Anda di halaman 1dari 17

SKENARIO 2

PROMOSI JABATAN Ibu Siti, 40 tahun dipromosikan sebagai manajer di kantor pusat sebuah perusahaan multinasional. Perusahaan mewajibkannya untuk mengikuti General Medical CheckUp. Dari hasil pemeriksaan diketahui, secara umum kesehatan ibu Siti baik kecuali profil lipid darah yang berada diatas normal. Dokter menyarankan agar ibu Siti rajin berolah raga secara teratur, mengatur pola makan dan mengkonsumsi makanan yang halal dan thoyibah.

SASARAN BELAJAR
LI.1. Memahami dan Menjelaskan General Medical CheckUp LO.1.1. Memahami dan Menjelaskan Definisi General Medical Check Up LO.1.2. Memahami dan Menjelaskan Manfaat dan Tujuan General Medical Check Up LO.1.3. Memahami dan Menjelaskan Tahap-tahap General Medical Check Up LO.1.4. Memahami dan Menjelaskan Keuntungan dan kerugian dari General Medical Check Up LI.2. Memahami dan Menjelaskan tentang Profil Lipid LO.2.1. Memahami dan Menjelaskan Definisi Profil Lipid LO.2.2. Memahami dan Menjelaskan Jenis- jenis Profil Lipid LO.2.3. Memahami dan Menjelaskan Batasan Lipid yang normal dan Abnormal LO.2.4. Memahami dan Menjelaskan Fungsi Profil Lipid LO.2.5. Memahami dan Menjelaskan Metabolisme Profil Lipid LO.2.6. Memahami dan Menjelaskan Hubungan olahraga dan mengatur pola makan dalam lipid darah L1.3. Memahami dan Menjelaskan Pola Makan Hidup Sehat LI.4. Memahami dan Menjelaskan Makanan yang Halal dan Thoyibah menurut Pandangan Islam LO.4.1 Memahami dan Menjelaskan Definisi makanan Halal dan Thoyibah LO.4.2. Memahami dan Menjelaskan Ciri- cirri makanan Halal dan Thoyibah LO.4.3. Memahami dan Menjelaskan Ayat dan Dalil tentang makanan Halal dan Thoyibah

LI.1. Memahami dan Menjelaskan General Medical CheckUp LO.1.1. Memahami dan Menjelaskan Definisi General Medical Check Up General Medical Check Up merupakan pemeriksaan minimal lengkap, yang harus dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kelainan atau penyakit. General medical Check Up salah satu cara kita menjaga kesehatan diri dan merupakan salah satu investasi dalam hal kesehatan. Dengan melakukan Medical Check Up dapat di ketahui hasil berbagai fungsi organ tubuh kita misalnya fungsi hati, fungsi ginjal, dsb. Dengan mengetahui fungsi masing-masing organ tubuh, kita dapat mengambil langkah pencegahan ke keadaan yang lebih buruk lagi atau bahkan dapat mengambil langkah dini untuk memutus proses pada penyakt tertentu. LO.1.2. Memahami dan Menjelaskan Manfaat dan Tujuan General Medical Check Up Manfaat dari General Medical Check Up 1. Mengetahui secara dini diagnosa penyakit 2. Membantu mencegah timbulnya penyakit 3. Mengetahui status seseorang 4. Mengarahkan seseorang ke dokter ahli sesuai kelainan organik yang ditentukan Tujuan melakukan General Medical Check Up: 1. Mengetahui penyakit sedini mungkin. 2. Mengatasi secepat mungkin 3. Mencegah agar penyakit yang telah dideteksi secara dini tidak berlanjut. 4. Mencegah atau menunda komplikasi suatu penyakit 5. memperpanjang usia produktif, 6. meningkatkan kualitas hidup, 7. memperpanjang usia harapan hidup serta menghemat biaya pengobatan

LO.1.3. Memahami dan Menjelaskan Tahap-tahap General Medical Check Up Medical Check Up meliputi beberapa tahapan sbb : 1. 2. 3. 4. Wawancara atau anamnesis Pemeriksaan fisik Pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan penunjang lain, seperti foto roentgen, elektrokardiografi, dan lainlain

