Anda di halaman 1dari 14

LABORATORIUM SATUAN OPERASI

SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2012/2013



MODUL : Aliran Fluida
PEMBIMBING : Ir. Agus Djauhari, M.T.




Oleh :
Kelompok : V (lima)
Nama : 1. Hana Afifah Rahman NIM.111411045
2. Yudha Fitriansyah NIM.111411059
Kelas : 2B










PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA
JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2013
Praktikum : 7 Maret 2013
Penyerahan : 14 Maret 2013
(Laporan)
ALIRAN FLUIDA
I. TUJUAN
Dapat menghitung harga koefisien orificemeter, venturimeter dan
membandingkannya dengan literatur
Dapat membuat kurva antara orificemeter, venturimeter terhadap bilangan
reynold
Membuktikan apakah pressure drop harganya tetap untuk laju aliran fluida yang
berbeda

II. DASAR TEORI
Fluida adalah zat yang mampu mengalir dan yang menyesuaikan diri dengan
bentuk wadahnya. Perbedaan antara fluida dengan zat padat anatara lain adalah fluida
tidak dapat menahan tegangan singgung (geser) yang dialaiminya. Adanya tegangan
singgung dari luar walaupun kecil akan menyebabkan kondisi fluida diam akan
bergerak atau mengalir.
Sifat dasar dari setiap fluida static ialah tekanan. Tekanan dikenal sebagai
gaya permukaan yang diberikan oleh fluida terhadap dinding bejana. Tekanan
terdapat pada setiap titik di dalam volume fluida. Pada ketinggian yang sama, tekanan
pada fluida adalah sama.
Fluida terdiri dari 2 jenis yaitu fluida cair dan fluida gas.
Ciri fluida cair:
- Tidak kompresibel, yaitu volume fluida akan tetap walaupun dikenai tekanan
tertentu.
- Mengisi volume tertentu.
- Mempunyai permukaan bebas.
- Daya kohesi besar, jarak antar molekul rapat.

Ciri fluida gas:
- Kompresibel
- Mengisi seluruh bagian wadah.
- Jarak antar molekul besar, daya kohesi dapat diabaikan.

Dalam aliran kondisi mantap (steady state) dikenal 2 rejim aliran atau
pola aliran yang tergantung kepada kecepatan rata-rata aliran (v), densitas (),
viskositas fluida () dan diameter pipa (D). kedua rejim aliran tersebut diatur oleh
hokum-hukum yang berbeda sehingga perlu dipelajari secara keseluruhan.
Rejim aliran Laminer
Rejim aliran laminar mempunyai cirri-ciri sebagai berikut:
- Terjadi pada kecepatan rendah.
- Fluida cenderung mengalir tanpa adanya pencampuran lateral.
- Berlapis-lapis seperti kartu.
- Tidak ada arus tegak lurus arah aliran.
- Tidak ada pusaran (arus eddy).
Rejim aliran Turbulen
Rejim aliran turbulaen mempunyai cirri-ciri sebagai berikut:
- Terbentuk arus eddy.
- Terjadi lateral mixing.
- Secara keseluruhan arah aliran tetap sama.
- Distribusi kecepatan lebih uniform atau seragam.

Rejim aliran Transisi
Rejim aliran yang terbentuk di antara rejim laminer dan turbulen adalah rejim
transisi .
Penentuan rejim aliran dilakukan dengan menentukan bilangan tak
berdimensi yaitu bilangan Reynolds (Reynolds Number/N
Re
). Bilangan Reynolds
merupakan perbandingan antara gaya dinamis dari aliran massa terhadap tegangan
geser yang disebabkan oleh viskositas cairan.

N
Re
=

vD

Keterangan:
: massa jenis fluida.
v : kecepatan fluida.
: viskositas fluida.
D : diameter pipa dalam.
Untuk pipa circular lurus;
N
Re
< 2100 : rejim laminar.
N
Re
> 4000 : rejim turbulen.
2100 < N
Re
> 4000 : rejim transisi.
Kecepatan kritis:
Kecepatan pada saat N
Re
= 200.
Prinsip[ kerja alat ukur fluida adalah mengganggu aliran dengan penambahan alat
tertentu sehingga menyebabkan terjadinya pressure drop yang dapat diukur. Nilai
pressure drop ini berhubungan dengan debit dari aliran tersebut. Adanya pressure
drop bias disebabkan Karena adanya perubahan energi kinetik (karena laju alir
berubah), skin friction, dan form friction.

