Anda di halaman 1dari 1

Patofisiologi Kecemasan Stimulus yang berasal dari sistem auditorius, visual dan somatosensori pertama sekali akan dibawa

ke thalamus yang berfungsi sebagai relay station. Lalu thalamus akan membawa input ke nukleus lateralis amigdala lalu menuju nukleus sentralis amigdala. Sedangkan impuls dari sistem olfaktorius melalui traktus olfaktorius menuju korteks periamigdala lalu ke nukleus amigdala yang lebih dalam tanpa melewati thalamus. Stimulus dari viseral akan dibawa melalui nukleus paragigantoselular dan nukleus traktus solitarius vagus dibawa langsung ke amigdala atau secara tidak langsung melalui locus cereleus menuju amigdala. Stimulus yang telah diproses dari korteks asosiasi sensoris dan korteks sensoris primer akan dibawa ke korteks entorhinal lalu hipokampus lalu ke amigdala atau dapat juga melalui thalamus lalu ke amigdala atau ke amigdala langsung. Intinya semua stimulus akan dipusatkan di nukleus sentralis amigdala. Nukleus sentralis amigdala lalu akan bersinaps dengan beberapa neuron lagi di otak: (1) Locus cereleus yang merupakan penghasil norepinefrin. Locus cereleus akan berproyeksi lagi ke beberapa bagian diotak seperti paraventrikular nukleus di hipothalamus untuk mengaktifkan sistem HPA-axis (CRF, ACTH, Cortisol) sebagai respon stress. Ke lateral hypothalamus untuk mengaktivasi simpatis sehingga timbul takikardi, palpitasi, peningkatan TD, berkeringat, dilatasi pupil, perlambatan motilitas usus terjadi tidak nyaman di perut, dll. Tetapi LC jg bersinaps dgn dorsal motor nucleus of vagus yang akan mengaktifkan sistem parasimpatis. (2) striatum: akan menyebabkan perubahan psikomotorik. (3) nukleus trigeminal dan fasial untuk ekspresi wajah. (4) Lateral periaquaductal grey: freezing or escape, fight, flight, fright. (5) parabrachial nucleus: hiperventilasi. (6) dorsal motor of vagus: parasimpatis. (7) Lateral hypothalamus: aktivasi simpatis. (8) bed nucleus of striae terminalis: menuju PVN di hipothalamus HPA axis sebagai respon terhadap stress. (9) caudal reticulopontine of nucleus of the reticular formation: kejut. Peran dopamin. Nukleus lateralis amigdala juga berhubungan dengan prefrontal korteks (jg bersinaps dgn LC, thalamus dan korteks asosiasi sensoris) untuk modulasi kognitif. Prefrontal cortex (PFC) berperan dalam mengurangi kecemasan. Sedangkan dopamin dapat menginhibisi PFC. Pada gangguan kecemasan, peneliti mendapatkan terjadinya peningkatan dopamin. Sehingga dopamin menghambat fungsi PFC sebagai pengendali kecemasan. Peranan GABA. Pada penderita anxiety disorder terjadi penurunan jlh reseptor di LC, NTS, amigdala, lateral amigdala dan juga penurunan level mRNA di LC, NTS dan amigdala. Gaba berperan dalam inhibisi rangsangan, sehingga apabila jumlah reseptor atau gen GABA berkurang, maka rangsangan di LC, NTS, dan amigdala akan terus terjadi tanpa ada yang menghambat dan akan mengakibatkan kecemasan yang berlebihan. Peranan serotonin. Pada saat terjadi stimulus yang dapat mengakibatkan stress akan meningkatkan turnover dari serotonin di PFC, amigdala dan hipothalamus lateral. Turnover serotonin ini dapat menstimulasi anxiolitik maupun anxiogenik. Serotonin dapat meningkatkan rasa cemas di amigdala dan dapat menghambat cemas di PAG. Dorsal raphe nucleus amigdala dan frontal cortex takut dan cemas. DRN periventricular dan PAG menghambat takut dan cemas. CCK: berada di korteks serebral, amigdala, hipokampus, PAG, susb nigra dan raphe nuclues. Agonis reseptor CCK-4 bersifat anxiogenic.