Penjelasan : 1. Wawancara atau Anamnesa dilakukan untuk mengetahui riwayat penyakit sekarang, riwayat penyakit yang pernah di derita sebelumnya dan riwayat penyakit dalam keluarga. 2. Pemeriksaan fisik di lakukan mulai dari mengetahui vital sign (tensi, nadi, pernafasan serta suhu tubuh), di lanjutkan dengan memeriksa tubuh yang dilakukan sesuai dengan prosedur fisik diagnostic. 3. Pemeriksaan laboratorium dilakukan dengan tujuan untuk menentukan prognosis atau memprediksikan perjalanan penyakit. Beberapa penyakit yang dapat dideteksi dengan General Medical Check Up antara lain Hipertensi, diabetes 3

(kencing manis), Dislipidemial (kolesterol), penyakit hati, ginjal paru, dll. Pemeriksaan laboratorium yang perlu dilakukan untuk General Medical Check Up, hematologi rutin, urine rutin, faeces rutin, glucose puasa, profil lemak, tes fungsi hati, tes fungsi hati, tes fungsi ginjal dan asam urat. Yang biasa tercakup dalam medical check up adalah pemeriksaan darah, pemeriksaan urologi, pemeriksaan hormon dan pemeriksaan kepadatan tulang. Dari hasil pemeriksaan darah, dapat diketahui kadar kolesterol, gula dalam darah dan fungsi hati. Berikut adalah rentang angka yang digunakan sebagai parameter untuk mengetahui hasil medical check up pasien : LO.1.4. Memahami dan Menjelaskan Keuntungan dan kerugian dari General Medical Check Up Keuntungan GMC

Bila hasil normal, hati senang, pikiran tenang, tubuh terasa bugar dan produktivitas meningkat Bila ada kelainan, pengobatan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Kerugian tidak melakukan GMC

Kelainan yang ada tidak dapat diketahui secara dini Saat keluhan dan gejala muncul biaya pengobatan mahal.

LI.2. Memahami dan Menjelaskan tentang Profil Lipid LO.2.1 Memahami dan Menjelaskan Definisi Profil Lipid Profil lipid adalah tes darah yang mengukur kolesterol total, trigliserida, dan kolesterol HDL. Kolesterol LDL kemudian dihitung dari hasilnya. Sebuah profil lipid merupakan salah satu ukuran risiko seseorang terhadap penyakit kardiovaskular. LO.2.2. Memahami dan Menjelaskan Jenis- jenis Profil Lipid Jenis-jenis lipid Terdapat beberapa jenis lipid yaitu: 1. Asam lemak, terdiri atas asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh 2. Gliserida, terdiri atas gliserida netral dan fosfogliserida 3. Lipid kompleks, terdiri atas lipoprotein dan glikolipid 4. Non gliserida, terdiri atas sfingolipid, steroid dan malam Asam lemak Asam lemak merupakan asam monokarboksilat rantai panjang. Adapun rumus umum dari asam lemak adalah: CH3(CH2)nCOOH atau CnH2n+1-COOH

Rentang ukuran dari asam lemak adalah C12 sampai dengan C24. Ada dua macam asam lemak yaitu: 4

1. Asam lemak jenuh (saturated fatty acid) Asam lemak ini tidak memiliki ikatan rangkap 2. Asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid) Asam lemak ini memiliki satu atau lebih ikatan rangkap

Struktur asam lemak jenuh

Struktur asam lemak tak jenuh

Asam-asam lemak penting bagi tubuh Simbol numerik Nama Umum Asam miristat Asam palmitat Asam palmitoleat Asam stearat Asam oleat Asam linoleat Asam linolenat Struktur Keterangan Sering terikat dengan atom N terminal dari membran plasma bergabung dengan protein sitoplasmik Produk akhir dari sintesis asam lemak mamalia

14:0

CH3(CH2)12COOH

16:0 16:1D9 18:0 18:1D9 18:2D9,12 18:3D9,12,15

CH3(CH2)14COOH CH3(CH2)5C=C(CH2)7COOH CH3(CH2)16COOH CH3(CH2)7C=C(CH2)7COOH

CH3(CH2)4C=CCH2C=C(CH2)7 Asam lemak esensial COOH CH3CH2C=CCH2C=CCH2C=C( Asam lemak esensial CH2)7COOH 5