Berdasarkan persamaan Bernoulli, persamaan neraca energi dapat ditentukan
yaitu:

= +

+
(


0
2
2
1
2
2 1 2
F
gc
v v P P
o

disusun ulang menjadi:

(
(

=

F
P P
gc v v

o
1 2
2
1
2
2
. 2
digabung dengan persamaan kontinuitas:
v
1
x A
1
x
1
= v
2
x A
2
x
2
karena fluida inkompresibel (khusus bahasan fluida cair), maka:
v
2
=
2
1 1
A
A v

sehingga dimasukan ke persamaan neraca energi menjadi:
v
1
=
(

+
A


2
2
2
1
1
2
A
A
F
P
gc o


dimana:
gc : 32,174
2
sec

f
m
lb
ft lb
= 1kg m N
-1
det
-2

F : jumlah energi yang hilang.


Ada beberapa jenis alat untuk mengukur laju suatu fluida. Beberapa alat yang
biasa digunakan diantaranya:

Venturimeter
Meteran ini terbentuk dari bagian masuk yang mempunyai flens, yang terdiri dari
bagian pendek berbentuk silinder dan kerucut terpotong. Bagian leher berflens dan
bagian keluar juga berflens yang terdiri dari kerucut terpotong yang panjang.
Dalam venturimeter, kecepatan fluida bertambah dan tekanannya berkurang di
dalam kerucut sebelah hulu. Penurunan tekanan di dalam kerucut hulu itu lalu
dimanfaatkan untuk mengukur laju aliran melalui instrument itu. Kecepatan fluida
kemudian berkurang lagi dan sebagian besar tekanan awalnya kembali pulih di dalam
kerucut sebelah hilir. Agar pemulihan lapisan batas dapat dicegah dan gesekan
minimum. Oleh karena itu pada bagian penampungnya mengecil tidak ada pemisahan,
maka kerucut hulu dapat dibuat lebih pendek daripada kerucut hilir. Gesekannya pun di
sini kecil juga. Dengan demikian ruang dan bahan pun dapat dihemat. Walaupun
meteran venturi dapat digunakan untuk mengukur gas, namun alat ini biasanya
digunakan juga untuk mengukur zat cair terutama air.
Persamaan yang digunakan dalam venturimeter:

Q = v
1
x A
1

v =
( )

|
P gc Cv A

2
1
4

keterangan:
Cv : koefisien venturi
:
0
1
D
D
; D
1
<D
0

: massa jenis fluida
gc : 32,174
2
sec

f
m
lb
ft lb
= 1kg m N
-1
det
-2




Orificemeter
Venturimeter memiliki beberapa kekurangan pada kenyataannya. Untuk meteran
tertentu dengan sistem tertentu pula, laju alir maksimum yang dapat terukur terbatas,
sehingga apabila laju alir berubah, diameterleher menjadi terlalu besar untuk
memberikan bacaan yang teliti , atau terlalu kecil untuk dapat menampung laju aliran
maksimum yang baru. Meteran orifice dapat mengatasi kekurangan-kekurangan
venturimeter, tetapi konsumsi dayanya cukup tinggi.
Prinsip meteran orifice identik dengan meteran venturi. Penurunan penampang
arus aliran melalui orifice menyebabkan tinggi tekan kecepatan menjadi meningkat
tetapi tinggi tekan akan menurun, dan penurunan antara kedua titik dapat diukur
dengan manometer. Persamaan Bernoulli memberikan dasar untuk mengkolerasikan
peningkatan tinggi tekan kecepatan dengan penurunan tinggi tekanan.
Persamaan yang berlaku untuk orificemeter adalah:

Q = v
1
x A
1
v
1
=
( )

|
P gc Co A

2
1
4

keterangan:
Co : koefisien orifice.
Fluida cair yang mengalir dalam sistem perpipaan akan mengalami banyak
kehilangan energi karena adanya friksi selama fluida mengalir. Kehilangan energi ini
akan berakibat penurunan tekanan aliran aliran yang dikenal sebagai pressure drop
(P).











