Anda di halaman 1dari 12

BAB I TONSILITIS

1. Definisi Tonsilitis adalah infeksi akut pada tonsil, berbentuk amandel pada jaringan limfoid yang terletak pada fossa tonsilar di orofaring. (Medical Surgical Nursing, Luckman and Sorensen, 1 kronik. (#andbook of $isease, 1 terletak di orofaring. 1". %". Surgical Nursing, $onna $. !". Tonsilitis adalah inflamasi pada tonsil yang dapat menjadi akut atau Tonsilitis adalah peradangan pada tonsil di jaringan limfoid yang (Medical &gnata'icius, 1 2. Etiologi (ebanyakan disebabkan oleh bakteri )eta Streptococcus hemolyticus, dapat juga disebabkan oleh streptococcus non*hemolyticus dan streptococcus 'iridans. 3. Anatomi dan Fisiologi +ongga hidung dilapisi selaput lendir yang sangat kaya akan pembuluh darah dan bersambung dengan lapisan farin, dan dengan selaput lendir semua sinus yang mempunyai lubang masuk ke dalam rongga hidung. Sekresi dari sel itu membuat permukaan nares basah dan berlendir. Se-aktu udara melalui hidung, udara disaring oleh bulu*bulu yang terdapat di dalam 'estibulum dan karena kontak dengan permukaan lendir yang dilaluinya maka udara menjadi hangat, dan oleh penguapan air dan permukaan selaput lendir menjadi lembab.

.arin, (tekak" adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan esofagus pada ketinggian tulang ra-an krikoid. (edua tonsil merupakan kumpulan jaringan limfosid yang terletak di kanan dan kiri faring diantara tiang*tiang lengkung fauces. Tonsil jelajahi pembuluh darah dan pembuluh limfe yang mengandung banyak limfosid. /ermukaan tonsil ditutupi membran mukosa yang bersambung dengan bagian ba-ah faring. /ermukaan ini penuh dengan lekukan dan ke dalam lekukan yang banyak ini sejumlah besar kelenjar penghasil mukus menuangkan sekresinya. Mukus ini mengandung banyak limfosid. $engan demikian tonsil bekerja sebagai garis depan pertahanan dalam infeksi yang tersebar dari hidung, mulut dan tenggorokan. Meskipun demikian tonsil bisa gagal menahan infeksi, yaitu ketika terjadi tonsilitis atau peradangan tonsil maupun sebuah abses dari tonsiler. 4. Patofisiologi &nfeksi terjadi pada hidung0pharyn, menyebar melalui sistem limpa ke tonsil, hipertropi yang disebabkan oleh infeksi, bisa menyebabkan tonsil membengkak sehingga akan menghambat keluar masuknya udara. Manifestasi klinis yang ditimbulkan meliputi pembengkakan tonsil, pharyn, untuk mengalami edema dan ber-arna merah, sakit tenggorokan, sakit ketika menelan, demam tinggi dan eksudat ber-arna putih keabuan pada tonsil. Selain itu juga muncul abses pada tonsil. (omplikasi ini disebut dengan feritonsillar abses. 1ika ada abses feritonsilar, maka harus dilakukan langkah seperti insisi dan drainase. (riteria untuk dilaksanakan tonsillectomi adalah bila terjadi !*2 episode tonsilitis0pharingitis selama 3 tahun. Tonsil perlu diambil 2*% minggu setelah abses peritonsilar muncul. 5. Tanda dan e!ala

Tonsilitis akut

Sakit tenggorokan Nafsu makan menurun $ysfagia, nyeri menelan $emam )engkak pada submandibula Nyeri pada otot dan sendi Malaise Sakit kepala Nyeri di telinga Mulut bau.

Tonsilitis kronik Sakit tenggorokan yang berulang*ulang disertai adanya purulent. /embesaran tonsil.

". T#e$a%i /enicillin 4mo,ilin 5 6ritromisin Sulfonamid 4spirin 4nalgetik, antipiretik 4setaminofen /embedahan.