20:4D5,8,11,1
4

Assam CH3(CH2)3(CH2C=C)4(CH2)3CO Prekursor untuk sintesis arakhidona OH eikosanoid t

Asam stearat

Asam oleat Beberapa contoh struktur asam lemak

Asam arakhidonat

Gliserida netral (lemak netral) Gliserida netral adalah ester antara asam lemak dengan gliserol. Fungsi dasar dari gliserida netral adalah sebagai simpanan energi (berupa lemak atau minyak). Setiap gliserol mungkin berikatan dengan 1, 2 atau 3 asam lemak yang tidak harus sama. Jika gliserol berikatan dengan 1 asam lemak disebut monogliserida, jika berikatan dengan 2 asam lemak disebut digliserida dan jika berikatan dengan 3 asam lemak dinamakan trigliserida. Trigliserida merupakan cadangan energi penting dari sumber lipid.

Struktur trigliserida sebagai lemak netral Apa yang dimaksud dengan lemak (fat) dan minyak (oil)? Lemak dan minyak keduanya merupakan trigliserida. Adapun perbedaan sifat secara umum dari keduanya adalah: 1. Lemak -

Umumnya diperoleh dari hewan Berwujud padat pada suhu ruang Tersusun dari asam lemak jenuh

2. Minyak -

Umumnya diperoleh dari tumbuhan Berwujud cair pada suhu ruang Tersusun dari asam lemak tak jenuh

Fosfogliserida (fosfolipid) Lipid dapat mengandung gugus fosfat. Lemak termodifikasi ketika fosfat mengganti salah satu rantai asam lemak. Penggunaan fosfogliserida adalah: 1. Sebagai komponen penyusun membran sel 2. Sebagi agen emulsi

Struktur dari fosfolipid

Fosfolipid bilayer (lapisan ganda) sebagai penyusun membran sel Lipid kompleks Lipid kompleks adalah kombinasi antara lipid dengan molekul lain. Contoh penting dari lipid kompleks adalah lipoprotein dan glikolipid. Lipoprotein Lipoprotein merupakan gabungan antara lipid dengan protein.

Gabungan lipid dengan protein (lipoprotein) merupakan contoh dari lipid kompleks Ada 4 klas mayor dari lipoprotein plasma yang masing-masing tersusun atas beberapa jenis lipid, yaitu:

Perbandingan komposisi penyusun 4 klas besar lipoprotein 1. Kilomikron Kilomikron berfungsi sebagai alat transportasi trigliserid dari usus ke jaringan lain, kecuali ginjal 2. VLDL (very low - density lypoproteins) VLDL mengikat trigliserid di dalam hati dan mengangkutnya menuju jaringan lemak 3. LDL (low - density lypoproteins) LDL berperan mengangkut kolesterol ke jaringan perifer 4. HDL (high - density lypoproteins) HDL mengikat kolesterol plasma dan mengangkut kolesterol ke hati.

Ilustrasi peran masing-masing dari 4 klas besar lipoprotein

Lipid non gliserida Lipid jenis ini tidak mengandung gliserol. Jadi asam lemak bergabung dengan molekulmolekul non gliserol. Yang termasuk ke dalam jenis ini adalah sfingolipid, steroid, kolesterol dan malam. Sfingolipid Sifongolipid adalah fosfolipid yang tidak diturunkan dari lemak. Penggunaan primer dari sfingolipid adalah sebagai penyusun selubung mielin serabut saraf. Pada manusia, 25% dari lipid merupakan sfingolipid.

Struktur kimia sfingomielin (perhatikan 4 komponen penyusunnya) Kolesterol Selain fosfolipid, kolesterol merupakan jenis lipid yang menyusun membran plasma. Kolesterol juga menjadi bagian dari beberapa hormon. Kolesterol berhubungan dengan pengerasan arteri. Dalam hal ini timbul plaque pada dinding arteri, yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah karena arteri menyempit, penurunan kemampuan untuk meregang. Pembentukan gumpalan dapat menyebabkan infark miokard dan stroke.