III. LANGKAH KERJA


1. Membuka semua keran aliran
2. Menghidupkan pompa
3. a. Menggunakan pipa venture
- mengukur waktu yang dibutuhkan untuk setiap bukaan
- Mengukur perbedaan tekanan pada pipa untuk raksa
b. Menggunakan pipa orifice
- sama seperti langkah a
4. Ukur perbedaan tekanan P3 P2












IV. DATA HASIL PENGAMATAN

a. Orrificemeter
A
1
=
0.000855 m
2
v
1
=
( )

|
P gc Co A

2
1
4



A
0
=
0.001194 m
2

D
1
=
0.033 m
D
0
=
0.039 m

=
998,8 kg/m
3

=
0.0009 kg/m.s

No
P
(mmHg)
P (Pa)
Volume
(Liter)
Waktu
(detik)
Debit
(L/s)
v Nre Co
debit
(m3/s)
1 12 1599.86 20 358 0.0559 0.0653 2392.9
0.00166
0.84615 5.59E-05
2 13 1733.19 20 271 0.0738 0.0863 3161.1
0.0021
0.84615 7.38E-05
3 16 2133.15 20 243 0.0823 0.0963 3525.4
0.00211
0.84615 8.23E-05
4 17 2266.47 20 200 0.1 0.117 4283.4
0.00249
0.84615 0.0001
5 17 2266.47 20 183 0.1093 0.1278 4681.3
0.00272
0.84615 0.000109
6 19 2533.12 20 164 0.122 0.1426 5223.6
0.00287
0.84615 0.000122
7 19 2533.12 20 120 0.1667 0.1949 7138.9
0.00393
0.84615 0.000167


Co rata-rata = 0.00255














b. Venturimeter
A
1
=
0.000855 m
2
v =
( )

|
P gc Cv A

2
1
4

A
0
=
0.001194 m
2

D
1
=
0.033 m
D
0
=
0.039 m
minyak
=
998,8 kg/m
3

=
0.0009 kg/m.s

No
P
(mmHg)
P (Pa)
Volume
(Liter)
Waktu
(detik)
Debit
(L/s)
v Nre Cv
debit
(m3/s)
1 50 6661 20 372 0.0538 0.0629 2302.9
0.00078
0.84615 5.38E-05
2 56 7460.32 20 331 0.0604 0.0707 2588.1
0.00083
0.84615 6.04E-05
3 60 7993.2 20 226 0.0885 0.1035 3790.6
0.00117
0.84615 8.85E-05
4 66 8792.52 20 205 0.0976 0.1141 4178.9
0.00123
0.84615 9.76E-05
5 72 9591.84 20 154 0.1299 0.1519 5562.8
0.00157
0.84615 0.00013
6 75 9991.5 20 143 0.1399 0.1636 5990.7
0.00166
0.84615 0.00014
7 75 9991.5 20 125 0.16 0.1871 6853.4
0.0019
0.84615 0.00016


Cv rata-rata = 0.00131

















V. HASIL PERCOBAAN
- Grafik hubungan Co vs Nre



- Grafik hubungan Cv vs Nre











y = 5E-07x + 0.0005
R = 0.9913
0
0.0005
0.001
0.0015
0.002
0.0025
0.003
0.0035
0.004
0.0045
0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000
C
o

Nre
Kurva Co terhadap Nre (Orrifice)
y = 2E-07x + 0.0002
R = 0.9983
0
0.0002
0.0004
0.0006
0.0008
0.001
0.0012
0.0014
0.0016
0.0018
0.002
0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000
C
v

Nre
Kurva Co terhadap Nre (Venturi)

- Grafik hubungan Tekanan vs Laju Alir pada Orrificemeter



- Grafik hubungan Tekanan vs Laju Alir pada Venturimeter












y = 9E+06x + 1252.3
R = 0.7847
0
500
1000
1500
2000
2500
3000
0 0.00005 0.0001 0.00015 0.0002
d
e
l
t
a

P

(
N
/
m
2
)

Laju Alir (m3/detik)
Kurva delta P terhadap laju alir (Q) - Orrifice
y = 3E+07x + 5354.4
R = 0.9434
0
2000
4000
6000
8000
10000
12000
0 0.00005 0.0001 0.00015 0.0002
d
e
l
t
a

P

(
N
/
m
2
)

