Anda di halaman 1dari 12

I. PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Suatu ketika seseorang akan mengumpulkan data, terlebih dahulu harus diketahui untuk apa data-data itu dikumpulkan. Apakah data tersebut hanya sekedar mengetahui (memperoleh gambaran) mengenai suatu keadaan atau untuk memecahkan suatu persoalan. Tujuan mengumpulkan data selain untuk mengetahui jumlah dan banyaknya unsur, juga ingin mengetahui karakteristik daripada unsur tersebut. Pada umumnya data seseorang pengamat masih merupakan angka-angka yang belum berbentuk data cuaca/iklim yang baik, hasil pencatatan tersebut masih harus diolah lebih lanjut menjadi data cuaca yang siap pakai. Pengamatan di lapangan masih berupa lembar catatan-catatan sementara. Lembaran itu nantinya akan disalin dalam buku data cuaca. Bila data cuaca akan digunakan untuk mendapatkan kriteria rencana dan rancangan, maka data cuaca pertama kali harus dicek untuk melihat apakah data tersebut dapat dipercaya dan apakah data tersebut cukup mewakili daerahnya atau tidak. 1.2 Tujuan Memperkirakan salah satu data anasir iklim berdasarkan data meteorologi yang tersedia. 1.3 Manfaat Melatih mahasiswa menggunakan rumus empiris untuk menentukan energi radiasi matahari dan menentukan tekanan uap air.

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Meteorologi Secara luas meteorologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari atmosfer yang menyangkut keadaan fisis dan dinamisnya serta interaksinya dengan permukaan bumi di bawahnya. Dalam pelaksanaan pengamatannya menggunakan hukum dan teknik matematik. Pengamatan cuaca atau pengukuran unsur cuaca dilakukan pada lokasi yang dinamakan stasiun cuaca atau yang lebih dikenal dengan stasiun meteorologi. Maksud dari stasiun meteorologi ini ialah menghasilkan serempak data meteorologis dan data biologis dan atau data-data yang lain yang dapat menyumbangkan hubungan antara cuaca dan pertumbuhan atau hidup tanaman dan hewan. Lokasi stasiun ini harus dapat mewakili keadaan pertanian dan keadaan alami daerah tempat stasiun itu berada. Informasi meteorogis yang secara rutin diamati antara lain ialah keadaan lapisan atmosfer yang paling bawah, suhu dan kelengasan tanah pada berbagai kedalaman, curah hujan, dan curahan lainnya, durasi penyinaran dan reaksi matahari

(Prawirowardoyo, 1996). 2.2 Iklim Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca dalam jangka waktu yang panjang. Studi tentang iklim dipelajari dalam meteorologi. Iklim di bumi sangat dipengaruhi oleh posisi matahari terhadap bumi. Terdapat beberapa klasifikasi iklim di bumi ini yang ditentukan oleh letak geografis. Secara umum kita dapat menyebutnya sebagai iklim tropis, lintang menengah, dan lintang tinggi. Ilmu yang mempelajari tentang iklim adalah klimatologi (Anonim, 2008). Dalam bidang pertanian, menurut Wisnubroto (1999) ilmu prakiraan penentuan kondisi iklim atmosfer ini adalah untuk menentukan wilayah pengembangan tanaman. Iklim mempengaruhi dunia pertanian. Presipitasi, evaporasi, suhu, angin, dan kelembaban nisbi udara adalah unsur iklim yang penting. Dalam dunia pertanian, air, udara, dan temperatur menjadi faktor yang penting. Kemampuan menyimpan air oleh tanah itu terbatas. Sebagian air meninggalkan tanah dengan cara transpirasi, evaporasi, dan drainase. 2.3 Radiasi Matahari

