Anda di halaman 1dari 2

Menurut Almond (1974), system politik merupakan suatu konsep ekologis yang menunjukkan adanya suatu organisasi yang

berinteraksi dengan suatu lingkungan, yang mempengaruhi atau dipengaruhi. Ini berarti setiap sistem politik tidak pernah hidup dalam ruang hampa karena senantiasa hidup dalam suatu lingkungan tertentu yang saling mempengaruhi. Lingkungan ini, menurut Almond (1974), dibedakan menjadi dua yakni lingkungan domestic dan lingkungan internasional. Interaksi antara sistem politik dengan lingkungannya dapat dilihat dalam kasus, misalnya, kebijakan pemerintah mengenai mobil murah yang ramah lingkungan. Dalam kebijakan tersebut, intinya adalah memberikan kemudahan fiskal bagi produsen mobil ramah lingkungan yang bertujuan merangsang industri menciptakan kendaraan hemat bahan bakar minyak serta mencegah mobil murah dari luar masuk ke Indonesia contohnya dari Thailand. Salah satu yang banyak dikhawatirkan dari kebijakan ini adalah meningkatnya jumlah kemacetan di Jakarta yang disertai perilaku konsumtif kaum kelas menengah. Hal ini berarti akan memicu peningkatan jumlah kredit perbankan dalam pembelian mobil murah yang dapat menyebabkan kredit macet dan meningkatnya kemiskinan. Dalam jangka panjang, keberadaan mobil murah semakin lama akan mengurangi keberadaan transportasi umum. Dari contoh diatas, dapat dilihat bagaimana suatu sistem politik mempengaruhi lingkungan domestiknya. Selanjutnya, oleh karena sistem politik tersebut juga melakukan interaksi dengan sistem politik lain dalam lingkungan internasional maka keberadaannya juga mempunyai dampak terhadap bagaimana kebijakan luar negeri dilaksanakan dan bagaimana negara-negara lain merespon kebijakan tersebut. Interaksi sistem politik dengan lingkungannya dapat dilihat pada bagan yang digambarkan oleh Almond di bawah ini.

Berdasarkan gambar diatas, tampak jelas mengenai bagaimana interaksi sistem politik terjadi. Lingkungan domestik, sebagaimana nampak pada bagan di atas dibedakan atas lingkungan fisik, social, dan ekonomi. Di luarnya, lingkungan internasional bisa dibedakan menjadi komunitas-komunitas internasional, sistem politik lain, lembaga lembaga governance global, perusahaan-perusahaan yang beroperasi dalam lingkup internasional, dan lain sebagainya.
http://books.google.co.id/books?id=BRVTbWr6wFQC&pg=PA129&lpg=PA129&dq=lingkungan+domestik +sistem+politik&source=bl&ots=rsCxyjet1q&sig=8jvNSTS_ecgQc3ufN2G9QdhVHY&hl=id&sa=X&ei=h2JpUtvzLoWCrAeKyoHQBw&sqi=2&ved=0CCoQ6AEwA A#v=onepage&q=lingkungan%20domestik%20sistem%20politik&f=false Gabriel Almond. (1974). Studi Perbandingan Sistem Politik. Dalam Mohtar Masoed dan Colin MacAndrews (eds.), Perbandingan Sistem Politik. Yogyakarta: Gajah Mada University Press, hlm. 23.