Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH FARMASI PRAKTIS II SEDIAAN TOPIKAL

OLEH: ANNISA MUKMINAH (1011013069) SUYANDA DWINA (1011013072) DESI ELFIRA (1011013074)

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS ANDALAS PADAN 2013

I!

PENDAHULUAN Obat topikal merupakan salah satu bentuk obat yang sering dipakai dalam terapi

dermatologi. Obat ini terdiri dari vehikulum (bahan pembawa) dan zat aktif. Kecermatan memilih bentuk sediaan obat topikal yang sesuai dengan kondisi kelainan kulit merupakan salah satu faktor yang berperan dalam keberhasilan terapi topikal, di samping faktor lain seperti: konsentrasi zat aktif obat, efek fi sika dan kimia, cara pakai, lama penggunaan obat agar diperoleh efikasi yang maksimal dan efek samping minimal. Obat topikal terdiri dari vehikulum (bahan pembawa) dan zat aktif. aat ini, banyaknya sediaan topikal yang tersedia ditu!ukan untuk mendapat efi kasi maksimal zat aktif obat dan menyediakan alternatif pilihan bentuk sediaan yang terbaik.",# Obat topikal merupakan salah satu bentuk obat yang sering dipakai dalam terapi dermatologi. $anyaknya pilihan bentuk sediaan, memerlukan kecermatan dalam memilih, karena di samping pertimbangan bahan aktif, bentuk sediaan berpengaruh terhadap keberhasilan terapi. Kecermatan memilih bentuk sediaan obat topikal yang sesuai dengan kondisi kelainan kulit diperlukan, karena merupakan salah satu faktor yang berperan dalam keberhasilan terapi topikal di samping faktor lain seperti: konsentrasi zat aktif obat, efek fi sika dan kimia, cara pakai, lama penggunaan obat agar diperoleh efi kasi maksimal dengan efek samping minimal.",# uatu u!i coba efektivitas yang membandingkan sediaan losion dan salep untuk kulit kepala memperlihatkan banyaknya kasus drop out karena ketidaknyamanan terhadap bentuk sediaan obat. $erbagai laporan mencoba membandingkan efektifi tas berbagai bentuk sediaan topical pada satu macam penyakit% terlihat bahwa sediaan baru memiliki kelebihan dibandingkan bentuk konvensional.

II! ISI 2!1! D"#$%$&$ '()$*+, Kata topikal berasal dari bahasa &unani topikos yang artinya berkaitan dengan daerah permukaan tertentu. 'alam literatur lain disebutkan kata topikal berasal dari kata topos yang berarti lokasi atau tempat. ecara luas obat topikal didefi nisikan sebagai obat yang dipakai di tempat lesi. 2!2! -"./+0+$ /"%'1* &"2$++% (/+' '()$*+, Obat topikal adalah obat yang mengandung dua komponen dasar yaitu zat pembawa (vehikulum) dan zat aktif. (at aktif merupakan komponen bahan topikal yang memiliki efek terapeutik, sedangkan zat pembawa adalah bagian inaktif dari sediaan topikal dapat berbentuk cair atau padat yang membawa bahan aktif berkontak dengan kulit. )dealnya zat pembawa mudah dioleskan, mudah dibersihkan, tidak mengiritasi serta menyenangkan secara kosmetik. elain itu, bahan aktif harus berada di dalam zat pembawa dan kemudian mudah dilepaskan. *ntuk mendapatkan sifat zat pembawa yang demikian, maka ditambahkanlah bahan atau unsur senyawa tertentu yang berperan dalam memaksimalkan fungsi dari zat pembawa 2!3! -+3+% P"4/+5+ $ahan pembawa yang banyak dipakai: ". +anolin 'isebut !uga adeps lanae, merupakan lemak bulu domba. $anyak digunakan pada produk kosmetik dan pelumas. ebagai bahan dasar salep lanolin bersifat hipoalergik diserap oleh kulit, memfasilitasi bahan aktif obat yang dibawa. #. ,araben ,araben (para-hidroksibenzoat) banyak digunakan sebagai pengawet sediaan topikal. ,araben dapat !uga bersifat fungisid dan bakterisid lemah. ,araben banyak dipakai pada

