Anda di halaman 1dari 6

TUGAS STRATEGIC MANAGEMENT

ROBIN HOOD

Dosen Pengampu : Ertambang Nahartyo, M.Sc., Ph.D.

Disusun oleh : Luqman D. Hilmi Oriza Sativa Zola Brilianti 12/343575/PEK/17991 12/343590/PEK/18006 12/343618/PEK/18025

MAGISTER MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2013

ROBIN HOOD LONGSTRIDE


Proses pemberontakan, disposisi kekuatannya, tindakan Sheriff, dan pilihan yang dihadapinya Robin Hood melakukan sebuah pemberontakan terhadap Sheriff of Nottingham dikarenakan adanya konflik dan ketidakcocokan dengan sistem adminsitrasinya, yaitu dengan cara membentuk suatu komplotan bernama Merrymen yang bertempat di hutan Sherwood. Komplotan ini dibentuk dengan alasan bahwa Robin Hood percaya bahwa kekuatan berasal dari jumlah yang besar. Oleh karena itu Robin Hood terus melakukan perekrutan anggota. Robin Hood memegang kekuasan penuh akan keputusan yang akan diambil oleh Merrymen dan membagikan tugas kepada letnannya, yaitu Will Scarlet sebagai yang memata-matai Sheriff dan mengumpulkan informasi dari para pedagang kaya dan pemungut pajak yang akan lewat; Little John sebagai pengelola anggota komplotan dan mengidentifikasikan keahlian apa yang dibutuhkan; dan William Scarlock sebagai pengelola keuangan. Itulah sepenggal kasus tentang Robin Hood. Untuk memahami kasus ini, maka perlu adanya asumsi-asumsi penyederhaan dengan subjek utamanya adalah Robin Hood dan Merrymen sebagai perusahaan jasa yang memiliki permasalahan. Dalam kasus ini terdapat tokoh-tokoh yang diasumsikan sesuai bagan berikut:

Struktur organisasi dari Merrymen adalah gaya manajemen top-down dengan Robin Hood sebagai CEO dan beberapa letnan melayani dalam peran yang telah didelegasikan, yaitu pengumpulan informasi, disiplin, keuangan dan pengadaan. Perusahaan ini (Robin Hood) dalam perkembangannya mendapat permasalahan yang berasal dari internal manajemennya (Merrymen) serta terdapat kompetitor (Sheriff dan Pangeran John) yang semakin berkembang. Pada awalnya Robin Hood dan Merrymen dalam menjalankan organisasinya tidak mengalami permasalahan. Akan tetapi dari waktu ke waktu perusahaan ini mulai mengalami berbagai macam persoalan akibat perkembangan organisasinya, karena dampak dari berlebihnya sumber daya manusia, hingga ancaman kompetitor. Melalui latar belakang tersebut, maka perlu adanya analisis kasus ini beserta solusinya. A. PEMBAHASAN Sebagai pertimbangan mengenai keputusan yang harus diambil oleh Robin Hood, maka perlu dilakukan analisis sebagai berikut: 1. Identifikasi Perusahaan (Robin Hood) ini mengalami permasalahan yang dapat diklasifikasikan dalam masalah utama, antara lain: a. Perusahaan Robin Hood semakin berkembang besar dengan ditandai jumlah anggota merryman (karyawan) semakin banyak, akan tetapi menurunkan tingkat kedisiplinan dan pendapatan, sehingga menambah beban perusahaan. Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani, maka dapat mengakibatkan kebangkrutan. b. Bertambahnya anggota perusahaan Robin Hood mengakibatkan tingkat interaksi antar anggota semakin rendah dan tidak dapat mengenali satu persatu anggota di dalam organisasinya dengan baik secara personal maupun kemampuannya. c. Ancaman dari perusahaan pesaing (Sheriff dan pangeran John) yang semakin kuat, memiliki manajemen organisasi yang semakin baik, tingkat penghasilan semakin besar, hingga pasukan yang semakin banyak. Adapun untuk solusi yang dimiliki perusahaan Robin Hood, meliputi:

a. Perubahan kebijakan internal organisasi dari Rob the rich and give to the poor menjadi pembebanan pajak. b. Menyingkirkan pesaing perusahaan (Sheriff dan pangeran John). c. Menerima tawaran (aliansi) dari para Baron untuk membebaskan raja Richard dari penjara dengan salah satu keuntungannya adalah