Radiasi matahari adalah penyebab semua ciri umum iklim dan radiasi matahari sangat berpengaruh terhadap kehidupan mahluk hidup di bumi, khususnya bagi manusia. Kekuatan efektif radiasi matahari ditentukan oleh energi radiasi matahari, pemantulan pada permukaaan bumi, berkurangnya radiasi oleh penguapan, dan arus radiasi di atmosfir. Hal inilah yang mempengaruhi keseimbangan energi di bumi (Lippsmeier, 1994). 2.4 Tekanan Uap Air Kelembapan adalah konsentrasi uap air di udara. Angka konsentrasi ini dapat diekspresikan dalam kelembapan absolut, kelembapan spesifik atau kelembapan relatif. Alat untuk mengukur kelembapan disebut higrometer. Sebuah humidistat digunakan untuk mengatur tingkat kelembapan udara dalam sebuah bangunan dengan sebuah pengawalembap. Dapat diananlogikan dengan sebuah termometer dan termostat untuk suhu udara. Perubahan tekanan sebagian uap air di udara berhubungan dengan perubahan suhu. Konsentrasi air di udara pada tingkat permukaan laut dapat mencapai 3% pada 30 0C (86 0F), dan tidak melebihi 0,5% pada 0 0C (32 0F) (Tjasyono, 1999). Kelembapan udara ditentukan oleh banyaknya uap air dalam udara. Kalau tekanan uap air dalam udara mencapai maksimum, maka mulailah terjadi pengembunan. Temperatur di mana terjadi pengembunann disebut titik embun. Kelembapan mutlak adalah massa uap air dalam udara per satuan volume. 2.5 Lama Penyinaran Bulanan Radiasi surya yang diukur adalah jumlah energi radiasi yang

sampaidipermuakaan bumi dalam bentuk intensitas dan lama penyinaran dalam sehari-hari,sebulan, atau setahun, atau untuk periode waktu tertentu. Intensitas radiasi Lama penyinaran surya.

2.6 Rumus Empiris Untuk Menentukan Energi Radiasi Matahari Banyak stasiun meteorologi hanya mencatat panjang penyinaran matahari dan radiasi serta jumlah penyinaran matahari. Angstron menyatakan hubungan kedua variabel tersebut sebagai berikut:

dimana:
3

I Io n N

= Energi radiasi matahari yang sampai di bumi (cal/cm2) = Energi radiasi matahari pada puncak atmosfir (cal/cm2) = Jumlah jam penyinaran matahari aktual (jam) = Panjang penyinaran matahari (jam)

A dan b: konstanta, untuk daerah Tropis a = 0,23 dan b = 0,48 dan akan berubah sesuai dengan latitude dan massa udara daerah tersebut. 2.7 Rumus Empiris Untuk Menentukan Tekanan Uap Air ed = es 0,000660 . p (Ta Tw) (1 + 0,00115 . Tw) dimana: ed es p Ta Tw = Tekanan uap air dari udara (mbar) = Tekanan uap jenuh pada wet bulb temperatur (mbar) = Tekanan udara (mbar) = Dry bulb temperatur (0C) = Wet bulb temperatur (0C)

2.8 Rumus Empiris Untuk Menghitung Lama Penyinaran Bulanan S = ( -22,5 hari hujan +90) % Dimana: S = Pesentase lama penyinaran bulanan

III. METODOLOGI PRAKTIKUM 3.1 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang dibutuhkan pada praktikum kali ini adalah modul dan alat tulis. 3.2 Cara Kerja Perhatikan arahan aslab, kemudian catat data yang diberikan oleh aslab. Terakhir, hitung data yang akan dicari. 3.3 Analisis Data Untuk menentukan energi radiasi matahari

Untuk menentukan tekanan uap air ed = es 0,000660 . p (Ta Tw) (1 + 0,00115 . Tw) Untuk menghitung lama penyinaran bulanan S = ( -22,5 hari hujan +90) %

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Tabel 4.1.1 Menentukan Energi Radiasi Matahari Tgl/Mei 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Io 801 950 820 840 788 760 810 821 849 A 0,23 0,23 0,23 0,23 0,23 0,23 0,23 0,23 0,23 B 0,48 0,48 0,48 0,48 0,48 0,48 0,48 0,48 0,48 n/N 0,78 0,78 0,78 0,78 0,78 0,78 0,78 0,78 0,78 I (Kal/cm2/hari) 484,1244 674,18 495,608 507,696 476,2672 459,344 489,564 496,2124 513,1356