shampo, sediaan pelembab, gel, pelumas, pasta gigi. .. ,etrolatum /erupakan sediaan semisolid yang terdiri dari hidrokarbon (!umlah karbon lebih dari #0). ,etrolatum (vaselin), misalnya vaselin album, diperoleh dari minyak bumi. 1itik cair "2-0234, dapat mengikat kira-kira .25 air. 6. 7liserin $erupa senyawa cairan kental, tidak berwarna, tidak berbau. 7liserin memiliki . kelompok hidroksil hidrofi lik yang berperan sebagai pelarut dalam air. ecara umum, zat pembawa dibagi atas . kelompok, cairan, bedak, dan salep. Ketiga pembagian tersebut merupakan bentuk dasar zat pembawa yang disebut !uga sebagai bentuk monofase. Kombinasi bentuk monofase ini berupa krim, pasta, bedak kocok dan pasta pendingin. +! 6+$.+% 4airan adalah bahan pembawa dengan komposisi air. 8ika bahan pelarutnya murni air disebut sebagai solusio. 8ika bahan pelarutnya alkohol, eter, atau kloroform disebut tingtura. 4airan digunakan sebagai kompres dan antiseptik. $ahan aktif yang dipakai dalam kompres biasanya bersifat astringen dan antimikroba. ,enggunaan kompres terutama kompres terbuka dilakukan pada : a. 'ermatitis eksudatif% pada dermatitis akut atau kronik yang mengalami eksaserbasi. b. )nfeksi kulit akut dengan eritema yang mencolok. 9fek kompres terbuka ditu!ukan untuk vasokontriksi yang berarti mengurangi eritema seperti eritema pada erisipelas. c. *lkus yang kotor: ditu!ukan untuk mengangkat pus atau krusta sehingga ulkus men!adi bersih. /! -"2+* /erupakan sediaan topikal berbentuk padat terdiri atas talcum venetum dan oxydum zincicum dalam komposisi yang sama. $edak memberikan efek sangat superfi sial karena tidak melekat erat sehingga hampir tidak mempunyai daya penetrasi.

Oxydum zincicum merupakan suatu bubuk halus berwarna putih bersifat hidrofob. Talcum venetum merupakan suatu magnesium polisilikat murni, sangat ringan. 'ua bahan ini dipakai sebagai komponen bedak, bedak kocok dan pasta. )ndikasi bedak: $edak dipakai pada daerah yang luas, pada daerah lipatan. 7! S+,") alep merupakan sediaan semisolid berbahan dasar lemak ditu!ukan untuk kulit dan mukosa. 'asar salep yang digunakan sebagai pembawa dibagi dalam 6 kelompok yaitu: dasar salep senyawa hidrokarbon, dasar salep serap, dasar salep yang bisa dicuci dengan air dan dasar salep yang larut dalam air. etiap bahan salep menggunakan salah satu dasar salep tersebut. )ndikasi salep : alep dipakai untuk dermatosis yang kering dan tebal (proses kronik), termasuk likenifi kasi, hiperkeratosis. 'ermatosis dengan skuama berlapis, pada ulkus yang telah bersih. Kontraindikasi salep: alep tidak dipakai pada radang akut, terutama dermatosis eksudatif karena tidak dapat melekat, !uga pada daerah berambut dan lipatan karena menyebabkan perlekatan. 2! K.$4 Krim adalah bentuk sediaan setengah padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. :ormulasi krim ada dua, yaitu sebagai emulsi air dalam minyak (;<O), misalnya cold cream, dan minyak dalam air (O<;), misalnya vanishing cream. 'alam praktik, umumnya apotek tidak bersedia membuat krim karena tidak tersedia emulgator dan pembuatannya lebih sulit dari salep. 8adi, !ika hendak menulis resep krim dan dibubuhi bahan aktif, dapat dipakai krim yang sudah !adi, misalnya biocream. Krim ini bersifat ambifi lik artinya berkhasiat sebagai ;<O atau O<;. Krim dipakai pada kelainan yang kering, superfi sial. Krim memiliki kelebihan dibandingkan salep karena nyaman, dapat dipakai di daerah lipatan dan kulit berambut. )ndikasi krim : Krim dipakai pada lesi kering dan superfi sial, lesi pada rambut, daerah intertriginosa.

