, riwayat pribadi dan riwayat sosial ekonomi.
"

#dentitas pasien $ %ama lengkap pasien, umur, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat, pendidikan, agama, pekerjaan, suku bangsa. &eluhan utama $ yaitu keluhan yang menjadi alasan pasien datang ke dokter. 'ada penderita gagal jantung, umumnya keluhan utamanya berupa kelemahan saat beraktivitas dan sesak nafas.

"

"
"

(iwayat penyakit sekarang Riwayat penyakit dahulu $ 'ada riwayat penyakit dahulu perlu ditanyakan apakah sebelumnya pasien pernah menderita nyeri dada, hipertensi, iskemia miokardium, infark miokardium, diabetes melitus, dan hiperlipidemia. )anyakan juga mengenai obat"obatan yang biasa diminum oleh pasien pada masa yang lalu dan masih relevan dengan kondisi saat ini. *bat"obatan ini meliputi obat diuretik, nitrat, penghambat beta bloker, dan antihipertensi. +atat adanya efek samping yang terjadi di masa lalu, alergi obat, dan reaksi alergi yang timbul. ,ering kali pasien menafsirkan suatu alergi sebagai efek samping obat.

"

(iwayat penyakit keluarga $ 'ada riwayat penyakit keluarga, tanyakan pada pasien tentang penyakit yang pernah dialami oleh keluarga, anggota keluarga yang meninggal terutama pada usia produktif, dan penyebab kematiannya.

"

(iwayat pribadi dan sosial $ )anyakan mengenai situasi tempat pasien bekerja dan lingkungannya. &ebiasaan sosial dengan menanyakan kebiasaan dan pola hidup misalnya minum alkohol atau obat tertentu, menanyakan tentang kebiasaan merokok, sudah berapa lama, berapa batang per hari, dan jenis rokok.

'emeriksaan fisik 'ada pemeriksaan fisik pasien terdiri daripada empat bagian, meliputi- inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi.

#nspeksi #nspeksi merupakan pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan hanya melihat terdapat kelainan atau tidak pada badan pasien. .al"hal yang dilihat adalah pernafasannya normal atau tidak, melihat bentuk toraknya pada bagian anterior dan melaporkan pergerakan toraks saat keadaan statis dan dinamis. 'astikan tiada bagian yang tertinggal sewaktu pasien bernafas. &emudian laporkan juga keadaan sela iganya samada ada retraksi atau men embung. 'alpasi 'alpasi adalah teknik perabaan untuk mengetahui sama ada terdapat kawasan yang nyeri atau kawasan yang mempunyai massa. 'alpasi dilakukan se ara a ak dan terstruktur pada anterior dan posterior toraks. &ita juga akan meraba sela iga dan melakukan pemerikaan taktil fremitus dengan menyuruh pasien menyebut //. 'erkusi 'erkusi dilakukan dengan ara mengetuk tempat"tempat tertentu untuk mengetahui kelainan bunyi pada setiap bagian toraks. !i paru"paru terdengar sonor, dibatasan organ terdengar redup dan di organ seperti jantung terdengar pekak. ,elain itu, perkusi juga di ari batas paru"hati, batas kanan jantung, batas atas, pinggang jantung, batas bawah dan kiri jantung. 'erkusi juga dilakukan se ara a ak dan terstruktur sesuai garis imaginer. Auskultasi

Auskultasi bertujuan untuk mendengar adanya bunyi jantung patologis pada pasien gagal jantung. &ita akan bisa mendengar bunyi gallop dan pada paru terdapat ronki basah halus terutama di basal paru. 'emeriksaan penunjang !ilakukan untuk menemukan penyebab, menilai beratnya penyakit dan memantau pengobatan$ a. 'emeriksaan 0lektrokardiogram (0&G) 'emeriksaan 0&G dapat memberikan informasi yang sangat penting, meliputi frekuensi debar jantung, irama jantung, sistem konduksi dan kadang etiologi dari gagal jantung akut. &elainan segmen ,), berupa ,) segmen elevasi infark miokard (,)0M#) atau %on ,)0M#. Gelombang 1 pertanda infark transmural sebelumnya. Adanya hipertrofi, bundle bran h blo k,disinkroni elektrikal, dan interval 1) yang memanjang. b. 'emeriksaan 2oto )horaks 2oto thoraks harus diperiksa se epat mungkin saat masuk pada semua pasien yang diduga gagal jantung akut, untuk menilai derajat kongesti paru, dan untuk mengetahui adanya kelainan paru dan jantung yang lain seperti efusi pleura, infiltrat atau kardiomegali. . 'emeriksaan Laboratorium pemeriksaan darah lengkap, elektrolit, urea, kreatinin, gula darah, albumin, en3im hati merupakan pemeriksaan awal pada penderita gagal jantung akut. &adar sodium yang rendah, urea dan kreatinin yang tinggi memberikan prognosa buruk pada gagal jantung akut, walaupun tidak ada ,&A.