Tabel 4.1.2 Penentuan Tekanan Uap Air Tgl/Mei 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Ta (C) 25.300 25300 25400 25400 25400 23800 25600 27800 28400 27500 Tw (C) 21200 21200 21200 24200 23800 23800 25600 25600 25000 23300 P (mbar) 1012,38 1013,38 1012,38 1012,38 1012,38 1012,38 1012,38 1012,38 1012,38 1012,38 E (mbar) 25,59 25,27 25,43 30,39 29,75 29,75 31,67 32,63 31,67 28,79 Ed (mbar) -69505,9656 -72237,219 -72567,4839 -23086,6572 -53049,3852 -70110,5358 -51653,6 -44715,3876 -67556,76 -79503,0468 RH (%) 89,02 88,37 88,39 27,3 93,53 91,46 94,3 95,4 92,6 89,7 RH* 78 78 74 80 74 80 79 81 82 86

Tabel 4.1.3 Lama Penyinaran Bulanan Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Hari Hujan 25 19 18 11 4 Hasil Pengamatan (%) 45,9 43,1 59,5 60 63,9 Hasil Perhitungan (%) 33,75 47,25 49,5 65,25 81

Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des

2 1 5 0 14 18 19

61,9 64,4 88,1 72,3 46,9 45,3 57,8

85,5 87,75 78,75 90 58,5 49,5 47,25

4.2 Pembahasan Dalam praktikum acara II praktikan difokuskan untuk memahami, mempelajari, dan mengaplikasikan rumus empiris untuk menentukan energi radiasi matahari, tekanan uap air dan lama penyinaran bulanan. Data yang dibutuhkan praktikum kali ini adalah data yang meliputi untuk menghitung rumus empiris energi radiasi matahari yang meliputi: energi radiasi matahari yang sampai di bumi, energi radiasi matahari pada puncak atmosfir, jumlah jam penyinaran matahari aktual, panjang penyinaran matahari, dan konstanta a: 0,23 dan b: 0,48. Sedangkan data yang dibutuhkan untuk menghitung rumus empiris tekanan uap air meliputi: tekanan uap air dari udara, tekanna uap jenuh pada wet bulb, tekanan udara, dry bulb temperatur, dan wet bulb temperatur. Dan yang dibutuhkan untuk menghitung lama penyinaran bulanan: hari hujan dan persentase. Data yang digunakan sudah tersedia di petunjuk praktikum sehingga mudah digunakan. Rumus empiris digunakan karena adanya keterbatasan dalam penyediaan data pada suatu daerah seperti di Kabupaten atau Kecamatan, data meteorologinya sangat kurang atau belum ada. Oleh karena itu semua hubungan antar unsur cuaca yang satu dengan yang lainnya adalah penting untuk memperkirakan salah satu data meteorologi apabila data tersebut belum diamati. Praktikan menghitung energi radiasi matahari dengan menggunakan rumus empiris, adapun rumusnya adalah sebagai berikut: Menghitung energi radiasi matahari:

dimana: I = Energi radiasi matahari yang sampai di bumi (cal/cm2)

Io n N

= Energi radiasi matahari pada puncak atmosfir (cal/cm2) = Jumlah jam penyinaran matahari aktual (jam) = Panjang penyinaran matahari (jam)

A dan b: konstanta, untuk daerah Tropis a = 0,23 dan b = 0,48 dan akan berubah sesuai dengan latitude dan massa udara daerah tersebut. Menghitung tekanan uap air: ed = es 0,000660 . p (Ta Tw) (1 + 0,00115 . Tw) dimana: ed es p Ta Tw = Tekanan uap air dari udara (mbar) = Tekanan uap jenuh pada wet bulb temperatur (mbar) = Tekanan udara (mbar) = Dry bulb temperatur (0C) = Wet bulb temperatur (0C)

Menghitung lamanya penyinaran bulanan S = ( -22,5 hari hujan +90) % Dimana: S = Pesentase lama penyinaran bulanan Perhitungan rumus empiris untuk mencari energi radiasi matahari dimulai dari tanggal 1 Mei hingga 9 Mei, mencari tekanan uap air perhitungan di mulai dari 1 Mei hingga 10 Mei, sedangkan untuk mencari lama penyinaran bulanan perhitungan dimulai dari Januari hingga Desember. Dan diperoleh hasil

perhitungan yang menunjukan bervariasinya energi radiasi matahari per harinya. Adapun perhitungan hasil energi radiasi terbesar diperoleh pada tanggal 2 Mei dan terendah pada tanggal 6 Mei. Sedangkan perhitungan rumus empiris untuk mencari tekanan uap air dimulai dari tanggal 1 Mei hingga 10 Mei. Dan diperoleh hasil perhitungan yang bervariasi pula. Adapun hasil perhitungan terbesar diperoleh pada tanggal 4 Mei dan terendah pada tanggal 10 Mei. Terakhir, untuk perhitungan rumus untuk mencari lama penyinaran didapat hasil terbesar pada

