Anda di halaman 1dari 5

Arsitektur Mesir Kuno adalah arsitektur Mesir kuno , salah satu peradaban paling berpengaruh sepanjang sejarah, yang

mengembangkan struktur array yang luas dari beragam dan monumen arsitektur besar di sepanjang Sungai Nil , di antara yang terbesar dan paling terkenal yang merupakan Piramida Agung Giza dan itu Sphinx Agung Giza .

Dari peninggalan bangunan-bangunan yang masih bisa disaksikan sampai sekarang menunjukkan bahwa bangsa Mesir telah memiliki kemampuan yang menonjol di bidang matematika, geometri dan arsitektur. Factor yang mempengaruhi karakteristik bangunan mesir kuno Keadaan Geologi Mesir sebuah negara yang sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika bagian timur laut. Dengan luas wilayah sekitar 997.739 km. Mayoritas penduduk Mesir menetap di pinggir Sungai Nil (sekitar 40.000 km). Sebagian besar daratan merupakan bagian dari gurun Sahara yang jarang dihuni . Pada Gurun yang terletak disebelah Timur,memiliki tanah yang gersang dan tidak ada oasis,tapi mengandung mineral-mineral berharga seperti emas dan batubatuan,seperti;batu kapur,batu granit,batu pasir,alabaster dan basalt yang digunakan sebagai konstruksi bangunan maupun bahan dekoratif.

SistemKepercayaan Masyarakat Mesir Kuno percaya dengan banyakdewa(Polytheisme). Karena banyaknya dewa yang dipercaya,maka dibuatlah kuil-kuil yang dipakai untuk memuja dewa-dewa. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Bangsa Mesir dikenal sebagai bangsa yang intelek (menciptakan matematika),tidak heran jika bangunan dan kuil yang dibangun sangat akurat dan berstruktur kokoh Ornamen dan Relief Ornamen banyak berupa gambar dewa-dewa Mesir dan cerita mengenai pemerintahan

tiap periode. Mereka menerapkan cat di dinding dengan menggunakansikat tebal, satu warna pada suatu waktu, tanpa shading atau efek cahaya
. Bangunan di Mesir mempunyai 3 jenis, yaitu : . Bangunan untuk Dewanya yaitu kuil Bangunan ini pembuatannya menyita waktu sampai beberapa generasi dari wangsa- wangsa. Bangunan kuil biasanya merupakan suatu kompleks pemujaan yang lengkap mencakup tempat tinggal para pendeta, kolam suci, bengkel kerja dan lain-lain. Bangunan demikian ini tidak ada yang sama antara suatu tempat dengan tempat yang lain, akan tetapi ada bagian pokok, dimana terdapat pada setiap kuil yaitu bangunan gerbang (pilon). Kuil Dewa merupakan bangunan besar berdinding yang dibangun pada lantai datar dan terbuat dari batu pasir. Kuil dirancang terutama untuk dinikmati dari dalam, dan bukan dari luar sebagai penghias alam. Bagian utamanya adalah sebuah pilon (2 piramid yang dipotong puncaknya dan membentuk gerbang besar); sebuah halaman dengan tiang-tiang tanpa atap, sebuah ruangan beratap tinggi dengan langit-langit yang disangga oleh tiang-tiang kokoh dari batu pasir; sebuah tempat suci sebagai kamar pribadi Dewa yang tersembunyi dibelakang dinding dan dikelilingi kamar-kamar upacara yang berukuran kecil. Setiap memasuki pintu gerbang terdapat segel yang menempel pada pintunya, dan diberi segel lagi (dari tanah lempung) sesudah selesai digunakan upacara. Kuil tersebut makin kebelakang makin meninggi mengikuti terasteras lantainya, sedangkan langit-langitnya makin kebelakang makin menurun, sehingga secara keseluruhan makin kedalam makin mengecil dan gelap yang mencerminkan kemisteriusan. Dewa yang paling dipuja di seluruh Mesir adalah Dewa Matahari Amon Re dan kuil yang paling besar di Karnak da Luxor.

Bangunan makam untuk Firaun/ Rajadewa yang sudah meninggal


(rumah abadi/Piramid) Bangunan makam merupakan bangunan yang dibuat secara bertahap mulai dari bentuk yang sederhana sampai mencapai bentuk yang sempurna. Bentuk makam tersebut adalah : Mastaba, Piramid, Tangga, Piramid bengkok dan akhirnya Piramid sempurna.

