Anda di halaman 1dari 33

BAB II KONSEP DASAR

A. Pengertian Leukemia merupakan penyakit akibat terjadinya proliferasi

(pertumbuhan sel imatur) sel leukosit yang abnormal dan ganas, serta sering disertai adanya leukosit dengan jumlah yang berlebihan, yang dapat menyebabkan terjadinya anemia trombositopenia. (Hidayat, 2006). Leukemia merupakan penyakit akibat proliferasi (bertambah banyak atau multiplikasi) patologi dari sel pembuat darah yang bersifat sistemik dan biasanya berakhir fatal. (Nursalam, 200 ). Leukemia adalah proliferasi tak teratur atau akumulasi sel!sel darah putih dalam sumsum tulang, menggantikan elemen!elemen sumsum normal. ("aughman, 2000, hal # $$6). Leukemia merupakan proliferasi patologis dari sel pembuat darah yang bersifat sistemik dan biasanya berakhir fatal. (Ngastiyah, %&&'). Leukemia adalah proliferasi sel darah putih yang masih imaturdalam jaringan pembentukan darah. ((uriadi, 2006) )adi dapat disimpulkan bah*a leukemia adalah penyakit akibat terjadinya proliferasi sel leukosit yang abnormal dan ganas serta sering disertai adanya leukosit jumlah yang berlebihan dari sel pembuat darah yang bersifat sistemik dan biasanya berakhir fatal.

Leukemia dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya yaitu # %.Leukemia +ielositik ,kut (L+,) L+, disebut juga leukemia mielogenus akut atau leukemia granulositik akut (L-,) yang di karakteristikkan oleh produksi berlebihan dari mieloblast. L+, sering terjadi pada semua usia, tetapi jarang terjadi pada anak!anak. +ieloblast menginfiltrasi sumsum tulang dan ditemukan dalam darah. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya anemia, perdarahan, dan infeksi, tetapi jarang disertai keterlibatan organ lain. 2.Leukemia Limfositik ,kut (LL,) LL, sering menyerang pada masa anak ! anak dengan presentase ' . ! /0.. LL, menginfiltrasi sumsum tulang oleh sel limfoblastik yang menyebabkan anemia, memar (trombositopeni), dan infeksi (neutropenia). Limfoblas biasanya di temukan dalam darah tepi dan selalu ada di sumsum tulang, hal ini mengakibatkan terjadinya limfadenopati, splenomegali, dan hepatomegali, tetapi '0. anak dengan leukemia limfatik akut kini bisa disembuhkan. $.Leukemia Limfositik 0ronis (LL0) LL0 terjadi pada manula dengan limfadenopati generalisata dan peningkatan jumlah leukosit disertai limfositosis, 1erjalanan penyakit

biasanya jinak dan indikasi pengobatan adalah hanya jika timbul gejala. 2. Leukemia +ielositik 0ronis (L+0) L+0 sering juga disebut leukemia granulositik kronik (L-0), gambaran menonjol adalah #

a. ,danya kromosom 1hiladelphia pada sel!sel darah. 3ni adalah kromosom abnormal yang ditemukan pada sel!sel sumsum tulang. b. 0risis blast fase yang dikarakteristikkan oleh poroliferasi tiba!tiba dari jumlah besar mieloblast. (1ri4e, %&&&)

B. Anatomi Dan Fisiologi %. ,natomi (istem sirkulasi adalah sarana untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari traktus digesti5us dan dari paru!paru ke sel!sel tubuh. (elain itu system sirkulasi merupakan sarana untuk membuang sisa!sisa

metabolisme dari sel!sel ke ginjal, paru!paru dan kulit yang merupakan tempat ekskresi sisa!sisa metabolisme. 6rgan!organ system sirkulasi men4akup jantung, pembuluh darah dan darah # a. )antung ,dalah organ berongga, terletak di mediastinum diantara kedua paru! paru didalam rongga dada diatas diafragma. 7ungsinya adalah memompa darah kaya oksigen kedalam system arteri (yang memba*anya ke sel!sel) dan menampung darah dari system 5ena dan meneruskannya ke paru untuk reoksigenasi. 7ungsi arteri, kapiler, 5ena, dan pembuluh limfe adalah memba*a darah kedalam sel di seluruh tubuh.

b. 1embuluh darah %) ,rteri (pembuluh nadi) ,rteri meninggalkan jantung pada 5entrikel kiri dan kanan. 2) 0apiler (pembuluh rambut) 0apiler adalah pembuluh darah yang sangat ke4il yang berasal dari 4abang terhalus dari arteri sehingga tidak nampak, ke4uali diba*ah mikroskop. 0apiler membentuk anyaman diseluruh jaringan tubuh, kapiler selanjutnya bertemu satu dengan yang lain menjadi pembuluh darah yang lebih besar yang disebut 5ena. $) 8ena (pembuluh darah balik) 8ena memba*a darah kotor kembali ke jantung. 2) 9arah 9arah merupakan bentuk jaringan ikat khusus, terdiri atas elemen berbentuk yaitu sel!sel darah dan trombosit dan suatu substansi interselular 4air yaitu plasma darah. ,da dua jenis utama sel!sel darah yang digambarkan menurut penampilannya dalam keadaan segar tanpa pulasan yaitu sdarah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit). (Leeson. %&&'.hal # %$2 ). 1roses pembentukan sel darah (hemopoesis) terdapat tiga tempat, yaitu# %) (umsum tulang yang aktif dalam proses hemopoesis adalah # a. :ulang 5ertebrae b. (ternum ( tulang dada)