Laju Alir (m3/detik)
Kurva delta P terhadap laju alir (Q)- Venturi

VI. PEMBAHASAN
Pada praktikum aliran fluida ini dilakukan pengukuran laju alir (flow) suatu
fluida (dalam hal ini cairan). Pengukuran lajua liri ini bertujuan untuk menentukan
konstanta atau koefisien dari alat ukur yang digunakan. Alat ukur laju alir yang
digunakan pada praktikum ini yaitu venturimeter dan orificemeter. Prinsip kerja alat
ukur fluida adalah mengganggu aliran dengan penambahan alat tertentu sehingga
menyebabkan terjadinya pressure drop yang dapat diukur. Nilai pressure drop ini
berhubungan dengan debit aliran tersebut. Adanya pressure drop dapat disebabkan
karena adanya perubahan energy kinetik (karena laju alir tambah), skin friction, dan
form friction. Perubahan energy kinetic disebabkan karena adanya penurunan luas
penampang aliran sehingga menyebabkan perubahan kecepatan aliran.
Pada praktikum, dilakukan pengamatan beda tekan pada kondisi yang berbeda,
yaitu pada orrificemeter dan venturimeter. Prinsip dari kedua alat yang digunakan
sama, ujung-ujung dari bagian yang menyempit dihubungkan kedalam manometer
pipa U. Jika ada fluida yang mengalir maka akan ada penekanan pada air raksa yang
ada dalam pipa U. Karena kecepatan di penampang pipa berbeda, maka penekanan
pada pipa U juga berbeda, sehingga didapat perbedaan tinggi air raksa dari kedua
pipa/perbedaan tekanan ( P).
Venturi meter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur laju alir yang
mempunyai bentuk bagian dalam semakin mengecil secara beraturan. Hal ini dapat
menyebabkan adanya penambahan laju alir sehingga terjadi penurunan tekanan, Nilai
perubahan pressure drop yang terjadi pada bagian venture akan sangat tergantung
pada nilai koefisien venturi (Cv), semakin besar koefisien venture maka semakin
kecil pressure drop yang terjadi atau sebaliknya. Nilai koefisien venturimeter pada
percobaan sangat jauh perbedaannya dengan literatur. Hal ini akibat adanya
gelembung udara yang terdapat pada manometer sehingga mempengaruhi nilai beda
tekan yang dihasilkan dari percobaan.
Dalam venturimeter, kecepatan fluida akan bertambah dan tekanannya berkurang
di dalam kerucut sebelah hulu. Penurunan tekanan tersebut menghasilkan perubahan
laju alir yang berakibat berbedanya nilai bilangan Reynould, sehingga dapat
diperoleh hubungan antara bilangan Reynould dengan laju alir adalah berbanding
lurus, semakin besar laju alir maka bilangan Reynould yang dihasilkan semakin besar
pula. Dari perhitungan Bilangan Reynould dapat disimpulkan bahwa fluida mengalir
turbulen.
Selain venturimeter digunakan pula orificemeter. Pada orificemeter terjadi
pengecilan lubang secara mendadak. Sama halnya dengan venturimeter, semakin
besar koefisien orificemeter maka semakin kecil pula pressure drop yang terjadi.
Perbedaan tekanan ( P) paling besar yang dihasilkan terdapat pada alat
Venturimeter, hal ini dikarenakan luas penampang/pipa dari venturimeter yang
semakin mengecil sehingga menimbulkan perbedaan laju alir fluida yang masuk dan
keluar. Meskipun pada orificemeter juga terjadi penyempitan luas penampang, tetapi
perbedaan tekanan yang terjadi sangat kecil jika dibandingkan pada venturimeter.
Nilai koefisien orificemeter pada percobaan sangat jauh perbedaannya
dengan literatur. Hal ini akibat adanya gelembung udara, kurang tepatnya dalam
pengukuran debit aliran pada bukaan keran, dan kesalah pengamatan visual pada
manometer sehingga mempengaruhi nilai beda tekan yang dihasilkan dari percobaan.


VII. KESIMPULAN
Untuk aliran turbulen, maka N
re
nya >4000, dan untuk aliran laminar harga N
re

nya < 2000, baik pada venturimeter, orificemeter, dan elbowmeter.
Berdasarkan kurva, apabila terjadi kenaikan bilangan reynold maka nilai
koefisien flowmeter (laju alir) juga semakin besar.
Pressure drop terjadi karena perubahan penampang arus, friction loss dan juga
karena peningkatan debit.
Harga pressure drop berbeda untuk setiap perubahan laju alir
AP pada orificemeter lebih besar daripada venturimeter
Konstanta alat ukur
Alat Ukur
Konstanta
Praktikum
Literatur
Orificemeter (C
o
)
0.00255
0.38
Venturimeter (C
v
)
0.00131
0.126


VIII. DAFTAR PUSTAKA
Geankoplis, Christij. 1993. Transport Processes and Unit Operations: Third Edition.
P T R Prentice-Hall, Inc. New Jersey.
Soeswanto, Bambang. 2004. Diktat Transportasi Fluida. Jurusan Teknik Kimia
POLBAN.
Jobsheet Praktikum Satuan Operasi. 2004. Modul Aliran Fluida.Jurusan Teknik
Kimia, POLBAN.