"! P+&'+ ,asta ialah campuran salep dan bedak sehingga komponen pasta terdiri dari bahan untuk salep misalnya vaselin dan bahan bedak seperti talcum, oxydum zincicum. ,asta merupakan salep padat, kaku yang tidak meleleh pada suhu tubuh dan berfungsi sebagai lapisan pelindung pada bagian yang diolesi. 9fek pasta lebih melekat dibandingkan salep, mempunyai daya penetrasi dan daya maserasi lebih rendah dari salep. )ndikasi pasta : ,asta digunakan untuk lesi akut dan superficial #! -"2+* *(7(* $edak kocok adalah suatu campuran air yang di dalamnya ditambahkan komponen bedak dengan bahan perekat seperti gliserin. $edak kocok ini ditu!ukan agar zat aktif dapat diaplikasikan secara luas di atas permukaan kulit dan berkontak lebih lama dari pada bentuk sediaan bedak serta berpenetrasi kelapisan kulit. )ndikasi bedak kocok : $edak kocok dipakai pada lesi yang kering, luas dan superfisial seperti miliaria. 0! ", 7el merupakan sediaan setengah padat yang terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel organik dan anorganik. 7el dikelompokkan ke dalam gel fase tunggal dan fase ganda. 7el fase tunggal terdiri dari makromolekul organic yang tersebar dalam suatu cairan sedemikian hingga tidak terlihat adanya ikatan antara molekul besar yang terdispersi dan cairan. 7el fase tunggal dapat dibuat dari makromolekul sintetik (misalnya karbomer) atau dari gom alam (seperti tragakan). Karbomer membuat gel men!adi sangat !ernih dan halus. 7el fase ganda yaitu gel yang terdiri dari !aringan partikel yang terpisah misalnya gel alumunium hidroksida. 7el ini merupakan suatu suspensi yang terdiri dari alumunium hidroksida yang tidak larut dan alumunium oksida hidrat. ediaan ini berbentuk kental, berwarna putih, yang efektif untuk menetralkan asam klorida dalam lambung. 7el segera mencair !ika berkontak dengan kulit dan membentuk satu lapisan. =bsorpsi pada kulit lebih baik daripada krim. 7el !uga baik dipakai pada lesi di kulit yang berambut.

$erdasarkan sifat dan komposisinya, sediaan gel memilliki keistimewaan: a. /ampu berpenetrasi lebih !auh dari krim. b. angat baik dipakai untuk area berambut. c. 'isukai secara kosmetika. 3! 8",,9 Jelly merupakan dasar sediaan yang larut dalam air, terbuat dari getah alami seperti tragakan, pektin, alginate, borak gliserin. $! L(&$(% +osion merupakan sediaan yang terdiri dari komponen obat tidak dapat larut terdispersi dalam cairan dengan konsentrasi mencapai #25. Komponen yang tidak tergabung ini menyebabkan dalam pemakaian losion dikocok terlebih dahulu. ,emakaian losion meninggalkan rasa dingin oleh karena evaporasi komponen air. $eberapa keistimewaan losion, yaitu mudah diaplikasikan, tersebar rata, favorit pada anak. 4ontoh losion yang tersedia seperti losion calamin, losion steroid, losion faberi. :! F(+4 +".(&(, =erosol merupakan sediaan yang dikemas di bawah tekanan, mengandung zat aktif yang dilepas pada saat sistem katup yang sesuai ditekan. ediaan ini digunakan untuk pemakaian lokal pada kulit, hidung, mulut, paru. Komponen dasar aerosol adalah wadah, propelen, konsentrat zat aktif, katup dan penyemprot. Foam aerosol merupakan emulsi yang mengandung satu atau lebih zat aktif menggunakan propelen untuk mengeluarkan sediaan obat dari wadah. Foam aerosol merupakan sediaan baru obat topikal. Foam dapat berisi zat aktif dalam formulasi emulsi dan surfaktan serta pelarut. ediaan foam yang pernah dilaporkan antara lain ketokonazol foam dan betamethasone foam. Keistimewaan foam: Foam saat diaplikasikan cepat mengalami evaporasi, sehingga zat aktif tersisa cepat berpenetras ediaan foam memberikan efek iritasi yang minimal