!iagnosis banding 'asien dengan G4A biasanya akan memperlihatkan salah satu dari enam (5) bentuk G4A, antara lain$

a) 'erburukan

atau

gagal

jantung

kronik

(G4&)

dekompensasi,

adanya

riwayat perburukan yang progresif pada penderita yang sudah diketahui dan mendapat terapisebelumnya sebagai penderita G4& dan dijumpai adanya kongesti sistemik dankongesti paru. )ekanan darah yang rendah saat masuk (, merupakan petanda prognose buruk. b) 0dema paru 'asien dengan respiratory distress yang berat, pernafasan yang epat, orthopnea danron hi pada seluruh lapangan paru. ,aturasi *6 arterial biasanya 789: pada suhuruangan, sebelum mendapat terapi oksigen. ) Gagal jantung hipertensif, terdapat gejala dan tanda"tanda gagal jantung yangdisertai dengan tekanan darah tinggi dan biasanya fungsi sistolik jantung masihrelatif ukup baik, juga terdapat tanda"tanda peninggian tonus simpatik dengantakikardia dan vasokonstriksi. 'asien mungkin masih euvolemia atau hanyahipervolemia ringan. ;mumnya memperlihatkan kongesti paru tanpa tada"tandakongesti sistemik. d) ,yok kardiogenik, didefinisikan sebagai adanya bukti tanda"tanda hipoperfusi jaringan yang disebabkan oleh gagal jantung, walau sesudah preload dan aritmia berat sudah dikoreksi se ara adekuat. +iri khas syok kardiogenik adalah tekanandarah sistolik 789 mm.g, atau penurunan dari tekanan arteriol rata"rata (mean arterial pressure <=9 mm.g), dan tidak adanya produksi urin atau berkurang 79,> ml?kg?jam. Gangguan irama jantung sering ditemukan. )anda"tanda hipoperfusi organ dan kongesti paru timbul dalamwaktu epat. e) Gagal jantung kanan terisolasi, ditandai dengan adanya sindroma @low outputA tanpa disertai oleh kongesti paru dengan peninggian tekanan vena jugularis dengan atau tanpa hepatomegali dan tekanan pengisian ventrikel kiri yang rendah. f) ,indroma koroner akut (,&A) dan gagal jantung. Banyak penderita G4A timbul bersama ,&A yang dibuktikan dari gambaran klinisdan pemeriksaan penunjang. ,ekitar C>: penderita ,&A memperlihatkan gejala dan tanda"tanda G4. 0pisode G4A biasanya disertai atau dipresipitasi oleh aritmia (bradikardia, A2, dan D))