4. ;osta (tulang iga) 2) Hepar +erupakan kelenjar terbesar dari beberapa kelenjar pada tubuh manusia. $) Limpa Limpa terletak dibagian kiri atas abdomen. Limpa berbentuk setengah bulan ber*arna kemerahan. Limpa adalah organ berkapsula dengan berat normal %00!% 0 gr. Limpa mempunyai dua fungsi yaitu sebagai organ limfoid dan memfagosit material tertentu dalam sirkulasi darah merah yang rusak. 7ungsi darah se4ara umum terdiri atas # %. (ebagai alat pengangkut <aitu mengambil 62 atau =at pembakaran dari paru!paru untuk diedarkan keseluruh jaringan tubuh, mengangkut ;62 dari jarinagan untuk dikeluarkan melalui paru!paru, mengambil =at=at makanan dari usus halus untuk diedarkan dan dibagikan keseluruh jaringan tubuh atau alat tubuh, mengangkat atau mengeluarkan =at!=at yang tidak berguna bagi tubuh untuk dikeluarkan melalui kulit dan ginjal. 2. (ebagai pertahanan tubuh terhadap serangan bibit penyakit dan ra4un yang akan membinasakan tubuh dengan perantaraan leukosit, anti bodi, atau =at!=at anti ra4un $. +enyebarkan panas keseluruh tubuh

9arah terdiri dari dua bagian yaitu # %. >ritrosit >ritrosit atau sel darah merah merupakan sel yang telah berdiferensiasi jauh dan mempunyai fungsi khusus untuk transpor oksigen. >ritrosit berbentuk seperti 4akram!bikonkaf dan bila dilihat pada bidang datar bentuknya bundar. (el!sel darah merah bersifat elastis dan mempunyai kemampuan berubah bentuk. (el darah merah berdiameter ',6 mikrometer dan tebalnya %,& mikro meter. )umlah eritrosit pada laki!laki terdapat ! , juta per milimeterkubik, pada *anita 2, ! juta per millimeter kubik. >ritrosit ber*arna kuning kemerah! merahan karena didalamnya mengandung suatu =at yang disebut hemoglobin. ?arna ini akan bertambah merah jika didalamnya banyak mengandung 62. fungsi dari eritrosit adalah mengikat 62 dari paru!paru untuk diedarkan keseluruh tubuh dan mengkat ;62 dsri jsringsn tubuh untuk dikeluarkan melalui paru!paru. 2. :rombosit (sel pembeku) +erupakan benda!benda ke4il yang bentuk dan ukurannya berma4am!ma4am, ada yang bulat dan ada yang lonjong.*arnanya putih dengan jumlah normal % 0.000 ! 2 0.000@ mm$. trombosit memegang peranan penting dalam pembekuan darah jika kurang dari normal. ,pabila timbul luka

darah tidak lekas membeku sehingga timbul perdarahan terus menerus. 1roses pembekuan darah dibantu oleh suatu =at yaitu ;a2A dan fibrinogen. 7ibrinogen mulai bekerja apabila tubuh mendapat luka. )ika tubuh terluka darah akan keluar, trombosit pe4ah dan akan mengeluarkan =at yang disebut trombokinase. :rombokinase akan bertemu dengan protombin dengan bantuan ;a2A akan menjadi trombin. :rombin akan bertemu dengan fibrin yang merupakan beneng!benang halus, bentuk jaringan yang tidak teratur letaknya yang akan menahan sel darah, dengan demikian akan terjadi pembekuan. $. Leukosit (sel darah putih) (el darah yang bentuknya dapat berubah!ubah dan dapat bergerak dengan perantara kaki palsu (pseudopodia) mempunyai ma4am!ma4am inti sel sehingga dapat dibedakan berdasarkan inti sel. Leukosit ber*arna bening (tidak

ber*arna). "anyaknya kira!kira 2000! %%000@mm$. Leukosit berfungsi sebagai serdadu tubuh yaitu

membunuh dan memakan bibit penyakit atau bakteri yang masuk kedalam jaringan tubuh yaitu jaringan Betikulo >ndotel (ystem, fungsi yang yang lain yaitu sebagai pengangkut, dimana leukosit mengangkut dan memba*a =at lemak dari dinding usus melalui limpa dan pembuluh darah. ,da golongan utama leukosit yaitu agranular dan granular #