Struktur dasar darikolesterol

Kolesterol merupakan bagian dari membran sel Steroid Beberapa hormon reproduktif merupakan steroid, misalnya testosteron dan progesteron.

Progesteron dan testosterone Steroid lainnya adalah kortison. Hormon ini berhubungan dengan proses metabolisme karbohidrat, penanganan penyakit arthritis rematoid, asthma, gangguan pencernaan dan sebagainya.

Kortison Malam/lilin (waxes) Malam tidak larut di dalam air dan sulit dihidrolisis. Malam sering digunakan sebagai lapisan pelindung untuk kulit, rambut dan lain-lain. Malam merupakan ester antara asam lemak dengan alkohol rantai panjang.

10

Ester antara asam lemak dengan alkohol membentuk malam LO.2.3. Memahami dan Menjelaskan Batasan Lipid yang normal dan Abnormal Profil lipid darah normal

Nilai kolesterol dalam darah untuk dewasa sampai dengan 200 mg/dl (200 240 mg/dl masuk dalam resiko sedang, lebih dari 240 mg/dl resiko tinggi jantung koroner), sedangkan untuk bayi 90 130 mg/dl dan anak 130-170 mg/dl . (lebih dari 185 mg/dl resiko tinggi) Profil lipid darah abnormal

Lemak adalah zat yang kaya energi yang berfungsi sebagai sumber energi utama untuk proses metabolisme tubuh. Hiperlipidemia adalah tingginya kadar lemak. Kadar lemak yang abnormal dalam sirkulasi darah biasanya menyebabkan resiko terjadinya aterosklerosis dan penyakit arteri koroner atau penyakit arteri karotis. Penyakit ini meningkat pada seseorang yang memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Adanya kadar kolesterol yang berlebih dalam pembuluh darah akan membuat endapan/lempengan yang akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah. Peningkatan kolesterol juga dapat menyebabkan aterosklerosis. Untuk nilai kolesterol untuk dewasa melebihi 240 mg/dl maka akan terkena resiko tinggi penyakit jantung koroner, begitupun dengan nilai HDL jika perempuan dan laki-laki kurang dari 35 mg/dl maka akan terkena resiko tinggi penyakit jantung koroner, Dislipidemia yaitu kadar lemak yang abnormal, yang ditandai dengan, peningkatan kadar kolesterol total, trigliserida, kolesterol LDL, penurunan kadar kolesterol HDL merupakan awal terjadinya plak aterosklerosis. LDL merupakan kolesterol jahat karena dapat menyusup ke dinding pembuluh darah yang menyebabkan terjadinya plak. Guguran plak aterosklerosis meninggalkan luka pada dinding pembuluh darah, sehingga untuk menutup luka itu, fibrinogen harus diubah menjadi benang-benang fibrin. Peningkatan kadar fibrinogen merupakan salah satu faktor resiko stroke dan penyakit jantung koroner. Kadar trigliserida yang sangat tinggi sampai 800 mg/dl atau lebih bisa menyebabkan pembesaran hati dan limpa. Faktor lain yang menyebabkan tingginya kadar lemak : Riwayat keluarga dengan hiperlipidemia Diet kaya lemak Kurang melakukan olahraga Mengkonsumsi alcohol Merokok Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik Penyebab tingginya kadar lemak Kolesterol Diet kaya lemak jenih & kolesterol Diet kaya kalori Trigliserida

11

Sirosis Diabetes yg tidak terkontrol dengan baik Kelenjar tiroid yg kurang aktif

Penyalahgunaan alkohol akut Diabetes yang sangat tidak terkontrol Gagal ginjal Obat-obatan tertentu Estrogen Pil KB Kortikosteroid Diuretik tiazid (pada keadaan tertentu Keturunan

Kelenjar hipofisa yg terlalu aktif

Gagal Ginjal Porfiria Keturunan

LO.2.4. Memahami dan Menjelaskan Fungsi Profil Lipid Ada beberapa fungsi lipid di antaranya:

