Anda di halaman 1dari 8

Soal 1 A. Demand shifters adalah variabel-variabel selain harga barang yang mempengaruhi permitaan.

Variabel-variabel ini seperti income atau pendapatan konsumen, harga barang komplementer atau subtitusinya (price of related goods), iklan dan selera konsumen, populasi,ekspektasi konsumen, dan lain-lain. Pendapatan/income untuk

Peningkatan pendapatan akan mengakibatkan kemampuan konsumen

membeli barang semakin tinggi begitu pula sebaliknya. Kenaikan pendapatan mengakibatkan kurva permintaan bergeser ke kiri atau kekanan tergantung pola kebiasaan konsumsi konsumen (nature of consumer consumption patterns) berdasarkan jenis barangnya: normal goods atau inferior goods. 1. Normal goods: barang yang akan meningkat permintaanya (bergeser kekanan) jika pendapatan konsumen meningkat (searah dengan

pendapatan) 2. Inferior goods: barang yang akan menurun permintaanya (bergeser ke kiri) jika pengdapatan konsumen meningkat (berlawanan arah dengan pendapatan) Price Of Related Goods

Perubahan dalam harga yang berhubungan dengan barang yang bersangkutan akan menggeser kurva permintaan. Misalnya jika harga Cocacola naik maka permintaan konsumen terhadap pepsi juga akan meningkat. Hal ini dikenal sebagai subtitusi yaitu kenaikan harga barang yang satu akan mempengaruhi kenaikan permintaan barang penggantinya, begitu pula sebaliknya bila harga barang yang satu menurun permintaan barang subtitusinya juga juga akan menurun. Ada pula barang komplementer, apabila harga barang X meningkat maka akan menurunkan permintaan harga barang Y, misalnya adalah bila harga software komputer meningkat maka permintaan akan komputer akan menurun. Iklan dan selera konsumen

Iklan akan menggeser kurva permintaan ke kanan karena iklan akan memberikan informasi yang baik tentang kualitas produk sehingga meningkatkan permintaan. Begitu juga dengan selera konsumen yang merupakan hal subyektif dari

konsumen, jika selera konsumen meningkat maka permintaan juga akan meningkat(kurva permintaan bergeser kekanan), begitu pula sebaliknya. Populasi

Ada hubungan searah antara populasi dengan permintaan. Jika populasi meningkat maka akan semakin banyak individu yang mengkonsumsi produk dan menggeser kurva permintaan ke kakanan Ekspektasi konsumen

Misalnya adalah Ekspektasi konsumen pada HP, bila konsumen berekspektasi tahun depan harga HP akan meningkat maka akan terjadi kenaikan permintaan terhadap HP pada tahun ini atau saat ini. Analisis permintaan Rokok Rokok merupakan barang normal, karena semakin tinggi harga barang tersebut maka jumlah permintaannya akan semakin berkurang, akan tetapi pengaruh kenaikan harga terhadap permintaan rokok diperkirakan kecil artinya elastisitas permintaan karena harga (price elasticity of demand) kecil, karena rokok merupakan bersifat adiktif. Kenaikan tarif cukai terhadap permintaan rokok Kenaikan tarif cukai hasil tembakau tahun 2013 sebesar rata-rata 8,5 persen, tidak akan menurunkan konsumsi rokok. Menurut Abdillah Ahsan Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia mengatakan jumlah perokok sejak tahun1995-2010 telah meningkat 4,2 persen. Pada 1995 sebesar 27 persen penduduk dewasa merokok dan pada 2010 jumlahnya terus meningkat hingga 35 persen. Hal yang tersebut diatas dikarenakan kenaikan tarif cukai secara bertahap juga diikuti dengan kenaikan pendapatan per kapita masyarakat yang menyebabkan harga rokok akan terus terjangkau masyarakat. Pada masyarakat miskin, kenaikan pendapatan akan meningkatkan konsumsi rokok sebesar 6% sementara untuk orang kaya 2,1 % . Kelompok masyarakat berpendapatan tinggi mengkonsumsi lebih banyak rokok dibandingkan dengan berpendapatan rendah (low-income), Hal lain yang menyebabkan peningkatan tarif cukai ini tidak berdampak pada masyarakat adalah karena gencarnya iklan. Rokok merupakan produk dunia yang paling banyak diiklankan dan dipromosikan, walaupun iklan rokok ini (high-income)

kelompok masyarakat

menginformasikan kepada perokok bahwa ada efek kesehatan bagi penggunanya namun hal ini tidak mengurangi permintaan rokok karena rokok adalah barang adiktif. Justru Iklan akan meningkatkan permintaan akan rokok karena a. iklan dapat menarik perhatian anak-anak dan dewasa muda untuk bereksperimen dengan merokok dan untuk mulai membiasakan