'

a. Leukosit agranular mempunyai sitoplasma yang tampak homogen dan intinya berbentuk bulat. ,da dua jenis leukosit agranular # %) Limfosit ,dalah leukosit mononu4lear lain dalam darah yang memiliki inti bulat dan o5al yang dikelilingi oleh pinggiran sitoplasma sempit ber*arna biru yang mengandung sedikit granula. "entuk kromatin inti saraf dengan jala!jala yang berhubungan didalam. Limfosit ber5ariasi dalam ukuran dari ke4il ('!%0 mikrometer) sampai besar seukuran granulosit dan tampaknya berasal dari sel induk pluripotensial didalam sumsum tulang dan bermigrasi ke jaringan limfoid lain termasuk kelenjar getah bening, lien, timus dan permukaan mukosa traktus respiratorius. :erdapat 2 jenis limfosit yaitu limfosit : bergantung pada timus,berumur panjang, dibentuk dalam timus, limfosit : bermigrasi dari kelenjar timus ke jaringan limfoid lain. (el ini se4ara khas ditemukan pada pada parakorteks kelenjar getah bening dan gastrointestinal dan traktus

lembaran limfoid periarteriola dari pulpa putih lien. Limfosit : bertanggung ja*ab atas respon kekebalan

selular melalui pembentukan sel yang reaktif antigen. (edangkan limfosit " tidak bergantung pada timus, limfosit " tersebar dengan folikel!folikel kelenjar getah bening, lien, dan pita!pita medulla kelenjar getah bening. Limfosit " jika dirangsang dengan semestinya akan berdiferensiasa menjadi sel!sel plasma yang menghasilkan immunoglobulin, sel ini bertanggung ja*ab atas respons kekebalan humoral. 2) +onosit +onosid lebih besar dari pada neutrofil dan memiliki inti monomorfik yang relati5e sederhana. 3ntinya terlipat atau berlekuk dan kelihatan berlobus dengan lipatan seperti otak. (itoplasma kelihatan lebih banyak di bandingkan dengan intinya dan menyerap *arna biru keauan yang tidak terlalu nyata, granulanya tersebar merata. 9iferensiasi pematangan dan pelepasan monosid terjadi lebih dari 22 hari, suatu periode yang lebih lama dari granulosid. +onosid meninggalkan sirkulasi dan menjadi makrofag jaringan serta merupakan bagian dari system monosid!makrofag. fagosit, membuang +onosid sel!sel mempunyai 4edera dan fungsi mati,

fragmenfragmen sel dan mikroorganisme.

&

b. Leukosit granular # leukosit ini mengandug granula spesifik (dalam keadaan hidup berupa tetesan setengah 4air) dalam sitoplasmanya dan mempunyai inti yang memperlihatkan banyak 5ariasi dalam bentuknya. ,da $ jenis leukosit granular # %) Neutrofil Neutrofil merupakan system pertahanan tubuh primer mela*an infeksi bakteri, metode pertahanannya adalah proses fagositosis. 2) >osinofil >osinofil mempunyai fungsi fagosit lemah yang tidak dipahami se4ara jelas. >osinofil kelihatannya berfungsi pada reaksi antigen, antibody dan meningkat pada serangan asma, reaksi obat!obatan, dan infestasi parasit tertentu. $) "asofil "asofil memba*a heparin, faktor!faktor pengaktifan histamine dan trombosit dalam granula!granulanya untuk menimbulkan peradangan pada jaringan. 7ungsi yang sebenarnya tidak diketahui dengan pasti. 0adar basofil yang meningkat (basofilia) ditemukan pada gangguan proliferasi dari sel!sel pembentuk darah.

%0

2. 1lasma 9arah "agian darah yang en4er tanpa sel!sel darah *arna bening kekuningan hampir &0. plasma darah terdiri dari # a. 7ibrinogen yang berguna dalam proses pembekuan darah. b. -aram!garam mineral (garam kalsium, kalium, natrium, dan lain!lain yang berguna dalam metabolisme dan juga mengadakan osmotik). 4. 1rotein darah (albumin dan globulin) meningkatkan

5iskositas darah dan juga menimbulkan tekanan osmoti4k untuk memelihara keseimbangan 4airan dalam tubuh. d. Cat makanan (=at amino, glukosa lemak, mineral, dan 5itamin ). e. Hormon yaitu suatu =at yang dihasilkan dari kelenjar tubuh. f. ,ntibody atau anti toksin. (1ear4e, %&&/) C. Etiologi Dan Predisposisi :erjadinya leukemia banyak hal yang mempengaruhi diantaranya # %. 7aktor >ksogen a. Badiasi, khususnya yang mengenai sumsum tulang, kemungkinan leukemia meningkat pada penderita yang diobati dengan radiasi atau kemoterapi. b. Cat kimia, seperti ben=ene, arsen, kloramfenikol, fenilbuta=one, dan agen anti neoplastik. :erpapar =at kimia dapat menyebabkan displasia

%%

sumsum tulang belakang,anemia aplastik dan perubahan kromosom yang akhirnya dapat menyebabkan leukemia. 4. 3nfeksi 5irus, pada a*al tahun %&/0 diisolasi 5irus H:L8!% (Human : Leukemia 8irus )dari leukemia sel : manusia pada limfosit seorang penderita limfoma kulit dan sejak itu diisolasi dari sample serum penderita leukemia sel :. 2. 7aktor >ndogen a. "ersifat herediter, insiden meningkat pada beberapa penyakit herediter seperti sindrom do*n mempunyai insiden leukemia akut 20 D lipat dan ri*ayat leukemia dalam keluarga . insiden leukemia lebih tinggi dari saudara kandung anak!anak yang terserang, dengan insiden yang meningkat sampai 20. pada kembar mono=igot. b. 0elainan geneti4, mutasi geneti4 dari gen yang mengatur sel darah yang tidak diturunkan. (1ri4e, 2006 # 22/)