2!4! 8+,1. P"%"'.+&$ &"2$++% '()$*+,

2!;! 6+.+ P+*+$ ". Oles ,engolesan pada lokasi lesi merupakan cara pakai sediaan topikal yang umum dilakukan. 4ara ini dilakukan untuk hampir semua bentuk sediaan. $anyaknya sediaan yang dioleskan disesuaikan dengan luas kelainan kulit. ,enambahan cara oles sediaan dengan menggosok dan menekan !uga dilakukan pada obat topikal dengan tu!uan memperluas daerah aplikasi namun !uga meningkatkan suplai darah pada area lokal, memperbesar absorpsi sistemik. ,enggosokan ini mengakibatkan efek eksfoliatif lokal yang meningkatkan penetrasi obat. #. Kompres 4ara kompres digunakan untuk sediaan solusio. Komponen cairan yang dominan men!adikan kompres efektif untuk lesi basah dan lesi berkrusta. 'ua cara kompres yaitu kompres

terbuka dan tertutup. ,ada kompres terbuka diharapkan ada proses penguapan. 4aranya dengan menggunakan kain kasa tidak tebal cukup . lapis, tidak perlu steril, !angan terlampau erat. ,embalut atau kain kasa dicelupkan ke dalam cairan kompres, sedikit diperas, lalu dibalutkan pada kulit lebih kurang .2 menit. ,ada kompres tertutup tidak diharapkan ter!adi penguapan, namun cara ini !arang digunakan karena efeknya memperberat nyeri pada lokasi kompres. .. ,enggunaan oklusif pada aplikasi 4ara oklusi ditu!ukan untuk meningkatkan penetrasi sediaan% namun cara ini tidak banyak digunakan. $erbagai teknik oklusi menggunakan balutan hampa udara seperti penggunaan sarung tangan vinyl, membungkus dengan plastik."> 1eknik oklusi mampu meningkatkan hantaran obat "2-"22 kali dibandingkan tanpa oklusi, namun lebih cepat menimbulkan efek samping obat, seperti efek atrofi kulit akibat kortikosteroid. 6. /andi /andi atau berendam dianggap lebih disukai daripada kompres pada pasien dengan lesi kulit luas seperti pada penderita lesi vesiko bulosa. 4ontoh zat aktif yang pernah digunakan untuk mandi seperti potassium permanganate. ?amun cara ini sudah tidak dian!urkan lagi mengingat efek maserasi yang ditimbulkan 2!6! P"4/".$+% (/+' '()$*+, )+2+ *1,$' 1u!uan dari pemberian obat secara topical pada kulit adalah untuk memperoleh reaksi lokal dari obat tersebut. tandar operasional prosedur pemberian obat topical pada kulit: +! P".&$+)+% +,+' o Obat topical sesuai yang dipesankan (krim, lotion, aerosol, bubuk, spray) o $uku obat o Kassa kecil steril (sesuai kebutuhan) o handscoon bersih dan baki o +idi kapas atau tongue spatel

o $askom dengan air hangat, waslap, handuk dan sabun basah) Kassa balutan, penutup plastic dan plester (sesuai kebutuhan) /! T"*%$* P"4/".$+% (/+' )+2+ *1,$' (2".4+'(,(0$&) Obat dapat diberikan pada kulit dengan cara digosokkan, ditepukkan, disemprotkan, dioleskan dan iontoforesis (pemberian obat pada kulit dengan listrik).,rinsip ker!a pemberian obat pada kulit antara lain meliputi: o 7unakan teknik steril bila ada luka pada kulit. o $ersihkan kulit sebelum memberikan obat (bahan pembersih ditentukan oleh dokter). o =mbil obat kulit dari tempatnya dengan batangh spatel lidah dan bukan dengan tangan. o $ila obat perlu digosok, gunakan tekanan halus. o Oleskan obat tipis-tipis kecuali ada petun!uk lain. o Obat dalam bentuk cair harus diberikan dengan aplikator. o $ila digunakan kompres atau kapas lembab maka pelembab harus steril. o 4ek instruksi dokter untuk memastikan nama obat, daya ker!a dan tempat pemberian. o 4uci tangan o =tur peralatan disamping tempat tidur klien o 1utup gorden atau pintu ruangan o )dentifikasi klien secara tepat o ,osisikan klien dengan tepat dan nyaman, pastikan hanya membuka area yang akan diberi obat o )nspeksi kondisi kulit. 4uci area yang sakit, lepaskan semua debris dan kerak pada kulit o Keringkan atau biarkan area kering oleh udara o $ila kulit terlalu kering dan mengeras, gunakan agen topical o 7unakan sarung tangan bila ada indikasi o Oleskan agen topical