Pada awalnya, wangsa-wangsa pertama orang Mesir membuat bangunan makamnya dengan suatu bentuk yang sederhana, yaitu bentuk yang datar dibagian atasnya dan miring pada sisinya yang terbuat dari bahan batu bata yang dinamakan Mastaba kata da am ba asa ab yang b a ti bangku yang pada mu anya tingginya 5,00 m. Mastaba tersebut dihias bata bagian luarnya menurut pola yang geometric. Didalam Mastaba, biasanya dibawah tanah terdapat beberapa kamar, satu untuk jenazah dan yang lain untuk barang-barang milik orang yang meninggal tersebut. Yang terkenal adalah mastaba yang ditemukan di saqqara. Mastaba adalah awal terbentuknya piramid. Piramid mencerminkan rumah sesudah kematian, replika istana dan menjadi panggung pemujaan bagi raja. Piramid dilengkapi dengan : - Tempat pemujaan - Patung penjaga (Spinx) - Monumen 20 30 m (obelisq) - Pintu-pintu palsu ( 13 diantara 14 ) - Dipenuhi dengan lorong-lorong jebakan yang beracun Dilengkapi tangga dan lorong sebagai simbol menuju langit dimana Paraoh bergabung d ngan D wa Mata a i mon dan D wa Bu an Ra dalam perjalanan menuju surga. Piramid yang terkenal pada masa Kerajaan Tua di Giza - Piramid Khufu ( Cheops ) - Piramid Khafre ( Chepren) - Piramid Menkure ( Mycherinus ) Pada wangsa kedua, komplek makam yang terkenal adalah makam Mentuhotep Pada wangsa kedua, kamar yang dibangun semakin banyak, ada yang mencapai 30 buah kamar, dan dinding makamnya dilapis batu gamping. Mulai dikembangkan makam di tepi tebing sungai Nil di atas gunung karang sistem hollow out. Muka bangunan disebut grotto dengan cara memotong gunung karang. Disusun dalam tiga elemen : - Kolom-kolom portiko untuk publik - Kapel untuk pemujaan - Ruang makam Pada masa wangsa ketiga, bangunan yang terbuat dari bahan batu

seluruhnya dibuat dan ini merupakan bentuk Piramid Tangga yang pertama. Pyramid ini sebetulnya terdiri dari tumpukan Mastaba, sehingga tingginya mencapai 60,00 m. Makam berupa kuil yang terdiri dari : - Denah panjang dengan susunan kolom - Terdapat inner court - Pencahayaan kurang - Ruang-ruang terikat oleh sirkulasi dan struktur linier Kuil yang terkenal ditemukan di thebes yang disebut kuil Theban - Kuil sengaja dirancang dengan sistem serial pengalaman melewati ruang - Ruang luar terbuka dan terang - Ruang dalam tertutup dan gelap - Secara psikologis akses begini sebagai bentuk penjabaran ruang masuk selektif - Hanya raja yang layak berdoa dan berjumpa dengan Tuhan - Kuil Thebes disebut kuil seratus pintu yang sekarang dikenal dengan nama : KARNAK dan LUXOR - Dilengkapi dengan OBELISK: menara yang dipahat dengan tulisan HYROGLIEPH: riwayat raja Kurang dari 2 abad selanjutnya bentuk Piramid menjadi sempurna, bangunan massif yang terbuat dari balok-balok batu besar yang ditata menjulang menuju satu titik dengan kemiringan yang sebanding. Bangunan rumah tinggal biasa untuk orang hidup yang berstrata : istana, rumah bangsawan, rumah rakyat biasa. Bangunan rumah tinggal yang lengkap, milik keluarga bangsawan, terdiri dari sebidang tanah yang cukup luas, yang didahului sebuah pintu gebang. Bangunan induk terletak ditengah, dengan bentuk segi empat, yang dibangun dengan bahan bata mentah / Lumpur yang dikeringkan. Pembagian ruang teratur dan fungsional. Taman diletakan pada bagian kanan depan, bagian belakang untuk kandang, sedangkan bagian sisi untuk tempat tinggal pelayan, dapur bengkel kerja, gudang gandum terletak di sisi kiri depan. Rumah

Mesir terbuat dari lumpur yang dikumpulkan dari sungai Nil. Itu ditempatkan dalam cetakan dan dibiarkan kering di bawah terik matahari untuk mengeras untuk digunakan dalam konstruksi.