D. Patofisiologi Leukemia adalah jenis gangguan pada system hemapoetik yang fatal dan terkait dengan sumsum tulang dan pembuluh limfe ditandai dengan tidak terkendalinya proliferasi dari leukosit. )umlah besar dari sel pertama!tama menggumpal pada tempat asalnya (granulosit dalam sumsum tulang, limfosit di dalam limfe node) dan menyebar ke organ hematopoetik dan berlanjut ke

%2

organ yang lebih besar sehingga mengakibatkan hematomegali dan splenomegali. Limfosit imatur berproliferasi dalam sumsum tulang dan jaringa perifer serta mengganggu perkembangan sel normal. ,kibatnya, hematopoesis normal terhambat, mengakibatkan penurunan jumlah leukosit, eritrosit, dan trobosit. >ritrosit dan trombosit jumlahnya dapat rendah atau tinggi tetapi selalu terdapat sel imatur. 1roliferasi dari satu jenis sel sering mengganggu produksi normal sel hematopoetik lainnya dan mengarah ke pembelahan sel yang 4epat dan sitopenia atau penurunan jumlah. 1embelahan dari sel darah putih meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi karena penurunan imun. :rombositopeni mengakibatkan perdarahan yang dinyatakan oleh ptekie dan ekimosis atau perdarahan dalam kulit, epistaksis atau perdarahan hidung, hematoma dalam membrane mukosa, serta perdarahan saluran 4erna dan saluran kemih. :ulang mungkin sakit dan lunak yang disebabkan oleh infark tulang. (Long, %&&6 # '02)

E. Manifestasi Klinik :anda dan gejala a*al leukemia dapat termasuk demam, anemia, perdarahan, kelemahan, nyeri tulang atau sendi dengan atau tanpa pembengkakan. 1urpura merupakan hal yang umum serta hepar dan lien membesar. )ika terdapat infiltrasi kedalam susunan saraf pusat dapat

%$

ditemukan tanda meningitis. ;airan serebro spinal mengandung protein yang meningkatkan dan glukosa yang menurun. :ampaknya juga terdapat beberapa hubungan antara leukemia dan sindrom do*n (mongolisme) # %) 1u4at 2) +alaise $) 0eletihan(letargi) 2) 1erdarahan gusi ) +udah memar 6) 1etekia dan ekimosis ') Nyeri abdomen yang tidak jelas /) "erat badan turun &) 3ritabilitas %0) +untah %%) (akit kepala (pusing) (Hidayat, 2006 # 2 )

F. Penatalaksanaan %. :ransfusi darah 9iberikan jika kadar Hb kurang dari 6 gr.. 1ada trombositopenia yang berat dan perdarahan yang massif dapat diberikan transfuse trombosit. 2. 0ortikostiroid seperti prednisone, kortison, deksametason dan sebagainya. (etelah di4apai remisi (sel kanker sudah tidak ada lagi dalam tubuh dan

%2

gejala klinik membaik ), dosis dikurangi sedikit demi sedikit dan akhirnya dihentikan. $. (itostatika bentuk terapi utama adalah kemoterapi dengan kombinasi # 5inkristine, asparaginase, prednisone, untuk terapi a*al dan dilanjutkan dengan kombinasi mer4aptopurine, metotreDate, 5in4ristine, dan prednisone untuk pemeliharaan. Badiasi untuk daerah kraniospinal dan injeksi intratekal obat kemoterapi dapat membantu men4egah kekambuhan pada system saraf pusat. 3nfeksi sekunder dihindarkan (bila mungkin penderita diisolasi dalam kamar yang bebas hama). 2. 3munoterapi merupakan 4ara pengobatan yang baru. (etelah ter4apai remisi dan jumlah sel leukemia yang 4ukup rendah (%0 !%06), imuno terapi diberikan. 1engobatan yang spesifik dilakukan dengan pemberian imunisasi ";- atau dengan ;rynae ba4terium dan dimaksutkan agar terbentuk antibody yang dapat memperkuat daya tahan tubuh. 1engobatan spesifik dikerjakan dengan penyuntikan sel leukemia yang telah diradiasi. . :ransplantasi sumsum tulang. (Ngastiyah, 200 )

. Pengka!ian Fok"s %. 9emografi a. Esia # Lebih sering terjadi pada anak yang berusia 2! tahun. )enis leukemia ( limfositik myeloid akut ).lebih sering di temukan pada anak umur % th .

b. Bas

# Lebih banyak terkena pada anak kulit putih

4. Lingkungan # "anyak polutan d. )enis kelamin # sering menyerang kaum laki!laki. 2. 9ata fokus a. ,kti5itas -ejala # 0elelahan, malaise, kelemahan, ketidakmampuan untuk melakukan akti5itas biasanya. :anda b. (irkulasi -ejala :anda # 1alpitasi # :akikardi, membran mukosa pu4at, dan tanda perdarahan serebral. 4. >liminasi -ejala # 9iare, nyeri tekan perianal, darah merah terang pada tisu, feses hitam, darah pada urin, penurunan haluaran urin d. 3ntegritas ego -ejala :anda # 1erasaan tak berdaya @ tidak ada harapan. # 9epresi, menarik diri, ansietas, takut, marah, mudah terangsang, perubahan alam perasaan. e. Nutrisi dan 4airan -ejala # 0ehilangan nafsu makan, anoreksia, muntah, penurunan berat badan, faringitis disfagia. # 0elelahan otot, peningkatan kebutuhan tidur, somnolen.