merokok,sehingga iklan meningkatkan permintaan akan rokok b. Iklan dapat mengurangi keinginan perokok untuk berhenti merokok c. dapat berfungsi sebagai petunjuk atau stimulus yang menyebabkan peningkatan konsumsi sehari-hari oleh perokok, dan d. dapat menginduksi mantan perokok untuk melanjutkan kebiasaan mereka dengan memperkuat daya tarik merokok Disini dapat diketahui bahwa kenaikan tarif cukai sesuai Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007, tidak mempengaruhi permintaan konsumen terhadap rokok. Oleh karena itu tugas pemerintah adalah mengendalikan dan mengawasi tingkat konsumsi rokok masyarakat. Pemerintah sebaiknya menerapkan pungutan negara terhadap pengkonsumsi rokok bukan hanya dengan peningkatan cukai rokok. Serta meningkatkan pajak yang tinggi pada perusahaan rokok yang mengiklankan produk rokoknya. = 1,0 2,0 Px + 1,5 I + 0,8 Py 3,0 Pm +1,0 A = 1,0- 2,0 (2) + 1,5 (4) + 0,8 (2,5) -3,0 (1) +1,0 (2) = 1,0 4,0 + 6,0 + 2,0 3,0 + 2 = 4.000.000 (kemasan 10 ons) b. Ep = 1 (P/Q) = -2 (2/4) = -1 Ei = 2 (I/Q) = 1,5 (4/4) = 1,5 Exy = 3 (Py/Q) = 0,8 (2,5/4) = 0,5 Exm = 4 (Pm/Q) = -3 (1/4) = -0,75 EA = 5 (A/Q) = 1 (2/4) = 0,5

B. a. Qx

c. Qx

= 1,0 2,0 Px + 1,5 I + 0,8 Py 3,0 Pm +1,0 A = 1-2(1,8)+1,5 (4,2)+0,8(2,25)-3(1)+1(2,4) = 4.900.000 (kemasan 10 ons) pertahun = 1,0 2,0 Px + 1,5 I + 0,8 Py 3,0 Pm +1,0 A

d. Qx

5.2 = 1-4+6+2-3+A 5.2 = 8+A A=3,2

C. Makanan termasuk normal good, maka kenaikan pendapatan pada masyarakat kelas menengah sebesar 15% dan 10% pertahun juga akan meningkatkan permintaan masyarakat pada ayam kriuk. Namun semakin meningkatnya pendapatan juga akan mempengaruhi keinginan (desire) konsumen untuk mengkonsumsi barang yang lebih baik. Jadi kekhawatiran manager Yogya Chicken ini beralasan, kenaikan pendapatan konsumen ini mungkin akan mengubah selera permintaan konsumen pada ayam kriuk yang memiliki rasa yang lebih baik dan brand yang lebih terkenal seperti KFC atau MCd walaupun harganya lebih tinggi

SOAL 2 A. Transaction cost atau biaya transaksi adalah Biaya untuk memperoleh input melebihi dan di atas jumlah yang dibayarkan kepada pemasok input, transaction cost meliputi: Biaya pencarian pemasok yang sesuai Biaya negosiasi untuk mencapai kesepakatan pada harga berapa input akan dibeli, biaya ini termasuk legal fees dan lainnya Investasi lain yang layak atau pengeluaran yag disyaratkan untuk memperoleh fasilitas Metode memilih Input 1. Pertukaran di tempat (Spot Exchange) Spot exchange terjadi ketika pembeli dan penjual dari sebuah input bertemu di suatu tempat, terjadi pertukaran, dan kemudian berpisah. Metode ini menghindari biaya kontrak, menghindari biaya integrasi vertikal dan memungkinkan untuk mencegah permasalahan

Jika tidak ada biaya transaksi dan ada banyak pembeli dan penjual di pasar input maka harga pasar ditentukan oleh perpotongan antara kurva penawaran dan permintaan untuk input, manajer bisa saja menolak jika harga lebih besar dari yang telah ditentukan perpotongan tersebut. Keuntungan spot exchange adalah perusahaan dapat memilih secara acak untuk input- input yang standar yang dapat dibeli dari salah satu pemasok yang ada. Jika harga yang ditentukan dari pemasok terpilih lebih besar, maka perusahaan dengan mudah beralih pilihan pada pemasok yang lain. Kerugian spot exchange adalah pada saat perusahaan menginginkan spesifikasi yang diinginkan, mungkin saja hasilnya adalah input dengan kualitas yang jauh dari yang diinginkan. 2. Contracts Kontrak merupakan metod menciptakan hubungan berkelanjutan antara pembeli dan penjual dengan sebuah dokumen yang sah. Biasanya kontrak dilakukan pada jangka waktu tertentu yang telah disepakati dan adanya jaminan selama masa kontrak tersebut. Keuntungan Kontrak adalah mengurangi oportunisme, menghindari skimping pada investasi khusus, menjamin harga yang dapat diterima oleh kedua balah pihak. Sedangkan kerugian kontrak adalah membutuhkan biaya-biaya untuk menyusun kontrak , membutuhkan waktu, muncul adanya biaya-biaya legal, Biaya besar dalam lingkungan yang kompleks. 3. Integrasi Vertikal (Vertical Integration) Integrasi Vertikal adalah metode input etika suatu perusahaan menghindari pemasok lain dan memilih untuk menghasilkan input sendiri. Keuntungan dari kontrak adalah mengurangi oportunisme, menghindari biaya kontrak, sedangkan kerugiannya adalah menghilangkan spesialisasi dan memungkinkan meningkatnya biaya organisasi Metode input paling efisien Metode input mana yang paling efisien adalah bergantung pada karakteristik dari inputnya dan kepentingan management. Yang akan digambarkan pada gambar dibawah ini :