Gagal jantung sistolik dan diastolik Gagal jantung sistolik adalah ketidakmampuan kontraksi jantung memompa sehingga urah jantung menurun dan menyebabkan kelemahan, fatik, kemampuan aktifitas fisik menurun dan gejala hipoperfusi lainnya. Gagal jantung diastolik adalah gangguan relaksasi dan gangguan pengisian ventrikel. Gagal jantung diastolik didefinisikan sebagai gagal jantung dengan fraksi ejeksi lebih dari >9:. Low output dan high output heart failure Low output .2 disebabkan oleh hipertensi, kardiomiopati dilatasi, kelainan katup dan perikard. .igh output .2 ditemukan pada penurunan resistensi vaskular sistemik seperti hipertiroidisme, anemia, kehamilan, fistula A"D, beri"beri dan penyakit paget. ,e ara praktis, kedua kelainan ini tidak dapat dibedakan. Gagal jantung kanan dan gagal jantung kiri Gagal jantung kiri akibat kelemahan ventrikel,meningkan tekanan vena pulmonalis dan paru menyebabkan pasien sesak nafas dan ortopneu. Gagal jantung kanan terjadi jika kelainannya melemahkan ventrikel kanan seperti pada hipertensi pulmonal, tromboemboli paru kronik sehingga terjadi kongesti vena sistemik yang menyebabkan edema perifer, hepatomegali, dan distensi vena jugularis. )etapi karena perubahan biokimia gagal jantung terjadi pad miokard kedua ventrikel, maka retensi airan pada gagal jantung yang sudah berlangsung bulanan atau tahunan tidak berbeda. Gagal jantung akut Gagal jantung akut (G4A) didefinisikan sebagai serangan epat ? rapid? onset atau adanya perubahan pada gejala"gejala atau tanda"tanda (symptoms and sign) dari gagal jantung (G4) yang berakibat diperlukannya tindakan atau terapi se ara urgent. G4A dapat berupa serangan pertama G4, atau perburukan dari gagal jantung kronik sebelumnya. 'asien dapat memperlihatkan kedaruratan medik seperti edema paru akut. 0pidemiologi hlm E9. Le ture notes kardiologi. Gray hh, dawkins kd, morgan jm, simpson ia. 0disi keempat. 0rlangga. 699=. jakarta ,ekitar ="69 per C999 orang pada populasi mengalami gagal jantung, dan prevalensinya meningkat seiring pertambahan usia (C99 per C999 orang pada usia

diatas 5> tahun), dan angka ini akan meningkat karena peningkatan usia populasi dan perbaikan hidup setelah infark miokard akut. !i inggris, sekitar C99.999 pasien dirawat dirumah sakit setiap tahun karena gagal jantung, merepresentasikan >: dari semua perawatan medis dan menghabiskan lebih dari C: dana perawatan kesehatan. 0tiollogi Ada banyak kondisi kardiovaskular yang merupakan kausa dari G4A (gagal ginjal akut) dan faktor"faktor yang dapat men etuskan terjadinya G4A. ,emua faktor ini sangat penting untuk diidentifikasi dan dihimpun untuk mengatur strategi pengobatan. 'enyakit kardiovaskular dan non kardiovaskular dapat men etuskan G4A. +ontok yang sering antara lain " 'eningkatan afterloud pada penderita hipertensi sistemik atau penderita hipertensi pulmonal. " " 'eningkatan preloud karena volume overloud atau retensi air Gagal sirkulasi ( ir ulatory failure) seperti pada keadaan high output states antaralain pada infeksi dan anemia. Beberapa kondisi lain yang dapat men etuskan terjadinya G4A adalah ketidakpatuhan minum obat"obat gagal jantung atau nasehat medik, pemakaian obat seperti %,A#!s, y lo"oFygena e (+*G) inhibitor, dan thia3olidinediones. Gagal jantung berat juga dapat sebagai akibat dari gagal multi organ. )ebel 6. &ausa"kausa dan faktor pen etus timbulnya gagal jantung akut Penyakit jantung iskemik Sindrom koroner akut Komplikasi mekanik dari infrak akut Infark ventrikel kanan Stenosis valvular Regurgitasi valvular Endokarditis Valvular Gagal sirkulasi Septikemia Anemia Pirai

Emboli paru !ekompensasi pada gagal jantung kronis )idak patuh minum obat Dolume overloud #nfeksi, terutama pneumonia

iseksi aorta

*perasi !isfungsi renal Asma?''*& 'enyalahgunaan obat 'enyalahgunaan alkohol

!iopatia Post"partum Kardiomiopati !iokarditis akut

#ipertensi $ aritmia #ipertensi Aritmia akut

,imptom gagal jantung bisa juga di etuskan oleh faktor"faktor non kardiovaskular seperti penyakit paru obstruktif, atau adanya penyakit organ lanjut terutama disfungsi renal.

'enatalaksanaan line Dasodilator diindikasikan pada gagal jantung akut sebagai first line therapy, apabila hipoperfusi padahal tekanan darah adekuat dan tanda " tanda kongesti dengan dieresis sedikit, untuk membuka sirkulasi perifer dan mengurangi pre"load. %itrat mengurangi kongesti paru tanpa memepengaruhi stroke volume atau meningkatkan kebutuhan oksigen oleh miokard pada gagal jantung akut.Akan lebih baik di kombinasikan dengan furosemid dengan dosis rendah. Morfin dan analog morfin diindikasikan pada stadium awal apabila pasien gelisah

dan sesak nafas. morfin boleh diberikan bolus #D =mg segera sesudah dipasang intravenous