%6

:anda

# 9istensi abdominal, penurunan bunyi usus, splenomegali, hepatomegali, ikterik, hipertrofi gusi mengindikasikan leukemia monositik. (infiltrasi gusi

f. Neuro sensori -ejala # 1enurunan koordinasi, perubahan alam perasaan, ka4au, kurang konsentrasi, kebas, kesemutan. :anda # 6tot mudah terangsang, akti5itas kejang.

g. Nyeri atau kenyamanaan -ejala # Nyeri abdomen, sakit kepala, nyeri tulang atau sendi, nyeri tekan eksternal, kram otot. :anda # 1erilaku berhati!hati @ distraksi, gelisah, fo4us pada diri sendiri. h. 1ernafasaan -ejala :anda # Nafas pendek dengan kerja minimal # 9ispnue, takhipnea, batuk, ronkhi.

i. 0eamanan -ejala # Bi*ayat saat ini @ dahulu, jatuh, gangguan penglihatan, perdarahan spontan tak terkontrol dengan trauma minimal. :anda # 9emam, infeksi, kemerahan, purpura, perdarahan gusi epistaksis, pembesaran nodul limfe in5asi jaringan). $. 9ata 1enunjang a. Hitung darah lengkap # (sehubungan dengan

%'

%) Hemoglobin # dapat kurang dari %0 g@ %00 ml. 2) )umlah trombosit 0.000@mm ). $) (el 9arah 1utih # mungkin lebih dari 0.000 @4m dengan # mungkin sangat rendah (kurang dari

peningkatan sel darah putih imatur (mungkin menyimpang kekiri). +ungkin ada sel blast leukemia. b. 1emeriksaan sel darah tepi # "iasanya menunjukkan anemia dan trobositopenia, tetapi juga dapat menunjukkan leu4openia, leukositosis tergantung pada jumlah sel yang beredar. 4. ,sam urat serum @ urine # mungkin meningkat d. "iopsi sumsum tulang # (el darah merah abnormal biasanya lebih dari 0. atau lebih dari sel darah putih pada sumsum tulang. (ering 60. ! &0. dari sel blast, dengan prekusor eritrosit, sel matur, dan megakariositis menurun. e. "iopsi nodus limfa # 1emeriksaan ini akan memperlihatkan proliferasi sel leukemia dan sel yang berasal dari jaringan limfa akan terdesak seperti limfosit normal dan granulosit. (9oengoes, 2000)

%/

#. Konsep Pert"m$"%an& Perkem$angan Dan #ospitalisasi %.0onsep 1ertumbuhan ,nak Esia (ekolah 1ertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun indi5idu, yang biasa diukur dengan ukuran berat (gram, pound, kilogram), ukuran panjang (4m, meter), ukuran tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh) ((oetjiningsih, %&&&#%). Ledakan pertumbuhan dimulai. "erbagai 5ariasi masih normal. "agan perkembangan hanya digunakan untuk referensi saja. ,nak perempuan mungkin mengembangkan 4iri sekundernya dan mulai menstruasi pada tahap ini. Esia a*itan menstruasi telah menurun pada dekade terakhir ini. a. "erat badan akan bertambah 2 sampai 2 kg per tahun. b. :inggi badan pada usia / tahun, se4ara proporsional lengan tumbuh lebih panjang daripada badan, tinggi bertambah pada usia & tahun. 4. -igi mulai meninggalkan gigi susu, memiliki %0 sampai %% gigi

permanen saat berusia / tahun dan kira!kira 26 permanen saat berusia %2 tahun ("et= and (o*den, 2002). 2.0onsep 1erkembangan ,nak Esia (ekolah 1erkembangan adalah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan ((oetjiningsih, %&&&#%).

%&

1ada anak usia sekolah menurut >rikson, telah men4apai tahap perkembangan psikososial industri dan inisiatif. 1ada tahap ini anak mempertahankan hubungan baru dengan teman sebaya diluar keluarga dan anak belajar mengkoordinasi ketrampilan untuk menyelesaikan proyek, aplikasi gerak motorik halus dan mengembangkan kemampuan fisik. ,kti5itas motorik kasar diba*ah kendali ketrampilan kognitif dan kesadaran, se4ara bertahap meningkatkan irama, kehalusan dan keanggunan gerakan otot, meningkatkan minat dalam penyempurnaan ketrampilan fisik, kekuatan dan daya tahan juga meningkat. 1erkembangan motorik halus menunjukkan peningkatan ketrampilan seperti menjahit dan bermain musik. 1erkembangan kognitif yaitu dengan pemikiran anak yang menjadi sangat abstrak dan simbolik, memahami konsep dulu, sekarang dan yang akan datang, dapat berfokus pada lebih dari satu aspek pada suatu situasi. 1erkembangan bahasa yaitu menggunakan bahasa sebagai alat pertukaran 5erbal, tidak begitu egosentris dalam orientasi dan kebanyakan mengerti kata!kata abstrak ("et= and (o*den, 2002). $.0onsep Hospitalisasi ,nak Esia (ekolah 0onsep hospitalisasi pada usi sekolah ini adalah ketakutan fisik terhadap kesakitan, dimana anak lebih toleransi terhadap nyeri daripada ia tidak bergerak. Bagu!ragu terhadap kesembuhannya atau kemungkinan meninggal. ,nak dengan penyakit kronis lebih suka mengidentifikasi prosedur sebagai tekanan (?haley and ?ong, %&&&).