Sebagai penyusun struktur membran sel Dalam hal ini lipid berperan sebagai barier untuk sel dan mengatur aliran materialmaterial. Sebagai cadangan energi Lipid disimpan sebagai jaringan adiposa Sebagai hormon dan vitamin Hormon mengatur komunikasi antar sel, sedangkan vitamin membantu regulasi proses-proses biologis Fungsi Kolesterol = Banyak orang yang menyamaratakan semua kolesterol sebagai jahat. Padahal, ada juga kolesterol baik. Selain itu dalam jumlah tertentu kolesterol dibutuhkan oleh tubuh, antara lain untuk mensintetis protein dan lemak. Dengan demikian, kolesterol tetap dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan metabolisme dan keberadaan organ-organ tubuh. Fungsi trigliserida = trigliserida dalam batas normal sebenarnya sangat dibutuhkan tubuh. Asam lemak yang dimilikinya bermanfaat bagi metabolisme tubuh. Selain itu, trigliserida memberikan energi bagi tubuh, melindungi tulang, dan organ-organ penting lainnya dalam tubuh dari cedera. Fungsi Lipoprotein= Fungsi dari fosfolipid antara lain sebagai bahan penyusun membran sel. Beberapa fungsi biologik lainnya antara lain adalah sebagai surfactant paru-paru yg mencegah perlekatan dinding alveoli paru-paru sewaktu ekspirasi. Di dalam pembuluh darah, kolesterol beredar bersama lemak berselaput protein yang disebut lipoprotein (kombinasi antara lipid/lemak dengan protein). Lipoprotein terdiri dari dua jenis, yaitu HDL dan LDL.

1. HDL (High Density Lipoprotein) HDL atau Lipoprotein berkepadatan tinggi sering disebut kolesterol baik. HDL mengandung banyak protein yang berfungsi untuk mengeluarkan kelebihan kolesterol dari dalam arteri (pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh) agar tidak terjadi penumpukan kolesterol di dalam tubuh. HDL akan membawa sekitar sepertiga sampai seperempat dari kolesterol dalam darah ke hati dan 12

selanjutnya dibuang/dikeluarkan dari dalam tubuh. Semakin tinggi kadar kolesterol HDL akan semakin baik karena akan semakin memperkecil risiko timbulnya penyakit jantung koroner. Oleh karena itu, kolesterol HDL dianggap sebagai kolesterol baik. Kadar normal HDL dalam tubuh manusia adalah sekitar 40 50 mg/dl (milligram per desiliter) untuk pria dan 50 60 mg/dl untuk wanita. Untuk setiap kenaikan HDL sebesar 1 mg/dl dapat menurunkan resiko timbulnya serangan jantung sebesar 2 4 %, dimana resiko tersebut juga dipengaruhi oleh riwayat keluarga, tekanan darah dan pola hidup. 2. LDL (Low Density Lipoprotein) LDL atau Lipoprotein berkepadatan rendah sering disebut kolesterol jahat. LDL terdiri dari sekitar 75 % kolesterol dan sedikit protein. LDL mengangkut kolesterol yang dihasilkan organ hati dan sumber kolesterol tubuh lainnya menuju seluruh jaringan tubuh. LDL merupakan kolesterol yang berbahaya karena sifatnya yang beredar dalam darah, menimbun lemak dan meninggalkan kelebihannya pada dinding pembuluh darah. Jika kadar LDL tinggi, maka penimbunan yang terjadi akan mempersempit pembuluh darah (aterosklerosis) dan menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Semakin rendah nilai LDL akan semakin baik, karena akan semakin memperkecil resiko serangan jantung dan stroke. Dan sebaliknya, semakin tinggi nilai LDL maka akan semakin buruk dan berbahaya. LO.2.5. Memahami dan Menjelaskan Metabolisme Profil Lipid Lipid yang kita peroleh sebagai sumber energy utamanya adalah dari lipid netral yaitu trigliserid (ester antara gliserol dengan 3 asam lemak). Secara ringkas, hasil dari pencernaan lipid adalah asam lemak dan gliserol, selain itu ada juga yang masih berupa monogliserid. Karena larut dalam air, gliserol masuk sirkulasi portal (vena porta) mnuju hati. Asam-asam lemak rantai pendek juga dapat melalui jalur ini. Sebagian besar asam lemak dan monogliserida karena tidak larut dalam air maka diangkut oleh miselus (dalam bentuk besar disebut emulsi) dan dilepaskan ke dalam sel epitel usus (enterosit). Di dalam sel ini asam lemak dan monogliserida segera dibentuk menjadi trigliserida (lipid) dan berkumpul berbentuk gelembung yang disebut kilomikron. Selanjutna kilomikron ditransportasikan melalui pembuluh limfe dan bermuara pada vena kava, sehingga bersatu dengan sirkulasi darah. Kilomikron ini kemudian ditransportasikan menuju hati dan jaringan adipose. Di dalam sel-sel hati dan jaringan adipose, kilomikron segera dipecah menjadi asamasam lemak dan gliserol tersebut, dibentuk kembali menjadi simpanan trigliserida. Proses pembentukan trigliserida ini dinamakan esterifikasi. Sewaktu-waktu jika kita membutuhkan energy dari lipid. Trigliserida dipecah menjadi asam lemak dan gliserol, untuk ditransportasikan menuju sel-sel untuk dioksidasi menjadi energy. Proses pemecahan lemak jaringan ini dinamakan lipolisis. Asam lemak tersebut ditransportasikan oleh albumin ke jaringan yang memerlukan dan disebut sebagai asam lemak bebas (free fatty acid/ FFA) Secara ringkas, hasil akhir dari pemecahan lipid dari makanan adalah asam lemak dan gliserol. Jika sumber energy dari karbohidrat telah mencukupi, maka asam lemak mengalami esterifikasi yaitu membentuk ester dengan gliserol menjadi trigliserida sebagai cadangan energy jangka panjang. Jika sewaktu-waktu tak tersedia sumber energy dari karbohidrat barulah asam lemak dioksidasi. 13

Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi beta dan menghasilkan asetil KoA. Selanjutnya sebagaimana asetil KoA dari hasil metabolism karbohidrat dan protein, asetil KoA dari jalur inipun akan masuk ke siklus asam sitrat sehingga dihasilkan energy. Di sisi lain, jika kbutuhan energy sudah mencukupi, asetil KoA dapat mengalami lipogenesis menjadi asam lemak dan selanjutnya dapat disimpan senagai trigliserida. Asetil KoA dapat berubah menjadi kolestrol melalui proses kolestrogenesis, selanjurnya berubah menjadi steroid melalui proses steroidogenesis. Asetil KoA juga berpotensi menghasilkan badan-badan keton lewat proses ketogenesis, yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan asam-basa yang dinamakan asidosis metabolic. Keadaan ini dapat menyebabkna kematian LO. 2.6. Memahami dan Menjelaskan Hubungan olahraga dan mengatur pola makan dalam lipid darah Jumlah lemak total yang diperlukan tubuh maksimum 150 mg/dl, kandungan lemak baik (HDL) optimum 45 mg/dl dan kandungan lemak jahat (LDL) maksimum 130 mg/dl. Lemak baik masih diperlukan tubuh, sedang lemak jahat justru merusak organ tubuh. Makan berlebihan dapat menyebabkan kegemukan (obesitas). Kegemukan lebih cepat terjadi dengan pola hidup pasif (kurang gerak dan olahraga). Jika makanan yang dimakan banyak mengandung lemak jahat (seperti kolesterol), dapat menyebabkan penimbunan lemak di sepanjang pembuluh darah. Penyempitan pembuluh darah ini menyebabkan aliran darah menjadi kurang lancar. Pada orang yang memiliki kelebihan lemak (hyperlipidemia), dapat menyebabkan penyumbatan darah sehingga mengganggu suplai oksigen dan zat makanan ke organ tubuh. LI 3. Memahami dan Menjelaskan Pola Makan yang Sehat 1. Kurangi makanan berlemak tinggi, seperti mentega, margarine, dan santan. Lebih baik dapatkan asupan lemak alami dari kacang-kacangan atau biji-bijian. Lupakan jeroan, otak, makanan berkuah santan kental, kulit ayam dan kuning telur. Pilihlah daging tanpa lemak, makanan berkuah bening, susu rendah lemak, susu kedelai, yogurt, putih telur, dan ikan sebagai sumber protein yang baik 2. Sedapat mungkin hindari bahan pangan atau bahan pengawet yang dalam jangka panjang dapat menjadi pemicu kanker. 3. Pilih makanan atau minuman yang berwarna putih alami (bukan di-bleach). Gunakan pewarna dari bahan makanan misalnya warnet coklatnya dari bubuk coklat, merahnya strowbery, kuningnya kunyit, dan hijaunya daun suji. Jangan menambahkan saus, kecap, garam dan bumbu-bumbu penyedap secara berlebihan. Perbanyak makan buah dan sayuran. 4. Teknik pengolahan makanan juga mempengaruhi mutu makanan. Pilih makanan dengan metode memasak dikukus, direbus, atau ditumis dengan sedikit minyak. 5. Perbanyak minum air putih, mineral 8 gelas sehari, hindari minuman beralkohol, bersoda dan minuman dengan kandungan gula dan kafein tinggi. Jus sayuran dan buah baik untuk menjaga dan memelihara kesehatan tubuh.