bulan September dan terendah di bulan Januari. Dan diperoleh hasil yang bervariasi pula. Menurut Lippsmeier (1994), pengaruh radiasi terhadap suatu tempat tertentu dapat ditentukan terutama oleh: durasi radiasi, intensitas, dan sudut jatuh radiasi matahari. Durasi penyinaran radiasi matahari setiap hari dapat diukur dengan otogral sinar matahari secara fotografis dan termoelektris. Lama penyinaran maksimum dapat mencapai 90%. Lama penyinaran matahari bergantung pada musim, garis lintang geografis tempat pengamatan, dan kepadatan awan. Intensitas radiasi matahari pada suatu tempat tidaklah sama, meskipun berada pada garis lintang dan ketinggian yang sama. Hal ini disebabkan oleh variasi-variasi atmosfer. Intensitas radiasi matahari ditentukan oleh: energi radiasi absolut, hilangnya energi di atmosfer, sudut jatuh pada bidang yang disinari, dan penyebaran radiasi. Hal inilah yang menyebabkan bervariasinya energi radiasi matahari per harinya. Sudut jatuh ditentukan oleh posisi relatif matahari dan tempat pengamatan di bumi serta tergantung pada: sudut lintang geografis tempat pengamatan, musim, dan lama penyinaran harian yang ditentukan oleh garis bujur geografis tempat pengamatan. Menurut Tjasyono (1999) perubahan tekanan sebagian uap air di udara berhubungan dengan perubahan suhu. Jadi semakin tinggi suhu maka tekanan uap air akan semakin besar. Hal inilah yang menyebabkan bervariasinya tekanan uap air per harinya.

IV. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Rumus empiris digunakan karena adanya keterbatasan dalam penyediaan data pada suatu daerah seperti di Kabupaten atau Kecamatan, data meteorologinya sangat kurang atau belum ada. Oleh karena itu semua hubungan antar unsur cuaca yang satu dengan yang lainnya adalah penting untuk memperkirakan salah satu data meteorologi apabila data tersebut belum diamati. Perhitungan hasil energi radiasi terbesar diperoleh pada tanggal 2 Mei dan terendah pada tanggal 6 Mei, untuk perhitungan hasil terbesar tekanan uap air diperoleh pada tanggal 4 Mei dan terkecil 10 Mei, dan untuk perhitungan lama penyinaran bulanan diperoleh untuk hasil terbesar pada bulan September dan terendah pada bulan Januari. Intensitas radiasi matahari pada suatu tempat tidaklah sama, meskipun berada pada garis lintang dan ketinggian yang sama. Hal ini disebabkan oleh variasi-variasi atmosfer. Intensitas radiasi matahari ditentukan oleh: energi radiasi absolut, hilangnya energi di atmosfer, sudut jatuh pada bidang yang disinari, dan penyebaran radiasi. Sedangkan tekanan uap air dipengaruhi oleh suhu, semakin tinggi suhu, maka tekanan uap air akan semakin besar. 5.2 Saran Dalam melakukan praktek Klimatologi ini mahasiswa di tuntut untuk teliti dalam pencarian data yang di lakukan dalam praktek tersebut dan di buat suatu laporan yang valid dan tidak semata-mata hanya perkiraan semata dari mahasiswa tersebut.

10

DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2008. Iklim. <http://id.wikipedia.org/wiki/Iklim>. Diakses tanggal 8 Desember 2013. Lippsmeier, G. 1994. Bangunan Tropis (S. Nasution, Trans. 2 ed.). Jakarta: Penerbit Erlangga. Prawiroardoyo, S. 1996. Meteorologi. Bandung: Institut Teknologi Bandung. Tjasyono, Bayong. 1999. Dasar-dasar Hidrologi. Yogyakarta: Gajah Mada Universitas Press. Wisnubroto, S. 1999. Meteorologi Pertanian Indonesia. Yogyakarta: Mitra Gama Widya.

11

LAMPIRAN

Gambar 1. tabel penentuan tekanan uap air

Gambar 2. tabel penentuan energi radiasi matahari

12