&. 'om%li(asi /neumonia 7steomielitis Nefritis +heumatic fe'er /endarahan

7titis media, peritonsilar abses

). Test Diagnosti( 8sapan tenggorokan 9*ray dada. &stirahat di tempat tidur yang cukup $iet makanan lunak &ntake cairan yang cukup #indari makanan yang mengiritasi atau yang banyak menggunakan banyak bumbu.

*. Dis+#a$ge Planning -

BAB II 'ONSEP AS,-AN 'EPE.A/ATAN

1. Peng(a!ian Nutrisi metabolik Nafsu makan menurun Sakit tenggorokan $emam.

/ola akti'itas dan latihan Malaise Nyeri pada otot dan sendi Mulut bau.

/ola tidur dan istirahat Nyeri di telinga Sakit kepala

/ersepsi diri : konsep diri Submandibula bengkak /embesaran tonsil.

2. Diagnosa 'e%e$a0atan P$e1O% 1" /erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d dysphagia. ;" Nyeri b.d adanya pembesaran tonsil dan submandibula.

!" +esti intoleransi akti'itas b.d malaise. 2" <angguan gambaran diri b.d pembengkakan pada submandibula. =" (urang pengetahuan mengenai kondisi0tindakan b.d kurangnya informasi.

3. Inte$2ensi P$e1O% 1" /erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d dysphagia. #>$ ? Menunjukkan peningkatan berat badan dengan nilai yang normal. &nter'ensi ? a. 4uskultasi bunyi usus. +0 /enurunan bising usus menunjukkan penurunan motilitas gaster. b. )erikan pera-atan oral. +0 +asa tidak enak, bau, merupakan pencegahan utama terhadap nafsu makan. c. )erikan porsi makan kecil tapi sering. +0 Meningkatkan masukan kalori total. d. Timbang berat badan sesuai indikasi. +0 8ntuk menge'aluasi keadekuatan rencana nutrisi. ;" Nyeri b.d adanya pembesaran pada tonsil dan submandibula. #>$ ? Menyatakan nyeri berkurang. &nter'ensi ? a. /antau tanda*tanda 'ital. +0 /erubahan tekanan darah menunjukkan pasien mengalami nyeri. b. )erikan tindakan relaksasi atau latihan nafas. +0 $apat menghilangkan ketidaknyamanan.

!" +esti intoleransi akti'itas b.d malaise. #>$ ? Menunjukkan peningkatan toleransi terhadap akti'itas. &nter'ensi ? a. 6'aluasi respon pasien terhadap akti'itas. +0 $apat menetapkan kebutuhan pasien dan memudahkan pilihan inter'ensi. b. )erikan lingkungan tenang dan batasi pengunjung. +0 Menurunkan stress dan meningkatkan istirahat. c. )antu pasien memilih posisi nyaman untuk istirahat dan tidur. +0 /asien mungkin nyaman dengan kepala tinggi. d. )antu akti'itas pera-atan diri yang diperlukan. +0 Meminimalkan kelelahan. 2" <angguan gambaran diri b.d pembengkakan pada submandibula. #>$ ? Menyatakan penerimaan situasi diri. &nter'ensi ? a. )erikan penguatan positif. +0 (ata*kata penguatan dapat mendukung terjadinya perilaku koping positif. b. $orong interaksi keluarga dengan tim rehabilitasi. +0 Membuka garis komunikasi dan memberi dukungan pada pasien dan keluarga. =" (urang pengetahuan mengenai kondisi0tindakan b.d kurangnya informasi. #>$ ? Menyatakan pemahaman mengenai proses penyakit. &nter'ensi ? a. )erikan penjelasan mengenai proses penyakit. +0 Menurunkan ansietas. b. $orong pasien untuk menyatakan pertanyaan.