20

1ada usia ini anak mempunyai permasalahan hospitalisasi yaitu rasa takut, ansietas, tidak berdaya dan gangguan 4itra diri. 9imana sebagai pera*at harus memiliki manajemen kepera*atan yaitu batasi aturan, anjurkan orang tua kunjungi anak, ren4anakan kontak dengan guru dan teman, ren4anakan akti5itas bermain dan bergerak, ijinkan anak memilih dalam batasan yang diterima, berikan 4ara!4ara anak dapat membantu pengobatan dan puji atas kerjasamanya.("et= and (o*den, 2002).

2%

I. Pat%'a(s 7aktor >ndogen # ! Bas ! 0elainan kromosom ! Herediter 7aktor >ksogen # ! (inar F, Badioaktif ! "ahan kimia, hormon ! infeksi

1roliferasi lokal dari sel neoplastik dalam sumsum tulang ,kut limfa blastik leukimia 1roliferasi sel darah putih imatur 0urang informasi

0urang pengetahuan

3munosupresi pada sumsum tulang -angguan rasa nyaman nyeri

1ansitopeni Lekopeni ,gropulosi tosis 3nfeksi meningkat Bisiko infeksi

0emoterapi

>ritropeni Hb (uplai 62 dalam darah )aringan G 62 0elemahan

,sam lam$"ng +ual, muntah

,lopesia

-angguan 4itra tubuh

:rombositopeni (plenohep atomegali ,noreksia,m ual,muntah 1erdarahan Bisiko kurang 5olume 4airan Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

-angguan t"m$ang

3ntoleransi akti5itas

(umber # (Hidayat, 2006 H 1ri4e, %&&& H Long, %&&6)

22

). Diagnosa Kepera'atan %. Besiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan tak adekuat pertahanan sekunder # gangguan dalam kematangan sel darah putih, peningkatan jumlah limfosit imatur, imunosupresi, penekanan sumsum tulang. 2. Besiko kurang 5olume 4airan berhubungan dengan kehilangan berlebihan (muntah, perdarahan, diare), penurunan pemasukan 4airan (mual, anoreksia), peningkatan kebutuhan 4airan (status hipermetabolik, demam). $. Besiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual dan muntah. 2. -angguan rasa nyaman # nyeri berhubungan dengan agen fisikal

(pembesaran nodul limfe, sumsum tulang yang dikemas dengan dengan sel leukemik ), agen kimia (pengobatan anti leukemik ). . 3ntoleransi akti5itas berhubungan dengan kelemahan umum, penurunan 4adangan energi, peningkatan laju metabolik dari produksi leukosit massif, ketidak seimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen. 6. -angguan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan dengan melemahnya kemampuan fisik. '. -anguan 4itra tubuh berhubungan dengan alopesia. /. 0urang pengetahuan tentang penyakit, prognosis, dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurang terpajan pada sumber, salah interpretasi informasi.

2$

K. Inter*ensi %. 9iagnosa 3 # Besiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan tak adekuat pertahanan sekunder # gangguan dalam kematangan sel darah putih, peningkatan jumlah limfosit imatur ,

imunosupresi , penekanan sumsum tulang. :ujuan # +en4egah timbulnya infeksi.

0riteria hasil # a. +engidentifikasi tindakan untuk men4egah infeksi. b. +enunjukkan teknik perubahan pola hidup untuk meningkatkan keamanan lingkungan, meningkatkan penyembuhan. 3nter5ensi # a. :empatkan pada ruang khusus,.batasi pengunjung sesuai indikasi. Basional # +elindungi dari sumber potensial pathogen. b. "erikan proto4ol untuk men4u4i tangan yang baik untuk semua petugas dan pengunjung. Basional # +en4egah kontaminasi silang @ menurunkan resiko infeksi. 4. 9orong peningkatan masukan makanan tinggi protein dan 4airan. Basional # +eningkatkan pembentukan antibody dan men4egah dehidrasi. d. 0olaborasi # ,*asi pemeriksaan laboratorium ( hitung darah lengkap ). Basional # +eyakinkan adanya infeksi, mengidentifikasi organisme spesifik dan terapi tepat. @ menurunkan resiko

22

2. 9iagnosa 33 # Besiko kurang 5olume 4airan berhubungan dengan kehilangan berlebihan (muntah, perdarahan, diare),

penurunan pemasukan 4airan (mual, anoreksia). :ujuan # +empertahankan kebutuhan 4airan.