(1) K.$4< &+,") 2+% ,(&$(% 9+%0 4"%0+%21%0 4$%9+* 6+.+ )"4/".$+% (/+' )+2+ *1,$' +etakkan satu sampai dengan dua sendok teh obat di telapak tangan kemudian lunakkan dengan menggosok lembut diantara kedua tangan *sapkan merata diatas permukaan kulit, lakukan gerakan meman!ang searah pertumbuhan bulu. 8elaskan pada klien bahwa kulit dapat terasa berminyak setelah pemberian

(2) L('$(% 4"%0+%21%0 &1&)"%&" (3) -1/1* ,astikan bahwa permukaan kulit kering secara menyeluruh @egangkan dengan baik lipatan bagian kulit seperti diantara ibu !ari atau bagian bawah lengan $ubuhkan secara tipis pada area yang bersangkutan Kocok wadah dengan kuat Oleskan se!umlah kecil lotion pada kassa balutan atau bantalan kecil 8elaskan pada klien bahwa area akan terasa dingin dan kering.

(4) S).+9 +".(&(, Kocok wadah dengan keras $aca label untuk !arak yang dian!urkan untuk memegang spray men!auhi area (biasanya "0-.2 cm) $ila leher atau bagian atas dada harus disemprot, minta klien untuk memalingkan wa!ah dari arah spray. emprotkan obat dengan cara merata pada bagian yang sakit @apikan kembali peralatan yang masih dipakai, buang peralatan yang sudah tidak digunakan pada tempat yang sesuai.

4uci tangan

2!7! P"4/".$+% (/+' )+2+ 4+'+ ,emberian obat melalui mata adalah memberi obat kedalam mata berupa cairan dan salep. 1u!uan pemberian obat pada mata: a) *ntuk mengobati gangguan pada mata b) *ntuk mendilatasi pupil pada pemeriksaan Astruktur internal mata c) *ntuk melemahkan otot lensa mata pada pengukuran refraksi mata d) *ntuk mencegah kekeringan pada mata tandar operasional prosedur pemberian obat topical pada mata (tetes mata) +! P".&$+)+% +,+' $otol obat dengan pensteril atau salep dalam tube (tergantung !enis sediaan obat) $uku obat $ola kapas kering steril (stuppers) $ola kapas basah (normal salin) steril $askom cuci dengan air hangat ,enutup mata (bila perlu) arung tangan

/! P.(&"21. *".:+ +) 4ek instruksi dokter untuk memastikan nama obat, daya ker!a dan tempat pemberian. /) 4uci tangan dan gunakan sarung tangan 7) )dentifikasi klien secara tepat 2) 8elaskan prosedur pengobatan dengan tepat ") =tur klien dengan posisi terlentang atau duduk dengan hiperektensi leher #) 'engan kapas basah steril, bersihkan kelopak mata dari dalam keluar

0) /inta klien untuk melihat ke langit B langit 3) 1eteskan obat tetes mata : 'engan tangan dominan anda di dahi klien, pegang penetes mata yang terisi obat kurang lebih "-# cm (2,0 B 2,>0 inci) diatas sacus kon!ungtiva. ementara !ari tangan non dominan menarik kelopak mata kebawah. 1eteskan se!umlah obat yang diresepkan kedalam sacus kon!ungtiva. acus kon!ungtiva normal menahan "-# tetes. /eneteskan obat tetes ke dalam sacus memberikan penyebaran obat yang merata di seluruh mata. $ila klien berkedip atau menutup mata atau bila tetesan !atuh ke pinggir luar kelopak mata, ulangi prosedur etelah meneteskan obat tetes, minta klien untuk menutup mata dengan perlahan $erikan tekanan yang lembut pada duktus nasolakrimal klien selama .2C2 detik. :) /emasukkan salep mata : ,egang aplikator salep diatas pinggir kelopak mata, pencet tube sehingga memberikan aliran tipis sepan!ang tepi dalam kelopak mata bawah pada kon!ungtiva. /inta klien untuk melihat kebawah /embuka kelopak mata atas $erikan aliran tipis sepan!ang kelopak mata atas pada kon!ungtiva dalam. $iarkan klien meme!amkan mata dan menggosok kelopak mata secara perlahan dengan gerakan sirkuler menggunakan bola kapas. *) $ila terdapat kelebihan obat pada kelopak mata, dengan perlahan usap dari bagian dalam ke luar kantus ,) $ila klien mempunyai penutup mata, pasang penutup mata yang bersih diatas pada mata yang sakit sehingga seluruh mata terlindungi. ,lester dengan aman tanpa memberikan penekanan pada mata.