+0 Menimbulkan perbaikan partisipasi pada rencana pengobatan. 4. Diagnosa 'e%e$a0atan Post1O% 1" +esti infeksi b.d adanya luka post op. ;" Nyeri b.d insisi bedah. !" /erubanan membran mukosa oral b.d trauma mekanik (bedah oral". 5. Inte$2ensi Post1O% 1" +esti infeksi b.d kerusakan jaringan. #>$ ? )ebas dari tanda*tanda infeksi. &nter'ensi ? a. 4njurkan untuk melakukan nafas dalam. +0 Meningkatkan mobilisasi. b. /antau suhu tubuh secara teratur. +0 $apat mengindikasikan perkembangan sepsis. c. 7bser'asi daerah kulit yang mengalami kerusakan. +0 Mendeteksi dini perkembangan infeksi. ;" Nyeri b.d insisi bedah. #>$ ? Menyatakan nyeri hilang0berkurang. &nter'ensi ? a. (aji nyeri, catat lokasi, karakteristik, intensitas. +0 Membantu, menge'aluasi derajat ketidaknyamanan. b. )erikan tindakan kenyamanan. +0 Meningkatkan relaksasi. c. Selidiki perubahan karakteristik nyeri. +0 $apat menunjukkan terjadinya komplikasi yang memerlukan inter'ensi lanjutan. d. $orong pasien untuk mengeluarkan sali'a dengan hati*hati bila tidak mampu menelan. +0 Menelan menyebabkan akti'itas otot yang dapat menimbulkan nyeri karena regangan jahitan.

!" /erubahan membran mukosa oral b.d trauma mekanik (bedah oral". #>$ ? Mengidentifikasi, inter'ensi untuk meningkatkan kesehatan mukosa oral. &nter'ensi ? a. &nspeksi rongga oral dan perhatikan perubahan pada membran mukosa. +0 Mungkin sangat kering, edema. b. )erikan pelumas sesuai indikasi. +0 Mengatasi efek kekeringan. c. Tunjukkan pasien bagaimana menyikat bagian dalam mulut. +0 Menurunkan bakteri dan resiko infeksi. ". Pe$a0atan Pas+a 3eda# Tonsile(tomi 1" )erbaring ke samping sampai bangun kemudian posisi mid fo-ler. ;" Memantau tanda*tanda perdarahan ? a" Menelan berulang b" Muntah darah segar c" /eningkatan denyut nadi pada saat tidur. !" $iet a" Memberikan cairan bila muntah telah reda. Mendukung pasien untuk menelan potongan makan yang besar. #indari pemakaian sedotan (suction". 6s krim Telur setengah matang biasanya lebih dapat menikmati pada pagi hari setelah pembedahan. #indari jus jeruk, minuman panas, makanan kasar0banyak bumbu selama 1 minggu. c" Mengatasi ketidaknyamanan pada tenggorokan. Menggunakan kompres es bila mau. Memberikan analgetik.

b" Mena-arkan makanan

d" Mengajari pasien mengenai hal ?

#indari latihan berlebihan. Melaporkan segera tanda*tanda perdarahan kepada dokter. Minum (;*! liter per hari" sampai bau mulut hilang. Tenggorokan tidak nyaman dapat sedikit bertambah antara hari ke*2 dan ke*@ setelah operasi.

DAFTA. P,STA'A

/earce, 6'elyn A. 1 B!. Anatomi & Fisiologi Untuk Para Medis . 1akarta ? /T. <ramedia. Nelson. Caldo 6. 1 % . Textbook of Pediatric . /hiladelphia ? C.). Saunders Aompany. (empe A. #enry, dkk. 1 BD. Current Pediatric Diagnostic & Treatment . Aanada ? Lange Medical /ublication. A. Long )arbara, 1 &.4./.(. 1. +ee'es, Aharlene, ;DD1. Keperawatan Medikal Medika. 6. $oengoes Marilynn, ;DDD. "encana Asu!an Keperawatan . 1akarta ? 6<A. eda! . 1akarta ? Salemba %. Keperawatan Medikal eda! . )andung ? >ayasan

'EPE.A/ATAN ANA' II AS'EP PADA TONSILITIS 4A5ANDEL6

$isusun 7leh ? 1. 4tika /rapti !. #anda >esi (;DD;*11*DD1" (;DD;*11*D1@"

;. $e-i +iama S. (;DD;*11*DD2"

SE'OLA- TIN

I IL5, 'ESE-ATAN SINT 7A.OL,S SE5ESTE. 8I 9 S1 A :A'A.TA; 2<<5