pengampunan atas kejahatan yang telah diperbuat. 2. SWOT Strength Weakness

- Kepemimpinan Robin Hood yang kuat. - Terbatasnya sumber keuangan dan pasokan. - Jumlah Merrymen yang banyak. - Kurang mengenal anggota organisasi - Semakin kuatnya dukungan petani dan terutama keahliannya, dan berdampak pada penduduk. penempatan yang tidak tepat. - Image Merrymen yang cukup kuat. - Kurangnya disiplin dalam manajemen. Threat Opportunities - Perluasan wilayah ke hutan lain basis - Sheriff dan Prince John menjadi pendapatan baru (ekspansi perusahaan). semakin kuat dalam manajemennya, - Masyarakat tidak menyukai pangeran John dan sehingga meningkatkan kompetisi. Sheriff, sehingga semakin besar peluang untuk - Pangeran John memiliki kekuasaan mengalahkannya. atas Nottingham dan hutan Sherwood. - Tawaran (sebagai amnesty) dari Baron untuk - Kediktatoran pangeran John dapat membantu pembebasan raja Richard yang secara melakukan sesuatu yang tidak langsung. rasional. Dari analisis SWOT ini, Robin Hood harus meperbaiki sumber dayanya terutama pada sektor finance dan management value chain dengan memperluas wilayah ke hutan lain sebagai basis pendapatan baru untuk memperbanyak persediaan konsumsinya. Disisi lain, Robin Hood juga perlu memahami bakat pada setiap anggotanya dengan pendataan dan penataan kembali anggota kelompoknya, serta meningkatkan kedisiplinan dalam manajemen SOP (Standar Operasi Perusahaan), maupun pelatihan skill keangotaannya.

3. Five Forces

New Entrants Rendah

Suppliers tinggi

Rivalry in industry Tinggi


Subtitute Products Rendah

Buyers Rendah

Dua ancaman utama yang dihadapi Robin Hood adalah ancaman persaingan dan suppliers. Pangeran John dan Sherriff menimbulkan ancaman pada operasinya dalam persaingan langsung, dan tindakan harus dipantau terus-menerus, karena adanya ancaman serangan. Dari segi manajemen, manajemen perusahaan Sheriff dan Pangeran John lebih baik daripada Robin Hood. Sedangkan suppliers yang mendukung Robin Hood bisa ditangkap oleh Pangeran John dan Sheriff, sehingga mengurangi pasokan. Adapun ancaman dari pembeli (orang kaya) saat ini menjadi ancaman tingkat rendah. Untuk ancaman pendatang baru juga rendah mengingat besarnya kekuatan perusahaan Sheriff, Pangeran John, dan Robin Hood menyebabkan sulitnya bagi perusahaan baru untuk masuk kedalam industri, atau dapat dikatakan bahwa hambatan untuk masuk tinggi. Dan pada ancaman produk pengganti telah diidentifikasi rendah. 4. Key Success Factors beberapa faktor kunci keberhasilan yang Robin Hood dan nya Merrymen alami sejauh ini, meliputi:

Robin Hood memiliki kemampuan leadership dan kelompoknya memiliki keahlian yang tinggi dalam hal merampok, serta penggunaan berbagai macam senjata.

Perusahaan Robin Hood memiliki popularitas, dalam hal ini adalah pro terhadap rakyat kecil.

Perusahaan memerlukan biaya Human Resource and Development yang rendah, dikarenakan tidak perlu mengajarkan anggota baru beberapa keahlian seperti merampok, memanah dan lain sebagainya.

Robin Hood dan Merrymen memiliki pengetahuan yang sangat detil mengenai wilayah hutan Sherwood, di mana hutan ini sering dilewati oleh pedagang atau wisatawan kaya.

5. Rekomendasi Menurut pendapat saya, prioritas pertama Robin Hood seharusnya struktur organisasi yang tepat dalam band. Meningkatkan kedisiplinan dalam perusahaan melalui managemen SOP. Merubah cara perusahaan untuk mendapatkan revenue yang dulunya merampok dari orang kaya yang melintasi hutan, sekarang dirubah menjadi penyediaan jasa transportasi dan keamanan. Melakukan ekspansi ke hutan-hutan yang sering dilewati oleh orang-orang. Dia perlu untuk membagikan seseorang yang bertanggung jawab untuk membatasi jumlah anggota baru dan mencari cara lain untuk ketentuan kriteria anak buahnya. Setelah semua ini dilakukan, ia harus mengambil risiko besar untuk membantu para baron dalam misi mereka dalam menyelamatkan Raja Richard agar bisa kembali berkuasa.