4) +epaskan sarung tangan, cuci tangan dan buang peralatan yang sudah dipakai %) 4atat obat, konsentrasi, !umlah tetesan, waktu pemberian dan mata (kiri, kanan atau kedua duanya) yang menerima obat. I.$0+&$ 2+% $%&'+,+&$ 4+'+ )rigasi mata merupakan satu tindakan pencucian kantung kon!ungtiva mata. $erbagai bentuk spuit tersedia khusus untuk melakukan irigasi tetapi bila tidak ada dapat digunakan spuit dengan tabung yang besar. ,eralatan yang digunakan harus dalam keadaan steril. Obat mata biasanya berbentuk cairan (obat tetes mata) dan ointment< obat saleb mata biasanya diramu dengan kekuatan yang rendah misalnya #5. U%'1* $.$0+&$ : 1abung steril untuk tempat cairan. 4airan irigasi sebanyak C2 sampai dengan #62 cc dengan suhu .> dera!at celcius. =lat irrigator mata atau spuit steril. $engkok steril. $ola kapas steril. 4airan normal salian steril (bila diperlukan) ,erlak arung tangan steril

$uka mata dengan !ari dengan !ari telun!uk dan ibu !ari sehingga kantong kon!ungtiva dapat dilihat. ,egang irigator yang telah berisi cairan #,0 cm diatas mata. =rahkan air pada kon!ungtiva bawah dari kantus dalam menu!u kantus luar. +an!utkan irigasi sampai air yang meninggalkan mata tampak bersih. =n!urkan pasien untuk membuka dan menutup mata secara teratur. $ila sudah selesai , bersihkan sekitar mata dengan bola kapas.

I%&'+,+&$ Obat yang diperlukan Kapas kering steril Kapas basah (normal saline ) steril Kassa < penutup mata dan plaster arung tangan steril

a. ,eriksa nama, kekuatan dan !enis obat. =n!urkan pasien memandang keatas dan beri pasien sebuah bola kapas.$uka mata dengan cara menarik kelopak mata bawah dengan !empol atau !ari-!ari tangan yang tidak memegang obat.'ekatkan ke mata sampai ber!arak " sampai dengan # cm dari mata lalu teteskan obat sesuai yang dibutuhkan pada kantung kon!ungtiva bawah sepertiga dari luar.$ila obat berupa saleb mata, ,egang pipa saleb diatas kantung kon!ungtiva atas dan oleskan sekitar . cm saleb dari kantus dalam ke kantus luar. +alu an!urkan pasien menutup mata tanpa mengusap obat keluar. *ntuk obat cair, pasien dian!urkan menutup mata selama .2 detik dan menekan hati-hati duktus nasolakrimalis agar obat tidak masuk keduktus tersebut. b. iapkan pasien yaitu dengan memberitahu pasien tentang irigasi < pengobatan yang akan diberikan . $antu pasien mengatur posisi duduk atau berb aring sambil memiringkan kepala kearah mata yang sakit.,asang kain penutup untuk melindungi pasien dan ba!u pasien agar tidak basah dan pasang bengkok dibawah mata yang sakit Dpada pelaksanaan irigasi). c. Ka!i mata pasien. =mati adanya gangguan pada mata misalnya warna merah, adanya kotoran, bengkak, pandangan kabur, mata sering dikucek-kucek dan lainlain.