0riteria hasil # a. +enunjukkan 5olume 4airan adekuat, dibuktikan oleh tanda 5ital stabil, nadi teraba, haluaran urin, berat jenis dan 1H dalam batas normal. b. +engidentifikasi faktor resiko indi5idual inter5ensi yang tepat. 4. +elakukan perubahan pola hidup @ perilaku untuk men4egah terjadi defisit 5olume 4airan. 3nter5ensi # a. ,*asi masukan @ haluaran. Hitung kehilangan tak kasat mata dan keseimbangan 4airan. 1erhatikan penurunan urin pada adanya pemasukan adekuat, ukur erat jenis dan 1H urin. Basional # 1enurunan sirkulasi sekunder terhadap destruksi (9+ dan pen4etusnya pada tubulus batu ginjal (sehubungan dengan peningkatan kadar asam urat @ dapat menimbulkan retensi urin @ gagal ginjal ). b. "erikan 4airan 38 sesuai indikasi. Basional # +empertahankan keseimbangan 4airan atau elektrolit pada tak adanya pemasukan melalui oral, menurunkan resiko komplikasi ginjal.

4. 3mplementasikan tindakan untuk men4egah 4edera jaringan perdarahan. Basional # "ila perdarahan terjadi meskipun dengan sikat halus dapat menyebabkan kerusakan jaringan. d. 1erhatikan adanya mual dan demam. Basional # +empengaruhi pemasukan, kebutuhan 4airan dan rute penggantian. e. 0olaborasi # %) "erikan 4airan 38 sesuai indikasi. Basional # +empertahankan keseimbangan 4airan

@ elektrolit

pada tak adanya pemasukan melalui oral# menurunkan resiko komplikasi ginjal. 2) ,*asi pemeriksaan laboratorium, 4ontoh # trobosit, hemoglobin, hematokrit, pembekuan atau supresi sumsum tulang sekunder terhadap obat anti neoplastik), pasien 4edera, perdarahan spontan yang mengan4am hidup. 1enurunan hemoglobin, hematokrit indikasi perdarahan (mungkin samar). $. 9iagnosa 333 # Besiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual dan muntah. :ujuan # 0ebutuhan nutrisi terpenuhi setelah dilakukan tindakan kepera*atan.

26

0riteria hasil # +ual dan muntah berkurang atau bahkan menghilang, berat badan dapat dipertahankan, klien bisa menghabiskan makan % porsi. 3nter5ensi # a. +onitor pemasukan dan pengeluaran makanan. Basional # +enga*asi masukan kalori atau kualitas kekurangan konsumsi makanan. b. "erikan makan sedikit dan frekuensi sering. Basional # +akan sedikit dapat menurunkan kelemahan dan meningkatkan pemasukan. 4. 1astikan pola diit makanan yang disukai dan tidak disukai. Basional # +engidentifikasi defisiensi, menduga kemungkinan inter5ensi. d. 0olaborasi dengan ahli gi=i untuk menentukan komposisi diit. Basional # +embantu dalam membuat ren4ana diit untuk memenuhi kebutuhan indi5idual. 2. 9iagnosa 38 # -angguan rasa nyaman # nyeri berhubungan dengan agen fisikal (pembesaran nodus limfe), agen kimia (pengobatan anti leukemia). :ujuan # 0ebutuhan nyaman terpenuhi, klien tidak merasakan nyeri.

0riteria hasil # a. 1asien mengatakan nyeri terkontrol @ hilang. b. +enunjukkan perilaku penanganan nyeri.

2'

4.

:ampak rileks dan mampu tidur @ istirahat dengan tenang.

3nter5ensi # a. 0aji skala nyeri, kaji tt5, perhatikan petunjuk non 5erbal. Basional # +engidentifikasi terjadi komplikasi dan membantu menge5aluasi pernyataan 5erbal keefektifan inter5ensi. b. "erikan lingkungan tenang dan kurangi rangsangan penuh stress. Basional # +eningkatkan istirahat dan meningkatkan kemampuan koping. 4. :empatkan pada posisi nyaman dan sokong sendi ekstremitas dengan bantal. Basional # 9apat menurunkan ketidaknyamanan tulang @ "antu latihan rentang gerak lembut. d. Ebah posisi se4ara periodi4 dan berikan atau bantu latihan rentang gerak lembut. Basional # +emperbaiki sirkulasi jaringan dan mobilitas sendi. e. "erikan tindakan kenyamanan (misal # pijitan, kompres dingin)dan dukungan psikologi. Basional # +eminimalkan kebutuhan @menaikkan efek obat. f. 0aji ulang tingkat kenyamanan pasien sendiri, posisi, akti5itas fisik, atau non fisik dan sebagainya. Basional # 1enanganan terhadap nyeri melibatkan pasien, memberikan penguatan positif, meningkatkan rasa kontrol dan

2/

menyiapkan inter5ensi yang bisa digunakan se*aktu pulang. g. >5aluasi dan dukung mekanisme koping pasien . Basional # 1erilaku untuk menghilangkan nyeri dapat membantu pasien mengatasinya lebih efektif. h. 9orong penggunaan teknik manajemen nyeri, missal # latihan relaksasi atau nafas dalam, bimbingan imajinasi. Basional # +emudahkan relaksasi, terapi farmakologis tambahan dan meningkatkan kemampuan koping. i. 0olaborasi # %) ,*asi kadar asam urat. Basional # 1enggantian 4epat dan destruksi sel leukemia selama kemoterapi meningkatkan asam urat, menyebabkan pembengkakan dan nyeri sendi. 2) "erikan obat sesuai indikasi # analgesi4, 4ontoh # asetaminofen (:ylenol ). Basional # 9iberikan untuk nyeri ringan yang tidak hilang dengan tindakan kenyamanan. $) Narkotik, missal # kodein, meperdin (9emerol), morfin,

hidromorfon (dilaudis). Basional # 9igunakan bila nyeri berat. 1enggunaan ,91 mungkin menguntungkan dalam pen4egahan pun4ak dan penurunan pemberian intermiten.