Ketika keinginan input management tidak termasuk investasi khusus maka perusahaan dapat menggunakan spot exhcange tanpa memperdulikan opurtunism dan bargaining costs Ketika lingkungan kontrak itu sederhana dan biaya penulisan kontrak lebih rendah dibandingkan dengan transaksi cost melalui spot exchange maka metode kontrak akan lebih optimal. Ketika menginginkan investasi khusus yang substansial dan input memiliki karakteristik yang kompleks, lingkungan yang kompleks, dan menimbulkan biaya yang sangat mahal jika menuliskan kontrak, maka perusahaan sebaiknya menggunakan metode integrasi vertikal.

B. Dengan adanya insentif pemberian honorarium yang 2 kali lipat yang dihitung dari jumlah mengajar dosen dan menggunakan sistem time clok sebagai syarat untuk memperoleh uang makan harian bagi dosen di universitas awan tidak akan menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kemajuan universitas awan karena hal ini hanya menghitung performance dosen dari segi kuantitas bukan kualitas. Ada jenis intensif yang menurut saya akan lebih efektif 1. Intensif berupa sistem bonus yang proposional diberikan kepada dosen, jika dosen yang bersangkutan menulis karya ilmiah dan diterbitkan ditingkat nasional maupun internasional atau, atau bonus kepada dosen yang mampu menciptakan penemuan-penemuan di bidang akademiknya masing-masing 2. Pemberian reputasi atau penghargaan yang tinggi pada dosen yang menghasilkan banyak karya atau yang memperoleh gelar tertinggi dengan ilmu yang mumpuni di bidang masing-masing

3. Bagi dosen yang memiliki kredibilitas dan integritas diberikan jabatan untuk memegang amanah di lingkungan universitas seperti dekan atau rektor.

SOAL 3 Perusahaan X berada di lingkungan industry dengan karakteristik berier to entry tidak begitu besar, yang memudahkan para pemain masuk dalam industrI ini, serta terdapat kompetisi yang kompetitif dan ROI (return on investment) nya sama dengan tingkat bungan dipasar serta hasil nilai CR4 dan HHI yang rendah dan RI cukup tinggi ini menunjukkan bahwa pasar X adalah pasar monopolistic competition. Persaingan yang kompetitif dalam pasar monopolistik menyebabkan harga pasar cenderung konstan, sehingga perusahaan X mendapatkan ROI dengan tingkat bunga di pasar uang. Implikasi dari perusahaan X dengan adanya persaingan pasar monopolistik dengan persaingan yang ketat cara untuk tetap bertahan hidup, adalah dengan memperhatikan Struktur pasar, perilaku, dan kinerja yang dikenal dengan SCP. Struktur pasar terdiri dari konsentrasi, barier to entry dan diferensiasi produk, serta tingkat pertumbuhan permintaan pasar, dan elastisitas permintaan. Konsentrasi perusahaan X menunjukkan bahwa nilai CR4 rendah atau mendekati 0 ini berarti dalam industri terdiri dari banyak perusahaan yang memproduksi output. Sedangan nilai HHI rendah artinya perusahaan X berada pada pasar yang memiliki banyak pembeli, namum masih dalam lingkungan industri yang sangat sangat kompetitif. Nilai Rothschild yang tinggi menunjukkan bahwa sensifitas terhadap harga produk di pasar mempengaruhi sensitivitas kurva permintaan perusahaan secara individu yang mengakibatkan perubahan harga. Dengan konsentrasi HHI dan CR 4 yang rendah, maka menunjukkan efisiensi sumber daya dan mempekerjakan banyak faktor produksi. Perusahaan X masuk dalam pasar monopolistic dimana produk memiliki sedikit perbedaan namun tidak saling menggantikan dengan produk yang lain. Oleh karena itu perusahaan harus efisiendalam beroperasi, sehingga dapat bersaing dan memperluas pasarnya, dan memperhatikan kualitas produk yang diproduksinya. Agar perusahaan X dapat bertahan dalam pasar ini maka perusahaan X harus melakukan iklan produk untuk menaikkan jumlah permintaan dan memberikan kesan bahwa produknya berbeda dari pesaingnya (competitive advertising) dan melakukan brand awereness kepada yang sama

konsumen agar produk tersebut mudah diingat. Serta perusahaan X dapat melakukan Niche marketing yaitu strategi pemasaran dimana barang dan pelayanannya menyesuaikan dengan kebutuhan dari segmentasi pasar tertentu, misalnya dengan green marketing dimana perusahaan X mematok konsumen pada individu atau kelompok yang perduli terhadap lingkungan.