d. $ersihkan kelopak mata dan bulu mata dengan bola kapasyang telah dibasahi dengan cairan irigasi dengan arah dari kantus dalam menu!u kantus luar. e. /asukkan cairan irigasi atau obat mata f. 1utup mata bila diperlukan dan ka!i respon pasien. g. $ereskan alat yang digunakan dan catat tindakan dengan sinkat dan !elas. 2!=! P"4/".$+% (/+' )+2+ '",$%0+ T1:1+% )"4/".$+% (/+' )+2+ '",$%0+: a) *ntuk memberikan effek terapi lokal (mengurangi peradangan, membunuh organisme penyebab infeksi pada kanal telinga eksternal) b) /enghilangkan nyeri a. 6+.+ *".:+ $.$0+&$ 2+% $%&'+,+&$ '",$%0+ 1. astikan tentang adanya order pengobatan. !. "iapkan peralatan *ntuk irigasi: 1abung berisi cairan irigasi dengan !umlah dan konsentrasi sesuai yang dikehendaki. *ntuk instalasi: Obat tetes dalam tempatnya =lat suntik < spuit $engkok ,erlak handuk Kapas pengusap $ola kapas arung tangan (kadang-kadang)

Kapas dibungkus dalam kasa $atang karet (tambahan) terutama digunakan untuk tetesan terakhir untuk mencegah gerakan tiba-tiba anak atau pasien tidak sadar.

$ola kapas. ?earbaken Eandscoon

2!9! P.$%&$) )"4$,$3+% &"2$++% ". ,ada kulit tidak berambut, secara umum dapat dipakai sediaan salep, krim, emulsi. Krim dipakai pada lesi kulit yang kering dan superfi sial, salep dipakai pada lesi yang tebal (kronis). #. ,ada daerah berambut, losion dan gel merupakan pilihan yang cocok. .. ,ada lipatan kulit, formulasi bersifat oklusif seperti salep, emulsi ;<O dapat menyebabkan maserasi sehingga harus dihindari. 6. ,ada daerah yang mengalami ekskoriasi, formulasi berisi alkohol dan asam salisilat sering mengiritasi sehingga harus dihindari. 0. ediaan cairan dipakai untuk kompres pada lesi basah, mengandung pus, berkrusta.

2!10! 6+.+ P"%9$4)+%+% impan sediaan di tempat yang se!uk atau suhu kamar (suhu #0o4) impan sediaan dari sinar matahari langsung ,astikan sediaan tetutup rapat setelah digunakan 8auhkan sediaan topical dari !angkauan anak-anak

2!11! P"%001%++% )+2+ +%+*>+%+* ,engunaan pada anak dan orang tua harus dilakukan dalam pengawasan orang dewasa, Karena penggunaan sediaan topical penggunaannya hanya diluar tubuh. tidak boleh ditelan dan

,enggunaan dosis pada anak-anak harus diperhatikan

2!12! -$,+ '".:+2$ *".+71%+% $ila sediaan topical ini termakan, segeralah dimuntahkan. 'an banyak minum air putuh atau minum susu untuk penetralan obat dalam tubuh. $ila ter!adi iritasi pada kulit (terasa panas, meradang) cepat hentikan obat dan cuci dengan air mengalir dan langsing hubungi dokter atau apoteker anda. DAFTAR PUSTAKA $obak, K. 8ensen. #220. era#atan $aternitas. 8akarta: 974. 'epkes @). #222. %epera#atan &asar 'uangan. 8akarta. 9ngenderhealt. #222. (nfection revention. ?ew &ork. 9lly, ?urrachmah. #22". )utrisi dalam kepera#atan. 8akarta: 4F agung eto. 8E,)97O. #22.. anduan enga*aran +suhan %ebidanan ,uku - +suhan ,ayi ,aru .ahir. 8akarta: ,usdiknakes. 8?,K, K@.#226. anduan encegahan (nfeksi /ntuk Fasilitas elayanan %esehatan &engan "umber &aya Terbatas. 8akarta : &ayasan $ina ,ustaka arwono ,rawirohar!o. 8ohnson, @uth 1aylor. #220. ,uku +*ar raktek %ebidanan. 8akarta: 974. ,otter. #222. erry 0uide to ,asic "kill and rosedur &asar 1disi (((. =lih bahasa 9ster /onica. ,enerbit buku kedokteran 974. ,rhar!o, @obert."DD0,Tekhnik &asar emberian Obat ,agi era#at . 8akarta: 974.

amba, uharyati. #220. ,uku +*ar raktik %ebidanan. 8akarta: 974

Anda mungkin juga menyukai