2&

2) ,gen ansietas, 4ontoh # dia=epam (5alium), lora=epam (ati5an). Basional # +ungkin diberikan untuk meningkatkan kerja analgetik @ narkotik. . 9iagnosa 8 # 3ntoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan umum, penurunan 4adangan energi, peningkatan laju metaboli4 dari produksi leukosit massif, ketidak seimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen (anemia, hipoksia ). :ujuan # 1asien dapat melakukan aktifitas sesuai dengan

kemampuannya. 0riteria hasil # a. 1asien melaporkan adanya peningkatan toleransi aktifitas yang dapat diukur. b. +enunjukkan penurunan tanda fisiologis tidak toleran. 4. 9apat berpartisipasi dalam aktifitas yang dapat dilakukan sehari! hari sesuai dengan tingkat kemampuan pasien. 3nter5ensi # a. >5aluasi laporan kelemahan, perhatikan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam aktifitas sehari!hari. Basional # >fek leukemia, anemia, dan kemoterapi mungkin komulatif (khususnya pada fase pengobatan akut dan aktif). b. "erikan lingkungan tenang dan periode istirahat tanpa gangguan dorong istirahat sebelum makan.

$0

Basional

# +enghemat energi untuk aktifitas dan regenerasi selular @ penyembuhan jaringan.

4. 3mplementasikan teknik penghematan energi, 4ontoh

# lebih baik

duduk dari pada berdiri, penggunaan kursi untuk mandi. "antu ambulasi @ akti5itas lain sesuai indikasi. Basional # +emaksimalkan sediaan energi untuk tugas pera*atan diri. d. )ad*alkan makan sekitar kemoterapi. "erikan kebersihan mulut sebelum makan dan berikan antiemetik sesuai indikasi. Basional # 9apat meningkatkan pemasukan dengan menurunkan mual. e. 0olaborasi # berikan oksigen tambahan Basional # +emaksimalkan sediaan oksigen untuk kebutuhan seluler. 6. 9iagnosa 83 # -angguan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan dengan melemahnya kemampuan fisik.(;arpenito, 200% # % 6) :ujuan # +empertahankan kemampuan motorik dan kemampuan komunikasi 5erbal. 0riteria hasil # ,nak mampu mempertahankan perkembangannya sesuai usia, orang tua mengerti tugas!tugas perkembangan se4ara normal sesuai usia, orang tua mengerti dan mampu menstimulasi perkembangan anak sesuai usia.

$%

3nter5ensi # a. ,jari orang tua tentang perkembangan anak sesuai usia b. 1erkuat perkembangan kata!kata dengan pengulangan kata yang digunakan anak 4. ,jak anak bermain untuk merangsang kemampuan motorik dan pendengaran d. 0aji tingkat perkembangan yang telah di4apai oleh anak '. 9iagnosa 833 #-angguan 4itra tubuh berhubungan dengan alopesia. (?ong, 200$ # &/) :ujuan # ,nak atau keluarga menunjukkan koping positif

0riteria hasil # ,nak mengungkapkan masalah yang berkaitan dengan kerontokan rambut, anak tampak bersih dan berpakaian rapi. 3nter5ensi # a. ,njurkan anak untuk menjaga rambut yang tipis tetap bersih b. )elaskan bah*a rambut mulai tumbuh dalam $!6 bulan dan mungkin *arnanya berbeda 4. ,jarkan anak untuk meningkatkan highline. /. 9iagnosa 8333# 0urang pengetahuan tentang penyakit, proknosis, dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurang terpajan pada sumber, salah interprestasi informasi. :ujuan # 1asien mengetahui dan memahami penyakit, proknosis, dan pengobatan yang diberikan.

$2

0riteria hasil # a. 1asien mengatakan paham terhadap kondisi @ proses penyakit dan pengobatan. b. +elakukan perubahan pola hidup yang perlu. 4. "erpartisipasi dalam program pengobatan.

3nter5ensi # a. 0aji ulang patologi bentuk khusus leukemia dan berbagai bentuk pengobatan. Basional # 1engobatan dapat termasuk berbagai obat anti neoplastik, radiasi seluruh tubuh atau hati @ limpa, transfuse, dan transplantasi sumsum tulang. b. "erikan pendidikan kesehatan tentang penyakit leukemia. Basional # 1asien lebih mengerti dan memahami apa itu penyakit leukemia dan tahu 4ara pengobatan dan pen4egahannya. (9oengoes, 2000)

$$