14

LI.4. Memahami dan Menjelaskan Makanan yang Halal dan Thoyibah menurut Pandangan Islam LO.4.1 Memahami dan Menjelaskan Definisi makanan Halal dan Thoyibah Makanan halal dan thoyibah adalah dalam rangka menjaga jasmani dan rohani. Penjagaan jasmani dengan memilih yang thoyibah artinya memakan makanan yang bergizi dan mempunyai fungsi yang baik untuk kesehatan tubuh. LO.4.2. Memahami dan Menjelaskan Ciri- cirri makanan Halal dan Thoyibah a. Makanan halal adalah makanan yg halal dalam substansinya, cara mendapatkannya, cara mengolahnya, kualitasnya dan kuantitasnya, yang penafsirannya diuraikan dalam beberapa hadist Nabi Muhammad SAW. Contoh : daging ayam, daging sapi, daging ikan, telur ayam dan lain-lain. b. Makanan Thoyibah adalah makanan yg apabila dimakan akan menyehatkan dan tidak menimbulkan mudarat. Contoh : 1. Makanan yang tidak mengandung zat adiktif yang beracun baik dalam jangka pendek maupun panjang, contoh : boraks, formalin dll. 2. Makanan yang tidak menyebabkan ketergantungan. 3. Makanan yang tidak mengandung zat yang mengganggu kesehatan orang yang akan memakannya, misalnya gula bagi penderita diabetes, lemak bagi penderita hipercholestrolemia. LO.4.3 Memahami dan Menjelaskan Ayat dan Dalil tentang makanan Halal dan Thoyibah HADIST 1. Diriwayatkan, Rasulullah SAW pernah menggambarkan: "Tidak ada bejana yang lebih buruk yang diisi oleh manusia melainkan perutnya sendiri. Cukuplah seseorang itu mengonsumsi beberapa kerat makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika terpaksa, maka ia bisa mengisi sepertiga perutnya dengan makanan, sepertiga lagi dengan minuman, dan sepertiga sisanya untuk nafas."(HR.Ahmad dan Tirmidzi). AYAT AL- QURAN

Artinya : Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.: (QS. Al-Baqarah: 168)

15

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah , daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya , dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah , (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nimat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Maidah: 3)

16

Daftar Pustaka
http://dhiansyah.multiply.com/journal/item/14?&show_interstitial=1&u=%2Fjourna %2Fitem http://www.ksh.co.id/mcu.php http://kamuskesehatan.com/arti/profil-lipid/ http://www.scribd.com/doc/82759184/WRAP-UP http://www.biology.arizona.edu\biochemistry, 2003, The Biology Project-Biochemistry http://www.bioweb.wku.edu\courses\BIOL115\Wyatt, 2008, WKU Bio 113 Biochemistry http://www.gwu.edu\_mpb, 1998, The Metabolic Pathways of Biochemistry, Karl J. Miller http://www.ull.chemistry.uakron.edu\genobc, 2008, General, Organic and Biochemistry http://www.wiley.com\legacy\college\boyer\0470003790\animations\electron_transport, 2008, Interactive Concepts in Biochemistry: Oxidative Phosphorylation

17