Anda di halaman 1dari 2

FRAME PROGRAM WEB SUPPLEMENT

ISIP4214/ SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA


Pokok bahasan
Sub pokok bahasan
Nomor frame
Frame sebelumnya
Frame selanjutnya
Frame ke dari
frame
CATATAN
Urutan Munculnya :
Warna latar belakang
gradasi merah jambu
dan biru muda
perempuan
Urutan Munculnya :
Materi
Menu link
(Gerakan perempuan
di Indonesia)

: Gerakan perempuan di Indonesia


: Gerakan feminisme Indonesia
: 24
: 23
::
Tampilan Materi
Gerakan feminisme di Indonesia
Pada masyarakat Indonesia kehadiran kata feminisme banyak
ditakuti orang. Ketakutan ini lebih dikarenakan tidak
dipahaminya arti sebenarnya dari kata feminisme. Secara
politik upaya mengaburkan gerakan feminisme sudah lam
dilakukan oleh sebagian masyarakatr Indonesia. Apalagi
konsep ini berasal dari daratan Eropa, yang mengemukakan
pemikiran-pemikiran kritis tentang posisi perempuan, yang
melahirkan pendekar-pendekar penjuang hak-hak perempuan.
Pada masa orde Baru presiden Sukarno memberikan
kesempatan kepada gerakan feminisme di Indonesia dengan
pengajaran tentang keperempuanan dan perjuangan kepada
kaum perempuan. Namun selama Orde Baru gerakan
perempuan sengaja disingkirkan. Pada masa ini perempuan
diberi citra sebagai kaum ibu semata yang berada disamping
bahkan dibelakang kaum laki-laki.
Barulah pada era reformasi usaha memunculkan gerakan
feminisme makin kuat. Feminisme bukan lagi sekedar wacana
namun sebagai telah termanisfestasikan dalam berbagai
langkah instrumental pada struktur pemerintahan. Meskipun
belum dapat menghilangkan stigmatisasi perempuan sebagai
orang kedua.
Di Indonesia gerakan feminisme ini sudah terdengan sejak
tahun 60-an namun menjadi isu dalam pembangunan baru
sekitar tahun 1970-an. Gerakan ini dapat dibagi dalam tiga
tahapan, yaitu :
1. 1975-1985, pada masa ini hampir semua LSM tidak
menganggap masalah gender sebagai masalah penting,
justru banyak yang melakukan pelecehan. Meraka tidak

menggunakan analisa gender sehingga reaksi teradap


masalah tersebut sering menimbulkan konflik antaraktivis
perempuan dan lainnya. Bentuk perlawanan yang muncul
terhadap
gerakan
feminisme
adalah
dengan
mengemukakan alasan demi kelancaran projek dari agenda
utama program organisasi yang bersangkutan
2. 1985-1995, tahapan pengenalan dan pemahaman dasar
tentang apa yang dimaksud dengan analisis gender dan
mengapa gender menjadi masalah pembangunan. Pada
tahap kedua ini kegiatan pelatihan yang bertujuan
membangkitkan kepekaan gender meningkat. Pelatihan ini
membantu menjelaskan pengertian dan isu gender
sebenarnya. Berbagai LSM mulai menggunakan analisis
gender dalam mengembangkan program-programnya.
3. 1995- saat sekrang, untuk mempertahankan apa yang
telah dibangun pada dua tahapan sebelumnya maka pada
tahapan ini diterapakan dua strategi yaitu Pertama,
mengintegrasikan gender kedalam seluruh kebijakan dan
program berbagai organisasi dan lembaga pendidikan.
Untuk strategi ini diperlukan suatu tindakan yang
diarahkan menuju terciptanya kebijakan manajemen dan
keorganisasian yang memiliki perspektif gender bagi
setiap organisasi. Kedua, strategi advokasi, untuk itu
diperlukan suatu pengkajian teradap letak akar persoalan
ketidakadilan gender di negara dan masyarakat.
Gerakan feminisme di Indonesia adalah gerakan transformasi
perempuan untuk menciptakan huungan antarsesama manusia
yang secara fundamental baru, lebih baik, dan lebih adil.
Gerakan feminisme bukanlah gerakan yang untuk menyerang
laki-laki tetapi merupakan gerakan perlawanan terhadap
sistem yang tidak adil dari sistem patriarki. Gerakan
perempuan merupakan gerakan tranformasi sosial yang
bersifat luas, yang merupakan proses penghapusan atau
penyingkiran segala bentuk ketidakadilan, penindasan,
dominasi, dan diskriminasi dalam sistem yang berlaku
dimasyarakat.
(Gerakan perempuan di Indonesia)